Diagram Bulat Penggunaan Bahasa pada Ranah Keluarga Kelurahan
Diagram Bulat Penggunaan Bahasa pada Ranah Tetangga Kelurahan
Diagram Bulat Penggunaan Bahasa pada Ranah Pemerintahan
Diagram Bulat Penggunaan Bahasa pada Seluruh Ranah Kelurahan
Diagram Bulat Penggunaan Bahasa pada Ranah Sekolah Desa
Diagram Bulat Penggunaan Bahasa pada Ranah Keluarga Desa Bonra . 108
Diagram Bulat Penggunaan Bahasa pada Seluruh Ranah Desa Bonra
Kantor Lurah Mapilli
Bapak Ansyari Bahrum, S.STP. M.Adm. KP (Lurah Mapilli)
Kantor Desa Bonra
Bapak Rudi (Kepala Desa Bonra) Bersama Peneliti
Responden Pelajar SMP
Responden Pegawai
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Faktor apa saja yang mempengaruhi pergeseran bahasa mandar pada masyarakat mandar kecamatan mapilli kabupaten polewali mandar.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini merupakan sumbangan pemikiran dan perbandingan bagi mereka yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama.
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
Mengenal Mandar, Dialek Bahasa, dan Gaya Bahasa Orang
Meski sampai saat ini belum jelas kapan bahasa Mandar digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Mandar. Hal terakhir yang bisa dijadikan acuan adalah keberadaan bahasa Mandar yang digunakan dalam turunan bahasa Mandar sekitar abad ke-15 Masehi.
Penelitian yang Relevan
Faktor penyebab dan solusi pelestariannya” Menunjukkan bahwa bahasa Wotu saat ini benar-benar diambang kepunahan. Betapa tidak, penutur bahasa Wotu adalah para lansia lainnya yang berusia di atas 50 tahun.
Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa
Proses pergeseran bahasa yang dijelaskan oleh Fishman di atas secara tidak langsung turut menyebabkan kepunahan bahasa di suatu tempat. Selain bahasa Bali, bahasa yang lebih tinggi dari bahasa Melayu Loloan adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Bahasa
Penggunaan bahasa sehari-hari di tempat kerja adalah bahasa Mandarin sebanyak 7 (35%) responden, bahasa Indonesia sebanyak 7 (35%) responden, dan bahasa Indonesia untuk bahasa Mandarin sebanyak 6 (30%) responden. Dengan teman yaitu Mandarin 2 (20%) responden, Bahasa Indonesia 4 (40%) responden, dan Bahasa Indonesia Mandar 4 (40%) responden. Penggunaan bahasa sehari-hari guru adalah bahasa Mandarin 2 (20%) responden, bahasa Indonesia 3 (30%) responden, dan bahasa Indonesia Mandar 5 (50%) responden.
Penggunaan bahasa sehari-hari di pasar adalah bahasa Mandarin 7 (70%) responden, bahasa Indonesia 2 (20%) responden, dan bahasa Indonesia Mandar 1 (10%) responden. Penggunaan bahasa sehari-hari di tempat kerja adalah bahasa Mandarin 2 (20%) responden, bahasa Indonesia 3 (30%) responden, dan bahasa Indonesia Mandar 5 (50%) responden. Pengguna bahasa sehari-hari di Warung adalah Mandar 2 (20%) responden, Bahasa Indonesia 2 (40%) responden, dan Bahasa Indonesia Mandar 4 (40%) responden.
Penggunaan bahasa sehari-hari di pasar adalah Mandarin 3 (30%), Bahasa Indonesia 4 (40%) responden dan Bahasa Mandar 3 (30%) responden.
Faktor-Faktor Sosial yang Mempengaruhi Pergeseran dan
Kerangka Pikir
Kerangka berpikir adalah bentuk kerangka kerja yang dianalogikan peneliti melakukan penelitian berdasarkan masalah dan tujuan yang ingin dicapai, sekaligus berfungsi sebagai peta konsep dalam penelitian ini. Kerangka berpikir tentang pergeseran penggunaan bahasa Mandarin dalam setting masyarakat Mandar Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar. Adanya bahasa Mandar pada masyarakat Mandar diduga menyebabkan terjadinya pergeseran bahasa Mandar pada masyarakat Mandar Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam upaya mencari penyebab terjadinya pergeseran tersebut, penelitian ini akan mencoba menjawab bagaimana terjadinya pergeseran bahasa Mandar tersebut dan faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya pergeseran bahasa Mandar pada masyarakat Mandar Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar tersebut. Melalui penelitian deskriptif kualitatif ini, peneliti hanya menganalisis persebaran bahasa Mandarin di masyarakat. Selain itu, penelitian kuantitatif juga digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pergeseran bahasa yang terjadi pada masyarakat Mandar, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam penyusunan skripsi ini, sesuai dengan judul “Pergeseran Bahasa Mandar di Lingkungan Masyarakat Mandar Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar”, lokasi penelitian ini mengambil dua tempat berbeda di Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar yaitu Desa Mapilli dan Desa Bonra.
Jenis dan Sumber Data
Populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Pengambilan sampel responden dilakukan secara proporsional pada empat domain yaitu domain sekolah, domain keluarga, domain lingkungan dan domain pemerintah untuk penggunaan bahasa Mandarin di masyarakat Mandar Kecamatan Mapilli berdasarkan jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil pada blok area dua lokasi penelitian di Desa Mapilli dan Desa Bonra. Tahap observasi awal ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran atau informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk observasi selanjutnya. Pengamatan dilakukan dengan mengamati penggunaan bahasa Mandarin di masyarakat, serta gambaran umum masyarakat, seperti tingkat calamine, usia, dan tingkat pendidikan.
Tahapan awal dalam observasi ini dilakukan dengan mencatat dan mengamati secara sistematis serta mendokumentasikan gejala yang diteliti. Observasi lanjutan adalah observasi yang dilakukan dengan melakukan perbaikan terhadap data awal yang diperoleh. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk wawancara terstruktur, hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang identitas dan latar belakang informan.
Penelitian yang dilakukan dengan teknik dokumentasi bertujuan untuk memperoleh informasi bukan dari orang sebagai sumber, tetapi penulis memperoleh informasi dari berbagai sumber tertulis atau dari dokumen yang tersedia bagi informan berupa dokumen.
Teknik Analisis Data
Sedangkan untuk mengukur tingkat penggunaan bahasa mandarin dalam kehidupan sehari-hari terhadap penggunaan bahasa mandarin sebagai bahasa ibu, saat berkunjung ke kantor pemerintahan, penggunaan bahasa mandarin untuk pejabat pemerintah, guru dalam proses belajar mengajar, ceramah di mesjid dan saat silaturahmi disajikan bersama teman dalam bentuk persentase. Selanjutnya skala interval dalam penelitian ini merupakan klasifikasi kuantitatif terhadap objek penelitian, dalam hal ini peneliti ingin menyelidiki apakah bahasa mandarin mengalami pergeseran atau tidak. Untuk lebih jelasnya dalam menghitung digunakan atau tidaknya bahasa mandar di kecamatan Mapilli dengan menghitung nilai median atau median yang dihitung dari setengah jumlah responden.
Data yang diperoleh dari penelitian diolah sehingga diperoleh informasi yang berguna kemudian dianalisis. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif, dimana peneliti menggambarkan keadaan/fenomena yang diperoleh kemudian dianalisis dalam bentuk kata-kata untuk menarik kesimpulan. Data tersebut sesuai dengan fokus penelitian yaitu pergeseran bahasa mandarin dan faktor-faktor penyebab terjadinya pergeseran bahasa mandarin di lingkungan masyarakat mandarin.
Data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terpilih terkait pergeseran bahasa Mandarin disajikan dalam bentuk deskriptif.
Teknik Validitas Data
Apabila terdapat kekurangan data pada saat melakukan penarikan kesimpulan dalam reduksi data, maka peneliti kembali ke catatan lapangan.
TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Keadaan Penduduk Lokasi Penelitian
Identitas Sosial Responden
Untuk mengetahui pergeseran bahasa Mandarin pada masyarakat Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar maka sampel penelitian diambil dari Desa Mapilli dan Desa Bonra. Jumlah responden dalam penelitian yang diambil dari Desa Mapilli sebanyak 100 responden dengan rincian 60 responden sekolah, 10 responden keluarga dan 10 responden tetangga dan 10 responden pemerintah. Sedangkan dari Desa Bonra sebanyak 80 responden dengan rincian 60 responden sekolah, 10 responden keluarga dan 10 responden pemerintah.
Dari jumlah sampel penelitian dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan responden dari desa Mapilli dan desa Bonra kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar adalah 180 responden. Sedangkan jumlah responden di desa Bonra sebanyak 80 responden yang terdiri dari sekolah yaitu 20 siswa SD yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan, 20 siswa SMP yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan, 10 siswa SMA yang terdiri dari 5 laki-laki. dan 5 perempuan, serta 10 responden mahasiswa yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan, pada ranah keluarga 10 responden yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan, dan pada ranah pemerintahan 10 responden yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan. Dari tabel 3 di bawah ini terlihat bahwa responden dari desa Mapilli dan desa Bonra semuanya berasal dari suku Mandar.
Pemahaman responden ketika diminta berbicara bahasa Mandarin pada dasarnya cukup tinggi untuk responden di desa Mapilli dan Bonra.
Pengolahan Data Hasil Penelitian
- Kelurahan Mapilli
- Desa Bonra
Dengan orang tua yaitu Mandarin 7 (70%) responden, Bahasa Indonesia 2 (20%) responden dan Bahasa Mandar 1 (10%) responden. Dengan guru yaitu Bahasa Mandarin 5 (25%) responden, Bahasa Indonesia 10 (50%) responden dan Bahasa Indonesia Mandar 5 (25%) responden. Penggunaan bahasa sehari-hari di toko adalah bahasa Mandarin sebanyak 14 (70%) responden, bahasa Indonesia sebanyak 3 (15%) responden dan bahasa Indonesia Mandar sebanyak 3 (15%) responden.
Bahasa sehari-hari yang digunakan di pasar adalah bahasa Mandarin sebanyak 10 (50%) responden, bahasa Indonesia sebanyak 6 (30%) responden dan bahasa Indonesia untuk bahasa Mandarin sebanyak 4 (20%) responden. Penggunaan bahasa sehari-hari dengan orang tua mereka adalah bahasa Mandarin untuk 8 (80%) responden dan bahasa Indonesia untuk bahasa Mandar 2 (20%) responden. Bahasa sehari-hari yang digunakan di toko adalah Bahasa Indonesia 5 (50%) responden dan Bahasa Mandar 5 (50%) responden.
Penggunaan bahasa sehari-hari di lingkungan kerja yaitu bahasa Indonesia 5 (50%) responden, dan bahasa Indonesia Mandarin 5 (50%) responden.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Bahasa Mandar
- Faktor Internal
- Faktor Eksternal
Di lingkungan sekolah terdapat teman-teman dari daerah lain, sehingga banyak remaja dari Desa Mapilli dan Desa Bonra menggunakan bahasa Indonesia bukan bahasa Mandarin. Sehingga remaja di Kecamatan Mapilli dan Desa Bonra lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa Mandarin. Selain itu, teman-teman terkadang kurang paham dan menganggap mereka norak ketika kita menggunakan bahasa mandarin untuk berkomunikasi.
Terkadang ada yang menggunakan bahasa mandarin tetapi menjawab dalam bahasa indonesia, sehingga menggunakan bahasa indonesia menjadi bahasa utama. Bahasa Indonesia dianggap mudah menggantikan bahasa Mandar dalam keluarga Desa Mapilli dan Desa Bonra. Dalam khutbah dan ceramah pada hari jumat di mesjid sering digunakan bahasa Indonesia yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa mandarin juga mengalami pergeseran.
Dari ungkapan dalam thread tersebut terlihat bahwa masyarakat Kecamatan Mapilli dan Desa Bonra menggunakan bahasa Mandar yang sering bercampur dengan bahasa lain.
Pembahasan Pergeseran Bahasa Mandar
- Jawaban Rumusan Masalah 1 …
- Jawaban Rumusan Masalah 2 …
Berdasarkan hasil tersebut, dapat diartikan bahwa penggunaan bahasa Mandarin dalam ranah keluarga mengalami pergeseran sedang. Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa penggunaan bahasa Mandarin pada domain tetangga mengalami pergeseran yang rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diartikan bahwa penggunaan bahasa mandarin di wilayah pemerintahan mengalami pergeseran yang sedang.
Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa penggunaan bahasa Mandarin dalam ranah keluarga mengalami pergeseran yang rendah. Persentase yang tidak menggunakan bahasa Mandarin, oleh karena itu, dapat diartikan bahwa penggunaan bahasa Mandarin dalam ranah keluarga mengalami pergeseran yang rendah. Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa penggunaan bahasa Mandarin dalam ranah keluarga mengalami pergeseran yang rendah.
Dengan demikian, penggunaan bahasa Mandarin di Desa Bonra pada 3 ranah yaitu ranah sekolah, ranah keluarga dan ranah pemerintahan mengalami pergeseran yang rendah.
SIMPULAN DAN SARAN
Saran
Penelitian ini hanyalah penelitian sederhana atau penelitian kecil pada masyarakat dwibahasa, tentang penggunaan bahasa Mandarin di lingkungan sekolah, keluarga, lingkungan dan pemerintahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Mandarin di Kampung Mapilli sebagai kawasan perkotaan mengalami pergeseran yang lebih cepat dibandingkan Kampung Bonra sebagai kawasan pedesaan. Secara khusus, Pemerintah Desa Mapilli di Kecamatan Mapilli harus proaktif agar penggunaan bahasa Mandar ke depan dapat dipertahankan.
Selain peran di atas, peran media massa seperti majalah dan surat kabar yang berbahasa Mandarin harus ditingkatkan agar intensitas penggunaan bahasa Mandarin semakin meningkat. Kelangsungan hidup bahasa daerah Mandar dapat dicapai melalui penggunaan buku-buku berbahasa Mandar bapak ibu di rumah dalam bahasa sehari-hari menggunakan bahasa Mandar dan bahasa Indonesia. Dan yang paling penting adalah menumbuhkan sikap positif terhadap anak-anak dalam bahasa Mandarin dengan bercerita dalam bahasa Mandarin.
Untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) maka penulis menulis skripsi berjudul Pergeseran Bahasa Mandar Pada Masyarakat Mandar Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar. Kuesioner ini mencoba melihat seperti apa peran dan penggunaan bahasa Mandar bagi penutur bahasa Mandar di Desa Mapilli Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar. Saat di sekolah, apakah guru menggunakan bahasa Mandarin dalam proses belajar mengajar?