BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Identitas Sosial Responden
Syarat-syarat pemilihan responden yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan kriteria sebagai berikut (a) Warga masyarakat yang tinggal di kecamatan Mapilli dalam wilayah Kelurahan Mapilli dan Desa Bonra, (b) Kalangan warga sekolah mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Mahasiswa, (c) Dapat berbahasa Indonesia, (d) Sehat dan tidak mempunyai cacat wicara, (e) Bersedia menjadi responden, (f) Tidak mudah tersinggung, bersifat jujur, terbuka, sabar, dan ramah, (g) Teliti,
cermat, dan mempunyai daya ingat yang baik, (h) Tidak mempunyai kecurigaan apa pun terhadap penelitian yang dilakukan.
Untuk mengetahui pergeseran bahasa Mandar di lingkungan masyarakat Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar, maka dalam penelitian diambil sampel Kelurahan Mapilli dan Desa Bonra. Jumlah responden pada penelitian yang diambil dari Kelurahan Mapilli sebanyak 100 orang responden dengan perincian 60 orang responden sekolah, 10 orang responden keluarga, dan 10 orang responden tetangga dan 10 orang responden pemerintahan. Sedangkan dari Desa Bonra sebanyak 80 orang responden dengan perincian 60 orang responden sekolah, 10 orang responden keluarga, dan 10 orang responden pemerintahan. Dari jumlah sampel penelitian tersebut dapat diketahui bahwa jumlah responden seluruhnya dari Kelurahan Mapilli dan Desa Bonra Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar adalah 180 orang responden.
a. Jenis Kelamin Responden
Tabel 2
Keadaan Jenis Kelamin Responden Kelurahan Mapilli dan Desa Bonra Lokasi
Penelitian No Ranah Pelajar / Mahasiswa
Jenis Kelamin
Jumlah Ket
L P
Kelurahan Mapilli
1 Sekolah Murid SD 10 10 20
Siswa SMP 10 10 20
Siswa SMA 5 5 10
Mahasiswa 5 5 10
2 Keluarga 6 4 10
3 Tetangga 9 11 20
4 Pemerintahan 5 5 10
Jumlah 50 50 100
Desa Bonra 1 Sekolah Murid SD 10 10 20
Siswa SMP 10 10 20
Siswa SMA 5 5 10
Mahasiswa 5 5 10
2 Keluarga 5 5 10
4 Pemerintahan 5 5 10
Jumlah 40 40 80
Total Responden 90 90 180
Tabel 2 di atas merupakan jawaban atas pertanyaan “Apa jenis kelamin Anda? diketahui jumlah responden Kelurahan Mapilli 100 orang responden yang terdiri atas ranah sekolah yaitu 20 orang responden siswa SD terdiri atas 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan, 20 orang responden siswa SMP terdiri atas 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan, 10 orang responden siswa SMA terdiri atas 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, dan 10 orang responden Mahasiswa yang terdiri atas 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, ranah keluarga 10 orang responden terdiri atas 6 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, ranah tetangga 20 orang responden terdiri atas 9 orang laki-laki dan 11 orang perempuan dan ranah pemerintahan 10 orang responden terdiri atas 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Sedangkan jumlah responden Desa Bonra sebanyak 80 orang terponden yang terdiri atas ranah sekolah yaitu 20 orang responden siswa SD yang terdiri atas 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan, 20 orang responden siswa SMP yang terdiri atas 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan, 10 orang responden siswa SMA yang terdiri atas 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, dan 10 orang responden Mahasiswa yang terdiri atas 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, Ranah keluarga 10 orang responden terdiri atas 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, dan ranah pemerintahan 10 orang responden terdiri atas 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Dengan demikian jumlah responden Kelurahan Mapilli yang akan
dijadikan sampel penelitian adalah 80 orang responden yang terdiri atas 40 orang laki-laki dan 40 orang perempuan.
b. Asal Suku Responden
Data di bawah ini, menunjukkan asal suku responden yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Dari tabel 3 di bawah, menujukkan bahwa responden Kelurahan Mapilli dan Desa Bonra semuanya berasal dari suku Mandar. Hal ini akan memberikan keakuratan data tentang penggunaan penggunaan bahasa Mandar di lingkungan masyarakat Mandar
Tabel 3
Keadaan Suku Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Kelurahan Mapilli dan Desa Bonra
Lokasi
Penelitian Asal Suku
Jumlah Jawaban /
Persentase Total %
L % P %
Kelurahan
Mapilli Mandar Asli 50 100% 50 100% 100 100%
Desa Bonra Mandar Asli 40 100% 40 100% 80 100%
Total Rsponden 90 90 180
c. Pemahaman Responden dalam Berbahasa Mandar
Pemahaman responden ketika diajak berbahasa Mandar Responden Kelurahan Mapilli maupun Desa Bonra pada dasarnya cukup tinggi. Hal itu dapat dilihat dari tabel 4 di atas, menunjukkan bahwa data responden yang menyatakan “Paham” (paham berbahasa Mandar) sebanyak 96 orang atau 96%
responden, dan yang menyatakan “Kurang Paham” sebanyak 4 orang atau 4%
responden, sedangkan yang “Tidak Paham” terhadap pemahaman ketika diajak berbahasa Mandar adalah 0% atau tidak ada. Sedangkan responden Desa Bonra dalam tabel yang sama menyatakan “Paham” sebanyak 80 orang atau 100% responden, yang menyatakan “Kurang Paham” sebanyak dan “Tidak
Paham” terhadap pemahaman ketika diajak berbahasa Mandar 0% atau tidak ada. Hasil tersebut merupakan distribusi dari pertanyaan ” Apakah Anda paham ketika ada yang berbahasa Mandar denga anda ?
Tabel 4
Pemahaman Responden Ketika Diajak Berbahasa Mandar Kelurahan Mapilli dan Desa Bonra
Lokasi
Penelitian No
Pemahaman Ketika Diajak Berbahasa
Mandar
Frekwensi Jawaban Responden
Persentase
Kelurahan Mapilli
1 Paham 96 96%
2 Kurang Paham 4 4%
3 Tidak Paham 0 0%
Jumlah 100 100%
Desa Bonra
1Paham 80 100%
2 Kurang Paham 0 0%
3 Tidak Paham 0 0%
Jumlah 80 100%
Total Responden 180
d. Tingkat Penggunaan Bahasa Mandar di Lingkungan Masyarakat
Berdasarkan data yang diperoleh tentang tingkat penggunaan bahasa Mandar di lngkungan masyarakat Mandar dalam berkomunikasi dengan pengguna bahasa sehari-hari keluarga (ibu, ayah, adik dan kakak), kunjungan ke kantor pemerintahan, pegawai pemerintahan, proses belajar mengajar, ceramah di masjid dan berkumpu dengan teman diperoleh hasil tentang penggunaan Bahasa Mandar pada ranah sekolah, ranah keluarga, ranah tetangga dan ranah pemerintahan di Kelurahan Mapilli dan Desa Bonra untuk pengguna bahasa sehari-hari keluarga (ibu, ayah, adik dan kakak) menujukkan bahwa bahasa Mandar sering digunakan. Sedangkan dengan pengguna bahasa sehari-hari ketika berkunjung ke kantor pemerintahan, Pegawai pemerintahan, proses belajar mengajar, ceramah di masjid dan berkumpul dengan teman-teman
menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Mandar kadang-kadang atau bahkan tidak pernah digunakan.
B. Pengolahan Data Hasil Penelitian