PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana Konstruksi Keadilan Hukum Waris Islam mengenai praktek penentuan harta warisan pada masyarakat Letta Desa Kariango.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teoritis
- Teori Keadilan Aristoteles, keadilan berimbang dan
- Teori “Urf
- Al Mashlahah
- Hukum Waris Dalam Adat
- Hukum Waris Dalam Islam
- Tinjauan Konseptual
- Kerangka Pikir
7Rahmat Arifin, Kontribusi Ahli Waris kepada Ahli Waris dalam Pembagian Warisan (Studi Kasus Desa Kadilajo Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten), Tesis Pascasarjana Universitas Islam Indonesia, (Yogyakarta, 2018), hal. Garis dasar keutamaan adalah garis hukum yang menentukan kedudukan antar golongan dalam keluarga ahli waris 68 5. Hukum Islam memuat aturan-aturan tentang tata cara pengalihan harta orang yang meninggal kepada ahli warisnya dengan sistem yang sebaik-baiknya menurut hukum syariat, dimana hak kepemilikan harta benda bagi ahli waris bagi setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, ditentukan dengan menggunakan sistem yang adil.
Al-Quran dengan jelas menganalisis dan menjelaskan ayat-ayat yang berkaitan dengan hak waris tanpa membeza-bezakan hak semua waris. Berdasarkan kedudukan nasab, jumlah yang harus diperolehi oleh waris adalah termasuk dalam al-Quran dan hadis, seperti anak, bapa, isteri, suami, ibu, bapa saudara, datuk, cucu dan juga saudara lelaki atau perempuan. Asas pewarisan ini menerangkan hukum pusaka Islam hanya akibat kematian, pemindahan harta pusaka kepada waris sahaja akibat kematian waris.
Ahli waris juga dikenali dalam fiqh sebagai warit iaitu orang yang berhak mendapat harta pusaka yang ditinggalkan oleh ahli waris. Harta pusaka “mauruts”, iaitu harta peninggalan si mati dan akan diterima oleh waris. Undang-undang pusaka Islam mengiktiraf beberapa jenis dan darjat antara satu waris dengan ahli waris yang lain.
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Sejarah Desa Kariango
- Wilayah Dan Letak Geografis
- Struktur Desa
- Fokus Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Masyarakat Letta desa Kariango sangat menjunjung tinggi aspek kerukunan, kesetaraan dan keadilan, sehingga proses pembagian warisan yang digunakan desa ini sangat beragam. Berdasarkan landasan hukum tersebut maka praktek penentuan harta warisan pada masyarakat Letta desa Kariango dapat dilegalkan. Dari penjelasan mengenai pembagian harta warisan pada masyarakat Letta di desa Kariango ini dapat ditarik dua kesimpulan.
Penjelasan teori keadilan distributif Aristoteles, dalam penerapan teori ini berdasarkan asas proporsional dalam pembagian harta warisan yang seimbang oleh masyarakat Letta Desa Kariango, didasarkan pada kontribusi dan peran ahli waris, baik laki-laki maupun perempuan, mereka pada dasarnya sama dalam hal menghasilkan uang untuk keluarga. Seperti halnya dalam proses pembagian harta warisan oleh masyarakat desa yang selalu menjunjung tinggi prinsip keadilan dan keharmonisan dalam keluarga ahli waris. Warisan atau pola pembagian warisan yang dilakukan oleh mayoritas penduduk Desa Letta Kariango pada prinsipnya dapat dilakukan berdasarkan persetujuan seluruh ahli waris dalam bentuk musyawarah.
Ada dua macam proses pembagian warisan yang dilakukan masyarakat Desa Letta Kariango: Pertama, orang tua yang masih hidup meninggalkan hadiah.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Desa Kariango
Desa Kariango terletak di Kecamatan Lembang yang mempunyai luas sekitar 21,89 km2 yang terbagi menjadi tiga dusun yaitu dusun Tondo Bunga, Buttu Raja dan Buttu Batu dengan jumlah penduduk sekitar 1.196 jiwa yang terdiri dari 296 kepala keluarga. Desa Kariango merupakan desa yang masih jauh dari kata sejahtera, hingga saat ini desa tersebut hanya dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua. Berdasarkan keterbatasan tersebut maka pemerintah desa mempunyai visi melalui pembangunan infrastruktur desa yang akan menjadikan masyarakat Kariango lebih sejahtera dan sejahtera, tentunya berdasarkan visi tersebut diharapkan kedepannya desa akan lebih mudah dapat diakses oleh kendaraan roda empat yang menjadi penopang utama percepatan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhannya diperlukan kerjasama dengan pihak lain, 105 dalam kehidupan masyarakat Desa Letta Kariango tidak ada pembedaan kedudukan perempuan dan laki-laki, sehingga keduanya ikut serta dalam peningkatan hubungan.
Persentase perempuan yang berpartisipasi dalam menafkahi keluarga cukup tinggi, hampir seluruh perempuan dan ibu rumah tangga terlibat langsung dalam pekerjaan untuk menunjang perekonomian keluarga. Masyarakat Letta Desa Kariango sangat melestarikan tradisi atau adat istiadat yang telah lama dilakukan oleh nenek moyang mereka, serta peran perempuan yang turut serta mencari nafkah untuk menunjang perekonomian keluarga. Jadi, dalam kehidupan masyarakat sangat menarik karena adanya kerjasama antara adat istiadat dan penerapan nilai-nilai agama.
Masyarakat Letta di Desa Kariango sebagian besar memerlukan solusi dalam menyelesaikan permasalahan baik dalam keluarga maupun dalam bidang penghidupan, dalam perencanaan misalnya perkawinan, warisan atau dalam urusan ekonomi seperti penentuan pekerjaan yang tepat, waktu bercocok tanam. , membangun rumah dll berdasarkan penanggalan Hijriah dan hari-hari pada waktu tertentu.
Praktik Keadilan Penetapan Warisan
Dalam prakteknya, peralihan hak pakai barang-barang tersebut dalam bentuk peralihan warisan mempunyai beberapa kriteria: pertama, hak pakai dapat beralih sepenuhnya setelah orang tua meninggal dunia, sebagaimana ditunjukkan oleh sumber di atas. Harta yang tidak dibagi oleh orang tua ketika masih hidup (yaitu istilahnya peninggalan) kemudian dibagi rata kepada setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan.” Dalam konteks orang tua yang masih hidup yang telah memberikan hibah kepada ahli warisnya, pada dasarnya ada dua cara. Pertama, menyumbangkan dan mengalokasikan sebagian hartanya kepada setiap anaknya dengan nilai yang sama.
Kedua, setelah orang tua meninggal, harta yang tidak terbagi dibagi rata antara anak laki-laki dan anak perempuan, anak pertama sampai anak terakhir. Pertama, harta warisan orang tua dibagi sama rata atau rata antara ahli waris laki-laki dan ahli waris perempuan.Jika harta warisan orang tua hanya sebatas sebidang tanah padi, maka proses pembagiannya dilakukan dengan bantuan sistem pengelolaan bergantian. Pembagian harta warisan apabila orang tua meninggal dunia tanpa memberikan hibah atau penetapan wasiat. Kedua cara ini merupakan langkah yang diambil oleh ahli waris. Intinya masyarakat Desa Letta Kariango secara umum atau umum tidak menggunakan pemekaran dengan cara.
Hanya sebagian kecil masyarakat yang menggunakan pembagian 2:1, dan hal ini erat kaitannya dengan kebijakan orang tua dan keadaan sosial ekonomi ahli waris.
Faktor yang Mempengaruhi Pembagian Warisan
- Keadilan Dan Kesetaraan Peran
- Kerukunan
- Kebiasaan Secara Turun Temurun
Berangkatnya persamaan peran tersebut juga menjadi salah satu alasan kuat diterapkannya pemerataan pembagian warisan di kalangan masyarakat Desa Letta Kariango yang terus berlanjut hingga saat ini. Kerukunan menjadi salah satu alasan agar terjalinnya pewarisan yang seimbang selalu terjadi dalam kehidupan masyarakat desa Kariango, karena kerukunan merupakan salah satu prinsip yang sejak lama dijaga oleh masyarakat setempat khususnya keharmonisan dalam keluarga dan persaudaraan, sehingga Terwujudnya pewarisan yang seimbang tidak menimbulkan kekacauan atau salah pengertian di kalangan ahli waris. Di sini, jika pembagian harta warisan tidak dilakukan secara merata antara laki-laki dan perempuan, maka akan berdampak pada keharmonisan persaudaraan, dan hubungan persahabatan antar keluarga ahli waris tidak akan harmonis, bahkan dikhawatirkan akan berdampak pada anak dan cucu. . , dan itu adalah “Yang kami hindari, apalagi yang diketahui masyarakat sini, adalah membagi harta warisan secara merata kepada para ahli waris.”
Demi menjaga keharmonisan hubungan kekerabatan, maka pembagian harta warisan di desa ini hanya dapat dilaksanakan dengan cara pembagian seperti yang telah dijelaskan di awal pada pembahasan praktek penentuan harta warisan di atas. Agar semua ahli waris mengetahui bagiannya masing-masing, yang pada hakikatnya menjadi cara berpikir mereka bahwa keadilan dapat dicapai melalui pembagian yang telah dijelaskan, yaitu pola pembagian warisan yang ditentukan sedemikian rupa secara merata, karena jika Terjadinya perpecahan antar ahli waris yang lain tanpa ada rasa keikhlasan dari ahli waris yang lain dapat mengganggu keharmonisan dalam keluarga, bahkan dengan anak dan cucunya. Peristiwa pembagian warisan berimbang di desa ini pada dasarnya sudah menjadi adat istiadat yang telah lama ada pada masyarakat Letta desa Kariango, begitu pula dengan kondisi sosial masyarakat desa Kariango.
Dalam penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagai titik awal pembagian harta warisan telah lama dibagikan secara merata kepada para ahli waris, dan hal ini telah membentuk pola pikir pada masyarakat setempat bahwa inilah pembagian yang benar dan dapat diwujudkan. diterima oleh masing-masing individu. ahli waris.
Konstruksi Keadilan Terhadap Praktik Penetapan
- Teori Keadilan Aristoteles
- Keadilan Aristoteles dalam Penetapan Warisan pada
- Pembagian Warisan dalam Pandangan Al-‘Urf
- Al-Mashlahah
- Analisis Keadilan Hukum Waris Dalam Penetapan Warisan
Al-'urf mengandung pengertian tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan (di kalangan) orang atau sebagian dari mereka ditinjau dari segi muamalat (hubungan kepentingan) dan telah terlihat/tetap dalam diri mengenai beberapa hal yang senantiasa diterima akal sehat. Pertimbangan kedua, sebagai landasan hukum 'urf, terdapat beberapa kaidah ushul fiqh yang mengatur tentang 'urf (adat istiadat) umat Islam. Penjelasan mengenai macam-macam 'urf' di atas jika dilihat dari ruang lingkupnya, berarti adat istiadat penduduk desa Letta Kariango dalam proses pemerataan harta warisan termasuk dalam kategori 'urf'. amm, yaitu adat istiadat yang berlaku dalam suatu kelompok dalam masyarakat.
Sedangkan jika ditinjau dari segi syara, kebiasaan ini termasuk dalam kategori 'urf shahih', yaitu kebiasaan masyarakat yang tidak bertentangan dengan dalil syariat, tidak menghalalkan sesuatu yang dianggap haram syara' dan tidak tidak membatalkan yang wajib. Syarat sebagaimana dijelaskan di atas menyatakan bahwa “urf dapat dijadikan salah satu dalil dalam menetapkan hukum syariah” jika beberapa kriteria tersebut terpenuhi. Pertama, 'urf mempunyai nilai manfaat dan dapat diterima dengan akal sehat, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya dalam proses penentuan warisan sebagai berikut.
Posisi 'urf' pada hakikatnya semua ulama sepakat bahwa itu shahih sebagai salah satu dalil syariat. Kedua, analisis dari sudut pandang al-'urf, dilihat berdasarkan ruang lingkupnya, adat istiadat penduduk desa Letta Kariango dalam proses pembagian harta warisan secara merata termasuk dalam kategori 'urf'amm, yaitu “ adat istiadat yang berlaku pada suatu kelompok masyarakat tertentu atau suatu daerah tertentu”. Sedangkan jika dilihat keabsahannya dari sudut syara, adat ini termasuk dalam kategori 'urf shahih', yaitu “adat istiadat masyarakat yang tidak bertentangan dengan anjuran syariat, tidak menghalalkan hal-hal yang dikehendaki”. menganggap haram syara” dan jangan membatalkan apa yang wajib.”
PENUTUP
Implikasi
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dan diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya. Hasil penelitian ini memberikan implikasi positif bagi berbagai pihak yang terlibat dalam penelitian ini. Dari berbagai permasalahan yang muncul dalam bidang hukum waris, penelitian ini telah mengungkap hasil penelitian yang berdampak langsung pada pihak yang dituju.
Rekomendasi
Abu Ishaq Ibrahim bin Musa al-Syatibi, Al-I'tisham (Beirut: Dar al-Ma'rifah, n.d.) juz II. Kontribusi Ahli Waris kepada Ahli Waris dalam Pembagian Harta Warisan (Studi Kasus Desa Kadilajo Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten), Tesis Pascasarjana Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Urgensi Pemikiran Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah Mengenai Perubahan Hukum Terhadap Perkembangan Sosial Hukum Islam di Pengadilan Agama Wilayah Sulawesi Selatan, dalam Jurnal Sheria dan Hukum, Volume 16, Nomor 2.
Gerakan Ganda Fazlur Rahman (Studi di Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang), Tesis Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang. Muhammad Zuhdi Harfian, 2013 Rumusan teori mashlahah dalam paradigma pemikiran hukum Islam kontemporer, (Jurnal Fakultas Syariah IAIN Mataram,). Dimensi Keadilan Hukum Waris Islam Dalam Penentuan Hak Waris Zawil Furudhi, Tesis Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta Surakarta.
Reformulasi Hukum Islam dalam Konteks Multikulturalis-Pluralitas di Indonesia, i Jurnal Diktum Hukum IAIN Parepare, jilid 11, nomor 2.