• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

N/A
N/A
hafidz arfandi

Academic year: 2023

Membagikan "ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA"

Copied!
279
0
0

Teks penuh

Upaya penyelamatan Republik Proklamasi yang dilakukan Pemerintah pada tahun 1959 mengarah pada demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin. Sementara itu, produksi jagung dan kacang-kacangan meningkat pada tahun 1970 dibandingkan produksi tahun 1969, sedangkan produksi yang sama pada tahun 1971 diperkirakan akan meningkat.

Perkembangan harga

  • Indeks biaya hidup
  • Indeks Harga 9 Bahan Pokok
  • Perkembangan Harga Barang-Barang Utama Lainnya
  • Indeks Harga Emas dan Valuta Asing
  • Harga Hasil Bumi Ekspor Golongan A

Penurunan indeks harga 9 bahan pokok sebesar -13,38% selama periode Maret-Oktober tahun ketiga pelaksanaan Pelita antara lain disebabkan oleh penurunan harga. Rata-rata harga valuta asing (Tabel II.6) selama periode Maret – Oktober 1971 sejak tahun ketiga pelaksanaan Pelita menunjukkan adanya peningkatan rata-rata Rp.

Tabel II.2.
Tabel II.2.

Perkembangan Gaji dan Upah

Pada periode tersebut masing-masing mengalami penurunan sebesar - Str$18.95/photo untuk kopi Robusta eks Lampung di pasar Singapura dan penurunan sebesar - US$ ctO.34/lb untuk kopi Robusta eks Palembang di pasar New York. Dalam upaya peningkatan upah dan gaji, Pemerintah selalu memperhatikan agar kenaikan tersebut tidak mempengaruhi tingkat stabilitas harga yang telah dicapai.

Tabel II.8.
Tabel II.8.

Umum

198,9 miliar yang terdiri atas: (a) penerimaan pajak langsung sebesar Rp. b) penerimaan pajak tidak langsung sebesar Rp. Pajak penghasilan pada semester I-1971/1972 menghasilkan penerimaan sebesar Rp. lebih tinggi dibandingkan realisasi pajak penghasilan pada semester I-1970/1971.

Tabel   III.2.
Tabel III.2.

Pengeluaran Rutin

Belanja tenaga kerja asing yang terealisasi pada semester tersebut sebesar Rp2,4 miliar merupakan belanja untuk membiayai tenaga kerja yang ditempatkan di luar negeri. 20,2 miliar, termasuk pembayaran bunga dan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 8,5 miliar.

Tabungan Pemerintah

Penerimaan Pembangunan

Kep-300/MK/IV/5/1971 tentang pengelolaan bantuan ekonomi luar negeri, yang antara lain mewajibkan penggunaan tata cara pembukaan letter of credit untuk semua impor dalam rangka bantuan ekonomi luar negeri. Pada semester pertama tahun ini, bantuan proyek sebesar Rp 30,2 miliar telah terealisasi. Selain pendapatan APBN, bantuan proyek juga merupakan belanja pembangunan dengan jumlah yang sama.

Pengeluaran Pembangunan

43,8 miliar baik menyangkut bidang ekonomi, sosial, dan umum, dan kelancaran pembiayaan dalam hal ini dipengaruhi oleh permasalahan administrasi dan tata cara penyusunan DIP, penerbitan SKO dan pencairan SPM oleh departemen terkait. Sistem DIP, yang merupakan alat perencanaan dan pemantauan, seringkali memerlukan audit departemen, sehingga mempengaruhi kelancaran pendanaan.

Pengawasan

Realisasi pembiayaan pembangunan Irian Barat sebesar Rp. 1,8 miliar dimaksudkan untuk mendirikan proyek di wilayah Irian Barat, dalam upaya mengejar ketertinggalan dari wilayah lain. Biaya lainnya sebesar Rp. 2,2 miliar, termasuk untuk sensus, keluarga berencana, perbaikan data statistik, dll. f) Untuk menjaga kekayaan negara.

Penerimaan Dalam Negeri

  • Pajak Langsung
  • Pajak Tidak Langsung
  • Penerimaan Minyak
  • Penerimaan non-tax
  • Bantuan Proyek
  • Belanja Barang
  • Subsidi Daerah Otonom
  • Pembayaran Kembali Hutang Beserta Bunganya
  • Lain-Lain Pengeluaran Rutin

Pada tahun anggaran 1972/1973, penyusunan belanja barang (belanja rutin non pegawai) digabungkan dengan anggaran pembangunan. Dengan demikian, jumlah pelunasan hutang dan bunga pada tahun anggaran 1972/1973 diperkirakan sebesar Rp.

Tabel  IV.1.
Tabel IV.1.

Tabungan Pemerintah

Selain belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah otonom, dan pelunasan utang dan bunga, dalam APBN 1972/1973 masih perlu disediakan sejumlah Rp.

Pengeluaran Pembangunan

  • Bidang Ekonomi
  • Bidang Sosial
  • Bidang Umum
  • Bantuan Proyek

Sedangkan pembangunan daerah dengan IPEDA kembali dimasukkan dalam anggaran pembangunan tahun anggaran 1972/1973, setelah sejak tahun 1968 berada di luar APBN. Bantuan proyek yang termasuk dalam tahun anggaran 1972/1973 dijelaskan lebih lanjut pada Lampiran 4 catatan keuangan ini.

Perbandingan RAPBN 1972/1973 dengan REPELITA I

Perkembangan Jumlah Uang Beredar dan Sebab-Sebab Perubahannya

Selama tiga bulan pertama tahun anggaran 1971/1972 sampai bulan Oktober 1971, peningkatan jumlah uang beredar sebesar + Rp. Secara keseluruhan, selama tahun anggaran 1971/1972 sampai dengan Oktober 1971, sektor pemerintah telah menyerap jumlah uang beredar sebesar - Rp.

Perkembangan Dana Perkreditan

Artinya selama tahun 1971/1972 sampai dengan bulan Oktober 1971 nilai riil jumlah uang yang beredar mengalami kenaikan sebesar +Rp. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, peningkatan nilai riil uang beredar dan DPK pada periode ini lebih tinggi yaitu sebesar 11,6%.

Perkembangan Pengerahan Dana 1. Deposito Berjangka

Tabungan Berhadiah 1969

Peran lembaga perbankan dalam memobilisasi dana tersebut begitu besar sehingga mulai tanggal 1 Februari 1969, bersamaan dengan deposito, dimulai pula gerakan tabungan harga tahun 1969 yang diikuti oleh bank umum pemerintah dan bank umum swasta yang ditunjuk oleh Bank Indonesia. . Suku bunga saat ini adalah 11,4% per bulan untuk tabungan dengan jangka waktu 3 bulan, 1.

Tabungan Pembangunan Nasional dan Tabungan Asuransi Berjangka

Sertifikat Bank

Perkembangan Kredit Perbankan

  • Perkembangan Pemberian Kredit Menurut Sektor Perbankan
  • Perkembangan Pemberian Kredit Menurut Sektor Pemerintah dari Swasta
  • Perkembangan pemberian kredit menurut sektor ekonomi
  • Perkembangan Pemberian Kredit Menurut Daswati I
  • Kebijaksanaan Kredit dan Suku Bunga Perkreditan

Pada akhir Oktober 1971, dari total posisi kredit perbankan sebesar Rp 448,1 miliar, sebesar Rp 448,1 miliar disalurkan ke sektor industri pengolahan. Pun dengan peningkatan penyaluran kredit ke bank umum BUMN yang memiliki likuiditas sendiri dan peningkatan penyaluran kredit ke bank swasta + Rp.

Perkembangan Kredit Investasi

Kredit investasi sektor pertanian sebagian besar digunakan untuk perluasan perkebunan, pendirian pabrik karet remah, dan peningkatan produksi pangan. Demikian pula, sebagian besar kredit investasi sektor industri terutama digunakan untuk membiayai pabrik semen, pabrik pupuk, pabrik tekstil, dan pabrik kertas.

Perkiraan Jumlah Uang Yang Beredar dan Perkreditan 1972/1973

Begitu pula dengan realisasi sektor pengangkutan/pariwisata dan sektor pertanian masing-masing mengalami kenaikan sebesar +Rp. Pemberian kredit investasi pada sektor transportasi dan pariwisata digunakan untuk meningkatkan sarana transportasi dan meningkatkan fasilitas pariwisata.

U mum

Latar Belakang Krisis Moneter Internasional

Namun, meski negara-negara Eropa sudah mampu memperbaiki kondisi perekonomiannya, di sisi lain neraca pembayaran Amerika Serikat kerap menunjukkan defisit. Jadi, di Amerika kita melihat gejala dimana inflasi terus meningkat namun keadaan ekonomi mengalami penurunan.

Perkembangan di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang

Gejala menipisnya cadangan emas Amerika Serikat pada tahun 1968 ini menimbulkan spekulasi di pasar emas. Saat itu, para spekulan emas memperkirakan pemerintah Amerika pasti akan menaikkan harga emas untuk melindungi cadangan emasnya.

Pengaruh Krisis Moneter Internasional

Perkembangan Neraca Pembayaran

Transaksi Berjalan Ekspor

Jika realisasi sementara nilai ekspor nonmigas tahun 1971/1972 dibandingkan dengan realisasi tahun 1970/1971, terdapat peningkatan sebesar US$ 29 juta atau 3,8%. Sedangkan realisasi sementara belanja jasa perminyakan tahun 1971/1972 sebesar 249 juta dolar, sedangkan menurut perkiraan neraca pembayaran tahun 1971/1972 mencapai 225 juta dolar.

Pemasukan Modal

Artinya, pendapatan aktiva bersih atas dasar realisasi sementara meningkat sebesar US$51 juta atau 11,5% pada tahun 1971/1972. Aliran masuk modal bersih tersebut digunakan untuk menutup defisit transaksi berjalan masing-masing pada periode yang bersangkutan, sehingga dengan memperhitungkan adanya kesalahan tak terduga dalam realisasi sementara tahun 1971/1972 sebesar 56 juta dolar, maka neraca pembayaran diperkirakan akan meningkat. mengalami kekurangan sebesar $3,6 juta.

Perkembangan Realisasi Ekspor

Realisasi Ekspor Barang-Barang Utama Karet

Peningkatan ini antara lain disebabkan oleh panen tembakau yang baik pada tahun 1971/1972 dibandingkan tahun 1970/1971. Artinya nilai ekspor inti sawit pada tahun 1971/1972 mengalami penurunan sebesar USD 0,1 juta atau 5%.

Realisasi Ekspor Barang-Barang Golongan Lainnya

Peningkatan nilai ekspor kayu antara lain disebabkan oleh fakta bahwa jumlah ekspor kayu meningkat sangat cepat pada periode tersebut. Dengan demikian, realisasi ekspor barang selain kayu pada tahun 1971/1972 menunjukkan peningkatan sebesar US$ 15,2 juta. atau 52,2%.

Perkembangan Realisasi Impor

Realisasi ekspor golongan barang lain kecuali kayu dan teh pada tahun anggaran 1971/1972 sampai dengan bulan Agustus tahun anggaran tersebut sebesar US$44,3 juta, sedangkan pada tahun 1970/1971 sampai dengan bulan Agustus sebesar US$29,1 juta dollar. Dengan demikian, realisasi impor tahun 1971/1972 mengalami pergeseran ke arah impor bahan baku/penolong dan barang modal.

Hutang-Hutang Luar Negeri

Perkembangan Bantuan Luar Negeri

Bantuan program

Pada tahun 1970, komitmen PL-480 berjumlah US$94,5 juta, dimana jumlah tersebut telah disetujui dan digunakan sepenuhnya. Pada tahun 1970, komitmen bantuan pangan ini berjumlah US$27,1 juta, dan seluruh dana yang disetujui (US$23,6 juta) telah digunakan.

Bantuan proyek

Perkiraan Impor

Untuk memperkirakan nilai impor tanpa minyak tahun 1972/1973, diambil nilai impor tahun 1971/1972 sebagai titik tolak. Berdasarkan berbagai asumsi tersebut, nilai impor nonmigas (c&f) diperkirakan mencapai $1,568 juta.

Perkiraan Penerimaan Minyak Bersih

Secara keseluruhan, impor (minyak bumi dan non-minyak bumi) pada tahun 1972/1973 berjumlah US$1.613 juta atau meningkat 19,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 1972/1973, berdasarkan perkiraan ekspor dan impor minyak, pendapatan minyak bersih diperkirakan sebesar US$395,0 juta atau 105,7%.

Perkiraan-perkiraan lain

Pendahuluan

Perkembangan Pendapatan Nasional

PERKEMBANGAN PRODUKSI DAN FAKTOR PRODUKSI *) . Kegiatan pertanian, kehutanan dan perikanan memainkan peran terbesar. Pada kedua sektor ini terlihat peranannya mengalami peningkatan dibandingkan keadaan pada tahun 1968.

Tabel VII.1.
Tabel VII.1.

Palawija dan hortikultura

Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan

Dibandingkan dengan ekspor tahun 1969, terjadi peningkatan ekspor pada tahun 1970 untuk berbagai komoditas seperti jagung, kacang tanah, kedelai, dan singkong, sedangkan untuk kacang tanah dan tapioka mengalami penurunan.

Perkebunan

Peningkatan produksi petani kecil pada tahun 1970 terutama disebabkan oleh peningkatan intensitas panen, atau hasil panen per hektar. Produksi perkebunan besar pada tahun 1970 secara umum meningkat dibandingkan tahun 1969, kecuali produksi kopi.

Tabel VII. 10.
Tabel VII. 10.

Kehutanan

Sebelum terjadinya krisis moneter internasional, target ekspor semester II sebesar 4,8 juta M3 diperkirakan masih dapat tercapai.

Peternakan

Industri

  • Sandang
  • Lndustri Ringan dan Kerajinan Rakyat
  • lndustri Alat Angkutan, Logam dan Alat-Alat Listrik /Elektronik
  • lndustri Kimia a. Pupuk

Sementara itu, upaya juga dilakukan untuk mulai mengekspor beberapa jenis produksi industri dalam negeri seperti kerajinan rakyat, kain batik, makanan kaleng, barang elektronik, ban kendaraan bermotor dan lain-lain. Saat ini sudah dapat diproduksi barang-barang produksi dalam negeri seperti tekstil, rokok, ban, cat, baterai, peralatan elektronik, sepatu, makanan kaleng dan lain-lain yang kualitas dan desainnya tidak kalah dengan barang impor.

Tabel VII.18
Tabel VII.18

Pertambangan

  • Minyak mentah
  • Hasil pertambangan

Produksi pada semester pertama tahun 1971/1972 menunjukkan peningkatan sekitar 0,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika kita bandingkan ekspor semester I tahun 1971/1972 dengan semester I tahun 1970/1971, terjadi peningkatan tonase sebesar 85,79 persen, peningkatan devisa diperkirakan sebesar 29,94 persen.

Tabel  VII.25.
Tabel VII.25.

Irigasi

  • Perhubungan laut A. Angkutan laut

Pada tahun 1969/1970 dibangun proyek kapal pekerjaan/inspeksi yang pada tahun 1970/1971 selesai untuk tujuan Samarinda, Jambi, Riau, Palembang dan. Pada tahun 1969/1970 dan 1970/1971 dilakukan upaya perbaikan/peningkatan dan penambahan berbagai fasilitas jalan.

Pengerukan

Pada triwulan I tahun 1971 hasil yang dicapai sebesar 371.096 ton/m3 yang berarti efisiensi tahun ini diperkirakan sebesar 10,4. Produksi yang dicapai pada tahun 1969 adalah 1.309.970 ton/m3, sedangkan pada tahun 1970 sebesar 1.342.787 ton/m3. Armada maritim sebagian terdiri dari kapal milik negara dan sebagian lagi berupa kapal sewa beli dan sewa.

Produksi dan jasa maritim

Perbubungan udara

Pos dan telekomunikasi A. Pos dan giro

Telekomunikasi

  • Listrik

Sebelum Pelita I terdapat 10,000 Km jalan negara, 20,000 Km jalan wilayah dan 50,000 Km jalan daerah sehingga keseluruhan 80,000 Km. Daripada jalan raya yang mempunyai nilai penting dari sudut nasional dan wilayah, terdapat lebih kurang 40,000 Km.

Pendidikan dan Kesehatan 1. Pendidikan

Berdasarkan identifikasi dan inventarisasi permasalahan yang telah diselesaikan, dapat dikemukakan berbagai ketimpangan sebagai berikut. Upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar telah dilakukan melalui pemutakhiran kurikulum dan metode pengajaran, penyediaan/pelengkap kebutuhan buku dan alat pembelajaran lainnya serta upaya mengurangi jumlah siswa yang gagal studi.

Laboratorium

Guna mengatasi kekurangan guru, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dilakukan rehabilitasi terhadap 25 SPG, peningkatan guru SD dan SMP umum di 7 tempat serta pemberian buku pelajaran untuk sekolah keguruan. Penambahan 12.000 buku ilmiah dan 20.000 jurnal ilmiah untuk 19 universitas/institut serta Biologi Tropis dan Kedokteran Tropis.

Penelitian ilmiah

Upgrading dosen

Rehabilitasi/pembangunan ruang kuliah

  • Kesehatan

Mengupayakan pengembangan dan peningkatan upaya kesehatan melalui B.K.I.A., upaya kesehatan sekolah, usaha kesehatan jiwa, usaha kesehatan gigi dan usaha restorasi gigi. Dalam pelaksanaan program PELITA dilakukan kerjasama yang erat dengan lembaga-lembaga lain yang sebenarnya berkaitan dengan kesehatan, maupun dengan lembaga internasional dan negara lain.

Program pendidikan dan latihan institusionil

Program peningkatan penelitian dan survey

Program pendidikan kesehatan masyarakat

Pengembangan infra-struktur

Rehabilitasi 8 laboratorium, sedangkan pembangunan laboratorium baru berupa 1 laboratorium kesehatan pusat di Jakarta dan 5 laboratorium di provinsi.

Penyediaan obat-obat/alat-alat kesehatan : Usaha-usaha yang telah dilaksanakan ialah

Penyempurnaan prasarana fisik pemerintah

Perkembangan B.K.l.A. di 12 provinsi, sehingga saat ini terdapat 5.815 B.K.l.A., 980 diantaranya terintegrasi ke Puskesmas, dan 1.500 B.K.l.A. telah diubah menjadi klinik keluarga berencana. Rehabilitasi telah dilakukan di 11 rumah sakit jiwa, penambahan klinik rawat jalan, pembangunan 3 tempat kerja pelatihan vokasi dan 1 bengkel shelter.

Pemberantasan penyakit menular

Upaya pemberantasan franmbeia di Pulau Jawa dan Bali sudah mencapai tahap konsolidasi dan maintenance. Pemberantasan frambesia dimulai pada tahun 1952 dan hingga saat ini 90% masyarakat Indonesia telah terlindungi.

Peningkatan hygiene air minum

Penekanan pemberantasan penyakit TBC adalah mencegah munculnya penyakit tersebut dengan vaksinasi I3CG pada anak usia 0-14 tahun. dan menemukan serta mengobati sumber infeksi. Di desa-desa tersebut telah selesai dibangun 6 buah sumur artesis, 12 instalasi pemanen air mala, 2 instalasi penampung air hujan, 3 instalasi resapan air sungai, dan 750 sumur pompa tangan.

Perencanaan/pengawasan

  • Tenaga kerja
    • Perkembangan tenaga kerja
    • Pendidikan tenaga kerja
    • Masalah pengangguran
    • Peningkatan produksi dan penggunaan tenaga kerja
  • Transmigrasi dan koperasi 1. Transmigrasi
  • Penanaman modal
    • Penanaman modal dalam negeri
    • Penanaman modal asing

Selain pembangunan BIMAS, produksi proyek kehutanan juga meningkat pada tahun 1967-1971 karena meningkatnya penanaman modal dalam dan luar negeri sehingga menyebabkan peningkatan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Secara kumulatif, pada tahun 1967 hingga 1971/1972, jumlah modal yang ditanamkan pada sektor pertambangan dan kehutanan masih lebih besar.

Tabel VII.47
Tabel VII.47

Gambar

Tabel II.2.
Tabel II.4.
Tabel II.6
Tabel II.8.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Negative perceptions of China’s presence in Namibia suggests that people want the government to protect certain sectors, specifically the retail and construction industries, as a way of

– ğylymi disertasia МРНТИ: 17.07.21 https://doi.org/10.51889/2020-2.1728-7804.59 Оралова Г.1 1 Қорқыт Ата атындағы Қызылорда мемлекеттік университеті, Қызылорда, Қазақстан