• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2. Penerimaan Dalam Negeri

4.2.1 Pajak Langsung

Kebijaksanaan pokok dibidang perpajakan didasarkan pada kebijaksanaan yang mendorong pembangunan agar dapat memperkembangkan kegairahan masyarakat untuk melaksanakan investasi yang produktif disamping rnenghasilkan penerimaan bagi pembiayaan pernbangunan pemerintah.

Untuk meningkatkan penerimaan pajak langsung, selain melanjutkan dan memperkembangkan usaha-usaha yang telah dijalankan hingga saat ini, maka kebijaksanaan didalam tahun anggaran 1972/1973 adalah sebagai berikut :

(1) Usaha untuk memperbesar jumlah wajib pajak.

(2) Intensifikasi pemungutan pajak.

(3) Pelaksanaan pembinaan dan pembangunan aparat perpajakan yang lebih terarah.

(4) Meningkatkan hubungan dan kerja-sama dengan instansi-instansi Pernerintah lainnya..

(5) Mengadakan perjanjian internasional dibidang perpajakan guna mengamankan penerimaan.

ad. (1). Memperbesar jumlah wajib pajak

Untuk memperbesar penerimaan, perlu ditempuh beberapa macam tindakan oleh pihak aparatur pemungutan. Macam tindakan tersebut dapat dikelompokkan kedalam dua kategori utama : ( 1) intensifikasi dan (2) ekstensifikasi.

Ekstensifikasi pemungutan pajak berarti usaha memperbesar penerimaan dengan cara memperluas dasar pengenaan pajak. Memperluas pengenaan pajak dapat dilakukan dengan dua cara : (1) menambah atau memperluas "tax base" dari sesuatu macam pajak dan (2) memperbesar jumlah wajib pajak. Cara yang pertama menghendaki diadakan perubahan didalam Undang-undang atau ketentuan dari jenis pajak yang bersangkutan.

Menambah atau memperluas "tax-base" berarti merubah dasar-pengtnaanpajak yang ada didalam Undang-undang yang berlaku.

Pengertian ekstensifikasi lainnya adalah usaha untuk memperbesar jumlah wajib pajak. Hal ini merupakan suatu usaha yang tidak mudah karena instansi perpajakan harus dapat menemukan wajib pajak baru. Kesulitannya terletak didalam cara yang harus ditempuh untuk menemukan wajib pajak baru, jadi bukan mengenai calon-calon wajib pajak itu sendiri. Beberapa cara yang akan ditempuh untuk dapat memperbesar jumlah wajib pajak adalah :

(a) Pembaharuan dari bentuk surat pemberitahuan (SPT) yang mencerminkan isi dari Undang-undang dan ketentuan-ketentuan pajak yang berlaku, disertai penuntun yang jelas dan penyebaran yang meluas. Seperti diketahui SPT adalah alat komunikasi pertama antara instansi perpajakan dengan para wajib pajaknya. Dengan demikian adalah penting sekali agar formulir SPT dapat dimengeri dan diisi dengan benar oleh para wajib pajak. Pengisian SPT itu diusahakan semudah mungkin sehingga. dapat dihindarkan rasa enggan atau rasa masa bodoh dari pihak wajib pajak.

(b) Menambah kegiatan usaha penerangan dan pelajanan kepada masyarakat yang dilakukan langsung oleh para petugas pajak atau melalui berbagai mass-media.

Dengan perkataan lain, frekwensi kontak antara instansi perpajakan dengan masyarakat akan, ditingkatkan.

(c) Menambah jumlah petugas pajak yang ditugaskan khusus untuk

(d) membina suatu wilayah perpajakan tertentu dimana diperkirakan terdapat potensi pajak. Untuk wilayah-wilayah tersebut akan diberikan perhatian harus antara lain dengan cara menambah jumlah petugas pajak diwilayah tersebut.

(e) Menaikkan jumlah wajib pajak yang benar-benar memenuhi kewajiban pajaknya.

Seorang atau sesuatu perusahaan merupakan wajib pajak bila telah terdaftar pada

instansi perpajakan. Namun terdaftarnya suatu perusahaan sebagai wajib pajak belumlah berarti bahwa perusabaan itu merupakan wajib pajak yang effektif, artinya wajib pajak yang benar-benar memenuhi kewajiban pajaknya. 8engan berbagai atasan wajib pajak yang terdartar ma.sih selalu berusaha menghindarkan diri menjadi wajib pajak yang effektif. Berhubung dengan itu akan dilakukan pelaksanaan sanksi pajak terhadap para wajib pajak yang demikian itu sesuai dengan Undang-undang serta ketentuan-ketentuan perpajakan yang berlaku.

ad (2). Intensifikasi Pemungutan Pajak

Intensifikasi berarti tindakan atau usaha memperbesar penerirmaan dengan cara melakukan pemungutan-pemungutan yang lebih giat, ketat dan teliti dengan perkataan lain, lebih intensif. yang menjadi ciri utama daripada tindakan seperti ini ada1ah usaha untuk memungut sepenuhnya dan dalam .batas-batas ketentuan yang ada. Jadi yang lebih dipentingkan adalah kedalamannya, bukan luasya.

Intensifikasi masih harus ditingkatkan, sebab berdasarkan pengalaman belum dapat diperoleh sepenuhnya hasil pajak yang seharusnya dilunasi oleh seseorang atau sesuatu wajib pajak. Berhubungan dengan itu, didalam tahun anggaran 1972/1973, instansi perpajakan akan lebih meningkatkan usahanya agar para wajib pajak melunasi sepenuhnya kewajiban-kewajiban pajaknya.

ad. (3). Pembinaan Dan Pembangunan Aparat Perpajakan Secara Lebih Terarah Untuk dapat melaksanakan tugas yang semakin berat diperlukan suatu aparatur perpajakan yang tangguh. Dalam rangka ini akan dijalankan usaha-usaha sebagai berikut :

(a) Memperbesar kemampuan dan prestasi kerja melalui peningkatan effisiensi didalam tata-kerja dan tata administrasinya.

(b) Meningkatkan kemampuan tehnis daripada para petugas pajak. Sesuai.dengan .kemampuan yang ada, maka selama ini telah dilakukan berbagai mata jam pendidikan yang dimaksudkan mempertinggi kemampuan tehnis dari petugas- petugas pajak. Disamping itu, pendidikan seperti itu juga dimaksudkan untuk lebih menanamkan rasa tanggung jawab, pengertian dan disiplin kerja yang tinggi didalam menjalankan tugas.

(c) Dalam batas-batas kemampuan maupun ketentuan-ketentuan yang ada akan diusahakan memperbesar jumlah petugas pajak sesuai dengan pertumbuhan ekonomi

didalam masa pembangunan.

ad. (4). Meningkatkan Hubungan dan Kerja Sama Dengan Instansi-Instansi Pemerintah

Lainnya.

Mengingat keterbatasan jumlah petugas pajak dan luasnya tugas perpajakan itu sendiri, maka peningkatan pemungutan pajak akan dilaksanakan dengan lebih meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan instansi perintah lainnya. Hal ini antara lain dapat berupa : memberikan data dan informasi yang diperlukan guna kcpcntingan pengenaan pemungutan pajak; memperluas dan memperketat syarat Surat Keterangan Fiskal penunjukan instansi-instansi pemerintah lainnya untuk bertindak sebagai wajib pungut pajak negara. Sebagai langkah permulaan telah ditunjuk bendaharawan sipil dan ABRI sebagai wajib pungut MPO dan pajak penjualan didalam semester I - 1971/1972.

ad. (5). Perjanjian Intemasinnal Dibidang Perpajakan

Dalam rangka pengamanan penerimaan negara, maka diusahakan perjanjian internasional dibidang perpajakan dengan beberapa negara. Hal ini juga dilakukan untuk kepentingan.para wajib pajak sendiri agar terhindar dari kemungkinan terkena pajak- dua-kali dan lain-lain perlakuan yang dirasakan tidak memenuhi unsur keadilan didalam perpajakan.

Dalam pada itu perlu dicatat bahwa kenyataan adanya pendekatan kearab perjanjian internasional dibidang perpajakan menandakan bahwa ketentuan pelaksanaan perpajakan telah dirasakan pengaruhnya sampai diluar perbatasan negara.

Seperti telah dijelaskan, aspek lain kebijaksanaan pokok perpajakan adalah memupuk kemampuan masyarakat untuk menabung dan melakukan investasi yang produktif. Berhubung dengan itu penting sekali adanya kebijaksanaan tarif yang rasionil.

Pemerintah selalu berusaha agar tarif perpajakan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi Sebagai salah satu kelanjutan dari usaha tersebut dalam bulan Nopember -1971 telah dikeluarkan sam kebijaksanaan tarif yang baru. Sesuai kebijaksanaan tarif yang baru itu maka lapisan-lapisan pendapatan sisa kena pajak (PSKP) telah diturunkan sehingga pengenaan tarif secara umum lebih meringankan para wajib pajak pendapatan. Dengan demikian diharapkan kemampuan masyarakat untuk membentuk tabungan akan lebih. meningkat. Tabungan yang meningkat tentu akan.

lebih menggiatkan pula investasi yang pada akhirnya tentu akan pula berakibat naiknya pendapatan masyarakat secara keseluruhan.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, didalam tahun anggaran 1972/19'73 diperkirakan dapat dihasilkan pajak langsung, diluar pajak perseroan minyak, sebesar Rp. 90,9 miliar. Didalam angka ini termasuk Rp. 12,0 miliar hasil IPEDA. pencantuman IPEDA didalam APBN sekedar merupakan pencatatan, karena hasil IPEDA tidak dimasukkan sebagai penerimaan pemerintah pusat. .

Dibandingkan dengan penerimaan pajak langsung tahun 1971/1972, maka kenaikan penerimaan pajak langsung 1972/1973 merupakan suatu kenaikan yang berarti yaitu sebesar + 38,9% (tanpa IPEDA). Didalam tahun-tahun yang akhir ini, kenaikan tersebut hanya mencapai + 22,2%' untuk 1970/1971 dan + 7,6 untuk tahun 1971/1972.

Perincian lebih lanjut dari perkiraan dimaksud dapat dilihat didalam Lampiran 1 dari Nota Keuangan ini.

Dalam dokumen ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (Halaman 65-69)