CRITICAL BOOK REVIEW MANAJEMEN STRATEGI
Disusun Oleh:
Arnol Wandra Zega (7213510019) Dinda Annisa Rani (7213510023)
Futri Wahyuni (7213510025)
Indra Ramadoni Siregar (7213510024) Marisa Angelica (7213510026)
Mata Kuliah : Manajemen Strategi
Dosen Pengampu Mata Kuliah : Bapak Lokot Muda Harahap SE., M.Si
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN FAKULTAS EKONOMI
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyusun dan menyelesaikan Critical Book Review (CBR) dengan tepat waktu mengenai
“MANAJEMEN STRATEGI”.
Critical Book Review ini disusun untuk dapat memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategi. CBR ini dapat memberikan kontribusi positif dan bermakna dalam proses belajar dan pembelajaran. Sangat kami sadari bahwa CBR ini jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu kami mohon maaf bila ada sesuatu informasi yang salah dan kurang lengkap. Kami juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca mengenai CBR ini,sehingga kami dapat membuat CBR yang lebih baik dikemudian hari.
Gunungsitoli, 10 September 2022
Kelompok 6
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Tujuan... 2
1.3 Manfaat... 2
BAB II PEMBAHASAN... 3
3.1 Identitas Buku... 3
3.2 Karakteristik Buku Utama... 4
3.3 Karakteristik Buku Pembanding ... 5
3.4 Kelebihan dan Kelemahan Buku ...19
BAB IV PENUTUP...22
4.1 Kesimpulan...22
4.2 Saran...22
DAFTAR PUSTAKA...23
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kurikulum KKNI yang telah diterapkan oleh Universitas Negeri Medan ada 6 jenis tugas yang wajib dikerjakan oleh tiap mahasiswa dan salah satu diantaranya ialah Critical Book Review (CBR) yaitu laporan atau tulisan yang menitikberatkan pada bagaimana cara seorang mahasiswa untuk mengevaluasi, menganalisis, serta menginterprestasi buku sehingga dapat menemukan kelebihan maupun kekurangan dari buku tersebut.
Tugas Critical Book Review ini melibatkan dua jenis buku yang berjudul
“Manajemen Strategi” dengan penerbit maupun pencipta buku yang berbeda. Buku ini berisikan mengenai hal-hal yang sangat mendasar mengenai manajemen strategi misalnya pengertian manajemen strategi, fungsi manajemen strategi bagi perusahaan, dan masih banyak lagi.
1.2 Tujuan
Adapun beberapa tujuan dari tugas Critical Book Review (CBR) sebagai berikut:
a) Untuk menambah wawasan mengenai cara mereview buku yang baik dan benar
b) Untuk menambah pemahaman menganai Manajemen Strategi
c) Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari buku utama dan buku pembanding
1.3 Manfaat
Beberapa manfaat dari Critical Book Review adalah sebagai berikut:
a) Pembaca dapat mengetahui perkembangan Manajemen Strategi
b) Pembaca dapat mengetahui ringkasan dari isi buku utama maupun buku pembanding
c) Pembaca dapat mengetahui perbandingan antara buku utama dan pembanding.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Identitas Buku A. Buku Utama
Judul Buku : Manajemen Strategik
Penulis : Dr.
Mgs.
H.
Nazarudin, MM
Penerbit : NoerFikri Offset
Tahun Terbit : September 2018
ISBN : 978-602-447-292-4
Jumlah Halaman : 162 Halaman
B. Buku Pembanding
Judul Buku : MANAJEMEN STRATEGIS Penulis : Eddy Yunus
Penerbit : Penerbit ANDI
2.2 Karakteristik Buku Utama (Manajemen Strategik) Buku terdiri dari 14 Bab
a) Bab 1 : PENGERTIAN, KONSEP DAN PROSES MANAJEMEN STRATEGIK Proses manajemen strategik yang dibahas dalam materi/kuliah ini secara teoritis bukanlah hal yang mudah, akan tetapi dalam hal praktiknya (operasinya) melaksanakan proses yang sederhana ini merupakan pekerjaan yang sangat berat. Untuk mencapai suatu tujuan tentunya harus dibangun strategi yang matang, sehingga dalam operasi dilapangan akan lebih terkoordinasi dengan strategi yang sudah dibangun sebelumnya. Oleh sebab itu banyak pakar manajemen yang mengatakan bahwa manajemen strategi dan manajemen operasi adalah dua hal yang harus berhubungan jika ingin mencapai suatu tujuan, dengan kata lain manajemen strategi yang kurang baik tentu akan menimbulkan dampak bagi operasi (pelaksanaan) suatu tujuan dimasa depan, dan sebaliknya.
b) Bab II : IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Manajemen strategi dalam dunia pendidikan bisa kita ibaratkan sebagai sebuah upaya membangun input untuk menghasilkan output. Input dalam dunia pendidikan adalah berupa tenaga pengajar/dosen yang berkualitas, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, administrasi yang baik, sedangkan outputnya adalah berupa lulusan suatu instansi pendidikan yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Untuk mencapai output ini, dibutuhkan suatu proses, dalam tulisan ini kita sebutkan sebagai proses manajemen operasi. Pembangunan dunia pendidikan saat ini membutuhkan manajer strategi dan operasi yang mampu mengidentifikasi apa yang harus
dilakukan sekarang untuk meraih masa depan yang diharapkan, untuk itu manajer strategi dan operasi tersebut harus mengetahui kekuatan, kelemahan, ancaman dan tantangan yang ada saat ini,dan masa depan.
c) Bab III : MERUMUSKAN VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
Setelah mengetahui pengertiannya dan beberapa contoh mengenai visi dan misi perusahaan dapat dipastikan bahwa tanpa adanya visi dan misi, sebuah perusahaan tidak akan bisa mencapai tujuan yang diimpikan. Contoh mudahnya, kita misalkan membangun perusahaan sama halnya dengan memulai sebuah perjalanan. Sebelum memulai perjalanan, Anda tentukan terlebih dahulu kota tujuan Anda. Tanpa memiliki tujuan tempat atau kota yang akan dikunjungi, orang tersebut tidak akan pernah beranjak kemanapun.
Sama halnya dengan perusahaan yang belum memiliki visi, perusahaan tersebut juga belum bisa bergerak kemanapun karena belum memiliki tujuan usaha.
Tak kalah pentingnya dengan visi, misi perusahaan juga berpengaruh terhadap perjalanan perusahaan. Jika perusahaan tidak memiliki misi, keadaannya akan sama dengan orang yang sudah memiliki kota tujuan (misalnya : perjalanan ke kota Jogja ) namun belum memiliki rencana sarana transportasi yang akan digunakan dan kapan waktu keberangkatan. Sehingga perjalanan menuju Jogja hanya sekedar angan–angan, yang belum bisa diwujudkan. Dari contoh tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tanpa adanya visi dan misi perusahaan yang saling bersinergi, mustahil rasanya bila sebuah perusahaan dapat berjalan dengan baik.
d) Bab IV : MENGENAL ANALISIS SWOT
Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Perencanaan strategis (strategic planner) suatu perusahaan harus menganalisis faktor-faktor strategis
perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) pada kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi atau popular disebut Analisis SWOT.
e) Bab V : APLIKASI ANALISIS SWOT DALAM SATUAN PENDIDIKAN
Untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien, maka perlu dirumuskan suatu program secara sistematis, terencana, terlaksana sesuai rencana, terukur, dianalisis dan tindak lanjut evaluasi program kearah yang lebih baik. Dalam dunia pendidikan, sekolah/madrasah harus menyusun program strategis untuk mencapai visi dan tujuan yang akan dicapai. Untuk mencapai visi dan tujuan sekolah/madrasah, maka program strategis terlebih dahulu harus dicermati dan dianalisis mengenai kekuatan dan peluang yang dimiliki serta kelemahan dan tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu agar visi dan tujuan sekolah/madrasah dan tujuan nasional pada umumnya dapat tercapai maka sekolah harus mengelola delapan standar pendidikan yang telah ditetapkan BSNP sebagai mana yang tercantum dalam PP No. 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan kedua PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan dengan menggunakan pendekatan tertentu antara lain dengan analisis SWOT.
f) Bab VI : PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pemahaman tentang proses pengambilan keputusan sangat penting untuk kesuksesan Manajemen. Dua strategi dasar pengambilan keputusan manajerial diidentifikasi dan dijelaskan. Strategi optimalisasi dari model klasik ditemukan tidak berguna untuk administrator karena mengasumsikan informasi yang sempurna, rasionalitas, dan kapasitas manusia tidak ditemukan di dunia nyata manajemen. Meskipun pengambilan keputusan sepenuhnya rasional adalah mustahil, manajer membutuhkan proses yang sistematis untuk meningkatkan pemilihan solusi yang memuaskan. Dengan demikian, strategi satisficing merupakan pusat pengambilan keputusan dalam model administrasi. Pengambilan keputusan merupakan siklus kegiatan yang meliputi pengakuan dan definisi masalah, analisis kesulitan, pembentukan kriteria untuk resolusi yang memuaskan, pengembangan rencana aksi, dan
inisiasi dari rencana. Karena sifatnya, siklus tindakan pengambilan keputusan dapat dimasukkan pada tahapan yang berbeda dan tahapan yang sudah melalui proses manajemen. 60 Strategi satisficing cocok untuk masalah dalam sebuah manejemen, namun, ketika alternatif tak dapat dijelaskan atau konsekuensi dari setiap alternatif tidak bisa ditebak, maka strategi tambahan mungkin tampak lebih tepat. Proses ini adalah metode perbandingan terbatas yang berurutan, hanya seperangkat alternatif terbatas, mirip dengan situasi yang ada, dianggap berturut-turut membandingkan konsekuensi mereka sampai kesepakatan dicapai pada suatu tindakan. Hal ini diasumsikan bahwa perubahan kecil tidak mungkin menghasilkan konsekuensi negatif yang besar untuk organisasi.
g) Bab VII : PENGELOLAAN ADMINISTRASI SEKOLAH
Administrasi Pendidikan menyangkut semua kegiatan, baik mengenai materi, personel, perencanaan, kerjasama, kepemimpinan, kurikulum, dan sebagainya, yang harus diatur sehingga menciptakan 78 suasana yang memungkinkan terselenggaranya kondisi-kondisi belajar mengajar yang baik sehingga menjadi tujuan pendidikan. Tanpa administrasi dan kepemimpinan yang baik, sulit kiranya bagi institusi pendidikan untuk berjalan lancar menuju kearah tujuan pendidikan dan pengajaran yang harus dicapai. Untuk melaksanakan rencana atau program sehingga mencapai hasil yang baik, diperlukan adanya organisasi dan koordinasi yang baik dan teratur, adanya komunikasi yang jelas dan lancar, pengawasan atau supervisi yang kontinyu dan konsekuen, dan adanya penilaian atau evaluasi yang dilakukan dengan teratur dan tepat. Oleh karena itu, setiap akhir tahun perlu diadakan evaluasi untuk menilai rencana yang telah berhasil dan dapat berjalan lancar, dan mana yang mengalami kesukaran dan perlu diperbaiki. Perencanaan, organisasi, koordinasi, komunikasi, supervisi, dan evaluasi, kesemuanya adalah fungsi- fungsi administrasi pendidikan yang pokok dan sangat penting. Semua kegiatan di instansi pendidikan akan dapat berjalan lancar dan berhasil baik jika pelaksanaannya melalui proses-proses yang menuruti garis fungsi-fungsi administrasi pendidikan tersebut.
h) Bab VIII : MERANCANG ANALISIS KEBUTUHAN (NEED ASSESSMENT) Need Assessment (analisis kebutuhan) adalah suatu cara atau metode untuk mengetahui perbedaan antara kondisi yang diinginkan/seharusnya (should be / ought to be) atau diharapkan dengan kondisi yang ada (what is).
Metode Need Assessment dibuat untuk bisa mengukur tingkat kesenjangan yang terjadi dalam pembelajaran siswa dari apa yang diharapkan dan apa yang sudah didapat. Langkah – langkah Analisis kebutuhan digambarkan oleh Glasgow dalam bentuk kegiatan yang dimulai dari tahapan pengumpulan informasi sampai merumuskan masalah. Sedangkan Morrison menggambarkan Need assessment dalam bentuk kegiatan yang dimulai dari perencanaan sampai membuat laporan akhir. Cara mengaplikasikan analisis kebutuhan dalam belajar mengajar adalah guru harus memusatkan perhatian ke arah pencapaian tujuan untuk kemudian mencari materi yang tepat agar tujuan tersebut dapat tercapai. Setelah tujuan dan materi dikuasai maka tinggal menerapkan strategi dan metode yang sesuai untuk diterapkan.
i) Bab IX : ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN
Sebagai pengajar Identifikasi kebutuhan belajar bertujuan antara lain untuk melibatkan dan memotivasi peserta didik agar kegiatan belajar dirasakan sebagai bagian dari kehidupan dan mereka merasa memilikinya Dalam menghadapi berbagai macam peserta didik yang memiliki kebutuhan dalam pembelajaran yang berbeda–beda, maka sebaiknya pihak pengajar mempersiapkan atau melakukan identifikasi terlebih dahulu terhadap peserta didik agar nantinya pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.
j) Bab X : ANALISIS KEBUTUHAN SUMBER BELAJAR
Proses belajar-mengajar atau proses pembelajaran merupakan kegiatan pelaksanaan kurikulum yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai
individu dan makhluk sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut perlu ada keterpaduan yang sistematis antara komponen-komponen pembelajaran, salah satunya adalah sumber belajar, dimana hal tersebut menjadi sangat penting terkait darimana dan bagaimana anak didik memperoleh pengetahuannya.
Artinya bahwa Sumber belajar dalam proses belajar mengajar adalah sebagai suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri.
Meskipun guru adalah sebagai salah satu sumber belajar, namun peranannya seorang diri saja tidak cukup jika tidak dilengkapi 105 dengan komponen-komponen lain yang dapat memberi penjelasan lebih dari pada sekedar kata-kata yang di utarakan guru (verbalisme), bahkan anak sangat membutuhkan hal-hal atau benda-benda konkret yang dapat membantunya memahami pelajaran karena dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung yang tidak bisa didapatkan dari guru. Untuk itu guru perlu mengetahui cara memilih dan merancang media yang sesuai sebagai sumber belajar yang tepat untuk siswanya, agar dapat benar-benar membantunya mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pemilihannya sebagai alat bantu belajar, sumber dan media pembelajaran memiliki prinsip dan kriteria tertentu yang harus diperhatikan agar media tersebut dapat sesuai dan dapat menunjang pembelajaran.
k) Bab XI : ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Seiring analisis kebutuhan kurikulum merupakan suatu proses formal untuk menentukan jarak atau kesenjangan antara seperti apa yang ada dan bagaimana seharusnya dari suatu kurikulum, diambil prioritas masalah utamanya lalu diselesaikan masalahnya. Analisis kebutuhan adalah alat yang konstruktif dan positif untuk melakukan perubahan yang didasarkan atas logika yang bersifat rasional, perubahan yang bersifat fungsional yang dapat memenuhi kebutuhan warga negara, kelompok dan individu. Karena kurikulum adalah bagian dari pendidikan, maka tujuan kurikulum hanya untuk kepentingan tujuan pendidikan. Adapun tujuan dari analisis kebutuhan kurikulum adalah untuk mencari solusi yang tepat untuk memecahkan masalah kurikulum. Salah satu asumsi dasar pengembangan kurikulum dalam bidang pendidikan harus didasarkan pada analisis kebutuhan siswa.
Prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan siswa dikenal dengan analisis kebutuhan. Metode analisis kebutuhan dalam pengembangan kurikulum dibuat untuk bisa mengukur tingkat kesenjangan yang terjadi dalam pembelajaran siswa dari apa yang diharapkan dan apa yang sudah didapat. Dalam pengukuran kesenjangan seorang analisis harus mampu mengetahui seberapa besar masalah yang dihadapi. Penyemarataan kurikulum pendidikan oleh pemerintah, mulai dari sekolah yang bertarap nasional, sampai sekolah yang bertarap internasional, mestinya para analisis kurikulum, juga mempertimbangkan kebutuhan pendidikan dan peserta didik, di sekolah-sekolah yang berada di daerah- daerah tepencil. Sekolah yang jauh dari akses informasi dan transportasi, sekolah dari sisi fasilitas dan sarana pedukung pendidikan masih sangat jauh tertinggal. Sehingga tidak terjadi kesenjangan dalam praktek dan implementasi kurikulum pendidikan di setiap sekolah.
l) Bab XII : SEKOLAH DIANTARA KEBIJAKAN SENTRALISTIK DAN MANAJEMEN STRATEGIK
Manajemen strategik merupakan salah satu implementasi dari Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Manajemen strategik pada satuan pendidikan merupakan pengelolaan pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah sebagai manajer dan 125 leader di satuan pendidikan. Manajemen strategik merupakan model pengelolaan pendidikan modern yang harus diterapkan oleh setiap satuan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Manajemen strategik merupakan pengelolaan pendidikan yang berorientasi pada quality assurance sebagai jaminan kepada pelanggan, baik internal maupun eksternal dalam pengelolaan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu. Manajemen strategik direncanakan oleh satuan pendidikan dengan selalu menganalisis pada potensi kekuatan dan kekurangan serta analisis pada lingkungan sebagai peluang dan tantangan.
m) Bab XIII : OTONOMI SISTEM DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN (Pendekatan School Based Management)
Pengertian School Based Management (manajemen berbasis sekolah) yang dikemukakan para pakar pendidikan sangat beraneka ragam, namun jika dicermati secara seksama keragaman itu hanya Kuliah/Pertemuan ketigabelas 128 terletak pada redaksionalnya saja, secara substansial pendapatpendapat tersebut tampak saling melengkapi. Berikut dikemukakan beberapa pendapat tentang pengertian manajemen berbasis sekolah. Selain sebagai media untuk menjalin jaringan dan membangun komunikasi secara lebih luas, perkembangan teknologi tersebut juga bisa membantu para guru dan peserta didik menelusuri dan mencari berbagai referensi yang dibutuhkan dalam proses pendidikan. Selain itu dapat juga deprogram suatu model rencana pembelajaran yang berbasis program artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan juga melakukan sosialisasi dan promosi lembaga bersangkutan di lingkup yang lebih luas.
n) Bab XIV : RENCANA KEGIATAN OPERASIONAL (ACTION PLAN)
Sebelum melakukan suatu kegiatan penting untuk menyusun perencanaan agar tujuan dari kegiatan yang dilakukan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Dalam menyusun rencana kegiatan operasional harus diperhatikan hal-hal seperti, unsur-unsur yang terdapat di dalamnya dan langkah-langkah yang harus dilalui dalam penyusunan rencana kegiatan tersebut. Rencana kegiatan yang baik harus memenuhi kriteria rencana kegiatan seperti; spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan dengan masalah yang ingin diatasi dan mempunyai jangka waktu tertentu dalam pelaksanaannya. Dan agar rencana kegiatan operasional dapat efektif maka perlu diperhatikan beberapa hal penting seperti tujuan yang obyektif, langkah- langkah yang jelas, rancangan kegiatan yang tepat, waktu, penanggung jawab, sumber-sumber kunci dan lokasi.
Rencana operasional merupakan rincian rencana yang lebih operasional dan merupakan rencana jangka pendek. Rencana operasional merupakan pralangkah pertama dari fungsi manajemen berikutnya yaitu actuating atau pelaksanaan. Dalam menyusun rencana operasional harus dapat menjawab 4W 1H (what, who, where, when, dan how). Bentuk rencana
operasioanal ada dua, yaitu : 155 1. Rencana sekali pakai (single-use plans), dikembangkan untuk mencapai tujuan khusus dan dibubarkan bila rencana ini telah selesai dilaksanakan 2. Rencana tetap (standing plans), merupakan pendekatan yang telah dibakukan untuk menangani situasi yang berulang kali terjadi dan yang dapat dengan mudah diantisipasi Budgeting /anggaran sangat penting dalam perencanaan, karena dapat digunakan sebagai pedoman kerja, alat koordinasi, serta evaluasi.
2.3 Karakteristik Buku Pembanding (Manajemen Strategis) Buku terdiri dari 10 Bab
a) BAB I TINJAUAN TENTANG MANAJEMEN STRATEGIS
Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.Inti dari manajemen strategis adalah memenangkan persaingan. Karena manajemen strategis selalu berusaha memenangkan persaingan, maka mau tidak mau perusahaan harus senantiasa menganalisis diri dan memperbaiki diri agar tampil lebih baik dari perusahaan pesaing.
Manajemen strategismemiliki Karakteristik sebagai berikut :bersifat jangka panjang dan dinamis, berkaitan erat dengan manajemen operasional, selalu dimotori oleh unsur-unsur pada manajer tingkat puncak,berorientasi masa depan, dan dalam pelaksanaannya didukung oleh semua sumber daya ekonomi yang tersedia. Proses manajemen strategis terdiri atas tiga tahap:
Formulasi strategi, Implementasi strategi, Evaluasi strategi
b) BAB II VISI DAN MISI PERUSAHAAN
Visi didefinisikan sebagai kemampuan berpikir atau merencanakan masa depan dengan bijak dan imajinatif, menggunakan gambaran mental
tentang situasi yang dapat danmungkin terjadi di masa mendatang.Visi biasanya diartikan sebagai jawaban mendasar terhadap pertanyaan“what do we want to. Visi sulit untuk dapat dituliskan secara lebih jelas dalam menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang untuk mencapainya.
Misi merupakan rangkaian kegiatan utama yang harus dilakukan organisasi untuk mencapai visinya.Misi akan menentukan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan. Misi adalah jawaban terhadap mengapa organisasi didirikan. Misi harus mencakup tujuan utama organisasi dan harus memiliki batasan yang jelas, mengandung hal yang diharapkan oleh semua anggota, serta harus dapat digunakan untuk membantu proses evaluasi organisasi. Misi digunakan untuk mendeskripsikan keadaan sekarang, siapakah kita, dimanakah kita sekarang (dari perspektif waktu), apa kekuatan kita, dan lain-lain.
c) BAB III ETIKA PERUSAHAAN
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Dalam menciptakan etika bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah: (1) Pengendalian diri. (2) Pengembangan tanggung jawab social. (3) Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi. (4) Menciptakan persaingan yang sehat. (5) Menerapkan konsep
“pembangunan berkelanjutan”. (6) Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi). (7) Mampu menyatakan yang benar itu benar. (8) Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah. (9) Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama. (10) Menumbuh-kembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati. (11) Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang
berupa peraturan perundang-undangan. perusahaan yangdilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.
d) BAB IV ANALISIS LINGKUNGAN USAHA
Salah satu proses dalam konsep manajemen adalah menyusun faktor penentu keberhasilan yang diawali dengan mengkaji lingkungan strategis yang meliputi kondisi, situasi, keadaan, peristiwa, dan pengaruh-pengaruh yang berasal dari dalam maupun dari luar suatu organisasi atau unit satuan wilayah baik pada level Negara, provinsi, kabupaten, dan kota.
Analisis lingkungan dibutuhkan agar perusahaan mampu menentukan tindakan preventif dan antisipasi atas perubahanperubahan yang terjadi, sehingga perusahaan dapat cepat beradaptasi terhadap perubahan-perubahan tersebut dan menjadi perusahaan yang mampu bertahan di tengah kondisi lingkungan yang sangat rumit. Selain itu, dengan adanya analisis lingkungan, perusahaan dapat membuat keputusan-keputusan strategi yang tepat bagi keberlangsungan hidup perusahaan.
e) BAB V TUJUAN DAN STRATEGI JANGKA PANJANG
Tujuan jangka panjang adalah merupakan hasil yang diharapkan dari pelaksanaan strategi tertentu, Strategi merupakan serangkaian tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang. Kerangka waktu untuk tujuan dan strategis harus konsisten.
Tujuan jangka panjang diperlukan pada tingkat korporat, devisi, dan fungsional dalam sebuah organisasi. Tujuan tersebut penting sebagai alat ukur kinerja manajerial. Untuk mencapai kemakmuran jangka panjang, para perencana strategis umumnya menetapkan perencana jangka panjang dalam tujuh bidang, yaitu: 1) Probabilitas 2) Produktivitas, 3) Posisi kompetitif, 4) Pengembangan karyawan, 5) Hubungan dengan karyawan, 6) Kepemimpinan Teknologi, 7) Tanggung jawab kepada masyarakat.
f) BAB VI PERUMUSAN STRATEGI
Strategi merupakan rencana tindakan yang menjabarkan alokasi sumber daya dan aktivitas lain untuk menanggapi lingkungan dan membantu organisasi mencapai sasarannya. Intinya strategi adalah pilihan untuk melakukan aktivitas yang berbeda atau untuk melaksanakan aktivitas dengan cara berbeda dari pesaingnya.
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah untuk masa depan perusahaan, yang bertujuan untuk membangun visi dan misi perusahaan, menetapkan tujuan strategis serta merancang strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut dalam rangka menciptakan nilai terbaik yang berasal dari konsumen. Strategi yang telah ditentukan harus sesuai dengan tujuan perusahaan, sehingga akan membawa posisi perusahaan ke posisi yang terbaik.
g) BAB VII IMPLEMENTASI STRATEGI
Proses manajemen strategik belum dapat dikatakan selesai ketika perusahaan memutuskan strategi apa yang akan ditempuh. Perusahaan masih harus menterjemahkan rumusan strategi tersebut ke dalam tindakan strategis.
Oleh karena itu, agar perusahaan dapat mencapai tujuan secara optimal, maka selain harus mampu merumuskan strategi, perusahaan juga harus mampu mengimplementasikan strategi tersebut secara efektif. Jika salah satu
“langkah” tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik, maka tidak mustahil perusahaan akan memetik kegagalan. Bahkan, rumusan strategi yang sempurna sekalipun hanya akan memberikan kontribusi yang minim bagi pencapaian tujuan perusahaan jika tidak mampu diimplementasikan dengan baik.
h) BAB VIII ANALISIS PERUBAHAN, STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN
Perubahan strategi perusahaan mungkin akan membutuhkan beberapa perubahan dalam organisasi dan juga keahlian yang dibutuhkan pada posisi- posisi tertentu. Berbagai perubahan yang terjadi dalam implementasi strategi
akan mengarah pada perubahan struktur organisasi. Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang sesuai dengan strategi. Dengan kata lain struktur organisasi mengikuti strategi. Oleh karena itu, penetapanstuktur organisasi merupakan salah satu faktor penting dalamimplementasi strategi agar semua aktivitas perusahaan yang diakibatkan perubahan tersebut dapatdilaksanakan dengan baik. Struktur organisasi akan membantu mempertajam aktivitas kunci perusahaan dan memperlihatkan pola koordinasi yang diterapkan dalam menjalankan strategi. Dalam hal ini, aspek strategi, stuktur dan lingkungan harus terpadudalamsatu kesatuan, atau jika tidak, maka kinerja perusahaanakan lemah.
i) BAB IX BUDAYA ORGANISASI MANAJEMEN STRATEGIS
Penggunaan manajemen strategis merupakan bagian penting proses perubahan suatu organisasi. Untuk menggunakan manajemen strategis membutuhkan lembaga yang kuat budaya organisasinya.
Perusahaan sebagai sebuah organisasi terpengaruh oleh perubahan budaya. Model perubahan budaya dapat dilihat sebagai suatu interaksi antar berbagai budaya di berbagai tingkat kehidupan manusia. Secara nasional, budaya bangsa Indonesia akan terpengaruh. Pada dasarnya aspek budaya adalah pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, tatanan hukum, kebiasan, dan berbagai kemampuan masyarakat, terpengaruh oleh perubahan global.
j) BAB X EVALUASI DAN PENGENDALIAN DALAM MANAJEMEN STRATEGI Evaluasi strategi adalah tahap proses manajemen di mana manajer puncak berusaha memastikan bahwa strategi yang mereka pilih terlaksana dengan tepat dan mencapai tujuan perusahaan. Evaluasi strategi berarti usaha untuk memperoleh informasi.
Tahap implementasi dan evaluasi strategi merupakan tahap akhir dalam implementasi strategi. Dalam tahap ini manajemen sudah harus mempunyai gagasan yang jelas mengenai tingkat perubahan yang diinginkan, baik menyangkut struktur organisasi, budaya perusahaan maupun gaya kepemimpinan. Untuk melakukan tahap implementasi dan evaluasi strategi
dengan baik dan berhasil, manajemen perusahaan perlu terbiasa dan membiasakan diri dengan empat jenis keahlian dasar, yaitu: (1) Kemampuan Berinteraksi (Interacting Skills), (2) Kemampuan Mengalokasi (Allocation Skills), (3) Kemampuan Memonitoring (Monitoring Skills), (4) Kemampuan Mengorganisasikan (Organizing Skills).
2.4Kelebihan dan Kelemahan Buku Utama a) Kelebihan
1) Cover buku cukup menarik minat pembaca karena memiliki variasi warna yang menarik.
2) Dalam buku ini menggunakan bahasa sederhana sehingga sangat mudah untuk di pahami oleh pembaca.
3) Buku ini dengan lengkap dan jelas dalam memaparan materi, tersusun secara sistematis sehingga dapat membantu pembaca agar lebih mudah memahami buku.
4) Isi uraian dalam buku masih relevan untuk digunakan oleh pembaca sebagai bahan literasi untuk dikembangkan dan dipelajari lebih lanjut.
b) Kekurangan
1) Diakhir pembahasan tidak terdapat soal latihan disertai tugas yang berguna untuk memaksimalkan materi disetiap pembahasan bab.
2) Gambar yang diberikan sebagai contoh atau pun penunjang materi tidak ada sehingga kurang menarik minat pembaca.
3) Informasi terlalu ringkas sehingga yang didapat hanya informasi penting tanpa ada pendukung.
2.5 Kelebihan dan Kekurangan Buku Pembanding a) Kelebihan Buku
1. Judul dari buku Manajemen Strategis sangat sesuai dengan topik perbab di dalam buku
2. Format penulisan dalam buku ini sangat rapih dan tersusun
3. Pada buku pembanding terdapat beberapa rangkuman dan soal latihan pada setiap akhir sub bab yang dapat melatih dan memantapkan pembaca mengenai topik yang telah di bahas
4. Terdapat rangkuman dan latihan soal di setiap akhir bab sehingga memudahkan pembaca dalam menarik kesimpulan
5. Isi dalam buku sangat relevan dan penting bagi pembaca
6. Topik yang dipaparkan sangat jelas dan sederhana sehingga mudah dimengerti.
7. Buku ini juga disertai dengan diagram dan peta konsep yang dapat memudahkan pembaca dalam memahami materi
a) Kelemahan Buku
1. Cover buku yang kurang menarik sehingga alangkah baiknya dapat di buat lebih menarik dan sesuai dengan judul buku.
2. Kurang lengkapnya identitas buku seperti tidak adanya nomor ISBN, Tahun terbit, kata pengantar dan daftar isi sehingga menimbulkan kesulitan bagi para pembaca dalam menemukan materi.
BAB III PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang telah kami dapatkan berdasarkan kegiatan mereview kedua buku diatas ialah bahwasannya antara buku utama dengan buku pembanding, cakupan materi dalam buku pembanding terbilang lebih sesuai dan luas dibandingkan buku utama. Dikarenakan buku utama masih mencakup materi mengenai persekolahan sednagngkan buku pembanding mencakup tentang perusahaan-perusahaan. Jadi, jika seorang pembaca hendak ingin mengetahui hal-hal berkenaan dengan pengantar manajemen strategik secara lengkap maka buku pembanding lebih baik untuk digunakan. Tetapi jika pembaca ingin fokus pada materi mengenai manajemen di persekolahan, buku utama lebih layak digunakan.
Menurut kami kedua buku ini layak di baca karena didalamnya memuat ilmu pendidikan, khususnya mengenai Manajemen Strategis dikarenakan kedua buku ini memiliki isi yang sangat relevan dan penting bagi pembaca.
1.2 Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam review ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan disana
sini karena terbatasnya pengetahuan dan kekurangan rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul review yang saya susun tersebut.
Kami selaku penulis banyak berharap para pembaca sudi memberikan kritik dan saran yang tentunya membangun kepada kami, demi mencapainya kesempurnaan dalam mereview buku-buku kedepannya. Semoga review buku ini dapat berguna bagi kami dan pada khususnya seluruh pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Yunus Eddy, Manajemen Strategis, Penerbit Andi
Dr. Mgs. H. Nazarudin. MM, (2018), Manajemen Strategi, NoerFikri Offset, 978- 602-447-292-4, 162 Halaman