• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum islam terhadap pratik pinjaman uang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "tinjauan hukum islam terhadap pratik pinjaman uang"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

Tinjauan Hukum Islam tentang Peminjaman Uang untuk Perbaikan Jalan di Dusun Klepu Desa Ketro Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. REVISI HUKUM ISLAM TENTANG PINJAMAN UANG UNTUK PERBAIKAN JALAN DI BUKIT KLEPU DESA KETRO KECAMATAN. Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap akad pinjam meminjam uang untuk perbaikan jalan di Dusun Klepu Desa Ketro Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan.

Bagaimana mengkaji hukum Islam tentang sistem pengembalian pinjaman uang untuk perbaikan jalan di Dusun Klep, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Untuk memahami analisis hukum Islam bagaimana penggunaan akad dalam pelaksanaan perbaikan jalan di Dusun Klep Desa Ketro Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. Cari tahu bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap sistem pengembalian pinjaman perbaikan jalan di Dusun Klep, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Ruang Lingkup Penelitian a). Lokasi Penelitian
  • Data dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Pengolahan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Pengecekan Keabsahan Data

Rincian akad yang digunakan dalam peminjaman uang perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa dokumen yaitu data pendukung mengenai praktik peminjaman uang untuk perbaikan jalan. Metode wawancara tidak terstruktur dan wawancara terstruktur19 diterapkan pada pemberi pinjaman perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.

Dengan data dan teori yang ada maka dapat disimpulkan bahwa praktek pinjam meminjam perbaikan jalan di Dusun Klepu Desa Ketro Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan sudah sesuai dengan syariat Islam. Dalam penelitian ini penulis membandingkan teori atau argumentasi terkait akad qard} dan akad waka>lah kemudian mencatat permasalahan umum dalam praktek peminjaman uang untuk perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Dari analisis tersebut akan diketahui apakah terdapat penyimpangan syariat Islam dalam praktik pemberian pinjaman perbaikan jalan.

Sistematika Pembahasan

Pengecekan keabsahan data erat kaitannya dengan analisis fiqh muamalah terhadap pinjaman uang untuk perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, yaitu berkenaan dengan akad (perjanjian) yang juga digunakan untuk meminjam uang untuk perbaikan jalan. sebagai sistem yang digunakan untuk pembayaran kembali pinjaman uang untuk perbaikan, periksalah secara rinci hingga penyelidikan awal menunjukkan bahwa satu atau semua faktor telah dipahami dengan cara biasa. Meliputi akad qard} dan akad waka>lah serta sistem pengembalian qard} dalam hukum Islam. Berisi tentang gambaran umum wilayah Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan dan pelaksanaan praktik peminjaman uang untuk perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.

Bab ini berfungsi untuk menjelaskan penyajian data desa dan data di lapangan mengenai praktik peminjaman uang untuk perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Berisi tentang analisis hukum Islam mengenai akad qard} dan sistem pengembalian pinjaman uang untuk perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Bab ini bertujuan untuk menjelaskan temuan analisis hukum Islam mengenai praktik peminjaman uang untuk perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebongung, Kabupaten Pacitan.

هاضتقتل ّيلثم لام نم ويطعت ام

Dasar hukum qard{

Maksudnya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran. Maksudnya: "Barangsiapa yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan bayarannya berkali-kali.

ةبرك ون للها سفن

ةم ايقلا مص برك نم (

ملسم هاور)

ةليل ت أر رشعب ةققمخلا ًابصتكم ةّنلجا باب لل بي يرسأ

الهاثمأ,

رش ةينامثب ضرقلاو ْتلقد ,

ضرقلا لابام ل برجا

ةققمخلا نم لضدألاق ؟

ضرقتس ضرقتسااو ٍةجاح نم

وّمج نبا هاور ()

Rukun dan syarat qard}

Pinjaman utang haram dari orang yang tidak mempunyai hutang atau orang yang tidak waras.

Persyaratan waktu dalam qard}

مهطورش قن نصملساا(

صبا هاوروواو

وقحما

و نىطقراقلا

Pengembalian dalam qard}

Mana-mana orang yang meminjam sesuatu daripada orang lain bermakna peminjam mempunyai hutang kepada penghutang. Setiap hutang mesti dibayar maka orang yang tidak mahu membayar hutang itu bersalah, malah lalai membayar hutang juga adalah satu perbuatan zalim.

ون وّللا يضر َةر رى بيأ ن مّلسو ويل لّلص وّللا لصسر ّنأ

لاق اذإد ٌملظ ّنيغلا لطم

و ّيراخبلا هاور (ملسم

ىراخبلا هاور)

ءاضق مكنسحأ مكراي نم ّنإد(

ملسمو ىراخبلا هاور)

Pelunasan utang dengan cara melebihi pokok utang namun dengan persetujuan para pihak terlebih dahulu, biasanya berupa persentase dari uang yang dipinjam, atau dengan kata lain bunga dibebankan kepada peminjam. Hukum pengembalian utang secara berlebihan namun dengan kesepakatan terlebih dahulu adalah haram atau dilarang syara’.

رج ٍضرق ّلكصهد ةعفنم

ابرلا هصجو نم وجو(

وجر أ

يقهيبلا)

Waka>lah

  • Pengertian dan dasar hukum waka>lah

Manakala menurut istilah waka>lah ialah penyerahan sesuatu oleh seseorang yang boleh dikerjakan sendiri dan boleh digantikan oleh orang lain, supaya orang lain itu menyimpan perkara itu selagi dia masih hidup.

للها قب نبرباج ن و–

امهن للها يضر -

لاق

بري لى َجورلخا مّلسو ويل للها لّلص للها لصسر تيتأد ,

رش ةسخم ونم ذخد

اقسو}

Rukun dan syarat waka>lah

Muvekkal fi>h, harus dapat digantikan oleh orang lain, menjadi milik muvekkil pada saat pemberian kuasa dan diketahui oleh kedua belah pihak.

Objek dan macam-macam waka>lah

Perwakilan orang yang, sebagai contoh, melakukan perkara yang perlu untuk kehidupan kanak-kanak di bawah umur. Seperti: mengasuh, mendidik, mengajar dan bertunang 60 Manakala perwakilan harta ialah perwakilan dalam hal persetujuan bersama. Waki>l dalam bermuamalah ialah pihak yang dalam membuat akad, berunding dengan pihak yang berjanji untuk mendapatkan hasil (prinsipal).

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa meskipun wakil tersebut membuat perjanjian atas inisiatifnya sendiri, perjanjian yang dibuat itu berlaku untuk klien dan bukan untuk orangnya. Sedangkan jika ia mengadakan perjanjian/perjanjian itu untuk dirinya sendiri, maka tidak ada yang namanya wakil, itulah yang disebut wakil, orang yang menjadi wakil atas prakarsanya sendiri dan segala sesuatunya dilakukan untuk klien (klien).

Tanggungan waki>l dan akhir masa waka>lah

Seperti halnya pinjaman uang perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, pinjaman ini diberikan antara Mbah Tugirin dan warga setempat dengan perwakilan salah satu RT di Dusun Klepu yaitu Bapak. Sukir. Diskusi yang dilakukan oleh Pak Sukirno masih belum memberikan solusi karena peminjam belum mampu melunasi utangnya, kemudian Mbah Tugirin (warga Dusun Klepu) mengajukan usulan ingin memberikan pinjaman untuk perbaikan jalan di Dusun Klepu. . Karena masih dalam keadaan berdiskusi, warga yang hadir merundingkan usulan Mbah Tugirin.72.

Masyarakat meyakini pinjaman yang diajukan Mbah Tugirin sangat bermanfaat untuk memperbaiki jalan yang rusak sehingga mereka menyetujui usulan Mbah Tugirin. Kemudian Mbah Tugirin mengajukan permohonan agar portal di Dusun Klepu itu menjadi miliknya selama satu setengah tahun dan uang hasil pendapatan portal itu menjadi miliknya sebagai pengganti uang yang dipinjamnya.73. Kesepakatan antara Mbah Tugirin dengan masyarakat masih bersifat umum, belum ada kejelasan kapan portal tersebut menjadi hak Mbah Tugirin.

Pinjaman perbaikan jalan di Dusun Klep adalah antara Mbah Tugirin (pemberi pinjaman) dan Pak Sukir (peminjam), Pak Sukir sebagai agen dalam akad, objek pinjaman sebesar Rp. Kepulangan Mbah Tugirin membuat heboh masyarakat, khususnya pemilik mobil dan truk. Anggapan tersebut cukup lumrah karena pemilik kendaraan dan masyarakat mempunyai cara berpikir yang berbeda dalam memaknai imbal hasil yang dilakukan Mbah Tugirin.85.

Jangka waktu Mbah Tugirin harus memiliki portal di Dusun Klepu adalah satu setengah tahun, kali ini sudah menjadi kesepakatan. Mbah Tugirin butuh waktu satu setengah tahun untuk kembali, karena uang yang dipinjam sebesar Rp. 25.000, maka Mbah Tugirin pasti mendapat keuntungan lebih dari 95 pinjaman yang diberikan.

Dari penjelasan di atas, cara pengembalian Mbah Tugirin bisa menimbulkan untung atau rugi karena semua tergantung kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Namun jika dibayangkan berdasarkan analogi perkalian di atas, Mbah Tugirin tentu akan mendapatkan keuntungan dari metode pengembalian yang ia gunakan. 96 Hal inilah yang menimbulkan keresahan sosial pada masyarakat Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Ada beberapa warga yang mulai menyadari manfaat yang didapat Mbah Tugirin dari mencicil melalui portal, padahal cara yang dilakukannya sangat beresiko.

Analisis Hukum Islam Terhadap Akad Pinjaman Uang untuk Perbaikan Jalan di Dusun Klepu di Desa Bekiring Kecamatan Kebonagung

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK GUMMING UANG UNTUK PERBAIKAN JALAN DI DESA HIRB KLEPO DESA BEKIRING. Analisis Hukum Islam Terhadap Akad Pinjam Uang Untuk Perbaikan Jalan Di Dusun Klepu Desa Bekiring Kecamatan Kebonagung. Pelaksana akad qard} akan terpenuhi jika muqrid} dan muqtarid} telah memenuhi seluruh rukun dan syarat-syarat dalam akad qard}, karena kesemuanya merupakan unsur penting dalam pelaksanaan akad.

Islam memberikan kemudahan dalam pelaksanaan akad, yaitu apabila tidak dapat melaksanakannya sendiri maka dapat dilimpahkan kepada orang lain, dalam hukum Islam disebut waka>lah. Setelah keselarasan dan syarat terpenuhi, wakalah dapat diberikan kepada manusia dan harta benda. Menurut penulis, akad peminjaman uang untuk perbaikan jalan di Dusun Klepu, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan sudah sesuai dengan syariat Islam, karena telah terpenuhinya keselarasan dan syarat akad qardh dari pihak muqrid. , yaitu Mbah Tugirin dan muqtarid Pak Sukir}, muqrad}- jumlah pinjaman Rp.

Dengan ini, Mbah Tugirin dan Bpk. Akad Sukir menjadi qabu>l dalam akad qard} selesai 112 dan Pak. Pengangkatan Sukir menjadi muqtarid} sesuai dengan syariat Islam, demikian pula akad qard} untuk jalan raya. perbaikan dilakukan tanpa kesalahan. Analisis Hukum Islam Sistem Pelunasan Pinjaman Uang Perbaikan Jalan di Dusun Klepu Desa Ketro Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. Pelunasan dalam qard} jika kelebihan muqrad} tidak disepakati di awal, maka hukumnya boleh,119 tetapi jika kelebihannya disepakati di awal, hukumnya tidak diperbolehkan pinjaman yang diberikannya, tetapi jika ada yang dikurangkan pelunasannya tidak sesuai dengan qard}, karena jika ada yang dapat dikurangkan, maka yang dapat dikurangkan adalah min. risiko, dan memperoleh keuntungan tanpa biaya.122.

Syarat waktu pelunasan pinjaman perbaikan jalan adalah syarat waktu yang diminta oleh Mbah Tugirin (muqrid}) untuk memiliki portal selama satu setengah tahun,129 sedangkan menurut Ima>m Ma>lik syarat waktu tersebut diberikan kepada muqtarid} , karena yang seharusnya meminta kemudahan adalah dari muqtarid}. Syarat waktu pelunasan pinjaman perbaikan jalan di Dusun Klepu tidak sesuai dengan syarat waktu dalam qard} karena syarat waktunya menguntungkan muqrid} karena satu setengah tahun. Tempat pengembalian uang pinjaman perbaikan jalan di Dusun Klepu adalah portal. Melalui portal itu, Mbah Tugrin menerima uang yang dipinjamkannya dalam bentuk manfaat qardh.

Mengenai cara pelunasan pinjaman perbaikan jalan di atas tidak sesuai dengan syariat Islam, karena dalam pinjaman tersebut time demand digunakan muqrid} untuk menagih sedangkan konsep time demand.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang yang telah dituangkan pada BAB III dapat dianalisis bahwa pelaksanaan akad rahn dengan menggunakan barang pinjaman di Dusun

Tujuan penulis meneliti akad bagi hasil (muzara’ah) antara pemilik tanah dan penggarap adalah untuk mengetahui akad muzara’ah yang dilakukan antara pemilik tanah

Dari analisis tersebut, dapat dikatakan bahwa pemanfaatan marhu>n pada akad gadai di Kecamatan Tawangmangu tidaklah benar dan tidak sah menurut ketentuan hukum Islam,

Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Qard (utang- piutang) adalah pemberian pinjaman oleh kreditur (pemberi pinjaman) kepada pihak lain dengan

Sistem ngijo yang dilaksanakan di Desa Sebayi, dengan menggunakan akad qard menurut pandangan Islam adalah tidak sah karena dengan adanya jumlah pengembalian yang lebih besar

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pencantuman Force Majeure dalam sebuah akad memiliki maslahat yang sangat besar, dan setidaknya berada pada tingkatan

Hal tersebut menjadi dasar bagi hasil di masyarakat khususnya akad mudharabah dalam bagi hasil pemeliharaan hewan ternak di Desa Sukadana Jaya Kecamatan Sukadana, akad

Yakni Perjanjian Kerjasama yang terjadi di desa wisata kemiri jika ditinjau dari Hukum Ekonomi Islam terdapat dua model akad, Pertama akad sewa menyewa yang terjadi antara pihak