• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan kronologis penolakan sopir pete-pete

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tinjauan kronologis penolakan sopir pete-pete"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Akibat kondisi pete-pete yang sudah tidak layak pakai namun masih beroperasi, masyarakat enggan menggunakan pete-pete, dan gaya hidup Kota Makassar semakin menunjukkan gengsi di kalangan masyarakat bawah dan terkesan memaksakan diri untuk menggunakan pete-pete tersebut. penggunaan transportasi yang digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas sebagai kendaraan online yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang membahas tentang “Tinjauan Kronologis Penolakan Pengemudi Pete-Pete Terhadap Kendaraan Berbasis Online (Studi Kebijakan Pemerintah Kota Makassar)”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Bentuk transportasi yang cukup dominan dan paling banyak ditemukan di Kota Makassar adalah Pete-pete. Tinjauan Kronologis Penolakan Pengemudi Pete-Pete Terhadap Kendaraan Berbasis Online (Studi Kebijakan Pemerintah Kota Makassar).

Defenisi Operasional

TINJAUAN PUSTAKA

Kajian Pustaka

Faktanya, pete-pete untuk angkutan perkotaan tidak hanya disebutkan di Makassar saja, melainkan hampir di seluruh kota di Sulawesi. Kondisi minibus jenis mikrolet yang digunakan sebagai angkutan penumpang seringkali dalam kondisi baru.

Kerangka Konsep

Istilah pete-pete sudah lama dikenal masyarakat Makassar dan masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya. Akibat kondisi heel-hete yang sudah tidak layak pakai namun masih berfungsi membuat masyarakat enggan menggunakan heel-hete, dan gaya hidup masyarakat kota Makassar semakin menunjukkan rasa hormat di kalangan masyarakat bawah, dan mereka terkesan terpaksa menggunakan bentuk transportasi ini. Hal ini memicu protes dari berbagai kalangan, terutama dari kalangan pengemudi lima arah yang merasa dikucilkan dan diabaikan oleh pemerintah.

Dimana kendaraan pete-pete dikenakan pajak dan diberikan jalur khusus, sedangkan kendaraan berbasis online bebas mengakses jalan apa adanya, ditambah lagi kendaraan online tidak pernah memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi terminal.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Fokus Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Jenis Dan Sumber Data Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
    • Teknik Keabsahan Data
  • Jadwal Penelitian

Sedangkan taksi online tidak terikat dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum Berbasis Teknologi Informasi dan Angkutan Online di Kota Makassar. Hal ini juga dinilai akan menciptakan persaingan usaha yang buruk karena taksi online ibarat menyelam sambil minum air. Kami meminta pemerintah menghapus atau melarang transportasi online di kota Makassar. Sebagai pengemudi pete-pete, kami meminta kepada pemerintah yang menangani masalah ini untuk mengambil keputusan pelarangan taksi online di kota Makassar karena keberadaannya dapat mengurangi pendapatan kami sebagai pengemudi angkutan.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum Berbasis Teknologi Informasi dan Angkutan Online di Kota Makassar juga dianggap persaingan usaha yang buruk karena taksi online ibarat menyelam sambil minum air.

GAMBARAN DAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN

Historis Kota Makassar

Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke pesisir pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang dan menunjuk seorang Syahbandar untuk mengatur perdagangan.Pada abad ke-16, Makassar juga menjadi pusat perdagangan dominan di Indonesia bagian timur. . sebagai salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. . Hal ini menyebabkan Makassar menjadi pusat penting bagi orang-orang Melayu yang bekerja di bidang perdagangan di Kepulauan Maluku dan juga menjadi basis penting bagi para pedagang Eropa dan Arab.Semua keistimewaan tersebut tidak terlepas dari kebijaksanaan raja Gowa-Tallo yang memerintah saat itu. waktu. (Sultan Alauddin, Raja. Pada tahun 1669, Belanda bersama La Tenri Tatta Arung Palakka dan beberapa kerajaan sekutu Belanda menyerang kerajaan Islam Gowa-Tallo yang mereka anggap sebagai hambatan terbesar bagi penguasaan rempah-rempah di Indonesia Timur. .

Setelah melalui perjuangan keras mempertahankan kerajaan melawan beberapa koalisi kerajaan yang dipimpin Belanda, Gowa-Tallo (Makassar) akhirnya terdesak dan terpaksa menandatangani Perjanjian Bongaya.

Letak Geografis

Karena keberadaan taksi online menimbulkan persaingan usaha dan dapat merugikan pendapatan para pengemudi taksi pete-pete dan reguler, selain itu keberadaan taksi online tidak terikat dengan peraturan Kementerian Perhubungan sehingga tidak membayar pajak. “Kami menolak keberadaan taksi online karena lambat laun akan mematikan atau mengurangi pendapatan angkutan klasik yang ada saat ini, sementara jumlah anggotanya semakin hari semakin banyak, taksi online juga tidak memiliki jalur khusus, hal ini sangat mengganggu. kita. pengemudi pete-pete” (wawancara). Hasil survei menunjukkan bahwa keberadaan taksi online di kota Makassar memberikan dampak yang besar terhadap transportasi konvensional, karena secara tidak langsung akan mematikan atau mengurangi pendapatan mereka, karena keberadaan taksi online tidak berdampak buruk pada transportasi konvensional. membayar pajak atau bea yang berkaitan dengan angkutan umum dan juga tidak mempunyai badan hukum yang tidak terikat dengan Peraturan Permenhub No.32.

Mereka meminta pemerintah yang berwenang dalam hal ini mengambil keputusan untuk melarang beroperasinya taksi online di Kota Makassar karena keberadaan mereka dapat mengurangi pendapatan mereka sebagai pengemudi angkutan konvensional yang membayar pajak. Dari hasil deskriptif dan data penelitian dapat disimpulkan kehadiran taksi online di Kota Makassar. Mulai hari ini, Kamis, 6 April 2017, taksi atau angkutan umum berbasis online dilarang beroperasi sementara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis. Penerapan taksi online atau angkutan berbasis aplikasi dijelaskan lebih lanjut pada Bab IV tentang penyelenggaraan angkutan umum dengan aplikasi berbasis teknologi informasi.

Gambar 4.1 : Letak Kota Makassar
Gambar 4.1 : Letak Kota Makassar

Keadaan Penduduk

Sarana dan Prasarana

Kota Makassar mempunyai fasilitas perekonomian, seperti: mall, supermarket, showroom, industri, pertokoan, department store, pasar dan pedagang kaki lima yang tersebar. Sarana komunikasi bagi warga Kota Makassar, selain radio dan televisi, serta surat kabar (surat kabar) juga menyediakan sarana komunikasi seperti internet, telepon rumah, dan telepon seluler yang dapat dinikmati lebih mudah di seluruh wilayah Kota Makassar. Kondisi seperti ini jelas dapat memudahkan penduduk kota dalam menyerap informasi yang datang dari dunia luar.

Agama

Di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi global yang berdampak pada stabilitas pertumbuhan nasional, Kota Makassar tetap bersinar. Panjang jalan Kota Makassar pada tahun 2009 adalah 1.593,46 kilometer dibandingkan tahun 2008, panjang jalan tidak mengalami perubahan. Pada tahun 2009 Kota Makassar mempunyai 16 rumah sakit yang terdiri dari 7 rumah sakit pemerintah/ABRI, 8 rumah sakit swasta dan 1 rumah sakit khusus lainnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Makassar pada tahun 2009 terdapat 37 rumah sakit, 13 rumah bersalin dan 216 puskesmas.

Hasil Penelitian

Dari pernyataan informan diatas, penolakan terhadap keberadaan taksi online di kota makassar berdampak besar terhadap transportasi konvensional karena secara tidak langsung akan mematikan atau mengurangi pendapatan mereka, dan juga keberadaan taksi online tidak mempunyai rute yang spesifik, sehingga seseorang dapat memesannya berbeda dengan angkutan konvensional lainnya yaitu rute yang ditentukan. Dari informasi yang diberikan oleh informan diatas terlihat bahwa keberadaan taksi online di makassar dapat merugikan para pengemudi angkutan konvensional karena keberadaannya dapat mengurangi pendapatannya, karena keberadaan taksi online tersebut tidak membayar pajak atau retribusi yang berkaitan dengan angkutan umum dan tidak mempunyai badan hukum yang tidak terikat dengan Peraturan Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan angkutan umum, selain itu taksi online ini juga tidak mempunyai rute tertentu sehingga siapapun dapat memesannya. Dari data dokumen, penolakan terhadap keberadaan taksi online tidak hanya terjadi di Makassar saja, namun penolakan ini terjadi hampir di seluruh kota besar di Indonesia seperti DKI Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Malang.

Para pengemudi konvensional ini melakukan protes dengan berdemonstrasi dan menuntut pemerintah mengambil tindakan tegas untuk menghentikan taksi online beroperasi di Makassar. Tak hanya berdemonstrasi, para pengemudi konvensional ini juga melakukan razia taksi online di jalanan untuk mengecam keberadaan taksi online. , 2-6-2017.

Penjabaran Hasil Penelitian

Apalagi transportasi online ini, sebelumnya banyak mendapat kritik dari pengemudi Piet-Piet. Terkait taksi online, pemerintah harus menegakkan aturan dengan tegas. Bahwa sejauh ini belum ada peraturan untuk taksi online. Karena ini terkait model operasional terutama tentang keselamatan penumpang, tambahnya. Lebih lanjut Endre mengungkapkan, ambisi pengemudi Pete-pete juga akan ditindaklanjuti DPRD Sulsel. Taksi yang dulunya sangat populer di kalangan masyarakat sebagai alat transportasi sehari-hari warga Kota Makassar, seakan tergantikan dengan keberadaan angkutan pete-pete yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat bawah, menengah, dan atas. dan golongan yang lebih tinggi, karena biaya menggunakan angkutan taksi sangat tinggi.

Akibat kondisi pete-pete yang sudah tidak layak pakai namun masih beroperasi membuat masyarakat enggan menggunakan pete-pete, dan gaya hidup masyarakat Kota Makassar semakin menunjukkan gengsi di kalangan masyarakat bawah dan terkesan memaksakan diri. menggunakan moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat kelas menengah dan menengah, seperti kendaraan online yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan.

Interpretasi Hasil Penelitian

Di sini tentunya kita semua sepakat untuk membela para pengemudi taksi tersebut, karena taksi online pun tidak membayar pajak. Didin Saya sangat tidak setuju dengan transportasi online karena mengurangi pendapatan kami sehari-hari. Sebelum ada transportasi online, kita masih bisa berjalan kaki dari ujung ke ujung. Berdasarkan hasil interpretasi survei, kami menolak keras keberadaan sistem kendaraan online dan menuntut kebijakan pemerintah mengatasi permasalahan ini.

Cara Kerja Teori

Terdapat nomenklatur angkutan sewa khusus/taksi online yang dikategorikan khusus karena angkutan umum berbasis aplikasi. Berdasarkan perundingan dengan operator angkutan umum khusus, penandaan pemeriksaan berkala kendaraan bermotor (KIR) disesuaikan sehingga penandaan dengan teknik embossing dicantumkan pada pelat. Pajak tersebut dikenakan kepada pengangkut sewaan umum/swasta dengan muatan kepentingan pajak dalam penyelenggaraan angkutan umum.

Perusahaan aplikasi yang memberikan pelayanan angkutan kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor wajib mengikuti ketentuan angkutan umum yang terdapat dalam Pasal 21, 22 dan 23 Peraturan Menteri Nomor 32 Tahun 2016. Namun pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi dll. penunjang angkutan umum harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No. 22 Tahun 2009 membatasi angkutan umum hanya pada kendaraan roda 2 dan Pasal 47(1)

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR

SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Pemerintah dan tokoh masyarakat setempat khususnya Sopir Pete-Pete dan Sopir Taksi Online harus memberikan terobosan sesuai keinginan masyarakat dan tentunya demi kebaikan bersama untuk meminimalisir pelanggaran serta mengefektifkan peraturan terkait untuk mengatasi permasalahan sosial terkait yang terus teratasi. hingga Penolakan Pengemudi Pete-Pete terhadap Kendaraan yang Dibumikan Secara Online.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Konsep Tinjauan Kronologis Penolakan Supir Pete-Pete
Gambar 4.1 : Letak Kota Makassar
Tabel 4.1 : Distribusi penduduk menurut kecamatan dan jenis kelamin KECAMATAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
Tabel 4.2 : Distribusi Kelurahan Menurut Kecamatan Tamalate KECAMATAN KELURAHAN ALAMAT

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga instansi yang terlibat dalam penertiban angkutan pete-pete telah melakukan koordinasi semaksimal mungkin dari indikator kesatuan tindakan sudah