TOPIC : TEKNIK TATA CARA KERJA (METHODE ENGINEERING)
Program Studi K3 Poltekkes Kerta Cendekia Sidoarjo | November 2023
Mata Kuliah : Teknik Industri by Aditya Wiralaksana Putra ST. MMT.
Director PT Linus Trans Indonesia
Teknik Tata Cara Kerja
adalah suatu ilmu yang terdiri dari teknik- teknik dan perinsip - perinsip untuk
mendapatkan rancangan (design) terbaik dari sistem kerja.
Teknik-teknik dan prinsip – prinsip ini digunakan untuk mengatur komponen- komponen sistem kerja yang terdiri dari manusia dengan sifatnya dan
kemampuannya, bahan, perlengkapan dan peralatan kerja, serta linkungan kerja sedemikian rupa sehingga dicapai tingkat efisiensi dan produktifitas tinggi yang diukur dengan waktu yang
dihabiskan , tenaga yang dipakai serta akibat – akibat psikologis dan sosiologis yang ditimbulkannya.
Definisi & tujuan tata cara kerja
Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id
Ada empat kriteria yang dipandang sebagai pengukur yang baik tentang kebaikan suatu alternatif kerja , yaitu waktu, tenaga psikologi dan sosiologi.
Bagan tata cara kerja
Gambar 1.
Bagan keseluruhan teknik tata cara kerja
Artinya suatu sistem kerja dinilai baik jika sistem ini memungkinkan waktu penyelesaian sangat singkat, tenaga yang diperlukan untuk
penyelesaian sangat sedikit.
Dan akibat-akibat psikologi dan sosiologi yang ditimbulkan sangat minim.
Berdasarkan kriteria - kriteria inilah alternatif- alternatif sistem kerja dibandingkan satu dengan yang lainnya.
Bagan tata cara kerja
Gambar 2.
Ruang lingkup teknik tata cara kerja
Dalam Methode
Engineering dibahas Studi kerja (work study) &
Pengukuran kerja (work measurement).
Studi kerja berkaitan dengan pencarian prosedur
pelaksanaan kerja.
Pengukuran kerja berkaitan dengan penentuan
waktu standar yang digunakan dalam
melaksanaan kegiatan kerja.
a. Studi kerja (work study)
Studi Kerja (Work Study) meliputi,
• Perbaikan proses, prosedur dan tata cara pelaksanaan penyelesaian pekerjaan.
• Perbaikan dan penghematan penggunaan material, mesin/fasilitas kerja serta tenaga kerja.
• Perbaikan tata ruang kerja yang memberikan
suasana kerja/lingkungan kerja yang lebih aman &
nyaman.
• Pendayagunaan usaha manusia dan pengurangan gerakan-gerakan (motion) kerja yang tidak perlu
• penyederhanaan kerja (work simplification).
Tujuan penyederhanaan kerja :
Mencari cara kerja yang terbaik (lebih mudah, lebih cepat, efisien, efektif,
dan menghindari pemborosan material, waktu, tenaga dll).
5 Langkah penyederhanaan kerja
Memilih kegiatan kerja
• Memilih kegiatan kerja : yaitu
kegiatan yang tdk efisien atau
kegiatan yang penyelesaiannya lambat dan ingin diperbaiki.
Pengumpulan &
pencatatan data
• Pengumpulan dan pencatatan data / fakta Yang
berkaitan dengan metode kerja yang selama ini
dilaksanakan : informasi yang berkaitan dg urutan kegiatan, gerakan-gerakan kerja, layout dll.
Analisa langkah- langkah kerja
• Analisa terhadap langkah-langkah kerja. Langkah2 yg tdk efisien dicari sebab-sebabnya.
Usulan altrnatif metode kerja
• Usulan altrnaEf metode kerja yang lebih baik
Diusulkan MK yg dianggap efisien dan efekEf, sebelum usulan diputuskan
terlebih dahulu di uji coba.
Evaluasi metode kerja baru
• Aplikasi dan evaluasi metode kerja baru.
Mengaplikasikan alternaEf MK yang lebih baik untuk mengganEkan metode yang lama, evaluasi.
Peta peta kerja
Merupakan alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dari tahap awal sampai akhir.
Lambang yang digunakan :
Peta proses operasi kerja
Diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami bahan baku mengenai urut-urutan operasi dan pemeriksaan.
Fungsi peta aliran proses
1. Mengetahui aliran bahan mulai masuk proses sampai aktivitas berakhir
2. Mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses berlangsung.
3. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan proses atau metode kerja
4. Memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses.
Peta aliran proses
Perbedaan Peta Aliran Proses dan Peta Proses Operasi
• Peta aliran proses memperlihatkan semua akEvitas akEvitas dasar termasuk transportasi, menunggu dan penyimpanan. Sedangkan peta proses operasi
terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja.
• Peta aliran proses menganalisa seEap komponen
yang diproses secara lebih lengkap dibandingkan peta proses operasi.
• Peta aliran proses Edak bisa digunakan untuk menggambarkan proses perakitan secara keseluruhan.
• Peta aliran proses hanya menggambarkan dan digunakan untuk menganalisa salah satu komponen dari produk yang dirakit.
Layout - diagram aliran kerja
Layout adalah
penataan peralatanuntuk menciptakan
area kerja yang efisien,aman, dan ergonomis.
Area kerja dengan layout yang memiliki prinsip desain yang baik akan menciptakan
tingkat efisiensidan
produktivitaskaryawan
yang tinggi.
b. pengukuran kerja (work measurement)
PENGUKURAN KERJA (WORK MEASUREMENT) Suatu aktivitas untuk menentukan waktu ratarata yang dibutuhkan oleh seorang operator (yg memiliki skill rata-rata dan terlatih) dalam melaksanakan
kegiatan kerja dalam kondisi dan tempo kerja yang normal.
Kriteria pengukuran kerja adalah pengukuran waktu (time study), yaitu waktu standar atau waktu baku.
Pengukuran waktu
1. Pengukuran waktu secara langsung
• Pengukuran dengan stop watch
• Sampling kerja
2. Pengukuran waktu secara tidak langsung
• Data waktu baku
• Data waktu gerakan, dll.
Uji kecukupan data.
Untuk memastikan bahwa data yang telah dikumpulkantelah cukup secara obyektif. Pengujian kecukupan data dilakukan dengan berpedoman pada konsep statistik, yaitu derajat ketelitian dan tingkat keyakinan/
kepercayaan. Derajat ketelitian dan tingkat keyakinan adalah mencerminkan tingkat kepastian yang diinginkan oleh pengukur setelah memutuskan tidak akan melakukan pengukuran dalam jumlah yang banyak (populasi).
Pengukuran waktu
Derajat ketelitian (degree of accuracy)
Menunjukkan penyimpangan maksimum hasil pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya.
Tingkat keyakinan (convidence level)
Menunjukkan besarnya keyakinan pengukur akan
ketelitian data waktu yang telah diamati dan dikumpulkan.
Uji kecukupan data digunakan rumus sbb :
Dengan Parameter :
k = Tingkat keyakinan k = 99% = 3
k = 95% = 2
s = Derajat ketelitian
N = Jumlah data pengamatan N’ = Jumlah data teoritis
Jika N’ ≤ N, maka data dianggap cukup,
Jika N’ > N, data dianggap tidak cukup (kurang) dan perlu dilakukan penambahan data.
Pengukuran waktu
Contoh Soal :
Suatu pengukuran elemen kerja dilakukan sebanyak 15 kali dengan menggunakan stop watch.
Bila tingkat keyakinan 95% dan derajat ketelitian 10%, apakah jumlah pengamatan cukup?
Pengamatan (menit) ! 𝜒 ! 𝜒!
Pengamatan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Data Pengamt (x) 8 7 7 6 8 6 9 8 9 6 8 5 5 9 6 107
Data (x2) 64 49 49 36 64 36 81 64 81 36 64 25 25 81 36 791
∑ 𝜒 = 107 (∑ 𝜒)2 = 11449
∑ 𝜒! = 791
k = 95% = 2
s = 10%
N’ = 15
𝑁! =
𝒮 Ν. ∑ 𝜒𝜅 " − ∑ 𝜒 2
∑ 𝜒
"
=
0,1 15 𝑥 791 − 114492 107
"
= 14.53
Karena N’ < N , maka data dianggap cukup.
Pengukuran waktu
Uji Keseragaman data
Untuk memastikan bahwa data yang terkumpul berasal dari system yang sama dan untuk memisahkan data yang memiliki karakteristik yang berbeda.
•
BKA = X + k𝜎
•
BKB = X - k𝜎
𝜎 = ∑ 𝑥 − x̄
2𝑁 − 1
Dengan :
BKA = Batas Kontrol Atas BKB = Batas Kontrol Bawah
x̄ = Nilai Rata-rata
𝜎= Standar Deviasi k = Tingkat Keyakinan
Contoh:
Suatu pengukuran elemen kerja dilakukan sebanyak 15 kali dengan menggunakan
stop watch, jika batas kontrol ± 3. Tentukan apakah data seragam atau tidak ?
Pengukuran waktu
Pengamatan (menit) ! 𝜒 ! 𝜒!
Pengamatan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Data Pengamt (x) 8 7 7 6 8 6 9 8 9 6 8 5 5 9 6 107
Σ(
𝑥 −x̄)
2 0,75 0,02 0,02 1,28 0,75 1,28 3,48 0,75 3,48 1,28 0,75 4,55 4,55 3,48 1,28 791𝜎
=
&' (&"#,#%= 1,4
BKA = 7,13 + 3 (1,4) = 11,33 BKB = 7,13 – 3 (1,4) = 2,93
(8 − 7,13)2
x̄ = (
&)#&' )= 7,13∑ 𝑥 −
x̄
2= 27,73
Semua data masuk dalam range antara BKA dan BKB, maka data dikatakan seragam
Referensi bahan bacaan
1. Hilk, Philip E., 1977, Introduction to Industrial Engineering And Management Science, Mc Graw-Hill Kogukusha, Tokyo.
2. Hari Purnomo, 2004, Pengantar Teknik Industri, GrahaIlmu, Yogyakarta.
3. I Nyoman Pujawan, 1995, Ekonomi Teknik, Guna Widya, Jakarta
4. P. Siagian, 1987, Penelitian Operasional, Universitas Indonesia Press, Jakarta.
5. Sritomo Wignjosoebroto, 1995, Pengantar Teknik Industri, Guna Widya, Jakarta.
6. Wayne C. Turner, 1993, Introduction to Industrial And Systems Engineering, Prentice-
Hall, Inc, New Jersey.
THANK YOU
by Aditya Wiralaksana Putra ST. MMT.
Director PT Linus Trans Indonesia