• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Personal ke-1: Agama

N/A
N/A
YFS Studio

Academic year: 2023

Membagikan "Tugas Personal ke-1: Agama"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Personal ke-1 Week 2

Nama: Mohamad Novrido Arista NIM: 2502118256

Motivasi orang untuk beragama (menganut suatu agama) ada bermacam-macam, namun umumnya para ilmuwan sosial (social scientists) menggarisbawahi beberapa hal pokok sebagai motivasi dasar mengapa orang beragama dengan memeluk suatu agama tertentu, antara lain:

a).

Mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar kehidupan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

b).

Orang menganut agama untuk mengatasi keterbatan-keterbatasan manusiawi yang dialami di dalam hidupnya.

c).

Orang menganut agama untuk menciptakan keteraturan dan kohesi sosial dalam tatanan kehidupan masyarakat.

Tugas:

1. Pilih salah satu dari ketiga motivasi seperti disebutkan di atas yang paling sesuai dengan diri Anda terkait motivasi Anda beragama. Jelaskan hal itu secara kongkrit (Panjang jawaban: 100 – 200 kata)

Motivasi yang saya pilih dan paling sesuai dengan pendapat saya adalah saya bergama untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar kehidupan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Agama adalah cara berpikir tentang hal-hal yang diyakini orang benar karena tidak dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Orang menggunakan agama untuk mencoba memahami hal-hal yang tidak dapat mereka pahami dengan sains dan teknologi, seperti mengapa kita ada di Bumi ini dan apa yang terjadi setelah kita mati.

Agama adalah cara berpikir tentang dunia yang membantu orang memahami mengapa sesuatu terjadi dan mengapa ada makna dalam hidup. Agama dapat membantu menjelaskan asal usul kehidupan dan alam semesta. Beberapa orang percaya pada cerita atau mitos penciptaan, yang menceritakan bagaimana segala sesuatu dimulai dan bagaimana dunia

Character Building: Agama

This study source was downloaded by 100000876937412 from CourseHero.com on 11-26-2023 05:48:00 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/202270233/20220812172805-TP1-W2-S3-R4-Agamadocx/

(2)

terbentuk. Agama memberi orang gagasan berbeda tentang apa tujuan hidup itu. Beberapa percaya bahwa tujuan hidup adalah membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman dan damai setelah kita mati.

2. Sebutkan dan jelaskan satu (1) hal lain yang menjadi motivasi Anda (yang tidak termasuk / beda dengan ketiga motivasi di atas) untuk beragama. Jelaskan hal itu secara lebih konkrit (Panjang jawaban: 100 – 200 kata).

Agama sebagai tempat untuk mencari makna hidup. Agama dapat memberikan pandangan tentang tujuan hidup, sumber moral, dan nilai-nilai yang membimbing seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, agama memberikan makna dan arah bagi individu untuk menjalani hidupnya.

Agama adalah sistem kepercayaan dan praktik spiritual yang diikuti oleh berbagai kelompok orang di seluruh dunia. Beberapa orang menemukan agama menjadi sangat penting dalam pencarian mereka akan makna hidup.

Bagi sebagian orang, agama dapat memberikan panduan moral dan nilai-nilai yang membantu mereka menemukan makna dan tujuan hidup mereka. Agama juga dapat memberikan jawaban dalam situasi-situasi sulit dan memberikan harapan untuk kehidupan setelah kematian.

3. Dari kedua motif yang sudah Anda sebutkan dan jelaskan di atas, yang mana dari keduanya yang paling kuat memotivasi Anda untuk beragama? Jelaskan dengan baik (Panjang jawaban: 100 - 200 kata).

Yang paling menjadi motivasi atau alasan bagi saya untuk beragama adalah untuk mencari jawaban atas pertanyaan pertanyaan mendasar kehidupan. Agama memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, seperti siapa kita, mengapa kita ada di sini, dan apa tujuan hidup kita. Dalam beberapa agama, jawaban ini didasarkan pada keyakinan bahwa ada Tuhan atau kekuatan spiritual yang menciptakan dan mengatur alam semesta.

Agama dapat membantu orang belajar tentang perilaku yang benar dan salah, dan bagaimana berperilaku di sekitar orang lain. Itu juga dapat memberikan panduan tentang apa yang terbaik untuk mereka.

Character Building: Agama

This study source was downloaded by 100000876937412 from CourseHero.com on 11-26-2023 05:48:00 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/202270233/20220812172805-TP1-W2-S3-R4-Agamadocx/

(3)

Beberapa orang percaya bahwa ada satu cara yang benar untuk berpikir tentang kehidupan dan apa yang terjadi setelah kita mati, sementara orang lain percaya bahwa ada banyak cara yang berbeda untuk mendekati kehidupan dan akhirat. Kita semua harus menghormati keyakinan masing-masing, dan tidak pernah berasumsi bahwa kita mengetahui jawaban atas pertanyaan besar dalam hidup.

Character Building: Agama

This study source was downloaded by 100000876937412 from CourseHero.com on 11-26-2023 05:48:00 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/202270233/20220812172805-TP1-W2-S3-R4-Agamadocx/

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pengkajian tentang Peradilan Agama di Indonesia dan Peradilan pada umumnya, terdapat beberapa kata atau istilah khusus, diantaranya Peradilan dan

Menjelaskan Agama di Indonesia terdiri dari Pengertian agama secara umum dan khusus,Sejarah agama di dunia dan Indonesia, Kedudukan dan fungsi agama, Motivasi dan tujuan

NIM Nama NIK JK Nama Ibu Agama Program Studi Tempat Lahir Tanggal Lahir Alamat HP Email Kampus Email Pribadi 61 200402001 ABDUL GAWI RENWARIN 8102101101960001 Pria Hasna Renwarin

vi Yang bertanda tangan dibawah ini, Nama : Hidayat Ramdhan Santoso NIM : 1611210177 Program Studi : Pendidikan Agama Islam Fakultas : Tarbiyah dan Tadris Menyatakan dengan

ABSTRAK Nama : Suci Lestari NIM : 105261103717 Judul : Dampak Perceraian Terhadap Psikologis Anak dalam Tinjauan Hukum Islam Studi Kasus Pada Pengadilan Agama Sungguminasa Gowa

File Tugas : Mahasiswa FOTO NIM NAMA TGL... Mahasiswa FOTO NIM NAMA

Sehubungan dengan akan dilaksanakan Ujian Terbuka Disertasi / Promosi Doktor mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Mataram: Nama : Sirajun Nasihin NIM

Hakikat "pembatasan diri" bukanlah untuk merusak atau menghancurkan kehidupan manusia, baik individu maupun kolektif, tetapi pembatasan diri berarti bahwa manusia harus terus bergantung