Nama : moch fatchun niam Kelas : PAI 2-B
BAGAIMANA MENULIS MAKALAH PENDAHULUAN
Menulis merupakan salah satu dari literasi dasar yang wajib dikuasai dalam menghadapi tantangan abad 21. Terlebih lagi sebagai seorang mahasiswa menulis merupakan keterampilan yang sangat fundamental untuk dimiliki. Mahasiswa dituntut untuk mempunyai kemampuan menulis karena dalam setiap mata kuliah dosen selalu mewajibkan mahasiswa untuk menulis karya ilmiah, salah satu diantaranya adalah makalah. Menulis makalah menjadi kegiatan rutin yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan akademik di kampus. Kemampuan menulis makalah merupakan salah satu investasi jangka panjang terutama dalam mempersiapkan tugas akhir mahasiswa. Melalui menulis mahasiswa dapat terlatih untuk menuangkan ide-ide baru kemudian mengembangkanya untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Kegiatan menulis pada dasarnya dapat memfasilitasi mahasiswa untuk mengkomunikasikan informasi baru, pengetahuan baru, gagasan baru berdasarkan hasil kajian dan penelitian (Persadha, 2016).
Seringkali dijumpai mahasiswa telat lulus kuliah karena terkendala pada tugas akhir. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Rismen (2015) bahwa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan skripsi, salah satu indikatornya adalah lamanya waktu bimbingan yang dilalui mahasiswa tersebut. Kesulitan semacam ini salah satunya faktor penyebabnya adalah ketidakmampuan mahasiswa dalam menuliskan ide yang ada dalam pikirannya. Menulis merupakan sebuah proses dalam menuangkan ide atau gagasan ke dalam bentuk tulisan melalui rangkaian kata yang disajikan secara utuh, lengkap dan jelas sehingga mampu menyampaikan secara jelas kepada pembaca apa yang ada dalam pikiran tersebut (Praptanti & Noorliana, 2017). Keterampilan menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa di dalamnya memiliki berbagai unsur yang sangat kompleks, sehingga tidak semua orang dapat melakukan melakukan aktivitas tersebut dengan baik (Cahyani, 2010).
Ironisnya dengan begitu pentingnya kemampuan menulis tersebut masih banyak dijumpai karya mahasiswa yang hanya copy paste, comot sana comot sini tanpa prosedur pengutipan yang benar.
Menulis bagi kebanyakan mahasiswa masih merupakan beban yang sulit untuk diselesaikan. Beberapa hal yang menunjukkan bahwa menulis menjadi beban berat mahasiswa diantaranya: rendahnya partsipasi mahasiswa dalam lomba karya tulis ilmiah, rendahnya publikasi ilmiah mahasiswa, pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang baca kurang, lebih suka diberi tugas diskusi daripada menulis, lebih suka menyampaikan aspirasi dengan orasi daripada dengan publikasi artikel dan tulisan mahasiswa kebanyakan hanya berisi teori-teori yang tidak relevan dengan pembahasan atau bahkan jiplakan dari tulisan orang lain (Rahmiati, 2013).
Berdasarkan pendapat tersebut tidak mengherankan apabila selain skripsi tidak ada lagi karya ilmiah yang dimiliki mahasiswa. Lebih lanjut (Rahmiati, 2013) mengungkapkan bahwa ada beberapa alasan yang disampaikan mengapa mahasiswa tidak menulis diantaranya merasa tidak berbakat, motivasi yang kurang, terkendala waktu, dan sulitnya mencari referensi. Adhikara, Handayani, Jumono,
& Darmansyah (2014) menyatakan bahwa kebanyakan mahasiswa tidak mau menulis karya ilmiah karena rendahnya pengetahuan dan kemampaun dalam pembuatan karya ilmiah tersebut. Oleh karena itu pembiasaan dan latihan tentang penulisan karya ilmiah harus dilakukan sejak dini, salah satunya dengan membiasakan menulis makalah dengan benar. Hal ini sesuai dengan pendapat Halidjah (2015) bahwa keterampilan menulis tidak diperoleh secara alamiah namun harus melalui latihan, berbeda dengan kemampuan menyimak dan berbicara yang dapat diperoleh secara alamiah.
PEMBAHASAN
Tahapan awal penulisan makalah perlu mencermati author guidelines. Artikel ini secara khusus hanya memberikan catatan-catatan terkait dengan satu penerbit saja, yaitu IOP Publishing. Untuk itu, perlu memperhatikan template yang khusus disiapkan pihak IOP. Kedua, perlu memperhatikan dengan teliti model reference yang digunakan IOP Publishing yaitu model Vancouver dengan penggunaan bracket [].
Akan sangat bagus jika penulisan referensi menggunakan alat bantu seperti Mendeley, atau Zotero.
Referensi yang digunakan hanya dari sumber-sumber dalam jaringan (online). Idealnya, 100% berasal dari jurnal. Kalaupun menggunakan buku tidak lebih dari 80%. Judul-judul buku dalam bahasa Indonesia yang dirujuk, tidak perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Termasuk, perlu menggunakan kepustakaan yang mutakhir, sebut saja 10 tahun terakhir. Dalam setiapbidang ilmu terdapat buku atau referensi monumental. Maka, referensi perlu dipertimbangkan untuk dijadikan sebagai acuan. Wajib menghindari penggunaan blog atau Wikipedia. Keduanya, tidak perlu digunakan dalam komunikasi akademik, sebab tidak ada yang memberikan telaah dan menjamin data yang ada sebagai referensi yang kredibel.
Perlu dibedakan antara data dengan referensi. Jikalau data, digunakan dalam hasil (result). Sementara referensi digunakan paling tidak dalam dua hal yaitu pendahuluan (introduction) dan pembahasan (diskusi). Data yang digunakan, semakin lama akan semakin bagus. Sementara referensi semakin mutakhir semakin bagus. Untuk itu, perlu memperhatikan kemutakhiran tahun terbit sebuah artikel atau buku.
Secara khusus, tidak ada batasan halaman dari penerbit. Untuk menjadi kesamaan pandangan, maka halaman minimal 5, dan maksimal 10. Termasuk di dalamnya daftar pustaka. Jenis huruf dan besarannya, sepenuhnya mengikut kepada template yang disiapkan IOP.
kan IOP. Selanjutnya, penulisan nama penulis minimal dengan dua suku kata. Sebagai contoh Fulan, maka ditulis Fulan Fulan. Bisa juga ditambahkan nama orang tua atau nama marga. Penggunaan nama dengan kata tunggal, akan menjadi kendala teknis ketika makalah sudah terindeks di pangkalan data seperti Scopus. Pencarian nama penulis di Scopus memerlukan minimal dua suku kata. Menulis bersama-sama bukan saja sebuah tantangan tetapi akan memberikan kesempatan dalam menyelesaikan sebuah artikel. Dalam satu pandangan, bisa saja nilai yang didapatkan untuk keperluan kepangkatan akan mengecil. Tetapi, justru dengan berkolaborasi akan memungkinkan terbitnya beberapa artikel (Colen &
Petelin, 2004).
Pada afiliasi tetap menggunakan sebagaimana apa adanya, tidak perlu diterjemahkan menjadi bahasa Inggris. Sebagai nama, maka dituliskan dalam bentuk aslinya. Jikalaupun diterjemahkan, maka menggunakan terjemahan resmi yang seragam sesuai dengan ketentuan lembaga masing-masing.
Sebagai contoh Universitas Islam Negeri, tiak perlu diterjemahkan menjadi State Islamic University.
Penggunaan nama yang berbeda, bisa jadi akan direkam oleh pangkalan data sebagai nama yang berbeda.
Adapun setelah penulisan afiliasi, penulis perlu mencantumkan surat elektronik. Ini menjadi instrumen untuk memudahkan komunikasi khalayak ramai kepada penulis. Surat eletronik yang dicantumkan, akan sangat bagus kalau menggunakan email institusi. Kalaupun menggunakan email dengan layanan publik sebaiknya mencantumkan nama formal, bukan dengan sapaan apalagi kalau tidak mencerminkan nama penulis. Tanpa perlu mencantumkan nomor telepon, apalagi nomor telepon seluler pribadi.
Komposisi penulisan menggunakan IMRAD + CAR. Jikalau menggunakan struktur lain, bisa saja sepanjang ditulis dengan menggunakan kelaziman akademik. Secara khusus, IOP Publishing tidak membatasi pada struktur tertentu. Hanya saja, kalau menggunakan IMRAD + CAR bisa menjadi panduan umum untuk menulis. Walaupun dari pelbagai lintas keilmuan, dapat saja menggunakan pola IMRAD + CAR.
Pengecekan akhir, makalah hanya ditulis dengan bahasa Inggris, tidak dengan bahasa yang lain. Untuk itu, sebelum dikirim ke sekretariat panitia, penulis perlu mendapatkan bantuan proofreader atau editing dari penyunting ahli yang menguasai bahasa Inggris. Bukan saja kemampuan bahasa semata tetapi juga perlu kemampuan knowledge dalam bidang tersebut. Sehingga bahasa yang digunakan dapat dimengerti oleh masyarakat antarbangsa. Perlu menghindari untuk menggunakan penerjemahan dengan mesin seperti Google Translate. Pengecekan manual tetap perlu dilakukan, walaubagaimanapun kemampuan manusia dengan segala keterbatasan tetap perlu dipergunakan berbanding penggunaan mesin. Demi untuk memastikan bahwa bahasa yang digunakan sesuai dengan konteks. Bahasa atau kosakata yang digunakan mesin kadang tidak memenuhi konteks sebuah kalimat (Coxhead, 2012).
DAFTAR PUSTAKA
WEKKE, ISMAIL SUARDI. "Persiapan Menulis Makalah Prosiding."
Widodo, Arif, Abdul Kadir Jailani, Setiani Novitasari, Deni Sutisna, Muhammad Erfan, and P Fkip. "Analisis Kemampuan Menulis Makalah Mahasiswa Baru Pgsd Universitas Mataram." Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar, VI (1) (2020): 77-91.