Tugas Farmakoekonomi (Jurnal B) Anggota :
1. Ghea Alya Mevia 20200350111
2. Chintya Anggun Herpasari 20200350097
3. Rohman Abdullah 20200350029
4. Puteri Baktiasri 20200350120
5. Cupik Shaliha Putri Ambarwati 20200350045 Cheers check list Objectives 1 Provide an explicit statement of the
broader context for the study.
Penelitian ini bertujuan untuk memilih alternatif yang lebih efisien antara ramipril- spironolakton dengan valsartan pada pengobatan gagal jantung kongestif di RS Pemerintah XY tahun 2014. Pendekatan kuantitatif membandingkan nilai rata-rata biaya total dua alternatif pengobatan gagal jantung kongestif, yaitu ramipril- spironolakton dengan valsartan dengan menggunakan perspektif Rumah Sakit. Komponen biaya langsung medis yang dihitung adalah biaya obat, biaya jasa dokter dan biaya rawat inap.
Target population and subgroups
2 Describe characteristics of the base case population and subgroups analysed, including why they were chosen.
Subjek pada penelitian ini adalah seluruh pasien gagal jantung kongestif yang dirawat inap di RS Pemerintah XY selama periode Januari-Desember 2014 yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Kriteria Inklusi: (1) Diagnosis utama gagal jantung kongestif; (2) Pasien gagal jantung kongestif yang menggunakan kombinasi ramipril-spironolakton;
(3) Penggunaan dosis ramipril 2,5- 10 mg dan sprironolakton 25- 100mg; (4) Pasien gagal jantung Kongestif yang menggunakan valsartan; (5) Penggunaan dosis valsartan 40-160 mg; (6) Usia dewasa sampai lansia; (7) Dirawat inap selama tahun 2014; (8) Tidak menggunakan obat antihipertensi
lain di waktu yang bersamaan; (9) Tidak menggunakan obat yang mempengaruhi tekanan darah secara bersamaan; (10) Tidak menggunakan injeksi furosemide di waktu yang bersamaan. Kriteria eksklusi: (1) Pasien gagal jantung kongestif yang tidak menggunakan ramipril-spironolakton maupun valsartan; (2) Pasien gagal jantung kongestif yang menggunakan kombinasi ramipril dengan valsartan; (3) Pasien rawat jalan;
(4) Pasien pulang paksa; (5) Pasien meninggal; (6) Data status pasien Setting and
location
3 State relevant aspects of the system(s) in which the decision(s) need(s) to be made.
Penelitian dilakukan pada seluruh pasien gagal jantung kongestif yang di rawat inap RS Pemerintah XY selama periode Januari–Desember 2014 Study perspective 4 Describe the perspective of the study
and relate this to the costs being evaluated.
Penelitian menggunakan prespektif pasien (pandangan dari pasien berupa direct medical cost, direct non medial cost, indirect medical cost dan intangible cost.
Dimana pada jurnal menggunakan macam biaya direct medical cost : yaitu biaya obat, biaya jasa dokter dan biaya rawat inap) dan payers Comparators 5 Describe the interventions or strategies
being compared and state why they were chosen.
Penelitian ini membandingkan biaya dari dua alternatif pengobatan gagal jantung kongestif, yaitu Ramipril- Spironolakton dan Valsartan secara retrospektif, serta dipastikan efektivitas dari kedua alternatif tersebut setara.
Choice of health outcomes
6 Describe what outcomes were used as the measure(s) of benefit in the evaluation and their relevance for the type of analysis performed.
Penelitian ini bertujuan untuk memilih alternatif yang lebih cost – minimize antara ramipril – spironolakton dengan valsartan pada pengobatan gagal jantung kongestif di RS pemerintah XY tahun 2014.
perlu dilakukan analisis farmakoekonomi pada penyakit gagal jantung kongestif untuk mening- katkan efisiensi, kendali
mutu, dan kendali biaya yaitu dengan melakukan analisis minimalisasi biaya obat yang berpengaruh pada tekanan darah penyakit gagal jantung kongestif.
Measurement of effectiveness
7a Single study-based estimates: Describe fully the design features of the single effectiveness study and why the single study was a sufficient source of clinical effectiveness data.
Penelitian ini merupakan farmakoekonomi dengan pendekatan kuantitatif berupa analisis cross- sectional retrospektif. Penelitian ini menggunakan perspektif RS, biaya yang dihitung adalah biaya langsung medis dengan komponen biaya obat,biaya rawat inap,dan biaya jasa dokter. Untuk mengetahui besarnya efektivitas dilakukan identifikasi dengan mendapatkan efektivitas obat golongan ACE-Inhibitor dan Angiotensin Renin Blocker dari literatur uji klinis. Kemudian dilakukan uji statistik bivariat untuk menentukan apakah efektivitasnya setara.
7b Synthesis-based estimates: Describe fully the methods used for identification of included studies and synthesis of clinical effectiveness data.
Analisis dalam penelitian ini meliputi analisis univariat yang dilakukan untuk mengetahui gambaran distribusi pasien gagal jantung kongestif di rawat inap RS Pemerintah XY selama tahun 2014 berdasarkan karakteristik individu, dan analisis minimalisasi- biaya, yaitu jika obat yang dibandingkan memberikan hasil efektivitas yang sama dan setara.
Kemudian membandingkan hasil perhitungan rata-rata biaya langsung medis pada kedua kelompok, dan analisis univariat yang dilakukan untuk mengetahui gambaran distribusi pasien gagal jantung kongestif di rawat inap RS Pemerintah XY selama tahun 2014 berdasarkan karakteristik individu.
Incremental costs and outcomes
8 For each intervention, report mean values for the main categories of
Metode penelitian yang digunakan
estimated costs and outcomes of interest, as well as mean differences between the comparator groups. If applicable, report incremental cost- effectiveness ratios
yaitu pendekatan kuantitatif berupa analisis cross-sectional retrospektif. Penelitian membandingkan biaya dari dua alternatif pengobatan gagal jantung kongestif, yaitu Ramipril- Spironolakton dan Valsartan secara retrospektif, serta dipastikan efektivitas dari kedua alternatif tersebut setara.
Untuk efektivitas dari kedua obat tersebut di dapatkan data pada kelompok obat Ramipril- Spironolakton terdapat 75% pasien dengan tekanan darah terkontrol setelah pemberian obat ramipril- spironolakton, sedangkan pada kelompok obat Valsartan terdapat 76,9% pasien dengan tekanan darah terkontrol setelah pemberian obat valsartan.
Sedangkan untuk mencapai target, pada Rumah Sakit Sampel, biaya total yang dikeluarkan pada kelompok ramipril-spironolakton cenderung lebih rendah, yaitu Rp 53.082.601 dibandingkan biaya total pada kelompok valsartan yaitu sebesar Rp 63.204.000,-.
Akan tetapi, karena jumlah pasien pada kelompok Ramipiril + Spironolakton lebih sedikit maka biaya rata-rata pada kelompok ini sebesar Rp 2.527.743,- lebih tinggi daripada rata-rata biaya total valsartan yaitu sebesar Rp 2.430.923,- karena denominator pasien yang lebih sedikit.
Study findings, limitations,
generalisability, and current knowledge
9 Summarise key study findings and describe how they support the conclusions reached. Discuss limitations and the generalisability of the findings and how the findings fit with current
Keterbatasan : Studi yang lebih mendalam dan atau projek percontohan diperlukan karena keterbatasan yang melekat dalam
knowledge. penelitian ini seperti :
Keterbatasan sampel pasien dan lokasi penelitian yang terlibat.
Hasil penelitian : Obat valsartan memberikan nilai terbaikyaitu nilai rupiah yang terendah dan menjadi pilihan yang leb- ih cost-minimize dibandingkan obat ramipril-spi- ronolakton. Adanya penghematan pada rata-ra- ta biaya total pengobatan gagal jantung kongestif menggunakan obat valsartan sebesar Rp 96.820,- per pasien. Adanya penghematan pada biaya rawat inap menggunakan obat valsartan sebesar Rp 299.031,- per pasien.