Tugas Fisika Bangunan 1 Meresume Acara Green Talk IABHI 2021
IABHI sendiri merupakan singkatan dari Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia. Pada acara ini dipimpin oleh moderator yang bernama Dr. Maria Imaculata Ririk Winandari, S.T., M.T. yang merupakan pengurus dari IABHI. Kemudian narasumber pertama yaitu bernama Surendro yang merupakan executive director dari Green Building Council Indonesia (GBCI).
Lalu narasumber yang kedua bernama Dian Fitria yang merupakan general secretary IABHI dan rating analyst dari GBCI. Selanjutnya, narasumber yang ketiga bernama Ariko
Andikabina yang merupakan Core-founder dari GBCI. Lalu, narasumber yang keempat bernama Yodi Danusastro yang merupakan founder dan director dari PT. Yodaya Hijau Bestari. Dan narasumber yang terakhir bernama Andre Jonathan Tjokrorahardjo yang merupakan director di PT. Asdi Swasatya.
GBCI atau Konsil Bangunan Hijau Indonesia merupakan lembaga mandiri (non goverment) yang berkomitmen penuh terhadap pendidikan masyarakat dalam
mengaplikasikan praktik-praktik terbaik lingkungan dan memfasilitasi transformasi industri bangunan global yang berkelanjutan. Didirikan pada tahun 2009 oleh para profesional di sektor perancangan dan konstruksi bangunan gedung yang memiliki kepedulian kepada penerapan konsep bangunan hijau.
Untuk IABHI memiliki tugas dan kegiatan berupa :
1. Meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan para ahli bangunan hijau.
2. Mengembangkan bidang Bangunan Hijau sebagai ilmu dan profesi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan hidup pada umumnya, serta pengguna jasa pada
khususnya.
3. Mengadakan hubungan dan kerjasama yang harmonis dan saling menguntungkan antar para ahli Bangunan Hijau, dengan tenaga ahli/ professional lainnya, dan dengan
lembaga/instansi yang dikelola oleh masyarakat, swasta dan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
4. Melaksanakan berbagai kegiatan dalam bentuk layanan informasi, layanan teknis, pendidikan profesi, pelatihan dan layanan masyarakat serta pemanfaatan teknologi.
5. Meningkatkan serta mengembangkan peran serta para ahli Bangunan Hijau dalam proses penyelenggaraan bangunan dan kawasannya, seperti pelaksanaan Sertifikasi Keahlian Bangunan Hijau bagi para anggotanya.
IABHI mengadakan survey tentang manfaat bangunan hijau menurut mahasiswa.
Hasil surveynya yaitu :
Penghuni sehat dipilih oleh 288 responden (74.8%)
Jadi keren dipilih oleh 58 responden (15.1%)
Tidak ada manfaat dipilih oleh 1 responden (0.3%)
Biaya listrik murah dipilih oleh 158 responden (41%)
Mengurangi emisi karbon dipilih oleh 317 responden (82.3%)
Bangunan hijau merangarah pada struktur dan proses perencanaan dalam konteks berkelanjutan yang berguna untuk menghemat sumber daya dan siklus bangunan serta
bertanggung jawab terhadap lingkungan. Bangunan hijau memiliki beberapa aspek diataranya yaitu kualitas udara, kualitas cahaya, faktor lingkungan, kondisi lingkungan, dan limbah hujan (drainase). Dengan dilakukannya bangunan hijau, lingkungan akan lebih berkurang dampak kerusakannya serta manusia akan lebih terjaga kesehatannya. Sehingga, saat arsitek merancang suatu bangunan maka ia harus mempertimbangkan beberapa aspek bangunan hijau agar nantinya dapat berdampak positif baik dari sisi pemakai bangunan maupun lingkungan.