• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Fisika Bangunan

N/A
N/A
SHAHNAZ ALYA RASHIFA

Academic year: 2024

Membagikan "Tugas Fisika Bangunan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Fisika Bangunan I

1. Kata “akustik” berasal dari kata Yunani ακουστικός (akoustikos), yang berarti “dari atau untuk pendengaran, siap untuk mendengar” dan bahwa dari ἀκουστός (akoustos),

“dengar, terdengar”, yang merupakan kata kerja ἀκούω (akouo), “saya mendengar”.

Akustik adalah ilmu yg mempelajari tentang suara, bagaimana suara

diproduksi/dihasilkan, perambatannya, dan dampaknya, serta mempelajari bagaimana suatu ruang / medium meresponi suara dan karakteristik dari suara itu sendiri yang sensasinya dirasakan oleh telinga. Ilmu akustik bukan bagaimana merancang interior, pemahaman yang salah tentang peranan ilmu akustik akan berakibat salah juga dalam penerapannya. Akustik adalah cabang dari ilmu Fisika. Oleh karena itu setiap

pembuktian kegiatan akustik dapat dijelaskan secara empiris. Pendapat lainnya, Akustik adalah ilmu interdisipliner yang berkaitan dengan studi dari semua

gelombang mekanik dalam gas, cairan, dan padatan termasuk getaran, USG, suara, dan infrasonik. Seorang ilmuwan yang bekerja di bidang akustik adalah acoustician sementara seseorang yang bekerja di bidang teknologi akustik dapat disebut seorang insinyur akustik. Penerapan akustik dapat dilihat di hampir semua aspek masyarakat modern dengan yang paling jelas adalah industri audio. Ilmu akustik sangat

berhubungan dengan kehidupan manusia sehari – hari, selama masih ada sumber suara, medium rambatan dan pendengar maka ilmu akustik akan sangat berguna bagi umat manusia dan mampu meningkatkan kualitas hidup.

2. Pengendalian bunyi pada outdoor dan indoor bangunan dapat dilakukan pada sumber kebisingannya, media pengantar (berbentuk materi atau udara), dan manusia yang terkena dampak, atau ketiga hal tersebut. Berikut penjabaran pengendalian bunyi pada outdoor dan indoor :

Pengendalian bunyi pada sumber kebisingannya dapat dilakukan dengan memodifikasi mesin atau menempatkan peredam pada sumber getaran. Tetapi alternatif ini memerlukan penelitian intensif. Misalnya bising yang disebabkan oleh bantingan pintu dapat dihindari dengan menggunakan penahan pintu karet busa.

Pengendalian bunyi pada media pengantar atau transmisi menghabiskan biaya lebih murah dengan teknologi lebih sederhana asalkan perencanaan yang akan dilakukan sudah matang. Bahan yang dapat menyerap sura, semisal busa atau ijuk dapat ditaruh diantara mesin dan manusia. Apabila sumber

kebisingan lalu lintas, penanggulangannya bisa dengan membuat jalur hijau dan penanaman pohon. Tanaman diyakini dapat mengurangi kebisingan, walau belum pernah ada penelitian berapa pengurangan kebisingan oleh satu pohon. Pengurangan kebisingan pada media transmisi dapat dilakukan dengan :

o Dengan melindungi sumber bising dengan bukit atau penggundukan tanah (cutting) atau tanggul sepanjang tepi jalur dan harus ditempatkan sejauh

(2)

mungkin dari daerah yang berpenghuni. Tanggul yang menghadap jalan raya harus semiring mungkin.

o

Bangunan yang sangat rentan (susceptible) terhadap gangguan bising dapat digunakan sebagai tameng (baffle) antara jalan yang bising dan daerah yang membutuhkan ketenangan.

o

Pemberian penghalang atau rintangan (pagar) yang tak terputus, padat dan tak berlubang antara sumber bising dan penerima akan mereduksi bising tergantung pada sudut bayangan bising dan tiggi efektif panghalang diatas garis yang menghubungkan sumber bising dengan penerima. Reduksi bising akan bertambah dengan bertambahnya sudut bayang-bayang bising dan tinggi penghalang. Panghalang yang rendah sepanjang jalur lalu lintas hanya akan mengadakan rreduksi bising yang dapat diabaikan di daerah di belakang penghalang. Supaya penghalang efektif secara akustik, maka harus dekat dengan sumber bising.

o

Penggunaan unsur vegetasi sebagai penghalang bising lingkungan.

Semak-semak dan deretan pohon-pohon pada dasarnya tidak mengurangi bising pada frekwensi rendah dan mereduksi frekuensi-frekuensi tinggi hanya sekitar 1 sampai 2 dB.

Pengurangan kebisingan pada manusia yaitu dengan memproteksi telinga.

Ada tutup telinga, ada juga sumbat telinga. Tutup telinga bisa menurunkan kebisingan antara 25-40dB, kemampuan sumbat telinga lebih kecil, tergantung bahannya. sumbat karet dapat menurunkan kebisingan 18-25 dB, sumbat cotton woll yang hanya menurunkan 8 dB.

Tingkat kebisingan bunyi dengung dalam ruangan (indoor) dapat direduksi dengan usaha penyerapan bunyi. Pemakaian penyerap bunyi yang banyak dalam ruangan terutama sepanjang lantai dan langit-langit ruang sirkulasi, seperti ruang depan, lobi, serambi. Penggunaan partisi pereduksi bising juga cukup efektif mereduksi bising ruangan (Doelle dan Lea, 1986). Bahan penyerap bunyi yang

(3)

digunakan untuk tujuan reduksi bising harus dipasang sedekat mungkin dengan sumber bising. Dan apabila permukaan ruang yang ada tidak mempunyai luasan yang cukup bagi bahan penyerap bunyi, maka penyerap ruang (space absorber) dapat digunakan. Bahan-bahan penyerap bunyi yang digunakan dalam rancangan akustik ruangan dapat diklasifikasi menjadi bahan berpori, penyerap panel atau penyerap selaput dan resonator rongga. Bahan berpori komersial dibagi menjadi 3 kategori: unit akustik siap pakai, plesteran akustik dan bahan yang disemprotkan, selimut akustik.

Selain itu terdapat bahan akustik berpori yang penggunaannya serbaguna yakni karpet. Biasanya dipasang di lantai atau dinding, dapat menyerap bunyi dan bising di udara yang ada dalam ruang. Karpet meniadakan bising permukaan (langkah kaki, perpindahan perabot rumah).

Dan strategi desain yang dilakukan untuk mencapai kenyamanan bunyi adalah dengan memasang panel akustik agar suara pada bangunan memiliki kualitas yang baik. Seperti pada gambar dibawah, terdapat panel akustik seperti perforated panel, dan fabric acoustics panel. Fabric acoustics panel berfungsi untuk meredam suara dan mengurangi gema dan bahan ini tersedia dengan berbagai ukuran dan warna sehingga dapat menjadi suatu estetika pada ruangan. Kemudian perforated panel ini

permukaannya memiliki lubang yang keras membentuk pola biner yang telah dioptimalkan secara numerik untuk menyediakan difusi pada frekuensi yang lebih tinggi, kombinasi difusi dan penyerapan antara 1-2 Khz.

Sumber :

128375-ID-pengendalian-kebisingan-pada-fasilitas-p.pdf (neliti.com) Pengenalan Akustik | Hendra Santosa (isi-dps.ac.id)

(4)

Peredam Suara dan Panel Akustik Pada Ruang Meeting/Rapat (peredamsuara- akustik.com)

Referensi

Dokumen terkait

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana kebijakan Dinas Pengawas Bangunan dan Pengendalian Lingkungan kota malang dalam pengawasan dan pengendalian dampak limbah

Penataan ruang parkir serta pola sirkulasi indoor dan outdoor untuk kenyamanan pengguna bangunan.. Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana

Dari hasil simulasi rekondisi dengan tanaman yang ditempatkan di sekitar lorong bangunan rektorat, dapat mengurangi distribusi aliran udara yang menuju skala manusia, namun

28-Jun-13 17-Jun-14 47 Joko Nur Aripin 642008005 Menentukan Hambatan Udara dalam Proses pernafasan Manusia dengan Logger Pro ADR SHN Mar Ing Lulus 28-Jun-13 17-Jun-14 48

Perawatan Peralatan Pengkondisian Udara dilakukan secara berkala dalam tiga bulan sekali dengan mencuci AC indoor dan AC outdoor mengunakan alat cuci A C yang ber fungsi

Pada bangunan Bandar Udara Kuala Lumpur ini menggunakan struktur yang termasuk ke dalam pengelompokan struktur Surface Active Structure System yaitu single

Hasil yang dicapai untuk merancang sebuah bangunan yang aerodinamis dengan memanfaatkan sirkulasi udara secara alami pada bangunan sekaligus mengurangi dampak polusi

Dampak buruk polusi udara bagi kesehatan manusia tidak dapat dibantah lagi, baik polusi udara yang terjadi di alam bebas (Outdoor air polution)