Nama: Santa Monica Angelin Sitompul Npm: 066120210
Kelas: F
TUGAS MAKALA HUKUM TAURAT
ESAY
1. COBA JELASKAN MENGAPA ALLAH MEMBERI HUKUM TAURAT KEPADA MANUSIA
Pada Galatia 3: 24 “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.”
Taurat” artinya “hukum” atau “pengajaran” dan menunjuk pada keseluruhan apa yang diketahui Allah dan hubungan-Nya dengan dunia ciptaan-Nya. Dalam pengertian yang lebih sempit, Taurat menunjuk pada lima kitab Musa –Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan yang terletak di permulaan Kitab Suci. Bersamaan hari Sabat Taurat dirayakan sebagai pemberian Tuhan terbesar kepada orang-orang Yahudi.
orang Yahudi menggunakan kata Hukum dengan 4 cara: 1. Mereka memakai dan memahami Hukum dalam 10 hukum. 2. mereka memakai kata tersebut dalam arti 5 kitab yang pertama dalam Kitab Suci. Dan 5 kitab yang pertama itu disebut
Pentateuch yang secara hurufiah berarti 5 gulungan. Pentateuch itu merupakan hukum yang sangat penting di dalam kehidupan orang Yahudi. 3. Mereka juga memakai ungkapan kitab Hukum dan para nabi yang berarti seluruh kitab Suci. Mereka memakai ungkapan itu untuk menyatakan secara komprehensif seluruh kitab Suci yang kita sebut Perjanjian Lama. Dan yang ke 4 Mereka memakai kata Hukum itu dalam hati hukum Lisan atau hukum Tertulis. Tuhan Yesus menguraikan kitab Suci dalam 3 bagian besar yaitu kitab hukum Taurat Musa, kitab para nabi dan kitab Mazmur (Mat. 5:17; Luk. 24:27,44). Bukan hanya itu, Israel mengetahui dengan pasti sejarah bangsa dan nenek moyang mereka. John Drane dalam bukunya “Memahami Perjanjian Baru” berkata bahwa Kelima kitab Taurat menempati kedudukan yang sentral dalam agama Yahudi. Orang Kristen percaya bahwa 66 kitab dalam Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) adalah Firman yang diberikan dan
dipercayakan oleh Tuhan melalui para penulis Alkitab yang mendapatjan inspirasi dari Allah. Namun bagi orang Yahudi mereka tidak menerima dan menyebut secara demikian. Kitab Suci orang Yahudi berisi dokumen-dokumen yang sama seperti Perjanjian Lama Protestan (Perjanjian Lama Katolik berisi banyak kitab), di samping tulisan-tulisan lain. Orang Yahudi menyebut kitab Suci Ibrani sebagai Taurat, para nabi dan tulisan-tulisan, atau diringkas sebagai Tanakh (diambil dari huruf pertama tiap bagian Alkitab itu, Taurat, Nebiim dan Ketubim). Identitas Taurat adalah identitas yang patut dipelihara, selain penyataan Tuhan kepada umat Israel, Taurat menjadi pusat kehidupan agama Yahudi yang tidak akan tergantikan posisinya, Ketika Ezra membaca Taurat di depan publik dan orang-orang menerimanya, Taurat menjadi kitab suci untuk orang-orang Yahudi. Ini adalah peristiwa terakhir di era
Alkitabiah. Ezra menjadi tokoh yang fenomenal dan yang memiliki kontribusi besar bagi orang Israel pasca pembuangan.
Orang Yahudi merasa bahwa berpegang kepada Taurat adalah menjadi tujuan utama mereka, sehingga mereka menjadi orang yang beradab dan orang baik. Penghargaan kepada Musa sebagai pribadi yang mendapat kepercayaan besar untuk menurunkan Taurat kepada orang Israel, sudah sangat lazim. Musa sebagai penulis kitab Musa, berakar kuat di dalam kepercayaan orang-orang Yahudi hingga sekarang.
2. APA YANG HARUS DILAKUKAN MANUSIA DALAM MEMATUHI HUKUM TAURAT
• Melakukan Hukum Taurat tidak boleh sebagian-sebagian. ”Sebab
barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” (Yakobus 2:10).
• Pelanggaran Hukum Taurat adalah dosa.“Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” (I Yohanes 3:4).
• Upah pelanggaran Hukum Taurat adalah maut dan Hidup Kekal merupakan Karunia Allah. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23)
3. HUKUM TAURAT BUKAN UNTUK MANUSIA MASUK SORGA COBA JELASKAN
Hukum Taurat pada dasarnya merupakan hukum moral yaitu suatu hukum yang membahas peraturan-peraturan Allah untuk hidup kudus (Keluaran 20:1-17). Selain itu Hukum Taurat juga merupakan hukum perdata karena sebagian isinya adalah membahas kehidupan hukum dan sosial Israel sebagai bangsa (Keluaran 21:1-23:33).
Hukum Taurat juga merupakan hukum tata ibadah karena di dalamnya mengandung juga bagaimana bentuk dan upacara penyembahan Israel kepada Tuhan termasuk sistem persembahan korban (Keluaran 24:12-31:18).
Oleh sebab itu, ada beberapa sifat dan fungsi Hukum Taurat yang menjadi kegunaan dari Hukum Taurat itu sendiri, yaitu:
1. Hukum Taurat diberikan dalam hubungan perjanjian yang dibuat oleh Allah dengan umat-Nya, berisi ketentuan-ketentuan perjanjian yang harus ditaati. Orang Israel secara formal menerima kewajiban-kewajiban perjanjian ini (Keluaran 24:1-8).
2. Ketaatan Israel kepada Hukum Taurat berlandaskan pada kemurahan Allah yang menyelamatkan dan memerdekakan (Keluaran 19:4). Hukum Taurat diberikan setelah bangsa Israel dimerdekakan dari perbudakan bangsa Mesir (Keluaran 20:2), dan sementara mereka hidup sebagai “perantau” di bumi oleh kasih karunia Allah (Keluaran 19:4).
3. Hukum Taurat merupakan pernyataan kehendak Allah mengenai perilaku umat-Nya (Keluaran 19:4-6; 20:1-17; 21:1-24:8) dan menentukan persembahan darah untuk mengadakan pendamaian karena dosa mereka (Imamat 1:5; 16:33). Hukum Taurat tidak direncanakan sebagai suatu sarana untuk memperoleh keselamatan karena umat yang diberikan Hukum Taurat sudah berada dalam hubungan yang selamat dengan Allah (Keluaran 20:2). Sebaliknya, melalui Hukum Taurat mereka mengetahui apa yang dikehendaki Allah dalam pola kehidupan mereka. Orang Israel diharapkan untuk mentaati Hukum Taurat oleh kasih karunia Allah supaya memelihara dan merayakan hubungan iman dengan-Nya (Ulangan 28:1-2; 30:15-20).
4. Kepercayaan kepada Allah dan Firman-Nya (Kejadian 15:6) dan kasih yang mendalam terhadap Dia (Ulangan 6:5) menjadi landasan untuk mentaati Hukum Taurat.
5. Hukum Taurat menekankan kebenaran abadi bahwa ketaatan kepada Allah dari hati yang penuh kasih (Kejadian 2:9; Ulangan 6:5) akan menghasilkan kehidupan berlimpah-limpah dan berkat-berkat yang berharga dari Tuhan (Ulangan 4:1,40; 5:33;
8:1; Mazmur 119:45; Roma 8:13; 1 Yohanes 1:7; Kejadian 2:16).
6. Hukum Taurat mengungkapkan sifat dan sikap Allah, yaitu kasih, kebaikan, keadilan, dan kebencian-Nya akan dosa. Orang Israel yang percaya diharapkan untuk mentaati Hukum Taurat karena mereka telah diciptakan menurut gambar-Nya (Imamat 19:2).
7. Keselamatan tidak pernah dilandaskan pada kesempurnaan dalam mentaati Hukum Taurat.
8. Hukum Taurat bertindak sebagai pengawal umat Allah sampai Kristus datang (Galatia 3:22-26). Perjanjian yang lama kini sudah diganti dengan perjanjian yang baru; di dalamnya Allah telah menyingkapkan seluruh rencana keselamatan-Nya melalui Yesus Kristus (Roma 3:24-26; Galatia 3:19).
9. Hukum Taurat diberikan oleh Allah dan ditambahkan kepada janji "karena pelanggaran-pelanggaran" (Galatia 3:19); yaitu, hukum direncanakan dengan maksud (a) mengatur tingkah laku, (b) menegaskan apa dosa itu, (c) menunjukkan kepada Israel kecenderungan mereka untuk melanggar kehendak Allah dan melakukan kejahatan, dan (d) membangkitkan kesadaran mereka akan perlunya pengampunan, kasih karunia, dan penebusan Allah (Roma 3:20; 5:20; 8:2).
Selain itu, melakukan hukum taurat bertujuan agar manusia dapat berhasil dan beruntung dalam perjalanan hidupnya. Dalam kitab Yosua 1:8, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”.
4. DARI 10 HUKUM TAURAT ITU MANA YANG SULIT UNTUK DILAKSANAKAN MENGAPA?
Pada hukum taurat yang terakhir yaitu hukum taurat yang ke 10 yaitu Jangan Mengingini Rumah Sesamamu, Jangan Mengingini Isterinya, Atau Apapun yang Menjadi Milik Sesamamu, pada perintah ini mempunyai sifat batin yaitu berkaitan dengan adanya keinginan dimana kita susah untuk menguasai diri atas keinginan serta hawa nafsu dimana jika kita tidak dapat menguasai diri maka kitaa akan selalu merasa kekurangan terus menerus dan tidak akan pernah ada rasa bersyukur hal ini juga disebabkan karena keegoisan serta sifat tidak mau kalah, sehingga sangatlah sulit untuk melakukan 10 huku taurat dengan baik.
5. COBA JELASKAN DENGAN SINGKAT APA YANG DIMAKSUD DARI 10 HUKUM TAURAT DAN BAGAIMAN DENGAN ETIKA KRISTEN
Sebelum menyampaikan hukum Taurat, Yesus memperkenalkan diri kepada Musa sebagai YHWH. Disini, Allah mengikat diri dengan bangsa Israel melalui sebuah perjanjian. Perjanjian tersebut berisi tindakan penyelamatan yang dilakukan Tuhan kepada Israel. Bangsa Israel dituntut untuk mentaati seluruh perjanjian tersebut.
Bukan hanya sebagai sebuah kewajiban saja, melainkan sebagai suatu ketaatan akan kebaikan Tuhan. Setelah itu, barulah dituliskan oleh nabi Musa pada dua loh batu.
Perintah taurat satu hingga empat tertulis dalam loh batu satu. Sedangkan yang kelima
hingga kesepuluh tertulis pada loh batu dua. Sepuluh Perintah taurat terdapat dalam dua Kitab Perjanjian Lama. Pertama, Keluaran 20:2-17. Kedua, Ulangan 5:6- 21. Sepuluh Perintah Taurat tersebut tidak hanya diberlakukan pada bangsa Israel.
Namun, juga berlaku pada semua umat Kristiani, etika orang Kristen dalam melakukan hukum taurat adalah harus dengan hati yang bersunguh sunggu bukan hanya dengan kemauan saja karena semakin hari semakin banyak orang yang melupakan hukum taurat dan melanggar hukum taurat karena keinginan daging saja maka dari itu kita sebagai orang Kristen haruslah tetap mengikuti pedoman hukum taurat walaupun kita terkadang masih melakukan hal yang salah