Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian
TUGAS INDIVIDU
Oleh:
Stefany Florencia 200302052 MSP B 2020
MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2023
TUGAS INDIVIDU
NAMA : STEFANY FLORENCIA
NIM : 200302052/MSP B’ 2020
1. Apa perlunya desain dalam penelitian ?
Jawab : Desain penelitian adalah suatu rencana sistematis yang dirancang untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian atau mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Desain penelitian merupakan langkah awal yang sangat penting dalam melakukan penelitian karena akan menentukan keseluruhan proses penelitian dan akurasi hasil penelitian yang akan diperoleh. Oleh karena itu, ada beberapa alasan mengapa desain perlu dalam penelitian, yaitu:
1. Menghindari kesalahan penelitian: Dengan desain penelitian yang baik, para peneliti dapat menghindari kesalahan dalam penelitian seperti bias, pengumpulan data yang tidak akurat, dan kesalahan dalam interpretasi hasil.
2. Meningkatkan validitas penelitian: Desain penelitian yang tepat dan akurat akan meningkatkan validitas penelitian, yaitu tingkat keakuratan atau ketepatan dalam pengukuran variabel yang sedang diteliti.
3. Memastikan objektivitas penelitian: Desain penelitian juga memastikan objektivitas penelitian karena dapat menjamin bahwa data yang dikumpulkan dan dianalisis tidak terpengaruh oleh faktor subjektivitas peneliti.
4. Meningkatkan keandalan penelitian: Desain penelitian yang baik akan meningkatkan keandalan penelitian, yaitu kemampuan penelitian untuk menghasilkan hasil yang konsisten dan dapat diandalkan.
5. Meningkatkan efisiensi penelitian: Dengan desain penelitian yang baik, para peneliti dapat menghemat waktu dan biaya yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian.
6. Memudahkan analisis data: Desain penelitian yang baik akan memudahkan analisis data karena akan memastikan bahwa data yang diperoleh relevan dengan tujuan penelitian dan sesuai dengan metode analisis yang akan digunakan.
Dengan demikian, desain penelitian sangat penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan baik dan menghasilkan hasil yang valid, akurat, dan dapat diandalkan.
2. Apa itu treatment (perlakuan) dalam penelitian?
Jawab : Treatment atau perlakuan dalam penelitian adalah suatu tindakan atau manipulasi yang dilakukan pada objek penelitian atau subjek penelitian untuk mempelajari pengaruhnya terhadap variabel yang diamati. Dalam penelitian eksperimental, treatment sering digunakan untuk menguji hipotesis bahwa manipulasi tertentu pada variabel independen akan memengaruhi variabel dependen. Misalnya, dalam penelitian tentang pengaruh pemberian pupuk terhadap pertumbuhan tanaman, pupuk adalah treatment yang diberikan pada tanaman, sementara pertumbuhan tanaman adalah variabel dependen. Dalam penelitian non- eksperimental, treatment dapat berupa kondisi atau keadaan yang diamati dan kemudian dibandingkan dengan kondisi atau keadaan lain. Contohnya, dalam penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres pada mahasiswa, treatment dapat berupa kehadiran dalam kelas, tugas kuliah, atau jenis kelamin mahasiswa. Pemilihan treatment yang tepat dan relevan dalam penelitian sangat penting untuk memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian.
3. Apa itu kontrol atau pembanding?
Jawab : Kontrol atau pembanding dalam penelitian eksperimental adalah kelompok atau kondisi yang dibuat untuk membandingkan hasil dari kelompok atau kondisi yang lain. Kelompok atau kondisi yang menjadi kontrol tidak mendapatkan perlakuan atau intervensi yang sama dengan kelompok atau kondisi yang sedang diuji. Dengan adanya kelompok atau kondisi kontrol, peneliti dapat menilai efektivitas dari perlakuan atau intervensi yang diberikan pada kelompok atau kondisi yang sedang diuji. Dalam penelitian eksperimental, kontrol dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kontrol aktif dan kontrol pasif. Kontrol aktif adalah kelompok atau kondisi yang mendapatkan perlakuan atau intervensi lain selain dari yang sedang diuji, sementara kontrol pasif tidak mendapatkan perlakuan atau intervensi apapun selain dari kondisi biasa yang mereka alami.
Kontrol sangat penting dalam penelitian eksperimental karena dapat membantu peneliti untuk meminimalkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil dari
penelitian tersebut. Dengan adanya kontrol, peneliti dapat memastikan bahwa perbedaan hasil antara kelompok atau kondisi yang diuji dan kontrol tidak disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak terkontrol.
4. Apa itu ulangan? Buat masing-masing contohnya!
Jawab : Ulangan dalam penelitian adalah proses pengulangan atau pengulangan tes atau pengamatan yang dilakukan oleh peneliti untuk memastikan keakuratan hasil penelitian dan meminimalkan faktor kesalahan atau bias. Ulangan dalam penelitian bertujuan untuk menghasilkan data yang konsisten, dapat dipercaya dan valid.
Contoh penggunaan ulangan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Ulangan pada pengambilan sampel: Peneliti dapat melakukan pengambilan sampel beberapa kali pada waktu yang berbeda untuk memastikan bahwa sampel yang diambil adalah representatif dari populasi. Misalnya, peneliti ingin mengambil sampel air dari danau untuk memeriksa kualitas air.
Peneliti dapat mengambil sampel air di waktu yang berbeda untuk memastikan bahwa hasilnya akurat.
2. Ulangan pada instrumen pengukuran: Peneliti dapat melakukan pengulangan pada instrumen pengukuran seperti kuesioner, tes, atau alat pengukur lainnya untuk memastikan bahwa hasil pengukuran konsisten dan dapat dipercaya. Misalnya, peneliti ingin mengukur tingkat kecemasan pada mahasiswa. Peneliti dapat melakukan pengulangan pada tes kecemasan untuk memastikan bahwa hasilnya konsisten.
3. Ulangan pada pengamatan: Peneliti dapat melakukan pengulangan pada pengamatan untuk memastikan bahwa hasil pengamatan konsisten dan valid. Misalnya, peneliti ingin mengamati perilaku binatang di alam liar.
Peneliti dapat melakukan pengamatan pada waktu yang berbeda untuk memastikan bahwa hasilnya valid dan dapat dipercaya.
5. Buat satu judul penelitian, jelaskan tujuan, hipotesis desain, treatment dan ulangannya dan parameter/indicator pengamatannya!
Jawab :
Judul Penelitian:
“Pengaruh Pemberian Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Perairan Tambak Budidaya BBI Samosir”
Tujuan:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian pakan buatan dapat meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Perairan Tambak Budidaya BBI Samosir.
Hipotesis:
Hipotesis dari penelitian ini adalah bahwa pemberian pakan buatan akan meningkatkan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus).
H0 : Tidak adanya pengaruh pemberian pakan buatan terhadap pertumbuhan Ikan nila (Oreochromis niloticus). (Tolak H0)
H1 : Adanya pengaruh pemberian pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). (Terima H1)
Desain:
Penelitian ini menggunakan desain eksperimental acak kelompok dengan dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang diberi pakan buatan dan kelompok kontrol yang tidak diberi pakan buatan.
Treatment:
Kelompok perlakuan akan diberi pakan buatan dua kali sehari, sedangkan kelompok kontrol hanya diberi pakan alami yang tersedia di perairan tambak.
Ulangan:
Pengambilan data pertumbuhan ikan nila dilakukan pada minggu ke-4, ke-8, dan ke-12 setelah perlakuan diberikan. Setiap pengambilan data dilakukan pada 10 ekor ikan nila secara acak dari setiap kelompok perlakuan.
Parameter/Indicator Pengamatan:
Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ikan nila yang diukur melalui panjang dan berat badan ikan. Indikator pengamatan yang digunakan adalah panjang ikan nila (cm) dan berat badan ikan nila (gram)