• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Politik Lokal dan Otonomi Daerah (UAS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Tugas Politik Lokal dan Otonomi Daerah (UAS)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1 of 2 Tugas Politik Lokal dan Otonomi Daerah (UAS)

Membuat telaah kasus atas salah satu dari 7 tema bahasan berikut ini (tema untuk masing-masing mahasiswa telah ditentukan):

1. Hubungan eksekutif – legistatif di daerah 2. Pengelolaan Keuangan di Daerah

3. Konflik Kewenangan Pusat – Daerah 4. Pemekaran Wilayah

5. Pemilukada dan Masalahnya

6. Otonomi Khusus dan Daerah Istimewa 7. Kerjasama Antar Daerah

Panduan Tugas:

1. Telaah tersebut berdasarkan sebuah kasus yang terjadi di suatu daerah (contoh: studi kasus sebagaimana dibahas pada waktu presentasi).

2. Contoh kasus yang ditelaah boleh bersumber dari buku, artikel, hasil penelitian maupun terbitan lain. Bahan dari media massa (koran, website dsb) boleh digunakan sepanjang memuat informasi resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Telaahlah kasus-kasus tersebut dengan menggunakan parameter teoritis kajian-kajian desentralisasi dan politik lokal (Smith, 1985) yaitu:

1. Efisiensi penyelenggaraan pemerintahan.

2. Perluasan otonomi daerah.

3. Stabilitas daerah.

4. Efektivitas dalam penanggulangan masalah social yang terjadi di daerah.

5. Dominasi lembaga-lembaga di daerah dan lembaga vertical di daerah.

6. Kemandirian daerah (pembiayaan implementasi program-program di daerah);

atau: ketergantungan pada pemerintah pusat.

7. Hubungan pusat dan daerah :

a. Akses daerah terhadap sumberdaya yang dikontrol oleh pemerintah pusat (central government’s resources).

b. Kemampuan politisi lokal dalam melakukan lobby dan tekanan pada kebijakan pemerintah pusat.

8. Kemampuan ber-otonomi di daerah yang bersangkutan (aspek internal).

9. Aspek eksternal, yaitu factor-faktor dari luar daerah yang secara positif (memberikan dukungan) maupun negatif (menghambat) terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

10. Kemampuan pemerintah daerah:

a. Performance sktruktur pemerintah daerah.

b. Mobilisasi sumber dana (financial capacity).

c. Individu yang terlibat dalam kegiatan pemerintahan (manpower capacity).

(2)

2 of 2 4. Untuk membantu telaah, sebelumnya lakukan identifikasi terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya isu dimaksud yakni meliputi identifikasi terhadap beberapa pointers berikut ini (Robert Bate, 1981 dan Liddle, 1996, sebagaimana direkonstruksi oleh Syarif Hidayat, 2005):

1. Kapasitas para elit lokal.

2. Factor—faktor yang secara langsung maupun tidak langsung yang memengaruhi perilaku para elit penyelenggara pemerintahandi daerah dalam mengimplementasikan otoritas pemerintahan.

3. Persepsi para elite tentang peluang dan kendala (opportunity and constraint).

5. Sajikan dalam bentuk artikel sepanjang minimal 7 halaman A4, maksimal 10 halaman A4, spasi 1.5, font Times New Roman 12, dijilid rapi.

6. Sumber bacaan yang memuat kasus yang ditelaah (fotokopi/ print out artikel website/ klipping) dilampirkan dalam artikel ini.

7. Kumpulkan tugas ini pada tanggal sesuai jadual UAS Politik Lokal dan Otonomi Daerah.

Salam…. ☺ WK

Referensi

Dokumen terkait

Penelitan ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dan teknisk analisis kualitatif, sumber data adalah peraturan perundang-undangan tentang pemerintahan daerah,

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, studi kasus yang fokus pada hasil penelitian kasus mengenai konflik elit dan persepsi masyarakat dalam

Dari hasil penelitian, dapat diidentifikasi sejumlah masalah mendasar antara lain: (1) Yang merasa berotonomi daerah adalah kelompok minoritas yakni kalangan elit politik

Pelaksanaan Roda pemerintahan di bidang pemerintahan umum di Kota Tanjungbalai berdasarkan peraturan Walikota Tanjungbalai Nomor 26 Tahun 2016 tentang Kedudukan,

Penyelenggara pemerintahan adalah presiden dibantu oleh wakil presiden dan para menteri negara. Penyelenggara pemerintah daerah adalah pemerintah daerah dan

Kebijakan otonomi daerah menjadi isu pergeseran kekuasaan dikalangan para elit dari pada isu melayani masyarakat secara lebih efektif, hal ini diwarnai oleh

Biasanya etika ini terbentuk sebelum menjadi pegawai negeri (petugas penyelenggara pelayanan publik). Etika profesi adalah serangkaian norma atau aturan yang menuntun

Penjelasan Undang – Undang tersebut diatas sangat penting artinya bagi kepastian Hukum mengenai Pemerintahan dan Otonomi Daerah, untuk di ketahui semua pihak baik kalangan