• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS TPPW 1

N/A
N/A
myuti ah

Academic year: 2025

Membagikan "TUGAS TPPW 1"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

TUGAS KE-1

TEKNIK PERENCANAAN PENGEMBANGAN WILAYAH

ANALISIS EKONOMI WILAYAH

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan Tugas Mata Kuliah TPPW (202421360092), Kamis, 09.41-12.20 WIB

Semester Januari-Juni 2025.

Oleh:

Jundi’ah Muti’ah NIM. 22136020

Dosen Pengampu Mata Kuliah:

Sri Mariya, S.Pd, M.Pd NIP. 198805032015042003

PROGRAM STUDI GEOGRAFI DEPARTEMEN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2025

(2)

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Analisis Ekonomi Wilayah” ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Perencanaan Pengembangan Wilayah. Selain itu, makalah ini bertujuan agar penulis dan pembaca memahami tentang analisis ekonomi wilayah.

Tak lupa ucapan terima kasih kepada Bu Sri Mariya, S.Pd, M.Pd yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang penulis tekuni. Kemudian, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat penulis harapkan. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih dan selamat membaca.

Padang, 10 Februari 2025

Penulis

(3)

3 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 4

1.1 Latar Belakang ... 4

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penulisan ... 4

BAB II PEMBAHASAN ... 5-6 2.1 Definisi Analisis Ekonomi Wilayah ... 5

2.2 Metode Dan Tata Cara Analisis Ekonomi Wilayah Dan Sumber Daya Alam ... 5

2.3 Data Dan Peta Yang Dibutuhkan Dalam Analisis Ekonomi Wilayah Dan Sumber Daya Alam ... 6

2.4 Contoh Penerapan Analisis Ekonomi Wilayah Dan Sumber Daya Alam ... 6

BAB III PENUTUP ... 7

3.1 Simpulan ... 7

3.2 Saran ... 7

DAFTAR PUSTAKA ... 8

(4)

4

BAB I PENDAHULUAN 1.4 Latar Belakang

Dalam Teknik Perencanaan Pengembangan Wilayah (TPPW) mencoba memahami tentang bagaimana melakukan perencanaan pengembangan wilayah dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan lingkungan berkelanjutan. Salah satu indikator penting dalam Teknik Perencanaan Pengembangan Wilayah (TPPW) ialah analisis ekonomi wilayah. Hal ini karena dalam suatu wilayah yang berkembang pasti ada pengaruh ekonominya. Analisis ekonomi wilayah dan sumber daya alam menjadi aspek penting dalam perencanaan pembangunan suatu daerah.

Perekonomian suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya alam dan bagaimana sumber daya tersebut dimanfaatkan. Dengan analisis yang tepat, kebijakan ekonomi dapat dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

1.5 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Apa yang dimaksud dengan analisis ekonomi wilayah dan sumber daya alam?

2. Bagaimana tata cara melakukan analisis ekonomi wilayah dan sumber daya alam?

3. Apa saja data dan peta yang dibutuhkan dalam analisis ekonomi wilayah dan sumber daya alam?

4. Bagaimana contoh penerapan analisis ekonomi wilayah dan sumber daya alam?

1.6 Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Memahami konsep dasar analisis ekonomi wilayah dan sumber daya alam.

2. Mengetahui metode dan tata cara analisis ekonomi wilayah dan sumber daya alam.

3. Mengidentifikasi kebutuhan data dan peta dalam analisis ini.

4. Memberikan contoh nyata penerapan analisis ekonomi wilayah dan sumber daya alam.

(5)

5

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi Analisis Ekonomi Wilayah

Analisis ekonomi wilayah ialah cabang ilmu dari ilmu ekonomi yang mendalami perilaku manusia di tingkat lokal dengan fokus pada sumber daya, distribusi, produksi dan konsumsi dalam konteks geografis. Menurut Krogman dan Venables (2016) Dalam Buku Ekonomi Wilayah dan Kota (2024) analisis ekonomi wilayah menggarisbawahi dimensi spasial yang penting dalam analisis ekonomi. Melalui pendekatan ekonomi wilayah akan memandang bagaimana perspektid geografis mempengaruhi pola ekonomi seperti hubungan antar perusahaan, pasar dan infrastruktur dalam suatu wilayah. Maka dari itu, analisis ekonomi wilayah menjadi hal yang krusial dalam merancang kebijakan yang sesuai dengan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Analisis ekonomi wilayah berfokus pada bagaimana sumber daya alam dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tanpa merusak keseimbangan lingkungan. Hal ini mencakup efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya serta dampaknya terhadap perekonomian wilayah (Pearce & Turner, 1990).

2.2 Metode Dan Tata Cara Analisis Ekonomi Wilayah Dan Sumber Daya Alam

Metode atau cara melakukan analisis ekonomi wilayah bisa dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ) dengan data yang dibutuhkan adalah data PDRB suatu daerah disini saya menggunakan data PDRB Kota Padang. Setelah itu, gunakan rumus LQ dalam menganalisisnya berikut adalah rumus Location Qoutient (LQ):

Keterangan:

Ei = jumlah tenaga kerja/PDRB sektor i di wilayah Kota Padang Et = total tenaga kerja/PDRB seluruh sektor di wilayah Kota Padang

= proporsi sektor i dalam wilayah (Kota Padang)

= proporsi sektor i dalam skala nasional (Sumatera Barat)

2.3 Data Dan Peta Yang Dibutuhkan Dalam Analisis Ekonomi Wilayah Dan Sumber Daya Alam

1. Data PDRB Kota Padang, data ekonomi provinsi Sumatera Barat dan SHP kota Padang.

Data PDRB dan data ekonomi provinsi Sumatera Barat dibuat dalam bentuk xls/csv di aplikasi EXCEL.

2. Kemudian, hitung LQ dengan menggunakan rumus diatas. LQ bisa dihitung langsung di aplikasi Microsof Excel atau di Field Calculator di ArcGIS. Caranya adalah sebagai berikut.

- Jika di Excel

• Buat kolom untuk sektor ekonomi tiap wilayah.

• Buat kolom total ekonomi seluruh sektor tiap wilayah.

(6)

6

• Hitung proporsi ekonomi tiap sektor di wilayah dan nasional.

• Gunakan rumus di atas untuk mendapatkan nilai LQ.

• Simpan hasilnya sebagai file .csv untuk diimpor ke ArcGIS.

- Jika di ArcGIS

• Buka tabel atribut shapefile wilayah yang akan dianalisis.

• Tambahkan field baru untuk LQ.

• Gunakan Field Calculator untuk menghitung LQ langsung di ArcGIS berdasarkan data ekonomi yang telah diimpor.

3. Gabungkan data tadi dengan peta di ArcGis, dimana peta SHP kota Padang ditambahkan di layar ArcGIS, kemudidan tambah data PDRB yang telah dihitung dengan SHP Kota Padang berdasarkan ID wilayah, dengan cara:

- Klik Joins and Relates > Join di tabel atribut.

- Pilih file .csv yang sudah berisi data LQ.

- Pastikan ada kolom yang bisa menghubungkan data, misalnya kode wilayah.

4. Selanjutnya, tekan “simbology” pada layer, pilih graduated colors untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan nilai LQ. Atur kelas warna (bisa 3 sampai 5 kategori) dengan keterangan:

- LQ < 1 → Warna terang (sektor tidak unggul).

- LQ = 1 → Warna netral (seimbang dengan nasional).

- LQ > 1 → Warna gelap (sektor unggulan).

Sesuaikan dengan data dengan legenda setelah di layout nanti, agar mudah dipahami.

5. Terakhir, lakukan analisis dan interpretasi peta. Analisis kecamatan mana di Kota Padang yang mempunyai sektor unggulan atau menonjol, apakah ada pola geografis tertentu yang unik, dan apakah itu berpengaruh ke masyarakat setempat atau tidak.

6. Jika mau, peta bisa dicetak atau di jadikan PNG/JPEG. Dengan cara mengekspor peta.

Simpan peta dalam format PNG/JPEG/PDF dengan HD 3000, supaya tidak pecah saat dimasukkan ke dalam aplikasi lain. Atau jika mau simpan dalam bentuk MPK supaya bisa memudahkan data diolah di aplikasi GIS lain.

2.4 Contoh Penerapan Analisis Ekonomi Wilayah Dan Sumber Daya Alam

(7)

7

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan

Analisis ekonomi wilayah merupakan aspek penting dalam memahami perkembangan ekonomi suatu daerah berdasarkan perspektif geografis. Dengan metode seperti Location Quotient (LQ), kita dapat mengidentifikasi sektor-sektor unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah. Dalam penerapannya, analisis ini memerlukan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Padang dan Sumatera Barat, serta pemetaan berbasis SHP (Shapefile) untuk memvisualisasikan hasil analisis secara spasial.

Proses perhitungan LQ dapat dilakukan menggunakan Microsoft Excel atau langsung melalui Field Calculator di ArcGIS guna mengidentifikasi sektor yang menjadi basis ekonomi suatu kecamatan.

Dengan menggunakan pendekatan pemetaan di ArcGIS, hasil analisis dapat divisualisasikan dalam bentuk peta tematik yang menunjukkan perbedaan sektor unggulan berdasarkan warna. Wilayah dengan LQ > 1 menunjukkan sektor yang memiliki daya saing tinggi dibandingkan dengan skala nasional, sementara LQ < 1 menandakan sektor yang kurang berkembang. Penerapan metode ini tidak hanya membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang lebih efektif, tetapi juga dapat digunakan sebagai dasar kebijakan untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien. Dengan demikian, analisis ekonomi wilayah melalui metode LQ dapat menjadi alat strategis dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

3.2 Saran

Penulis menyadari bahwasanya makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk keabsahan makalah ini. Terima kasih dan selamat membaca.

(8)

8

DAFTAR PUSTAKA

Ardiyanto Maksimulianus Gai, et. al. (2024). Ekonomi Wilayah Dan Kota. MPI PT MEDIA PENERBIT INDONESIA. Diakses pada 10 Februari 2025, dari http://repository.mediapenerbitindonesia.com/243/1/%28%2BISBN%29T259%20-

%20Ekonomi%20Wilayah%20dan%20Kota.pdf.

Badan Pusat Statistik Kota Padang (2023). Kota Padang Dalam Angka Padang Municipality in Figures 2023. Diakses pada 12 Februari 2025, dari https://padangkota.bps.go.id/id/publication/2023/02/28/0f82539519b5c2e1eff579ef/k ota-padang-dalam-angka-2023.html.

Bappeda Padang. (2005). BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH. Diakses pada 12

Februari 2025, dari

https://bappeda.padang.go.id/uploads/audios/bappedapadang_62fd097772ce8.pdf?utm _source=chatgpt.com.

Eagle_1304. (2012). Analisis LQ Kota Padang. SCRIBD. Diakses pada 12 Februari 2025, dari https://id.scribd.com/doc/110384440/Analisis-Lq-Kota-

Padang?utm_source=chatgpt.com.

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ) dan analisis Shift Share (SSA). Hasil analisis LQ menunjukkan Komoditas karet merupakan komoditas basis di

dituntut untuk dapat berfungsi sebagai kegiatan basis ekonomi wilayah kota Palembang. Metode kuosien lokasi (Location Quotien = LQ) merupakan metode analisis yang

Penelitian ini menggunakan metode Analisis Location Quotient yang ditunjukkan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi dari suatu daerah/wilayah serta

Analisis Location Quotient (LQ) Apabila koefisien LQ &gt;1 berarti komoditas tersebut menjadi basis atau merupakan komoditas unggulan di suatu wilayah, hasilnya tidak

Hasil Perhitungan Location Quotient LQ Kabupaten Gorontalo Sektor Ekonomi Hasil Perhitungan LQ Keterangan Pertanian, Kehutanan, Perikanan 1,08 Basis Pertambangan dan penggalian 1,70

Analisis Overlay LQ, DLQ dan Shift-Share Tabel 4 Hasil Overlay Analisis Location Quotient LQ, Analisis Dynamic Location Quotient DLQ, dan Analisis Shift-share Kabupaten/Kota di

Metode-metode yang digunakan tersebut antara lain: 1 metode analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik pesisir Kabupaten Lamongan, 2 metode Location Quotient LQ untuk

Kajian ini mengidentifikasi komoditas unggulan pertanian di Sulawesi Tenggara yang berpotensi menjadi basis pengembangan wilayah secara berkelanjutan berdasarkan analisis Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ) data tahun