TUGAS 5 ORDERING PRINCIPLE DIALEKTIKA RUANG - ARS3223
Dosen Pengampu:
Ir. Samsul Bahri, ST
Disusun Oleh:
Syahrima 200406103
DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2023
Dalam susunan ruang suatu bangunan terdapat beberapa prinsip-prinsip penyusun yang digunakan dalam proses penataan oleh perancang bangunan. Prinsip-prinsip ini merupakan bagian dari tatanan komposisi arsitektur yang lebih besar. Ini menjadi tantangan bagi arsitek untuk mempertahankan tingkat tatanan komposisi sekaligus menghindari monoton yang berlebihan sehingga tercipta keseimbangan antara permintaan dan variasi yang diperlukan.
Prinsip-prinsip yang ada diantaranya adalah : 1. Sumbu (Axis)
Pada dasarnya, sumbu berada di tengah bangunan atau di atas pintu masuk. Sumbu memberikan panjang dan arah, menginduksi gerakan dan juga mempromosikan pandangan di sepanjang jalurnya dan harus diakhiri di kedua ujungnya dengan bentuk dan ruang yang signifikan. Salah satu penerapan prinsip ini yang ada pada Lingkungan sekitar salah satunya adalah di Masjid raya Medan berupa Pintu masuk yang menjadi sumbu/axis.
2. Simetri (Symmetry)
Simetri ialah bentuk terbalik yang sama dengan sisi lainnya. Dalam Arsitektur ini mengacu pada geometri suatu bangunan karena bangunan terdiri dari beberapa sisi yang ditengahnya terdapat sumbu. Simetri ini terdiri dari dua jenis yaitu bilateral dan radial.
Contoh penerapan prinsip simetri dapat kita rasakan di kehidupan sehari hari salah satu nya yaitu terdapat pada Pos Bloc medan, dapat terlihat terdapat kesimetrisan pada sisi sisi bangunannya.
3. Hierarki (Hierarchy)
Hierarki dalam arsitektur ini adalah sistem yang berdasarkan pada hubungan ruang. Dalam Arsitektur hierarki dapat terlihat dari bentuk, ukuran, warna, atau lokasi penempatan yang unik.
4. Ritme
Ritme atau sering juga dikenal dengan irama didefinisikan sebagai sebuah gerakan pemersatu yang ditandai dengan adanya pengulangan yang berpola atau perubahan elemen formal atau motif dalam bentuk yang sama datau dimodifikasi.
Kita sering menempatkan elemen dan membuat interval pada elemen tersebut.
Ketika mata kita bergerak dari satu elemen ke elemen berikutnya dan melalui ritme ruang ini kita dapat menikmati rasa gerakan yang teratur seperti irama musik.
Pada gambar diatas merupakan contoh dari bangunan yang menerapkan ritme dapat dilihat pengulangan dari bentuk fasad yang selaras seperti irama.
5. Datum
Datum dalam arsitektur adalah garis, bidang, atau volume yang berkesinambungan dan berketeraturan. Datum berfungsi untuk mengumpulkan, mengukur, dan mengatur pola bentuk ruang. Datum juga sering disebut sebagai pola organisasi atau pola massa.
Dibahas lebih lanjut oleh Ching, sebuah datum harus memiliki kemenerusan visual yang cukup untuk memotong atau melewati elemen-elemen yang sedang diatur. Jika datum tersebut berbentuk planar atau volumetris, maka sebuah datum harus memiliki ukuran, penutupan, dan keteraturan yang cukup agar dapat dilihat sebagai sebuah sosok yang merangkul dan mengumpulkan elemen yang diatur dalam areanya secara bersama-sama.
Gambar diatas merupakan contoh penerapan datum dapat dilihat irama vertikal berupa garis berpadu dengan irama garis horizontal.
6. Transformasi
Bentuk merujuk kepada rupa atau wujud dari sebuah benda. Dalam arsitektur, bentuk merupakan titik sentuh antara massa dan ruang. Sehingga bentuk merujuk pada penampilan eksternal yang dapat dikenali, seperti kursi atau tubuh manusia yang mendudukinya. Bentuk dasar merupakan aspek prinsip yang membantu kita mengidentifikasi dan mengkategorikan bentuk. Bentuk dasar yang kita kenal di sekitar kita yaitu lingkaran, segitiga, dan bujur sangkar. Ketiganya bila dipanjangkan atau diputar akan menghasilkan bentuk yang memiliki volume, seperti lingkaran yang akan menjadi tabung, kerucut, dan atau bola; segitiga yang akan menjadi limas atau prisma; dan bujur sangkar yang akan menjadi kubus dan atau balok. Transformasi bentuk ini menurut F.D.K. Ching terbagi menjadi 4, yaitu:
a. Transformasi Dimensional b. Transformasi Subtraktif c. Transformasi Aditif
d. Benturan Pada Bentuk Geometri
Gambar diatas merupakan penerapan transformasi bentuk yaitu pada bentuk dasar bujur sangkar kemudian dilakukan transformasi berupa penambahan bentuk tabung pada tengah bentuk menjadikan bentuk tersebut menjadi sebuah bentuk baru.