Tesis merupakan bukti yang mencerminkan kemampuan akademik mahasiswa yang terlibat dalam penelitian yang berkaitan dengan program studinya. Dalam penyusunan skripsinya, mahasiswa dibimbing oleh dua orang pembimbing, yaitu Pembimbing Utama dan Pembantu Pembimbing. Memberikan masukan atau saran kepada mahasiswa atau pembimbing utama terhadap seluruh aspek skripsi mahasiswa yang bersangkutan.
Apabila usulan disetujui, Dekan setelah lulus program studi menerbitkan Surat Keputusan (SK) pergantian pembimbing mahasiswa yang bersangkutan. Apabila terjadi pergantian pembimbing ini, pembimbing yang bersangkutan tidak boleh menjadi anggota Badan Seminar Proposal Penelitian atau Badan Seminar Tesis bagi mahasiswa yang bersangkutan. Dosen pada program studi yang bersangkutan atau tenaga ahli di luar FISIP Unud yang mempunyai keahlian relevan dengan topik skripsi mahasiswa.
Proses Awal
Dalam hal terdapat dosen yang melebihi beban kerja maksimal, Subbagian Akademik wajib memberitahukan kepada Koordinator Program Studi terkait. Apabila nama calon pembimbing memenuhi ketentuan beban mengajar maksimal jumlah mahasiswa per kelas, Bagian Akademik menyerahkan Formulir 1 yang ditandatangani oleh Koordinator Program Studi bersama Wakil Dekan I (WD I). Subbagian Akademik menyediakan salinan surat tugas pembimbing skripsi untuk masing-masing pembimbing dan bagi mahasiswa yang bersangkutan.
Berdasarkan surat tugas pembimbing Disertasi, Subbagian Akademik menyiapkan keputusan pembimbing Tesis yang ditandatangani oleh Dekan atas nama Rektor. Sistematika proposal penelitian akan dijelaskan pada Bab Sistematika Tesis Kuantitatif dan Bab Sistematika Tesis Kualitatif.
Bimbingan Proposal Penelitian
Catatan panduan ini nantinya akan difotokopi dan diserahkan kepada pembimbing utama dan asisten setelah proses penyusunan tesis (termasuk revisi) selesai. Apabila dinilai usulan layak, pembimbing utama mempersilahkan mahasiswa yang bersangkutan untuk mendapat bimbingan dari pembimbing pembantu. Tahapan ini wajib dicantumkan oleh pembimbing utama dalam pembimbingan, dengan menyatakan bahwa mahasiswa telah mendapat izin untuk menerima bimbingan dari pembimbing pembantu.
Mahasiswa wajib menunjukkan catatan bimbingan yang menyatakan bahwa mahasiswa yang bersangkutan telah diizinkan menerima bimbingan dari pembimbing pendamping. Mahasiswa menghubungi kembali Pembimbing Utama untuk menyampaikan proposal penelitian yang telah direvisi di bawah bimbingan Pembantu Pembimbing. Apabila dianggap perlu, Pembimbing Utama dan Asisten memberikan persetujuan atas proposal penelitian yang akan dipresentasikan dalam seminar dengan menandatangani Formulir Persetujuan Pengawas Seminar Proposal Penelitian.
Seminar Proposal Penelitian
Seminar Proposal Penelitian wajib dilaksanakan paling lambat satu bulan setelah proposal penelitian disetujui oleh Ketua dan Pembantu Pembimbing. Subbagian Akademik menerbitkan Surat Penugasan bagi Pembimbing dan Penguji untuk mengikuti Seminar Proposal Penelitian (Formulir 9) yang ditandatangani oleh Dekan. Borang Evaluasi Anggota Pengurus Lokakarya Proposal Penelitian (Formulir 10) bagi seluruh Pengawas dan Penguji, copy Berita Acara Lokakarya Proposal Penelitian (Formulir 11) dan Hasil Evaluasi Lokakarya Proposal Penelitian (Formulir 12) bagi Ketua Pembimbing yang akan menjadi Ketua Dewan Penguji Seminar Proposal Penelitian.
Mahasiswa wajib mengingatkan dosen pembimbing dan penguji mengenai jadwal seminar proposal penelitian sehari sebelum seminar proposal. Pada saat Seminar Proposal Penelitian dan Seminar Tesis, dosen pembimbing dan penguji mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Peserta selain dosen pembimbing, penguji, dan mahasiswa yang menyusun proposal penelitian yang bersangkutan tidak mempunyai hak suara pada Seminar Proposal Penelitian.
Hasil Evaluasi Seminar Proposal Penelitian
Ketua Panitia Seminar mempersilakan para mahasiswa penulis skripsi untuk memasuki ruang seminar dan mendengar status kelayakan proposal penelitiannya. Apabila proposal penelitian dinilai memadai (baik dengan revisi maupun tanpa revisi), mahasiswa dapat melanjutkan proposal penelitiannya menjadi tesis. Apabila terdapat perbedaan pendapat mengenai status kelayakan usulan, maka akan diselesaikan terlebih dahulu melalui pembahasan di tingkat panitia seminar.
Revisi Pasca Seminar Proposal Penelitian
Melanjutkan Proposal Penelitian menjadi Skripsi
Pembimbing utama dan pembimbing harus membimbing mahasiswa untuk menjunjung tinggi integritas akademik, termasuk menghindari plagiarisme. Plagiarisme adalah kompilasi karya akademis yang seluruhnya atau sebagian menggunakan materi (ide dan informasi) orang lain tanpa atribusi yang sesuai dengan sumber aslinya. Apabila peninjauan plagiarisme tidak dapat dilakukan pada tingkat tutor, maka dapat dilakukan pada tingkat program studi oleh tutor utama atau asisten tutor.
Dalam menyelesaikan dugaan plagiarisme yang diselesaikan baik di tingkat dosen pembimbing maupun di tingkat komisi integritas, mahasiswa yang terlibat wajib didengarkan pernyataannya. Apabila pembimbing utama telah menyetujui rancangan skripsi mahasiswa, maka pembimbing utama mempersilahkan mahasiswa untuk menerima bimbingan dari pembimbing pembantu. Apabila memenuhi standar kelayakan, pembimbing utama dan pembimbing pembantu memberikan persetujuan skripsi untuk diberikan seminar dengan menandatangani formulir persetujuan dosen pembimbing untuk seminar tesis (form 13).
Pergantian Rumusan Masalah Pasca Seminar Proposal Penelitian
Mahasiswa yang melakukan perubahan rumusan masalah setelah Seminar Proposal Penelitian wajib mengikuti Seminar Proposal Penelitian kembali apabila tidak memenuhi persyaratan pada butir 7.1.
Seminar Skripsi
Berita Acara Seminar Tesis (Form 18) dan Formulir Rekapitulasi Nilai Evaluasi Seminar Tesis (Form 19) kepada Pembimbing Utama yang akan menjadi Ketua Seminar Proposal. Seminar tesis merupakan tes atau penilaian terhadap tesis mahasiswa dan kemampuan mahasiswa dalam mengkomunikasikan argumentasi yang berkaitan dengan penelitiannya. Peserta di luar Badan Seminar dan mahasiswa penulisan skripsi terkait tidak mempunyai hak suara dalam seminar skripsi.
Pada tahap ini mahasiswa yang sedang menulis skripsi dan penonton yang menyaksikan seminar skripsi meninggalkan ruang seminar. Setiap dosen pembimbing dan penguji wajib menyimpan 1 (satu) lembar arsip yang berisi formulir penilaian seminar skripsi. Pimpinan seminar tesis menyerahkan berita acara, borang evaluasi seminar tesis dan ringkasan hasil evaluasi seminar tesis kepada subbagian akademik.
Revisi Skripsi
Apabila mahasiswa mengajukan rumusan masalah yang berbeda, maka mahasiswa wajib memulai proses penyusunan skripsi dari awal. Apabila dalam Seminar Tesis terdapat peristiwa atau hal-hal yang melanggar integritas akademik, maka seluruh civitas akademika FISIP Unud dapat mengajukan peninjauan kepada Komisi Integritas. Ketentuan mengenai tugas dan wewenang Komisi Integritas akan diatur dalam bab tersendiri dalam pedoman ini.
Pengesahan Skripsi
Penyimpanan dan Publikasi
Tahapan Penyusunan Skripsi dapat Diringkas dalam Tabel di bawah ini
Bagian ini memberikan gambaran tentang konteks atau situasi yang mendasari permasalahan yang diteliti. Pada bagian ini penulis memberikan gambaran yang dapat menjawab pertanyaan: apa yang ingin dipelajari. Dalam penelitian kuantitatif, permasalahan atau fenomena yang diteliti kemudian dioperasionalkan menjadi variabel terikat.
Agar penelitian tetap fokus maka peneliti menyatakan batasan-batasan penelitiannya pada bagian ini, yang meliputi batasan tempat yang diteliti, batasan rentang waktu fenomena yang diteliti, dan batasan populasi/subyek penelitian. atau kondisi lain yang dinyatakan dengan jelas. batasan penulis. Pada bagian ini penulis menyajikan karya ilmiah yang berkaitan dengan topik yang diteliti, beserta hasil penelitiannya. Pada bagian ini, penulis menunjukkan perbedaan antara masalah yang ditelitinya dengan masalah yang diteliti orang lain dengan topik yang sama.
Bagian ini menunjukkan bahwa penelitian penulis belum pernah dilakukan oleh penulis lain (kebaruan). Pada bagian ini penulis mengemukakan teori-teori yang relevan dengan masalah yang diteliti dan akan digunakan sebagai alat analisis dalam penelitiannya. Pada bagian ini penulis memaparkan teknik analisis yang digunakan beserta alasan penggunaan teknik tersebut dalam kaitannya dengan tujuan penelitian, hipotesis dan jenis data penelitian.
Bagian ini juga menjelaskan kondisi-kondisi yang relevan dengan penelitian namun di luar kendali atau kendali peneliti. Pada bagian ini penulis memberikan gambaran yang dapat menjawab pertanyaan: Apa yang ingin Anda pelajari? Agar penelitian tetap terfokus, maka peneliti memberikan batasan-batasan penelitiannya pada bagian ini, antara lain batasan tempat yang diteliti, batasan rentang waktu fenomena yang diteliti, atau syarat-syarat lain yang jelas-jelas dibatasi oleh penulis.
Lokasi penelitian dihubungkan dengan pengalaman langsung peneliti di lapangan, bukan di ruang kelas atau laboratorium (Marvasti. Apalagi karena fenomena sosial yang terus berkembang, dimana masyarakat dunia saat ini sudah memasuki era informasi, dalam berbagai kajian fenomena visual virtual. seperti acara televisi, film, media sosial, berita online, dan lain-lain yang sejenis, digunakan istilah “domain penelitian” (Payne & Payne. Pada bagian ini peneliti mengolah data untuk dianalisis, yang meliputi proses pengorganisasian data, pengkodean, dan analisis/interpretasi Pada bagian ini juga dijelaskan hal-hal terkait yang relevan dengan penelitian tetapi tidak dapat dilaksanakan karena berada di luar kendali atau kendali peneliti.
Bahasa
Cara Pengetikan
Kertas
Spasi
Spasi ukuran 1,5 juga digunakan untuk penulisan kata pengantar dan daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, serta daftar singkatan dan istilah.
Tabel dan Gambar 1. Tabel
Teknik Kutipan
Penomoran pada Bab dan Bagian-Bagian dari Bab Contoh seperti di bawah ini
Penulisan Judul Bab dan Bagian-Bagiannya
Penulisan Rincian/Susunan
Kerangka dan Format Penulisan
Kata pengantar biasanya berisi ucapan terima kasih dan terima kasih kepada pihak-pihak yang berperan dalam penyelesaian skripsi mahasiswa. Kata pengantar juga dapat memuat semboyan atau semboyan yang memotivasi penulis untuk menyelesaikan tugas akhir. Daftar isi memuat urutan judul bab, subjudul, dan subjudul disertai nomor halaman.
Merupakan uraian singkat namun lengkap mengenai skripsi, yang meliputi rumusan masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian dan hasil penelitian. Abstrak harus ditulis dalam 1 spasi, ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, masing-masing diuraikan dalam 1 halaman dan diberi maksimal 5 kata kunci. Nomor halaman abstrak dalam huruf Romawi kecil ditulis pada bagian tengah bawah halaman.
Jarak antara judul dan paragraf pertama adalah empat spasi dan jarak antar paragraf adalah satu spasi. di tengah atas halaman dengan huruf besar. Penjelasan lebih rinci mengenai topik tersebut dibahas pada bab Sistematika penulisan skripsi dengan metode penelitian kuantitatif dan Sistematika penulisan skripsi dengan metode penelitian kualitatif.
Komisi Integritas
Formulir 5 yang telah diisi harus diserahkan kepada Sub Bagian Akademik oleh mahasiswa bersamaan dengan Formulir Pendaftaran Seminar Proposal Penelitian. Proposal penelitian yang dipaparkan pada seminar berjumlah 5 (lima) eksemplar yang masing-masing ditempatkan dalam folder yang berisi identitas mahasiswa. Terlampir formulir persetujuan pembimbing seminar proposal penelitian (form 5) dan formulir pendaftaran seminar proposal (form 6) yang telah ditandatangani.
Setelah koordinator program studi menandatangani formulir 7, ia mengembalikannya beserta lampiran formulir 5 dan formulir 6 kepada pihak departemen studi.
Persetujuan Pembimbing untuk Seminar Skripsi
Pendaftaran Seminar Skripsi
Segala biaya yang timbul akibat diterbitkannya surat tugas ini akan dibebankan pada anggaran yang tersedia untuk keperluan itu.
Nilai Seminar Skripsi
Berita Acara Seminar Skripsi
Rekapitulasi Nilai Evaluasi Seminar Skripsi
Persetujuan Pembimbing untuk Revisi Skripsi
Permohonan Pergantian Pembimbing Skripsi
EKONOMI POLITIK MEDIA DI ASIA TENGGARA (STUDI KASUS DI INDONESIA, FILIPINA DAN MALAYSIA)
PROPOSAL SKRIPSI
PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS UDAYANA 2021
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Ilmu Politik Pada Program Studi Hubungan Internasional
EKONOMI POLITIK MEDIA DI ASIA TENGGARA (STUDI KASUS DI INDONESIA, FILIPINA DAN MALAYSIA) (STUDI KASUS DI INDONESIA, FILIPINA DAN MALAYSIA). Telah berhasil dipertahankan dihadapan Dewan Seminar dan dinyatakan memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Politik pada Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana.
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI