Ukuran Pemusatan, Letak dan Penyebaran Data
I. UKURAN PEMUSATAN DATA A. Memahami Rataan Hitung ( Mean) 1.Rataan Hitung dari data tunggal
n
x = ∑ xi
i=1
Contoh: Tentukan rataan hitung dari data:
9 8 4 12 6 9 5 3 Jawab: x = ∑ xi
= 1 ( 9+8+4+12+6+9+5+3 ) 8
= 7
2.Rataan hitung dari data berkelompok x =
keterangan : xi = titik tengah interval kelas ke i fi = frekuensi interval kelas ke i Contoh :
Diketahui distribusi frekuensi :
Nilai Frekuensi
41 -50 51 -60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100
2 5 14 10 6 2 Tentukan rataan hitung dari table diatas.
Jawab:
Nilai Frekuensi ( fi )
Titik tengah ( xi )
Fi .xi 41 -50
51 -60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100
2 5 14 10 6 2
45,5
…
…
…
…
…
91
…
…
…
…
…
… …
x = = …
B. Menentukan rataan hitung dengan rataan sementara 1. Dengan simpangan rata-rata
Langkah-langkah :
a. pilih rattan sementara (xs) dapat diambil dari salah satu titik tengah
b. Tentukan simpangan (di) dari tiap-tiap nilai (xi) terhadap rataan sementara yang dipilih, dengan
rumus di = xi - xs
c. Rataan sesungguhnya ( yang dicari ) dapat dihitung menggunakan rumus :
x = xs + fi . di ∑ fi Contoh :
Lengkapilah daftar distribusi frekuensi di bawah ini. Kemudian hitunglah rataan hitungnya dengan mengambil rataan sementara xs = 162
T badan (cm) f xi di = xi - xs fi . di
152 – 154 155 – 157 158 – 160 161 – 163
6 13 12 22
153
…
… 162
-9
…
… 0
…
…
… 0
164 – 166 167 – 169 170 – 172 173 - 175
10 11 4 2
…
…
…
…
…
…
…
…
…
…
…
…
∑f = 80 ∑ = …
X = xs + fi.di . ∑ fi
= 162 + …
= …
2. Dengan pengkodean (ui) Langkah-langkah :
a. pilih rattan sementara (xs) dapat diambil dari salah satu titik tengah
b. Tentukan kode (ui) dari tiap-tiap nilai (xi) terhadap rataan sementara yang dipilih, dengan rumus
ui = xi - xs
p
c. Rataan sesungguhnya ( yang dicari ) dapat dihitung menggunakan rumus :
x = xs + fi . ui . p ∑ fi
Keterangan : ui = 0, ± 1, ± 2, … P = panjang interval kelas Contoh :
Dengan menggunakan table distribusi frekuensi pada contoh di atas, hitunglah rataan hitung dengan cara pengkodean.
T badan (cm) f xi ui = di
p
fi . ui
152 – 154 155 – 157 158 – 160 161 – 163 164 – 166 167 – 169
6 13 12 22 10 11
153
…
… 162
…
…
-3…
…
… 0
…
…
…
…
… 0
…
…
170 – 172 173 - 175
4 2
…
…
… …
…
∑f = 80 ∑ = …
X = xs + fi.ui . p ∑ fi
= 162 + …
= …
C. Menentukan modus median dan kuartil.
1. Modus
Modus adalah nilai datum yang paling banyak munculatau nilai datum yang mempunyai frekuensi terbesar.
Contoh :
Diketahui nilai ulangan matematika 10 siswa sbb:
5 6 6 6 7 8 8 8 9 10 Jawab:
Modus (Mo) = 6 dan 8
Modus dat kelompok ditentukan dengan rumus Mo = L + d1 . p
d1 + d2
Keterangan : Mo = Modus
L = Tb = tepi bawah kelas modus
d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya
d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya.
P = panjang interval kelas Contoh :
Tentukan modus dari data daftar distribusi frekuensi di bawah ini.
Nilai Frekuensi 50 – 54
55 – 59
6 9
60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84
12 15 20 10 8
∑ f = 80 Jawab :
Kelas Modus 70 -74 L = Tb = 69,5 di = 20 -15 = 5 d2 = 20 – 10 = 10 p = 5
Mo = 69,5 + 5 . 5 5+15
= 69,5 + 1,25
= 70,75
II. UKURAN LETAK DATA 2. Median, kuartil dan desil
Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan.
Quartil ada 3 yaitu : Q1 (kartilbawah), 2 ( Median ) , Q3 ( kuartil atas) Dapat diperoleh dengan rumus :
Qi = Li + i / 4 n - ( ∑ f )i . p Fi
Ket : Li = tepi bawah yang memuat kuartil bawah Qi (∑f ) = jumlah frekuensi sebelumquartil bawah Qi fi = frekuensi kelas yang memuat kuarti bawah Qi i = 1,2,3
Contoh :
Dari table distribusi frekuensi di bawah ini tentukan Q1, Median atau Q2 dan Q3.
Nilai frekuens i
F kumulatif 15 – 19
20 - 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49
3 6 10 15 8 5 3
3 9 19 34 42 47 50
∑ f = 50 Jawab :
Q1 terletak pada data ke ¼ . 50 = 12,5 yaitu pada kelas 25 – 29.
Q1 = 24,5 + (12,5 – 9)/10 . 5
= 24,5 + 1,75 = 26,75
Q2 terdapat pada data ke ½ . 50 = 25 yaitu pada kelas 30 -34.
Q2 = 29,5 + (15 – 19)/15 . 5
= 29,5 + …
=…
Q3 = … + …
= …
Desil adalah suatu nilai yang membagi data menjadi sepuluh bagian yang sama banyak ( setelah data diurutkan). Cara menentukan Desil:
a. Untuk data tunggal, dapat ditentukan dengan :
Di = i(n + 1)/10
b. Untuk data kelompok, dapat ditentukan dengan :
Di = Li + (i/10 n – fk)/fi . p Li = tepi bawah kelas
Fk = frekuensi kumulatif sebelum kelas Di
Fi = frekuensi kelas Di
Contoh :
Tentukan D2 dan D7 dari data berikut 3 4 10 5 7 6 5 6 7 4 7 7 10 6
Jawab :
Data diurutkan terlebih dahulu dari yang terkecil sampai yang terbesar : 3 4 4 5 5 6 6 6 7 7 7 10
D2 teletak pada urutan nilai ke 2(12+1)/10 = 2,6 D2 = x2 + 0,6 ( x3-x2 )
= 4 + 0,6 (4 -4)
= 4 + 0 = 4
D7 terletak pada urutan nilai ke 7(12+1)/10 =9,1 D7 = x9 + 0,1 (x10 – x9)
= 7 + 0,1 (7-7)
= 7 + 0 = 7
Contoh untik data kelompok.
Tentukan Desil ke 7 dari data dibawah ini Nilai Frekuensi 50 – 54
55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84
6 9 12 15 20 10 8
∑ f = 80 Jawab:
Nilai Frekuensi F kumulatif 50 – 54
55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84
6 9 12 15 20 10 8
6 15 27 42 62 72 80 D terletak pada data ke 7/10 x 80 = 56.
Kelas D7 pada interval 70 – 74 Fk = 42
F7 = 20
D7 = 69,5 + 56 – 42 . 5 20
= 69,5 + 3,5
= 73
III. UKURAN PENYEBARAN DATA
D. Menentukan Simpangan Rata-rata, Ragam, Simpangan Baku.
1. Simpangan Rata-rata ( Deviasi Rata-rata ) a. Untuk data tunggal
SR = ∑| xi – x | n
b. Untuk data kelompok SR = ∑ Fi | xi – x | ∑fi
Ket : xi = ukuran data ke i x = rataan hitung
|…| = nilai mutlak 2. Ragam / Varian
1. Ragam data tunggal S2 = ∑ ( x i – x )2 n
2. Ragam data kelompok S2 = ∑ f i ( xi – x )2 ∑fi
3. Simpangan Baku ( Deviasi Standart)
Simpangan baku adalah akar pangkat dua dari nilai ragam yang memilikisatuan yang sama dengan data.
S = √ S2
1. Untuk data tunggal
S = √∑ ( x i – x )2 n
2. Untuk data kelompok S = √∑ f i ( xi – x )2 ∑fi