• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS ISLAM MALANG PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "UNIVERSITAS ISLAM MALANG PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TESIS"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

INTERNALISASI NILAI-NILAI TOLERANSI MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) SELAMAT PAGI INDONESIA KOTA BATU

TESIS

Oleh:

Navila EL Kamila Ali NPM: 21802011020

UNIVERSITAS ISLAM MALANG PROGRAM PASCASARJANA

MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

JANUARI 2021

(2)

ABSTRAK

EL Kamila Ali, Navila. 2020. Internalisasi Nilai-nilai Toleransi Melalui Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Selamat Pagi Indonesia Kota Batu. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Islam, Pascasarjana, Universitas Islam Malang. Pembimbing (I):

Dr.Rosichin Mansur, S.Fil, M.Pd. Pembimbing (II): Dr. H. Syamsu Madyan, Lc. MA.

Kunci: Internalisasi, Toleransi, Pendidikan Agama Islam (PAI)

Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Analisa Nilai-nilai toleransi yang ada di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu (2) Analisa Proses internalisasi nilai-nilai toleransi pada pelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Kota Batu. (3)Analisa Sikap toleransi peserta didik setelah internalisasi melalui pembelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu.

Dalam Penelitian ini Metode yang di gunakan merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekataan studi kasus. Teknik Pengumpulan Datanya menggunakan beberapa metode: (1) Metode Observasi; (2) Metode Wawancara; (3) Metode Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif oleh Spradley.(Basrowi & Suwandi,2008) dan Pengecekan keabsahan datanya menggunaka Trianggulasi Sumber:(1)Observasi;(2) Wawancara; (3) Dokumentasi.

Hasil temuan penelitian dalam penelitian ini adalah: 1) Nilai-nilai Toleransi yang ada dan berkembang di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu adalah: (1) Nilai toleran dalam bentuk menerima perbedaan latar belakang agama dan saling menghormati dan menghargai perbedaan; (2) Nilai Kejujuran dalam bentuk:

mengakui kesalahan, Mengakui dan menyadari sebuah pelanggaran yang memang dilakukan, dan Menjalankan tanggung jawab dengan baik dan benar; (3) Nilai Kedamaian dan kemanusian dalam bentuk rukun dalam perbedaan dan tidak terlalu mengedepankan perbedaan; (4) Nilai Kepedulian dalam bentuk: menggantikan tugas teman yang berhalangan atau sedang melaksanakan ibadah dan senantiasa memikirkan kondisi orang lain; (5) Nilai Keadilan dalam bentuk penerapan peraturan asrama yang merata dan tidak pandang bulu, dan memepertimbangkan tingkat pelanggaran dan kondisi peserta didik dalam memberlakukan hukuman; (6) Nilai Sosial / Kerjasama dalam bentuk: peserta didik yang tidak seagama bertindak sebagai panitia dalam suatu peringatan hari besar agama tertentu. 2) Proses Internalisasi Nilai-nilal Toleransi pada Pelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Kota Batu dapat dilihat pada ranah (a) moral knowing, dapat dilihat dalam hal: (1) Strategi Kelembagaan, yang diwujudkan dalam visi, misi, dan tujuan sekolah, serta disampaikan dalam orientasi; (2) Pendekatan Pembelajaran; yang diimplementasikan melalui pendekatan kontekstual, pendekatan konstruktivisme, pendekatan deduktif-induktif, pendekatan proses dan pendekatan saintifik. 3) Metode Pembelajaran, melalui metode nasehat dan diskusi. 4) Strategi Pembelajaran dalam bentuk: strategi tradisional, strategi bebas, dan strategi

(3)

evaluasi/refleksi. (b) moral feelling dalam bentuk: a) Membentuk lingkungan moral yang demokratis, dengan ditandai adanya fasilitas tempat ibadah bagi semua agama, Pembelajaran yang komunikatif, b) Membentuk disiplin moral yang tinggi, yang ditandai dengan adanya peraturan yang dilaksanakan, diawasi dan dilakukan penindakan secara ketat dan disiplin. (c) moral action yang diwujudkan dalam bentuk: (1) memberikan pengajaran dan keteladanan; dan (b) strategi integratif antara efektifitas pembelajaran, penerapan dalam kehidupan sehari-hari, dan pemberdayaan alumni. 3) Sikap Toleransi Peserta Didik Setelah Internalisasi Nilai- nilai Toleransi Melalui Pembelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu dapat terlihat dari fakta: (1) Kualitas Wawasan Toleransi; (2) Kualitas Kepedulian terhadap sesama; (3) Kualitas Interaksi Sosial; dan (4) Kualitas Rasa Persatuan (Ukhuwwah).

(4)

ABSTRACT Keywords: Internalization, Tolerance

The aim of this study are: (1) Analysis of tolerance values in SMA Selamat Pagi Kota Batu (2) Analysis of the process internalizing the values of tolerance in Islamic Education lessons at SMA Selamat Pagi Kota Batu. (3) Analysis of students' tolerance attitudes after internalization through PAI learning at SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu

In this study, the method used is a type of qualitative research with a case study approach. The data collection technique uses several methods: (1) Observation Method; (2) Interview Method; (3) Documentation Method. The data analysis technique used is the qualitative data analysis technique by Spradley.

The results of the research findings in this study are: 1) The values of tolerance that exist and develop in SMA SPI Kota Batu are: (1) Tolerance values in the form of accepting differences in religious backgrounds and mutual respect and respect for differences; (2) The value of honesty in the form of: admitting mistakes, acknowledging and realizing a violation that was indeed committed, and carrying out responsibilities properly and correctly; (3) The value of Peace and humanity in the form of harmony in difference and not putting too much emphasis on differences; (4) Caring value in the form of: replacing the duties of a friend who is absent or currently performing worship and always thinks about the condition of others; (5) The value of Justice in the form of application of boarding rules that is evenly distributed and indiscriminate, and takes into account the level of violations and the conditions of students in imposing punishment; (6) Social Value / Cooperation in the form of: students who are not of the same religion act as a committee in commemoration of certain religious holidays. 2) The Internalization Process of Tolerance Values in Islamic Education in SMA SPI Batu City can be seen in the realm of (a) moral knowing, which can be seen in terms of: (1) Institutional Strategy, which is manifested in the vision, mission and goals of the school, as well as delivered in orientation; (2) Learning Approach; which is implemented through a contextual approach, constructivism approach, deductive- inductive approach, process approach and scientific approach. 3) Learning Method, through the method of advice and discussion. 4) Learning strategies in the form of:

traditional strategies, free strategies, and evaluation / reflection strategies. (b) moral feelling in the form of: a) Establishing a democratic moral environment, marked by the existence of facilities for places of worship for all religions, communicative learning, b) Forming high moral discipline, which is marked by the existence of regulations that are implemented, supervised and taken action strictly and discipline. (c) moral action in the form of: (1) providing teaching and modeling;

and (b) an integrative strategy between the effectiveness of learning, its application in everyday life, and empowerment of alumni. 3) Students' Tolerance Attitude After Internalizing Tolerance Values through PAI Learning at SMA SPI, Batu City can be seen from the facts: (1) Quality of Tolerance Insights; (2) Quality of care for others; (3) Quality of Social Interaction; and (4) Quality Sense of Unity (Ukhuwwah)

(5)

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian

Indonesia merupakan salah satu Negara yang dikenal sebagai bangsa yang majemuk, Bangsa penuh dengan keberagamaan budaya, ras, suku, bahasa, adat istiadat, dan Agama. Indonesia memiliki simbol Burung Garuda (Bhineka Tunggal Ika) yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan. Setiap budaya memiliki bahasa, adat istiadat, serta Agama yang berbeda-beda, Dalam realita bisa dilihat bahwa masyarakat Indonesia mayoritas pemeluk Agama Islam. Selain Agama Islam di Indonesia terdapat enam Agama yang diakui oleh Pemerintah yaitu;

1) Kristen Protestan; 2) Kristen Khatolik; 3) Hindu; 4) Budha; dan Kong Hu Cu.

Intoleransi diindonesia sampai saat ini tidak menemukan titik terang bukan berkurang, intoleransi yang ada di indonesia malah terus bertambah, bahkan baru- baru ini tepatnya pada tanggal 29 januari 2020 malam hari terjadi perusakan mushalla di Minahasa tepatnya di perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawasi Utara. Terdapat segerombolan orang yang berusaha menghancurkan mushalla tersebut yang mengakibatkan keresahan pada warga setempat. Yang mana warga disekitar mushalla tersebut merasa terganggu dengan aktivitas yang dilakukan dimushalla tersebut (https//www.alinea.id, diakses pada tanggal 22 Agustus 2020)

Salah satu peristiwa lain yaitu semakin menyebarnya intoleran radikal, pada masa pandemi ini, hampir banyak masjid mushalla dan tempat ibadah lainnya terbengkalai, terlalu fokusnya pemerintah terhadap virus corona ini membuat pemerintah lupa akan intoleran radikal, yang mana pemerintah sudah tidak

(6)

menganggap penting lagi masalah intoleran yang ada di indonesia, padahal intoleran inilah yang amat bahaya untuk negara Indonesia yang selalu menjunjung tinggi pancasila dan bineka tunggal ika. Adanya teknologi yang semakin canggih ini membuat anak-anak bangsa keliru dalam mengambil ilmu dan memahami ilmu yang disampaikan di media sosial. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap intoleran ini, banyak sekali ustad-ustad di medsos dan di youtube menyampaikan ajaran-ajaran yang mengajarkan intoleransi kepada kelompok yang lain.

(https;/www.pikiran-rakyat.com, diakses pada tanggal 20 agustus 2020)

Selain beberapa kejadian di atas terdapat salah satu peristiwa yang amat sangat memperjelas kalau indonesia mempunyai masalah yang amat berat tentang intoleransi ini, tepatnya pada bulan April 2019 silam terdapat seorang keluarga asli semarang yang sekarang berpenduduk tetap di yogyakarta. Seorang yang biasa disapa dengan panggilan Slamet ini sedang mencari kontrakan untuk keluarga kecilnya, setelah menumukan kontrakan di dusun karet, desa pleret, kecamatan pleret ternyata terdapat peraturan yang tidak diketahui oleh slamet, peraturan tersebut berbunyi “dilarang tinggal/menetap bagi orang non muslim”. Adanya peraturan ini amat sangat bertentangan dengan ideologi Negara Indonesia.

(https;//m.detik.com, diakses pada tanggal 24 agustus 2020)

Dari beberapa kejadian di atas ini sudah sangat jelas bahwa intoleransi di negara indonesia amat sangat terlihat, dan kejadian di atas ini membutuhkan perhatian penuh dari pemerintah karena mengingat bahwa ideologi negara indonesia pancasila dan semboyan negara kita Bhineka tunggal ika. Dan juga mengingat bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri, karna manusia membutuhkan bantuan dan

(7)

campur tangan orang lain. Sikap toleransi yang amat melekat pada diri bangsa indonesia sekarang mulai luntur sedikit demi sedikit akibat kurangnya perhatian dan adanya wabah penyakit corona ini.

Sikap toleransi yang ada di Indonesia sudah mulai menghillang bahkan sudah sulit untuk mencari toleransi, semakin banyaknya penduduk Indonesia yang merasa paling benar hingga melupakan toleransi. Maka dari itu sudah waktunya kita untuk memupuk kembali sikap toleransi di Indonesia agar bisa menjunjung kembali ideologi dan samboyan bangsa indonesia. Dan menjadi warga yang saling menghargai dan menghormati yang satu dengan yang lainnya.

Dalam hal ini, sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang cocok untuk menanamkan (Internalisasi) nilai-nilai toleransi, selain itu siswa-siswinya berasal dari berbagai budaya dan Agama yang berbeda. Di sekolah peserta didik selain mempelajari Ilmu Pengetahuan (Kognitif), Ilmu Keterampilan (Psikomotorik) siswa juga diajarkan tentang nilai dan norma-norma. Oleh Sebab itu, Pentingnya lembaga formal untuk menanamkan sikap toleransi. Agar siswa dapat menghormati dan menerima adanya perbedaan yang ada. (Endang, 2011)

Hal ini menunjukkan bahwa selain menciptakan lulusan yang mempunyai Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keterampilan, sekolah juga menginginkan siswa-siswinya bisa menerima adanya perbedaan, yang saling hidup rukun, berdampingan dan damai.

Namun tidak dapat dipungkiri, perbedaan seringkali menjadi kesalah pahaman antar yang menghambat proses komunikasi yang merupakan salah satu dari syarat interaksi sosial. Terkadang di dalam sekolah kita sering menjumpai sekelompok

(8)

siswa yang mempunyai kelompok-kelompok di dalam kelas dan di luar kelas (sekolah). Terkadang terdapat siswa-siswi berkelompok sesama suku atau asal daerah mereka, ada yang berkelompok khusus sesama prestasi mereka, dan berkelompok dengan sesama Agamanya. Hal ini yang akan menghasilkan konflik dan adanya saling tidak menerima satu dengan yang lainnya. Yang dapat memecahkan masyarakat Indonesia untuk kepentingan masing-masing kelompok.

Islam datang dengan membawa kedamaian, dimuka bumi ini benar jika adanya perbedaan, perbedaan itu Sunnatullah. Karena itu manusia harus hidup rukun dengan sesama baik umat seagama maupun yang berbeda agama. Dalam Islam dituntut untuk bersikap menghargai dan menghormati agama lain. Dengan demikian terciptanya interaksi sosial yang harmonis pada sebuah lembaga pendidikan.

Di dalam pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah menengah atas terkenal dengan sebutan SMA. Pada pembelajaran PAI termuat materi tentang toleransi.

Apa itu toleransi, Toleransi adalah suatu kondisi damai, yang memungkinkan semua elemen masyarakat bersikap saling menghargai dan saling menghormati antara satu sama lain. Konsep toleransi ini merupakan acuan untuk membangun sebuah kehidupan manusia saling menghargai dan saling menghormati di antara manusia-manusia berbeda agama, ras, suku, dan budaya. Setiap manusia pasti mempunyai perbedaan baik dalam bentuk fisik, psikis, pemikiran, dan lain sebagainya. Namun dengan banyaknya perbedaan yang dimiliki, manusia harus belajar untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Toleransi itu berlaku bagi seluruh umat beragama.

(9)

Sekolah merupakan tempat menimba ilmu atau lahan ilmu pengetahuan dan juga tempat berinterksi satu individu dengan individu lainnya. Sehingga Sekolah sebagai tempat bergaul dengan berbagai macam perbedaan suku,ras, bahasa dan agama. SMA SELAMAT PAGI INDONESIA yang terletak di Kota Batu mempunyai keunikan yang berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya. Yaitu:

memiliki lahan yang luas, sarana dan prasarana yang memadai, sekolah gratis berasrama, serta menerima peradabaan agama (toleransi), budaya, ras, suku, dan istiadat. (Observasi, 15 April 2019)

SMA SELAMAT PAGI INDONESIA merupakan sekolah yang sangat unik.

Pertama, unik karena sekolah gratis dan berasrama. Kedua, karena semua agama ia terima dengan hidup bertoleransi, suku, budaya, dan lain-lain. Ketiga, sekolah ini mengajarkan pendidikan sesuai pelajarannya dan unik sekali bisa mengimbangi antara teori dan praktek dalam kehidupan sehari-hari yang sudah mereka peroleh dari ilmu pendidikan agama Islam. Dan tidak semua sekolah atau pendidikan bisa mempraktikkan budaya toleransi dalam kehidupan sehari-hari. (Observasi, 16 April 2019)

Melalui pengamatan dan wawancara dengan salah satu seorang pengasuh Asrama di SMA Selamat Pagi Indonesia (SSPI) di Kota Batu, peneliti mendapatkan informasi berbentuk data dan kenyataan disana bahwa peserta didiknya mendapatkan ilmu pengetahuan di dalam kelas, di lingkungan Asrama maupun lingkungan enterpreneur. Bahwa, sejak mereka masuk di Yayasan SMA Selamat Pagi sudah memegang teguh peraturan-peraturan yang di terapkan oleh Yayasan.

Sehingga mereka secara tidak langsung harus mengikuti aturan-aturan yang ada.

(10)

fakta-fakta yang di dapatkan sebagai berikut: a) mereka dapat saling menghargai baik sikap dan prilaku mereka dengan adanya perbedaan agama, ras, suku, dan budaya; b) Dari sistem pembagian kamar dan piket mereka dipersatukan dengan berbagai macam budaya, ras, suku, dan agama; c) Tidak menganggap bahwa dirinya yang paling benar, mereka hidup rukun dan damai. (Observasi, dan wawancara pada tanggal 18 April 2019)

Berdasarkan pengamatan dan penelusuran peneliti melihat dari sisi keyakinan bahwa di dalam SMA SELAMAT PAGI INDONESIA merupakan sekolah berkategori pancasila atau bentuk Indonesia kecil yang ada di Kota Batu dengan bermacam-macam agama, terpilah-pilah menjadi Enam agama yaitu;

Tabel. 1.1 Jumlah Siswa- siswi PerAgama

(Observasi dan wawancara dengan Waka Kesiswaan pada 23 April 2019) Berdasarkan hasil studi pendahuluan, di SMA Selamat Pagi Indonesia merupakan sekolah berlatar belakang budaya, ras, suku, dan agama. Oleh sebab itu pihak yayasan dan pendidikan yang ada di SMA Selamat Pagi Indonesia ingin membentuk dan menerapkan kepada siswa-siswinya menerima adanya sebuah perbedaan saling menghargai, bersosial, rukun, damai, adil dan lain sebagainya.

Akan tetapi penerapan tersebut masih berjalan dari waktu ke waktu untuk saling NO. MACAM-MACAM AGAMA JUMLAH SISWA-SISWI

a. Islam 97

b. Kristen Protestan 65

c. Kristen Khatolik 62

d . Hindu 9

e. Buddha 18

f. Konghucu 1

Total 252

(11)

menguatkan adanya sebuah perbedaan hingga saat ini. Karena itu seluruh pendidik dan pengasuh asrama saling berkerjasama memantau interaksi siswa-siswi dalam hal toleransi. (Observasi, dan wawancara dengan Guru PAI pada 25 April 2019)

Berdasarkan konteks penelitian di atas, penulis ingin melakukan penelitian lebih mendalam tentang keunikan sekolah tersebut yang memiliki berbagai ragam budaya dan agama. Oleh itu, penulis mengambil judul “Internalisasi Nilai-nilai Toleransi Melalui Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Selamat Pagi Indonesia Kota Batu”.

B. Fokus Penelitian

1. Bagaimana nilai-nilai toleransi yang ada di SMA Selamat Pagi Kota Batu?

2. Bagaimana proses internalisasi nilai-nilai toleransi pada pelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Kota Batu?

3. Bagaimana sikap toleransi peserta didik setelah internalisasi pembelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Kota Batu?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan Fokus Penelitian diatas, maka dapat diketahui tujuan penelitian ini adalah:

1. Melakukan analisa terhadap nilai-nilai toleransi yang ada di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu.

2. Melakukan analisa terhadap proses internalisasi nilai-nilai toleransi pada pelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Kota Batu.

(12)

3. Melakukan analisa terhadap sikap toleransi peserta didik setelah internalisasi melalui pembelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu.

D. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang kontruktif terhadap dunia pendidikan. Adapun secara detail, Kegunaan Penelitian dikelompokkan menjadi dua:

1. Secara Teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada:

a. Pengembangan ilmu pengetahuan dan memberikan informasi tentang internalisasi nilai-nilai toleransi melalui Mata Pelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Kota Batu.

b. Agar Penelitian ini menjadi bahan rujukan karya ilmiah, menambah wawasan, bagi lembaga pendidikan.

2. Secara Praktis

Adapun Manfaat Praktis dalam Penelitian ini yaitu:

a. Memberikan sumbangsih terhadap pemecahan konflik-konflik yang didasari atas perbedaan-perbedaan budaya, agama yang ada di SMA Selamat Pagi Indonesia melalui internalisasi nilai-nilai toleransi. Sehingga penelitian ini menjadi acuan dalam kerukunan masyarakat menerima perbedaan.

(13)

b. Penelitian ini di harapkan dapat menjadi informasi bagi Kementerian Agama, bagi Diknas. Terkait dengan upaya mewujudkan tujuan pendidikan di Indonesia.

E. Definisi Operasional

Definisi Operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (diobservasi). Konsep dapat diamati atau diobservasi ini penting. Karena hal ini yang dapat diamati itu membuka kemungkinan bagi orang lain selain peneliti untuk melakukan hal yang serupa, sehingga untuk menjaga dan sebagai antisipasi timbulnya kesalah pahaman makna dan sekaligus memberikan arah kepada penulisan tesis ini, maka sebelum membahas lebih lanjut tentang tesis ini, maka ditegaskan definisi operasional yang terdapat pada judul tesis ini yaitu; Internalisai Nilai-nilai Toleransi Pada Mata Pelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu.

1. Internalisasi

Internalisasi adalah penghayatan, penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui pembinaan, pembimbingan, penyuluhan, penataran, dan sebagainya. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989: 336)

2. Nilai Toleransi a. Nilai

Nilai adalah suatu keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar bagi seseorang atau sekelompok orang untuk memilih tindakannya, atau menilai suatu yang bermakna bagi kehidupannya.

(14)

b. Toleransi

Toleransi adalah suatu sikap yang saling menghargai kelompok- kelompok atau antara individu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya.

3. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, meghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber al-qur’an dan al- hadist.

(15)

1 BAB VI PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Nilai-nilai Toleransi yang ada dan berkembang di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu adalah: 1) Nilai toleran dalam bentuk menerima perbedaan latar belakang agama dan saling menghormati dan menghargai perbedaan; (2) Nilai Kejujuran dalam bentuk: mengakui kesalahan, Mengakui dan menyadari sebuah pelanggaran yang memang dilakukan, dan Menjalankan tanggung jawab dengan baik dan benar; (3) Nilai Kedamaian dan kemanusian dalam bentuk rukun dalam perbedaan dan tidak terlalu mengedepankan perbedaan; (4) Nilai Kepedulian dalam bentuk: menggantikan tugas teman yang berhalangan atau sedang melaksanakan ibadah dan senantiasa memikirkan kondisi orang lain; (5) Nilai Keadilan dalam bentuk penerapan peraturan asrama yang merata dan tidak pandang bulu, dan memepertimbangkan tingkat pelanggaran dan kondisi peserta didik dalam memberlakukan hukuman; (6) Nilai Sosial / Kerjasama dalam bentuk: peserta didik yang tidak seagama bertindak sebagai panitia dalam suatu peringatan hari besar agama tertentu.

2. Proses Internalisasi Nilai-nilal Toleransi pada Pelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Kota Batu dapat dilihat pada ranah (a) moral knowing, dapat dilihat dalam hal: (1) Strategi Kelembagaan, yang diwujudkan dalam visi, misi, dan tujuan sekolah, serta disampaikan dalam orientasi; (2) Pendekatan Pembelajaran;

(16)

2

yang diimplementasikan melalui pendekatan kontekstual, pendekatan konstruktivisme, pendekatan deduktif-induktif, pendekatan proses dan pendekatan saintifik. 3) Metode Pembelajaran, melalui metode nasehat dan diskusi. 4) Strategi Pembelajaran dalam bentuk: strategi tradisional, strategi bebas, dan strategi evaluasi/refleksi. (b) moral feelling dalam bentuk: a) Membentuk lingkungan moral yang demokratis, dengan ditandai adanya fasilitas tempat ibadah bagi semua agama, Pembelajaran yang komunikatif, b) Membentuk disiplin moral yang tinggi, yang ditandai dengan adanya peraturan yang dilaksanakan, diawasi dan dilakukan penindakan secara ketat dan disiplin.

(c) moral action yang diwujudkan dalam bentuk: (1) memberikan pengajaran dan keteladanan; dan (b) strategi integratif antara efektifitas pembelajaran, penerapan dalam kehidupan sehari-hari, dan pemberdayaan alumni.

3. Sikap Toleransi Peserta Didik Setelah Internalisasi Nilai-nilai Toleransi Melalui Pembelajaran PAI di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu dapat

(17)

3

terlihat dari fakta: (1) Kualitas Wawasan Toleransi; (2) Kualitas Kepedulian terhadap sesama; (3) Kualitas Interaksi Sosial; dan (4) Kualitas Rasa Persatuan (Ukhuwwah).

B. SARAN

1. Kiranya penelitian ini dapat menjadi manfaat bagi masyarakat luas dan dapat bermanfaat bagi pengambilan keputusan lembaga pendidikan

2. Diharapkan bahwa penelitian ini dapat menjadi landasan penelitian selanjutnya atas apa yang belum tersentuh oleh penelitian ini.

(18)

1

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Sa’dun. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset

Aqib, Zainal. 2015. Model-model Media dan Strategi Pembelajaran Konstektual (Inovatif). Bandung: PT Yrama Widya

Arikunto, Suharsimi. dan Safruddin Abdul Jabar,2004. Evaluasi Program Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara)

Bahari.H, 2010. Toleransi Beragama (Studi Kasus tentang pengaruh kepribadian, keterlibatan organisasi, hasil belajar pendidikan agama dan lingkungan pendidikan terhadap 7 perguruan tinggi umum Negri) Laporan penelitian.

Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Bakri, Masykuri. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif: Tinjauan Teoritis dan Praktis. (Malang: Lembaga Penelitian Universitas Malang Bekerjasama dengan Visipress)

Basrowi & Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Berger, Peter L. & Thomas Lukhmann, 1990. Tafsir Sosial atas Kenyataan.

(Jakarta: LP3ES)

Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian kualitatif, pemahaman folosofis dan metodologis kearah penguasaan model aplikasi. Jakarta: PT Rineka Cipta

Bushiri, Endang. 2011. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 6 No 3. Universitas Tanjungpura

Departemen Agama RI.1995. Al-Qur’an dan terjemahannya. Semarang: PT Toha Putra

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta: Balai Pustaka

Donald, Ary (et.al) (a). 2010. Introduction to Research in education, United States, warls worth cengage learning

Daradjat, Zakiah.a 1992. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara

Daradjat, Zakiah.b 2001. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara

Faisal, Ismail. 2014. Dinamika Kerukunan Antarumat Beragama. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya

(19)

2

Fatoni, M. Sulton. & Wijdan Fr, 2014. The Wisdom OF Gus Dur. Jakarta: Imania Ghoni.a, Junaidi. 2015. Desain Penelitian kualitatif. Malang: Universitas Islam

Malang

Ghoni.b, Junaidi. 2015. Filsafat Penelitian Kuantitatif. Malang: Universitas Islam Malang

Hasan, Muhammad Tholcha. 1987. Islam dalam Prespektif Sosial Budaya. Jakarta:

PT Glosa Nusantara

http://www. Indonesia Student.com/Pengertian-Internalisasi. Diakses pada tanggal 11-03-2018)

http://www.metrotvnews.com/metronews/ read/2013/11/26/3/1/196928/Tingkat _Intoleran- Agama-di-Indonesia-Masih-Tinggi, diakses pada 31/10/2017 Jumanta, Handayama.2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Koenjaraningrat.a 1987. Sejarah Antropologi. Jakarta: Bulan Bintang Koenjaraningrat.b 1980. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru Latif, Yudi. 2011. Negara Paripurna; Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas

Pancasila. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Lickona, Thomas.“The Content Of Our Character: Ten Essential Virtues” dalam The Fourth and Rs Respect and Responsibility, Vol. 10 issue 1 (Fall 2003) Lickona, Thomas. Educating For Character: Mendidik untuk Membentuk

Karakter: Bagaimana Sekolah dapat Mengerjakan Rasa Hormat dan Tanggung Jawab. Jakarta: Bumi Aksara 2013

Lim, Halimah. 2014. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA XI Kurikulum 2013. Jakarta: PT Erlangga

Majid, Abdul.2015. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Maksum, Ali. 2011 “pluralism dan multikuralisme pradigma baru pendidikan Agama Islam”. Tlogomas Malang: Aditya media publishing

Mawarti, Sri. 2017. Nilai-nilai Pendidikan Toleransi dalam Pembelajaran Agama Islam No 1 Vol 9

Misrawi, Zuhairi. 2017. Al-Qur’an Kitab Toleransi. Jakarta: Pustaka Oasis

Moleong, Lexy J.a 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya

Moleong, Lexy J. b 2006. Metode Penelitian Kualitatif. : Edisi revisi (Bandung: PT Remaja Rosdakarya

(20)

3

Mufarokah, Anisatul. 2009 Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Teras Media Muhaimin dkk, a 1996. Strategi Belajar Mengajar. Surabaya: Citra Media

Muhaimin.b 2006. Nusa Baru Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Mulyasa, 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep Karakteristik dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Ngalimun.2017. Strategi Pembelajaran. Bantul Yogyakarta: Penerbit Parama Ilmu.

Niken, 2017. Skripsi Peningkatan Toleransi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto (diaskes pada tanggal 2 mei 2018)

Nisvilyah, Lely. 2013. Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan Nomer 1 Vol 2 Rianto, Milan. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Sagala, Saeful. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: PT. Alfabeta Sanapiah, Faisal. 1990. Penelitian kualitatif dasar-dasar dan aplikasi. Malang:

IKIP

Sanjaya, Wina.2007. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana,Hak Penerbit pada Prenada Media.

Sanjaya, Wina. 2008 Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta:

Kencana)

Sudijono, Anas. 2012. Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada)

Suhaimi, Afrial. 2012. Pendekatan Proses. 3TUhttp: //maistrofisika.blogspot.com/

2009/05/lt.fisika.htmlU3T (diakses 2 November 2020)

Sumantri, Endang. 1993. Buku Materi Pokok Pembinaan Generasi Muda. Jakarta:

Universitas Terbuka

Syamsuri. 2007. Pendidikan Agama Islam Untuk SMA Kelas XII KTSP 2006.

Jakarta: PT Erlangga

Syarbini, Amirulloh. 2011. Revitalitas Peran Keluarga dalam Membangun Generasi Bangsa”. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Tillman, Diane. 2004. Pendidikan Nilai untuk Kaum Muda Dewasa. Jakarta:

Grasindo

Widoyoko, Eko Putro. 2011. Evaluasi Program Pembelajaran, (Yoyakarta: Pustaka Pelajar)

Yaqin, Ainul. 2005. Pendidikan Multikultural, Cross-Cultural untuk Demokrasi dan Keadilan, Yogyakarta: Pilar Media

(21)

4

Zuhairini, 1983. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Usaha Nasional.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui tipe manajerial kepala sekolah terhadap pembelajaran muatan lokal KMQT-TPJ di SMK Negeri 1 Tanjung Raya, dan (2) untuk

Internalisasi Nilai-Nilai Aswaja An-Nahdliyah Melalui Pendidikan Berbasis Pesantren dalam Membentuk Sikap Moderat (Studi Multi Situs di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadien

Dengan demikian, pengeluaran cek untuk pembayaran utang yang timbul dari transaksi pembelian tidak memerlukan dokumen permintaan cek, karena Bagian Utang

kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran (Mir`at, Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran, 2014:11). Langkah-langkah penyusunan RPP dimulai dari

DISERTASI dengan judul Konstruksi Ikhtilaf Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Fenomenologi Pada Guru Aswaja ke- NU-an di Madura) adalah karya saya dan

Temuan ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Trisnawati (1999) yang menyatakan bahwa Prosentase Penawaran Saham tidak berpengaruh secara signifikan

Temuan penelitian ini adalah :1.Nilai-nilai tasawuf yaitu taubat ikhlas sabar dan tawakal 2.Internalisasi nilai-nilai tasawuf adalah yaitu Receiving, Responding, Valuing,

Berdasarkan hal di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa tentang: 1 Kepemimpinan Maskuri di Unisma, 2 Usaha Maskuri dalam mengembangkan Unisma