• Tidak ada hasil yang ditemukan

Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

N/A
N/A
Fajar UIN WALISONGO

Academic year: 2024

Membagikan "Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

JULEHA

PELATIHAN

Juru Sembelih Halal

OLEH : FAJAR SETIAWAN, ST

(2)

WHC UIN

WALISONGO TENTANG

Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN Walisongo) Semarang memiliki banyak program studi yang menarik dan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan akademik dan non-akademik. Sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di Indonesia, UIN Walisongo berkomitmen untuk mengembangkan

pendidikan yang berintegrasi antara ilmu pengetahuan umum dan Islam. Kampus ini juga aktif dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga lulusannya diharapkan tidak hanya cerdas

secara intelektual, tetapi juga memiliki

kepedulian sosial yang tinggi. Selain itu, UIN Walisongo juga sering mengadakan berbagai seminar, workshop, dan kegiatan kebudayaan yang melibatkan mahasiswa untuk

memperkaya pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di sana.

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

1. Penguasaan Syariat Islam Memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip syariat Islam terkait dengan hukum pemotongan hewan dalam Islam, termasuk ketentuan

tentang jenis hewan yang halal dan haram, serta prosedur pemotongan yang sesuai.

2.Pengetahuan tentang Prosedur Sembelih HalalMemahami

secara detail prosedur sembelih halal, termasuk tempat dan cara pemotongan yang benar, alat-alat yang digunakan,

serta tata cara yang esuai dengan syariat.

3.Keahlian PraktisMampu menjalankan proses sembelih halal dengan tepat dan efisien, termasuk dalam menangani hewan secara humanis sebelum dan selama pemotongan.

4.Etika Profesional Memiliki etika kerja yang tinggi, termasuk integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam

menjalankan tugas sebagai juru sembelih halal.

5.Pengetahuan Kesehatan dan Keamanan

Menerapkan Syariat Islam

Kompetensi dalam menjadi juru sembelih

halal meliputi

pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip

hukum Islam yang terkait dengan pemotongan hewan untuk konsumsi. Berikut

beberapa kompetensi yang diperlukan:

K1

(8)
(9)

1.Pemahaman Prinsip HalalPastikan semua personel terlibat memahami dengan baik prinsip-prinsip halal dalam penyembelihan, termasuk teknik dan prosedur yang sesuai.

2.Pendidikan dan PelatihanSediakan sesi pendidikan dan pelatihan reguler bagi petugas penyembelihan agar mereka memahami pentingnya dan cara melaksanakan penyembelihan sesuai aturan halal.

3.Koordinasi antara Pihak TerkaitPastikan terdapat koordinasi yang efektif

antara manajemen, juru sembelih, dan petugas lainnya yang terlibat dalam proses penyembelihan. Komunikasikan dengan jelas prosedur dan peraturan yang harus diikuti.

4.Penyediaan Fasilitas yang LayakPastikan fasilitas dan peralatan

penyembelihan memenuhi standar kebersihan dan kehalalan. Lakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan kondisi tetap terjaga.

5.Monitoring dan Pengawasan Lakukan pemantauan dan pengawasan secara teratur selama proses penyembelihan untuk memastikan setiap langkah dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

6.Pelaporan dan EvaluasiDorong tim penyembelihan untuk melaporkan setiap masalah atau pelanggaran yang muncul selama proses penyembelihan.

Lakukan evaluasi berkala untuk perbaikan proses.

7.Kepatuhan HukumPastikan setiap tahap penyembelihan berlangsung sesuai dengan hukum dan regulasi yang berlaku untuk halal.

8.Edukasi KonsumenSosialisasikan informasi tentang pentingnya

penyembelihan halal kepada konsumen untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap produk halal.

Melakukan Koordinasi Pekerjaan

Koordinasi dalam

pekerjaan juru sembelih halal merupakan elemen

krusial dalam menjaga kelangsungan proses penyembelihan yang

mematuhi prinsip- prinsip halal. Berikut

adalah beberapa langkah yang bisa

diambil untuk

melakukan koordinasi pekerjaan juru sembelih

halal:

K2

(10)
(11)

1.Perlindungan PribadiPastikan juru sembelih dilengkapi dengan perlindungan pribadi seperti sarung tangan, pelindung mata, pelindung telinga, dan baju pelindung untuk mengurangi risiko cedera.

2.Pelatihan K3Sediakan pelatihan K3 secara berkala bagi juru sembelih untuk

meningkatkan pemahaman mereka tentang bahaya dan risiko yang terkait dengan pekerjaan mereka, serta cara mengurangi risiko tersebut.

3.Peralatan yang AmanPastikan semua peralatan yang digunakan dalam proses

penyembelihan dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan. Lakukan pemeriksaan rutin dan perawatan yang diperlukan.

4.Prosedur Kerja yang AmanTetapkan prosedur kerja yang aman dan jelas untuk setiap tahap proses penyembelihan, termasuk identifikasi dan penanganan bahan berbahaya.

5. Pengelolaan LimbahPastikan limbah dari proses penyembelihan dikelola dengan benar sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk menghindari pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan.

6.Pencegahan CederaIdentifikasi potensi bahaya seperti pisau tumpul, tekanan darah tinggi pada hewan, atau kondisi lingkungan yang licin, dan ambil langkah-langkah untuk mencegah cedera yang mungkin terjadi.

7. Penanganan Hewan yang AmanPastikan hewan yang disembelih ditangani dengan aman dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan untuk mengurangi risiko cedera bagi juru sembelih.

8.Pemantauan KesehatanLakukan pemantauan kesehatan secara rutin bagi juru sembelih untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi sehat untuk menjalankan tugas

mereka.

9.Penerapan Standar K3Patuhi semua standar keselamatan dan kesehatan kerja yang

berlaku di tempat kerja, serta regulasi dan peraturan yang berkaitan dengan pekerjaan juru sembelih halal.

Menerapkan Keselamatan dan

Kesehatan Kerja Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi juru sembelih halal

adalah sangat penting untuk memastikan

bahwa proses penyembelihan

dilakukan dengan aman dan sehat. Berikut

adalah beberapa langkah yang dapat

diambil untuk

menerapkan K3 bagi juru sembelih halal:

K3

(12)
(13)

1. Keamanan pangan - Menghindari kontaminasi daging dari mikroorganisme berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit.

2. Kualitas daging - Menjaga kesegaran dan kehalalan daging.

3. Kesejahteraan hewan - Meminimalkan stres dan rasa sakit pada hewan selama proses penyembelihan.

4. Keamanan dan kesehatan pekerja - Mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit menular.

Menerapkan Higiene dan Sanitasi

Higiene adalah upaya untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sedangkan Sanitasi adalah upaya untuk menciptakan kondisi yang sehat dengan cara mengendalikan faktor-faktor yang dapat menimbulkan

penyakit.

Pentingnya Higiene dan Sanitasi dalam Penyembelihan Hewan Halal

Penerapan higiene dan sanitasi dalam penyembelihan hewan halal sangat penting untuk memastikan:

Berikut beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh juru sembelih halal dalam menerapkan higiene dan sanitasi:

1. Memahami prinsip-prinsip higiene dan sanitasi - Memahami konsep dasar higiene dan sanitasi, termasuk cara-cara penularan penyakit dan metode pengendaliannya.

2.Menerapkan higiene personal - Menjaga kebersihan diri, seperti mandi, mencuci tngan, dan menggunakan pakaian yang bersih dan rapi.

3.Menjaga kebersihan peralatan dan tempat kerja - Membersihkan dan mensterilkan peralatan dan tempat kerja secara rutin.

4.Menangani hewan dengan benar - Meminimalkan stres dan rasa sakit pada hewan selama proses penyembelihan.

5.Menangani daging dengan benar - Menjaga daging agar tetap segar dan halal.

6.Mengelola limbah dengan benar - Membuang limbah penyembelihan hewan dengan cara yang aman dan tidak mencemari lingkungan.

K4

(14)
(15)

Cara Menyiapkan Peralatan Penyembelihan Hewan Halal

Berikut adalah langkah-langkah dalam menyiapkan peralatan penyembelihan hewan halal:

Menyiapkan Peralatan Penyembelihan

Proses penyembelihan

hewan halal bukan hanya sekadar pemotongan,

namun juga harus

memenuhi syarat dan ketentuan syariat Islam.

Salah satu aspek penting yang seringkali luput dari perhatian adalah persiapan peralatan. Ya, peralatan

yang digunakan dalam penyembelihan harus

memenuhi kriteria khusus dan disiapkan dengan baik untuk menjamin kehalalan dan keamanan daging yang dihasilkan.

1. Periksa pisau - Pastikan pisau tajam, terbuat dari bahan yang tidak mudah berkarat, dan memiliki panjang minimal 10 cm.

2. Cuci dan sterilkan pisau - Cuci pisau dengan sabun dan air panas.

Sterilkan pisau dengan cara direbus dalam air mendidih selama 10 menit atau dengan menggunakan larutan desinfektan.

3. Siapkan talenan - Cuci talenan dengan sabun dan air panas.

Pastikan talenan dalam kondisi bersih dan kering.

4. Siapkan wadah penampung darah - Cuci wadah penampung darah dengan sabun dan air panas. Pastikan wadah dalam kondisi bersih dan kering.

5. Siapkan air - Siapkan air bersih yang cukup untuk membersihkan peralatan dan tempat penyembelihan.

6. Siapkan peralatan tambahan - Siapkan peralatan tambahan yang mungkin diperlukan, seperti tali untuk mengikat hewan, kain lap, dan sarung tangan.

K5

(16)
(17)

PABRIKAN

JENIS PISAU BERDASAR PEMBUAT

(18)

LOKAL/ PANDE

JENIS PISAU BERDASAR PEMBUAT

(19)

PISAU SESET (PENGULITAN/SKINNING) IMPORT

JENIS PISAU BERDASAR FUNGSI

(20)

PISAU SESET (PENGULITAN/SKINNING) LOKAL

JENIS PISAU BERDASAR FUNGSI

(21)

PISAU BONING (PEMISAH TULANG) IMPORT

JENIS PISAU BERDASAR FUNGSI

(22)

LANGKAH MENGASAH PISAU

STANDAR ASAHAN DAN PERAWATAN PISAU SEMBELIH

1. Menyiapkan pisau untuk diasah

2. Asah secara perlahan mulai ujung pisau sampai bagian bawah pisau, asah dengan menggesek ke depan pada bagian pisau

3. Mengasah bagian pisau secara berulang, bersihkan bagian pisau yang sudah diasah, kemudian melakukan pengasahan berulang untuk hasil pisau yang lebih tajam.

4. Pengasahan pada ujung pisau

5. Melakukan pengasahan pada bagian bawah pisau sesuai arah tanda panah yang tersedia pada contoh gambar

6. Apabila pisau sudah tajam, lancip, maka pengasahan sudah

berhasil.

(23)

LANGKAH MENGASAH PISAU

STANDAR ASAHAN DAN PERAWATAN PISAU

SEMBELIH

(24)

MENGASAH DENGAN BATU ASAH

STANDAR ASAHAN DAN PERAWATAN PISAU

SEMBELIH

(25)

MENGASAH DENGAN SHARPENER STEEL

STANDAR ASAHAN DAN PERAWATAN PISAU

SEMBELIH

(26)
(27)
(28)

PEMERIKSAAN FISIK HEWAN

Pemeriksaan fisik hewan adalah proses untuk

mengetahui kondisi kesehatan dan kesejahteraan

hewan sebelum disembelih. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan tersebut:

1. Sehat dan bebas dari penyakit yang dapat menular kepada manusia.

2. Cukup umur dan layak untuk disembelih.

3. Tidak dalam keadaan stres atau terluka.

K6

(29)
(30)

MANFAAT PEMERIKSAAN FISIK HEWAN

1. Menjamin keamanan pangan - Meminimalkan risiko penularan penyakit zoonosis dari hewan ke

manusia.

2. Meningkatkan kualitas daging - Hewan yang sehat akan menghasilkan daging yang berkualitas baik.

3. Mencegah penyiksaan hewan - Hewan yang

disembelih dalam keadaan sehat dan tenang akan

menghasilkan daging yang lebih halal.

(31)
(32)

MENETAPKAN KESIAPAN HEWAN UNTUK DISEMBELIH

Status kesiapan hewan untuk disembelih adalah kondisi hewan yang memenuhi syarat untuk

disembelih secara syar'i. Hewan yang siap untuk disembelih harus:

1. Sehat dan bebas dari penyakit yang dapat menular kepada manusia.

2. Cukup umur dan layak untuk disembelih.

3. Tidak dalam keadaan stres atau terluka.

4. Telah tenang dan siap untuk disembelih.

K7

(33)

BEBERAPA FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI STATUS KESIAPAN HEWAN UNTUK DISEMBELIH

ANTARA LAIN:

1. Usia hewan - Hewan yang disembelih harus cukup umur. Usia

minimum hewan yang disembelih berbeda-beda tergantung jenis hewannya.

2. Kesehatan hewan - Hewan yang disembelih harus sehat dan bebas dari penyakit yang dapat menular kepada manusia.

3. Kondisi fisik hewan - Hewan yang disembelih harus memiliki

kondisi fisik yang baik, tidak cacat, dan tidak dalam keadaan stres atau terluka.

4. Perlakuan terhadap hewan - Hewan harus diperlakukan dengan

baik dan tidak disiksa sebelum disembelih.

(34)

TEKNIS PENYEMBELIHAN

Prinsip-prinsip Penyembelihan Sesuai Fatwa MUI Hewan yang Disembelih

• Hewan yang boleh dimakan

• Hidup ketika di sembelih

• Sehat sesuai dengan persyaratan kesehatan hewan 1. Penyembelih

• Penyembelih diwajibkan beragama Islam, Baligh dan menjalankan syariat islam

• Memahami cara penyembelihan dengan cara yang syar'i

• Mempunyai keahlian dalam menyembelih 2. Alat Sembelih

• Alat yang dipergunakan untuk menyembelih sesuai standart ketajaman

• Alat yang di pergunakan bukan yang dilarang oleh syariat seperti, kuku, gigi atau taring, atau tulang

K8

(35)

PROSES

Proses Penyembelihan

• Menyembelih harus dengan niat dengan menyebut asma Allah

“Bismillah Allahu Akbar” (dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar)

• Hewan yang akan disembelih harus dalam keadaan sehat dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang.

• Pisau yang digunakan untuk menyembelih harus tajam sehingga pada saat pemotongan halal dilakukan hewan tidak terlalu menderita dan

penyembelihan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

• Memastikan adanya aliran darah dan gerakan ketika disembelih (Hayah

Mustaqirrah)

(36)

PROSES

Lain-lain

• Hewan yang akan disembelih, disunnahkan untuk dihadapkan ke kiblat.

• Penyembelihan semaksimal mungkin dilaksanakan secara manual, tanpa didahului dengan stunning(pemingsanan) dan semacamnya.

• Stunning (pemingsanan) untuk mempermudah proses penyembelihan hewan hukumnya boleh, dengan syarat:stunning hanya menyebabkan hewan pingsan sementara, tidak menyebabkan kematian serta tidak menyebabkan cedera permanen

• Melakukan penggelonggongan hewan, hukumnya haram.

(37)

PROSES

Teknik penyembelihan hewan halal adalah teknik penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam. Teknik ini harus dilakukan dengan cara:

1. Tajam - Pisau yang digunakan untuk menyembelih hewan harus tajam dan terbuat dari bahan yang tidak mudah berkarat.

2. Cepat - Penyembelihan harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

3. Putus - Pisau harus memotong tiga saluran vital, yaitu:

• Saluran makanan (esofagus)

• Saluran pernapasan (trakea)

• Dua pembuluh darah leher (vena jugularis dan arteri karotis)

4. Menyembelih di tempat yang tepat - Penyembelihan harus dilakukan di tempat yang tepat, yaitu di bagian leher hewan.

5. Menghadap kiblat - Hewan yang disembelih harus menghadap kiblat.

6. Membaca doa - Juru sembelih harus membaca doa sebelum menyembelih

hewan.

(38)
(39)
(40)
(41)
(42)

PROSES

Manfaat menerapkan teknik penyembelihan hewan halal antara lain:

• Menjamin kehalalan daging - Daging yang disembelih dengan

teknik yang benar akan menjadi halal dan boleh dimakan oleh umat Islam.

• Meningkatkan kualitas daging - Teknik penyembelihan yang benar dapat membantu menjaga kualitas daging.

• Mencegah penyiksaan hewan - Hewan yang disembelih dengan

teknik yang benar akan mati dengan cepat dan tidak merasakan

sakit.

(43)

MEMERIKSA KELAYAKAN PROSES PENYEMBELIHAN

Juru sembelih halal harus memeriksa beberapa aspek untuk menentukan kelayakan proses penyembelihan:

1. Pelaksanaan Syarat Penyembelih:

• Muslim dan berakal sehat (akil baligh).

• Niat menyembelih sesuai syariat Islam.

2. Pelaksanaan Teknik Penyembelihan:

• Menggunakan pisau tajam dan tepat.

• Memotong saluran vital (esofagus, trakea, vena jugularis & arteri karotis) dengan sekali tebas.

• Menyembelih di tempat yang tepat (depan leher hewan).

3. Kondisi Hewan:

• Hewan ternak yang halal dimakan (sapi, kambing, domba, unta).

• Hewan hidup saat disembelih (tidak mati karena sebab lain).

• Hewan tidak dalam kondisi sakit parah atau terluka parah.

4. Pengucapan Basmalah:

• Disunnahkan mengucapkan basmalah (Allahumabbismilah) sebelum menyembelih.

K9

(44)
(45)

MEMERIKSA KELAYAKAN PROSES PENYEMBELIHAN

Cara Pemeriksaan

Pemeriksaan kelayakan ini dapat dilakukan melalui:

1. Observasi langsung - Juru sembelih mengamati proses penyembelihan secara langsung untuk memastikan teknik yang tepat.

2. Peninjauan bangkai - Juru sembelih memeriksa kondisi bangkai hewan setelah disembelih.

3. Pendarahan yang baik pada pembuluh darah leher adalah indikasi pemotongan yang benar.

4. Riwayat penyembelihan - Dalam beberapa situasi, juru sembelih mungkin perlu

menanyakan riwayat penyembelihan kepada pihak yang melakukannya.

(46)
(47)

MENETAPKAN STATUS KEMATIAN HEWAN

Tanda-tanda Kematian Hewan

Beberapa tanda-tanda kematian hewan yang perlu diperhatikan:

• Berhenti bernapas: Hewan tidak menunjukkan pergerakan pernapasan.

• Berhenti bergerak: Hewan tidak menunjukkan pergerakan otot atau reflex.

• Pupil melebar: Pupil mata hewan membesar dan tidak bereaksi terhadap cahaya.

• Hilangnya denyut nadi: Denyut nadi di leher atau kaki hewan tidak terasa.

• Keluarnya feses dan urin: Feses dan urin hewan keluar secara spontan.

K10

(48)

CARA MENETAPKAN STATUS KEMATIAN HEWAN

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kematian hewan:

• Teknik penyembelihan: Teknik penyembelihan yang tepat dan cepat akan mempercepat kematian hewan.

• Kondisi kesehatan hewan: Hewan yang sakit atau terluka parah mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mati.

• Usia hewan: Hewan yang lebih tua mungkin membutuhkan waktu lebih

lama untuk mati.

(49)

TERIMA KASIH

VISIT US

[email protected]

08814100171

Referensi

Dokumen terkait

Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan akademik, vokasi dan/atau profesi, penelitian dan pengabdian pada masyarakat

049 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), dan berpedoman pada Visi Misi UIN Walisongo yaitu menjadi perguruan tinggi berbasis riset

Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang 201101709 DWI SRININGSIH Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Semarang 201101710 PUPUT

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang merupakan salah satu perguruan tinggi Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan, tidak terkecuali dalam

Hasil analisis pada proyek pembangunan Gedung Perkuliahan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Walisongo, Kota Semarang Jawa Tengah, diketahui total anggaran

Prodi Kimia sebagai salah satu bagian dari UIN Walisongo telah menetapkan kurikulum tahun 2020 setelah melewati tahapan review kurikulum diantaranya Workshop Pengembangan Kurikulum

PETA KURIKULUM KIMIA Semester 1 Semester 2 Semester 3 Semester 4 Semester 5 Semester 6 Semester 7 Semester 8 Bahasa Indonesia Karya Tulis Ilmiah Pendidikan Pancasila dan

bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dipandang perlu