PENDAHULUAN
Fokus dan Subfokus Penelitian
Hal inilah yang disebut dengan definisi masalah atau fokus penelitian, yang memuat pokok-pokok permasalahan yang masih bersifat umum. Dari fokus penelitian yang bersifat umum ini, peneliti ingin penelitiannya lebih terfokus dan terkonsentrasi pada satu hal. Fokus penelitian ini adalah upaya guru pendidikan agama Islam dalam membentuk akhlak siswa SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara.
Kegiatan apa saja yang dilakukan guru PAI untuk menanamkan nilai-nilai agama guna membentuk moral siswa di sekolah?
Rumusan Masalah
Kegunaan Penelitian
Sistematika Penulisan
Darul Ma'arif sedangkan penelitian yang saya selidiki berlokasi di SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara. Untuk mengetahui upaya guru pendidikan agama Islam dalam membentuk akhlak siswa di SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran PAI SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara tentang pembentukan akhlak siswa.
Hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara tentang pembentukan moral siswa. Dalam membentuk akhlak siswa di SMA Al-Muhajirin Jakarta, guru PAI melaksanakan shalat Dhuha dan zuhur berjamaah. Dalam membentuk akhlak siswa di SMA Al-Muhajirin Jakarta, guru PAI juga mengadakan kegiatan Kerohanian Islam (Rohis).
Setiap guru di SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara saling mendukung dalam pembentukan akhlak tersebut. I,] UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBERIKAN MORAL SISWA DI SMA AL MUHAIIRIN JAKARTA UTARA”.
TINJAUAN PUSTAKA
Akhlak
Sedangkan bentuk dan cara memuliakan orang tua dapat dizahirkan melalui hasil pemikiran manusia. Ibu bapa berusaha untuk membesarkan, membesarkan, mendidik agar mereka menjadi orang yang berguna dan bahagia. Walaupun guru adalah pengganti ibu bapa apabila mereka berada di sekolah, kita harus melayan guru seperti cara kita melayan ibu bapa.
Hendaknya seorang muslim mengetahui hak-hak orang tua dan guru, melakukannya secara sempurna sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan bimbingan-Nya. Menurut pandangan Islam, berbuat baik kepada saudara laki-laki dan perempuan harus sama dengan berbuat baik kepada orang tua dan anak. Hendaknya saudara laki-laki menyayangi adiknya sebagaimana orang tua menyayangi anaknya, kita harus mempunyai akhlak yang baik terhadap saudara kandung.
Setiap orang ingin menjadi pribadi yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat, sikap mental dan akhlak yang terpuji. Orang tua sangat menentukan dalam pembinaan akhlak, karena hal ini akan memasuki kepribadian anak beserta unsur-unsur kepribadian yang diperoleh melalui pengalaman sejak kecil. Kebahagiaan para orang tua atas kehadiran anak yang dikaruniainya akan semakin terasa karena semakin besarnya harapan agar garis keturunan mereka tetap berlanjut.
Selepas membimbing dan membantu anak-anak mengetahui halal dan haram, ibu bapa hendaklah menggalakkan anak-anak dalam perkara halal dan menjauhi perbuatan haram.
Guru Pendidikan Agama Islam
Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan al mu’alim atau ustadz, yang bertugas memberikan ilmu di majelis ta’lim (tempat belajar) dengan tujuan mendidik dan mengembangkan akhlak peserta didik agar mereka menjadi orang yang berkepribadian baik. 31. Setelah menjelaskan pengertian guru secara umum, selanjutnya adalah menjelaskan pengertian guru dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Secara umum pengertian guru pendidikan agama Islam dapat diartikan sebagai guru yang mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam.37.
Marimba bahwa pendidik Islam atau guru Pendidikan Agama Islam adalah orang yang bertugas membimbing dan membimbing peserta didik berdasarkan syariat agama Islam.38. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa guru Pendidikan Agama Islam adalah orang yang mengajar suatu bidang. Guru Agama Islam juga digunakan sebagai orang dewasa yang mempunyai kemampuan beragama Islam yang baik dan diberi wewenang untuk mengajar bidang studi Pendidikan Agama Islam guna membimbing, membimbing dan mendidik peserta didik berdasarkan syariat Islam untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. .di akhirat.
Jadi, syarat terpenting yang harus dimiliki seorang guru agama Islam adalah ia harus beragama Islam dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan baik. Selain beragama Islam, guru agama Islam juga harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan juga anak didiknya di sekolah, serta kesejahteraan agama Islam, dalam artian guru agama Islam harus mengajar sambil berdakwah, agar orang-orang yang dididiknya sadar bahwa dirinya menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT, dan mencetak anak didiknya menjadi warga negara yang demokratis. Selain itu, seorang guru agama Islam harus mempunyai rasa panggilan yang murni dalam hatinya untuk menyebarkan dan mengajarkan akidah Islam.
Oleh karena itu, menjadi seorang guru agama Islam tidaklah mudah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Apabila seorang guru agama Islam tidak memenuhi syarat tersebut maka tujuan yang diharapkan tidak akan tercapai dengan baik. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa guru pendidikan agama Islam dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya berkewajiban membantu perkembangan anak menuju kedewasaan sesuai dengan tujuan agama, yaitu membentuk manusia yang beriman dan beriman. berbakti kepada Allah SWT.
Tugas seorang guru pendidikan agama Islam meliputi tiga hal, selain mengajar dan mendidik, ia juga berperan sebagai pemimpin yang akan membimbing dirinya sendiri dan orang lain. Oleh karena itu tugas seorang guru agama Islam meliputi tiga hal, selain mengajar dan mendidik, ia juga berperan sebagai pemimpin yang akan membimbing dirinya sendiri dan orang lain. Dari uraian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa tugas guru pendidikan agama Islam adalah membimbing dan mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 hingga April 2019 di SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara, Kecamatan Koja, Kota DKI Jakarta. Visi SMA Al-Muhajirin Jakarta adalah mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, berpengetahuan, terampil dan berkinerja. Guru di SMA Al-Muhajirin Jakarta terdiri dari guru kelas dan guru mata pelajaran.
Sedangkan untuk kurikulum yang digunakan di SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara menggunakan kurikulum KURTILAS yang telah dimodifikasi (kurikulum 2013). Dari hasil penelitian yang penulis temukan di SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara, peneliti dapat mempelajari tentang upaya guru agama Islam dalam membentuk akhlak siswa laki-laki dan perempuan dengan cara mendidik setiap siswanya. Jawaban : Visi SMA Al-Muhajirin Jakarta adalah mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, berpengetahuan, terampil dan berprestasi.
METODOLOGI PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
SMA Al Muhajirin berinovasi agar siswa lulusan SMA Al Muhajirin memiliki dasar ilmu di masa depan. Begitu pula di SMA Al-Muhajirin Jakarta Utara, untuk mencapai tujuan pendidikannya menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses belajar mengajar.