Klaster : Eksakta Skema : Dasar
USULAN
PENELITIAN INTERNAL UNISSULA
Potensi Ekstrak kulit Buah Manggis ( Alfa mangostin rind ) sebagai Inhibitor Tirosinase untuk Produk Pencerah Kulit
TIM PENGUSUL
1. dr. Pasid Harlisa, SpKK (0610066601) 2. dr. Hesti W Kariadini, SpKK (0602056801)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
April 2020
DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan ... ii
DAFTAR ISI... iii
RINGKASAN ... 1
BAB 1. PENDAHULUAN ... 2
Latar Belakang ... 2
Tujuan Khusus ... 3
Urgensi (Keutamaan) ... 3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 4
Potensi Anti Tirosinase Kulit Buah Manggis dan Pengaruhnya ... 4
Pembuatan ekstrak Kulit Buah Manggis ... ... 5
Uji anti Tirosinase Kulit Buah Manggis ...5
Roadmap Penelitian ... 6
BAB 3. METODE PENELITIAN ... 7
Alat dan Bahan... 7
Tempat dan Waktu Penelitian ... 8
Tahapan Penelitian ... 8
BAB V. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ... 12
DAFTAR PUSTAKA ... 13
LAMPIRAN... 15
Lampiran 1. Susunan organisasi tim peneliti dan pembagian tugas ... 15
Lampiran 2. Biodata Ketua dan Anggota Tim Peneliti... 16
Lampiran 3. Surat Pernyataan Peneliti ………20
RINGKASAN
Penuaan merupakan suatu proses yang sangat kompleks yang dipengaruhi oleh faktor reactive oxygen species (ROS) yang dihasilkan dalam sel maupun oleh faktor dari luar. ROS akibat paparan sinar UV yang berlebihan akan akan menginduksi pembentukan melanin pada lapisan kulit. Hal ini dipengaruhi oleh adanya enzim tyrosinase yang bertanggung jawab pada inisiasi pigmentasi kulit. Produksi melanin yang berlebihan dapat menyebabkan kulit berwarna gelap atau depigmentasi yang merupakan salah satu tanda penuaan kulit. Penghambatan tirosinase merupakan cara yang paling banyak digunakan dalam proses depigmentasi kulit. Kulit buah manggis mengandung senyawa xanthon yang pada beberapa penelitian dikatakan mempunyai aktivitas menghambat tirosinase.
Kabupaten bogor memiliki perkebunan manggis yang tiap tahunnya menghasilkan kualitas buah yang bagus. Kulit buah manggis yang dihasilkan dapat menjadi komoditi sebagai bahan dasar pencerah kulit. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan aktivitas anti tirosinase pada kulit buah manggis, varietas yang ada di kabupaten bogor.
Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan untuk menguji secara ilmiah aktivitas penghambatan tirosinase ekstrak kulit buah manggis varietas yang ada di kabupaten Bogor dengan tahapan penelitian : pembuatan ekstrak kulit buah manggis dengan pelarut etil asetat dan uji aktivitas anti tiroinase, pembuatan laporan akhir dan pembuatan artikel publikasi.
Luaran yang ditargetkan pada penelitian ini adalah satu publikasi, dan produk ekstrak kulit buah manggis yang terbukti mempunyai potensi anti tirosinase secara in vitro, yang akan digunakan sebagai bahan dasar sediaan topikal anti pimentasi pada kulit yang berpotensi paten.
Sedangkan Tingkat Kesiapan Teknologi yang ditargetkan adalah TKT 2 dan 3.
Kata kunci : kulit buah manggis; ekstrak; anti tirosinase
BAB 1. PENDAHULUAN
Penuaan merupakan proses multifaktorial yang mempengaruhi berbagai organ. Pada proses menua terjadi kerentanan terhadap penyakit akibat reaksi radikal bebas yang terus- menerus terhadap sel dan jaringan (Zalukhu et al., 2016). Penuaan kulit yang diinduksi oleh sinar matahari disebut dengan istilah photoaging, yang manifestasi kliniknya tergantung dari derajat paparan sinar matahari dan pigmen kulit (Wahyuningsih 2011). Radiasi sinar matahari mengakibatkan peningkatan produksi melanin dalam proses melanogenesis. Peroksidasi lipid akibat pajanan sinar matahari pada membran sel menyebabkan terbentuknya ROS, yang kemudian akan menstimulasi melanosit untuk memproduksi melanin (Suseno et al. 2014).
Tirosinase adalah enzim yang mengkatalisis dua tahap awal melanogenesis pada mamalia yaitu mengkatalisis proses oksidasi fenol (orto-hidroksilasi tirosin) menjadi 3,4-dihidroksilfenilamin/
DOPA (monofenolase) dan oksidasi DOPA menjadi dopakuinon (difenolase). Fenomena ini yang menarik para peneliti untuk mencari inhibitor tirosinase baru yang poten yang dengan tujuan sebagai pencerah kulit pada sediaan kosmetik (Chang, 2012).
Kulit buah manggis diketahui mengandung senyawa xanthon yang potensial sebagai kandidat obat. Konstituen utama dan paling banyak ditemukan pada Garcinia mangostana L, golongan xanthon yaitu α- mangostin (Rubiyanti et al., 2016). Akhir-akhir ini banyak penelitian berusaha membuktikan sejauh mana potensi alfa mangostin kulit buah manggis pada kelainan pigmentasi hipermelanosit khususnya dalam aktivitasnya sebagai anti tyrosinase, salah satu hormone yang berperan pada proses melanogenesis (Tadtong et al., 2009; Nooring, 2010;
Hassan et al., 2015b).
Indonesia sebagai negara penghasil buah manggis terbesar di asia tenggara, berpotensi memiliki peluang membuat senyawa anti aging pencerah kulit dari limbah kulit manggis yang dihasilkan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian apakah ekstrak kulit buah manggis varietas yang ada di Indonesia, khususnya di kabupaten Bogor mempunyai kemampuan menghambat enzim tirosinase.
Tujuan dari penelitian melakukan uji ilmiah aktivitas penghambatan tirosinase ekstrak kulit buah manggis dengan tahapan sebagai berikut :
1. Membuat ekstraksi kulit buah manggis dengan pelarut etil asetat 2. Melakukan uji potensi anti tirosinase pada ekstrak kulit buah manggis 3. Melakukan analisis data, laporan akhir dan pembuatan artikel publikasi.
Urgensi Penelitian :
Penelitian yang berusaha menguji potensi anti tirosinase ekstrak kulit buah manggis varietas yang ada di kab Bogor ini sangat diperlukan untuk d a p a t m e m a n f a a t k a n h a s i l k o m o d i t i b e r u p a l i m b a h k u l i t m a n g g i s s e b a g a i b a h a n a n t i p i g m e n t a s i yang dapat diaplikasikan sebagai sediaan topikal penceah kulit yang aman. Pencerah kulit berbahan alami tersebut sangat dibutuhkan mengingat kejadian penuaan kulit akibat paparan sinar matahari semakin meningkat dan berimbas pada peningkatan kejadian penyakit degeneratif terkait, salah satunya adalah penyakit melasma.
Spesifikasi khusus :
Penelitian ini merupakan penelitian dasar bidang kese hatan sub bidang kefarmasian, dalam upaya mendukung saintifikasi sediaan topikal pencerah kulit dan bahan berasal dari alam. Tingkat Kesiapan Teknologi masih berada pada TKT 2 dan 3, untuk mempersiapkan dasar-dasar formulasi dan uji preklinik pada model hewan, agar dapat dilanjutka n dengan penelitian terapan untuk optimasi formula dan uji klinik fase 1.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Potensi Anti Tirosinase Kulit Buah Manggis dan Pengaruhnya sebagai Pencerah Kulit
Melanin memiliki peranan penting terhadap perlindungan kulit terhadap ultraviolet (UV). Produksi melanin yang berlebihan dapat menyebabkan kulit berwarna gelap atau depigmentasi.2 Penghambatan tirosinase merupakan cara yang paling banyak digunakan dalam proses depigmentasi kulit kosmetik (Chang, 2012).
Enzim yang berperan penting pada jalur sintesis melanin adalah tirosinase. Tirosinase memiliki aktivitas hidroksilasi tirosin, oksidasi L-DOPA (3,4-dihidroksifenilalanin) dan oksidasi hidroksiindol. Oleh karena itu, tirosinase dapat mengatalisis beberapa langkah dalam biosintesis melanin. Enzim tirosinase bekerja mengubah tirosin menjadi 3,4- dihidroksifenilalanin (DOPA) dan kemudian menjadi dopakuinon yang selanjutnya melalui beberapa tahap transformasi dikonversi menjadi melanin (Lee et al., 2016).5 Flavonoid merupakan polifenol alami yang banyak ditemukan dalam daun, batang dan bunga.
Kemampuan depigmentasi kulit dari flavonoid dengan cara menghambat secara langsung aktivitas tirosinase pada proses melanogenesis. Ikatan flavonoid dengan tembaga serta efek antioksidannya dilaporkan berperan dalam menghambat kerja enzim tirosinase (Gillbro &
Olsson, 2011). Pengaruh lingkungan seperti sinar ultraviolet memberikan kontribusi dalam pembentukan radikal bebas dan Reactive Oxygen Species (ROS). Hal ini merangsang peradangan kulit yang memicu serangkaian reaksi biokimia di kulit dan menyebabkan kerusakan jaringan kolagen dermis sehingga terjadi penuaan kulit dini (photo aging/
premature skin aging)(Ahmad & Damayanti 2018).
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara ilmiah aktivitas penghambatan tirosinase ekstrak kulit buah manggis varietas dari kabupaten Bogor secara in vitro menggunakan spektrofotometri sesuai dengan (Hassan et al. 2015) dan (Charissa et al.
2017).
Ekstraksi Kulit Buah Manggis
Ekstraksi diperlukan untuk mendapatkan senyawa yang diinginkan dalam kulit buah manggis. Pemilihan pelarut yang tepat dapat meningkatkan efisiensi ekstraksi. Etil asetat merupakan
pelarut dengan toksisitas rendah yang bersifat semi polar sehingga diharapkan dapat menarik senyawa yang bersifat polar maupun nonpolar dari kulit buah manggis (Putri et al. 2013).
Penentuan Aktivitas Antitirosinase dari Senyawa Polifenol
Penentuan aktivitas penghambat tirosinase dilakukan menggunakan spektrofotometer dengan bahan L-3,4-dihydroxy- phenylalanine (L-DOPA) dan substrat tyrosine dengan protokol yang bervariasi (Lim et al., 2009), menentukan aktivitas penghambat tirosinase secara spektrofotometri yang diukur pada panjang gelombang 475 nm, dengan panjang gelombang 700 nm sebagai rujukan. (Tadtong et al., 2009) menggunakan material DL- DOPA, mushroom tyrosinase (T3824-5KU) dan asam kojic dari Sigma (USA). Sementara Vardhan, Khan dan Pandey (2014), menggunakan spektrofotometer (Jasco V-530) pembacaan dilakukan pada panjang gelombang 475 nm dengan kontrol positif menggunakan asam kojic (Fawole et al., 2012), menggunakan arbutin sebagai kontrol positif dan nilai absorbansi ditentukan pada panjang gelombang 492 nm. Namun semua menggunakan rumus sebagai berikut untuk menghitung prosentase inhibisi dari aktivitas tirosinase:
% tyrosinase inhibition = (A - B) - (C - D) x 100 (A - B)
Dimana:
A = absorbansi blank solution dengan enzym B = absorbansi blank solution tanpa enzym C = absorbansi larutan sampel dengan enzym D = absorbansi larutan sampel tanpa enzym
Roadmap Penelitian
Adapun roadmap penelitian ini ditampilkan pada gambar 1. Roadmap penelitian ini mendukung Renstra dan roadmap penelitian Universitas Islam Sultan Agung / Fakultas Kedokteran Bidang Penyakit degeneratif dan keganasan pada topik Pengembangan teknologi farmasi obat dan bentuk sediaan untuk penyakit degeneratif dan keganasan.
Gambar 1. Roadmap Penelitian
BAB 3. METODE PENELITIAN
Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian acak lengkap. Kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan ekstrak etil asetat dan uji penghambatan tirosinase kulit buah manggis ( Alfa mangostin rind )
Pembuatan ekstrak etil asetat kulit buah manggis
Sejumlah 100 g serbuk kulit buah manggis kering diekstraksi dengan 750 mL etil asetat dengan metode maserasi selama 5 hari. Residu yang diperoleh kembali diekstraksi dengan 250 mL etil asetat selama 2 hari. Filtrat dari ekstraksi I dan II digabungkan, pelarut diuapkan menggunakan vaccum rotary evaporator pada suhu 40˚C kemudian dilanjutkan dengan menggunakan oven pada suhu yang sama hingga terbentuk ekstrak serbuk kering yang kemudian ditimbang.
Uji Potensi anti Tirosinase Ektrak Kulit Buah Manggis
Ekstrak kulit sebanyak 50 mg dilarutkan dalam DMSO hingga konsentrasi 50.000 μg/mL. Larutan stok kemudian diencerkan ke dalam buffer fosfat 50 mM (pH 6,5) hingga diperoleh konsentrasi larutan ekstrak 156,25, 312,5, 625, 1250, 2500, 5000 dan 10.000 μg/mL. Setelah itu, asam kojat sebagai kontrol positif diuji mulai konsentrasi 7,8, 15,63, 31,25, 62,5, 125, 250 dan 500 μg/mL dalam pelat tetes 96 sumur. Sebanyak 70 μL ekstrak pengenceran ini masing-masing digabungkan dengan 30 μL enzim tirosinase (Sigma, 333 unit/mL dalam buffer fosfat). Pelat diinkubasi pada suhu kamar selama 5 menit, kemudian ditambahkan 110 μL substrat L-tirosin 2 mM atau L-DOPA 2 mM dan diinkubasi kembali selama 30 menit pada suhu kamar. Larutan pada setiap sumur diukur dengan menggunakan multiwell plate reader pada panjang gelombang 510 nm untuk menentukan persen inhibisi dan nilai konsentrasi hambat 50% (IC50). Persen inhibisi dihitung dengan cara membandingkan serapan sampel sebelum penambahan ekstrak (A) dengan setelah penambahan ekstrak (B) (Hassan et al. 2015) dan (Charissa et al. 2017).
Bagan Alir Penelitian
Bagan alir penelitian yang mencakup latar belakang, tujuan, metode, output dan outcome dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Bagan Alir Penelitian TAHUN KE-1
Latar Belakang
- Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L ) diketahui mengandung senyawa polifenol dengan kandungan utama golongan xanthon yaitu α- mangostin - Dibuktikan bahwa senyawa polifenol mempunyai aktivitasnya anti
tirosinase.
- Diperlukan proses ekstraksi untuk mendapatkan senyawa yang diperlukan
- Perlu uji potensi anti tirosinase pada kulit buah manggis varitas - s yang ada di Indonesia khususnya di kabupaten Bogor.
Tujuan
- Membuat ekstrak kulit buah manggis
- Mengetahui prosentase tirosinase inhibisi pada ekstrak kulit manggis yang dibuat
- Melakukan analisis data, laporan akhir dan pembuatan artikel publikasi
Metode
- Pembuatan ekstrak kulit buah manggis dengan pelarut etil asetat (Penanggung-jawab /PJ : dr. Pasid Harlisa, SpKK)
- Melakukan uji potensi anti tirosinase ekstrak kulit manggis menggunakan spektrofotometer
(Penanggung-jawab /PJ : dr. Pasid Harlisa, SpKK)
Output - Produk ekstrak kulit manggis dengan pelarut etil asetat - Nilai prosentase inhibitor pada Produk ekstrak kulit manggis
Outcome - Diperoleh produk ekstrak kulit buah manggis dengan potensi anti tirosinase - Diperoleh satu artikel publikasi
- Diperoleh satu presentasi ilmiah pada konferensi internasional
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
4.1 Anggaran Biaya
Rencana anggaran biaya penelitian ini adalah sebagai berikut :
No Jenis Pengeluaran Biaya yang diusulkan (Global)
1 Honorarium pelaksana 900.000
2 Bahan habis pakai dan peralatan 7.950.000
3 Perjalanan 0
4 Lain-lain : biaya klinik publikasi 1.150.000
Jumlah : 10.000.000
Jastifikasi RAB dirinci detil berdasar jenis pengeluarannya adalah sebagai berikut :
URAIAN Volume Satuan Harga Satuan Jumlah 1. HONORARIUM
Item Honor
Pembantu peneliti 2 Triwulan 300.000 1.800.000
Tenaga Admin 1 Paket 600.000 600.000
Laboran 1 Paket 300.000 300.000
Jumlah 1 900.000 2. BAHAN HABIS PAKAI DAN PERALATAN
Buah manggis 10 kg 15.000 150.000
Etil asetat 5 liter 42.000 210.000
Kit reagen anti tyrosinase 1 kali 7.590.000 7.590.000
Sewa laboratorium 1 paket 800.000 800.000
Konsumsi rapat 6x2 paket 25.000 300.000
Jumlah 2 7.950.000 3. PERJALANAN
--- --- ---
Jumlah 3 0
4. LAIN-LAIN
Biaya publikasi (translate, proofread dan submisi artikel)
1 paket 1.150.000 1.150.000
Jumlah 4 1.150.000 TOTAL 10.000.000
4.2 Jadwal Penelitian
No Nama Kegiatan Bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Perijinan dan persiapan pembuatan ekstrak
2 Pengadaan reagen anti tirosinase 3 Pelaksanaan ekstraksi
4 Melakukan uji potensi anti tirosinase 5 Melakukan analisis data, laporan akhir
dan pembuatan artikel publikasi.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Z. & Damayanti, 2018. Penuaan Kulit : Patofisiologi dan Manifestasi Klinis ( Skin Aging : Pathophysiology and Clinical Manifestation ). Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin – Periodical of Dermatology and Venereology, 30(03), pp.208–215. Available at:
http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=850430&val=7405&title=Pen uaan Kulit: Patofisiologi dan Manifestasi Klinis.
Chang, T., 2012. Tyrosinase and Tyrosinase Inhibitors. Journal of Biocatalysis &
Biotransformation Editorial, pp.1–2.
Charissa, M., Djajadisastra, J. & Elya, B., 2017. Uji Aktivitas Antioksidan dan Penghambatan Tirosinase serta Uji Manfaat Gel Ekstrak Kulit Batang Taya (Nauclea subdita) terhadap Kulit. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 6(2).
Fawole, O.A., Makunga, N.P. & Opara, U.L., 2012. Tyrosinase-Inhibition Activities of Pomegranate Fruit Peel Methanolic Extract. BMC Complementary and Alternative Medicine, 12(1), p.200. Available at: BMC Complementary and Alternative Medicine.
Gillbro, J.M. & Olsson, M.J., 2011. The melanogenesis and mechanisms of skin-lightening agents – existing and new approaches. International Journal of Cosmetic Science, pp.210–221.
Hassan, W.N.A.W. et al., 2015. Antioxidant and tyrosinase inhibition activities of α-mangostin and Garcinia mangostana Linn. pericarp extracts. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 5(9), pp.037–040.
Lee, S.Y., Baek, N. & Nam, T.G., 2016. Natural, semisynthetic and synthetic tyrosinase inhibitors. Journal of Enzyme Inhibition and Medicinal Chemistry, 31(1), pp.1–13.
Lim, T.Y., Lim, Y.Y. & Yule, C.M., 2009. Evaluation of antioxidant , antibacterial and anti- tyrosinase activities of four Macaranga species. Food Chemistry, 114(2), pp.594–599.
Nooring, W., 2010. Phytochemistry and Anti-Tyrosinase Activity of Anaxagorea Luzonensis A.
Gray, Mahidol University.
Putri, W.S., Warditiani, N.K. & Larasanty, L.P.F., 2013. SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH MANGGIS ( Garcinia mangostana L .). journal Pharmacon, 09(4), pp.56–59.
Rubiyanti, R., Susilawati, Y. & Muchtaridi, M., 2016. Potensi Ekonomi dan Manfaat Kandungan Alfa-Mangostin Serta Gartanin dalam Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn). Farmaka, 15(1), pp.15–25.
Suseno, L.S., Bernadette, I. & Legiawati, L., 2014. Tinjauan Pustaka Perkembangan Terbaru Etiopatogenesis Melasma. MDVI, 41 No.3, pp.133–138.
Tadtong, S. et al., 2009. Antityrosinase and Antibacterial Activities of Mangosteen Pericarp Extract. J. Health Resp (San Francisco), 23(2), pp.99–102.
Vardhan, A., Khan, S. & Pandey, B., 2014. Screening of Plant Parts for Anti-Tyrosinase Activity By Tyrosinase Assay Using Mushroom Tyrosinase. IndianJ.Sci.Res, 4(1), pp.134–139.
Wahyuningsih, K.A., 2011. Astaxanthin Memberikan Efek Proteksi Terhadap Photoaging.
Journal of Medicine, 10(3), pp.149–160.
Zalukhu, M.L., Phyma, A.R. & Pinzon, R.T., 2016. Proses Menua , Stres Oksidatif , dan Peran Antioksidan. Cermin Dunia Kedokteran, 43(10), pp.733–736.
Lampiran 1. Susunan organisasi tim peneliti dan pembagian tugas
NO NAMA, NIK, FAKULTAS
BIDANG ILMU
ALOKASI WAKTU
(JAM/
MINGGU)
URAIAN TUGAS
1 dr. Pasid Harlisa, SpKK
210104084 KEDOKTERAN
Farmakologi, Farmasi Bahan Alam
20 Menyiapkan referensi terkait kandungan senyawa, proses ekstraksi dan penentuan potensi anti tirosinase pada kulit buah manggis untuk keperluan latar belakang, tinjauan pustaka dan metode penelitian
Melaksanakan penelitian untuk pembuatan ekstraksi dan penentuan potensi anti tirosinase kulit buah manggis
Monitoring dan koordinasi pelaksanaan penelitian 2 dr. Hesti W
Kariadini, SpKK 210105094
KEDOKTERAN
Farmakologi 10 Menyiapkan referensi terkait kandungan senyawa, proses ekstraksi dan penentuan potensi anti tirosinase pada kulit buah manggis untuk
untuk keperluan latar belakang, tiunjauan pustaka dan metode penelitian
Melaksanakan penelitian untuk uji anti tirosinase
Membantu ketua dalam pelaksanaan penelitian
3 Indah wahyu
Puspitasari 30101700075
Mahasiswa 10 Membantu pelaksanaan penelitian untuk pengamatan dan pengambilan data
4 Octy Ayu Kinasih, S.Hum.
110013510
Tenaga Administrasi
1 Membantu administrasi keuangan penelitian
Lampiran 2. Biodata ketua dan anggota tim pengusul
A. BIODATA KETUA PENGUSUL
Nama dr. Pasid Harlisa, SpKK
NIDN/NIDK 0610066601 / 210104084
Pangkat / Jabatan Asisten ahli
E-mail [email protected]
ID Sinta
h-Index
Publikasi di Jurnal Internasional terindeks
No Judul Artikel Peran (First author,
Corresponding author, atau coauthor)
Nama Jurnal, Tahun terbit, Volume, Nomor, PISSN/EISSN
URL artikel (jika ada)
Publikasi di Jurnal Nasional Terakreditasi Peringkat 1 dan 2
No Judul Artikel Peran (First author,
Corresponding author, atau coauthor)
Nama Jurnal, Tahun terbit, Volume, Nomor, PISSN/EISSN
URL artikel (jika ada)
Prosiding seminar/konverensi internasional terindeks
No Judul Artikel Peran (First author,
Corresponding author, atau coauthor)
Nama Jurnal, Tahun terbit, Volume, Nomor, PISSN/EISSN
URL artikel (jika ada)
Buku
No Judul Buku Tahun
Penerbitan
ISBN Penerbit URL artikel (jika ada)
Perolehan KI
No Judul Tahun
Perolehan
Jenis KI Nomor Status KI (URL jika ada)
B. BIODATA ANGGOTA PENGUSUL
Nama dr. Hesti W Kariadini, SpKK
NIDN/NIDK 0602056801 / 210105094
Pangkat / Jabatan Asisten Ahli
E-mail ID Sinta h-Index
Publikasi di Jurnal Internasional terindeks
No Judul Artikel Peran (First author,
Corresponding author, atau coauthor)
Nama Jurnal, Tahun terbit, Volume, Nomor, PISSN/EISSN
URL artikel (jika ada)
Publikasi di Jurnal Nasional Terakreditasi Peringkat 1 dan 2
No Judul Artikel Peran (First author,
Corresponding author, atau coauthor)
Nama Jurnal, Tahun terbit, Volume, Nomor, PISSN/EISSN
URL artikel (jika ada)
Prosiding seminar/konverensi internasional terindeks No Judul Artikel Peran (First
author,
Corresponding author, atau coauthor)
Nama Jurnal, Tahun terbit, Volume, Nomor, PISSN/EISSN
URL artikel (jika ada)
Buku
No Judul Buku Tahun
Penerbitan
ISBN Penerbit URL artikel (jika ada)
Perolehan KI
No Judul Tahun
Perolehan
Jenis KI Nomor Status KI (URL jika ada)
Lampiran 3. Surat pernyataan ketua peneliti
(Materai dan tanda tangan asli akan disusulkan saat kondisi memungkinkan)
HASIL REVIEW
Judul Penelitian : Potensi Ekstrak kulit Buah Manggis ( Alfa mangostin rind ) sebagai Inhibitor Tirosinase untuk Produk Pencerah Kulit
Keywords : kulit buah manggis, ekstrak, anti tirosinase Rumpun Ilmu : Ilmu Kedokteran Dasar & Biomedis
Sumber Dana
Dana Diusulkan : Rp 10,000,000
Dana Disetujui : Rp 10,000,000
Peneliti / Pelaksana Ketua Peneliti : dr. Hj. Pasid Harlisa, Sp.KK
Anggota Peneliti Unissula : 1. dr. Hesti Wahyuningsih Karyadini, Sp.K Anggota Peneliti Luar :
Mahasiswa yang terlibat : 1. Indah Wahyu Puspitasari Karyawan yang terlibat : 1. Octy Ayu Kinasih, S. Hum
Luaran Wajib : 1. Artikel dimuat di Jurnal Nasional terakreditasi Luaran Tambahan : 1. Purwarupa (Prototype)
Reviewer
Catatan Reviewer :
Track record sang peneliti sangat diperlukan untuk menjamin konsitensi dan fokus yang akan berdampak pada pencarian peneliti terkait nilai novelity, sehingga publikasi internasional relatif mudah tercapai. Dalam RoadMap peniliti menyebutkan disebutkan bahwa beberapa hasil telah dikerjakan (kotak warna hijau) namun kami tidak menemukan karya tersebut dalam publikasi (citasi) yang peneliti buat. Mhn bisa
dijelaskan...Ke-2 Penlitian ini invitro, namun populasi sampel (type cell uji) tidak dijelaskan.. Hal ini jg penting karena type cell tertentu
memiliki genotipe dan phenotpe yang berbeda shg ekspresi gen juga akan berbeda...Ke-3 Uji ekstraksi dilakukan hanya pada satu soleven etil asetat yang diharapkan senyawa polar, namun sudah kah peneliti
memiliki referensi bahwa senywa non-polar (solven heksan) atau semi polar (ECM) tidak berperan lebih kuat dalam menginhibisi..Karena bisa saja justru senyawa tersebut yang akan menhinbisi lebih kuat..Untuk itu trace study dibutuhkan atau kalau belum dipeoleh mungkin perlu diuji cobakan. Ke-4 Penilitian ini menguji MTT terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai IC50, namun tidak dijelaskan berapa lama inkubasi 24jam..48jam..dst... kemudian apakah nanti nilai IC50 ini akan sesuai dengan standart yang ditetapkan WHO..krn kalau melebihi ambang maka uji selanjutnya tidak dapat diteruskan (senyawa bersifat toksik).
Itulah penting trace jurnal sebelumnya untuk menjawab kemungkian ini..Mhn bisa dinarasikan... Terakhir Roadmap merupakan potret sang peneliti..Merupakan track record sang peneliti terkait dg aktivitas reseeach pada bidangnya..sh kalau penelitian ini didesain lebih optimal maka publikasi internasional akan lebih mudah didapatkan.. berdampak pada track recod sang peneliti
No Kriteria Skor Bobot Nilai 1 JANGKAUAN PENELITIAN (LOKAL/REGIONAL/NASIONAL
/INTERNASIONAL) 5 5 25
2 METODE PENELITIAN 5 20 100
3 KAJIAN PUSTAKA 5 15 75
4 PERUMUSAN MASALAH 4 20 80
5 MANAJEMEN REFERENSI 6 10 60
6 PELUANG LUARAN PENELITIAN 6 20 120
7 KESESUAIAN DENGAN ROADMAP INSTITUSI 6 10 60
Total Skor 520