• Tidak ada hasil yang ditemukan

usulan penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "usulan penelitian"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

i

USULAN PENELITIAN

Oleh :

Paryanto, M.Pd. NIP. 19780111 200501 1 001 Aan Ardian, M.Pd. NIP. 19780131 200312 1 002 Arif Marwanto, M.Pd. NIP. 19800329 200212 1 001

Widodo NIM. 10503241014

Candra Tri Prabowo NIM. 10503244034 Akhmad Muzani NIM. 11503247022

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2014

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS

PEMBELAJARAN DI SMK

(2)

ii

HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN

1. Judul : Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMK

2. Ketua Pelaksana Penelitian :

a. Nama : Paryanto, M.Pd.

b. Tempat, Tanggal Lahir : Yogyakarta, 11 Januari 1978 c. Jabatan Fungsional : Lektor

d. Program Studi : Pendidikan Teknik Mesin

e. Jurusan : Pend. Teknik Mesin

f. Alamat Rumah : Dsn Lojajar, Gg Cemara RT 03 RW 22, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman

g. Telpon/Faks/HP : 081328846462

h. E-mail : [email protected]

i. Bidang Keahlian : Proses Pemesinan

3. Jenis Penelitian : Penelitian Kolaborasi Dosen-Mahasiswa 4. Jumlah Tim Peneliti : Ketua : 1 orang

Anggota : 2 dosen, 3 mahasiswa 5. Lokasi Penelitian : Jurusan Pend. Teknik Mesin FT. UNY

SMK N 2 Depok

SMK Muh. 3 Yogyakarta SMK Muh. 1 Bantul

6. Biaya yang diperlukan :

a. Sumber dari Fakultas : Rp. 10.000.000,00

b. Sumber lain : -

Jumlah : Rp. 10.000.000,00

(Sepuluh Juta Rupiah)

Yogyakarta, 24 Maret 2014 Dekan Fakultas Teknik, Ketua Jurusan, Peneliti,

Dr. Moch. Bruri Triyono, M.Pd. Dr. Wagiran, M.Pd. Paryanto, M.Pd.

NIP. 19560216 1986 1 003 NIP. 19750627 200112 1 001 NIP. 19780111 200501 1 001 DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK

Alamat : Karangmalang Yogyakarta 55281,

Telp. (0274) 540715 (Dekan), 586168 Pes.276, 292, Telp & Fax. (0274) 586734

Certificate No. QSC 00592

(3)

iii BAB I. PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Masalah

Kegiatan pembelajaran melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta didik, dosen/guru (pendidik), materi pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran dan evaluasi, serta lingkungan. Sehingga banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dari pembelajaran adalah perubahan perilaku dan tingkah laku yang positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti : perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (over behaviour) yang dapat diamati melalui alat indera oleh orang lain baik tutur katanya, motorik dan gaya hidupnya. Tujuan pembelajaran yang diinginkan tentu yang optimal, untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pendidik, salah satu diantaranya yang menurut penulis penting adalah strategi pembelajaran. Persoalannya adalah bagaimana strategi atau model pembelajaran tersebut dapat dikembangkan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Pembelajaran dengan model atau strategi yang tepat akan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan dapat terwujud jika proses pembelajaran diselenggarakan secara efektif, artinya proses belajar mengajar (PBM) dapat berlangsung secara lancar, terarah dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kriteria PBM yang efektif antara lain: (1) proses belajar mengajar mampu mengembangkan konsep generalisasi serta bahan abstrak menjadi hal yang jelas dan nyata, (2) proses belajar mengajar mampu melayani perkembangan belajar peserta didik yang berbeda-beda, (3) proses belajar mengajar melibatkan peserta didik secara aktif dalam pengajaran sehingga PBM mampu mencapai tujuan sesuai program yang telah ditetapkan (Tabrani Rusyan, 1989).

Selama ini dunia pendidikan khususnya untuk level Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mengalami berbagai permasalahan. Permasalahan tersebut terkait dengan proses pembelajaran, ketersediaan peralatan praktik, motivasi belajar siswanya, serta terkait dengan sarana prasarana sekolah. Permasalahan terkait dengan proses pembelajaran meliputi; metode pembelajaran yang digunakan oleh guru belum variatif, guru masih bersifat dominan dalam proses pembelajaran di kelas sehingga belum mampu menumbuhkan aktivitas dan kreativitas siswanya. Disamping itu media pembelajaran yang digunakan belum variatif juga, belum banyak guru yang mampu menggunakan media pembelajaran yang atraktif sehingga mampu menarik perhatian siswa. Terkait dengan peralatan praktik; hampir 60% SMK di Yogyakarta mangalaminya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas dari peralatan yang dimiliki sekolah. Sehingga untuk mencapai kompetensi yang sesungguhnya dirasakan sangat berat. Pihak sekolah juga sering dihadapkan pada motivasi belajar siswa yang rendah. Justru banyak peristiwa tawuran pelajar di Yogyakarta yang dilakukan oleh siswa SMK. Sehingga prestasi belajar siswa SMK cenderung lebih rendah bila dibandingkan

(4)

iv

dengan siswa SMA, hal ini dapat dilihat dari nilai UN yang dicapai. Terkait dengan sarana dan prasarana yan dimiliki, 40 % SMK masih memiliki sarana dan prasarana yang minim, sehingga belum mampu mendukung kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.

Permasalahan-permasalahan yang timbul di SMK tersebut memerlukan upaya serius untuk mengatasinya agar dicapai pembelajaran yang berkualitas. Khususnya terkait dengan proses pembelajaran dan rendahnya prestasi yang dicapai, permasalahan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh siswa namun dapat pula diakibatkan oleh metode pembelajaran yang belum mampu mengoptimalkan potensi siswa. Metode pembelajaran yang digunakan, belum mampu merangsang siswa untuk aktif selama perkuliahan sehingga komunikasi dua arah antara dosen dan mahasiswa tidak tercapai. Dengan demikian diperlukan sebuah metode pembelajaran yang benar-benar tepat untuk digunakan, sehingga beberapa permasalahan terebut dapat diatasi.

Berdasarkan hasil pemikiran serta diskusi dengan rekan sejawat, salah satu alternatif pembelajaran yang layak diujiterapkan dan dipandang mampu mengatasi berbagai permasalahan diatas, serta mampu mengakomodir perkembangan belajar individu siswa adalah dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif dapat menyediakan peluang untuk menuju pada kesuksesan proses pembelajaran. Sebagai teknologi untuk pembelajaran (technology for instruction), pembelajaran kooperatif melibatkan partisipasi aktif para siswa dan meminimalisasi perbedaan-perbedaan antar individu. Pembelajaran kooperatif memudahkan para siswa belajar dan bekerja bersama, saling menyumbangkan pemikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara kelompok maupun individu. Pembelajaran ini selaras dengan prinsip pembelajaran konstruktivisme yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang harus secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya, sehingga diharapkan kompetensi yang dicapai makin meningkat.

Penelitian ini merupakan penelitian dengan tema payung adalah penerapan model pembelajaran kooperatif. Sedangkan untuk penelitian sub tema adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipeJigsaw,pengembangane-modulesebagai media interaktif, dan implementasi modul dalam pembelajaran. Penelitian sub tema tersebut masing-masing dilaksanakan oleh 1 mahasiswa sebagai Tugas Akhir Skripsi.

b. Rumusan Masalah

Berdasarkan berbagai permasalahan yang timbul dalam pembelajaran di SMK tersebut, dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut:

1. Seberapa jauh model pembelajaran kooperatif melalui pendekatan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK ?

(5)

v

2. Seberapa jauh model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan aktifitas serta prestasi belajar siswa SMK ?

c. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan yang akan dicapai :

1. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK yang disertai peningkatan aktifitas siswa, dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif.

2. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK yang disertai peningkatan prestasi belajar siswa, dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif.

d. Manfaat Penelitian

Manfaat dilaksanakannya penelitian ini antara lain :

1. Bagi peneliti (dosen dan mahasiswa) sebagai kolaborator penelitian diharapkan mampu memotivasi diri untuk selalu menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran dapat selalu ditingkatkan yang diikuti dengan peningkatan prestasi siswa.

2. Bagi siswa dengan adanya inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa secara mandiri dalam menguasai kompetensi mata pelajaran yang diajarkan.

3. Bagi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin penerapan model ini dapat dijadikan suatu alternatif model sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui peningkatan aktivitas dan kolaboratif dosen dan mahasiswa.

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

a. Kajian teori tentang masalah yang diteliti 1. Belajar dan Pembelajaran

Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik.

Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas, mencakup pengetahuan, pemahaman, sikap, dan sebagainya.

Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar, (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional, (3) tidak bersifat sementara, (4) bersifat positif dan aktif, (5) memiliki arah dan tujuan, dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku, yaitu pengetahuan, sikap, dan perbuatan.

(6)

vi

Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal, yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri, sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal, yaitu: kecerdasan, bakat (aptitude), keterampilan (kecakapan), minat, motivasi, kondisi fisik, dan mental. Faktor eksternal, adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah:

lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis, sosio kultural, dan keadaan masyarakat).

Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja, baik anak-anak maupun manusia dewasa. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang- orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang, waktu, dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru.

Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian- kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel, 1991). Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne, 1985). Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang, ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan, dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso, 1993)

Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik, metode, dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan, peserta didik, materi, dan sumber daya. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Raka Joni, 1992). Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya(Dick and Carey).

Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran, oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental, kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab, penguasaan bahan, kondisi fisik, dan motivasi kerja. Faktor eksternal adalah

(7)

vii

kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru, antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Faktor lingkungan, yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan sekolah.

2. Definisi Keaktifan Belajar

Keaktifan belajar disini diartikan sebagai aktivitas belajar. Seperti yang tercantum dalam kamus besar bahasa Indonesia (Anton M Moeliono. et al. : 1995) keaktifan bisa diartikan sebagai aktivitas, kegiatan ataupun kesibukan. Menurut Ahmad Rohani (1995) aktivitas belajar siswa mencakup dua aspek, yaitu aktivitas fisik (motorik) dan aktivitas psikis (mental, intelektual, sosial). Aktivitas fisik adalah siswa giat-aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain ataupun bekerja, ia tidak hanya duduk mendengarkan, melihat ataupun hanya pasif. Aktivitas psikis adalah jiwanya bekerja dan banyak berfungsi dalam rangka pengajaran. Kegiatan/keaktifan fisik sebagai kegiatan yang nampak, yaitu saat peserta didik melakukan percobaan, membuat konstruksi model, dan lain-lain. Kegiatan psikis nampak bila ia sedang mengamati dengan teliti, memecahkan persoalan dan mengambil keputusan. Kedua aspek tersebut di atas tidak dapat dipisahkan yaitu berkaitan satu sama lain, saling mengisi dan menentukan.

Menurut Nana Sudjana & Wari Suwariyah (1991 : 20), pemantauan aktivitas siswa dalam strategi belajar aktif memuat aspek-aspek partisipasi dalam pemecahan masalah, tanggung jawab dalam pengerjaan tugas, disiplin belajar, kerja sama, dan motivasi belajar.

3. Definisi Prestasi belajar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Anton M Moeliono. et al. : 1995) prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar merupakan hasil perubahan kemampuan yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Berdasar definisi tersebut dapat dirangkum menjadi : prestasi belajar adalah perubahan pada diri individu, meliputi perubahan aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang merupakan bukti suatu usaha, ditandai dengan adanya hasil nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

Pengalaman empiris di sekolah-sekolah, nilai tes sumatif atau ulangan umum bersama, digunakan untuk memberikan tanda bahwa siswa telah selesai mengikuti suatu program studi dan nilai tes juga digunakan untuk menentukan posisi kemampuan siswa tersebut dibandingkan dengan siswa lain dalam kelompoknya. Tes sumatif atau ujian akhir semester biasanya dilaksanakan setiap akhir semester. Siswa akan dikatakan mempunyai prestasi belajar yang baik apabila siswa tersebut memiliki rata-rata nilai tes

(8)

viii

yang tinggi, sebaliknya siswa yang nilai tesnya rendah dikatakan mempunyai prestasi belajar yang rendah. Untuk mengetahui nilai siswa yang diajarkan tiap semester dapat diketahui dari buku laporan pendidikan atau raport yang dibuat oleh wali kelasnya.

Berdasarkan uraian di atas dapat diambil simpulan akhir bahwa prestasi belajar siswa adalah tingkat kemampuan siswa selama mengikuti proses belajar di sekolah dalam jangka waktu tertentu.

b. Kajian teori tentang tindakan untuk mengatasi masalah 1. Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Slavin dalam Isjoni (2010: 15) pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok- kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang dengan struktur kelompok heterogen. Pembelajaran kolaboratif memudahkan para siswa belajar dan bekerja bersama, saling menyumbangkan pemikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara kelompok maupun individu. Berbeda dengan pembelajaran konvensional, tekanan utama pembelajaran kolaboratif maupun kooperatif adalah “belajar bersama”.

Struktur tujuan kooperatif dicirikan oleh jumlah saling ketergantungan yang begitu besar antar siswa dalam kelompok. Dalam pembelajaran kolaboratif, siswa mengatakan

we as well as you”, dan siwa akan mencapai tujuan hanya jika siswa lain dalam kelompok yang sama dapat mencapai tujuan mereka bersama (Arends, 1998; Heinichet al., 2002; Slavin, 1995; Qin & Johnson, 1995).

Pembelajaran kooperatif dapat menyediakan peluang untuk menuju pada kesuksesan praktek-praktek pembelajaran. Sebagai teknologi untuk pembelajaran (technology for instruction), pembelajaran kooperatif melibatkan partisipasi aktif para siswa dan meminimisasi perbedaan-perbedaan antar individu. Pembelajaran kooperatif telah menambah momentum pendidikan formal dan informal dari dua kekuatan yang bertemu, yaitu: (1) realisasi praktik, bahwa hidup di luar kelas memerlukan aktivitas kolaboratif dalam kehidupan di dunia nyata; (2) menumbuhkan kesadaran berinteraksi sosial dalam upaya mewujudkan pembelajaran bermakna.

Menurut Johnsons (1995), sekurang-kurangnya terdapat lima unsur dasar agar dalam suatu kelompok terjadi pembelajaran kooperatif, yaitu:

1) Saling ketergantungan positif. Dalam pembelajaran ini setiap siswa harus merasa bahwa ia bergantung secara positif dan terikat dengan antarsesama anggota kelompoknya dengan tanggung jawab: (1) menguasai bahan pelajaran; dan (2)

(9)

ix

memastikan bahwa semua anggota kelompoknya pun menguasainya. Mereka merasa tidak akan sukses bila siswa lain juga tidak sukses.

2) Interaksi langsung antarsiswa. Hasil belajar yang terbaik dapat diperoleh dengan adanya komunikasi verbal antarsiswa yang didukung oleh saling ketergantungan positif. Siswa harus saling berhadapan dan saling membantu dalam pencapaian tujuan belajar.

3) Pertanggungajawaban individu. Agar dalam suatu kelompok siswa dapat menyumbang, mendukung dan membantu satu sama lain, setiap siswa dituntut harus menguasai materi yang dijadikan pokok bahasan. Dengan demikian setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari pokok bahasan dan bertanggung jawab pula terhadap hasil belajar kelompok.

4) Keterampilan berkolaborasi. Keterampilan sosial siswa sangat penting dalam pembelajaran. Siswa dituntut mempunyai keterampilan berkolaborasi, sehingga dalam kelompok tercipta interaksi yang dinamis untuk saling belajar dan membelajarkan sebagai bagian dari proses belajar kooperatif.

5) Keefektifan proses kelompok. Siswa memproses keefektifan kelompok belajarnya dengan cara menjelaskan tindakan mana yang dapat menyumbang belajar dan mana yang tidak serta membuat keputusan-keputusan tindakan yang dapat dilanjutkan atau yang perlu diubah.

2. PendekatanJigsaw

Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4–7 orang secara heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.

Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian,

“siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan” (Lie, A., 2005). Para anggota dari tim-tim yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi (tim ahli)

(10)

x

saling membantu satu sama lain tentang topik pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa itu kembali pada tim/kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.

Pada model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, terdapat “kelompok asal dan kelompok ahli”. Kelompok asal, yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Sedangkan kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.

Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut (Arends, 1997) :

Kelompok Asal

Kelompok Ahli

Gambar 1. Ilustrasi KelompokJigsaw

Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok ahli. Jigsaw didesain selain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa secara mandiri juga dituntut saling ketergantungan yang positif (saling memberi tahu) terhadap teman sekelompoknya. Selanjutnya di akhir pembelajaran, siswa diberi kuis secara individu yang mencakup topik materi yang telah dibahas. Kunci tipe jigsaw ini adalah interdependensi setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan

(11)

xi

informasi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik.

Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, disusun langkah-langkah pokok sebagai berikut :

a. pembagian tugas, b. pemberian lembar ahli, c. mengadakan diskusi, d. mengadakan kuis.

Adapun rencana pembelajaran kooperatif tipejigsawini diatur secara instruksional sebagai berikut (Slavin, 1995) :

a. Membaca : siswa memperoleh topik-topik ahli dan membaca materi tersebut untuk mendapatkan informasi.

b. Diskusi kelompok ahli : siswa dengan topik-topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikan topik tersebut.

c. Diskusi kelompok asal : ahli kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan topik pada kelompoknya.

d. Kuis : siswa memperoleh kuis individu yang mencakup semua topik.

3. Pengertian modul

Modul merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta pembelajaran. Modul disebut juga media untuk belajar mandiri karena didalamnya telah dilengkapi petunjuk untuk belajar sendiri. Artinya, pembaca dapat melakukan kegiatan belajar tanpa kehadiran pengajar secara langsung.

Modul menurut Cece, Djaja dan Tabrani (1992: 97), dapat dipandang sebagai paket program yang disusun dalam bentuk satuan tertentu guna keperluan belajar.

Sedangkan menurut Warji (1983: 45), modul adalah suatu kesatuan program belajar/mengajar terkecil dan dalam pelaksanaannya pada hakekatnya adalah suatu multimedia yang dapat diartikan sebagai suatu sistem penyampaian yang berdasarkan pendekatan ganda. Dengan mempelajari materi modul, siswa diarahkan pada pencarian suatu tujuan melalui langkah-langkah belajar tertentu, karena modul merupakan paket program untuk keperluan belajar.

Fungsi digunakannya modul di dalam proses pembelajaran menurut Cece, Djaja dan Tabrani (1992: 97), melalui sistem pengajaran modul sangat dimungkinkan:

a. Adanya peningkatan motivasi belajar secara aksimal.

b. Adanya peningkatan kreativitas guru dalam mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dan pelayanan individual yang lebih mantap.

c. Dapatnya mewujudkan prinsip maju berkelanjutan secara tidak terbatas.

d. Dapatnya mewujudkan belajar yang lebih berkonsentrasi.

(12)

xii

Penerapan sistem pengajaran modul merupakan usaha pembaharuan dalam bidang pengajaran. Ciri-ciri pembaharuan melalui sistem pengajaran modul menurut Cece, Djaja dan Tabrani (1992: 97-98) adalah sebagai berikut:

a. Siswa dapat belajar secara ndividual.

b. Tujuan pelajaran dirumuskan secara khusus.

c. Tujuan dirumuskan secara khusus sehingga perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri siswa segera dapat diketahui.

d. Membuka kesempatan pada siswa untuk maju berkelanjutan menurut kemampuannya masing-masing.

e. Modul merupakan paket pengajaran yang bersifatself-instruction.

f. Modul memiliki daya informasi pengetahuan yang cukup kuat.

g. Modul banyak memberikan kesempatan pada siswa untuk berbuat aktif.

h. Modul memiliki kekuatan ulang yang cukup tinggi.

i. Adanya evaluasi yang kontinyu dari setiap paket program.

4. Pengertiane-modul

Perkembangan teknologi pembelajaran terus mendorong adanya inovasi dalam mengembangkan suatu bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu bahan ajar yang dapat ditransformasikan penyajiannya ke dalam bentuk elektronik adalah modul.

Sehingga terbentuk istilah modul elektronik atau bisa disebut e-module. E-moduledapat didefinisikan sebagai alat pembelajaran yang dirancang secara elektronik, berisi materi sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, (Tim P2M LPPM UNS,2013).

Dian Arief Pradana (2012) menyebutkan modul elektronik merupakan pengembangan dari modul cetak. Modul ini merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan modul dalam proses pembelajaran dapat menimbulkan manfaat atau nilai tertentu dari segi penggunaanya, karena dalam penggunaanya siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan belajar mereka.

Berdasarkan beberapa kajian e-module diatas pada prinsipnya perkembangan media informasi saat ini mulai mengalami masa transisi dari media cetak berangsur beralih menjadi media digital. Hal ini berdampak pada dunia pendidikan, terutama dalam hal penyajian bahan ajar. Penyajian bahan ajar tidak hanya terbatas batas media cetak saja, akan tetapi sudah memanfaatkan media digital. Salah satu bentuk penyajian tersebut adalah e-module. Modul ekektronik merupakan versi elektronik sebuah buku cetak, dibaca menggunakan perangkat elektronik dan software pembuka khusus.

Modul elektronik pada dasarnya dalam struktur penulisannya mengadaptasi format, karakteristik, dan bagian-bagian yang terdapat pada modul cetak pada umumnya.

(13)

xiii

Akan tetapi terdapat beberapa perbedaan antara modul cetak dan modul elektronik dapat dilihat pada tabel 1 berikut.

Tabel 1. Perbedaan modul cetak dan modul elektronik.

Modul Elektronik Modul Cetak

Format elektronik (dapat berupa file .doc, .exe, .swf, dll)

Format berbentuk cetak (kertas) Ditampilkan menggunakan

perangkat elektronik dan software khusus (laptop, PC, HP, Internet)

Tampilannya berupa kumpulan kertas yang tercetak

Modul Elektronik Modul Cetak

Lebih praktis untuk dibawa Berbentuk fisik, untuk membawa dibutuhkan ruang untuk meletakan Biaya produksi lebih murah Biaya produksi lebih mahal

Tahan lama dan tidak akan lapuk dimakan waktu

Daya tahan kertas terbatas oleh waktu

Menggunakan sumber daya tenaga listrik

Tidak perlu sumber daya khusus untuk menggunakannya

Dapat dilengkapi dengan audio atau video dalam penyajiannya

Tidak dapat dilengkapi dengan audio atau video dalam penyajiannya.

c. Kajian Penelitian yang relevan

Penelitian yang telah dilaksanakan oleh Dian Permata Sari (2010) dengan judul

“Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Statika Kelas X TGB Program Keahlian Bangunan SMK N 2 Surakarta”

memperoleh kesimpulan bahwa: implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsawdapat meningkatkan efektivitas pada aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X TGB Program Keahlian Bangunan SMK N 2 Surakarta dalam mata pelajaran statika.

Hasil penelitian Sabar Nur Rohman (2011) yang berjudul “Pengembangan Modul Elektronik Berbahasa Inggris Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Berbasis Student Centered Learning pada Kelas Bertaraf Internasional” menunjukkan bahwa penggunaan modul elektronik mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, yang ditandai dengan peningkatan aktivitasdan kreativitas individu serta peningkatan prestasi belajar mahasiswa.

Penelitian yang telah dilaksanakan oleh Rivandra Rezani (2012) dengan judul

“Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Menggunakan Mesin untuk Operasi Dasar dengan Bantuan Modul di SMK Islam Yogyakarta”, mendapatkan data bahwa: (1) terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang signifikan sebesar 21,80%

pada mata diklat menggunakan mesin untuk operasi dasar di SMK Islam Yogyakarta setelah menggunakan modul; (2) terdapat perbedaan prestasi belajar

(14)

xiv

antara kelas XI.1 dengan menggunakan modul dengan selisih nilai rata-rata sebesar 26,1 dan kelas XI.2 yang tidak menggunakan modul dengan selisih nilai rata-rata sebesar 15,62 pada mata diklat menggunakan mesin untuk operasi dasar.

d. Pertanyaan Penelitian

1. Seberapa jauh model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK ?

2. Seberapa jauh model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan aktifitas serta prestasi belajar siswa SMK ?

BAB III. RANCANGAN PENELITIAN a. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang ditetapkan berupa rancangan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart, yaitu suatu penelitian yang bersifat kolaboratif berdasarkan permasalahan yang muncul dalam kegiatan pembelajaran. Desain penelitan tindakan terdiri empat komponen merupakan proses siklus mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang diikuti dengan perencanaan ulang.

Bagan model spiral Kemmis dan Taggart digambarkan sebagai berikut:

Keterangan :

1. Perencanaan Pertama 2. Tindakan Pertama

3. Pengamatan Pertama (Observe1) 4. Refleksi Pertama

5. Revisi terhadap Perencanaan Pertama 6. Tindakan Kedua

7. Pengamatan Kedua (Observe 2) 8. Refleksi Kedua

b. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 di SMK N 2 Depok Sleman, SMK Muh 3 Yogyakarta, dan SMK Muh 1 Bantul. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa.

Gambar 1. Proses Penelitian Tindakan Model Kemmis & Taggart

(15)

xv c. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMK N 2 Depok Sleman, SMK Muh 3 Yogyakarta, dan SMK Muh 1 Bantul. Pelaksanaan penelitian mulai bulan Juni hingga November 2014.

d. Prosedur Penelitian

1. Koordinasi dengan mahasiswa

2. Persiapan berkas-berkas penelitian dan perijinan 3. Pelaksanaan penelitian

a) Rancangan Perencanaan

1) Guru mempersiapkan materi yang akan diajarkan dan tugas-tugas yang akan diberikan pada siswa.

2) Guru menjelaskan metode pembelajaran yang akan digunakan.

b) Rancangan Tindakan

Disesuaikan dengan sub tema penelitian (Jigsaw, e-modul, dan modul) c) Rancangan Pengamatan

1) Peneliti mengamati keaktifan siswa selama proses pembelajaran.

2) Guru mengadakan penilaian terhadap hasil evaluasi pembelajaran.

d) Refleksi

Guru mengungkapkan hasil penilaian terhadap evaluasi pembelajaran serta hasil pengamatan aktifitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil pengamatan didiskusikan dengan siswa untuk dicari pemecahannya, sehingga dalam tindakan siklus 2 ada perbaikan.

Untuk rancangan siklus 2 diawali dari hasil refleksi pada akhir siklus 1, kemudian diberikan tugas untuk diinvestigasi pada pertemuan berikutnya, yang sebelumnya mahasiswa diwajibkan mencari sumber-sumber yang relevan (bisa dari buku, jurnal, artikel, atau internet).

4. Koordinasi hasil penelitian (dosen dan mahasiswa) 5. Pelaporan

e. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi

Dalam penelitian ini menggunakan observasi sistematis, yaitu observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan instrumen pengamatan dan dilaksanakan pada waktu kegiatan belajar berlangsung. Observasi diakukan untuk mengamati aktivitas belajar siswa.

(16)

xvi 2. Metode Tes

Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu. Tes prestasi dalam penelitian ini menggunakan soal tes prestasi buatan guru pengampu.

3. Dokumentasi

Dokumentasi dalam penelitian ini menggunakan dokumen berupa daftar nilai prestasi siswa sebagai subjek penelitian

6. Wawancara

Wawancara digunakan untuk mengungkap data tentang pelaksanaan pembelajaran.

f. Metode Analisis Data

Analisis terhadap data-data yang dikumpulkan melalui kegiatan observasi dilakukan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa, serta prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis diskriptif. Analisis ini meliputi perhitungan nilai rerata, standar deviasi, dan prosentase. Selanjutnya hasil penelitian masing-masing siklus dipaparkan secara kualitatif.

(17)

xvii

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rohani & Abu Ahmadi. (1995).Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Anton M Moeliono. et al. (Eds). (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Arends, R. I. (1998).Learning to teach (4th ed.). Boston, MA: McGraw-Hill.

Cece, W., Djadja, D., & Tabrani., R. (1992). Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Dewey, John (1996). Democracy and education: An introduction to the philosophy of education. NY: Macmillan.

Dewi Padmo. et al. (ed). (2004). Peningkatan Kualitas Belajar Melalui Teknologi Pembelajaran. Jakarta : Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan.

Dian Permata Sari. (2010. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Statika Kelas X TGB Program Keahlian Bangunan SMK N 2 Surakarta.SKripsi. UNS Solo.

Gagne, L. N. (1985).Educational psychology.Chicago: Rand McNally.

Heinich, R., Molenda, M., Russell, J. D., & Smaldino, S. E. (2002). Instructional media and technology for learning, 7th edition. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Isjoni. (2010). Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jacobs, D., T.G. Watson and J.P. Sutton. (1996). Effects of a cooperative learning method on mathematics achievement and effective outcomes of students' in a private elementary school.J. Res. Develop. Education, 29: 195-202.

Johnson, D.W., R.T. Johnson and M.E. Stanne. (1995). Cooperative Learning Methods:

Meta-Analysis.University of Minnesota Press, Minneapolis, MN.

Kemmis, Stephen, Mc Taggart, Robin. (1998).The action research planner. Victoria: Deakin University Press.

Miarso, Y. (1993).Desain pembelajaran: Teori dan Terapan.Malang: FPS IKIP Malang.

Nana Sudjana & Wari Suwariyah (1991).Model-Model Mengajar CBSA.Bandung : CV Sinar Baru Bandung.

P2M, T. Pengembangane-module. LPPM UNS, Surakarta.

Paulina Pannen (2001)Konstruktivisme dalam pembelajaran.Jakarta: PPUT Ditjend Dikti.

Raka Joni, T. (1992). Pokok-pokok pikiran mengenai pendidikan guru. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

(18)

xviii

Rivandra Rezani. (2012). Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Menggunakan Mesin untuk Operasi Dasar dengan Bantuan Modul di SMK Islam Yogyakarta. Skripsi. PT Mesin UNY.

Sabar Nurohman. (2011). Pengembangan Modul Elektronik Berbahasa Inggris Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Berbasis Student Centered Learning pada Kelas Bertaraf Internasional.Proceeding. FMIPA UNY.

Slavin, R. E. (2005). Cooperative learning. (2nd ed.). Boston: Allyn and Bacon.

Warji R. (1983). Program Belajar Mengajar dengan Prinsip Belajar Tuntas (Mastery Learning). Surabaya: Institusi Dagang Muchtar.

Winkel, WS. (1991).Psikologi pengajaran.Jakarta: PT. Gramedia.

(19)

xix Lampiran 1. Biaya Penelitian

No Nama Kegiatan/Barang Jumlah Harga Satuan Total

1 Honorarium peneliti

Ketua Peneliti 1 org x 6 bln x 150,000 900,000

Anggota (dosen) 2 org x 6 bln x 100,000 1,200,000 Anggota (mahasiswa) 3 org x 6 bln x 75,000 1,350,000

Sub Total 3,450,000

2 Biaya Operasional

Transport lokal (dosen) 3 org x 3 keg x 50,000 450,000 Transport lokal

(mahasiswa)

3 org x 6 keg x 50,000 900,000

Penyusunan instrumen 1 org x 1 keg x 500,000 500,000

Pengambilan data 3 org x 6 keg x 50,000 900,000

Pegolahan data 3 pkt x 1 keg x 400,000 1,200,000

Sub Total 3,950,000

3 Administrasi

Pembahas dalam seminar 1 org x 2 keg x 100,000 200,000

Pengurusan ijin 1 pkt x 3 keg x 200,000 600,000

Administrasi seminar 1 pkt x 2 keg x 100,000 200,000

Konsumsi seminar 1 pkt x 2 keg x 50,000 100,000

Sub Total 1,100,000

4 Lain-lain

Pembuatan laporan 1 org x 1 keg x 200,000 200,000 Penggandaan laporan 5 eks x 1 keg x 20,000 100,000 Penggandaan skripsi 4 eks x 3 pkt x 60,000 720,000

Kertas kuarto 8 rim x 1 keg x 30,000 240,000

Tinta printer hitam 2 unt x 1 keg x 30,000 60,000

Amplop besar 3 pkt x 1 keg x 10,000 30,000

Pembuatan sertifikat penelitian

1 pkt x 1 keg x

150,000 150,000

Sub Total 1,500,000

Total Biaya Penelitian 10,000,000

(20)

xx Lampiran 2. Jadwal Penelitian

No. TAHAPAN KEGIATAN BULAN

Jun Jul Ags Sep Okt Nov 1 Persiapan

2 Pembuatan Instrumen dan berkas penelitian

3 Orientasi dan observasi 4 Pelaksanaan penelitian 5 Pengolahan data 6 Pelaporan

(21)

xxi Lampiran 3. Organisasi Tim Pelaksana

No Nama dan NIP Kedudukan Tugas

1 Paryanto. M.Pd.

NIP. 19780111 200501 1 001

Ketua 1. Menyiapkan perangkat pembelajaran.

2. Menyusun instrumen penelitian.

3. Presentasi dalam seminar instrumen 4. Menentukan rancangan

tindakan.

5. Melakukan

pengamatan/penelitian.

6. Melaksanakan pemantauan.

7. Mengkonsep laporan akhir.

8. Presentasi dalam seminar hasil

9.

2 Aan Ardian, M.Pd.

NIP. 19780131 200312 1 002

Anggota 1. Menyiapkan peralatan penelitian (ATK).

2. Membantu menyusun instrumen.

3. Menyiapkan berkas untuk seminar instrumen.

4. Melakukan

pengamatan/penelitian.

5. Mendokumentasikan proses penelitian 6. Mengolah data hasil

penelitian.

7. Menyiapkan berkas untuk seminar hasil.

8. Menyusun laporan akhir.

3 Arif Marwanto, M.Pd.

NIP. 19800329 200212 1 001

Anggota 1. Menyiapkan peralatan penelitian (ATK).

2. Membantu menyusun instrumen.

3. Membantu Menyiapkan berkas untuk seminar instrumen.

4. Melakukan

pengamatan/penelitian.

5. Mendokumentasikan proses penelitian 6. Membantu Mengolah

data hasil penelitian.

7. Membantu Menyiapkan berkas untuk seminar hasil.

8. Membantu Menyusun laporan akhir.

4 Widodo

NIM. 10503241014

Anggota 1. Menyusun proposal skripsi

2. Melaksanakan

(22)

xxii

penelitian tindakan 3. Mengolah data

penelitian

4. Melaporkan hasil penelitian kepada ketua

5. Membuat laporan skripsi

5 Candra Tri Prabowo NIM. 10503244034

Anggota 1. Menyusun proposal skripsi

2. Melaksanakan penelitian tindakan 3. Mengolah data

penelitian

4. Melaporkan hasil penelitian kepada ketua

5. Membuat laporan skripsi

6 Akhmad Muzani NIM. 11503247022

Anggota 1. Menyusun proposal skripsi

2. Melaksanakan penelitian tindakan 3. Mengolah data

penelitian

4. Melaporkan hasil penelitian kepada ketua

5. Membuat laporan skripsi

(23)

xxiii Lampiran 4. Daftar Riwayat Hidup Peneliti

DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA TIM PENELITIAN

1. Identitas Peneliti

a. Nama lengkap : Paryanto, M.Pd.

b. Tempat, Tanggal Lahir : Yogyakarta, 11 Januari 1978 c. Jabatan Fungsional : Lektor

d. Program studi : Pendidikan Teknik Mesin

e. Jurusan : Pendidikan Teknik Mesin

f. Alamat Rumah : Dsn. Lojajar RT. 03 RW. 22 Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

g. Telepon/Faks/HP : 081328846462

h. E-mail : [email protected]

2. Pendidikan

3. Pengalaman Penelitian 5 Tahun Terakhir Jenjang Nama Perguruan

Tinggi dan Lokasi

Tahun

Lulus Prodi

S1 IKIP Yogyakarta 2002 Pend. Teknik

Mesin

S2 UNY 2009 Pend. Teknologi

dan Kejuruan

No Judul Penelitian Sumber

Dana

Tahun

1.

Pengembangan Model Pembelajaran Competence Based Training(CBT) Berbasis Karakter di Perguruan Tinggi

DIKTI 2012

2.

Penerapan Metode Tutorial Untuk Meningkatkan Kompetensi Teori Pemesinan Sebagai Penunjang Pelaksanaan Praktik Pemesinan

DIPA UNY 2011

3.

Pengembangan Model Pembelajaran Competence Based Training(CBT) BerbasisCollborative Skill

DIKTI 2010

4.

ImplementasiAsessment for

LearningPada Pembelajaran Praktik Pemesinan di Jurusan PT. Mesin FT UNY

DIPA UNY 2010

5.

Penerapan Lembar Kerja Terstruktur sebagai Upaya Meningkatkan

Kualitas Pembelajaran Pemesinan NC

DIPA UNY 2010

6.

Pengembangan Materi Pembelajaran Teknik Pengecoran Logam di

Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY

HIBAH A2 2009

(24)

xxiv 4. Publikasi Karya Ilmiah 5 Tahun Terakhir

No Judul Karya Ilmiah Media

Publikasi Tahun 1

Pelatihan Teknologi Pengujian Geometrik Mesin bagi Guru SMK Swasta untuk Meningkatkan Kualitas Praktik Kerja Mesin

Proceeding 2011

2

Implementasi Model Assessment for Learning (AfL) pada Pembelajaran Proses Pemesinan di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY

Jurnal ”JPTK” 2011

3

Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Proses Pemesinan Mahasiswa D3 Teknik Mesin UNY dengan Model Integratif Learning

Jurnal

”Majalah Ilmiah Pembelajaran”

2010

4

Evaluasi Pelaksanaan Praktik Pemesinan Mahasiswa D3 Teknik Mesin

Jurnal ”JPTK” 2008

Yogyakarta , 24 Maret 2014 Anggota Tim Peneliti,

Paryanto, M.Pd.

NIP. 19780111 200501 1 001 7.

Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif melalui Pendekatan Group Investigation sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Teori Pemesinan Dasar

DIPA UNY 2009

8.

Penerapan Multi Strategi Belajar Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bimbingan Kejuruan

HIBAH A2 2008

9. Pengembangan Prosedur Operasi

Standar (POS) Pemesinan HIBAH A2 2008

10.

Penerapan Model Pembelajaran Algoritma-Heuristikuntuk

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

DIPA UNY 2007

11. Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran

Praktik Pemesinan DIPA UNY 2007

(25)

xxv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA TIM PENELITIAN 1. Identitas Peneliti

a. Nama Lengkap : Aan Ardian, M.Pd.

b. Tempat dan Tanggal Lahir : Yogyakarta, 31 Januari 1978 c. Jabatan Fungsional : Asisten ahli

d. Prodi : Pendidikan Teknik Mesin

e. Jurusan : Pendidikan Teknik Mesin

f. Alamat rumah : Sanggrahan UH I/ 497 Yogyakarta 55166

g. Telp/Faks/HP : 08156804942

h. E-mail :[email protected]

2. Pendidikan

3. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir

No Judul Penelitian Sumber

Dana

Tahun 1 Pengembangan Model Pembelajaran

Brainstorming untuk Meningkatkan Kreatifitas Mahasiswa pada Mata Kuliah Praktik Fabrikas

PNBP UNY

2007

2 Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan

Tugas Akhir Mahasiswa Melalui Pembimbingan Klasikal Model Seminar

PHK A2 Jurusan PT Mesin

2007

3 Pengaruh Strategi Pengorganisasian Elaborasi Dan Gaya Kognitif Spasial Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar Gambar Mesin

DIKTI 2008

4. Publikasi Karya Ilmiah 5 Tahun Terakhir

No Judul Karya Ilmiah Media

Publikasi Tahun

1

Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Metalurgi las Melalui Penelitian Pengaruh Bentuk Kampuh Pada Pengelasan SMAW Baja Eyser Terhadap Sifat Mekanik

Jurnal

DINAMIKA 2005

Yogyakarta , 24 Maret 2014 Jenjang Nama Perguruan

Tinggi dan Lokasi

Tahun

Lulus Prodi

S1 IKIP Yogyakarta 2002 Pend. Teknik

Mesin

S2 UNY 2014 Pend. Teknologi

dan Kejuruan

(26)

xxvi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA TIM PENELITIAN

1. Identitas Peneliti

a. Nama lengkap : Arif Marwanto, M.Pd.

b. Tempat, Tanggal Lahir : Sleman, 29 Maret 1980 c. Jabatan Fungsional : Lektor

d. Program studi : Pendidikan Teknik Mesin

e. Jurusan : Pendidikan Teknik Mesin

f. Alamat Rumah : Dondongan IX, 03/20 Sendangmulyo Minggir, Sleman, DIY .

g. Telepon/Faks/HP : 081328705312

h. E-mail :[email protected]

2. Pendidikan

3. Pengalaman Penelitian 5 Tahun Terakhir Jenjang Nama Perguruan

Tinggi dan Lokasi

Tahun

Lulus Prodi

S1 IKIP Yogyakarta 2002 Pend. Teknik

Mesin

S2 UNY 2009 Pend. Teknologi

dan Kejuruan

No Judul Penelitian Sumber

Dana

Tahun

1.

Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif-Colaboratif terhadap Prestasi Belajar Mata Kuliah Teori Fabrikasi Mahasiswa Teknik Mesin FT UNY

FT UNY 2004

2.

Pengaruh Bentuk Kampuh Terhadap Kekuatan Sambungan Las SMAW

pada Bahan Baja Lunak. FT UNY 2005

3.

Kesesuaian Pola Mengajar Guru SMK di DIY dengan Tuntutan Pembelajaran dalam Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP

FT UNY 2007

4.

Performa Alat Elektroplating Hasil Rekayasa yang Efisien Untuk Melapis Permukaan Logam Mild Steel

LEMLIT

UNY 2008

5.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Kinerja Guru SMK

Kabupaten Sleman Mandiri 2009

6.

Pengembangan Model Penyiapan dan Penjaminan Mutu Guru Pasca

Sertifikasi DIKTI 2010

7. Pengaturan parameter variable las

tahanan untuk membuat able guna FT UNY 2011

(27)

xxvii 4. Publikasi Karya Ilmiah 5 Tahun Terakhir

No Judul Karya Ilmiah Media

Publikasi Tahun 1

Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif-Colaboratif terhadap Prestasi Belajar Mata Kuliah Teori Fabrikasi Mahasiswa Teknik Mesin FT UNY

Dinamika Pendidikan Teknik Mesin

FT UNY

2005

2

Pengaruh Bentuk Kampuh Terhadap Kekuatan Sambungan Las SMAW pada Bahan Baja Lunak.

JPTK

FT UNY 2005

3

Kesesuaian Pola Mengajar Guru SMK di DIY dengan Tuntutan Pembelajaran dalam Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP

JPTK

FT UNY 2008

Yogyakarta , 24 Maret 2014 Anggota Tim Peneliti,

Arif Marwanto, M.Pd.

NIP. 19800329 200212 1 001 memudahkan mahasiswa mencapai

hasil pengelasan optimal 8.

Evaluasi pelaksanaan praktik GMAW/GTAW di Bengkel Fabrikasi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNY

FT UNY 2011

9.

Relevansi Kompetensi calon Guru Kejuruan dengan Kompetensi Aktal

Guru SMK Lemlit UNY 2011

10.

Evaluasi pelaksanaan praktik OAW di Bengkel Fabrikasi Jurusan Pendidikan

Teknik Mesin Fakultas Teknik UNY FT UNY 2012 11.

Analisis hasil praktik Brazing pada mata kuliah praktik OAW di Jurusan

Pendidikan Teknik Mesin FT UNY FT UNY 2013 12.

Model Pembinaan Lomba Ketrampilan Siswa bidang Las dengan Pendekatan KKNI dan Sertifikasi Kompetensi pada SMK

FT UNY 2013

13.

Pengembangan Running Maintenance pada proses pemesinan di jurusan

mesin SMK rumpun Teknologi se-DIY LPPM UNY 2013

(28)

xxviii

Daftar Riwayat Hidup Mahasiswa 1

Nama : Widodo

Tempat, tanggal lahir : Banjarnegara, 23 April 1992

NIM : 10503241014

Semester : VI

Jurusan/Prodi : Pendidikan Teknik Mesin S1

Alamat : Jl. Menjangan 39, Pakuncen

Wirobrajan, Yogyakarta.

Judul Skripsi : Efektivitas E-Modul Praktik Mesin Bubut Sebagai Sumber Belajar Kelas XI Di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Pembimbing Skripsi : Paryanto, M.Pd.

Yogyakarta, 24 Maret 2014 Yang membuat,

Widodo

NIM. 10503241014

(29)

xxix

Daftar Riwayat Hidup Mahasiswa 2

Nama : Candra Tri Prabowo

Tempat, tanggal lahir : Kulon Progo, 12 Agustus 1991

NIM : 10503244034

Semester : VI

Jurusan/Prodi : Teknik Mesin S1

Alamat : Bajang Wijirejo, Pandak, Bantul Yogyakarta

Judul Skripsi : Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Kompetensi Teori Las Busur Manual (SMAW) Siswa Kelas 2 di SMK N 2 Depok Sleman

Pembimbing Skripsi : Aan Ardian, M.Pd.

Yogyakarta, 24 Maret 2014 Yang membuat,

Candra Tri Prabowo NIM. 10503244034

(30)

xxx

Daftar Riwayat Hidup Mahasiswa 3

Nama : Akhmad Muzani

Tempat, tanggal lahir : Kebumen, 29 Januari 1990

NIM : 11503247022

Semester : II (PKS)

Jurusan/Prodi : Teknik Mesin S1

Alamat : Daren Kidul, Donokerto, Turi Sleman, Yogyakarta

Judul Skripsi : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dengan Media Modul Pada Mata Pelajaran Kerja Las Di SMK Muh 1 Bantul Pembimbing Skripsi : Arif Marwanto, M.Pd.

Yogyakarta, 24 Maret 2014 Yang membuat,

Ahmad Muzani NIM. 11503247022

Gambar

Gambar 1. Ilustrasi Kelompok Jigsaw
Tabel 1. Perbedaan modul cetak dan modul elektronik.
Gambar 1.  Proses Penelitian Tindakan Model Kemmis & Taggart

Referensi

Dokumen terkait

tsffiA[ HASII PBIIIANH S.SHAT SMNAilE ATAU M ffiTW IGRYA ltli{AH JllftllAL lLliftffl Judul knya llmiah : ilndertsanding The Sufism and lslamic Jurisprudencefieasoning in the Term of

Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model pembelajaran untuk tempat siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 siswa dengan tingkatan kemampuan siswa yang berbeda,