• Tidak ada hasil yang ditemukan

Usulan Urutan Penjadwalan Produksi dengan Metode Run-Out Time Pada PT National Assemblers

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Usulan Urutan Penjadwalan Produksi dengan Metode Run-Out Time Pada PT National Assemblers"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

7204

Usulan Urutan Penjadwalan Produksi dengan Metode Run-Out Time Pada PT National Assemblers

Ramadhani1*, Wahyudin2

1,2Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang

*Koresponden email: [email protected]

Diterima: 5 Oktober 2023 Disetujui: 11 Oktober 2023

Abstract

Currently PT National Assemblers is collaborating with PT TVS Motor Company Indonesia to produce and assemble various types of three-wheeled vehicles (bajaj). There are various types of TVS Bajaj which are assembled by PT National Assemblers. Where the production demand for types of bajaj varies per week, so it requires an appropriate production scheduling sequence so that weekly demand can be achieved while taking into account production capacity. This research aims to provide proposals for determining production scheduling to meet PT National Assemblers' weekly production demands. The research was carried out using the Run-Out Time (ROT) method, which is a simple method used to calculate and determine which products are produced first so that all demand is met according to production capacity.

The data needed to find the ROT value includes product type, inventory (units), demand (units/week), lot size (units), production (units/week). The results of the study show that the order of production scheduling based on the calculation of the ROT value is as follows: Bajaj FI (ROT value = 13.9), Carbu Deluxe Plus (ROT value = 16.3), Cargo Carbu (ROT value = 27.7), Carbu Deluxe (ROT Value = 34.1), and Cargo FI (ROT Value = 88.3).

Keywords: production scheduling, production sequence, run-out time methode, production eficiency, manufacture

Abstrak

Saat ini PT National Assemblers sedang melakukan kerja sama dengan PT TVS Motor Company Indonesia untuk memproduksi dan merakit berbagai jenis kendaraan roda tiga (bajaj). Terdapat berbagai macam jenis bajaj TVS yang dirakit oleh PT National Assemblers. Di mana permintaan produksi jenis bajaj per minggunya berbeda-beda, sehingga membutuhkan urutan penjadwalan produksi yang tepat agar permintaan setiap minggunya dapat tercapai dengan memperhatikan kapasitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan penentuan penjadwalan produksi untuk memenuhi permintaan produksi mingguan PT National Assemblers. Penelitian dilakukan dengan metode Run-Out Time (ROT) yaitu suatu pendekatan sederhana yang dimanfaatkan dalam perhitungan dan penentuan produk mana yang terlebih dahulu diproduksi agar semua permintaan dapat dipenuhi sejalan dengan jumlah produksi. Data-data yang diperlukan untuk mencari nilai ROT di antaranya adalah jenis produk, persediaan (unit), permintaan (unit/minggu), ukuran lot (unit), produksi (unit/minggu). Hasil studi menunjukkan bahwa urutan penjadwalan produksi berdasarkan perhitungan nilai ROT adalah sebagai berikut: jenis bajaj FI (Nilai ROT

= 13,9), Carbu Deluxe Plus (Nilai ROT = 16,3), Cargo Carbu (Nilai ROT = 27,7), Carbu Deluxe (Nilai ROT = 34,1), dan Cargo FI (Nilai ROT = 88,3).

Kata Kunci: penjadwalan produksi, urutan produksi, metode run-out time, efisiensi produksi, manufaktur

1. Pendahuluan

Saat ini kita telah memasuki masa globalisasi, dimana pada masa tersebut telah terjadi kemajuan- kemajuan signifikan di bidang informasi dan teknologi yang telah meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam segala aspek. Salah satu dampak globalisasi adalah meningkatnya perdagangan internasional, yang melibatkan hampir semua negara di dunia. Pada dasarnya, kemajuan yang dicapai umat manusia dalam beberapa dekade terakhir telah menyebabkan perubahan penting dalam kehidupan. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi telah mengubah secara mendasar struktur kehidupan manusia dari tatanan tradisional menjadi modern dan post-modern. Globalisasi telah menjadikan konteks kehidupan masyarakat semakin terintegrasi [1]. Semua pelaku usaha, baik yang berstatus perseorangan maupun yang sudah go public, harus menghadapi kenyataan bahwa dunia usaha berubah dengan sangat cepat dan berkembang lebih dinamis. Agar tetap kompetitif dalam perekonomian global, organisasi perlu melihat fakta ini sebagai peluang sekaligus tantangan. Tentu saja, dunia usaha memerlukan pendekatan yang lebih

(2)

7205

baik untuk mengatasi hambatan-hambatan ini. Proses globalisasi menimbulkan dampak yang cukup berpengaruh terhadap kehidupan manusia, seperti dalam bidang teknologi, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan lain sebagainya [2].

Salah satu cara untuk mengontrol waktu dalam suatu proses manufaktur adalah melalui penjadwalan produksi. Selain mengendalikan durasi proses produksi, prosedur penjadwalan produksi juga mengendalikan fasilitasnya. Kenyamanan dan output yang optimal dalam suatu proses produksi dapat diperoleh dengan sistem penjadwalan yang efektif [3]. Perusahaan memang perlu melakukan penjadwalan produksinya agar dapat tercipta urutan prioritas pekerjaan yang memperhitungkan pembebanan atau beban kerja pada setiap stasiun kerja. Untuk menentukan total waktu penyelesaian pesanan minimum perlu memanajemen jadwal dengan baik [4].

Tujuan perencanaan produksi adalah menyediakan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan produsen dan pelanggan. Perencanaan produksi mencakup pernyataan tentang rencana produksi secara keseluruhan, yang dikembangkan berdasarkan sumber daya perusahaan dan permintaan serta mencakup kesepakatan antara manufaktur dan manajemen [5]. Tujuan administratif dari perencanaan produksi adalah untuk membuat jadwal produksi yang selaras dengan target penjualan perusahaan, ketersediaan sumber daya, strategi fungsi produksi, dan rencana keuangan [6]. Proses menghasilkan ide produk dan mewujudkannya hingga diluncurkan dikenal sebagai perencanaan produksi. Perencanaan produksi secara tidak sengaja akan menjadi norma seiring berkembangnya sektor bisnis. Perusahaan yang tidak memiliki jadwal produksi tidak akan mengetahui berapa banyak kebutuhan yang diproduksi setiap bulannya [7].

Salah satu tanggung jawab pengawasan produksi adalah penjadwalan produksi, yang sangat penting karena berpengaruh pada efektivitas pengawasan produksi secara keseluruhan. Kegagalan atau kesalahan dalam penjadwalan produksi tidak hanya berdampak pada upaya dalam mengendalikan produksi tetapi juga aspek bisnis lainnya, seperti volume produk yang diperoleh. Dua komponen penjadwalan yang paling penting adalah pekerjaan, atau tugas, dan sumber daya, atau daya mesin. Mengetahui waktu pengoperasian setiap mesin serta jenis pekerjaan yang akan direncanakan diperlukan untuk penjadwalan yang efektif [8].

Meskipun mesin tidak dapat dijalankan dengan kapasitas penuh, setidaknya dengan jadwal produksi yang terencana dengan baik, hasil produksi relatif akan meningkat. Tentunya mesin-mesin tersebut dapat dioperasikan sesuai dengan kapasitasnya dan meminimalisir kemungkinan terjadinya waktu tidak produktif yang timbul dari mesin-mesin yang digunakan. Fungsi utama dari penjadwalan produksi adalah untuk menjamin agar proses produksi dapat berjalan lancar sesuai waktu yang direncanakan, sehingga dapat bekerja dengan kapasitas penuh dengan biaya minimal dan jumlah produk yang diinginkan dapat diproduksi tepat waktu [9].

Salah satu indikator kinerja perusahaan yang paling penting adalah kapasitas produksinya. Jumlah barang yang harus dapat diciptakan oleh suatu bisnis untuk memaksimalkan pendapatan dikenal sebagai kapasitas produksinya. Banyak faktor, termasuk jumlah pekerja dan jam kerja yang mempengaruhi kapasitas produksi [10]. Kapasitas produksi adalah jumlah atau total barang yang dapat dihasilkan oleh suatu fasilitas atau bisnis dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya yang tersedia pada saat itu. Tingkat aktivitas tertinggi yang mampu didukung oleh sistem produksi tertentu disebut kapasitas produksi. Penciptaan kapasitas yang efektif dipengaruhi oleh sejumlah elemen, antara lain desain pekerjaan, pemeliharaan mesin/fasilitas, motivasi dan sikap karyawan, kualitas material, dan desain produk [11].

Keinginan pelanggan untuk membeli suatu barang pada titik harga tertentu dalam jangka waktu tertentu disebut permintaan. Kami menyediakan komponen geografis lebih tepatnya. Misalnya saja ketika membahas suatu barang atau jasa yang memiliki kemampuan membayar atau membeli. Pelanggan yang mampu membelinya dan benar-benar membutuhkan produk adalah orang yang mendorong permintaan ini [12]. Permintaan konsumen terhadap suatu barang dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya: 1) Harga barang itu sendiri, kenaikan atau penurunan harga suatu barang atau jasa sedikit banyak dipengaruhi oleh jumlah barang yang diminta. 2) Pendapatan masyarakat, pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat, tinggi rendahnya daya beli masyarakat akan mempengaruhi jumlah yang diminta. 3) Intensitas kebutuhan, urgensi dan pentingnya kebutuhan seseorang terhadap suatu barang atau jasa, mempengaruhi besarnya permintaan. 4) Distribusi pendapatan, semakin merata pendapatan maka permintaan akan semakin meningkat. Sebaliknya jika pendapatan hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu maka permintaan secara keseluruhan akan menurun. 5) Pertumbuhan penduduk, jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan. Semakin banyak orang maka semakin banyak permintaan yang meningkat. 6) Selera, kesukaan dan ketidaksukaan konsumen terhadap suatu barang akan mempengaruhi permintaan mereka terhadap

(3)

7206

barang tersebut, berapapun anggarannya. 7) Barang substitusi, adanya barang substitusi akan mempengaruhi jumlah yang diminta [13].

Teknik langsung untuk menghitung dan menentukan barang mana yang diproduksi terlebih dahulu guna memenuhi permintaan sesuai dengan kapasitas produksi adalah pendekatan Run Out Time (ROT) [14].

Perencanaan produksi akan melibatkan beberapa faktor dan perlunya keselarasan antara departemen pemasaran, produksi, dan inventaris. Semua faktor akan berupaya memenuhi permintaan pelanggan dengan tetap mempertimbangkan kapasitas produksi dan tingkat inventaris. Pendekatan Run Out Time (ROT) digunakan untuk menyeimbangkan jumlah barang yang tersedia di gudang dengan tingkat permintaan dan produksi [15].

PT National Assemblers merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Job Order Production yaitu perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan dan menerima assembling charge (jasa perakitan). Saat ini PT National Assemblers sedang melakukan kerja sama dengan PT TVS Motor Company Indonesia untuk memproduksi dan merakit berbagai jenis kendaraan roda tiga (bajaj). Terdapat berbagai macam jenis bajaj TVS yang dirakit oleh PT National Assemblers. Di mana permintaan produksi jenis bajaj per minggunya berbeda-beda, sehingga membutuhkan urutan penjadwalan produksi yang tepat agar permintaan setiap minggunya dapat tercapai dengan memperhatikan kapasitas produksi. Metode Run-Out Time (ROT) diharapkan mampu menjadi suatu alat untuk mengevaluasi sistem penjadwalan produksi bajaj TVS. Selain itu, Run-Out Time (ROT) diharapkan mampu memberikan usulan yang dapat dilakukan dalam menentukan urutan penjadwalan produksi bajaj TVS, sehingga permintaan produksi dapat dicapai oleh PT National Assemblers.

2. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang memanfaatkan metode Run-Out Time (ROT).

Tujuan penelitian terapan adalah untuk menerapkan, menguji, dan menilai kesesuaian suatu teori untuk digunakan dalam menyelesaikan permasalahan dengan efektif. Metode Run-Out Time (ROT) diterapkan pada penjadwalan produksi bajaj TVS di PT National Assemblers. Urutan produksi bajaj ini masih terbilang belum teratur. Oleh karena itu diharapkan dengan penerapan Metode Run-Out Time (ROT) dapat mengusulkan urutan penjadwalan produksi sehingga proses produksi lebih efisien.

Variabel terkait dalam penelitian ini adalah berupa jenis produk dan urutan produk yang diprioritaskan untuk diproduksi terlebih dahulu. Analisis dilakukan dengan cara menghitung nilai ROT yang didapatkan dari data persediaan dibagi dengan rata-rata permintaan. Setelah didapatkan nilai ROT masing-masing produk, selanjutnya ditentukan urutan penjadwalan produksi produk berdasarkan nilai ROT yang terkecil. Kemudian dilakukan pengawasan serta evaluasi terhadap usulan yang telah dijalankan.

3. Hasil dan Pembahasan

Data dikumpulkan melalui tindakan pengamatan langsung terhadap aktivitas produksi di perusahaan dan didapatkan data-data yang diperlukan antara lain:

Tabel 1. Pengumpulan Data Produk

Waktu Produksi (jam/unit)

Ukuran Lot

Permintaan

per hari Persediaan

FI 0,3 30 62 430

Carbu Deluxe 0,8 30 12 63

Carbu Deluxe Plus 0,4 30 23 122

Cargo FI 0,5 30 4 7

Cargo Carbu 0,4 30 16 92

Sumber: Penulis, 2022

Setelah data-data yang diperlukan terkumpul, selanjutnya adalah pengolahan data menggunakan metode Run-Out Time (ROT) untuk menentukan urutan penjadwalan produksi selama 5 minggu ke depan.

Setelah data-data di atas diolah dengan menggunakan metode Run- Out Time (ROT), maka didapatkan hasil sebagai berikut:

a. Nilai ROT FI = 6,9 + 6,4 + 4,9 + 2,4 + (-1,1) + (-5,6)

= 13,9

b. Nilai ROT Carbu Deluxe = 5,3 + 6,6 + 7,3 + 6,8 + 5,3 + 2,8

= 34,1

(4)

7207

c. Nilai ROT Carbu Deluxe Plus = 5,3 + 5,6 + 4,9 + 3,2 + 0,5 + (-3,2)

= 16,3

d. Nilai ROT Cargo FI = 1,8 + 8,3 + 13,8 + 18,3 + 21,8 + 24,3

= 88,3

e. Nilai ROT Cargo Carbu = 5,8 + 6,6 + 6,5 + 5,4 + 3,3 + 0,1

= 27,7

4. Kesimpulan

Setelah dilakukan perhitungan terhadap masing-masing produk dari PT National Assemblers dengan menggunakan metode Run Out Time (ROT), maka didapatkan usulan urutan penjadwalan produksi sebagai berikut: urutan pertama produk bajaj FI dengan nilai ROT 13,9, urutan kedua produk bajaj Carbu Deluxe Plus dengan nilai ROT 16,3, urutan ketiga produk bajaj Cargo Carbu dengan nilai ROT 27,7, urutan keempat produk bajaj Carbu Deluxe dengan nilai ROT 34,1, urutan kelima produk bajaj Cargo FI dengan nilai ROT 88,3.

Dengan usulan urutan produksi tersebut, diharapkan PT National Assemblers dapat selalu memenuhi permintaan target yang diberikan oleh kliennya. Serta menjadikan proses produksi yang berjalan menjadi lebih efisien.

5. Saran

Berdasarkan hasil dari kajian yang telah dijabarkan, maka direkomendasikan beberapa saran sebagai berikut: mulai mengatur penjadwalan produksi produk berdasarkan prioritas seperti yang sudah dibahas di atas, melakukan pengawasan serta evaluasi dari usulan urutan penjadwalan produksi yang saat ini didapatkan, mempertahankan efektifitas penjadwalan produksi yang sudah ada.

6. Referensi

[1] Maiwan, Mohammad. (2014). Memahami Politik Globalisasi Dan Pengaruhnya Dalam Tata Dunia Baru: Antara Peluang Dan Tantangan. Jurnal Pamator, Vol. 7 (1) hal. 1-10.

[2] Sajidiman, Djunaedi. (2014). Jurnal Dampak Pengaruh Globalisasi Bagi Kehidupan Bangsa Indonesia. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

[3] Ida Bagus Putra Manuaba, S. (2013). Sistem Penjadwalan Produksi Menggunakan Metode Fuzzy Support Vector Machines dan Algoritma Evolusi Fuzzy. Prosiding Conference on Smart-Green Technology in Electrical and Information Systems.

[4] Utomo, J. (2016). Analisis Penjadwalan Produksi Dalam Meningkatkan Efisiensi Waktu Penyelesaian Pada Unit Bordir Komputer Di Ksu Padurenan Jaya Kudus. Kudus: Perpustakaan Stain Kudus.

[5] D Sutrisno, A. S. (2017). Aplikasi Metode Goal Programming Pada Perencanaan Produksi Klappertaart Pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Najmah Klappertaart. Jurnal Ilmiah Matematika dan Terapan 14 (1), 25-38.

[6] Suryono, P. &. (2017). Analisis Penjadwalan Kegiatan Produksi pada PT. Multiglass Float Division dengan Metode Forward dan Backward Scheduling. Industrial Engineering & Management Systems, 71-79.

[7] Rusdiana. (2014). Manajemen Operasi. Bandung: CV Pustaka Setia.

[8] Masruroh, N. (2012). Analisa Penjadwalan Produksi Dengan Menggunakan Metode Ampbell Dudeck Smith, Palmer, Dan Dannenbring di PT Loka Refraktoris Surabaya. Journal of Industrial Egineering and Management, 2.

[9] AD Nugroho, FA Ekoanindiyo. (2017). Penjadwalan Produksi di PT SAI Apparel Industries Semarang. Dinamika Teknik Industri, Vol. X No. 2 hal. 40-50.

[10] Karine Santoso Putri, I. G. (2015). Peningkatan Kapasitas Produksi Pada PT. Adicitra Bhirawa. Jurnal Titra, 69-76.

[11] Adisyah, D. &. (2020). Analisis Pengendalian Kualitas pada Proses Produksi Crankshaft dengan Menggunakan Metode DMAIC di PT. XYZ. Journal of Industrial and Engineering System (JIES), 127-136.

[12] Febianti, Y. N. (2014). Permintaan Dalam Ekonomi Mikro. Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi 2, 1.

(5)

7208

[13] Fitri Nuranisa, dkk. (2022). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen Depot Air Minum Simuril. Sibatik Journal, vol. 1 No. 3 hal. 151-162.

[14] Kulsum & Utami, D. A. (2018). Usulan Perencanaan Penjadwalan Produksi di PT X. Journal Industrial Services, 7-13.

[15] Gunawan, A. (2020). Penjadwalan Waktu dan Penentuan Jumlah Produksi dengan Metode ROT guna Memenuhi Permintaan Alumunium Batangan. Surabaya: repository untag.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam melakukan kegiatan produksi perusahaan sering mengalami kesulitan dalam menentukan prioritas job yang akan diproses terlebih dahulu agar waktu penyelesaian job sesuai

MBG PUTRA MANDIRI menggunakan pendekatan full costing yaitu penentuan harga pokok pesanan yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok

Penjadwalan produksi dengan penerapan metode Campbell Dudek and Smith (CDS) dapat meminimasi makespan sebesar 57,51 jam atau sebesar 18,05% jika dibandingkan dengan

dibutuhkan untuk memproduksi batik motif kembang api. Penentuan waktu kegiatan. Waktu kegiatan dengan metode network adalah lama.. waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya dan perhitungan atau pengolahan data dengan menggunakan pendekatan metode Continuous Review (s,S) dan

Hasil perhitungan pengendalian produksi dengan menggunakan metode EPQ, perusahaan akan mengetahui berapa banyak jumlah produk yang diproduksi dengan siklus yang

Bahan-bahan sebelum tiba digudang diperiksa terlebih dahulu oleh bagian pengawasan mutu untuk mengetahui apakah bahan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang telah

Prioritas pertama untuk memilih metode terbaik adalah melihat nilai U theil, karena nilai u theil merupakan perhitungan error yang melihat nilai peramalan dan