• Tidak ada hasil yang ditemukan

UTS GEOMORFOLOGI LINGKUNGAN

N/A
N/A
bule sleketep

Academic year: 2024

Membagikan " UTS GEOMORFOLOGI LINGKUNGAN "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Nama:Muhammad Irfan Rahmadana NIM:M0821050

Kelas:B

UTS GEOMORFOLOGI LINGKUNGAN

1.Pada peta Sulawesi Barat dibuat jalur melintang dari utara ke selatan dimana dibagi menjadi 2 bagian sebelah kanan dan kiri ibukota Sulawesi barat yaitu mamuju dimana terdapat beberapa bentuk lahan yang terdapat disebelah kiri seperti dataran alluvial,pegunungan/perbukitan sesaran,endapan kipas alluvial, endapan jatuahan gunung api, pegunungan/perbukitan tertoreh kuat,pegunungan/perbukitan lipatan, endapan aliran dan dibagian sebelah kanan terdapat Pegunungan/perbukitan lipatan,Dataran Aluvial , Pegunungan/perbukitan tertoreh kuat, Endapan Aliran, Tubuh Air, Endapan Jatuhan Gunung Api,Kerucut Gunung Api,Perbukitan Karst,Pegunungan/Perbukitab sesarab,Dataran Pasir pantai,Pegunungna tua terlipat dan tersesarkan,Dataran Terumbu Koral,Pegunungan/Perbukitan tertoreh kuat,Perbukitan sisa, Dataran Karst,Dataran Delta dimana perbedaanya yaitu dataran karst,tubuh air,kerucut gunung api,perbukitan karst,dataran pasir pantai,pegunungan tua terlipat dan tersesarkan,dataran terumbu koral,perbukitan sisa dan dataran delta

(2)

2. 2 kabupaten yang dipilih dalam provinsi Sulawesi barat adalah majene dan mamuju

 Mamuju

Secara umum daerah Mamuju tersusun oleh batuan vulkanik dengan afinitas yang sangat bervariasi, yang terbentuk karena proses tektonik yang kompleks, yaitu pertemuan antara Lempeng Eurasia, IndoAustralia dan Pasifik, Kabupaten Mamuju yang berada di posisi paling barat dari Pulau Sulawesi tersusun oleh batuan vulkanik dengan afinitas ultrapotasik dan berkomposisi basaltik-andesitik yang dikelompokkan ke dalam satuan Batuan Vulkanik Adang, Daerah pegunungan Morfologi ini menempati hampir dua pertiga luas daerah yang dipetakan yaitu di bagian tengah, utara, timurlaut dan selatan. Daerah ini umumnya berlereng terjal dan curam, puncak bukitnya berkisar dari 800 sampai 3.000 m. Puncak tertinggi adalah Bulu Ganda dewata (±3.074 m) dan Bulu Potali (±3.008 m). Halaan tertentu tidak terdapat pada sebaran gunung tersebut, akibatnya pola aliran berkembang tidak mengikuti aliran tertentu, melainkan menyesuaikan dengan keadaan tanah bawahnya.

Di banyak tempat terdapat air terjun, yang menunjukkan ciri kemudaan daerah. Ciri lain berupa lembah yang sempit dan curam. Di sekitar Barupu dan Panggala, terdapat suatu morfologi, yang berpola saliran memancar.

Lereng bukit umumnya terjal dan membentuk ngarai, dindingnya digali untuk pemakaman. Di daerah pegunungan terdapat sedikit topografi krast dan dataran aluvium sempit, yaitu di sekitar Rantepao. Gua alamiah pada batugamping di daerah ini digunakan penduduk setempat sebagai lokasi pemakaman.

1. Bentuk Lahan:kabupaten mamuju memiliki bentuk lahan volkanik atau gunung api karena berada di daerah yang memiliki kondisi geografis pegunungan atau perbukitan sesaran

2. Material Asal: berasal dari regosol dan andosol karena berasal dari bentuk lahan gunung api 3. Material Hasil:material yang dihasilkan berupa material erupsi yang kasar dan material piroklastik

4. Kesan Topografis:kabupaten mamuju memiliki kesan topografi dilintasi oleh sungai dan pegunungan karena disekitar daerah mamuju terdapat banyak dataran tinggi

5. Tenaga endogen: berasal dari ekstrusi magma yang mana letusan gunung akan mengubah bentuk dataran disekitar

6. Bahaya bencana:karena kabupaten mamuju dikelilingi oleh pegunungan dan juga dekat dengan laut maka rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami akibat berada di daerah sesar aktif dan gempa yang dihasilkan dapat menyebabkan tsunami akibat kondisi geografis mamuju

 Majene

Mendala ini dicirikan oleh batuan sedimen laut dalam berumur kapur paleogen yang kemudian berkembang menjadi gunung api bawah laut dan akhirnya gunung api darat diakhir tersier. Batuan terobosan granitan berumur Miosen – Pliosen juga mencirikan Mendala ini. Sejarah Tehtoniknya dapat diuraikan mulai dari jaman kapur, yaitu saat mandala Geologi Sulawesi Timur bergerak ke barat mengikuti gerakan tujaman landai ke Barat di bagian Timur Mandala Geologi Sulawesi Barat. Penujaman ini berlangsung hingga Miosen Tengah, saat kedua Mendala ini bersatu. Pada akhir Miosen Tengah hingga pliosen terjadi pengendapan sedimen Molasa secara tak selaras diatas seluruh mendala geologi di Sulawesi, serta terjadi terobosan batuan Granitan di Mendala Geologi Sulawesi pada Plion – Pliosen seluruh daerah Sulawesi tercenanga yang diduga telah mengakibatkan terbentuknya lipatan dengan sumbu berarah barat laut – tenggara, serta sesar naik dengan

(3)

bidang sasar miring ke timur, setelah itu seluruh daerah Sulawesi terangkat dan membentuk bentang alam seperti sekarang ini.

1. Bentuk Lahan: volaknik atau gunung api karena daerah majene memiliki bentuk lahan pegunungan atau perbukitan sesaran

2. Material asal:Karena berada di daerah pegunungan maka berasal dari regosol dan endosol 3. Material Hasil:hasil yang berasal dari vulkanik yaitu material erupsi,lava dan piroklastik

4. Kesan Topografis: Sebagian besar merupakan lahan perbukitan dengan vegetasi yang rusak akibat pembukaan hutan menjadi sawah,ladang dan sisanya merupakan daratan alluvial pantai dan bautan gamping

5. Tenaga Endogen: berasal dari kegiatan vulkanisme dari ekstrusi magma yang mana letusan gunung akan mengubah bentuk dataran disekitar

6. Bahaya Bencana:kabupaten majene hampir sama dengan kabupaten mamuju karena kondisi geografisnya berada diselatan kabupaten mamuju oleh karena itu rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami karena letak geografisnya dan berada di daerah pegunungan serta berada di daerah sesar aktif

Referensi

Dokumen terkait

Majene Provinsi Sulawesi Barat yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Bupati Majene Nomor : 981/HK/KEP-BUP/V/2012, tanggal 30 Mei 2012, mengumumkan pemenang sebagai

Dalam rangka peningkatan PAD Kabupaten Majene dan Mamuju Provinsi Barat disarankan untuk melakukan eksplorasi lebih terinci lagi guna memperoleh data yang lebih lebih

RENCANA REALISASI KEGIATAN PRODI HUKUM EKONOMI SYARIAH JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI BISNIS ISLAM STAIN MAJENE.. PROVINSI SULAWESI BARAT TAHUN

Ruang lingkup kerjasama yaitu penyelenggaraan transmigrasi di lokasi Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sinyonyoi Kecamatan kalukku Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi

Majene Provinsi Sulawesi Barat yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Bupati Majene Nomor : 981/HK/KEP-BUP/V/2012, tanggal 30 Mei 2012, mengumumkan pemenang sebagai

Dalam rangka peningkatan PAD Kabupaten Majene dan Mamuju Provinsi Barat disarankan untuk melakukan eksplorasi lebih terinci lagi guna memperoleh data yang lebih lebih

Proses belajar dibuat senyaman mungkin bagi siswa, Sedangkan MAN Majene merupakan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri menengah yang ada di kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, yang

Salah satu Kabupaten yang memiliki kerawanan bencana yang cukup tinggi di Provinsi Sulawesi Barat adalah Kabupaten Mamuju, kecenderungan Indeks Risiko bencana Kabupaten Mamuju mengalami