Nama : Aulia Syalwa Risky Ananda NIM : 200401110254
Kelas : Psikologi Literasi F
Literatur Review
Abstrak
Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan menfasilitasi kegiatan belajar mereka. Dalam proses belajar tentu ada suatu tujuan yang harus dicapai, yaitu meningkatkan prestasi, namun tidak semua anak memiliki prestasi tinggi dalam belajar suatu
materi. Hal ini disebabkan berbagai macam factor. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku negatif siswa, faktor penyebab perilaku negatif siswa, selain itu guru juga mengetahui cara untuk mengatasi siswa yang berprilaku negatif,
mengetahui perubahan perilaku negatif siswa melalui penerapan metode kooperatif model team games tournament, guru ingin mengetahui pengelolaan prilaku terhadap siswa dan
untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh perilaku siswa terhadap prestasi belajar.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan banyak metode diantaranya ada metode deskriptif kualitatif, metode wawancara, observasi dan dokumentasi, metode penelitian tindakan kelas, metode pendekatan partisipatif dan juga metode metode deskriptif
kuantitatif. Hasil akhirnya Bentuk perilaku negatif yang ditemukan adalah mengganggu, membully, emosional, provokator, berkelahi, membolos, berbicara kotor, ramai pada saat
jam pelajaran, tidak mematuhi tata tertib, dan sering masuk keluar kelas. Adapun faktor penyebabnya yaitu faktor keluarga, faktor lingkungan atau pergaulan, dan faktor indivdu.
Dalam mengatasi perilaku negatif upaya pembinaan, upaya pengawasan, upaya kerjasama dengan wali kelas atau pun kepada orang tua.
Keywords : perilaku negatif, siswa, sekolah, guru, penyebab
1. PENDAHULUAN
Perilaku negatif siswa di sekolah adalah masalah yang sering terjadi dan dapat berdampak buruk pada lingkungan belajar mengajar. Beberapa contoh perilaku negatif siswa di sekolah meliputi perilaku menyontek, merokok, berbicara kasar, membolos, mengganggu kelas, membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.
Perilaku negatif ini dapat mempengaruhi kualitas belajar siswa dan lingkungan belajar di sekolah. Siswa yang terlibat dalam perilaku negatif mungkin akan mengalami penurunan kinerja akademik, kehilangan minat belajar, dan bahkan dikeluarkan dari sekolah jika perilaku mereka terus-menerus mengganggu lingkungan belajar.
Oleh karena itu, penting bagi sekolah dan para pendidik untuk memahami penyebab perilaku negatif siswa dan mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut.
Hal ini dapat dilakukan melalui penerapan aturan dan konsekuensi yang jelas, pembinaan dan dukungan untuk siswa yang terlibat dalam perilaku negatif, serta melibatkan orang tua dalam upaya untuk meningkatkan perilaku siswa di sekolah.
2. METODE a. Designing
Di dalam jurnal yang saya review ini terdapat pendekatan berbagai metode, diantaranya :
1) Jurnal pertama menggunakan metode deskriptif kualitatif
2) Jurnal kedua menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi 3) Jurnal ketiga menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), penelitian tindakan merupakan penerapan penemuan fakta pada pemecahan masalah dalam situasi sosial dengan pandangan untuk meningkatkan kualitas tindakan yang dilakukan didalamnya, yang melibatkan kolaborasi dan kerja sama para peneliti, praktisi, dan orang awam
4) Jurnal keempat menggunakan metode pendekatan partisipatif pendekatan kelompok, pendampingan individual, metode ceramah, dan metode dialog/tanya jawab.
5) Jurnal terakhir menggunakan metode deskriptif kuantitatif b. Implement
1) Di dalam jurnal yang pertama menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik wawancara digunakan untuk mengumpulkan data berupa bentuk perilaku negatif siswa, faktor penyebab perilaku negatif siswa, dan solusi guru dalam mengatasinya. Teknik observasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa perilaku negatif siswa. Teknik dokumentasi digunakan mengumpulkan data tentang catatan guru berisi perilaku negatif siswa.
2) Di dalam jurnal yang kedua dilaksanakan dengan bertahap, dimulai dari pengumpulan data dan wawancara, pengolahan data hingga penyajiannya dan kesimpulan.
3) Di dalam jurnal yang ketiga penelitian terdiri dari 2 ( dua ) siklus tindakan model spiral dari Kemmis dan Taggart pada proses pembelajaran berdasarkan refleksi mengenai hasil dari tindakan pada siklus sebelumnya.
Setiap siklus tersebut terdiri dari empat tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran tentang keaktifan, antusias, partisipasi, dan kemampuan siswa.
4) Di dalam jurnal yang keempat Pendekatan partisipatif bertujuan agar para peserta pelatihan dapat berpartisipasi selama kegiatan dari awal hingga akhir. Diadakan juga diskusi kelompok untuk berbagi pengalaman satu sama lain. Materi disampaikan dalam bentuk ceramah dan dialog, supaya terjadi interaksi antara peserta dengan fasilitator seminar. Sebelum dimulai penyampaian materi, instruktur melakukan pretest terhadap peserta seminar.
Dalam pretest ini diuji sejauh mana pemahaman peserta seminar terhadap materi yang akan disampaikan kepada mereka. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaikan materi. Materi yang diajarkan meliputi mengenal berbagai perilaku negatif siswa di kelas, penyebab perilaku negatif siswa, metode penanganan perilaku negatif siswa di kelas. Seminar yang diikuti oleh 24 guru baik SD maupun SMP ini, kemudian diakhiri dengan postest yang menguji sejauh mana perkembangan pemahaman dan penguasaan peserta terhadap bahan seminar yang sudah mereka terima.
5) Di dalam jurnal yang terakhir Tekhnik pengambilan data dengan cara dokumentasi, kuesioner dan nilai hasil belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert, dalam menjawab skala likert respondent hanya memberikan tanda cheklist pada pilihan jawaban yang tersedia. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan uji T. Perbandingan rhitung >
rtabel nilai product moment pada taraf signifikansi 0,05 yaitu 0,6876 >
0,2542, dan nilai thitung > ttabal yaitu 7,212 > 2,021.
c. Analyze
1) Jurnal pertama Perilaku buruk siswa di SDN Keboansikep 01 Gedangan Sidoarjo dianggap sebagai perilaku buruk siswa yang masih bisa diubah guru. Di SDN Keboansikep 01 Gedangan Sidoarjo, siswa telah terlibat dalam bullying, bullying emosional, provokator, berkelahi, membolos,
berbicara mesum, berkerumun selama waktu kelas, tidak mematuhi peraturan, dan sering masuk dan keluar kelas.
2) Jurnal kedua Perilaku negatif siswa termasuk keterlambatan karena kesulitan bangun pagi, berkencan, merokok, bolos kelas saat dalam sesi, pekerjaan yang tidak lengkap, balapan liar, dan perkelahian. Upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling di SMK N 1 Jatiroto meliputi berbagai tindakan, antara lain upaya pemberian bimbingan langsung sebagai cara mengekang siswa yang berperilaku buruk, upaya pembinaan atau tindakan preventif yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam rangka memerangi perilaku negatif, termasuk pengawasan di kelas, sidak/razia di kelas, kolaborasi dengan guru wali kelas untuk menilai upaya, dan juga menulis surat pernyataan.
3) Jurnal ketiga Penerapan metode pembelajaran team game tournament (TGT) dapat Merubah perilaku negatif siswa kelas VIII MTs. Al- Munawwaroh terlihat pada bentuk perilaku siswa siklus I berupa meninggalkan kelas tanpa izin sebesar 8% sedangkan pada siklus II sebesar 0% berarti terjadi penurunan perilaku negatif sebesar 8%, berupa perilaku sering meminta izin penggunaan kamar kecil saat belajar sebesar 15%
sedangkan pada siklus II sebesar 8% berarti terjadi penurunan perilaku negatif 7%, dan berupa perilaku sering datang terlambat sebesar 11,5%
sedangkan pada siklus II sebesar 4% berarti terjadi penurunan perilaku negatif sebesar 7%
4) Jurnal keempat itu guru-guru dari Yayasan Tunas Harapan Nusantara Bekasi, Jawa Barat, yang menghadiri sesi tentang mengelola perilaku siswa secara efektif mengidentifikasi berbagai perilaku siswa bermasalah yang sering diamati oleh instruktur di kelas. Siswa terlibat dalam berbagai perilaku yang tidak diinginkan, seperti mengganggu teman, tidak termotivasi untuk belajar, berkelahi dengan teman, gagal menyelesaikan pekerjaan rumah, dll. Perilaku ini sering dipengaruhi oleh lingkungan mereka, karakter mereka, dan guru mereka. Perilaku negatif siswa mungkin dipengaruhi oleh guru yang kurang kompeten, lebih otoriter, dan tidak berusaha untuk mengenal murid-murid mereka.
5) Jurnal terakhir dalam mengisi Skala Likert Satu-satunya respons adalah tanda. Pergi ke pilihan respons yang mungkin. Metode analisis data
menggunakan uji validitas dan uji T. Nilai ttabal adalah > ttabal 7.212 >
2.021, dan perbandingan menghitung tabel nilai momen produk > tingkat signifikansi 0,05 adalah 0,6876 > 0,2542. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa hipotesis studi yang dimaksud disetujui, sehingga ditunjukkan ada hubungan antara perilaku siswa dan keberhasilan akademik. Siswa SMP Negeri 2 Delima.
d. Build and write reviews
Perilaku terdapat menjadi dua yakni positif dan negatif. Perilaku merupakan seperangkat atau tindakan dari seseorang dalam melakukan respon terhadap sesuatu dan akan dijadikan kebiasaan karena adanya nilai yang diyakini. Dari kelima jurnal yang saya review ini mempunyai kata kunci perilaku yakni Bentuk, faktor, penyebab, solusi, pengaruh, pengelolaan dan upaya untuk mengatasi perilaku negatif kepada siswa di sekolah. Dari lima jurnal saya review terdapat banyak sekali siswa yang berperilaku negatif tetapi guru di sekolah sudah menemukan bagaimana cara untuk mengatasi siswa tersebut.
3. ANALYZE
Judul Artikel PERILAKU NEGATIF SISWA: BENTUK, FAKTOR PENYEBAB, DAN SOLUSI GURU DALAM MENGATASINYA
Volume &
Halaman
Volume 7 nomor 2
Tahun 2020
Penulis Hawa Laily Handayani, Syamsul Ghufron, Suharmono Kasiyun Latar Belakang Menurut Hakim (2012), sekolah mempunyai peran penting dalam
membentuk kepribadian dan perilaku yang dimiliki siswa. Tidak hanya itu sekolah harus memberikan pemahaman kepada siswa agar terhindar dari perilaku yang tidak sesuai. Oleh karena itu, peran pendidikan dalam membentuk kepribadian atau perilaku siswa sangat diharapkan.
Dengan adanya tujuan pembelajaran di sekolah, guru mempunyai suatu rancangan yang telah terencana dan tersusun untuk mencapai proses pembelajaran dengan baik. Oleh karena itu, siswa diharapkan dapat menanamkan sikap yang baik dan sopan santun terhadap sesama.
Guru diharapkan dapat memberikan nilai-nilai positif terhadap siswa, sering sekali dalam proses kegiatan belajar mengajar guru melibatkan
nilai positif guna untuk membentuk sikap yang baik terhadap diri siswa. Perilaku yang seharusnya dimiliki oleh siswa sekolah dasar yaitu berperilaku sopan santun, jujur, dan berbuat baik terhadap sesama. Tidak hanya di sekolah siswa dapat membiasakan perilaku baik tersebut di rumah dan orang tua yang mengawasinya. Namun, kenyataan yang terjadi dalam dunia pendidikan sering sekali perilaku baik yang ditanamkan oleh guru berubah menjadi perilaku negatif.Perilaku negatif siswa sudah menjadi hal yang sangat biasa dalam dunia pendidikan sekarang ini. Bentuk perilaku negatif siswa yang terjadi antara lain mengganggu teman, membully, berkata kotor, emosi, berkelahi, provokator, mengejek dan membolos. Guru menyebutkan bahwa perilaku negatif yang timbul pada siswa menjadi hal yang biasa apabila perilaku negatif H L Handayani, S Ghufron, S Kasiyun, Perilaku Negarif Siswa : Bentuk, Faktor Penyebab, dan Solusi Guru Dalam. Tidak hanya itu guru menganggap bahwa perilaku negatif muncul karena kurang perhatian dari orang tua sehingga siswa meluapkan kondisinya dengan melakukan hal yang menyimpang.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku negatif siswa, faktor penyebab perilaku negatif siswa, dan solusi guru dalam mengatasinya
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi/kesimpulan.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku negatif siswa di SDN Keboansikep 01 Gedangan Sidoarjo tergolong perilaku negatif yang ringan. Bentuk perilaku negatif yang ditemukan adalah mengganggu, membully, emosional, provokator, berkelahi, membolos, berbicara kotor, ramai pada saat jam pelajaran, tidak mematuhi tata tertib, dan sering masuk keluar kelas.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat diambil simpulan bahwa perilaku negatif siswa di SDN Keboansikep 01 Gedangan Sidoarjo terbilang perilaku negatif siswa yang masih bisa diatasi oleh guru. Bentukbentuk perilaku negatif siswa di SDN Keboansikep 01 Gedangan Sidoarjo antara lain: mengganggu, membully, emosional, provokator, berkelahi, membolos, berbicara kotor, ramai saat jam pelajaran, tidak mematuhi tata tertib, dan sering masuk keluar kelas.
Judul Artikel UPAYA GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS X SMK N 1 JATIROTO
Volume &
Halaman
Vol.23, No. 1
Tahun 2022
Penulis Rojif Mualim1 , Badrus Zaman2 , Muthoifin3
Latar Belakang Perilaku manusia tidak selalu berperilaku positif, kadang kala melakukan hal-hal negatif pula. Misalnya, dalam hal ini seperti yang kerap dilakukan oleh remaja, pada siswa jenjang sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat. Pasalnya, di jenjang ini ialah masa transisi dari anak menuju dewasa. Perilaku menyimpang yang bisa jadi mengarah kepada tindak kenakalan pasti hadir pada hidupnya, sebab kondisi tansisi boleh kita sebut sebagai kondisi yang labil, mudah terkontaminasi lingkungan. (Nuha, 2019). Meski kita tahu bahwa kenalakan pada remaja sebenarnya hal yang wajar, tetapi ketika kondisi kenakalan dibiarkan maka akan semakin parah dan bahkan membahayakan tidak hanya pada dirinya saja melainkan pada semua orang. Nah, oleh sebab itu, sangat perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengatasi tingkat kenakalan atau perilaku negatif tersebut.
PROFETIKA, Jurnal Studi Islam, Vol.23, No. 1, Juni 2022: 141-145 142 Kalau di lingkungan sekolah maka guru Bimbingan Konseling lah yang sangat berperan. (Qomariyah, 2021).
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuni prilaku negatif yang sudah di lakukan oleh siswa di kelas 10 di SMK N 1 Jatiroto, agar guru
bimbingan konseling tau apa faktor penyebab siswa berprilaku negatif selain itu guru juga mengetahui cara untuk mengatasi siswa yang berprilaku negatif.
Metode Penelitian
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada tahapan analisa ada pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian tentang upaya guru bimbingan konseling dalam mengatasi perilaku negatif siswa kelas X SMK N 1 Jatoroto sebagai berikut; upaya pembinaan, uapaya pengawasan, upaya kerjasama dengan wali kelas atau pun kepada orang tua
Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk perilaku negatif siswa seperti terlambat karena susah bangun pagi, berpacaran, merokok, bolos ketika pelajaran, atribut tidak lengkap, balapan liar, tawuran. Upaya yang dilakukan guru bimbingan konseling SMK N 1 Jatiroto terdiri dari beberapa upaya, seperti upaya memberi bimbingan secara langsung sebagai bentuk kontroling siswa yang berperilaku negatif, upaya pembinaan atau upaya preventif yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam mengatasi perilaku negatif yang terdiri terdiri dari pengawasan di kelas, sidak/razia di kelas, kerjasama dengan wali kelas sampai kepada upaya scoring dan juga membuat surat pernyataan.
Judul Artikel PERUBAHAN PERILAKU NEGATIF SISWA MELALUI PENERAPAN TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) PADA MATERI AKHLAK TERPUJI DI KELAS VIII MTS AL- MUNAWWAROH - KAB. MALANG
Volume &
Halaman
Vol. 1 no. 2
Tahun 2019
Penulis Siti Umi Rujika1 & Ali Rif’an2
Latar Belakang Tak jarang juga bahwa mereka terkontaminasi sikap negatif, sehingga membuat mereka melakukan hal-hal yang mengarah kepada
kenakalan, maka tak heran hal ini sering kita jumpai di dunia sekolahan. Hal ini sejalan dengan apa yang telah dikatakan oleh Mu’awanah (2012:1) bahwa kondisi remaja memang merupakan masa yang penuh dengan Strum And Drags yaitu masa yang penuh gejolak dan kebimbangan, dimana remaja saat itu sedang berusaha melakukan identifikasi diri terhadap tokoh sebagai penentu pandangan hidupnya. PROFETIKA, Jurnal Studi Islam, Vol.23, No. Misalnya memberikan pendampingan, pengawasan dan juga motivasi, tidak lain agar rasa percaya diri pada siswa naik, dan kenakalan remaja itu misalnya dapat dijumpai di SMK N 1 Jatiroto, salah satu bagian kecamatan di Kota Wonogiri. Berdasarkan hasil wawancara kepada Guru Bimbingan Konseling di SMK N 1 Jatiroto, diperoleh beberapa informasi, terkait perilaku negatif yang dilakukan siswa. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial.
Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perubahan perilaku negatif siswa melalui penerapan metode kooperatif model team games tournament (TGT) pada materi akhlak terpuji pada siswa kelas VIII di MTs Al-Munawwaroh – Kab. Malang
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), penelitian tindakan merupakan penerapan penemuan fakta pada pemecahan masalah dalam situasi sosial dengan pandangan untuk meningkatkan kualitas tindakan yang dilakukan didalamnya, yang melibatkan kolaborasi dan kerja sama para peneliti, praktisi, dan orang awam.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TGT pada mata pelajaran Aqidah Akhlak mampu merubah perilaku negatif siswa. Hal tersebut dapat dilihat perbandingan mulai dari pra siklus hingga siklus ke dua yaitu meninggalkan kelas tanpa izin menurun dari 11.5 % menjadi 0
%, sering izin ke toilet ketika pembelajaran menurun dari 31 % menjadi 8 %, terlambat masuk menurun dari 19 % menjadi 4 %, mengganggu teman ketika pembelajaran menurun dari 11.5 % menjadi 0 %.
Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan observasi data lapangan, maka dapat di tarik sebuah kesimpulan bahwa Penerapan metode pembelajaran team game tournament (TGT) dapat Merubah perilaku negatif siswa kelas VIII MTs. Al-Munawwaroh terlihat pada bentuk perilaku siswa siklus I pada bentuk perilaku meninggalkan kelas tanpa izin berjumlah 8 % sedangkan pada siklus II 0 % ini berarti terjadi penurunan perilaku negatif 8 %, pada bentuk perilaku sering izin ke toilet ketika pembelajaran siklus I berjumlah 15 % sedangkan pada siklus II 8 % ini berarti terjadi penurunan perilaku negatif 7%, pada bentuk perilaku sering terlambat masuk siklus I berjumlah 11.5 % sedangkan pada siklus II menjadi 4 % ini berarti terjadi penurunan perilaku negatif 7.5%, pada bentuk perilaku sering mengganggu teman ketika pembelajaran pada siklus I berjumlah 4 % sedangkan siklus II 0 % ini berarti terjadi penurunan perilaku negatif 4 %.
Judul Artikel PENGELOLAAN PERILAKU SISWA OLEH GURU DI SEKOLAH TUNAS HARAPAN NUSANTARA BEKASI JAWA BARAT Volume &
Halaman
Vol. 1 no.1
Tahun 2018
Penulis Raja Oloan Tumanggor
Latar Belakang Guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendidikan peserta didik di sekolah. Namun guru kerap berhadapan dengan kenyataan bahwa para siswa memiliki perilaku yang tidak mendukung terciptanya proses belajar mengajar secara efektif seperti misalnya suka mengganggu teman siswa sewaktu belajar, membuat keributan di kelas, tidak tertib dan kurang disiplin dalam belajar. Untuk itu guru perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan mengelola perilaku siswa-siswa yang tidak mendukung tersebut
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini ialah guru ingin mengetahui pengelolaan prilaku terhadap siswa di Tunas Harapan Nusantara yang berada di Bekasi Metode
Penelitian
Metode pelaksanaan program pelatihan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, pendekatan kelompok, pendampingan
individual, metode ceramah, dan metode dialog/tanya jawab.
Pendekatan partisipatif bertujuan agar para peserta pelatihan dapat berpartisipasi selama kegiatan dari awal hingga akhir.
Hasil Penelitian
Pada hasil akhirnya para guru menjadi terampil menghadapi dan mengelola perilaku siswa di kelas dan memiliki strategi efektif untuk mengarahkan siswa menjadi pembelajar yang tekun. Luarannya adalah kompetensi para guru dalam menerapkan model-model pengelolaan perilaku siswa di sekolah
Kesimpulan Seminar pengelolaan perilaku siswa yang diikuti oleh para guru SD dan SMP Yayasan Tunas Harapan Nusantara Bekasi, Jawa Barat berhasil memetakan berbagai bentuk perilaku negatif siswa yang kerap ditemukan para guru di dalam kelas. Ada berbagai perilaku negatif siswa seperti suka mengganggu teman, malas belajar, berkelahi dengan teman, tidak mengerjakan tugas, dll dan juga tidak lepas dari faktor guru, karakter siswa, dan lingkungan para siswa. Guru yang kurang kompeten dan otoriter serta tidak berusaha mengenal siswa dapat memberi andil pada siswa untuk berperilaku negatif.
Judul Artikel PENGARUH PERILAKU SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR DI SMP NEGERI 2 DELIMA.
Volume &
Halaman
Volume 1, Nomor 3
Tahun 2021
Penulis Sri Munita , Maisura , Zakaria H.M Yusuf
Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan menfasilitasi kegiatan belajar mereka. Dalam proses belajar tentu ada suatu tujuan yang harus dicapai, yaitu meningkatkan prestasi, namun tidak semua anak memiliki prestasi tinggi dalam belajar suatu materi. Hal ini disebabkan berbagai macam faktor.
Sehingga permasalah yang diangkat dalam penelitian ini apakah ada pengaruh perilaku siswa terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Delima.
Tujuan Penelitian
Tujuannya untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh perilaku siswa terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Delima.
Metode Penelitian
Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif karena memarparkan pengaruh variable yang mempengaruhi keadaan tanpa memanipulasi variable tersebut
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil perhitungan data dengan menggunakan rumus korelasi Person Product Moment maka didapatkan hasilnya pada tingkat signifikansi untuk uji dua arah yaitu = 0,05 dan derajar kebebasan (dk) = n – 2 = 58, untuk nilai rtabel =0,2542 dan rhitung = 0,6876. Dari hasil perhitungan diatas diperoleh korelasi valid dimana ada hubungan antara Prilaku Siswa (X) terhadap Prestasi Belajar (Y), berarti Perilaku Siswa mempengarih Prestasi Belajar.
Kesimpulan Berdasarkan hasil Penelitian dan Pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil perhitungan product moment antara perilaku siswa dengan prestasi belajar diSMP Negeri 2 Delima, diperoleh hasil rhitung = 0,6876 dan rtabel = 0,2542. Sehingga diperoleh hasil bahwa rhitung > rtabel pada taraf signifikansi 0,05, dimana item pernyataan dikatakan valid maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian Ha yang diajukan diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku siswa dengan prestasi belajar Siswa di SMP Negeri 2 Delima.
2. Nilai ttabel yang diambil adalah nilai ttabel pada taraf signifikan a = 0,05 dan derajar kebebasan (dk) = n – 2 = 58, diperoleh nilai thitung = 7,212 dan ttabel = 2,021. Terlihat bahwa thitung > ttabel. Sehingga Ha diterima dan H0 ditolak, artinya terdapat hubungan antara Perilaku Siswa dengan Prestasi Belajar
4. Conclusion
Kesimpulan dari lima jurnal tersebut berdasarkan lima jurnal tersebut banyak sekali perilaku negatif siswa contohnya seperti terlambat sekolah, berpacaran, merokok, tidak mengikuti pelajaran, tawuran, malas belajar dll. Adapun faktor penyebab siswa mempunyai perilaku negatif salah satu contohnya seperti
1. faktor keluarga nah dari faktor keluarga ini meliputi kurangnya perhatian dari orang tua, perceraian dan ekonomi.
2. Faktor lingkungan atau Pergaulan yang meliputi per temanan dengan orang yang lebih dewasa, teman yang mengajak bermain ke hal yang negatif.