Pengaruh Pertanian terhadap Pendapatan Nasional
Maryam Batubara 1*, Marlinda Mustika Pane2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
1*Corresponding author: [email protected]1
ABSTRACT
The agricultural sector is one sector that is the focus of attention in economic growth. Where economic growth is marked success based on the amount of national income. The method used in this study is to use library research which originates from books, journals, articles. (both in print and electronic form). The conclusions of this study are: first, the agricultural sector has a significant influence on the country. Second, the agricultural sector is one of the sectors supporting national economic growth, especially when there is an economic crisis. Third, although the agricultural sector is said to be good, it is known that there is still a lack of productivity, human resources, capital and even technological innovation that is still lagging behind neighboring countries. Fourth, the success of the national income is one of them influenced by the succeeding of the agricultural sector, while the successful of the Agricultural sector cannot be separated from government policies themselves.
Keywords : economic growth, agriculture sector, National income
ABSTRAK
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi pusat perhatian dalam pertumbuhan ekonomi. Dimana pertumbuhan ekonomi ditandai berhasil berdasarkan jumlah pendapatan nasional. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah dengan menggunakan metode kepustakaan (library research) yang bersumber dari buku, jurnal, artikel (baik dalam bentuk cetak ataupun elektronik). Adapun kesimpulan dalam penelitian ini yaitu : pertama sektor pertanian memiliki pengaruh yang cukup signifikan bagi negara.Kedua sektor pertanian menjadi salah satu sektor penopang pertumbuhan ekonomi nasional, terlebih ketika sedang terjadi krisis ekonomi. Ketiga, walaupun sektor pertanian dikatakan baik, tetapi diketahui masih kurangnya tingkat produktifitas, SDM, Modal bahkan inovasi teknologi yang masih tertinggal dengan negara-negara tetangga. Keempat, keberhasilan pendapatan nasional salah satunya dipengaruhi oleh keberhasilan sektor pertanian, sedangkan keberhasilan sektor pertanian tidak lepas dari kebijakan pemerintah itu sendiri.
Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Sektor Pertanian, Pendapatan Nasional
PENDAHULUAN
Pendapatan nasional merupakan ukuran keberhasilan pencapaian perekonomian suatu negara. Dimana dalam hal ini diukur dengan tingginya pendapatan suatu negara maka akan akan terlihat dari tingkat kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Tingkat pertumbuhan ekonomi negara juga dapat dilihat dari jumlah pendapatan nasionalnya. Serta adanya usaha- usaha pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh setiap negara dilakukan untuk meningkatkan dan menstabilkan pendapatan nasional.
Perhitungan pendapatan nasional sangat penting dan bermanfaat bagi kebutuhan perekonomian negara. Seperti yang dikatakan dalam Budiman (2013) bahwa manfaat utama yang diperoleh dari penghitungan pendapatan nasional adalah untuk mengetahui dan menelah kondisi perekonomian suatu Negara, karena dari adanya perhitungan pendapatan nasional, dapat digolongkan suatu negara sebagai negara industri, pertanian atau jasa. Dari hal itu pula dapat ditentukan berapa besarnya pengaruh dari sektor-sektor industri, pertanian,
pertambangan, dan lain-lain. Berdasarkan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia tergolong sebagai negara pertanian atau agraris, sedangkan Amerika Serikat, Eropa dan Jepang adalah negara Industri.
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi pusat perhatian dalam pembangunan nasional, khususnya yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan hasil strategis terutama yang menyangkut komoditas pangan. Pengelolaan dan pemanfaatan hasil-hasil produk pertanian ini diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana dengan pemanfaatan yang optimum serta dapat dinikmati oleh seluruh penduduk Indonesia. (Isbah et al., 2016). Apalagi kita ketahui bahwa penduduk Indonesia sebagian besar adalah petani.
Dimana dalam hal ini dapat diketahui juga bahwa sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam pendapatan Negara. Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian 2022, diketahui bahwa dari tahun 2018 sampai 2021, lapangan usaha pertanian secara luas (termasuk kehutanan dan perikanan) menduduki peringkat kedua setelah sektor industri pengolahan dengan rata-rata kontribusi sebesar 13,22% terhadap PDB Indonesia. Berdasarkan penjelasan tersebut diketahui bahwa sektor pertanian memiliki andil terhadap laju pertumbuhan pendapatan negara.
KERANGKA TEORITIS Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu yang dihitung berdasarkan nilai pasar dalam kurun waktu satu tahun. Adapun beberapa Istilah yang terkait dengan pendapatan nasional yaitu; produk domestik bruto (gross domestic product/GDP), produk nasional bruto (gross national product/GNP), serta produk nasional neto (net national product/NNP). Perhitungan pendapatan nasional akan memberikan perkiraan GDP secara teratur yang merupakan ukuran dasar dari performansi perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa. Selain itu perhitungan pendapatan nasional juga berguna untuk menerangkan kerangka kerja hubungan antara variable makroekonomi, yaitu; output, pendapatan, dan pengeluaran (Yusmiana, 2022).
Adapun beberapa hal yang dapag mempengaruhi pendapatan nasional. Seperti dalam Modul Ekonomi Kementrian Pendidikan tahun 2019 dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan Nasional antara lain:
a. Keseluruhan Permintaan dan Penawaran (Agregrate Demand and Supply) Keseluruhan Permintaan (Agregrate Demand) adalah kesuluruhan permintaan masyarakat terhadap barang maupun jasa pada tinggkat harga tertentu. Sedangkan Keseluruhan Penawaran (Agregrate Suply) adalah keseluruhan penawaran barang maupun jasa yang ditawarkan oleh produsen pada tingkat harga tertentu. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan nasional.
b. Investasi Investasi mempunyai dampak besar terhadap pertambahan pendapatan nasional. Peningkatan investasi dalam negeri akan meningkatkan produksi nasional.
Kondisi ini mempemgaruhi tingkat pendapatan nasional selama periode tertentu.
c. Konsumsi dan tabungan Konsumsi adalah bagian pendapatan masyarakat yang digunakan untuk membeli barang dan jasa sebagai pemenuhan kebutuhan hidup
manusia. Tabungan merupakan pendapatan masyarakat yang tidak dibelenjakan untuk kebutuhan konsumsi. Naiknya konsumsi dan tabungan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan nasional.
Perhitungan Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional (Y) dapat dihitung berdasarkan 3 pendekatan yaitu:
1. Pendekatan Produksi
Pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah jumlah nilai tambah semua barang dan jasa selama satu tahun. Barang dan jasa yang dimaksud adalah barang akhir (final goods) atau barang jadi (finished goods), artinya barang yang langsung dapat diterima konsumen (Yusmiana, 2022). Adapun dalam Yusmiana (2022) cara menghitung pendapatan nasional:
Y = (Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Q3 x P3) + (Qn x Pn)
Keterangan: Y = Pendapatan nasional, Q2 = Jenis barang ke 2, Q1 = Jenis barang ke 1, P2 = Harga barang ke 2, P1 = Harga barang ke 1, Pn = Harga barang ke n, Qn = Jumlah barang ke n
2. Pendekatan Pendapatan (NNP)
Perhitungan metode pendekatan pendapatan diperoleh dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang terlibat dalam proses produksi/perekonomian atau dengan menjumlahkan semua balas jasa yang diterima oleh factor-faktor produksi yang berupa upah/gaji, laba usaha, tingkat suku bunga dan sewa (Hasanah et al., 2014). Dalam Yusmiana (2022) Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan ini sebagai berikut:
Y = R + W + I + P
Keterangan: Y = Pendapatan Nasional, W = Wages (Upah), R = Rent (sewa), I = Interest (Bunga), P = Profit (Laba)
3. Pendekatan Pengeluaran (GNP)
Dalam metode pendektan pengeluaran, pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran yang telah dipakai oleh seluruh sektor perekonomian (Yoshanda, 2020).
Y = C + I + G + (X – M)
Keterangan: Y = Pendapatan Nasional, G = Pengeluaran Pemerintah, C = Pengeluaran konsumsi, X = Eksport, I = Pengeluaran Investasi, M = Import
Sektor Pertanian
Ilmu ekonomi pertanian merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan usaha manusia, baik yang secara langsung ataupun tidak langsung yang berhubungan dengan proses produksi, pemasaran, dan konsumsi hasil-hasil pertanian. Pertanian merupakan industry primer yang mencakup pengorganisasian sumber daya tanah, air, dan mineral, serta
modal dalam berbagai bentuk, pengelolaan dari tenaga kerja untuk memproduksi dan memasarkan berbagai barang yang di perlukan oleh manusia (Rateg at al,. 2016).
Selain itu, Pertanian berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui lima hubungan antar sektor seperti penawaran surplus tenaga kerja kepada perusahaan disektor industri, pasokan makanan untuk konsumsi domestik, penyediaan pasar untuk hasil industri, pasokan domestik tabungan untuk investasi industri, dan pertukaran dari ekspor pertanian untuk membiayai impor barang setengah jadi dan barang modal. Pertanian secara tidak langsung berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan asupan gizi kalori yang lebih baik untuk masyarakat miskin, ketersediaan pangan, stabilitas harga pangan, dan pengentasan kemiskinan Awokuse & Xie (2015) (dalam Hidayah et al,. 2022).
Sektor pertanian menjadikan komponen ekonomi nasional menjadi strategis dan penting, karena menghasilkan sebagian besar dari produk domestik bruto negara. Menurut Darmawan (2022) dilihat dari sudut pandang ekonomi makro, peran sektor pertanian secara konvensional ditunjukkan oleh besarnya persentase Nilai Tambah Bruto (NTB) yang diciptakan sektor pertanian terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sektor pertanian mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah dengan menggunakan metode kepustakaan (library research) yang berisi teori-teori yang relevan dengan masalah yang dikaji. Studi kepustakaan merupakan suatu studi yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti dokumen, buku, majalah, kisah-kisah sejarah, dan lai-lain (Mardalis:1999). Dalam penelitian ini penulis mengkaji dan menganalisis mengenai pengaruh sektor pertanian terhadap pendapatan nasional di Indonesia. Adapun sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu dengan menelaah/mengeksplorasi buku, jurnal, artikel (baik dalam bentuk cetak ataupun elektronik) serta sumber data atau dokumen lainnya yang dapat membantu penulis dalam menganalisis permasalahan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sektor Pertanian dalam Pertumbuhan Ekonomi
Pendapatan negara termasuk salah satu pengaruh terbesar dalam laju pertumbuhan ekonomi. Mankiw (2000) menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan PDB riil suatu negara pada tahun tertentu yang menunjukkan bertambahnya pendapatan perkapita dalarn perekonomian suatu negara. Dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik akan membawa dampak positif bagi perkembangan perekonomian khususnya bagi sektor- sektor perekonomian yang berhubungan dengan pendapatan nasional (Firdaus, 2012).
Indonesia merupakan negara agraris, yang mana pernah mendapat penghargaan dari FAO atas keberhasilannya dalam pengelolaan swasembada beras. Untuk itu, bangsa Indonesia mempunyai potensi besar dalam sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat dari pekerjaan utama masyarakat Indonesia yang bergantung pada sektor pertanian ini. Baik itu bertani, berkebun, beternak ataupun yang lainnya. Dengan keadaan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pertanian adalah sektor penting di Indonesia.
Selain itu, pertanian berperan mengembangkan pemberdayaan masyarakat sebagai petani. Dikatakan Ruminta (2000) (dalam Wahyudin, 2003) bahwa pembangunan pertanian merupakan agenda pokok reformasi ekonomi yang dirumuskan dalam pembangunan pertanian berkebudayaan industri melalui pemberdayaan masyarakat tani sebagai upaya meningkatkan ekonomi lokal dan regional. hal ini diharapkan dapat meningkatkan pembangunan nasional serta dapat meningkatkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.
Adapun beberapa manfaat dari adanya sektor pertanian bagi sistem perekonomian negara yaitu:
a) Menjadi Dasar Pertumbuhan Ekonomi
Sektor pertanian memegang peranan penting dalam sumbangannya terhadap produk domestik bruto. Selain itu, sektor pertanian juga menjadi dasar pertumbuhan ekonomi dikarenakan sektor ini dapat bertahan pada keadaan krisis ekonomi. (Isbah dan Iyan, 2019).
b) Menghasilkan devisa
Hasil pertanian Indonesia banyak digelindingkan dalam usaha ekspor. Salah satu subsektor andalannya adalah dari hasil perkebunan, seperti ekspor komoditas karet, kopi, teh, cokelat, dan minyak kelapa sawit. Lebih dari 50% total produksi komoditas tersebut yang akan di ekspor. Diketahui usaha ekspor hasil pertanian ini akan memberikan sumbangan devisa yang cukup besar bagi negara (Isbah dan Iyan, 2019).
c) Menyediakan lapangan pekerjaan
Peluang sektor pertanian dalam pengaruhnya terhadap perekonomian di Indonesia cukup besar. Sektor pertanian menjadi andalan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah yang cukup besar jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian diindonesia. (Nadziroh, 2020).
d) Mensejahterakan petani
Sektor pertanian merupakan salah satu sumber utama kehidupan dan pendapatan bagi para petani. Dalam hal ini sector pertanian dapat menumbuhkembangkan partisipasi petani dan mampu meningkatkan keadaan sosial ekonomi petani melalui peningkatan akses terhadap teknologi, modal, dan pasar, sehingga hal ini mampu untuk mensejahterakan kehidupan para petani (Budiman, 2013).
e) Penyediaan Pangan Masyarakat
Selain daripada penyedian dan pembantu terciptanya perkembangan lapangangan pekerjaan, sektor pertanian adalah penyedia sumber pangan terbesar bagi masyrakat.
Tanpa sektor ini bahan pangan utama seperti beras, jagung, dan lainnya tidak dapat terpenuhi.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa sektor pertanian memiliki peranan yang sangat banyak bagi kehidupan masyarakat. Dengan ini diketahui pertumbuhan ekonomi dilihat dari tingkat kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Sektor ekonomi menjadi salah satu penopang hidup masyarakat, khususnya bagi para petani. Karena diketahui dengan keadaan Indonesia sebagai negara agraris, sehingga banyak dari masyarakatnya yang bekerja sebagai petani.
Pengaruh Pertanian terhadap Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional biasanya digunakan untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan perekonomian suatu negara. Hal tersebut dapat dilihat dari kontribusi disetiap sektor perekonomian terhadap penyusunan pendapatan nasional. Tingkat PDB (Produk Domestik Bruto) yang tinggi dalam suatu negara tidak menunjukan ukuran bahwa negara tersebut makmur. Hal ini bisa dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang sangat tinggi dalam tingkat PDB. Dengan demikian, untuk mengukur kesejahteraan suatu negara yaitu dengan menghitung pendapatan perkapitanya.
Dalam sektor pertanian pendapatan nasional ditinjau cukup mempengaruhi. Dampak positifnya seperti sektor pertanian domestik dengan harga global yang tinggi. Kenaikan harga komoditas ini berdampak kurang baik bagi masyarakat karena dapat menyebabkan inflasi dan menurunkan minat beli masyarakat. Hal ini ditandai dengan melonjaknya harga komoditas pertanian global sehingga menyebabkan sektor pertanian menjadi tumbuh pasca Covid-19. Hal ini diketahui berdasarkan Analisis PDB Sektor Pertanian Tahun 2022 (dalam Darmawan, 2022) bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2021 meningkat dibandingkan tahun 2020. pada PDB atas harga konstan 2010, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -2,07%, sementara pada tahun 2021 laju pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 3,69%.
Penurunan pertumbuhan ekonomi yang cukup besar pada tahun 2020 disebabkan karenan adanya pandemi Covid-19, sehingga menyebabkan turunnya kegiatan perekonomian Indonesia bahkan dunia. Walaupun demikian, laju pertumbuhan negatif (kontraksi) tidak terjadi pada sektor pertanian. Laju pertumbuhan sektor pertanian secara luas tahun 2020 yang juga meningkat sebesar 1,77% dan kembali meningkat pada tahun 2021 sebesar 1,84%. Demikian pula laju pertumbuhan pertanian sempit tahun 2020 meningkat sebesar 2,13%, kemudian tahun 2021 meningkat sebesar 1,08%. Sektor industri pengolahan terlihat terdampak oleh pandemi Covid-19 yang terlihat dari penurunan laju pertumbuhannya (berkontraksi) tahun 2020 sebesar -2,93%. Tetapi seiring dengan pemulihan ekonomi, laju pertumbuhannya kembali naik sebesar 3,39% di tahun 2021. (Darmawan, 2022). Sejalan dengan PDB harga konstan tersebut, kemjuan pertumbuhan PDB pengelolaan sektor pertanian atas dasar harga konstan mulai pada tahun 2018 sampai tahun 2021 menunjukkan pertumbuhan yang relatif positif.
Dikutip dari Sujai (2022), adanya kenaikan harga komoditas global menyebabkan meningkatnya nilai ekspor hasil pertanian Negara kita. Kinerja ekspor sektor pertanian menunjukkan peningkatan di sepanjang tahun 2021. Pada penghitungan total ekspor sektor pertanian mencapai 12.2 miliar USD. Jumlah ini meningkat sebesar 12 persen dibandingkan dengan jumlah ekspor pada tahun 2020. Peningkatan tersebut melanjutkan kenaikan yang sebelumnya terjadi di tahun 2020 yang tumbuh sebesar 6.8 persen dibandingkan dengan nilai ekspor tahun 2019. Peningkatan nilai ekspor tersebut terjadi bukan karena peningkatan hasil produksi pertanian yang diekspor, namun lebih karena pengaruh kenaikan harga komoditas pertanian secara global terutama komoditas ekspor seperti CPO kelapa sawit, cokelat, kopi dan karet.
Pada sektor pertanian di Indonesia produksi dan produktifitas sektor pertanian masih relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, baik itu dalam pengelolaan
tanaman pangan seperti beras dan jagung ataupun pada pengelolaan perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi dan kakao. Jika dilihat dalam produksi beras, produktifitas kita masih tertinggal dibandingkan dengan hasil produksi Thailand dan Vietnam. Sedangkan pada perkebunan kelapa sawit, hasil produksi kita masih kalah dengan Malaysia.
Adapun kekurangan lain dari sektor pertanian yaitu masih adanya masalah isu skala pengolaha lahan yang masih kecil, modal usaha yang masih sulit diperoleh, kemampuan sumber daya manusia terhadap pertanian yang masih rendah, ketertinggalan teknologi hingga akses pasar yang belum terintegrasi. Hal ini tentu saja memerlukan kebijakan yang tepat dari para stakeholders baik pemerintah maupun swasta untuk dapat memberikan bantuan dan dukungan terhadap sektor pertanian ataupun perkebunan bagi para petani.
Sehingga sektor pertanian dapat menjadi penopang bagi pertumbuhan sektor perekonomian nasional dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa kondisi pertanian di Indonesia masih dikatakan pada posisi yang relative stabil. Banyak kebutuhan yang disandarkan pada sektor pertanian. Selain itu, ketika dalam kondisi ekonomi yang krisis sektor pertanian juga membantu menopangnya. Hal ini terlihat juga pada kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian masih mampu mempertahankan pertumbuhan yang positif. Hanya saja perlu peningkatan terhadap produktifitas sarana dan prasarana pertanian guna meningkatkan kualitas hasil panen dan laju pertumbuhan ekonomi.
KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN
Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan: pertama sektor pertanian memiliki pengaruh yang cukup signifikan bagi negara, seperti menjadi dasar pertumbuhan ekonomi, menghasilkan devisa menyediakan lapangan pekerjaan, mensejahterakan petani serta sebagai penyediaan pangan masyarakat. Kedua sektor pertanian menjadi salah satu sektor penopang pertumbuhan ekonomi nasional, terlebih ketika sedang terjadi krisis ekonomi. Hal ini ditandai ketika melonjaknya harga komoditas pertanian global dan sektor pertanian menjadi tumbuh pasca Covid-19. Ketiga, walaupun sektor pertanian dikatakan baik, tetapi diketahui masih kurangnya tingkat produktifitas, SDM, Modal bahkan inovasi teknologi yang masih tertinggal dengan negara-negara tetangga. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan ketertertinggalan dan menyumbat laju pertumbuhan ekonomi nasional akibat sistem pertanian yang kurang efektif dan efisien serta hasil pertanian yang kurang berkualitas. Dan keempat, keberhasilan pendapatan nasional salah satunya dipengaruhi oleh keberhasilan sektor pertanian, sedangkan keberhasilan sektor pertanian tidak lepas dari kebijakan pemerintah itu sendiri. Dengan demikian sektor pertanian mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan negara. Hal ini juga dipengaruhi oleh keadaan suatu negara dalam menanggapi sistem pertanian. Artinya dalam konsep pertanian dan pendapatan nasional memiliki peran dan manfaat yang saling berhubungan dalam memajukan perekonomian negara.
Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai referensi bagi peneliti ekonomi ataupun penulis selanjutnya untuk dapat memberikan masukan yang lebih baik, khususnya mengenai pengaruh sistem pertanian terhadap pendapatan nasional.
DAFTAR PUSTAKA
Budiman, Muhammad Arief. 2013. Sektor Pertanian Dalam Konsep Pendapatan Nasional.
Paper Akademisi. https://pustaka.unpad.ac.id/wp- content/uploads/2013/10/
pustaka_unpad_ sektor _pertanian.pdf
Darmawan, Roby. 2022. Analisis PDB Sektor Pertanian Tahun 2022. Pusat Data dan
Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian
https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/Analisis_PDB_Sektor_Pertania n_2022.pdf
Direktorat Pembinaan SMA . 2019. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. E-Modul Ekonomi
Gregory, N, Mankiw. 2000. Pengantar ekonomi jilid 2. Jakarta : Erlangga
Hasanah, Erni Umi. 2014. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro Teori dan Soal. Universitas Lambung Mangkurat
Hidayah, Ibtihal,. Yulhendri,. Susanti Nora. 2022. Peran Sektor Pertanian dalam Perekonomian Negara Maju dan Negara Berkembang : Sebuah Kajian Literatur. Jurnal Silangka Nagari. Vol. 1 No. 1 file:///C:/Users/Win-10/Downloads/9-Article%20Text- 91-1-10- 20220630.pdf
Isbah, Ufira & Iyan, Rit Yani. 2016. Analisis Peran Sektor Pertanian Dalam Perekonomian Dan Kesempatan Kerja Di Provinsi Riau. Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan Tahun VII No.19
Julio P.D. Ratag, Gene H.M. Kapantow, Caroline B.D. Pakasi. 2016. Peranan sektor pertanian terhadap perekonomian di kabupaten minahasa selatan. Jurnal Agri-Sosio Ekonomi Unsrat. Vol, 12. No. 2A
Kursnandar, Budy Viva. 2022. Kontribusi dan Pertumbuhan Sektor Pertanian terhadap PDB Nasional (2010-2021). Kata Media Network. https://databoks.katadata.
co.id/datapublish/2022/02/15/ini-kontribusi-sektor-pertanian-terhadap-ekonomi-ri- tahun-2021
Nadzirah, Mi`Rojun Nurun. 2020. Peran Sektor Pertanian Dalam Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Magetan. Jurnal AGRISTAN Vol. 2, No. 1.
Rosmika, Nuri. 2020. Pengaruh Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia.
Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Indonesia. Vol. 7, No. 2.
Sujai, mahpud. 2022. Kenaikan Harga Komoditas Global dan Momentum Kebangkitan Sektor Pertanian. Harian Ekonomi Neraca file:///C:/Users/Win- 10/ Downloads /dd902ba5b92c90 885c5bf6ec1ffbf7ac.pdf
Yasrizal & Hasan, Ishak. 2016. Pengaruh Pembangunan Sektor Pertanian Terhadap Distribusi Pendapatan Dan Kesempatan Kerja Di Indonesia. JIEP-Vol. 16, No 1, Yoshanda, Agung Andana .2020. Pendapatan Nasional. Pendapatan Nasional.
Article. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo http://eprints.umsida.ac.id/6990/
Yusmiana, gusti. 2022. Analisis Pendapatan Nasional Dalam Ekonomi Islam. Resume Ekonomi Makro Syariah. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Yusuf, Firdaus. 2012. Analisis Pendapatan, Pertumbuhan Dan Struktur Ekonomi Nasional. Plano Madani, vol. 2, no. 1.