Hani Aufaa Khairunnisa1, Irsan2
1, 2 Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember
1[email protected], 2[email protected]
Abstract: Ta’aruf is an approach process between two person to know each other before married. Now, many young people start ta’aruf with courtship. This bond in courtship is not bond with commitment. In courtships, there is more sin, such as khalwat and zina which ultimately leads ti regret. With ta’aruf, you can dertermine a partner who is compatible and suitable because marriage is the noblest worship. Marriage is a natural way for someone to channel their biological needs and produce offspring. The command to marry us very strong in Islam, especially for young men. The research purpose to analyze definition and concept ta’aruf towards marriage perspective Khalid Basalamah. This type of research use library research. Normative approach used this research, namely by approaching the problem under study from Qur’an, Hadith and oppinions of scholars. Subject of this research is Khalid Basalamah’s thoughts on the concept of ta’aruf. The results showed that first, ta’aruf according to Khalid Basalamah is derived from Arabic Language which means getting acquainted between prospective partners, by adding the word “Syar’i” so as noy to be misused as ta’aruf wich means courtship. Second, there are four concept of ta’aruf towards marriage perspective Khalid Basalamah, namely seeing the physical or nadzhor, recognizing his family, recognizing his environment and istikharah prayer.
Keywords: Ta’aruf, Marriage, Khalid Basalamah
Abstrak: Ta’aruf merupakan proses pendekatan antara dua calon pasangan untuk mengenal satu sama lain sebelum melakukan pernikahan. Pada zaman sekarang banyak pemuda yang memulai ta’aruf dengan pacaran.
Pacaran ini bukanlah solusi untuk berkomitmen menjalin hubungan baik. Karena didalamnya akan muncul perbuatan maksiat ketika berpacaran, seperti berkhalwat dan zina yang pada akhirnya berujung penyesalan.
Dengan ta’aruf dapat menentukan pasangan yang sepadan dan sesuai karena pernikahan merupakan ibadah yang paling mulia. Pernikahan menjadi jalan yang fitrah dilalui oleh seseorang untuk menyalurkan keperluan biologisnya dan menghasilkan keturunan. Perintah untuk menikah pun sangat kuat dalam islam, khususnya terhadap para pemuda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis definisi dan konsep ta’aruf menuju pernikahan perspektif Khalid Basalamah. Peneliti mengambil metode penelitian dengan jenis penelitan kepustakaan atau library research. Pendekatan normatif digunakan pada penelitian ini, yaitu dengan meneliti permasalah yang diteliti dengan berdasarkan Al-Qur’an, Hadist dan pendapat para ulama. Subjek penelitian ini adalah pemikiran Khalid Basalamah tentang konsep ta’aruf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ta’aruf menurut Khalid Basalamah adalah berasal dari bahasa arab yang berarti berkenalan antar calon pasangan, dengan menambahkan kata “Syar’i” agar tidak disalahgunakan berta’aruf yang berarti sedang berpacaran. Kedua, ada 4 konsep ta’aruf menuju pernikahan perspektif Khalid Basalamah, yaitu melihat fisik atau nadzhor, mengenali keluarganya, mengenali lingkungannya dan shalat istikharah.
Kata Kunci: Ta’aruf, Pernikahan, Khalid Basalamah.
Received ; 10 Juni 2023; Accepted ; 9 Agustus 2023; Published ; 03 September 2023 Al-Mabsut
Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 16 No.2 September 2022 DOI: 10.56997/almabsut.v16i2.686
The article is published with Open Access Journal at https://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/almabsut Al-Mabsut Studi Islam & Sosial by LP2M IAI Ngawi is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at http://ejournal.iaingawi.ac.id/
PENDAHULUAN
Pernikahan merupakan penyatuan antara pria dan wanita untuk menjadikannya pasangan dengan cara halal dalam rumah tangga sekaligus untuk menghasilkan generasi selanjutnya dan menjadi pelindung seorang hamba agar tidak terjerumus dalam perbuatan zina. Adanya pernikahan itu sejalan dengan lahirnya generasi baru sekaligus jalan yang fitrah setiap manusia.29 Menikah dapat mempersatukan antara dua insan Allah dalam satu ikatan dengan tujuan yang sangat mulia yaitu menjauhkan dari perilaku maksiat dan membuka kesempatan untuk mendapat kedudukan yang lebih mulia di hadapan Allah Ta’ala.
Menurut Khalid Basalamah dalam kajiannya di Mawaddah Indonesia berkata,
”Pernikahan adalah sarana terbesar untuk memelihara manusia agar tidak terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan Allah, seperti zina, liwath (homoseksual) dan sebagainya.
Maka dari itu menikah merupakan solusi terbaik untuk setiap pemuda dan pemudi”.30 Pernikahan salah satu takdir indah yang Allah tentukan, ia mendekatkan yang jauh, memudahkan yang sulit, menyempurnakan yang kurang dan menebarkan kasih sayang menjadikan roda kehidupan terus berputar. Tujuan utama pernikahan yaitu untuk menambah ketaatan dan ketakwaan kepada Allah. Di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan,
َْﲪَرَو ًةدَﻮَﻣ ْﻢُﻜَﻨْـﻴَـﺑ َﻞَﻌَﺟَو ﺎَﻬْـﻴَﻟِإ اْﻮُـﻨُﻜْﺴَﺘِﻟ ًﺎﺟاَوْزأ ْﻢُﻜِﺴُﻔْـﻧَأ ْﻦِﻣ ْﻢُﻜَﻟ َﻖَﻠَﺧ ْنَأ ِﻪِﺘَﻳاَء ْﻦِﻣ َو ,ﺔ
َنْوُﺮﻜَﻔَـﺘَـﻳ ٍمﻮَﻘِﻟ ِﺖَﻳ َﻵ َﻚِﻟاَذ ِﰲ نإ
“Dan di antara tanda kekuasaanNya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasakan tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”31
Sebuah pernikahan akan berhasil dan sesuai syariat dengan adanya tahapan tertentu, salah satunya yakni dengan berta’aruf yang akan dilakukan pria dan wanita untuk melanjutkan jenjang pernikahan.
Ta’aruf bermakna tahapan yang dilakukan calon pasangan sebelum terjalin akad dan berlabuh pada pernikahan hendaklah saling kenal mengenal. Pentingnya ta’aruf untuk mengenal dan mengetahui adanya kesamaan dalam agama, akhlak maupun kepribadian.
Proses pendekatan dalam ta’aruf juga untuk menentukan cocok atau tidaknya pasangan sehingga tidak ada ruang penyesalan setelah menikah. Namun, banyak dari masyarakat terkadang menyamakan arti antara ta’aruf dengan pacaran. Anak muda lebih memilih jalan pacaran demi mendapatkan pasangan, untuk proses mengenal satu sama lain. Pacaran ini bukanlah solusi untuk berkomitmen menjalin hubungan baik. Karena didalamnya akan
29 Djoko Prakoso dan I Ketut Murtika, Azas-Azas Hukum Perkawinan di Indonesia, (Jakarta: PT Bina Aksara, 1987), 1.
30 Khalid Basalamah, Intagram Mawaddah Indonesia, https://www.instagram.com/p/B80rT- Bg8F5/?igshid=MmU2YjMzNjRIOQ==, diakses 17 Juli 2023.
31 Al-Qur’an, 30: 21.
muncul perbuatan maksiat ketika berpacaran, seperti berkhalwat dan zina yang pada akhirnya berujung penyesalan.
Khalid Basalamah sering melaksanakan kegiatan dakwah secara luring di berbagai daerah di Indonesia, bahkan cakupan dakwahnya hingga mancanegara. Khalid Basalamah sangat aktif menggunakan media sosial sebagai media dakwahnya.
Terpantau dari instagram diikuti oleh 3 juta followers,32 di akun youtube terdapat 2,57 juta subscribe,33 di akun facebook terdapat 300 ribu followers,34 dan di akun twitter terdapat 112,6 ribu followers. Dalam kajian dakwah yang disampaikan membahas berbagai pembahasan dalam agama Islam seperti kajian bedah kitab, sirah nabi, fikih, dan sebagainya. Di antara materi kajian yang disampaikan terdapat materi yang membahas mengenai rumah tangga dan keluarga.35
Banyak cara ta’aruf yang tidak sesuai syariat seperti chat antara keduanya, bertemu tanpa adanya mahrom dan sebagainya yang dapat menimbulkan fitnah. Pada masalah ini, peneliti tertarik untuk meneliti kajian Khalid Basalamah di media sosial yang sasarannya para pemuda dan pemudi yang akan menjalani proses ta’aruf menuju pernikahan. Khalid Basalamah menjelaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang paling panjang, sehingga perlu tujuan yang jelas untuk mengarungi bahtera rumah tangga, salah satunya proses ta’aruf. Ta’aruf menjadi solusi untuk mengenali calon pasangan agar terhindar dari zina, tetapi proses ta’aruf tetap berpegang teguh pada syariat Islam dan mengetahui larangan dan batasan agar tidak terjadi hal-hal maksiat baik dalam bentuk maksiat penglihatan, perkataan dan perbuatan.
Pertimbangan penelitian ini dengan melihat penelusuran terhadap penelitian terdahulu bahwasannya belum ditemukannya penelitian yang mambahas ta’aruf menuju pernikahan perspektif Khalid Basalamah. Kontribusi dan harapan penelitian ini dapat menambah ilmu, pengetahuan, pertimbangan serta dukungan untuk memudahkan seseorang mendapatkan pasangan yang sesuai dan cara yang benar sesuai syari’at.
Adapun hasil penelusuran penelitian terdahulu yakni yang pertama pada tahun 2016 Sabar barokah meneliti tentang “Pacaran Dan Ta’aruf Menuju Pernikahan Dalam Pandangan Hukum Islam”. Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa budaya pacaran bukanlah ajaran Islam, solusi pengenalannya yaitu dengan. Ta’aruf untuk sarana pendekatan kedua calon pasangan, dengan etika dan aturan dalam Islam.36 Sisi persamaannya adalah membahas terkait ta’aruf menuju pernikahan. Sedangkan perbedaannya pada penelitian ini membahas perspektif dari tokoh Khalid Basalamah.
32 Khalid Basalamah, Youtube Khalid Basalamah Official, https://youtube.com/@khalidbasalamah, diakses 1 Juni 2023.
33 Khalid Basalamah, Intagram Khalid Z.A Basalamah (khalidbasalamahofficial), https://instagram. com/
khalidbasalamahofficial?igshid=MzRIODBiNWFIZA, diakses 1 Juni 2023.
34 Khalid Basalamah, Twitter Khalid Basalamah Official (ustazkhalid), https://twitter.com/
ustadzkhalid?t=rxNvhccLMKcyWdLTzjjU7w&s=09, diakses 1 Juni 2023.
35 Ahmad Abdullah Rasyid, “Maskulinitas Dalam Media Online: Analisis Wacana Kritis Dalam Kajian Ceramah Ustaz Salaf”, Jurnal Mediasi 01, No. 03, (2020): 195.
36 Sabar Barokah, Pacaran Dan Ta’aruf Menuju Pernikahan Dalam Pandangan Hukum Islam, IAIN Purwokerto, Skripsi, (2016).
Penelitian kedua pada tahun 2017 Reni Nurmawati juga meneliti tentang “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Proses Ta’aruf Dalam Pembentukan Keluarga Sakinah pada Rumah Ta’aruf Taman Surga Binaan Ustaz Awan Abdullah”. Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa proses ta’aruf menurut hukum Islam diperbolehkan karena Islam mengharuskan mengenal calon pasangan sebelum melangsungkan pernikahan.37 Sisi persamaanya adalah membahas terkait proses ta’aruf. Sedangkan perbedaannya pada penelitian ini membahas perspektif dari tokoh Khalid Basalamah.
Penelitian serupa juga diteliti oleh Faturrahman dan Ghazian Luthfi pada tahun 2020 tentang “Fenomena Ta’aruf Online dan Praktik Komodifikasi Perkawinan di Dunia Digital”.
Hasil Penelitian tersebut menunjukkan bahwa adanya ta’aruf online pada zaman digital muncul karena geliat tren hijrah masyarakat muslim. Semakin berkembangnya zaman kemudian peminat meningkat sehingga banyak yang mengadakan ta’aruf online.38 Sisi persamaanya adalah membahas terkait ta’aruf. Sedangkan perbedaannya pada penelitian ini membahas perspektif dari tokoh Khalid Basalamah.
Penelitian selanjutnya oleh Nuzula ilhami pada tahun 2019 tentang “Ta’aruf dalam Pernikahan, Sebuah Tinjauan Sosiologi”. Penelitian ini menunjukkan bahwa ta’aruf bermula dari kontekstualisasi ayat, yang mana sekarang biro jodoh untuk remaja telah menjadi sebuah komunitas.39 Sisi persamaanya adalah pada penelitian ini terkait pembahasan ta’aruf menuju pernikahan. Perbedaannya membahas perspektif dari tokoh Khalid Basalamah.
Penelitian selanjutnya diteliti oleh Lina enjelina pada tahun 2022 tentang “Praktek Ta’aruf Menuju Pernikahan Pergumulan Antara Adat dan Hukum Islam (Studi pada Milenial di Kecamatan Cirinten Lebak-Banten)”. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam praktek ta’aruf sebelum pernikahan menyatakan bahwa ta’aruf dapat menjadi jalan pendekatan yang baik sesuai anjuran dalam Islam, karena Islam melarang adanya pacaran.40 Sisi persamaan penelitian ini adalah terkait ta’aruf menuju pernikahan. Sedangkan perbedaannya membahas perspektif dari tokoh Khalid Basalamah.
MASALAH
Berdasarkan pemaparan latar belakang tersebut, maka peneliti menemukan dua permasalahan; Pertama, bagaimana definisi ta’aruf menuju pernikahan perspektif Khalid Basalamah?, Kedua, bagaimana konsep ta’aruf menuju pernikahan perspektif Khalid Basalamah?.
37 Reni Nurmawati, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Proses Ta’aruf Dalam Pembentukan Keluarga Sakinah pada Rumah Ta’aruf Taman Surga Binaan Ustaz Awan Abdullah, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Skripsi, (2017).
38 Fathorrahman dan Ghazian Luthfi, “Fenomena Ta’aruf Online Dan Praktik Komodifikasi Perkawinan di Dunia Digital”, Kafa’ah Journal of Gender Studies 10, No. 1, (2020).
39 Nuzula Ilhami, “Ta’aruf dalam Pernikahan; Sebuah Tinjauan Sosiologi”, Jurnal KURIOSITAS 12, No. 2 (2019).
40 Lina Enjelina, Praktek Ta’aruf Menuju Pernikahan Pergumulan Antara Adat Dan Hukum Islam (Studi Pada Milenial Di Kecamatan Cirinten Lebak-Banten), Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Thesis, (2022).
METODE PENELITIAN
Peneliti mengambil jenis penelitan kepustakaan atau library research, yaitu proses pencarian kembali informasi ilmiah dan menjawab permasalahan tertentu dengan cara menemukan, mengembangkan, mengumpulkan dan mengolah informasi dari buku, media sosial atau artikel yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti dan metode yang digunakan yakni metode kualitatif. Pendekatan normatif digunakan pada penelitian ini, caranya ialah dengan meneliti permasalahan dengan berdasarkan Al-Qur’an, Hadist dan pendapat beberapa ulama yang berkaitan dengan ta’aruf menuju pernikahan. Pemikiran tokoh Khalid Basalamah tentang konsep ta’aruf menjadi subjek penelitian pada pembahasan kali ini.
Sumber data primer diperoleh dari pengamatan terhadap kajian-kajian oleh Khalid Basalamah tentang ta’aruf menuju pernikahan dan juga hasil pengamatan dari media dakwah Khalid Basalamah seperti Youtube, Instagram, Facebook, Twitter. Adapun sumber data sekunder didapatkan dari studi kepustakaan berupa artikel, buku, serta sumber lainnya yang berkaitan dengan ta’aruf menuju pernikahan guna mendukung penelitian ini.
PEMBAHASAN
Biografi Khalid Basalamah
Khalid Basalamah merupakan orang asli Indonesia, tepatnya daerah Makassar yang lahir pada tanggal 1 mei 1975. Latar belakang pendidikan Khalid Basalamah sangat luar biasa dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar hingga menyelesaikan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama di Makassar, setelah itu belajar di Saudi Arabia untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas. Khalid Basalamah juga melanjutkan sarjana S1 di Madinah, setelah itu kembali ke Indonesia untuk sarjana S2 di Makassar dan sarjana S3 di Malaysia.41 Kabar terbaru dari pencapaian Khalid Basalamah mendapatkan gelar professor serta menjadi dosen di Universal Institute of Professional Management periode 2023-2024 pada tanggal 25 Mei 202342.
Khalid Basalamah merupakan salah satu pendakwah yang yang aktif secara luring maupun daring yang memulai dakwahnya pada tahun 2013.43 Khalid Basalamah sering melaksanakan kegiatan dakwah secara luring di berbagai daerah di Indonesia, bahkan cakupan dakwahnya hingga mancanegara. Khalid Basalamah sangat aktif menggunakan media sosial sebagai media dakwahnya. Terpantau dari instagram diikuti oleh 3 juta followers,44 di akun youtube terdapat 2,57 juta subscribe,45 di akun facebook terdapat 300
41 Suharto dan Nurunnisa Mutmainna, “Dakwah Di Media Sosial Daring: Tinjauan Ceramah Khalid Basalamah Di Youtube”, Al-Misbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi 14, No. 2, (Maret 2019): 194.
42 Konten Islam, Gelar Profesor dari Universal Institute of Management (UIPM), dalam
https://www.kontenislam.com/2023/03/ustadz-khalid-basalamah-mendapat-gelar.html?m=1, diakses 2 Juni 2023.
43 Dita Ayu Saras Sita, “Analisis Pesan Dakwah Ustaz Khalid Basalamah”, (Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 2020), 2.
44 Khalid Basalamah, Youtube Khalid Basalamah Official, https://youtube.com/@khalidbasalamah, diakses 1 Juni 2023.
45 Khalid Basalamah, Intagram Khalid Z.A Basalamah (khalidbasalamahofficial),
https://instagram.com/khalidbasalamahofficial?igshid=MzRIODBiNWFIZA, diakses 1 Juni 2023.
ribu followers,46 dan di akun twitter terdapat 112,6 ribu followers.47 Dalam kajian dakwah Khalid Basalamah membahas berbagai pembahasan dalam agama Islam seperti kajian bedah kitab, sirah nabi, fikih, dan sebagainya. Di antara materi kajian yang disampaikan terdapat materi yang membahas mengenai rumah tangga dan keluarga48.
Khalid Basalamah selain menjadi pendakwah beliau merupakan penggerak kegiatan- kegiatan baik di bidang sosial, dakwah maupun bisnis. Salah satu kegiatan yang beliau jalani dalam bidang dakwah yaitu Sedekah Kreatif dan Mawaddah Indonesia sebagai sarana pembekalan pernikahan. Selain itu, Khalid Basalamah menekuni beberapa usaha seperti ajwad store yang bergerak dalam bidang penjualan buku, di bidang kuliner terdapat ajwad resto, terdapat juga adha farm yakni usaha di bidang perternakan, dan memiliki usaha dibidang travel yakni Uhud Tour49.
Definisi Ta’aruf Menuju Pernikahan Perspektif Khalid Basalamah
Rangkaian dari tiga peristiwa yang paling penting dalam kehidupan manusia yaitu pernikahan. Diantara rangkaian yang lainnya yakni yang pertama adalah kelahiran yang tidak punya andil apapun, yang kedua adalah pernikahan dan disini dapat memiliki pilihan, yang ketiga adalah kematian disini juga akan datang tanpa ada pilihan dari manusia. Maka dari itu hanya ada satu peristiwa yang mungkin manusia bisa memilihnya, untuk menentukan perjalanan bersama keluarga menuju surga atau neraka.50 Kebenaran dalam memilih pasangan hidup menjadi kunci keharmonisan keluarga hingga akhir hayat.51 Proses ta’aruf salah satu cara yang akan dilakukan pria dan wanita untuk melanjutkan jenjang pernikahan.
Secara etimologi atau bahasa ta’aruf berarti mengenal.52 Ta’aruf yakni tahapan sebelum pernikahan untuk mengenal, memilih dan menemukan pasangan hidup yang dilibatkan dalam keadaan senang maupun susah.53 Pengertian senada juga disampaikan oleh Khalid Basalamah dalam kajiannya yang bertema “Tak Kenal Maka Ta’aruf” juga berkata,
Makna asli ta’aruf ialah berkenalan antar calon pasangan, dalam kata tersebut harus ditambah kata “Syar’i” yang berarti berta’aruf dengan syari’at. Kerena jika tidak ada kata syar’i orang bisa menyalahgunakan berta’aruf yang berarti sedang berpacaran.
46 Khalid Basalamah, Twitter Khalid Basalamah Official (ustazkhalid),
https://twitter.com/ustadzkhalid?t=rxNvhccLMKcyWdLTzjjU7w&s=09, diakses 1 Juni 2023.
47 Khalid Basalamah, Facebook Ustaz Khalid Basalamah,
https://www.facebook.com/khalidzeedbasalamah?mibextid=ZbWKwL, diakses 1 Juni 2023.
48 Ahmad Abdullah Rasyid, “Maskulinitas Dalam Media Online: Analisis Wacana Kritis Dalam Kajian Ceramah Ustaz Salaf”, Jurnal Mediasi 01, No. 03, (2020): 195.
49 Angger Bimantara, Luluk Fikri Zuhriyah, “Strategi Dakwah Kepada Keluarga (Studi Pemikiran Tokoh Dakwah Ustaz Khalid Basalamah)”, Al-Majaalis: Jurnal Dirasat Islamiyah 09, No. 02, (Mei 2022): 194-195.
50 Dr. Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim bin Zen Basalamah, Bersama Keluarga Masuk Surga, (Jember: STDIIS Press, 2016), 11.
51 Alvan Fathony, dkk., “Memilih Pasangan Ideal Dalam Prespektif Tafsir Al-Misbah”, Jurnal At-Tadabbur:
Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 6, No. 01, (2021): 36.
52 Isnadul Hamdi, “Ta’aruf Dan Khitbah Sebelum Perkawinan”, Jurnal Ilmiah Syari’ah 16, No. 01, (2017): 47.
53 E liyyil Akbar, Ta’aruf Dalam Khitbah Perspektif Syafi’i Dan Ja’fari, Jurnal Musawa 14, No. 01, (Januari 2015): 57.
Dengan ta’aruf saling kenal mengenal calon pasangan maka akan memudahkan seseorang dalam menjalani ibadah pernikahan. Karena pernikahan merupakan ibadah yang paling panjang, sehingga perlu tujuan yang jelas untuk mengarungi bahtera rumah tangga54.
Allah juga menjelaskan makna ta’aruf yang berbunyi,
ﺎَﻬـﻳَأ ﺂَﻳ َو ﻰَﺜْـﻧُأ َو ٍﺮَﻛَذ ْﻦِﻣ ْﻢُﻛﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ ﺎﻧِإ ُسﺎﻨﻟا
َو ﺎًﺑْﻮُﻌُﺷ ْﻢُﻛﺎَﻨْﻠَﻌَﺟ اْﻮُـﻓَرﺎَﻌَـﺘِﻟ َﻞِﺋﺎَﺒَـﻗ
نِإ
ٌﺮْـﻴِﺒَﺧ ٌﻢْﻴِﻠَﻋ َﷲا نِإ ﻢُﻛﺎَﻘْـﺗأ ِﷲا َﺪْﻨِﻋ ْﻢُﻜَﻣَﺮْﻛَأ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari sesorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa dan bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal55.
Pada ayat diatas, Allah memerintahkan kepada pria maupun wanita untuk mengenal, menghargai dan menghormati sesama, tidak merendahkan kemuliaan maupun martabat seseorang karena perbedaan. Pada dasarnya kemuliaan sesorang terdapat pada ketakwaannya kepada Allah Subhanahu Wata’ala56. Dalam islam ada etika dalam memulai pertemanan yaitu dengan perkenalan antar teman untuk menambah nilai persaudaraan dan mencapai tujuan dalam segala hal.
Perintah Allah untuk saling mengenal antar individu atau dengan antar kelompok bertujuan agar tercipta kerukunan hubungan yang dapat memudahkan sesama untuk saling berbagi pengalaman, hingga terwujudnya hubungan yang harmonis dan berdampak pada kehidupan di akhirat. Selan itu, ta’aruf sebagai media untuk saling kenal mengenal kepribadian seseorang baik mengenal dari segi sifat maupun kerakter.
Mendahulukan masalah agama dalam pasangannya itu penting dalam ta’aruf karena di dalamnya ada adaptasi yang harus dipersiapkan masing-masing calon pasangan baik sebelum menikah maupun setelah menikah. Khalid Basalamah juga menjelaskan dalam kajiannya yang berjudul “Ta’aruf Itu Seumur Hidup” beliau berkata,
“Masa ta’aruf dalam rumah tangga berlaku sampai seseorang itu meninggal. Jika ta’aruf diawal dengan melihat biodata, itu hanya awal ta’aruf. Karena setelah menikah dia harus mengenal juga pasangannya dan di dalamnya akan ada adaptasi bagaimana seseorang berbesar jiwa saling mengikuti dan memahami pasangannya.”57
54 Khalid Basalamah, Kajian Tak Kenal Maka Ta’aruf, dalam https://youtu.be/2ktvbQa2z44. Diakses 10 April 2023.
55 Al-Qur’an, 49: 13.
56 Ahmad Kamaluddin, “Konstruksi Makna Ta’aruf Dalam Al-Qur’an (Upaya Membangun Harmonisasi Kehidupan Sosial)”, Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 07, No. 02, (2022): 6.
57 Khalid Basalamah, Kajian Ta’aruf itu Seumur Hidup, dalam
https://fb.watch/13qApanOsN/?mibextid=NnVzG8, diakses 3 Juni 2023
Maka dari itu, ta’aruf ialah sebagai tahapan mengenal lebih jauh seseorang dengan cara bersilaturahmi dan berkenalan maupun mengenal agar dapat memahami sifat dan karakter.58 Dalam agama Islam dianjurkan untuk berta’aruf agar mengenal satu sama lain.
Dengan ta’aruf dapat menyederhanakan proses menemukan jodoh, tidak seperti menjalin hubungan pacaran tanpa kejelasan waktu.
Konsep Ta’aruf Menuju Pernikahan Perspektif Khalid Basalamah
Pada zaman sekarang banyak sekali yang belum mengetahui tata cara berta’aruf dengan benar dan berujung berpacaran. Berta’aruf tidak memerlukan waktu yang terlalu lama, sehingga dapat menimbulkan maksiat didalamnya. Di dalam berta’aruf tidak diperkenankan untuk bercengkrama maupun berdua-duaan baik secara langsung maupun media manapun. Tujuan dilakukannya ta’aruf untuk mengenalkan dua calon pasangan sebelum menikah sesuai dengan etika dan aturan syariat, meminimalisir perbuatan yang dapat menyebabkan resiko kepudaran rumah tangga yang berakibat pertengkaran bahkan perceraian.59 Allah akan memuliakan umat manusia yang selalu menjaga martabat sesama.
Ada 4 konsep ta’aruf syari menuju pernikahan menurut Khalid Basalamah yang harus dilewati oleh kedua pihak calon pasangan baik pria maupun wanita antara lain:
1. Melihat fisik/nadzhor
Jika laki-laki datang untuk meminang wanita maka diperbolehkan memandangnya dan begitu juga dengan wanita diperbolehkan memandang lak-laki yang akan meminangnya. Seperti hadist Rasulullah Shallahu’alaihi wassalam bertanya kepada al- Mughirah bin Syu’bah, ketika ia ingin meminang wanita bahwa,
ﺎَﻤُﻜَﻨْـﻴَـﺑ َمَدْﺆُـﻳ ْنَأ ُرَﺪْﺟَأ نِﺈَﻓ ﺎَﻬْـﻴَﻟِإ ْﺮُﻈْﻧﺎَﻓ ,َلﺎَﻗ , َﻻ :ُﺖْﻠُـﻗ ؟ﺎَﻬْـﻴَﻟِإ َتْﺮَﻈَﻧَأ
Apakah kamu telah memandangnya? Aku menjawab, “Tidak”. Beliau mengatakan, Pandanglah dia, karena itu lebih dan dapat melanggengkan di antara kalian60.
Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam menganjurkan untuk memandang wanita yang ingin dipinangnya dan melihat apa yang menarik darinya agar melanggengkan pernikahan keduanya dan tidak ada penyesalan setelah pernikahan. Mayoritas ulama berpendapat bolehnya memandang telapak tangan dan wajah, Karena kedua anggota tubuh tersebut merupakan bagian yang selalu terlihat ketika berinteraksi.
Sebagaimana yang dikatakan Khalid Basalamah dalam kajian yang bertema
“Dibolehkan Memandang Wajah Wanita Yang Dipinang” bahwa, “Diperbolehkannya memandang wajah dan telapak tangan karena dari situ sudah terlihat gambaran umum fisik
58 Juliani Sapitri, Pandangan Mahasiswa Fakultas Usuluddin Dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Tentang Nilai-Nilai Ta’aruf (Tinjauan Etika Islam), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Skripsi, (2022), 52.
59 Robith Muti’ul Hakim, “Konsep Felix Siauw Tentang Ta’aruf Antara Calon Mempelai Pria Dan Calon Mempelai Wanita”, Jurnal Al-Ahwal 7, No. 01, (2014): 72.
60 HR. At-Tirmidzi.
keseluruhannya”.61 Ketika nadzhor berlangsung, diwajibkan untuk calon mempelai wanita didampingi mahromnya sekaligus menghadap langsung orang tuanya.
2. Kenali keluarga
Setelah proses melihat fisik atau nadzhor, maka hendaklah mengenal keluarganya.
Dari mengenal keluarga calon pasangan akan mengetahui fisik, sifat maupun karakter yang kelak menjadi keturunannya. Menurut medis, ayah dan ibu menyumbangkan masing- masing 23 pasang kromosom di dalam tubuh anak. Meskipun gen ayah dan ibu menyumbang kromosom yang sama, gen paling kuatlah yang akan lebih mendominasi fisik anak. Umumnya gen tersebut dimiliki laki-laki atau pihak ayah, seperti tinggi badan, kondisi gigi, bentuk mata dan sebagainya.
Sedangkan dari pihak ibu akan menurunkan sifat dan kecerdasan. Sifat yang menurun ke anak merupakan karakter psikologis yang menurun dari genetika, terutama gen ibu.
Setiap manusia memiliki kromosom, tetapi kromosom wanita lebih banyak dari pada pria sehingga gen ibu berperan penting dalam kecerdasan anak.62 Namun faktor genetik hanya memiliki peran sedikit dalam menentukan sifat dan kecerdasan anak, sebagian besar faktor keluarga dan lingkungan yang menentukannya. Seperti yang disampaikan juga oleh Khalid Basalamah dalam kajian bertema “Ta’aruf dan Walimah Syar’i” beliau berkata bahwa,
Ketika melihat dan mengenal ayah dari pihak pria maupun wanita maka akan mengetahui tampilan fisik keturunannya. Sedangkan ketika melihat dan mengenal ibu dari pihak pria maupun wanita maka akan mengetahui sifat dan karakter keturunannya kelak63.
Dalam pengenalan keluarga, calon pasangan bisa saling menanyakan tentang orang tua, saudara, marga keluarga, atau keadaan keluarga secara umum. Kegiatan ibadah di dalam keluarga juga perlu diketahui untuk mengetahui respon agama dari keluarga masing- masing calon pasangan. Perlu adanya pengenalan keluarga karena pernikahan bukanlah untuk menyatukan dua calon pasangan laki-laki dan perempuan, namun dengan pernikahan dapat menyatukan dua keluarga kedua belah pihak.
3. Kenali lingkungannya
Pentingnya mengenali lingkungan keagamaan calon pasangan dalam proses ta’aruf.
Pada pengenalan ini hal yang bisa ditanyakan mengenai aktivitas masing-masing calon pasangan setiap harinya maupun kegiatannya di akhir pekan digunakan untuk hal bermanfaat atau tidak. Seperti aktifnya mengikuti organisasi islam, aktif mengikuti halaqoh, aktif mengikuti kajian. Sehingga dengan mengetahui aktivitas keseharian bisa menjadi
61 Khalid Basalamah, Kajian Dibolehkan Memandang Wajah Wanita Yang Dipinang, dalam https://youtu.be/G8KkHbJGa-M, diakses 12 April 2023.
62 Orami, Fisik Anak Menurun Dari Siapa, dalam https://www.orami.co.id/magazine/fisik-anak-menurun- dari-siapa, diakses 14 April 2023.
63 Khalid Basalamah, Kajian Ta’aruf dan Walimah Syar’i, dalam https://youtu.be/EXVatY8YjjQ, diakses 14 April 2023.
penguat sesorang dalam mengenali lingkungan calon pasangan.64 Khalid Basalamah juga berkata dalam kajian beliau yang berjudul “Cara Ta’aruf Yang Benar” bahwa,
Lihatlah aktivitas harian atau pekanan calon pasanganmu diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti kajian, berbakti kepada orang tua, dan sebagainya, atau diisi dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, dengan begitu kamu dapat mengenali akhlak, karakter dan kepribadiannya.65
Akhlak, karakter dan kepribadian calon pasangan juga bisa dilihat atau ditanyakan kepada saudara atau teman, terkait interaksi sosial dengan sesama, rasa kemandirian, rasa tanggungjawab, dan sebagainya. Seperti yang disampaikan oleh Khalid Basalamah dalam kajiannya di Mawaddah Indonesia bahwa, “Sangat mudah mengetahui seperti apa cerminan seseorang, cukup melihat bersama siapa dia bergaul maka seperti itu pula cerminan diri dia”66
Perkataan senada juga terdapat dalam hadis, Rasulullah Sallahu’alaihi wassalam bersabda,
ْﺮُﻈْﻨَـﻴْﻠَـﻓ ِﻪِﻠْﻴِﻠَﺧ ِﻦْﻳِد ﻰَﻠَﻋ ُءْﺮﳌا ﻞِﻟﺎَُﳜ ْﻦَﻣ ْﻢُﻛَﺪَﺣَأ
“Kepribadian seseorang itu tergantung pada agama temannya, dan lihatlah dengan siapa dia berteman”67
Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda, jika saling mengetahui kepribadiannya maka akan memudahkan calon pasangan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sifat masing-masing. Hal terpenting yang diperhatikan dalam memilih pasangan yakni akhlaknya, karena faktor yang paling penting untuk meraih kebahagiaan setelah menikah. Akhlak merupakan aktualisasi sesorang dalam mengungkapkan kasih sayang sehingga tewujudnya hubungan yang harmonis. Memilih partner hidup yang baik adalah sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh. Maka dari itu, islam mengajarkan agar kita tidak salah dalam memilihnya.
4. Sholat Istikharah
Jika telah proses melihat calon pasangan, mengenal keluarga dan mengenal lingkungan sudah terlewati, dan di antara keduanya ada kecocokan, maka hendaklah keduanya beristikharah kepada Allah. Shalat istikharah penting karena manusia diciptakan sebagai makhluk Allah yang lemah dan makhluk yang sealalu melibatkan pertolongan Allah dalam setiap urusannya. Shalat istikharah merupakan suatu tuntutan sekaligus petunjuk
64 Taufiq Tri Hidayat dan Amika Wardana, “Ta’aruf Dan Upaya Membangun Perjodohan Islami Pada Kalangan Pasangan Muda Muslim Di Yogyakarta”, Jurnal Pendidikan Sosiologi 07, No. 07, (2018), 14-15.
65 Khalid Basalamah, Cara Ta’aruf Yang Benar, dalam https://youtu.be/lB1SKd-KfkE. diakses 31 Mei 2023
66 Khalid Basalamah, Intagram Mawaddah Indonesia,
https://www.instagram.com/p/B7H6_haACs_/?igshid=MmU2YjMzNjRIOQ==, diakses 17 Juli 2023
67 HR. Ahmad
bagi umat manusia untuk meminta suatu kebaikan dan rahmat didalam semua permasalahan, khususnya pernikahan.68
Khalid Basalamah juga berkata dalam kajian beliau yang bertema “Shalat Istikharoh”
bahwa, “Sholat istikharah merupakan sholat untuk meminta petunjuk. Sholat ini merupakan jalan pintas untuk mendapat jawaban dari Allah, memilih di antara dua pilihan atau memilih pilihan yang terbaik”69
Perkataan senada dikatakan oleh Al’allamah Al Qurthubi Rahimahullah bahwa,
“Beberapa ulama telah menjelaskan: Pantaslah bagi orang yang akan menjalankan beberapa urusan dunianya hendaklah ia meminta dan melibatkan pada Allah pilihan dalam urusan tersebut dan laksanakanlah shalat istikharah”.70 Sebagai seorang muslim haruslah yakin bahwa semua urusan umat manusia telah diatur oleh Allah. Allahlah yang telah menentukan dan menakdirkan segala sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Seperti dalam Al- Qur’an telah dijelaskan,
َﻚﺑَرَو .َنْﻮُﻛِﺮْﺸُﻳﺎﻤَﻋ َﱃﺎَﻌَـﺗَو ِﷲا َنﺎَﺤْﺒُﺳ ُةَﺮَـﻴِﳋا ُﻢَُﳍ َنﺎَﻛﺎَﻣ ُرﺎَﺘَْﳜَو ُءﺎَﺸَﻳ ﺎَﻣ ُﻖُﻠَْﳜ َﻚﺑَرَو ﻦِﻜُﺗﺎَﻣ ُﻢَﻠْﻌَـﻳ
َﻟَو ِةَﺮِﺧﻷاَو َﱃْوُﻷا ِﰲ ُﺪْﻤَﳊا ُﻪَﻟ َﻮُﻫ ﻻِإ َﻪَﻟِإ َﻻ ُﷲا َﻮُﻫَو .َنﻮُﻨِﻠﻌُﻳﺎَﻣَو ْﻢُﻫُرْوُﺪُﺻ َنْﻮُﻌَﺟْﺮُـﺗ ِﻪْﻴَﻟإَو ُﻢْﻜُﳊا ُﻪ
Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. Dan Tuhanmu mengetahui apa apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Allah tidak ada Rabb yang berhak disembah selain Dia, bagiNyalah segala puji di dunia dan akhirat, dan bagiNyalah segala penentuan dan hanya kepadaNyalah kamu di kembalikan.71
Sholat istikharoh bisa dilakukan di waktu kapan saja, dengan jumlah 2 rakaat atau lebih dan ini bisa diulang-ulang hingga mendapat ketenangan jiwa untuk melakukan urusan yang diinginkan atau tidak. Khalid Basalamah berkata dalam kajian beliau yang berjudul
“Sinyal-Sinyal Jawaban Shalat Istikharah” bahwa,
Jawaban dari sholat istikharah dapat melalui 3 isyarat yakni; isyarat melalui mimpi yang berhubungan dengan harapan yang dituju, isyarat melalui rasa kecenderungan yang berhubungan dengan harapan yang dituju, lebih mendapat ketenangan atau kegelisahan, dan isyarat yang berasal dari orang lain baik bersifat negatif atau positif.72
68 Emi Rofida, “Kajian Salat Istikharah Dalam Mewujudkan Penikahan Sakinah Mawadah Warahmah”, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Skripsi, (2007), 2.
69 Khalid Basalamah, Shalat Istikharah, dalam https://youtu.be/DjzeUYcLtc0, diakses 16 April 2023.
70 Muhammad Abduh Tuasikal, Panduan Sholat Istikharah, dalam https://rumaysho.com/881- panduan- shalat-istikhoroh.html#_ftn2, diakses 4 Juni 2023.
71 Al-Qur’an, 28: 68-70.
72 Khalid Basalamah, Sinyal-Sinyal Jawaban Shalat Istikharah, dalam https://fb.watch/mhEpFTn2hS/?mibextid=NnVG8. diakses 17 Juli 2023.
Setelah melengkapi 4 konsep ta’aruf dan siap maka kedua calon pasangan bisa langsung menikah, meski dihari itu pelaksanaan ta’aruf. Kedua calon pasangan harus memiliki kesiapan baik kesiapan fisik maupun mental, restu orang tua, keuangan bahkan kesiapan ilmu. Selain itu harus bisa beradaptasi dengan menerima kekurangan dan kelebihan calon pasangan.
KESIMPULAN
Dari pemaparan di atas dapat diketahui bahwa definisi ta’aruf menuju pernikahan perspektif Khalid Basalamah yakni makna asli ta’aruf ialah berkenalan antar calon pasangan, dengan menambahkan kata “Syar’i” agar tidak disalahgunakan berta’aruf yang berarti sedang berpacaran. Pernikahan merupakan ibadah yang paling panjang, sehingga perlu tujuan yang jelas untuk mengarungi bahtera rumah tangga, tahapan yang harus dilakukan yaitu dengan ta’aruf. Ta’aruf mencegah peristiwa yang tidak diinginkan. Karena pernikahan merupakan solusi terbaik dan sarana terbesar untuk memelihara manusia agar tidak terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan Allah, seperti zina, liwath (homoseksual) dan sebagainya.
Terdapat 4 Konsep ta’aruf menuju pernikahan perspektif Khalid Basalamah, yaitu: (a) Melihat fisik atau nadzhor, (b) Kenali keluarganya. (c) Kenali lingkungannya, (d) Shalat Istikharah. Tujuan dilakukannya ta’aruf bukan hanya untuk mengenal tetapi untuk sarana pendekatan kedua calon pasangan, dengan etika dan aturan dalam Islam. Allah akan memuliakan umat manusia yang selalu menjaga martabat sesama
DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran Al-Karim.
Barokah, Sabar. Pacaran dan Ta’aruf Menuju Pernikahan dalam Pandangan Hukum Islam.
IAIN Purwokerto. Skripsi, 2016.
Basalamah, Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim bin Zen. Bersama Keluarga Masuk Surga. Jember: STDIIS Press, 2016.
Bimantara, Angger dan Luluk Fikri Zuhriyah. “Strategi Dakwah Kepada Keluarga (Studi Pemikiran Tokoh Dakwah Ustaz Khalid Basalamah).” Al-Majaalis: Jurnal Dirasat Islamiyah, 2022.
Eliyyil Akbar. “Ta’aruf dalam Khitbah Perspektif Syafi’i dan Ja’fari.” Jurnal Musawa, 2015.
Enjelina, Lina. Praktek Ta’aruf Menuju Pernikahan Pergumulan Antara Adat Dan Hukum Islam (Studi Pada Milenial Di Kecamatan Cirinten Lebak-Banten). Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Thesis, 2022.
Fathony, Alvan, dkk, “Memilih Pasangan Ideal dalam Prespektif Tafsir Al-Misbah.” Jurnal At- Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 2021.
Fathorrahman, dan Ghazian Luthfi. “Fenomena Ta’aruf Online dan Praktik Komodifikasi Perkawinan di Dunia Digital.” Kafa’ah Journal of Gender Studies, 2020.
Hakim, Robith Muti’ul. “Konsep Felix Siauw Tentang Ta’aruf Antara Calon Mempelai Pria dan Calon Mempelai Wanita.” Jurnal Al-Ahwal, 2014.
Hamdi, Isnadul. “Ta’aruf dan Khitbah Sebelum Perkawinan.” Jurnal Ilmiah Syari’ah, 2017.
Hidayat, Taufiq Tri dan Amika Wardana, “Ta’aruf dan Upaya Membangun Perjodohan Islami pada Kalangan Pasangan Muda Muslim di Yogyakarta.” Jurnal Pendidikan Sosiologi, 2018.
Ilhami, Nuzula. “Ta’aruf dalam Pernikahan; Sebuah Tinjauan Sosiologi.” Jurnal KURIOSITAS, 2019.
Kamaluddin, Ahmad. “Konstruksi Makna Ta’aruf dalam Al-Qur’an (Upaya Membangun Harmonisasi Kehidupan Sosial).” Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 2022.
Nurmawati, Reni. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Proses Ta’aruf Dalam Pembentukan Keluarga Sakinah pada “Rumah Ta’aruf Taman Surga” Binaan Ustaz Awan Abdullah.
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Skripsi. 2017.
Prakoso, Djoko, dan I Ketut Murtika. Azas-azas Hukum Perkawinan di Indonesia. Jakarta: PT Bina Aksara, 1987.
Rasyid, Ahmad Abdullah. ”Maskulinitas dalam Media Online: Analisis Wacana Kritis dalam Kajian Ceramah Ustaz Salaf.” Jurnal Mediasi, 2020.
Rofida, Emi. Kajian Salat Istikharah dalam Mewujudkan Penikahan Sakinah Mawaddah Warahmah. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Skripsi, 2007.
Sapitri, Juliani. “Pandangan Mahasiswa Fakultas Usuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Tentang Nilai-Nilai Ta’aruf (Tinjauan Etika Islam).”
Ittihad: Jurnal Pendidikan, 2022.
Sita, Dita Ayu Saras. Analisis Pesan Dakwah Ustaz Khalid Basalamah. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Skripsi, 2020.
Suharto dan Nurunnisa Mutmainna. “Dakwah di Media Sosial Daring: Tinjauan Ceramah Khalid Basalamah di Youtube.” Al-Misbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi, 2019.
Khalid Basalamah. Cara Ta’aruf Yang Benar. Dalam https://youtu.be/lB1SKd-KfkE.
Khalid Basalamah. Kajian Dibolehkan Memandang Wajah Wanita Yang Dipinang. Dalam https://youtu.be/G8KkHbJGa-M.
Khalid Basalamah. Kajian Ta’aruf dan Walimah Syar’i. Dalam https://youtu.be/EXVatY8YjjQ.
Khalid Basalamah. Kajian Tak Kenal Maka Ta’aruf. Dalam https://youtu.be/2ktvbQa2z44.
Khalid Basalamah. Kajian Ta’aruf itu Seumur Hidup. dalam https://fb.watch/13qApanOsN/?mibextid=NnVzG8.
Khalid Basalamah. Shalat Istikharah. Dalam https://youtu.be/DjzeUYcLtc0.
Khalid Basalamah, Sinyal-Sinyal Jawaban Shalat Istikharah, dalam https://fb.watch/mhEpFTn2hS/?mibextid=NnVG8.
Khalid Basalamah, Intagram Mawaddah Indonesia, https://www.instagram.com/p/B80rT- Bg8F5/?igshid=MmU2YjMzNjRIOQ==.
Khalid Basalamah, Intagram Mawaddah Indonesia,
https://www.instagram.com/p/B7H6_haACs_/?igshid=MmU2YjMzNjRIOQ==.
Konten Islam. Ustadz Khalid Basalamah Mendapat Gelar Professor dari Universal Institute of Profesional Management (UIPM). Dalam
https://www.kontenislam.com/2023/03/ustadz-khalid-basalamah-mendapat- gelar.html?m=1.
Muhammad Abduh Tuasikal. Panduan Sholat Istikharah. Dalam
https://rumaysho.com/881- panduan-shalat-istikhoroh.html#_ftn2.
Orami. Fisik Anak Menurun Dari Siapa. Dalam https://www.orami.co.id/magazine/fisik- anak-menurun-dari-siapa