• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of JUAL BELI VALUTA ASING DI PERBANKAN SYARIAH PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "View of JUAL BELI VALUTA ASING DI PERBANKAN SYARIAH PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Krisna Rizki Samudra, Ahmad faruq, Abdullah Afif Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah Fakultas Agama Islam

Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang e-mail: [email protected]

Abstract: This article intends to examine the buying and selling of foreign exchange in the perspective of Islamic economics and buying and selling of foreign exchange in Islamic banking in terms of the perspective of Islamic economics. This study uses a qualitative approach based on literature review which is the main tool for researchers in collecting, reducing, classifying, compiling, analyzing, and drawing conclusions from the data. The data used are written documents related to the research title. The results obtained from the analysis are the practice of buying and selling foreign exchange in Islamic banking referring to Bank Indonesia and the DSN-MUI Fatwa which is carried out in two ways, namely customers come to the bank and make cash or debit transactions, customers come to the Hajj ritual stand and make cash/debit transactions. The transactions used are Spot Transactions (today, tomorrow, spot). In determining the selling price of foreign exchange, Islamic banks refer to the exchange rate, transaction volume, price updates or determine the profit to be taken. Buying and selling foreign exchange in Islamic banking from an Islamic economic perspective can be viewed from four aspects, namely the basis, contracts and conditions, types of transactions, and also pricing. These four aspects are in accordance with the principles of Islamic economics .

Keywords: Foreign Exchange, Shariah Banking, Islamic Economy

Abstrak: Artikel ini bermaksud untuk menguji tentang jual beli valuta asing dalam perspektif ekonomi Islam dan jual beli valuta asing di perbankan syariah ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan pustaka yang merupakan alat utama bagi peneliti dalam mengumpulkan, mereduksi, mengklasifikasi, menyusun, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari data.

Data yang digunakan adalah dokumen tertulis yang berkaitan dengan judul penelitian.

Hasil yang didapat dari analisis adalah Praktek jual beli valas di Bank Syariah mengacu pada fatwa Bank Indonesia dan DSN-MUI dan dilakukan dengan dua cara yaitu nasabah mengunjungi bank langsung dan melakukan transaksi tunai atau debet, nasabah datang ke loket ritual haji untuk melakukan transaksi tunai/debit. Jenis transaksi yang digunakan adalah spot (today, tomorrow, spot). Dalam menentukan harga jual valas, bank syariah mengacu pada nilai tukar, volume transaksi, update harga atau menentukan keuntungan yang akan diambil. Jual beli valuta asing di perbankan syariah perspektif ekonomi Islam dapat ditinjau dari empat aspek, landasan, akad dan syarat, jenis transaksi, dan juga penentuan harga. Keempat aspek tersebut telah sesuai dengan prinsip ekonomi Islam.

Kata kunci: Valuta Asing, Perbankan Syariah, Ekonomi Islam

Alumni S-1 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah FAI Unhasy Tebuireng

(2)

Irtifaq, Vol. 10, No. 1, Maret 2023 11 PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan teknologi, bentuk dan proses sistem jual beli mengalami kemajuan. Hal tersebut dapat dilihat dari sejarah proses jual beli yang berawal dari sistem barter dengan barang hingga berkembang berbasis aplikasi digital. Munculnya transaksi berbasis digital juga tertulis dengan jelas dalam islam yaitu al-bay’ sebagai perkara yang dibolehkan atau mubah. Tidak hanya itu, bentuk skala jual beli sangat beragam mulai dari jual beli secara langsung antara pembeli dan penjual secara langsung maupun tidak langsung. Jual beli pada skala internasional menjadi bukti bahwa bentuk transaksi tidak melulu hanya pada masyarakat dalam suatu negara yang disebut dengan valas.

Manfaat valuta asing adalah untuk memudahkan tarnsaksi dalam skala internasional. Alat dalam transaksi tersebut adalah dollar sebagai bentuk mata uang internasional. Valuta asing memiliki peran yang cukup penting, sebab dengan adanya valuta asing dianggap sebagai bentuk alat tukar-menukar dan satuan hitung.1 Keberadaan valuta asing ini telah menyebar pada seluruh masyarakat dunia. Hal tersebut kemudian membuat bahwa transaksi valuta asing ini dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat dunia baik secara perusahaan atau badan usaha, individu. Selain itu kehadiran valuta asing memiliki pasarnya tersendiri. Sebagai contoh ketika umat muslim sedang melakukan ibadah haji kemudian berupaya untuk menukarkan mata uang negaranya dengan riyal. Tujuan utamanya adalah untuk melakukan bentuk jual beli di Arab. Dari aktivitas tersebut dapat terlihat bahwa bentuk penukaran uang seperti dolar, yuan di pasarnya yang bernama foreign exchange market berperan sebagai bentuk sarana transfer daya beli, penyedia kredit, dan juga berupaya untuk mengurangi resiko fluktuasi kurs valuta asing.2

Menurut Abdul Wahab (2016) dalam artikelnya menjelaskan bahwa bentuk-bentuk praktik jual beli dapat dilihat dari 1). Membeli dengan mata uang serupa, 2). Pertukaran mata uang dengan mata uang asing, 3). Membeli barang dengan mata uang tertentu, 4). Menjual barang dengan mata uang asing, 5).

Menjual promis dengan mata uang tertentu, 6). Jual beli saham dalam perseroan tertentu dengan mata uang asing. Tidak semua kegiatan tarnsaksi tersebut lepas dari unsur magrib, singkatan dari maisir (spekulasi atau judi), gharar (tipu muslihat), riba (bunga), bathil (kejahatan).

Dibalik praktek transaksinya yang telah berskala internasional, masih muncul beberapa fenomena yang menunjukkan titik permasalahan yaitu beberapa

1 Kasmir, Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), p.

247.

2 Cut Nova Rianda, Pasar Valuta Asing Serta Analisis Pengelolaan Valuta Asing Di Indonesia, At- Tasyri: Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah, XI.1 (2019), 81–88 (p. 84).

(3)

Irtifaq, Vol. 10, No. 1, Maret 2023 12

bank syariah terkadang kehabisan stok mata uang asing yang hendak ditukarkan oleh nasabahnya, sehingga memicu kekecewaan bagi para nasabahnya. Selain itu juga terdapat beberapa permasalahan yang dialami yaitu kurangnya edukasi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia sehingga menyebabkan adanya bentuk penyelewengan. Bentuk penyelewengan seperti praktik jual beli yang masih dilarang dalam islam karena adanya unsu gharar dan transaksi swap option yang mengandung unsur (spekulasi).

Penelitian ini menjadi penting untuk dikaji karena mengkaji dan menganalisis bagaimana transaksi jual beli valas di perbankan syariah yang menerapkan prinsip ekonomi Islam dengan merujuk pada beberapa kajian dan studi terdahulu di bank-bank syariah apakah sudah sesuai dengan landasan dan prinsip ekonomi Islam dan sejauh mana prinsip ekonomi Islam itu diterapkan atau hanya embel-embel agar dapat menarik masyarakat muslim yang mendominasi di Indonesia.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten yang mengkaji literatur atau kajian pustaka yang bekaitan dengan jual beli valuta asing. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data sekunder yang didapatkan dari membaca bentuk jurnal, artikel, karya ilmiah, dan buku yang berkaitan dengan judul penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan tujuan mengumpulkan data dan informasi melalui dokumen tertulis berupa buku, artikel, internet, website, fatwa DSN MUI, undang-undang, kebijakan dan juga hasil studi atau kajian terkait jual beli valuta asing di perbankan syariah perspektif ekonomi Islam. Metode teknik analisa data yaitu deduktif yaitu dalil, teori, generalisasi yang bersifat umum selanjutnya dikemukakan kenyataan-kenyataan yang bersifat khusus.3 Selain itu juga menggunakan induktif yaitu penelitian pengambilan dimulai dari peryataan atau fakta-fakta khusus yang menuju pada kesimpulan umum.

HASIL PENELITIAN

Analisis Praktik Jual Beli Valuta Asing di Perbankan Syariah

Penerapan perdagangan valas berbasis ekonomi syariah merupakan salah satu tren yang positif di Indonesia. Tren ini perlu dilanjutkan dengan tujuan agar menjadikan ekonomi islam menjadi unggulan bagi masyarakat. Rukun jual beli valuta asing terdiri dari dari empat rukun yaitu : pelaku, objek, nilai tukar, dan ijab qobul atau sighah.4 Sedangkan syarat yang harus dipenuhi yaitu penguasaan

3 Sudjana Nana, Tuntunan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (Bandung: Sinar Baru Argrn sindo, 2004), p. 5.

4 Gemala Dewi, Hukum Perikatan Islam Di Indonesia (Jakarta: Persada Media, 2005), 99

(4)

Irtifaq, Vol. 10, No. 1, Maret 2023 13 nilai tukar, keseimbangan kualitas dan kuantitas, tidak ada khiyar atau syarat, tidak ada penangguhan. Landasan jual beli valuta asing haruslah bersumber dari al-Qur’an, hadits, Ijma’ ulama serta prinsip-prinsip lain yang sesuai dengan syariat Islam, tidak boleh keluar dari landasan tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian Listianingsih jual beli bank Muamalat Indonesia berpacu pada kebutuhan nasabah dan berpacu pada fatwa Dewan Syariah Nasional MUI.5 Dalam penelitian Ikra Miftahul Jannah menjelaskan prosedur jual beli valas di bank Syariah Mandiri KCP Makassar Unismuh sebagai berikut :6

Penentuan harga dalam jual beli valuta asing sangat bervariasi dan juga bergantung pada banyak sekali faktor yang mempengaruhi, sebagai contoh jenis transaksi yang diaplikasikan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Banda Aceh ini hanya menggunakan jenis transaksi spot atau spot rate, dimana Bank Syariah Mandiri Pusat yang ada di Jakarta memberikan informasi kurs jual beli valuta asing melalui situs websitenya pada setiap pukul 09.30-10.00 WIB yang selalu di update ketika terjadi perubahan nilai kurs.

Acuan praktik jual beli valuta asing diperbankan syariah mengacu pada Bank Indonesia dan fatwa DSN-MUI yang melibatkan nasabah dan teller dengan cara nasabah datang langsung dan melakukan akad transaksi secara langsung atau debit, mendatangi stand manasik haji sampai terjadinya kesepakatan suatu transaksi atau disebut jenis transaksi spot, sedangkan untuk penentuan harga jual valuta asing, pihak bank syariah mengacu pada kurs, kuantitas transaksi, harga

5 Listianingsihh, Implementasi Kesesuaian Peraturan Underlaying Dalam Transaksi Valas Pada Bank Bank Muamalat Indonesia, (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2015) pp.

46–47.

6 Ikra Miftahul Jannah, Analisis Sistem Pertukaran Valuta Asing Akad Al-Sharf Pada PT. Bank Syariah Mandiri KCP Makassar Unismuh, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar (2020), pp. 45–47.

Nasabah

perorangan/perusahan datang langsung ke bank

Teller Bank Syariah Mandiri

Nasabah menyerahkan mata uang yang akan ditukarkan Teller memberikan mata uang

tukaran

(5)

Irtifaq, Vol. 10, No. 1, Maret 2023 14

terupdate ataupun menentukan keuntungan yang hendak diambil. Menurut Heri Sudarsono jual beli valuta asing harus memenuhi 4 aspek sebagai berikut:7

1. Pembeli dan penjual harus tetap menguasai nilai tukar

2. Apabila model mata uang beda, maka harus dilakukan dengan mata uang dan kualitas yang serupa,

3. Tidak ada syarat khiyar syarat bagi pembeli dalam sharf

4. Sharf menjadi sah apabila penegasan pokok akad dilakukan secara tunai, tidak ada tenggang waktu antara pengirim mata uang yang ditukar.

Penentuan harga jual, bagian treasury berhak menentukan kurs jual beli valuta asing dengan mengacu pada beberapa landasan:

1. Kurs dari Bank Indonesia, Nilai rupiah terhadap mata uang asing dapat berfluktuasi tergantung pada tingkat inflasi, pajak, pendapatan dan produksi, peratutan pemerintah, utang luar negeri, impor dan ekspor.

2. Kuantitas transaksi di BSM.

3. Harga saat BSM membeli valuta asing.

4. Keuntungan yang ingin diambil BSM.

Penetapan harga yang berkaitan dengan 4 aspek tersebut sebenarnya sejalan dengan penjelasan dari Heri Sudarsono bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi penentuan harga seperti selera masyarakat yang berubah, inflasi, harga ekspor impor berubah, perubahan suku bunga dan tingkat pengembalian modal, dan pertumbuhan ekonomi.

Praktik Jual Beli Valuta Asing Di Perbankan Syariah Perspektif Ekonomi Islam

Pengertian jual beli valas dalam pandangan islam ini dikenal dengan istilah (al-Sharf) yaitu transaksi antara dua mata uang asing yang berbeda dan dapat digunakan sebagai dasar pemenuhan transaksi dalam skala internasional.8 Sistem perdagangan valas yang diterapkan oleh bank syariah di Indonesia sebenarnya mengikuti acuan dan pedoman regulasi. Sebagaimana tercantum pada surah al-Baqarah ayat 275 yang artinya:

"Dan Allah SWT mengahalalkan (membolehkan) jual beli dan mengharamkan riba.”

Dalam dunia perdagangan islam, segala sesuatu harus adil, semuanya diatur sedemikian rupa sehingga setiap orang yang melakukan dan ikut serta dalam perdagangan merasa saling puas tidak mengandung unsur riba yang merugikan sebagian pihak yang terlibat. Oleh karena itu, jual beli valuta asing yang berkaitan dengan ekonomi syariah menjadi sangat penting. Dalam artikel Nur Fatwa menyebutkan bahwa bank syariah di Indonesia memang dapat bersaing dengan bank konvensional dan berperan penting dalam kemajuan Indonesia.9

7 Tarsi, Pasar Uang Dan Valuta Asing Konvensional Dan Yang Berbasis Syariah, 2009.

8 A Ifham, Ini Lho Bank Syariah (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2015).

9 Nur Fatwa and Nur Fatwa, ‘The Development of National Islamic Foreign Exchange Bank in Indonesia’, Journal of Strategic and Global Studies, 2.2 (2020)

<https://doi.org/10.7454/jsgs.v2i2.1019>.

(6)

Irtifaq, Vol. 10, No. 1, Maret 2023 15 Sistem jual beli valuta asing di perbankan syariah yang hanya membolehkan transaksi spot (value today, tomorrow dan spot) sebenarnya telah sesuai dengan syariat Islam, hal ini dapat terlihat pada hadits shahih berikut:

ِريِعَّشلاـب ُريِعَّشلا َو ِ رُبْلابِ ُّرُبْلا َو ِةَّضِفْلب ُةَّضِفْلا َو ِبَهَّذلاب ُبَهَّذلا ِحْلمْلاب ُحْلمْلا َو ِرْمَّتلاِبُرْمَّتلا َو ٍدَيِب اًدَي ٍءا َوَسِب ًءا َوَس ٍلْثِمِب ًلاْثِم

اوُعيِبَف ُفاَنْصَلأا ِه ِذَه ْتَفَلَتْخااَذإَف ٍدَيِب اًدَي َناَك اَذإ ْمُتْئِش َفْيَك

“Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, anggur dengan anggur, garam dengan garam (yang pertukarannya) harus sepadan, penyerahan keduanya saat itu juga. Dan jika jenis-jenis ini berbeda (dalam pertukarannya), maka silahkan jual (tukar) sekehendak kalian asal penyerahan keduanya saat itu juga.”

Dewan Syariah Nasional juga membolehkan transaksi Spot ini, sehingga praktik jual beli di perbankan syariah dapat dikatakan telah memenuhi unsur syariat dari sisi jenis transaksasinya, karena telah menghindari riba’, gharar, spekulasi, dan perjudian, praktik ini didukung oleh temuan artikel dari Ahmad dkk di Bank Islam Malaysia yang harus menghindari empat unsur tersebut.10

Penetapan harga di perbankan syariah Indonesia tidak bertentangan syariat Islam jika mengacu pada beberapa dalil berikut yang artinya:

“Dari Anas, ia berkata: Orang-orang berkata, Wahai Rasulullah, harga telah naik, maka tetapkanlah harga untuk kami. Lalu Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah yang menetapkan harga, yang mempersempit, dan yang memperluas, dan aku berharap bertemu dengan Allah sedangkan salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kezhaliman dalam darah atau harta.

Hadits diatas menjelaskan bahwa penentuan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor alam seperti tingkat permintaan dan penawaran pasar, tingkat inflasi, dan kebijakan pemerintah mengenai impor dan ekspor. Oleh karena itu, penentuan harga valas dengan mengacu pada kurs Bank Indonesia tidak melanggar hukum Islam. Adapun perbedaan bunga yang dipungut oleh setiap bank tidak menjadi masalah dan boleh asalkan tidak melebihi batas yang wajar dan tidak mengambil hak orang lain sebagaimana QS an-Nisa ayat 29 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu”.

10 Alisa Ahmad And Others, Principles Of Islamic Ethics In The Islamic Foreign Exchange Swap In Islamic Banking Malaysia 1 Azlin, Hamdard Islamicus, 43 (2020), 73–85.

(7)

Irtifaq, Vol. 10, No. 1, Maret 2023 16

Ayat tersebut menjelaskan bahwa meskipun transaksi perbankan syariah sesuai dengan kesepakatan yang adil dan hukum Islam, semua barang jual beli yang termasuk mata uang tidak boleh mengeksploitasi milik orang lain atau menggunakan kebenaran Jual beli valas di perbankan syariah dimulai dengan dasar hokum, rukun dan syaratnya, sistem jual beli, penentukan harga telah sesuai prinsip ekonomi syariah, dan terhindar dari perbuatan yang dilarang dalam islam seperti riba. Karena bank syariah di Indonesia menggunakan Al Quran, Hadist, Ijma Ulama (DSN- Fatwa MUI ) dan peraturan Bank Indonesia sebagai dasar hukum dan dasar jual beli valuta asing. Selain itu rukun dan syarat, tata niaga dan penetapan jual beli valas serta harga jual juga terpenuhi dan tidak melanggar prinsip ekonomi Islam.

KESIMPULAN

Praktek jual beli valas di Bank Syariah mengacu pada fatwa Bank Indonesia dan DSN-MUI dan dilakukan dengan dua cara yaitu nasabah mengunjungi bank langsung dan melakukan transaksi tunai atau debet, nasabah datang ke loket ritual haji untuk melakukan transaksi tunai/debit. Jenis transaksi yang digunakan adalah spot (today, tomorrow, spot). Dalam menentukan harga jual valas, bank syariah mengacu pada nilai tukar, volume transaksi, update harga atau menentukan keuntungan yang akan diambil. Jual beli valuta asing di perbankan syariah perspektif ekonomi Islam dapat ditinjau dari empat aspek, landasan, akad dan syarat, jenis transaksi, dan juga penentuan harga. Keempat aspek tersebut telah sesuai dengan prinsip ekonomi Islam.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Alisa, Mohd Hafiz, Mohd Dasar, Nik Abdul, Rahim Nikabdghani, Universiti Kebangsaan Malaysia, and others, ‘Principles Of Islamic Ethics In The Islamic Foreign Exchange Swap In Islamic Banking Malaysia 1 Azlin’, Hamdard Islamicus, 43 (2020), 73–85

Al-Juzairi, Syaikh Abdurrahman, Fikih Empat Madzhab Jilid 3 (Kairo: Pustaka Al-Kautsar)

Albani, Al, Muhammad Nashiruddin, Shahih Sunan Abu Daud (Jakarta: Pustaka Azzam, 2006)

Apriani, Latifah, ‘Tinjauan Hukum Islam Terhadap Harga Jual Beli Valuta Asing Pada PT. Bank Syariah Mandiri Banda Aceh. Skripsi Thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh’ (Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, 2017)

Cut Nova Rianda, Pasar Valuta Asing Serta Analisis Pengelolaan Valuta Asing Di Indonesia, At-Tasyri: Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah, XI.1 (2019), 81–88 (p. 84).

Fatwa, Nur, and Nur Fatwa, ‘The Development of National Islamic Foreign Exchange Bank in Indonesia’, Journal of Strategic and Global Studies, 2.2 (2020)

Hamdy, H, Manajemen Keuangan International (Jakarta: Salemba Empat, 2010)

(8)

Irtifaq, Vol. 10, No. 1, Maret 2023 17 Hasan, Nik Mustafa Hj Nil, Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam, Dalam M.Rusli

Karim (E.d), Berbagai Aspek Ekonomi Islam (Yogyakarta: Tiara Wacana dan P3EI UII, 1992)

Ifham, A, Ini Lho Bank Syariah (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2015) Jannah, Ikra Miftahul, ‘Analisis Sistem Pertukaran Valuta Asing Akad Al-Sharf

Pada PT. Bank Syariah Mandiri KCP Makassar Unismuh’, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar (Universitas Muhammadiyah Makassar, 2020)

Kasmir, Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010)

Listianingsihh, ‘Implementasi Kesesuaian Peraturan Underlaying Dalam Transaksi Valas Pada Bank Syariah (Studi Pada Bank Muamalat Indonesia)’

(Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2015)

Nana, Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (Bandung: Sinar Baru Argrn sindo, 2004)

Puspitasari, Fikry Angelia, ‘Prosedur Penukaran Valuta Asing Di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Solo’, Program Diploma III Fakultas Bisnis &

Ekonomika Universitas Islam Indonesia (Universitas Islam Indonesia, 2020) Rianda, Cut Nova, ‘Pasar Valuta Asing Serta Analisis Pengelolaan Valuta Asing

Di Indonesia’, At-Tasyri’: Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah, XI.1 (2019), 81–

88

Tarsi, ‘Pasar Uang Dan Valuta Asing Konvensional Dan Yang Berbasis Syariah’, 2009

Wahab, Abdul, ‘Keterlibatan Bank Shari’ah Dalam Aplikasi Perdagangan Foreign Exchange ( Forex )’, Jurnal Perbankan Syariah, 1.1 (2016), 31–47

Referensi

Dokumen terkait

BABIVANALISIS ISTINBATHFATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL No.77/DSN-MUI/V/2010 TENTANG JUAL BELI EMAS TIDAK TUNAI … ..91. Analisi Relevansi Fatwa Dewan Syariah Nasional

barang kepada nasabah atas izin dan kuasa dari bank, dan akad dibuat secara terpisah maka hal ini sejalan dengan fatwa DSN MUI No: 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murabahah pada poin

Setiap transaksi penjualan atau pembelian valuta asing tidak dapat diperhitungkan satu dengan lainnya (di-offset) bila tidak jatuh tempo pada hari yang sama, dan NASABAH

Produk layanan jasa jual beli valuta asing di Bank Syariah Mandiri tersedia untuk nasabah yang ingin melakukan penukaran mata uang rupiah ke mata uang asing ataupun

Dalam sebuah perbankan islam akad merupakan suatu ikatan antara pihak bank dan nasabah yang mana didalamnya terdapat suatu akad jual beli dan terdapat ijab qobul atau zighat yang sesuai

Parepare sudah berjalan sesuai dengan acuan ataupun ketetapan Fatwa DSN MUI No: 04/DSN- MUI/IV/2000 tentang Murabahah dengan prinsip jual beli, dimana pihak bank selaku penjual dan

Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia Nomor 116/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Uang Elektronik Syariah suatu electronic money atau uang elektronik dapat digunakan

Analisis fatwa DSN MUI tentang jual beli salam, istisna, dan istisna