Menjelang 100 tahun kemerdekaan Indonesia, saya meminta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mempersiapkan Visi Indonesia 2045 untuk ditegaskan dan dipercepat, di tengah perubahan besar yang akan terjadi di dunia. Visi Indonesia 2045 secara keseluruhan bertujuan untuk mewujudkan Indonesia Maju, Adil, dan Sejahtera dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahap penting selanjutnya adalah menentukan bidang-bidang pembangunan utama yang mempunyai potensi besar untuk didorong dan ditingkatkan guna mewujudkan Visi Indonesia 2045 yaitu Berdaulat, Maju, Adil dan Sejahtera.
Pencapaian Visi Indonesia dibangun di atas 4 pilar pembangunan yaitu Pembangunan Manusia dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Pemerataan Pembangunan, dan Penguatan Ketahanan dan Tata Kelola Nasional. Setiap pilar memuat bidang-bidang pembangunan, mulai dari pendidikan hingga politik luar negeri, yang harus dikembangkan dan dipercepat hingga tahun 2045 untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045. Secara keseluruhan, Visi Indonesia 2045 mewujudkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik dan adil bagi masyarakat Indonesia dengan kesejahteraan yang lebih baik, perekonomian Indonesia telah meningkat menjadi negara maju dan salah satu dari 5 kekuatan ekonomi terbesar di dunia, pemerataan di semua bidang pembangunan. , dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat dan demokratis.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Visi Indonesia 2045 disusun dengan 4 (empat) pilar, yaitu: (1) Pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) Pembangunan ekonomi berkelanjutan, (3) Pemerataan pembangunan dan (4) Penguatan ketahanan dan pengelolaan nasional.
Pada tahun 2050, jumlah masyarakat berpendapatan menengah dan atas diperkirakan akan mencapai lebih dari 84 persen atau sekitar 8,1 miliar orang.
MEGATREN DUNIA
2045 INDONESIA Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur
Pilar Pembangunan Indonesia 2045
PEMBANGUNAN MANUSIA
DAN PENGUASAAN IPTEK PEMBANGUNAN EKONOMI
YANG BERKELANJUTAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN PEMANTAPAN KETAHANAN NASIONAL DAN TATA
KELOLA KEPEMERINTAHAN
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif akan meningkatkan jumlah kelas berpendapatan menengah menjadi sekitar 70 persen penduduk Indonesia pada tahun 2045.
Skenario Pertumbuhan Ekonomi
PDB per Kapita (USD)
Kelas Pendapatan Menengah Indonesia (juta orang)
Pada periode tersebut, perekonomian Indonesia mampu tumbuh 5,7 persen per tahun dengan terus melakukan reformasi struktural, memanfaatkan bonus demografi dan kemajuan teknologi, serta meningkatkan daya saing perekonomian.
Jumlah Penduduk
Harapan Hidup
Jumlah Lansia (65+)
Penduduk Tinggal di Perkotaan
Tren teknologi masa depan: teknologi digital (internet seluler, otomasi, dan teknologi cloud), teknologi yang mengurangi kendala fisik dan jarak (IoT, transportasi dan distribusi, manufaktur adiktif/pencetakan 3D, dan nanoteknologi), teknologi energi terbarukan (matahari, angin, nuklir, biomassa) dan panas bumi) dan teknologi kesehatan (genetika, pengobatan dan pemulihan serta pelayanan kesehatan). Beberapa perkembangan teknologi masa depan: perdagangan elektronik mengubah perdagangan konvensional menjadi elektronik; Industri 4.0 mengintegrasikan proses produksi virtual berdasarkan siber dan kecerdasan buatan; blockchain, kombinasi kecerdasan buatan, data besar, dan IoT, mampu memverifikasi transaksi keuangan secara real-time, sehingga menghilangkan kebutuhan pihak ketiga; dan rekayasa genetika meningkatkan kualitas hidup.
Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
INDONESIA
Pendidikan dan Kebudayaan
Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi mencapai 60 persen dan angkatan kerja lulusan pendidikan SMA dan sederajat mencapai 90 persen pada tahun 2045. Peningkatan pendidikan vokasi dan adaptasi pengembangan pengetahuan di perguruan tinggi bertujuan untuk merespon perubahan struktur perekonomian didukung oleh kemitraan tripartit (pemerintah, universitas dan industri) yang kuat. Peran kebudayaan dalam pembangunan diperkuat dengan memanfaatkan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan mengembangkan etos kerja untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kebudayaan dan peradaban dunia.
Peningkatan Kualitas Pendidikan
Strategi Pembangunan Pendidikan
Ketenagakerjaan
Penyertaan tenaga buruh, termasuk tenaga buruh wanita, telah meningkat, tahap pendidikan tenaga buruh telah bertambah baik, peranan buruh tidak formal telah menurun, dan tenaga buruh dalam sektor pertanian juga telah menurun apabila kebajikan bertambah baik.
Tahap Reformasi Ketenagakerjaan
Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Investasi dan Perdagangan Luar Negeri
Strategi Perdagangan Luar Negeri
Penguatan Sektor Padat Karya,
Percepatan Investasi Pada
Teknologi Maju dan Inovasi Tinggi
Investasi yang Berkelanjutan dan
Strategi Peningkatan Iklim Investasi
13 dunia
10 dunia
16 dunia
3,0 persen
36,4 persen
4,0 persen
38,1 persen
4,5 persen
Industri dan Ekonomi Kreatif 2.3 Pariwisata
Modernisasi industri difokuskan pada industri pengolahan sumber daya alam (SDA) berbasis kawasan dan pusat industri dengan rantai pasokan dan rantai nilai yang terintegrasi dari hulu ke hilir, didukung oleh inovasi, sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dan kemitraan antara industri besar, menengah, dan besar. dan kecil. Industri didorong untuk menjadi bagian dari rantai nilai global (GVC) dengan prioritas pada industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta industri kimia dan farmasi. Penguatan struktur ekonomi kreatif dan digital di Indonesia hingga tahun 2045 difokuskan pada: (a) peningkatan daya saing sumber daya manusia dan usaha kreatif/digital; b) penguatan ekosistem; dan (c) pengembangan transformasi digital terintegrasi untuk mendorong produktivitas dan efisiensi perekonomian.
Keberagaman Indonesia yang meliputi lebih dari 17.000 pulau, lebih dari 300 suku bangsa, lebih dari 700 bahasa, beberapa Situs Warisan Dunia dan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar ketiga, merupakan potensi besar bagi pengembangan pariwisata, termasuk wisata bahari. Pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Destinasi wisata secara bertahap dikembangkan dengan keberagaman dan pelayanan terbaik di kawasan ASEAN, Asia dan dunia, sehingga peringkat daya saing pariwisata Indonesia naik ke peringkat 10 besar dunia.
Strategi Pembangunan Sektor Pariwisata
Strategi Pembangunan Industri Pengolahan
Kemaritiman
Menuju poros maritim dunia, Indonesia sedang membangun ekonomi maritim yang cepat, kekuatan maritim yang kuat, dan peradaban maritim yang kuat.
STRATEGI PEMBANGUNAN MARITIM
Ketahanan Pangan dan 2.6
Ketahanan pangan ditingkatkan untuk menciptakan sistem ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan, menjaga swasembada karbohidrat dan protein, meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sumber daya air mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia, memenuhi kebutuhan pangan dan energi serta pertumbuhan ekonomi. Meskipun sumber daya air di Indonesia melimpah, namun ketidakseimbangan neraca air mengakibatkan kelangkaan di beberapa daerah dan tantangan terkait kapasitas, kualitas, kontinuitas dan akses sumber daya air, serta degradasi daerah aliran sungai (DAS).
Ketahanan air bertujuan untuk memperkuat kuantitas, kualitas, kontinuitas dan akses sumber daya air untuk mendukung sektor-sektor strategis, mencegah bencana dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Strategi Pemantapan Ketahanan Pangan
Strategi Pemantapan Ketahanan Air
Pembangunan Rendah Karbon
Total Emisi
Proyeksi Penurunan Emisi 2045
Pemerataan Pembangunan
Pemerataan Pendapatan dan Pengentasan Kemiskinan
Rasio Gini diperkirakan akan turun ke tingkat ideal sebesar 0,34 pada tahun 2035 dan kemudian berada dalam kisaran yang berkelanjutan.
Proyeksi Rasio Gini 2017-2045Proyeksi Tingkat Kemiskinan
Pemerataan Pembangunan Daerah
Daerah di luar Pulau Jawa, khususnya Wilayah Indonesia Bagian Timur (KTI), didorong untuk tumbuh lebih tinggi dibandingkan Pulau Jawa dan Wilayah Indonesia Bagian Barat (KBI) dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan wilayah Jawa.
Arah Pengembangan Daerah
Pembangunan dan Pemerataan Infrastruktur
Sistem transportasi antar pulau melalui transportasi laut dan udara ditujukan untuk mendukung mobilitas penduduk dan distribusi barang antar wilayah. Akses perekonomian di wilayah timur Indonesia diawali dengan pengembangan kota pelabuhan dengan jalur reguler ke wilayah barat Indonesia dan pemanfaatan potensi jalur perdagangan internasional di wilayah tengah dan timur. Transportasi laut sebagai unsur utama hubungan laut dibangun oleh:. a) pengembangan 48 kota pelabuhan, (b) sistem pelabuhan tol utama dan 7 hub internasional, (c) pelayaran laut pendek, dan (d) pengelolaan pelabuhan modern.
Sistem transportasi udara domestik dan internasional dikembangkan dengan dibangunnya bandara-bandara besar, 4 Aerocities dan bandara perintis.
Pembangunan
Infrastruktur ke depan diarahkan untuk
Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan
Politik Dalam Negeri 4.2 Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan
Demokrasi yang saat ini lebih bersifat prosedural dan formal, berorientasi pada demokrasi substantif, yaitu demokrasi yang menjalankan amanah rakyat dengan membentuk lembaga perwakilan dan sistem presidensial yang efektif.
Strategi Pemantapan Politik dalam Negeri
Kelembagaan
Tata kelola
SDM Aparatur Sipil Negara
Pembangunan Hukum serta Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi
Pembangunan hukum bertujuan untuk mewujudkan masyarakat berbudaya hukum melalui penegakan hukum yang berkualitas berdasarkan hak asasi manusia, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, dan penguatan sistem hukum nasional melalui penataan peraturan. Pencegahan dan pemberantasan korupsi bertujuan untuk mewujudkan masyarakat antikorupsi melalui perbaikan sistem di seluruh tingkat pelayanan publik; penguatan integritas masyarakat, penegakan hukum, penyelenggara negara; dan memperkuat sistem pencegahan korupsi.
Sasaran Pembangunan Hukum
Sasaran Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi
Politik Luar Negeri 4.5 Pertahanan dan Keamanan
Indonesia terus menempuh politik luar negeri yang bebas aktif untuk mencapai kepentingan nasional dan membangun tatanan dunia yang berkeadilan seiring dengan meningkatnya peran Indonesia di Asia-Pasifik. Kebijakan luar negeri juga ditujukan untuk melaksanakan Peta Jalan Poros Maritim Dunia untuk memberikan kontribusi positif terhadap keamanan dan perdamaian dunia serta membentuk tatanan regional dan global, termasuk menjaga sentralitas ASEAN.
Ketertiban Masyarakat yang
Pertahanan Berdaya
Keamanan Insani yang Bermartabat
Indonesia