• Tidak ada hasil yang ditemukan

Vonis Terdakwa Pembunuhan Angeline

N/A
N/A
Rafly Ananda

Academic year: 2025

Membagikan "Vonis Terdakwa Pembunuhan Angeline"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

E. Bagaimanakah penyelesaian kasus tersebut?

Penyelesaian kasus Angeline ditandai dengan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar.

Ball, memvonis ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe dengan hukuman penjara seumur hidup. Margriet dinyatakan terbukti membunuh Angeline secara berencana. Vonis hakim ini sesuai dengan tuntutan jaksa. Jaksa menyatakan Margriet melanggar Pasal 340 KUHP dan dakwaan kedua melanggar Pasal 76 ayat 1 juncto Pasal 88 Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan dakwaan ketiga melanggar Pasal 76B jo Pasal 778 UU Perlindungan Anak, dakwaan keempat Pasal 76 jo Pasal 77 UU Perlindungan Anak.

Selain Margriet, Agus Tay Hamda May juga divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar, Agus terbukti bersalah membantu pembunuh untuk menyembunyikan kematian jenazah Angeline.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui anotasi hakim atas pembuktian penuntut umum terhadap tindak pidana pembunuhan berencana dengan terdakwa Prakas Agung

penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “ PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM DALAM PENJATUHKAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DI

1) Dalam putusan Pengadilan Negeri terdakwa dijatuhkan Hakim pidana selama 20 tahun penjara, yang dipertimbangkan dari hal-hal meringakan terdakwa dan bedasarkan

Majelis hakim memvonis Ryan dengan hukuman Mati karena telah terbukti melanggar pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana dengan

Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang menjatuhkan putusan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan terhadap pelaku merupakan hal yang sangat tepat,

Pasal 340 KUHP hukumannya adalah dua puluh tahun, namun dalam pembuktiannya hakim terkadang bisa juga menjatuhi hukuman mati atau seumur hidup tergantung

Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Sambas dalam Menjatuhkan Pidana Mati terhadap Pembunuhan Berencana adalah karena adanya hal-hal yang menjadi dasar atau yang

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar divonis bersalah dengan hukuman pidana seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.