• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wamen PPPA - Opening

N/A
N/A
Ardha Prasetyo

Academic year: 2025

Membagikan "Wamen PPPA - Opening "

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

KONSOLIDASI NASIONAL PERCEPATAN PELAKSANAAN

RENCANA AKSI NASIONAL

GENDER DAN PERUBAHAN IKLIM (RAN GPI)

Veronica Tan

Wakil Menteri PPPA RI

Jakarta, 17 Juni 2025

(2)

Perubahan iklim memberikan dampak yang berbeda terhadap Laki-laki dan Perempuan

Perempuan kerap menanggung beban yang tidak seimbang akibat peran gender, kerentanan ekonomi, serta keterbatasan akses mereka

terhadap sumber daya.

DAMPAK → tidak proporsional dan diperparah oleh

ketimpangan gender yang telah ada, sehingga memperkuat kerentanan yang sudah dialami oleh perempuan.

(3)

Ketimpangan gender yang bersifat historis dan struktural —memengaruhi sejauhmana

perempuan dan anak perempuan dapat

memimpin, mengambil keputusan, bertindak, dan mengembangkan solusi untuk mengatasi

perubahan iklim.

Mengapa dampaknya berbeda…?

(4)

Perempuan dan anak perempuan yang tinggal di daerah terpencil memikul tanggung jawab yang tidak seimbang dalam menjamin ketersediaan pangan, air, energi, serta

sumber daya penting lainnya, di samping peran

pengasuhan terhadap anak-anak dan lansia yang ada di dalam keluarga mereka.

Perempuan dan anak perempuan lebih rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim.

• Contoh: perempuan dan anak perempuan seringkali menjadi kelompok yang paling terdampak ketika terjadi gelombang panas, kekeringan, badai hebat, atau bencana iklim ekstrem lainnya.

(5)

5 Sasaran Utama RPJPN 2025-2045

(6)

Komitmen Persetujuan Paris pada Conference of Parties (COP)-21 United Nations Framework

Convention on Climate Change (UNFCCC) Tahun

2015, Indonesia terus mengupayakan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Kegiatan pembangunan rendah karbon di berbagai

sektor terutama berupa aksi berbasis lahan, energi, dan

limbah yang telah dilakukan dari tahun 2010-2021 telah

berdampak pada penurunan emisi GRK.

(7)

PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PERUBAHAN IKLIM

ISU PERUBAHAN IKLIM

ISU GENDER

(8)

RPJPN 2025-2045: “Pengarusutamaan Gender”

sebagai salah satu (dari lima) Prinsip Pembangunan dalam

RPJPN 2025-2045

(9)

RPJMN 2025-2029: “Pengarusutamaan Gender”

sebagai salah satu (dari 4) Prinsip Pembangunan

1. Gender dan Inklusi Sosial 2. SDGs

3. Transformasi Digital

4. Pembangunan Berketahanan Iklim

dan Pembangunan Rendah Karbon

(10)

• Sektor Energi

• Sektor Industri

• Sektor Kelautan dan Perikanan

• Sektor Pangan dan Pertanian

• Sektor Kesehatan

• Sektor Kehutanan

• Sektor Pariwisata

• Sektor Transportasi

• Penggunaan Lahan

• Masalah Limbah dan Sampah

• Penerapan Ekonomi Sirkuler

• dan sektor lainnya yang terkait

(11)

UNFCCC → “Gender and Climate Change”

untuk pertama kalinya pada COP-

27 di Egypt tahun 2022

(12)

RPJPN 2025-2045: terjadinya kenaikan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) berdampak pada kenaikan permukaan laut → berpotensi menyebabkan

kerugian ekonomi secara signifikan dan

mengakibatkan 319 kabupaten/kota memiliki tingkat kerentanan yang sangat tinggi.

Potensi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim mencapai sekitar Rp544 triliun tahun 2020-2024, dan diperkirakan kerugian ekonomi akan terus

meningkat apabila tidak dibangun ketahanan ekologi

yang memadai.

(13)

RAN-GPI

merupakan komitmen Indonesia melaksanakan strategi Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan untuk mendorong peningkatan akses dan partisipasi penuh, bermakna dan setara bagi perempuan dalam aksi iklim.

disusun berdasarkan komitmen Pemerintah melaksanakan Lima Work Programme of Gender (LWPG) COP ke-27 di Egypt 2022 dan diperkuat

dalam COP ke-28 di Dubai 2023; Enhanced Nationally Determined

Contributions (ENDC), Indonesia Long-term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050), Sustainable Development Goals

(SDGs), dll…

(14)

Salah satu tujuan kebijakan utama ENDC yang sejalan dengan Perjanjian Paris adalah

mempromosikan, menghargai, dan

mempertimbangkan hak asasi manusia termasuk persamaan akses dan kesempatan bagi perempuan

dan kelompok rentan serta kesetaraan antar-

generasi dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, melalui pengarusutamaan isu gender ke

dalam kebijakan nasional dan sub-nasional

perubahan iklim.

(15)

Arah Kebijakan RAN GPI

menggunakan kerangka pengarusutamaan gender ke dalam sektor- sektor strategis berkaitan dengan perubahan iklim di Indonesia, yaitu:

✓ Peningkatan Kapasitas, Manajemen Pengetahuan dan Komunikasi;

✓ Kesetaraan Gender, Partisipasi dan Kepemimpinan Perempuan;

✓ Koherensi dan Koordinasi;

✓ Implementasi dan Sarana Implementasi Responsif Gender; dan

✓ Monitoring dan Pelaporan.

(16)

Akselerasi Percepatan Pelaksanaan RAN-GPI

- bukan tugas satu lembaga → sinergi

- gender mainstreaming dan climate change mainstreaming

→ parallel

- dilakukan pada 7 tahap pembangunan, mulai dari

perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, audit, hingga tahap pelaporan pembangunan aksi perubahan iklim

- penggerak/champions implementasi RAN-GPI

- pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan

Pelaksanaan RAN-GPI → SC, TC, Pokja

(17)

7 Sektor Strategis RAN-GPI

1) Ketahanan Pangan, Pertanian Berkelanjutan, Air dan Irigasi;

2) Tutupan Hutan dan Lahan, Pencegahan Deforestasi/Degradasi Hutan, Penghutanan Kembali, Perbaikan Lahan Kritis,

Pengelolaan Air Gambut, Restorasi Lahan Gambut;

3) Energi Baru Terbarukan, Efisiensi Energi, Konservasi Energi (EBTKE) untuk Rumah Tangga dan Usaha, Pengelolaan Limbah dan Sampah, Kesehatan Lingkungan;

4) Industri dan Ekonomi Hijau, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Inovasi;

5) Ketahanan terhadap Bencana dan Dukungan untuk Perbaikan Kerusakan dan Kehilangan;

6) Ketahanan Sosial, Budaya, Kesehatan, Perlindungan Sosial dan Perlindungan Hak Anak, dan

7) Kelautan, Pesisir dan Ekonomi Biru.

(18)

ANALISIS GENDER

1. ISU GENDER

2. FAKTOR PENYEBAB

(dari adanya Isu Gender) 3. RENCANA AKSI

(untuk mengatasi Faktor Penyebab dari Isu Gender) 4. PD yang berperan

RENSTRA K/L

BAB I: PENDAHULUAN

BAB II: VISI, MISI DAN TUJUAN K/L BAB III: ARAH KEBIJAKAN,

STRATEGI, KERANGKA REGULASI, DAN KERANGKA KELEMBAGAAN BAB IV: TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN

BAB V: PENUTUP

(19)

WHAT NEXT…?

(20)

KONSOLIDASI NASIONAL merupakan forum untuk menegaskan kembali pentingnya kerjasama, kolaborasi

dan sinergi untuk mempercepat pelaksanaan RAN-GPI:

1. Memastikan seluruh materi RAN-GPI terintegrasi ke dalam RENSTRA 2025-2029 dan Renja tahunan dari setiap K/L

pengampu, serta dijabarkan juga ke dalam Renstra dan Renja Unit Kerja Eselon I dan II.

2. Membentuk SATUAN TUGAS PERCEPATAN PELAKSANAAN RAN-GPI, yang terdiri dari Eselon I dan II dari setiap K/L

pengampu.

(21)

Perempuan Berdaya

Anak Terlindungi

Indonesia Emas 2045

Referensi

Dokumen terkait

Diskriminasi gender merupakan akibat dari adanya sistem (struktur) sosial dimana salah satu jenis kelamin (laki-.. laki maupun perempuan) menjadi korban

Kondisi ini membuat kehidupan kaum perempuan di daerah konflik semakin terpuruk karena mereka tidak hanya menanggung beban penderitaan akibat kehilangan harta benda,

Bagaimana laki-laki dan perempuan memiliki dampak yang berbedaa terhadap kemiskinan didpengaruhi oleh banayak faktor, salah satunya adalah karena ketimpangan gender yang

Trias Setiawati_FEUII Yogyakarta_Pejabat St ruktural dalam Perspektif Gender ……… 2 perempuan lebih banyak jumlahnya dari laki-laki, yang akan menjadi beban pembangunan

yang seimbang. Keadilan gender juga mengacu pada tujuan agar perempuan dan laki-laki memiliki status yang setara dalam hal keberadaan mereka di bidang sosial, ekonomi, dan

PP/61/2014 yang mengatur dibolehkannya aborsi akibat perkosaan karena perempuan yang mengandung janin, merupakan korban perkosaan yang menanggung beban trauma psikologis. Hal

Namun demikian, teori feminis menekankan bahwa dampak konstruksi gender yang menyebabkan seseorang menjadi seorang laki-laki atau perempuan, hingga teori Queer yang memaparkan

ketidaksetaraan gender: Pertama, Beban, yang mengacu pada kenyataan bahwa perempuan melakukan pekerjaan rumah tangga yang lebih lama dan lebih berat daripada laki-laki; Kedua,