This potential can be harmonized with the design of Resort Hotels in accordance with the surrounding environment with the concept of the Waterfront Resort Hotel, where the Resort Hotel is an architectural container in the form of a floating accommodation, built to facilitate foreign or local tourists Makassar City, more specifically on Jalan Tanjung Bunga. The concept of approach used in the design is the waterfront approach, which takes into account the orientation, form and landscape design.
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
- PERUMUSAN MASALAH
- METODE PERANCANGAN
- SISTEMATIKA PENULISAN BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN
Namun dengan banyaknya kunjungan wisatawan, fasilitas pendukung yang ada belum mencukupi untuk menunjang kegiatan pariwisata, seperti kurangnya fasilitas akomodasi bagi wisatawan, padahal tersedia berbagai akomodasi di kawasan Tanjung Bunga Makassar. Berdasarkan uraian di atas, dengan meningkatnya jumlah wisatawan maka perlu dibangun hotel-hotel yang mempunyai fasilitas penunjang pariwisata yang memadai di kawasan Tanjung Bunga Makassar.
STUDI PUSTAKA
Bab pendahuluan ini menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan, metode perancangan dan metodologi penulisan.
ANALISIS PERENCANAAN HOTEL RESOR
PENUTUP
STUDI PUSTAKA
KLARIFIKASI HOTEL RESOR
Klasifikasi Hotel Resor adalah sistem yang mengklasifikasikan hotel ke dalam kelas dan tingkatan berbeda berdasarkan tujuan pemeringkatan tertentu.
JENIS KAJIAN ARSITEKTURAL
- Jenis Fasilitas Dalam Hotel Resor
- Jenis Kamar
- Berdasarkan Fasilitas
Tempat tidur yang ada di dalamnya umumnya berukuran double bed (Sumber: Jurnal Perhotelan, Agustina Yohana. 2010). Kamar Standar Kamar hotel berkapasitas dua orang dalam satu tempat tidur (double bed) atau dua tempat tidur (single bed) Kamar Superior.
TINJAUAN TEMA
- Definisi Tema Waterfront
- Konsep Pendekatan Waterfront
- Studi Banding Objek (Hotel The Rinra Makassar)
Menggunakan bentuk bangunan yang sesuai dengan tema Waterfront akan dibuat tinggi dan memanjang dengan mengubah bentuk agar sesuai dengan daratan, sehingga keindahan laut semakin terekspos. Lanskap di fasilitas tersebut akan dirancang untuk menarik wisatawan sejalan dengan tema Waterfront dari Resort Hotel Design. Di luar hotel terdapat kafe, restoran, dan kolam renang yang menjadi fasilitas penunjang.
Dalam perancangan Resort Hotel banyak hal yang tidak menerapkan nilai-nilai Islam, antara lain tidak memperhatikan batasan privasi atau kesucian serta berbagai tempat atau kawasan yang dapat menimbulkan kerugian. Pada fasilitas umum seperti kolam renang, tidak ada pemisahan yang jelas antara ruang laki-laki dan ruang perempuan. Anvaya Beach Resort menempati lahan kurang lebih 4 hektar antara Jalan Kartika Kuta di sisi timur dan Pantai Kuta di sisi barat.
Nuansa Bali Aga terinspirasi dari suasana desa Tenganan di sisi timur Bali, yakni di wilayah Karangasem. Desa Tenganan merupakan desa yang masih memegang teguh adat istiadat Bali Aga yaitu kebudayaan sebelum abad ke 15 yaitu adanya pengaruh Majapahit di Pulau Bali.
ANALISIS PERENCANAAN
HOTEL RESOR PENDEKATAN WATERFRONT
Penetapan Lokasi
Lokasi perencanaan ini berada di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi ini berada di lahan kosong dan merupakan kawasan bisnis campuran, dimana terdapat perdagangan dan pertokoan disekitarnya. Gtc Mall dan pertokoan di sepanjang jalan, serta tempat rekreasi seperti Accelerator yang juga menjadi ikon pariwisata kota Makassar.
Terdapat telaga di taman depan tapak dan pantai di belakang tapak, serta banyak juga lahan yang belum dikembangkan di sekitarnya. Dalam hal ini infrastruktur jalan memegang peranan penting dalam memperlancar aksesibilitas kawasan desain nantinya. Mewujudkan lokasi di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga sangatlah sederhana. Hal ini yang menjadi salah satu keunggulan dalam pemilihan lokasi adalah dapat diakses melalui jalur darat yaitu Jalan Metro Tanjung Bunga dan Jalan Tanjung Bunga Danau. Pada fasilitas utilitas dan drainase di lokasi terdapat tiang listrik, penerangan jalan, dan jaringan kabel telepon di sekitar lokasi, namun tidak terdapat saluran air yang berfungsi baik di sekitar lokasi. Hal ini dapat diatasi dengan membangun saluran air untuk mencegah banjir di sekitar lokasi.
Peraturan Bangunan/Kawasan Setempat
Peraturan Daerah Bangunan Kota Makassar Nomor 15 Tahun 2004, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4242) . Tempat perencanaan Resort Hotel berada di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar yang lingkungannya banyak dipenuhi dengan panorama alam sehingga dapat memberikan fasilitas yang cukup untuk perancangan hotel di kawasan pantai, karena dalam perancangan Resort Hotel juga memerlukan memperhatikan potensi alam. Sesuai dengan fungsi utama yang akan ditampung pada bangunan tersebut yaitu sebagai bangunan komersial untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung, maka pemilihan lokasi yang akan digunakan untuk bangunan tersebut harus memperhatikan peraturan tata kota Makassar sesuai dengan bagiannya. luasan yang sesuai dengan fungsi bangunan.
Sebagai pertimbangan lebih lanjut dalam memilih lokasi, perhatikan beberapa pertimbangan terkait keterbatasan dan potensi lokasi yang akan ditempati serta harus memiliki akses yang mudah. Berdasarkan penjelasan tersebut, berbagai permasalahan terkait pemilihan lokasi dapat dipertimbangkan, antara lain sebagai berikut: Letak kawasan yang berada di kawasan pantai dan berkontur datar sangat cocok untuk desain Resort Hotel di kawasan Tj Bunga dari segi penempatan bangunan dan optimalisasi lanskap.
Nah, untuk memenuhi pedoman desain, tidak menutup kemungkinan bangunan tersebut dibuat lebih dari satu lantai, ditinjau dari KDB dan KLB lokasi.
View
Merencanakan pemandangan dari luar ke dalam untuk menarik perhatian para pengunjung agar pengunjung tertarik dengan kawasan Resort Hotel ini. Selain itu pemandangan dari luar dan dalam juga berperan sebagai tanda sirkulasi bagi pengunjung atau wisatawan. Pengunjung akan dihadapkan pada bangunan-bangunan yang memainkan pola tinggi dan rendah, dan pengunjung diarahkan langsung ke kawasan pantai sehingga nantinya dapat membedakan ruang publik, privat, dan semi privat.
Pengunjung juga akan melihat bentuk atau susunan bangunan sentral yang artinya bangunan induk berada di tengah.
Orientasi Matahari
Sinar matahari tidak langsung masuk ke dalam ruangan, namun cahaya yang masuk ke dalam ruangan dipantulkan oleh sinar matahari. Cahaya yang masuk tidak membutakan penggunanya, karena cahaya tersebut bukanlah cahaya langsung, melainkan cahaya pantulan.
Kebisingan
Vegetasi
Angin menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam perancangan karena angin dapat mempengaruhi ventilasi alami yang masuk ke dalam bangunan. Angin di lokasi tersebut bertiup dari satu arah yaitu dari arah utara yang akhirnya menyebar dan mengelilingi lokasi. Jendela-jendela pada bangunan dimanfaatkan semaksimal mungkin ke arah utara dengan vegetasi untuk menyejukkan udara yang masuk ke dalam ruangan.
Angin yang masuk ke dalam ruangan disebarkan melalui bukaan yang berpintu luar sehingga dapat mengkondisikan udara yang masuk ke dalam ruangan.
Sirkulasi
Angin yang masuk ke dalam ruangan akan disalurkan ke seluruh ruangan dengan adanya bukaan yang memiliki pintu eksterior sehingga dapat mengkondisikan udara yang masuk ke dalam ruangan. A. Analisis fungsi merupakan aspek dasar dari berbagai persyaratan desain untuk sebuah hotel resor, yang pada akhirnya menentukan sifat atau karakter setiap fungsi. Fungsi utama bangunan yang terdapat pada objek perancangan, seperti kegiatan wisata bermalam, berenang, rekreasi dan kegiatan administrasi pemasukan dan pengeluaran.
Merupakan fungsi bangunan yang bertujuan untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan kegiatan, seperti makanan dan jajanan, ruang pertemuan dan lain sebagainya. Kebutuhan fasilitas tersebut antara lain tempat parkir, dapur, musala, ruang pegawai, gudang penyimpanan dan lain sebagainya. Merupakan suatu elemen yang dapat diakses oleh semua orang atau lebih tepatnya digunakan oleh masyarakat, seperti tempat parkir, toilet umum, lobi, dan lain sebagainya.
Ini merupakan bagian dari pelayanan untuk memenuhi kebutuhan logistik dan pelayanan resort, seperti restoran, dapur, gudang dan lain sebagainya.
Analisis Aktifitas
Ini adalah bagian yang bersifat individual dan privat dan hanya orang-orang tertentu yang dapat mengakses bagian ini, seperti kamar resor. Pengunjung umum Pengunjung menuju ke lobi Hotel Resort - memesan kamar - melakukan administrasi - menunggu di lobi, kemudian diantar oleh pelayan sesuai pesanan.
Analisis Ruang
Persyaratan Ruang
ANALISIS TAMPILAN BENTUK BANGUNAN
- Analisis Utilitas
- Aspek-Aspek Dasar Perancangan Waterfront
Konsep dasar dalam perancangan hotel resor adalah cakar kepiting yang kemudian dilakukan berbagai transformasi dengan mengadaptasi lahan. Tidak hanya sekedar bentuknya, tetapi juga menerapkan ciri-ciri cakar kepiting dalam desainnya. Cakar kepiting memang bukan merupakan potensi besar yang dimiliki Pantai Tanjung Bunga, namun prinsip atau salah satu tujuan perancangan adalah menghasilkan formasi yang tidak menghilangkan sifat atau unsur yang ada di Pantai Tajung Bunga.
Bentuk yang didapat juga berdasarkan bentuk cakar kepiting yang mempunyai nilai seni yang bagus dan tinggi. Sistem penyediaan tenaga listrik utama untuk kebutuhan listrik Resort Hotel ini diperoleh melalui PLN dengan sumber listrik cadangan dari genset atau genset yang beroperasi secara otomatis apabila aliran listrik dari PLN mengalami gangguan. Pengertian waterfront dalam bahasa Indonesia secara harfiah adalah tepi sungai, bagian kota yang berbatasan dengan perairan.
Kawasan tepi laut merupakan bagian fisik kota yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan dinamis dan tempat bertemunya masyarakat.
KONSEP PERANCANGAN
- Aksesbilitas dan Sirkulasi
- KONSEP RANCANGAN PEMROGRAMAN RUANG
- KONSEP RANCANGAN TAMPILAN BENTUK BANGUNAN
- KESIMPULAN
Pembagian kawasan dalam perancangan Resort Hotel dibagi menjadi 2 bagian yaitu kawasan wisata dan kawasan hunian, kawasan pengelolaan berada di bagian depan, kawasan wisata di tengah, dan kawasan hunian di bagian belakang. Zonasi tersebut bertujuan untuk menjaga batas privasi pengunjung. Wisata alam didukung dengan adanya akomodasi hotel resort dengan fasilitas alam untuk membantu wisatawan beristirahat atau menikmati keindahan alam sambil mensyukuri nikmat yang telah dianugerahkan Allah SWT. Perancangan properti resort hotel di Tanjung Bunga mempunyai medan yang relatif datar dengan sumber daya alam yang besar, terutama lokasinya yang menghadap pantai, sehingga memiliki keunggulan pada pemandangan alam dan mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan hotel resort.
Desain hotel resort dengan pemandangan alam yang berkat lokasinya di tepi pantai memiliki pemandangan indah dari segala arah. Proses perancangan hotel resort akan dilakukan transformasi atau perubahan bentuk capit kepiting, dimana bentuk capit kepiting akan diaplikasikan pada bangunan pendukung dan sifat-sifat capit kepiting akan diterapkan pada kamar hotel resort. Menurut pandangan penulis, keberadaan objek perancangan hotel resor ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan industri pariwisata di kota Makassar.
Penulis berusaha semaksimal mungkin, namun desain hotel resort ini masih dapat dikembangkan untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih baik.