Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash)

Top PDF Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash):

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) PADA PERVIOUS CONCRETE.

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) PADA PERVIOUS CONCRETE.

Pervious concrete merupakan beton yang memiliki rongga sehingga dapat dilalui oleh air serta memiliki nilai slump mendekati nol. Dengan adanya rongga pada pervious concrete menyebabkan kuat tekan pervious concrete rendah sehingga penerapannya terbatas yaitu pada area pertamanan, sidewalk, dan area perparkiran yang tidak dilalui oleh beban berat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kuat tekan pervious concrete dan tetap memiliki nilai permeabilitas yang lolos persyaratan yaitu dengan menambahkan bahan tambah yang dapat meningkatkan kekuatan pasta. Abu sekam padi merupakan sumber pozzolan potensial sebagai bahan tambahan pada beton karena mengandung silika amorphous. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi (Rice Husk Ash) pada pervious concrete. Prosentasi jumlah abu sekam padi sebagai bahan tambah adalah 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Jumlah sampel yang dibuat sebanyak 12 sampel setiap varian dengan faktor air semen 0,35. Curing pervious concrete direndam dengan air biasa. Pengujian meliputi uji permeabilitas dan uji kuat tekan. Pada hasil pengujian permeabilitas menunjukan bahwa seluruh sampel memenuhi persyaratan pada peraturan ACI 522R-10 antara 0,14 cm/detik – 1,22 cm/detik. Pengujian kuat tekan beton pada umur beton 7, 14, 28 dan 56 hari. Hasil dari penelitian dengan penambahan abu sekam padi pada umur 56 hari diperoleh peningkatan kuat tekan 24,29% pada penambahan 2,5% abu sekam padi yaitu dari 12,23 Mpa menjadi 15,2 Mpa. Nilai optimal penambahan abu sekam padi sebesar 2,5%.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

The Influence of Fly Ash Additive For Strength Brick In Post Combustion by Using Rice Husk Ash Additive. PENGARUH FLY ASH TERHADAP KEKUATAN BATU BATA PASCA PEMBAKARAN MENGGUNAKAN CAMPURAN ADDITIVE ABU SEKAM PADI

The Influence of Fly Ash Additive For Strength Brick In Post Combustion by Using Rice Husk Ash Additive. PENGARUH FLY ASH TERHADAP KEKUATAN BATU BATA PASCA PEMBAKARAN MENGGUNAKAN CAMPURAN ADDITIVE ABU SEKAM PADI

Sampel tanah yang digunakan merupakan jenis tanah lempung yang berasal dari Desa Yoso Mulyo, Metro. Bahan additive yang digunakan adalah fly ash yang berasal dari PLTU Tarahan dan abu sekam padi yang berasal dari Desa Yoso Mulyo, Metro. Variasi kadar campuran yang digunakan adalah Kadar Campuran I (5%), Kadar Campuran II (10%), Kadar Campuran III (15%) dan Kadar Campuran IV (20%), dengan perbandingan bahan additive antara fly ash dan abu sekam padi adalah 1 : 1. Dengan demikian pengujian batu bata yang telah dilakukan melalui proses pencampuran, pemeraman dan pembakaran, dilakukan meliputi uji berat jenis kuat tekan, dan uji daya serap air. Berdasarkan hasil pengujian fisik tanah asli, Unified system mengklasifikasikan sampel tanah sebagai tanah berbutir halus dan termasuk ke dalam kelompok ML.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SINTESIS ADSORBEN BERBASIS ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN RADIASI GELOMBANG MIKRO DAN APLIKASINYA UNTUK MENJERAP ZAT WARNA METHYL VIOLET -

SINTESIS ADSORBEN BERBASIS ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN RADIASI GELOMBANG MIKRO DAN APLIKASINYA UNTUK MENJERAP ZAT WARNA METHYL VIOLET -

Penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknik Kimia FT Unnes yang meliputi pembuatan adsorben dari Abu sekam padi (rice husk), penentuan kondisi optimum adsorpsi zat warna methyl violet menggunakan adsorben dari abu sekam padi (rice husk). Analisis zat warna methyl violet dilakukan di laboratorium Instrumentasi Teknik Kimia FT Unnes, analisis Fourier Transform Infra Red (FTIR) dilakukan di laboratorium Kimia FMIPA UNNES, analisis Brunaur Emmet Teller (BET) dilakukan di laboratorium Kimia FMIPA UNNES, analisis Scanning Electron Microscop (SEM) dilakukan di laboratorium LPPT UGM.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Ukuran Partikel Dan Berat Abu Sekam Padi Sebagai Bahan Pengisi  Terhadap Sifat Kuat Sobek, Kekerasan Dan Ketahanan Abrasi Kompon

Pengaruh Ukuran Partikel Dan Berat Abu Sekam Padi Sebagai Bahan Pengisi Terhadap Sifat Kuat Sobek, Kekerasan Dan Ketahanan Abrasi Kompon

Abu sekam padi yang mengandung silika sekitar 80–90% dapat digunakan sebagai bahan pengisi dalam pembuatan kompon karet. Abu sekam padi diperoleh dengan pirolisa sekam padi pada temperatur 350 o C selama 24 jam, kemudian dipanaskan selama 48 jam pada temperatur 700 o C. Abu sekam padi dihaluskan dan diayak dengan ukuran bervariasi. Kemudian abu sekam padi dicampur dengan kompon (merupakan campuran : karet SIR-20 100 g, seng oksida 5 g, asam stearat 2 g, CBS (N-Sikloheksil-2-benzthiazol sulphenamida) 1,1 g, dutrex A-737 4 g, dan sulfur 2 gram) dan digiling sampai homogen dan dimasak pada suhu 170 o C. Selanjutnya dilakukan pengukuran kuat sobek kompon karet dengan menggunakan alat tensometer yang mengacu pada standar ASTM D 624-00, pengukuran kekerasan menggunakan alat durometer berdasarkan acuan ASTM D-1415 dan pengukuran ketahanan abrasi dengan menggunakan alat akron abrasion. Hasil menunjukkan bahwa ukuran partikel dan berat abu sekam padi sangat berpengaruh terhadap nilai kekerasan, ketahanan abrasi, dan nilai kuat sobek kompon karet. Lisis dengan menggunakan spektroskopi FTIR. Jumlah penyerapan ion logam kobalt 0.6 ppm sebesar 100%.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Studi Kuat Tekan Batu Bata Menggunakan Bahan Additive (Abu Sekam Padi, Abu Ampas Tebu Dan Fly Ash) Berdasarkan Spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI)

Studi Kuat Tekan Batu Bata Menggunakan Bahan Additive (Abu Sekam Padi, Abu Ampas Tebu Dan Fly Ash) Berdasarkan Spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI)

Puji Syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Studi Kuat Tekan Batu Bata Menggunakan Bahan Additive (Abu Sekam Padi, Abu Ampas Tebu dan fly Ash) Berdasarkan Spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) ” ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Sarjana Teknik Sipil Universitas Lampung ini dapat diselesaikan dengan baik.

Baca lebih lajut

PENGARUH POLUTAN INDUSTRI TERHADAP KINERJA MEKANIS BAHAN ISOLASI RESIN BERPENGISI SILICONE RUBBER DAN RICE HUSK ASH (ABU SEKAM PADI)

PENGARUH POLUTAN INDUSTRI TERHADAP KINERJA MEKANIS BAHAN ISOLASI RESIN BERPENGISI SILICONE RUBBER DAN RICE HUSK ASH (ABU SEKAM PADI)

Sekam padi pada umumnya hanya digunakan sebagai bahan bakar utama atau tambahan pada industri pembuatan bata, media penyemai bibit tanaman, sedangkan abunya sebagian kecil untuk abu gosok dan lainnya dibuang begitu saja. Sekam padi yang dibakar akan menghasilkan abu sekam padi ( rice husk ash) yang mempunyai kandungan silika cukup tinggi. Apabila dilakukan pembakaran lanjut pada suhu 500 s/d 700 o C dalam waktu sekitar 1 sampai 2

Baca lebih lajut

Potensi Abu Sekam Padi untuk Meningkatkan Ketahanan Oksidatif Non-enzimatik dan Produksi Padi Merah pada Cekaman Kekeringan Possibility of Rice Husk Ash to Enhance Non-enzymatic Oxidative Strength and Production of Red Rice under Drought Stress

Potensi Abu Sekam Padi untuk Meningkatkan Ketahanan Oksidatif Non-enzimatik dan Produksi Padi Merah pada Cekaman Kekeringan Possibility of Rice Husk Ash to Enhance Non-enzymatic Oxidative Strength and Production of Red Rice under Drought Stress

Kekeringan menghambat berbagai proses fisiologis dan menginduksi cekaman oksidatif akibat peningkatan produksi reactive oxygen species (ROS) pada organel fotosintetik. Unsur silikon (Si) diketahui dapat meningkatkan toleransi padi (Oryza sativa L.) terhadap cekaman kekeringan. Pada lahan pertanian intensif terjadi penurunan kadar Si hingga 11-20% sehingga diperlukan pemupukan Si. Abu sekam padi (ASP) merupakan sumber Si potensial. Penelitian bertujuan menganalisis potensi abu sekam padi sebagai sumber Si terhadap: (1) keseimbangan air internal; (2) status cekaman oksidatif dan kadar antioksidan; serta (3) produksi padi kultivar toleran Segreng dan sensitif Cempo merah selama kekeringan. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian UGM pada Bulan Februari-Juni 2016. Cekaman kekeringan diberikan dengan mempertahankan ketersediaan air hingga 50% kapasitas lapang (kekeringan moderat) dan 25% kapasitas lapang (kekeringan parah) dengan variasi dosis ASP sebesar 0, 4, dan 8 ton ha -1 . Pemberian Abu sekam padi
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

UJI FISIS KOMPOSIT POLIMER RESIN EPOKSI BERBASIS ABU SEKAM PADI DENGAN AGREGAT PASIR SUNGAI (TEST PHYSICAL EPOXY RESIN POLYMER COMPOSITES BASED RICE HUSK ASH WITH RIVER SAND AGREGAT)

UJI FISIS KOMPOSIT POLIMER RESIN EPOKSI BERBASIS ABU SEKAM PADI DENGAN AGREGAT PASIR SUNGAI (TEST PHYSICAL EPOXY RESIN POLYMER COMPOSITES BASED RICE HUSK ASH WITH RIVER SAND AGREGAT)

Telah dibuat komposit polimer resin dengan memvariasikan berat abu sekam padi, pasir sungai dan resin epoksi yang dikeringkan secara alami selama 7 hari. Variasi komposisi abu sekam padi yaitu: 0, 15, 25, 50% dari berat pasir sungai dan variasi penambahan resin epoksi yaitu: 10, 15, 20% dari berat pasir sungai dan abu sekam padi. Kualitas komposit optimum diperoleh pada komposisi 50% abu sekam padi dengan 20% resin epoksi. Dari hasil pengujian diperoleh porositas sebesar 0,019 - 0,670%, semakin banyak penambahan abu sekam padi maka nilai porositas semakin meningkat, tetapi jika jumlah resin ditambah maka porositas semakin menurun. Densitas antara 1,723 – 3,292 g/cm 3 , pengaruh penambahan abu sekam padi dan resin epoksi berbanding terbalik dengan porositas. Kuat tekan antara 5,135 – 11,674 MPa, semakin banyak penambahan abu sekam padi, maka kuat tekan semakin menurun, tetapi jika jumlah resin ditambah maka semakin meningkat. Koefisien kemampuan untuk meredam sumber bunyi antara 0,0375 – 0,1288, semakin banyak penambahan abu sekam padi, maka koefisien redam bunyi cenderung meningkat, tetapi jika jumlah resin ditambah maka semakin menurun. Konduktivitas termal antara 0,7639 – 1,3255 W/m o K semakin banyak penambahan abu sekam padi cenderung semakin menurunkan konduktivitas termal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS ABU SEKAM PADI DAN POLY ALUMINIUM CHLORIDE DALAM MENURUNKAN ZAT WARNA LIMBAH CAIR INDUSTRI SASIRANGAN

EFEKTIFITAS ABU SEKAM PADI DAN POLY ALUMINIUM CHLORIDE DALAM MENURUNKAN ZAT WARNA LIMBAH CAIR INDUSTRI SASIRANGAN

dari limbah tekstil tersebut. Limbah cair sasirangan memiliki kadar warna awal (sebelum) sebesar 280 PtCo, secara fisik terlihat berwarna sangat pekat dan berbau tajam yang disebabkan dari campuran bahan pewarna kimia yang digunakan. Apabila limbah tersebut dibuang langsung ke lingkungan secara terus menerus akan memiliki dampak terhadap ketidak seimbangan ekosistem. Limbah cair sasirangan diperoleh dari bak pewarnaan sebelum limbah cair tersebut dibuang ke parit atau selokan. Untuk melihat kemampuan Abu sekam padi dan Poly Aluminium Chloride perlakuan pengadukan pada Sebelum dan perlakuan penambahan Abu sekam padi dan Poly Aluminium Chloride dilakukan dengan alat Jartest. Jartest terdiri dari rangkaian stirrer (pengaduk) yang berputar dalam wadah berupa beaker glass dengan rentang kecepatan putaran dan waktu. Kecepatan putaran terdiri dua bagian, 87,10%
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pemakaian Abu Sekam Padi sebagai Cementitious terhadap Perkembangan Kuat Tekan Beton

Pengaruh Pemakaian Abu Sekam Padi sebagai Cementitious terhadap Perkembangan Kuat Tekan Beton

Hasil pengujian serapan air beton pada grafik Gambar 2 menunjukan menunjukkan bahwa beton dengan penambahan abu sekam padi mampu mengurangi serapan air pada beton menjadi sebesar 13,455%, dimana nilai tersebut lebih kecil dibandingkan beton normal pada umur dan perawatan yang sama yaitu sebesar 27,12%. Penurunan serapan air tersebut mencapai sebesar 50% apabila dibandingkan dengan beton normal (OPC). Penurunan tersebut sangat mungkin disebabkan bahan tambah abu sekam padi mempunyai kandungan utama berupa silika yang reaktif terhadap kapur (CaOH) yang merupakan produk samping dari hidrasi semen. Dengan tersedianya bahan pozzolan yang bereaksi dengan CaOH maka struktur beton menjadi lebih padat sehingga serapan air beton menjadi kecil. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya tentang penurunan serapan air pada beton abu sekam padi [11].
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON KINERJA TINGGI

PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON KINERJA TINGGI

Beton kinerja tinggi merupakan suatu inovasi pembuatan beton dalam usaha untuk menciptakan beton yang memiliki kinerja yang lebih baik dari beton konvensional. Abu sekam padi merupakan limbah hasil penggilingan padi yang tidak terpakai bila tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Abu sekam padi mudah didapatkan di seluruh wilayah di Indonesia karena padi sebagai makanan pokok penduduk Indonesia. Karakteristik abu sekam padi yang cukup halus dengan kandungan silika aktif yang tinggi menjadi dasar penggunaan abu sekam padi sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton. Penggantian sebagian semen menggunakan abu sekam padi merupakan salah satu upaya menjadikan beton lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu sekam padi sebagai pengganti sebagian semen ditinjau dari kuat tekan dan modulus elastisitas beton kinerja tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total 18 benda uji. Benda uji berbentuk silinder beton dengan diameter 7,62 cm (3 inch) dan tinggi 15,24 cm (6 inch) dan menggunakan variasi komposisi abu sekam padi 0% , 2,5% , 5% , 7,5% , 10% dan 15%. Setiap jenis campuran beton dibuat 3 benda uji. Mutu beton yang direncanakan adalah fc’ = 80 MPa. Uji kuat tekan dan modulus elastisitas dilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan abu sekam padi sebagai bahan pengganti sebagian semen mengakibatkan peningkatan nilai kuat tekan. Peningkatan terbesar terjadi pada variasi 10% abu sekam padi yaitu sebesar 18,15% (dari 85,55 MPa menjadi 101,07 MPa). Pengaruh abu sekam padi terhadap modulus elastisitas berbanding lurus dengan kuat tekannya. Nilai modulus elastisitas juga cenderung mengalami peningkatan seiring dengan semakin besar- nya penggunaan abu sekam padi sebagai bahan pengganti sebagian semen, yaitu sebesar 2,45% - 14,11%.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) PADA PERVIOUS CONCRETE - repository UPI S TB 1006684 Title

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) PADA PERVIOUS CONCRETE - repository UPI S TB 1006684 Title

Saya menyatakan bahwa tugas akhir yang berjudul “ Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi ( Rice Husk Ash ) pada Pervious Concrete” ini sepenuhnya karya saya sendiri. Tidak ada bagian didalamnya yang merupakan plagiat dari karya orang lain dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, Saya siap menanggung resiko / sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pemanfaatan Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash)    Pada Pembuatan Batako Dengan Tambahan Perekat Limbah Padat Abu Terbang Batubara (Fly Ash) Sibolga

Pemanfaatan Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash) Pada Pembuatan Batako Dengan Tambahan Perekat Limbah Padat Abu Terbang Batubara (Fly Ash) Sibolga

menjadi beras dan akan menghasilkan 22% berat kulit sekam. Kulit sekam ini dapat digunakan sebagai bahan bakar dalam proses produksi. Kulit sekam terdiri 75% bahan mudah terbakar dan 25% berat akan berubah menjadi abu. Abu ini dikenal sebagai Rice Husk Ash ( RHA ) yang memiliki kandungan silika reaktif sekitar 85%- 90%. Dalam setiap 1000 kg padi yang digiling akan dihasilkan 220 kg ( 22% ) kulit sekam. Jika kulit sekam itu dibakar pada tungku pembakar, akan dihasilkan sekitar 55 kg ( 25% ) RHA. Untuk membuat RHA menjadi silika reaktif yang dapat digunakan sebagai material pozzolan dalam beton maka diperlukan kontrol pembakaran dengan temperatur tungku pembakaran tidak boleh melebihi 800 o C sehingga dapat dihasilkan RHA yang terdiri dari silika yang tidak terkristalisasi. Jika kulit sekam ini terbakar pada suhu lebih dari 850 o C maka akan menghasilkan abu yang sudah terkristalisasi menjadi arang dan tidak reaktif lagi sehingga tidak mempunyai sifat pozzolan. Setelah pembakaran kulit sekam selama 15 jam dengan suhu yang terkontrol maka akan dihasilkan RHA yang berwarna putih keabu-abuan atau abu-abu dengan sedikit warna hitam. Warna hitam menandakan bahwa temperatur tungku pembakaran terlalu tinggi yang menghasilkan abu yang tidak reaktif. RHA kemudian dapat digiling untuk mendapatkan ukuran butiran yang halus. RHA sebagai bahan tambahan dapat digunakan dengan mencampurkannya pada semen untuk mendapatkan beton dengan kuat tekan rendah( Nugraha,P dan Antoni, 2007).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH POLUTAN INDUSTRI TERHADAP KINERJA MEKANIS BAHAN ISOLASI RESIN BERPENGISI SILICONE RUBBER DAN RICE HUSK ASH ( Abu Sekam Padi )

PENGARUH POLUTAN INDUSTRI TERHADAP KINERJA MEKANIS BAHAN ISOLASI RESIN BERPENGISI SILICONE RUBBER DAN RICE HUSK ASH ( Abu Sekam Padi )

This research was a laboratory study to investigate mechanical performance of insulation material made from epoxy resin contaminated with artificial industrial pollution. Test material of epoxy resin was made from diglycidyl ether of bishphenol A (DGEBA) as base material, methaphenylene diamine (MPDA) as curing agent, silicone rubber and rice husk ash (RHA) as filler. The dimension of test material was 70 mm x 70mm x 5 mm. Ratio of DGEBA to MPDA was 1:1, while filler was varied from 10%, 20%, 30%, 40% and 50% of total weight of test material.

Baca lebih lajut

PENGARUH POLUTAN INDUSTRI TERHADAP KINERJA MEKANIS BAHAN ISOLASI RESIN BERPENGISI SILICONE RUBBER DAN RICE HUSK ASH ( Abu Sekam Padi )

PENGARUH POLUTAN INDUSTRI TERHADAP KINERJA MEKANIS BAHAN ISOLASI RESIN BERPENGISI SILICONE RUBBER DAN RICE HUSK ASH ( Abu Sekam Padi )

This research was a laboratory study to investigate mechanical performance of insulation material made from epoxy resin contaminated with artificial industrial pollution. Test material of epoxy resin was made from diglycidyl ether of bishphenol A (DGEBA) as base material, methaphenylene diamine (MPDA) as curing agent, silicone rubber and rice husk ash (RHA) as filler. The dimension of test material was 70 mm x 70mm x 5 mm. Ratio of DGEBA to MPDA was 1:1, while filler was varied from 10%, 20%, 30%, 40% and 50% of total weight of test material.

Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI SOLID MATERIAL ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI PADA BETON GEOPOLIMER  PENGARUH KOMPOSISI SOLID MATERIAL ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI PADA BETON GEOPOLIMER DENGAN ALKALINE ACTIVATOR SODIUM SILIKAT DAN SODIUM HIDROKSIDA.

PENGARUH KOMPOSISI SOLID MATERIAL ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI PADA BETON GEOPOLIMER PENGARUH KOMPOSISI SOLID MATERIAL ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI PADA BETON GEOPOLIMER DENGAN ALKALINE ACTIVATOR SODIUM SILIKAT DAN SODIUM HIDROKSIDA.

“ Pengaruh Komposisi Solid Material Abu Terbang dan Abu Sekam Padi pada Beton Geopolimer dengan Alkaline Activator Sodium Silikat dan Sodium Hidroksida ” , Bernadus Henri Efendi, NPM : 10 02 13558, tahun 2014, Bidang Peminatan Struktur, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Penambahan Kapur Ca(OH)2 Dan Abu Sekam Padi Pada Tanah Lempung (Clay) A-7-6 Terhadap Nilai CBR Tanah Dasar (Subgrade) Pada Perkerasan Jalan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Penambahan Kapur Ca(OH)2 Dan Abu Sekam Padi Pada Tanah Lempung (Clay) A-7-6 Terhadap Nilai CBR Tanah Dasar (Subgrade) Pada Perkerasan Jalan

Pada pembakaran padi menjadi abu akan kehilangan zat organik dan menghasilkan silika yang banyak. Pengaruh panas terhadap silika dalam sekam dapat menghasilkan perubahan struktural yang berpengaruh terhadap dua hal, yaitu tingkat aktifitas pozzolan dan kehalusan butirnya. Menurut Swamy, 1986, temperatur pembakaran untuk kulit gabah adalah sekitar 350 o C dan kehilangan berat terjadi pada suhu 500 o C. Analisis abu dengan difraksi sinar X terjadi pada suhu 700 o C, abu terutama terdiri dari silika amorpous, tetapi diluar temperature 700 o C silika akan mengkristalisasi menjadi kristobalit dan tridimit, sifat dari kedua silika ini kurang reaktif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN DAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP PARAMETER GESER TANAH BERBUTIR HALUS.

TINJAUAN PUSTAKA PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN DAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP PARAMETER GESER TANAH BERBUTIR HALUS.

Fadila, Nita dan Roesyatno meneliti kuat tekan bebas tanah lempung dengan penambahan abu sekam padi dan semen dan menemukan bahwa material abu sekam padi hanya efektif berfungsi pada variasi campuran 2% PC + 3% ASP dan 2% PC + 4% ASP yaitu dengan nilai kuat tekan bebas sebesar 3,82 kg/cm² dan 3,64 kg/cm². Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan abu sekam padi tidak begitu dianjurkan.

Baca lebih lajut

BINDER GEOPOLIMER MENGGUNAKAN ALKALI AKTIVATOR SODIUM SILIKAT (Na2 SiO3) SERTA SODIUM HIDROKSIDA (NaOH)

BINDER GEOPOLIMER MENGGUNAKAN ALKALI AKTIVATOR SODIUM SILIKAT (Na2 SiO3) SERTA SODIUM HIDROKSIDA (NaOH)

100% abu sekam padi memiliki setting time yang lambat dan kelecakan (workability) yang baik, setting time yang cepat dikarenakan bentuk partikel abu sekam padi yang menyerupai sponge sehingga untuk membuat campuran dibutuhkan kadar air yang tinggi akan tetapi air tersebut disimpan oleh abu sekam padi dan tidak ada reaksi antara air dan bahan campuran. Dari uji kuat tekan abu sekam padi semakin meningkat dilihat dari semakin lamanya umur pengujian tetapi masih jauh di bawah rendah dari hasil uji kuat tekan 100% fly ash. Untuk komposisi campuran 50% abu sekam padi dan 50% fly ash memiliki kuat tekan yang masih relatif rendah dibandingkan dengan hasil kuat tekan 100% fly ash. Abu sekam padi dapat dijadikan bahan alami tambahan dalam binder geopolimer.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S TB 1006684 Abstract

S TB 1006684 Abstract

Pervious concrete merupakan beton yang memiliki rongga sehingga dapat dilalui oleh air serta memiliki nilai slump mendekati nol. Dengan adanya rongga pada pervious concrete menyebabkan kuat tekan pervious concrete rendah sehingga penerapannya terbatas yaitu pada area pertamanan, sidewalk, dan area perparkiran yang tidak dilalui oleh beban berat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kuat tekan pervious concrete dan tetap memiliki nilai permeabilitas yang lolos persyaratan yaitu dengan menambahkan bahan tambah yang dapat meningkatkan kekuatan pasta. Abu sekam padi merupakan sumber pozzolan potensial sebagai bahan tambahan pada beton karena mengandung silika amorphous. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi ( Rice Husk Ash ) pada pervious concrete . Prosentasi jumlah abu sekam padi sebagai bahan tambah adalah 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Jumlah sampel yang dibuat sebanyak 12 sampel setiap varian dengan faktor air semen 0,35. Curing pervious concrete direndam dengan air biasa. Pengujian meliputi uji permeabilitas dan uji kuat tekan. Pada hasil pengujian permeabilitas menunjukan bahwa seluruh sampel memenuhi persyaratan pada peraturan ACI 522R-10 antara 0,14 cm/detik – 1,22 cm/detik. Pengujian kuat tekan beton pada umur beton 7, 14, 28 dan 56 hari. Hasil dari penelitian dengan penambahan abu sekam padi pada umur 56 hari diperoleh peningkatan kuat tekan 24,29% pada penambahan 2,5% abu sekam padi yaitu dari 12,23 Mpa menjadi 15,2 Mpa. Nilai optimal penambahan abu sekam padi sebesar 2,5%.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...