Bentuk Implikatur

Top PDF Bentuk Implikatur:

BENTUK IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA UNGKAPAN PEMBERLAKUAN KURIKULUM 2013 DI SMK N 8 SURAKARTA  Implikatur Percakapan Pada Ungkapan Pemberlakuan Kurikulum 2013 Di SMK N 8 Surakarta.

BENTUK IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA UNGKAPAN PEMBERLAKUAN KURIKULUM 2013 DI SMK N 8 SURAKARTA Implikatur Percakapan Pada Ungkapan Pemberlakuan Kurikulum 2013 Di SMK N 8 Surakarta.

Data (20), konteks percakapan yang terjadi mengenai kekurangan dan kelebihan Kurikulum 2013 yang terjadi pada mata pelajaran Matematika. Pada percakapan di atas yang bahwa adanya perbedaan antara Matematika yang ada pada beberapa program keahlian seperti teknik, akuntansi dan pariwisata. Pada Kurikulum 2013 semua program keahlian tersebut menerapkan materi yang sama, sehingga menuai kritik dari guru yang bersangkutan yang notabene mengajar pada program keahlian pariwisata. Akhirnya muncullah sebuah pertanyaan yang sangat tendensius dari guru tersebut “Kenapa dipaksa sama?”. Pertanyaan tersebut yang ingin mendapat kejelasan dari pihak yang bersangkutan agar guru-guru yang berada pada program keahlian tersebut mengeti tentang permasalahannya dibuat sama. Data (20) yang menjadi alasan masuk implikatur menanya karena adanya sebuah pertanyaan balik dari guru yang ingin mencari kejelasan tentang diberlakukannya kesamaan materi antara beberapa program keahlian. Dasar yang disampaikan guru adalah pada penerapan kurikulum KTSP materi antara program keahlian itu berbeda-beda dan memeliki kelebihan masing-masing. Apabila dibuat sedemikian maka kelebihan-kelebihan yang ada akan secara tidak langsung dihilangkan. Data (20) di atas merupakan bentuk implikatur menanya balik tentang proses Kurikulum 2013.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

IMPLIKATUR DALAM PERCAKAPAN SINETRON PARA PENCARI TUHAN

IMPLIKATUR DALAM PERCAKAPAN SINETRON PARA PENCARI TUHAN

Bentuk implikatur, sebagai tuturan yang mengandung maksud implisit, sangat memerlukan prinsip kerja sama tersebut. Tuturan yang mengandung makna implisit atau implikatur ini kadang- kadang tidak tampak pada penerapan maksim dalam prinsip kerja samanya. Jika percakapan berlangsung dengan baik, tidak terjadi kemacetan, maka tentunya terdapat penerapan prinsip kerja sama. Dalam percakapan sehari-hari, ditemukan beberapa fakta pelaksanaan prinsip kerja sama. Terdapat fakta adanya pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama. Fenomena ini menunjukkan gejala penggunaan implikatur yang tidak sesuai dengan kaidahnya. Gejala yang I Dewa Putu Wijana menyebutnya sebagai bentuk penyimpangan. Namun, I Dewa Putu Wijana tidak menyebut implikatur yang tidak mengalami penyimpangan sebagai pematuhan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DI BALIK TUTURAN PEJABAT PEMERINTAH PADA SURAT KABAR HARIAN JAWA POS   Implikatur Percakapan Di Balik Tuturan Pejabat Pemerintah Pada Surat Kabar Harian Jawa Pos Radar Solo dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di S

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DI BALIK TUTURAN PEJABAT PEMERINTAH PADA SURAT KABAR HARIAN JAWA POS Implikatur Percakapan Di Balik Tuturan Pejabat Pemerintah Pada Surat Kabar Harian Jawa Pos Radar Solo dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di S

Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan bentuk dan fungsi implikatur percakapan di balik tuturan pejabat pemerintah, serta implementasinya sebagai materi ajar pembelajaran bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini dilakukan pada tuturan pejabat pemerintah dalam surat kabar harian Jawa Pos Radar Solo, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta menggunakan strategi terpancang ( embedded research ). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Ada tiga hal sebagai hasil penelitian mengenai bentuk dan fungsi implikatur percakapan di balik tuturan pejabat pemerintah yang terdiri dari 26 data. 1) bentuk implikatur percakapan di balik tuturan pejabat pemerintah pada surat kabar harian Jawa Pos Radar Solo mengandung dua jenis yaitu, implikatur percakapan konvensional yang menyatakan asertif sebanyak 2 data atau 8%, dan nonkonvensional yang menyatakan direktif sebanyak 9 data atau 34%, serta menyatakan komisif sebanyak 2 data atau 8%. 2) fungsi implikatur percakapan di balik tuturan pejabat pemerintah pada surat kabar harian Jawa Pos Radar Solo yang menyatakan berita sebanyak 2 data atau 8%, menyatakan perintah sebanyak 9 data atau 34%, dan menyatakan janji sebanyak 2 data atau 8% 3) Temuan ini dapat diimplementasikan sebagai materi ajar bahasa Indonesia mata kuliah pragmatik semester 4 di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

IMPLIKATUR PERCAKAPAN NONKONVENSIONAL DALAM WACANA PERTEMUAN DI KALANGAN IBU-IBU PKK   Implikatur Percakapan Nonkonvensional Dalam Wacana Pertemuan Di Kalangan Ibu-Ibu PKK Di Desa Jatirejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar.

IMPLIKATUR PERCAKAPAN NONKONVENSIONAL DALAM WACANA PERTEMUAN DI KALANGAN IBU-IBU PKK Implikatur Percakapan Nonkonvensional Dalam Wacana Pertemuan Di Kalangan Ibu-Ibu PKK Di Desa Jatirejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar.

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan bentuk- bentuk implikatur percakapan nonkonvensional yang ditemukan dalam wacana pertemuan ibu-ibu PKK di desa Jatirejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, 2) Mendeskripsikan strategi implikatur percakapan nonkonvensional apa sajakah yang ditemukan dalam wacana pertemuan ibu-ibu PKK di desa Jatirejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek dari penelitian ini yaitu ibu-ibu PKK yang tinggal di desa Jatirejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Obyek penelitian adalah implikatur percakapan nonkonvensoinal yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK di desa Jatirejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Data yang dikumpulkan untuk penelitian ini adalah kalimat di dalam percakapan yang terjadi selama pertemuan ibu-ibu PKK di desa Jatirejo yang mengandung tuturan implikatur nonkonvensional. Sumber data dalam penelitian ini adalah percakapan atau dialog yang mengandung implikatur nonkonvensional dalam pertemuan ibu-ibu PKK di desa Jatirejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik rekam dan teknik simak catat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

IMPLIKATUR PADA WACANA SEPANDUK IKLAN KENDARAAN BERMOTOR DI SURAKARTA  Implikatur pada Wacana Sepanduk Iklan Kendaraan Bermotor di Surakarta.

IMPLIKATUR PADA WACANA SEPANDUK IKLAN KENDARAAN BERMOTOR DI SURAKARTA Implikatur pada Wacana Sepanduk Iklan Kendaraan Bermotor di Surakarta.

Pertama, Implikatur konvensional adalah makna harfiah seperti yang dinyatakan oleh elemen kalimat secara formal struktural.Berikut adalah bentuk implikatur konvensional wacana motor.Pada wacana sepanduk (Gb. 4. 1. logo New Mio) tertulis tampil lebih gaya lebih bertenaga & semakin irit: dan wacana New MIO 125 M3 tanpa kompromi dan blue core. Wacana di atas merupakan jenis implikatur konvensional karena tertuang dalam sebuah MMT iklan, sehingga bila diartikan secara harafiah menunjukkan bahwa MIO keluaran terbaru New MIO 125 tampil dengan bentuk baru yaitu warna blue core dan kelebihannya lebih gaya, lebih bertenaga dan lebih irit. Penggunaan kata lebih di sini adalah menunjukkan bahwa pada keluaran Yamaha (MIO) tidak lebih baik dari keluaran terbaru New MIO 125.Jadi, bentuk kekurangan pada keluaran lama MIO, semua diperbaharui dari tampilan, tenaga (kekuatan) dan kapasitas bahan bakar, semua ada pada New MIO 125.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

IMPLIKATUR DALAM TUTURAN KUMPULAN FILM FIKSI CINEMA LOVERS COMMUNITY (CLC) PURBALINGGA - repository perpustakaan

IMPLIKATUR DALAM TUTURAN KUMPULAN FILM FIKSI CINEMA LOVERS COMMUNITY (CLC) PURBALINGGA - repository perpustakaan

Penelitian berjudul “Implikatur dalam Tuturan Kumpulan Film Fiksi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga” ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur konvensional dan implikatur percakapan dalam tuturan kumpulan film fiksi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga. Implikatur percakapan dapat diwujudkan melalui prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah tuturan tokoh-tokoh dalam kumpulan film fiksi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga yang mengandung implikatur konvensional dan implikatur percakapan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan film fiksi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga yang diunduh melalui www.youtube.com. Penyediaan data menggunakan metode simak, yang diawali dengan teknik sadap, dilanjutkan dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam dan teknik catat. Metode dan teknik penganalisisan data yang digunakan adalah metode padan pragmatis dan referensial. Teknik dasar yang digunakan dalam metode ini adalah teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Teknik lanjutan yang digunakan yaitu teknik Hubung Banding Menyamakan (HBS). Metode penyajian hasil penganalisisan data menggunakan penyajian informal. Berdasarkan penganalisisan data dapat disimpulkan bentuk implikatur yang terdapat pada tuturan kumpulan film fiksi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga adalah implikatur konvensional dan implikatur percakapan. Implikatur konvensional yang ditemukan berupa kebiasaan memberikan informasi dan menyuruh. Implikatur percakapan yang ditemukan memiliki maksud di antaranya menginformasikan, menyindir, menyarankan, dan menyuruh. Implikatur tersebut dapat diwujudkan melalui prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan. Adapun prinsip kerja sama yang ditemukan berupa pelanggaran terhadap maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi dan maksim pelaksanaan. Prinsip kesantunan yang ditemukan berupa pelanggaran terhadap maksim penghargaan dan maksim kesimpatian. Selain pelanggaran terhadap prinsip kesantunan, peneliti juga menemukan dua maksim yang dipatuhi dalam prinsip kesantunan, yaitu maksim kedermawanan dan maksim kesimpatian.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I - Tinjauan Implikatur Percakapan dalam Kumpulan Cerita Cinta Brontosaurus karya Raditya Dika (Skripsi Sastra Indonesia S1, 2016 ) - Eprints UNPAM

BAB I - Tinjauan Implikatur Percakapan dalam Kumpulan Cerita Cinta Brontosaurus karya Raditya Dika (Skripsi Sastra Indonesia S1, 2016 ) - Eprints UNPAM

Bentuk implikatur sebagai tuturan yang mengandung maksud implisit, sangat memerlukan prinsip kerja sama ini. Implikatur menghendaki kerjasama antarpartisipan percakapan agar percakapan tetap berlangsung. Artinya, partisipan harus saling memahami apa yang dituturkan oleh mitra tutur. Inilah yang menjadi pokok studi implikatur. Studi maksud implisit ini dimulai oleh H.P Grice dalam artikelnya Logic and Conversation pada tahun 1975. Dalam teorinya, Grice menyebutkan bahwa studi implikatur ini berkaitan erat dengan prinsip kerjasama. Implikatur hadir dalam tuturan antara dua orang atau lebih yang saling bertukar gagasan. Terjadinya implikatur mempunyai bermacam- macam latar belakang.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

IMPLIKATUR DAN DAYA PRAGMATIK DI BALIK UNGKAPAN MOTIVASI BERORGANISASI KALANGAN PESERTA DIDIK  Implikatur dan Daya Pragmatik di Balik Ungkapan Motivasi Berorganisasi Kalangan Peserta Didik Berlatar Belakang Budaya Jawa.

IMPLIKATUR DAN DAYA PRAGMATIK DI BALIK UNGKAPAN MOTIVASI BERORGANISASI KALANGAN PESERTA DIDIK Implikatur dan Daya Pragmatik di Balik Ungkapan Motivasi Berorganisasi Kalangan Peserta Didik Berlatar Belakang Budaya Jawa.

Penelitian ini memiliki tiga tujuan. a) Mendeskripsikan bentuk implikatur di balik ungkapan motivasi berorganisasi kalangan peserta didik. b) Mengidentifikasi tujuan dan maksud implikatur yang terkandung di balik ungkapan motivasi berorganisasi kalangan peserta didik. c) Mendeskripsikan bentuk dan maksud daya pragmatik yang terkandung di balik ungkapan motivasi berorganisasi kalangan peserta didik. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan metode padan dengan teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Hasil penelitian ini adalah a) terdapat dua bentuk implikatur di balik ungkapan motivasi kalangan peserta didik, yaitu implikatur konvensional representatif dan implikatur konvensional komisif. b) Maksud implikatur di balik ungkapan motivasi kalangan peserta didik ada empat, yaitu memberi informasi, menyatakan keinginan, menyatakan keyakinan, dan menyatakan harapan. Tujuan implikatur yang ditemukan beranekaragam, bergantung pada setiap tuturan yang Pn. Bentuk daya pragmatik peserta didik diungkapkan dengan tindak tutur tidak langsung literal, serta maksud dari daya pragmatik tersebut ada empat, yaitu daya meminta, daya memengaruhi, daya mengkritik, dan daya memuji.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

IMPLIKATUR DAN INFERENSI DALAM KOLOM “NUWUNSEWU” SOLOPOS EDISI NOVEMBER – DESEMBER 2010 IMPLIKATUR DAN INFERENSI DALAM KOLOM “NUWUN SEWU” SOLOPOS EDISI NOVEMBER – DESEMBER 2010.

IMPLIKATUR DAN INFERENSI DALAM KOLOM “NUWUNSEWU” SOLOPOS EDISI NOVEMBER – DESEMBER 2010 IMPLIKATUR DAN INFERENSI DALAM KOLOM “NUWUN SEWU” SOLOPOS EDISI NOVEMBER – DESEMBER 2010.

Penelitian ini adalah penelitian dengan metode deskripstif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan November – Desember 2010 dengan menggunakan media surat kabar harian Solopos. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik simak dilakukan untuk menyimak data yang terdapat dalam kolom “Nuwun Sewu”. Teknik catat dilakukan untuk mengklasifikasikan data yang telah terkumpul. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan metode padan dan teknik referensial. Metode padan merupakan analisis data yang tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan, sedangkan teknik referensial digunakan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk implikatur dan inferensi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Tindak Tutur Komisif Dan Implikatur Wacana Spanduk Caleg DPRD 2014 di Lingkungan Surakarta.

BAB 1 PENDAHULUAN Tindak Tutur Komisif Dan Implikatur Wacana Spanduk Caleg DPRD 2014 di Lingkungan Surakarta.

Memberikan masukan dan penerapannya tentang kajian linguistik terapan khususnya pragmatik. Sebab penerapan pragmatik wacana spanduk Calon Anggota Legislatif DPRD di lingkunan Surakarta sebagai pendekatan dalam menafsirkan atau interpretasi makna masih jarang. Selain itu dengan adanya penelitian ini dapat manambah kajian analisis Pragmatik dan akan diketahui bentuk implikatur dan pemakaian tindak tutur komisif dalam wacana spanduk Calon Anggota Legislatif DPRD di lingkungan Surakarta. Dengan hasil deskripsi data dari wacana spanduk Calon Anggota Legislatif DPRD yang dianalisis.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PELANGGARAN MAKSIM KUALITAS PADA PROGRAM ACARA PESBUKERS DI ANTV EDISI DESEMBER 2014 SEBUAH KAJIAN  Pelanggaran Maksim Kualitas Pada Program Acara Pesbukers Di Antv Edisi Desember 2014 Sebuah Kajian Pragmatik.

PELANGGARAN MAKSIM KUALITAS PADA PROGRAM ACARA PESBUKERS DI ANTV EDISI DESEMBER 2014 SEBUAH KAJIAN Pelanggaran Maksim Kualitas Pada Program Acara Pesbukers Di Antv Edisi Desember 2014 Sebuah Kajian Pragmatik.

Berdasarkan hasil analisis dua rumusan masalah serta keseluruhan dapat ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, dalam penelitian ini ditemukan empat bentuk pelanggaran maksim kualitas pada program acara pesbukers berupa pelanggaran maksim kualitas dalam bentuk mengejek, pelanggaran maksim kualitas dalam bentuk menyalahkan, pelanggaran maksim kualitas dalam bentuk menuduh tanpa bukti kuat, pelanggaran maksim kualitas dalam bentuk memelesetkan. Kedua, ditemukan hasil implikatur atas pelanggaran maksim kualitas penjabarannya sebagai berikut: implikatur menegaskan dan mengejek, mengejek dan meminta penonton diam, mengejek dan mempertegas, mengejek dan membenarkan, mengejek dan memberitakan, memberitakan dan menegaskan, mengejek dan menegaskan, mengejek dan memberitahukan, mengejek dan memberitakan, mengejek dan membela, mengejek dan mengalihkan pembicaraan, mengejek dan mengalihkan pembicaraan, memohon dan menjelek-jelekkan, kaget dan menunjukkan ngantuk, memberikan nasehat dan mengejek, meminta bantuan menunjukkan kepedulian.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM FILM THE DARK KNIGHT KAJIAN PRAGMATIS.

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM FILM THE DARK KNIGHT KAJIAN PRAGMATIS.

34 BAB IV ANALISIS DATA 4.1 Implikatur Pada Pelanggaran Satu Jenis Maksim .... 59 4.2.1 1 Implikatur Pada Pelanggaran Maksim Kuantitas dan Maksim Hubungan ...[r]

3 Baca lebih lajut

Implikatur Percakapan pada Novel "99 Cahaya di Langit Eropa" Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

Implikatur Percakapan pada Novel "99 Cahaya di Langit Eropa" Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

(Ciri interpretasi potensi Grice sebagai implikatur bila memenuhi kondisi tertentu. (1) Implikatur bukan bagian dari konvensional, makna semantik, (2) implikatur yang tidak dapat dilepaskan, yaitu mereka akan dihasilkan dari konten yang sama dari ucapan dalam konteks yang sama bahkan jika ucapan itu harus berbeda diutarakan (dengan pengecualian implikatur cara), (3) implikatur harus diperhitungkan, yaitu kita harus mampu merekonstruksi semua langkah yang diperlukan diasumsikan dalam menghasilkan mereka, (4) implikatur tidak sepenuhnya sudah tentu (mereka terbuka berakhir sampai batas tertentu), karena mungkin ada lebih dari satu cara untuk menjelaskan kepatuhan pembicara dengan prinsip-prinsip kerjasama sambil melanggar beberapa maksim: (5) implikatur dapat dibatalkan, yang berarti bahwa kita dapat secara eksplisit menyangkal komitmen kita kepada mereka tanpa membuat kontradiksi). Jadi, implikatur harus memenuhi beberapa persyaratan, pertama, bukanlah makna sebenarnya atau makana dari apa yang disampaikan atau konvensional. kedua, implikatur merupakan hasil dari konteks yang sama dan saling terkait. Ketiga, implikatur
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Implikatur dalam iklan operator selular berbahasa Indonesia pada media televisi

Implikatur dalam iklan operator selular berbahasa Indonesia pada media televisi

(Konteks: Tiga orang sahabat yang sedang berlibur tiba di sebuah warung makan. Mereka memiliki cara khusus dan unik supaya dapat makan gratis, yaitu dengan mengunggah foto tempat mereka makan pada situs internet. Berkat cara tersebut, warung makan menjadi laris dan tiga orang sahabat tersebut mendapatkan makan gratis dari pemilik warung (P4)). Data (4) merupakan tuturan iklan operator IM3 edisi “trio sahabat IM3 gratis terus- terus” yang mengandung implikatur percakapan umum. Data (4) merupakan kelanjuatan dari data (3), dengan sumber iklan yang sama. Implikatur percakapan ini mengandung arti bahwa P4 mengucapkan terimakasih kepada P5. Hal ini terlihat dari bentuk tuturan “Berapa buk?” “Gratis dek... kan udah diinternetin!” .
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Implikatur dalam iklan operator selular berbahasa Indonesia pada media televisi.

Implikatur dalam iklan operator selular berbahasa Indonesia pada media televisi.

Penelitian mengenai implikatur pernah dilakukan oleh Yuliani (2009) dalam skripsi berjudul Implikatur dan Penanda Lingual Kesantunan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) berbahasa Indonesia di Media Luar Ruang (Outdoor media). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada empat jenis implikatur dan tujuh jenis penanda lingual kesantunan dalam Iklan Layanan Masyarakat. Empat jenis implikatur tersebut yaitu, tindak tutur langsung, tindak tutur langsung tidak literal, tindak tutur tidak langsung literal, dan tindak tutur tidak langsung tidak literal. Sedangkan tujuh jenis penanda lingual yaitu, partikel -lah, pilihan kata berkonotasi positif, pilihan kata denotasi bermakna halus, konjungsi (demi, untuk) yang menyatakan alasan kuat/ tujuan baik, interjeksi (kesyukur-an, peringatan, ajakan), gaya bahasa (epizeuksis, anafora, asonansi, aliterasi, personifikasi, hiperbola), pengungkapan kalimat imperatif secara langsung, dan pilihan kata denotasi yang bermakna kasar.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Modus Dan Implikatur Pada Iklan Handphone Di Tabloid Pulsa Edisi Mei-Juli 2011.

PENDAHULUAN Modus Dan Implikatur Pada Iklan Handphone Di Tabloid Pulsa Edisi Mei-Juli 2011.

Iklan handphone yang ada di tabloid Pulsa merupakan salah satu media dimana bahasa dalam bentuk tulis digunakan sebagai cara dalam menyampaikan maksud dari penutur atau pembuat iklan tersebut. Iklan handphone yang ada di tabloid Pulsa edisi Mei-Juli 2011 merupakan iklan yang jumlah kalimatnya amat terbatas. Kalimat terjalin sangat erat, sehingga tidak terjadi peralihan. Iklan handphone yang ada di tabloid Pulsa mempunyai beberapa maksud atau tujuan yang ada didalamnya. Berdasarkan latar belakang masalah, penulis ingin menganalisis implikatur percakapan pada iklan produk handphone di tabloid Pulsa Edisi Mei-Juli 2011.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Implikatur dalam Kajian Pragmatik

Implikatur dalam Kajian Pragmatik

Dalam praktik berbahasa tidak jarang ditemukan fenomena kebahasaan yang menarik untuk dikaji melalui analisis implikatur, misalnya, lirik lagu. Lirik lagu yang menjadi salah satu bentuk praktik berbahasa menyimpan pesan, baik tersirat maupun tersurat yang dapat dikaji melalui analisis implikatur. Terlebih, saat ini tidak sedikit penggunaan lirik lagu yang berpotensi memimbulkan kesimpangsiuran, keresahan, hingga pencekalan. Kasus pencekalan yang pernah terjadi terhadap lirik-lirik lagu dalam album Kamasutra yang dipopulerkan oleh Julia Perez. Album Kamasutra dibatasi peredaraannya oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dinilai mengandung unsur porno seperti yang tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang pers, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, serta Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

S BSI 1200837 Abstract

S BSI 1200837 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kuantitas tayangan sinetron di Indonesia yang tidak diimbangi dengan peningkatan kualitasnya. Menurunnya kualitas hiburan yang menggu nakan kekuatan bahasa sebagai piranti verbal mendorong peneliti untuk melakukan penelitian pada sinetron Preman Pensiun 1 yang dianggap mampu menggunakan kekuatan bahasa dalam penyampaian alur cerita maupun pesan di dalam sinetron tersebut. Beberapa strategi pragmatik yang disajikan ialah implikatur percakapan yang muncul pada tuturan berdaya ilokusi. Kerangka analisis pragmatik meliputi tiga analisis, yaitu jenis tuturan dan implikatur percakapan dalam sinetron Preman Pensiun 1, yang digunakan untuk mengkaji 10 dialog atau wacana humor dalam sinetron Preman Pensiun 1 yang terdiri atas 63 tuturan, dan mengungkap tingkat kevalidan maksud tuturan dengan felicity condition. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, berdasarkan fungsi tuturan, tindak tutur direktif merupakan tuturan yang mendominasi dalam sinetron Preman Pensiun 1, yaitu sebanyak 51%, yang berupa memerintah, memesan, memohon, dan memberi arahan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan penggunaan tuturan modus kalimat perintah dan kalimat tanya yang sering muncul dalam sinetron Preman Pensiun 1. Penggunaan tindak tutur direktif tersebut sengaja dikreasikan oleh penulis skenario untuk memunculkan respon atau tanggapan mitra tutur dalam menanggapi maksud tuturan dari penutur. Tindak tutur langsung merupakan jenis tindak tutur yang paling banyak muncul digunakan oleh para pemain sinetron Preman Pensiun 1. Ada dua jenis tindak tutur langsung yang terdapat dalam sinetron Preman Pensiun 1, yaitu tindak tutur langsung literal dan tindak tutur langsung tak literal. Kedua, implikatur percakapan yang terdapat dalam sinetron Preman Pensiun 1 berpijak pada teori Grice (1975) mengenai kaidah prinsip kerja sama. Pelanggaran maksim relevansi paling dominan, ketimbang pelanggaran maksim yang lain. Implikatur percakapan yang muncul di antaranya menunjukkan pernyataan, menagih, saran, memerintah, permohonan, dan ancaman. Ketiga, secara kebahasaan, syarat validitas untuk menyatakan bahwa sebuah tuturan dapat memiliki beberapa maksud tertentu yang diutarakan kepada mitra tutur dapat dibuktikan dengan dengan preparatory condition, sincerity condition, dan illocutionary act.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS BUKU HUMOR POLITIK PAK PRESIDEN, BUATLAH RAKYAT STRES KARYA EDY SUMARTONO: KAJIAN PRAGMATIK DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN | Wulandari | BASASTRA 7794 16327 1 SM

ANALISIS BUKU HUMOR POLITIK PAK PRESIDEN, BUATLAH RAKYAT STRES KARYA EDY SUMARTONO: KAJIAN PRAGMATIK DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN | Wulandari | BASASTRA 7794 16327 1 SM

Konteks yang terjadi pada peristiwa di atas adalah percakapan antara pejabat dengan penduduk pemukiman kumuh. Dalam konteks tersebut pejabat merasa tersinggung atas perkataan salah satu warga. Tuturan warga “Mengapa Pak Pejabat tersinggung kalau dikatakan jumlah orang miskin semakin banyak.Saya saja tidak tersinggung dikatakan sebagai orang miskin. La kok Bapak yang tersinggung?”, menyupakan suatu bentuk luapan kemarahan penduduk atas tingkah pejabat yang bisanya hanya sok menunjukkan keprihatinan tanpa memberikan bantuan atau solusi yang berarti untuk kehidupan penduduk miskin. Tuturan pejabat semakin memperjelas keadaan bahwa pemberantasan kemiskinan hanyalah suatu komoditas politik (khususnya menjelang pemilu), bukan sebagai usaha yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Namun, tidak ada respon berarti dari pejabat tersebut, karena tuturan yang disampaikan penduduk diidentifikasi telah melanggar maksim kuantitas dengan implikasi untuk menyindir pejabat. Dalam hal ini, penutur tidak memberikan kontribusi yang berlebihan tidak sesuai dengan yang diharapkan pejabat. Pada konteks ini, pejabat mengharapkan penduduk merespons keprihatinannya dengan jawaban positif “iya”, tetapi yang terjadi justru kontribusi yang menyindir dirinya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Implikatur Percakapan dalam Wacana Rubrik Gojeg pada Majalah Djaka Lodang Edisi Tahun 2013

Implikatur Percakapan dalam Wacana Rubrik Gojeg pada Majalah Djaka Lodang Edisi Tahun 2013

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang; (2) wujud implikatur percakapan yang muncul akibat terjadinya pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa wacana rubrik Gojeg dalam majalah Djaka Lodang. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan yang mengandung implikatur percakapan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah penelitian sendiri yang dibantu dengan kartu data. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan menggunakan bahan referensi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis data content analysis. Teknik penyajian analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang edisi tahun 2013 mencakup empat maksim yaitu (a) pelanggaran maksim kuantitas sebanyak 4 tuturan, (b) pelanggaran maksim kualitas sebanyak 10 tuturan, (c) pelanggaran maksim relevansi sebanyak 8 tuturan, dan (d) pelanggaran maksim cara sebanyak 17 tuturan. (2) Wujud implikatur percakapan yang muncul akibat terjadinya pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang edisi tahun 2013 yang terdiri dari implikatur yang bersifat bantahan, peringatan, ancaman, pernyataan, ucapan maaf, kebanggaan, rayuan, kekesalan, tanggung jawab, meyakinkan, menguji, sindiran, keraguan, harapan, menghibur, kesalahpahaman, memberi pemahaman, meminta pengertian, kecemburuan, menyarankan, ajakan dan perintah. Hal ini membuktikan bahwa percakapan yang tidak menjalankan prinsip kerja sama akan menghasilkan implikatur dalam sebuah percakapan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...