Contact Dermatitis

Top PDF Contact Dermatitis:

this PDF file Etiology of Allergic Contact Dermatitis based on Patch Test | Anggraini | Althea Medical Journal 1 PB

this PDF file Etiology of Allergic Contact Dermatitis based on Patch Test | Anggraini | Althea Medical Journal 1 PB

The majority of patients were diagnosed as allergic contact dermatitis (71.1%). Diagnosis could be performed by anamnesis and physical examination. The history of exposure, allergy, family with similar sign and symptom, and occupation could be asked in anamnesis to identify the suspected allergen. In addition, physical examination would be focused on characteristics of the lesion (e.g. location, shape, size, colour, pruritic sign, etc.). If there were any indication to contact dermatitis, doctors can perform an additional test such as the patch test. This test helps to differentiate contact dermatitis caused by allergen and irritant. Besides, allergic contact dermatitis can also appear as a complication from other skin conditions e.g. atopic dermatitis, nummular dermatitis, chronic urticaria, pemphigus vulgaris, etc. This explained the other diagnoses found among the patients in this study.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Eczema Or Atopic Dermatitis  Anyone

Eczema Or Atopic Dermatitis Anyone

Keywords: atopic dermatitis, dermatitis, seborrheic dermatitis, contact dermatitis, eczema Article Body: Atopic dermatitis is a skin disease which in some countries is also known as ˆ[r]

2 Baca lebih lajut

Hubungan Dermatitis Atopik dengan Kejadian Dermatitis Kontak Alergi

Hubungan Dermatitis Atopik dengan Kejadian Dermatitis Kontak Alergi

Background :Allergic contact dermatitis is an acquired sensitivity to various sub- stances that produce inflammatory reactions in those, and only those, who have been previously sensitized to the allergen. Atopic dermatitis is known as risk factor in the development of allergic contact dermatitis. Some studies in association between atopic dermatitis and allergic contact dermatitis incidence have found variety results.

17 Baca lebih lajut

Alergen Penyebab Dermatitis Kontak Pada Pekerja Salon Di Kecamatan Medan Baru

Alergen Penyebab Dermatitis Kontak Pada Pekerja Salon Di Kecamatan Medan Baru

Objective : To analyse the relationship between contact dermatitis to nickel with the occurrence of hand dermatitis in salon workers at Kecamatan Medan Baru. Methods : This was a cross-sectional analyses study involving 51 subjects with history of contact dermatitis to nickel. History taking by anamneses and dermatological examination were conducted to all subjects. They were all patch tested with standard allergen nickel sulphate 0,5% in vaseline from European Baseline Series. Patch test results were read after 48 and 72 hours based on International Contact Dermatitis Research Group (ICDRG). Results were analysed by statistical analyses using Chi-square test.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DE

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DE

Factors Related to Contact Dermatitis on Workers at PT Inti Pantja Press Industri. PT Inti Pantja Press Industri (IPPI) is an automotive manufacturing industry for car pressing body and car chassis. In the manufacturing process, its uses a variety of chemicals which may cause contact dermatitis for workers. There are other factors which may cause the contact dermatitis to workers worsen including indirect causes. The objective of this research is to investigate factors related to contact dermatitis in workers at PT IPPI. Research is conducted using a cross sectional design with quantitative approach which describe factors affecting the development of workers contact dermatitis. Research subjects are all the worker who uses chemicals during the work process (80 workers) consists from 4 (four) different sections: production (handwork), maintenance (plant service and die shop), quality control, and inventory finish part. Methodology used for data collection was using a questionnaire in which respondents were asked to fullfill a self- completion questionnaire. Results suggested that workers at PT IPPI experienced contact dermatitis are 39 workers (48,8%). There are 4 (four) factors were investigated using chi-square test (95% level of confidence) which are significantly related to contact dermatitis, including: type of work {p value 0,02, odds ratio 3,4 (1,305-8,641)}; age {p value 0,042, odds ratio 2,8 (1,136-7,019)}; working period {p value 0,014, odds ratio 3,5 (1,383-9,008)}; history of dermatitis at previous workplace {p value 0,042, odds ratio 5,9 (1,176-29,103)}. Factors which are not related to contact dermatitis are history of allergy, personal hygiene, and the use of PPE (Personal Protective Equipment).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Dermatitis Atopik dengan Kejadian Dermatitis Kontak Alergi

Hubungan Dermatitis Atopik dengan Kejadian Dermatitis Kontak Alergi

hingga 10%reaksi positif, yang negatif pada pemeriksaan sebelumnya. 2,5,6,25 Intensitas reaksi dinilai dan dicatat sesuai dengan International Contact Dermatitis Research Group (ICDRG) menurut sistem penilaian oleh Wilkinson dkk. yaitu, + (reaksi non vesikular lemah dengan eritema yang dapat diraba), ++ (reaksi kuat edema atau vesikular), +++ (reaksi hebat bulosa atau ulserasi). Bila reaksi sangat lemah atau meragukan dimana hanya ada eritema samar atau makular (tidak dapat diraba) dicatat dengan tanda tanya (?+), dan reaksi iritan dicatat sebagai IR. 6,21,26,27 Jika memungkinkan, tes tempelharusdipasang di bagian punggung atas pasien karena merupakan lokasiyang paling nyaman baik untuk dokter dan pasien, dan sebagian besar validasi uji tempel dilakukan di daerah ini. Aplikasi tes di daerah tubuh lain (misalnya tangan, lengan, paha, perut) harus dibatasi pada situasi pengecualian dan harus dilakukan oleh dokter berpengalaman karena kesulitan interpretasi. 3,25
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

What do you need to know about skin disorders

What do you need to know about skin disorders

These are ˘ Atopic Eczema can result in scratching of skin and skin infection, Allergic Contact Dermatitis leads to skin irritation, Irritant Contact Dermatitis dry and irritant skin esp[r]

2 Baca lebih lajut

Allergic Reactions To Latex Gloves

Allergic Reactions To Latex Gloves

The three main types of health problems which can be caused by wearing regular natural rubber latex gloves are 1 irritant dermatitis, 2 allergic contact dermatitis and 3 immediate latex [r]

1 Baca lebih lajut

Penyakit Kulit yang Tersering pada Masyarakat Pesisir Pantai di Kecamatan Pantai Labu Desa Rugemuk Periode Juli–Agustus 2014

Penyakit Kulit yang Tersering pada Masyarakat Pesisir Pantai di Kecamatan Pantai Labu Desa Rugemuk Periode Juli–Agustus 2014

Contact Hypersensitivity and Allergic Contact Dermatitis Among School Children and Teenagers with Eczema.. Penyakit Kulit yang Umum di Indonesia.[r]

2 Baca lebih lajut

direct contact network

direct contact network

In order to discuss the routing problem, we need a model that describes the network. A DTN is composed of com- puting systems participating in the network, called nodes. One-way links connect some nodes together. These links may go up and down over time, due to mobility, failures, or other events. When the link is up, the source node has an opportunity to send data to the other end. In the DTN literature this opportunity is called a contact [1]. More than one contact may be available between a given pair of nodes. For example, a node might have both a high-performance, expensive connection and a low-performance, cheap connec- tion that are available simultaneously for communication with the same destination. The contact schedule is the set of times when the contact will be available. In graph theory, this model is a time-varying multigraph. The DTN archi- tecture proposes to use this network by forwarding complete messages over each hop. These messages will be buffered at each intermediate node, potentially on non-volatile storage. This enables messages to wait until the next hop is available, which may be a long period of time.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Dermatitis Atopik.

Dermatitis Atopik.

leher, kulit kepala, badan, dan permukaan ekstensor dari ekstremitas, sedangkan untuk anak-anak sebaran lesi biasanya terdapat di leher, pergelangan tangan dan kaki, dan dibagian lipatan dari ekstremitas, sedangkan untuk remaja dan dewasa di tangan, kaki, dan bagian lipatan dari ekstremitas. 3 Pada kasus dimana pasien berusia 2 tahun, lesi pada kulit yang muncul adalah papul eritema multipel berbentuk bulat dengan diameter 0,1-0,2 mm dengan sebaran lesi yang sesuai dengan kelompok umurnya, yaitu di daerah badan, punggung, pergelangan tangan, permukaan ekstensor tangan, lipatan siku, dan bagian lipatan lutut. Dari gambaran klinis dan lokasi sebaran lesi kulit pada pasien sangat mendukung diagnosis kearah dermatitis atopi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Dermatitis Herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Pada tahun 1884 Louis Duhring pertama kali menjelaskan gambaran klinis dan sejarah dari suatu kelainan polimorfik yang gatal, yang disebutnya dermatitis herpetiformis. Beberapa literatur menyebut kelainan ini sebagai penyakit Duhring untuk menghormatinya. Pada tahun 1888 Brocq menjelaskan penderita dengan kelainan yang sangat mirip dan disebutnya dermatite polymorphe prurigineusu. Pada tahun 1940 Costello memperlihatkan kemanjuran dari sulfapiridin dalam pengobatan DH. Pierard, Whimster, Mac Vicar dkk. Pada awal tahun 1960 menemukan bahwa lesi dini DH ditandai dengan mikroabses netrofil pada papilla dermis. Pada tahun 1967 Cormane menemukan bahwa kulit DH mengandung deposit immunoglobulin pada ujung papilla dermis dan pada tahun 1969 Van der Meer melanjutkan penelitian ini dan menemukan imonuglobulin tersebut adalah IgA. 1,2,3
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan Pekerja Salon Terhadap Dermatitis Kontak di Kecamatan Medan Petisah Kota Medan Pada Tahun 2016

Tingkat Pengetahuan Pekerja Salon Terhadap Dermatitis Kontak di Kecamatan Medan Petisah Kota Medan Pada Tahun 2016

Sebelum seorang pertama kali menderita dermatitis kontak alergik, terlebih dahulu mendapatkan perubahan spesifik reaktivitas pada kulitnya. 12 Perubahan ini terjadi karena adanya kontak dengan bahan kimia sederhana yang disebut hapten (alergen yang memilik berat molekul kecil yang dapat menimbulkan reaksi antibodi tubuh jika terikat dengan protein untuk membentuk antigen lengkap). Antigen ini kemudian berpenetrasi ke epidermis dan ditangkap dan diproses oleh antigen presenting cells (APC), yaitu makrofag, dendrosit, dan sel Langerhans. 13 Selanjutnya antigen ini dipresentasikan oleh APC ke sel T. Setelah kontak dengan antigen yang telah diproses ini, sel T menuju ke kelenjar getah bening regional untuk berdeferensiasi dan berproliferasi membentuk sel T efektor yang tersensitisasi secara spesifik dan sel memori. Sel-sel ini kemudian tersebar melalui sirkulasi ke seluruh tubuh, juga sistem limfoid, sehingga menyebabkan keadaan sensitivitas yang sama di seluruh kulit tubuh. Fase saat kontak pertama alergen sampai kulit menjadi sensitif disebut fase induksi atau fase sensitisasi. Fase ini rata-rata berlangsung selama 2-3 minggu. 12
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Buy Contact Lenses Online

Buy Contact Lenses Online

A majority of contact lens online retailers will provide simple instructions to follow for purchasing contact lenses online, and credit card information is almost always a requirement fo[r]

1 Baca lebih lajut

PEMBUATAN CONTACT RETRIEVE DAN ANTARMUKA

PEMBUATAN CONTACT RETRIEVE DAN ANTARMUKA

Gambar 4.3 Antarmuka Contact Retrieve Antarmuka contact retrieve digunakan untuk mengambil kontak pada phone book atau sim card yang akan digunakan sebagai tujuan pengirima pesan. Pada gambar diatas terdapat alert permission untuk mengakses phonebook, namun karena screenshoot diambil ketika aplikasi dijalankan pada emulator maka pengaksesan phonebook tidak dapat dilakukan. 4. Antarmuka Manage pesan

7 Baca lebih lajut

Multilingualism and language contact

Multilingualism and language contact

Indonesian is societal multicultural marriages forms of cultural difference among different languages. Besides the diversity in the dialect which is owned by Indonesianas the national language, the needs for foreign language abolish proficiency especially English strengthen the status of Indonesians into social multilingual. Many languages in large cities, used various by various people, therefore, make contact their language and culture inevitable. The language used like this situation may, of course, has the potential to cause rivalry or conflicts (in dialect, national, and foreign languages) and then not observed and anticipated, however, can take social disharmony for survival language especially for vernacular, so that it would need proper planning as well.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

AGENT CONTACT CENTER SIAP

AGENT CONTACT CENTER SIAP

Apabila customer telah terdaftar menghubungi contact center, maka ada 2 (dua) kemungkinan nomor yang digunakan telah terdaftar atau belum, apabila customer menggunakan nomor yang tidak terdaftar maka halaman yang muncul adalah halaman customer (lakukan pencarian), tetapi apabila nomor yang digunakan adalah nomor yang telah terdaftar maka halaman yang akan muncul adalah halaman cockpit (Data detail Customer) yang bersangkutan, seperti pada gambar dibawah ini:

18 Baca lebih lajut

AGENT CONTACT CENTER SIAP

AGENT CONTACT CENTER SIAP

Apabila customer telah terdaftar menghubungi contact center, maka ada 2 (dua) kemungkinan nomor yang digunakan telah terdaftar atau belum, apabila customer menggunakan nomor yang tidak terdaftar maka halaman yang muncul adalah halaman customer (lakukan pencarian), tetapi apabila nomor yang digunakan adalah nomor yang telah terdaftar maka halaman yang akan muncul adalah halaman cockpit (Data detail Customer) yang bersangkutan, seperti pada gambar dibawah ini:

18 Baca lebih lajut

How to Contact MathWorks

How to Contact MathWorks

To save a figure using a standard graphics format for use with other applications, such as TIFF or JPG, select Save As or Export Setup, if you want additional control from the File menu[r]

204 Baca lebih lajut

Show all 1251 documents...