Daerah aliran sungai (das) Waduk Batu Tegi

Top PDF Daerah aliran sungai (das) Waduk Batu Tegi:

Pengaruh Erosi dan Sedimentasi terhadap Umur Waduk Saguling di Daerah Aliran sungai Citarum

Pengaruh Erosi dan Sedimentasi terhadap Umur Waduk Saguling di Daerah Aliran sungai Citarum

dari laju sedimentasi yang terjadi di Waduk Saguling. Hal ini menunjukan bahwa erosi yang terjadi di DAS. Citarum tidak semuanya terangkut ke dalam waduk, seba-[r]

194 Baca lebih lajut

Optimasi Pola Tanam Menggunakan Program Linier (Waduk Batu Tegi, Das Way Sekampung, Lampung)

Optimasi Pola Tanam Menggunakan Program Linier (Waduk Batu Tegi, Das Way Sekampung, Lampung)

Kebutuhan akan hasil pertanian, energi listrik, dan air baku semakin meningkat dengan bertambahnya penduduk, oleh karena itu diperlukan peningkatan produksi pertanian, suplai energi listrik, dan sumber air baku. Salah satu upaya untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, baik di musim hujan atau musim kemarau yang mempengaruhi ketersediaan air waduk, adalah dengan melakukan studi optimasi. Dampak terbesar dari ketersediaan air waduk berpengaruh pada hasil pertanian. Dari Waduk Batu Tegi, daerah irigasi yang diairi adalah Daerah Irigasi Sekampung dan Daerah Irigasi Seputih (Gambar 1). Dalam studi ini akan dilakukan optimasi Waduk Batu Tegi untuk menghitung intensitas tanam di Daerah Irigasi Sekampung dengan total luas area 46.108 Ha untuk menghasilkan nilai hasil panen maksimal. Untuk mengoptimasi volume waduk dalam pemenuhan kebutuhan irigasi akan digunakan Linear Programming. Berikut adalah skema keseimbangan air Waduk Batu Tegi:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Optimasi Pola Tanam Menggunakan Program Linier (Waduk Batu Tegi, Das Way Sekampung, Lampung)

Optimasi Pola Tanam Menggunakan Program Linier (Waduk Batu Tegi, Das Way Sekampung, Lampung)

Kebutuhan akan hasil pertanian, energi listrik, dan air baku semakin meningkat dengan bertambahnya penduduk, oleh karena itu diperlukan peningkatan produksi pertanian, suplai energi listrik, dan sumber air baku. Salah satu upaya untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, baik di musim hujan atau musim kemarau yang mempengaruhi ketersediaan air waduk, adalah dengan melakukan studi optimasi. Dampak terbesar dari ketersediaan air waduk berpengaruh pada hasil pertanian. Dari Waduk Batu Tegi, daerah irigasi yang diairi adalah Daerah Irigasi Sekampung dan Daerah Irigasi Seputih (Gambar 1). Dalam studi ini akan dilakukan optimasi Waduk
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

OPTIMASI POLA TANAM MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER (WADUK BATU TEGI, DAS WAY SEKAMPUNG, LAMPUNG)

OPTIMASI POLA TANAM MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER (WADUK BATU TEGI, DAS WAY SEKAMPUNG, LAMPUNG)

Kebutuhan akan hasil pertanian, energi listrik, dan air baku semakin meningkat dengan bertambahnya penduduk, oleh karena itu diperlukan peningkatan produksi pertanian, suplai energi listrik, dan sumber air baku. Salah satu upaya untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, baik di musim hujan atau musim kemarau yang mempengaruhi ketersediaan air waduk, adalah dengan melakukan studi optimasi. Dampak terbesar dari ketersediaan air waduk berpengaruh pada hasil pertanian. Dari Waduk Batu Tegi, daerah irigasi yang diairi adalah Daerah Irigasi Sekampung dan Daerah Irigasi Seputih (Gambar 1.1). Dalam studi ini akan dilakukan optimasi Waduk Batu Tegi untuk menghitung intensitas tanam di Daerah Irigasi Sekampung dengan total luas area 46.108 Ha untuk menghasilkan nilai hasil panen maksimal. Untuk mengoptimasi volume waduk dalam pemenuhan kebutuhan irigasi akan digunakan Linear Programming.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

OPTIMASI POLA TANAM MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER (WADUK BATU TEGI, DAS WAY SEKAMPUNG, LAMPUNG) - ITS Repository

OPTIMASI POLA TANAM MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER (WADUK BATU TEGI, DAS WAY SEKAMPUNG, LAMPUNG) - ITS Repository

Kebutuhan akan hasil pertanian, energi listrik, dan air baku semakin meningkat dengan bertambahnya penduduk, oleh karena itu diperlukan peningkatan produksi pertanian, suplai energi listrik, dan sumber air baku. Salah satu upaya untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, baik di musim hujan atau musim kemarau yang mempengaruhi ketersediaan air waduk, adalah dengan melakukan studi optimasi. Dampak terbesar dari ketersediaan air waduk berpengaruh pada hasil pertanian. Dari Waduk Batu Tegi, daerah irigasi yang diairi adalah Daerah Irigasi Sekampung dan Daerah Irigasi Seputih (Gambar 1.1). Dalam studi ini akan dilakukan optimasi Waduk Batu Tegi untuk menghitung intensitas tanam di Daerah Irigasi Sekampung dengan total luas area 46.108 Ha untuk menghasilkan nilai hasil panen maksimal. Untuk mengoptimasi volume waduk dalam pemenuhan kebutuhan irigasi akan digunakan Linear Programming.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

Modal Manusia Untuk Konservasi Waduk Wonogiri (Studi Kasus di Sub Daerah Aliran Sungai Keduang)

Modal Manusia Untuk Konservasi Waduk Wonogiri (Studi Kasus di Sub Daerah Aliran Sungai Keduang)

Dalam kajian ini modal/capital yang akan dibahas kaitannya dengan konservasi DAS Keduang adalah modal manusia (human capacital). Modal manusia adalah kondisi manusia yang berpangkal pada ilmu pengetahuan yang dimiliki, pendidikan, kesehatan, keterampilan dan gizi sehari-hari (Pretty, 2003). Modal manusia, yang berupa jenjang/latar belakang pendidikan, pelatihan di bidang pertanian, pengala- man di bidang pertanian, kesempatan mendapat informasi berpengaruh kuat terhadap pengambilan keputusan melakukan konservasi daerah aliran sungai secara berkelanjutan. Sebagai informasi, upaya konservasi di DAS Keduang ini dilakukan dengan pendeka- tan vegetatif, dimana metode vegetatif dalam strategi konservasi tanah dan air adalah pengelolaan tanaman dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat menekan laju erosi dan aliran permukaan. Oleh sebab itu untuk mengetahui kondisi modal manusia pada upaya penanggulan- gan sedimentasi melalui konservasi di DAS Keduang perlu dilakukan kajian ini.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Modal Manusia Untuk Konservasi Waduk Wonogiri (Studi Kasus Di Sub Daerah Aliran Sungai Keduang)

Modal Manusia Untuk Konservasi Waduk Wonogiri (Studi Kasus Di Sub Daerah Aliran Sungai Keduang)

Dalam kajian ini modal/capital yang akan dibahas kaitannya dengan konservasi DAS Keduang adalah modal manusia (human capacital). Modal manusia adalah kondisi manusia yang berpangkal pada ilmu pengetahuan yang dimiliki, pendidikan, kesehatan, keterampilan dan gizi sehari-hari (Pretty, 2003). Modal manusia, yang berupa jenjang/latar belakang pendidikan, pelatihan di bidang pertanian, pengala- man di bidang pertanian, kesempatan mendapat informasi berpengaruh kuat terhadap pengambilan keputusan melakukan konservasi daerah aliran sungai secara berkelanjutan. Sebagai informasi, upaya konservasi di DAS Keduang ini dilakukan dengan pendeka- tan vegetatif, dimana metode vegetatif dalam strategi konservasi tanah dan air adalah pengelolaan tanaman dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat menekan laju erosi dan aliran permukaan. Oleh sebab itu untuk mengetahui kondisi modal manusia pada upaya penanggulan- gan sedimentasi melalui konservasi di DAS Keduang perlu dilakukan kajian ini.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Modal Manusia Untuk Konservasi Waduk Wonogiri (Studi Kasus Di Sub Daerah Aliran Sungai Keduang)

Modal Manusia Untuk Konservasi Waduk Wonogiri (Studi Kasus Di Sub Daerah Aliran Sungai Keduang)

Dalam kajian ini modal/capital yang akan dibahas kaitannya dengan konservasi DAS Keduang adalah modal manusia (human capacital). Modal manusia adalah kondisi manusia yang berpangkal pada ilmu pengetahuan yang dimiliki, pendidikan, kesehatan, keterampilan dan gizi sehari-hari (Pretty, 2003). Modal manusia, yang berupa jenjang/latar belakang pendidikan, pelatihan di bidang pertanian, pengala- man di bidang pertanian, kesempatan mendapat informasi berpengaruh kuat terhadap pengambilan keputusan melakukan konservasi daerah aliran sungai secara berkelanjutan. Sebagai informasi, upaya konservasi di DAS Keduang ini dilakukan dengan pendeka- tan vegetatif, dimana metode vegetatif dalam strategi konservasi tanah dan air adalah pengelolaan tanaman dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat menekan laju erosi dan aliran permukaan. Oleh sebab itu untuk mengetahui kondisi modal manusia pada upaya penanggulan- gan sedimentasi melalui konservasi di DAS Keduang perlu dilakukan kajian ini.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MENENTUKAN WADUK PRIORITAS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CISANGGARUNG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

MENENTUKAN WADUK PRIORITAS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CISANGGARUNG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Gambaran potensi air merupakan informasi yang cukup penting dalam rencana pengembangan SDA di rencana lokasi waduk. Didalam pembangunan waduk yang perlu diperhatikan adalah kemampuan dalam produksi dan kapasitas. Produksi adalah jumlah air yang dapat disediakan oleh waduk dalam jangka waktu tertentu. Dari produksi waduk yang nanti direncanakan dapat ditetapkan seberapa besar kapasitas yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan dengan kendala tertentu. Potensi air tersebut dapat dikembangkan dengan melihat beberapa aspek yang memungkinkan adanya potensi tersebut. Salah satunya adalah DAS baik dari luas, karakteristik topografi yang berhubungan dengan tingkat sedimentasi, maupun kondisi sungai sehingga debit sungai sebagai base flow yang ada diketahui secara visual. Gambaran potensi SDA DAS Cisanggarung dapat dilihat pada Tabel 2.3.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

TEKNOLOGI REBOISASI TEPAT GUNA SALAH SATU ALTERNATIF KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI WADUK WONOGIRI

TEKNOLOGI REBOISASI TEPAT GUNA SALAH SATU ALTERNATIF KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI WADUK WONOGIRI

Waduk Wonogiri adalah salah satu pengendali banjir di Bengawan Solo berfungsi sebagai pengendali banjir, waduk tersebut memiliki multi guna yaitu untuk air irigasi, pembangkit tenaga listrik, perikanan, pariwisata dll. Mengingat DAS waduk Wonogiri tataguna lahannya sudah banyak berubah, alih fungsi lahan dari hutan menjadi lahan pertanian akibat perkembangan kebutuhan manusia, maka terjadi laju erosi yang tinggi, dan akhirnya mengendap di waduk. Hal ini umur waduk akan menjadi berkurang. Salah satu pemasok sedimen terbesar adalah dari sub DAS Keduang, selain luas DAS nya yang paling besar juga kondisinya sudah kritis. Tindakan konservasi sangat di perlukan dalam pengendalian laju erosi. Upaya reboisasi yang diterapkan harus secara efisien dan tepat guna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetukan alternatif teknik reboisasi sehingga bisa menurunkan laju erosi dan aliran permukaan. Untuk mengetahui laju erosi permukaan dianalisis dengan metode USLE dan dikalibrasi dengan pengukuran langsung, sedangkan aliran permukaan dianalisis berdasarkan kondisi aktual dan setelah direboisasi dengan rumusan Rational yang dikalibrasi pengukuran debit aliran secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa reobisasi lahan tegal dan hutan dengan tanaman reboisasi terpilih merupakan skenario yang paling efisien dalam penangulangan erosi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Modal Manusia Untuk Konservasi Waduk Wonogiri (Studi Kasus di Sub Daerah Aliran Sungai Keduang)

Modal Manusia Untuk Konservasi Waduk Wonogiri (Studi Kasus di Sub Daerah Aliran Sungai Keduang)

Dalam kajian ini modal/capital yang akan dibahas kaitannya dengan konservasi DAS Keduang adalah modal manusia (human capacital). Modal manusia adalah kondisi manusia yang berpangkal pada ilmu pengetahuan yang dimiliki, pendidikan, kesehatan, keterampilan dan gizi sehari-hari (Pretty, 2003). Modal manusia, yang berupa jenjang/latar belakang pendidikan, pelatihan di bidang pertanian, pengala- man di bidang pertanian, kesempatan mendapat informasi berpengaruh kuat terhadap pengambilan keputusan melakukan konservasi daerah aliran sungai secara berkelanjutan. Sebagai informasi, upaya konservasi di DAS Keduang ini dilakukan dengan pendeka- tan vegetatif, dimana metode vegetatif dalam strategi konservasi tanah dan air adalah pengelolaan tanaman dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat menekan laju erosi dan aliran permukaan. Oleh sebab itu untuk mengetahui kondisi modal manusia pada upaya penanggulan- gan sedimentasi melalui konservasi di DAS Keduang perlu dilakukan kajian ini.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN. Daerah Aliran Sungai (DAS) Progo merupakan daerah aliran sungai yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Daerah Aliran Sungai (DAS) Progo merupakan daerah aliran sungai yang

Sebagai contoh sederhana ditunjukkan pada Gambar 2.2. Pada gambar tersebut dilakukan pembuatan konstruksi dinding penahan tebing suatu sungai yang terbuat dari pasangan batu. Dasar sungai yang berupa pasir dan geometri sungai yang cenderung berbelok membuat sungai membentuk formasi sand bar di tengan-tengah sungai. Perubahan geometri tersbut akhirnya merubah pola aliran sungai. Sand bar yang ada ditengah tersebut membelokan arah aliran sehingga aliran pada sisi kanan sungai menjadi lebih cepat. Hal ini menyebabkan tegangan geser dasar sungai juga semakin besar dan yang tejadi tegangan geser ini mampu membawa material dasar di kaki pasangan batu penahan tebing. Selanjutnya dasar sungai di kaki dinding penahan tebing tererosi sehingga konstruksi tidak mempunyai landasan yang kuat dan stabil. Hal ini menyebabkan keruntuhan atau kegagalan konstruksi seperti dapat dilihat pada Gambar 2.2 (b). Melihat kejadian yang sederhana tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian para engineer atau praktisi kurang memperhatikan proses sedimentasi dan erosi pada sungai hubungannya dengan kestabilan konstruksi bangunan sungai.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Penentuan Tingkat Kekritisan Lahan Daerah Aliran Sungai Bilah Di Kabupaten Labuhan Batu

Penentuan Tingkat Kekritisan Lahan Daerah Aliran Sungai Bilah Di Kabupaten Labuhan Batu

Usaha rehabilitasi lahan dan konservasi tanah dititikberatkan pada usaha yang dapat merangsang partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan mengolah tanah beserta upaya pelestarian tanah yang digarap atau dimilikinya. Reboisasi atau rehabilitasi hutan lindung bertujuan untuk menghutankan kembali kawasan hutan lindung kritis di wilayah daerah aliran sungai (DAS) yang dilaksanakan bersama masyarakat secara partisipatif. Kepastian ini merupakan prioritas karena sesuai dengan fungsinya. Kegiatan utamanya adalah penanaman kawasan hutan lindung dengan tanaman hutan dan tanaman kehidupan yang bermanfaat yang dilaksanakan secara partisipatif oleh masyarakat setempat.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI BERBASIS MODEL HIDROLOGI ELEMENTER KASUS: DAERAH TANGKAPAN AIR WADUK MRICA

PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI BERBASIS MODEL HIDROLOGI ELEMENTER KASUS: DAERAH TANGKAPAN AIR WADUK MRICA

ABSTRAK Alih fungsi lahan dari hutan menjadi lahan budidaya tanaman sayuran yang belum sepenuhnya mengikuti kaidah konservasi semakin menambah laju sedimentasi yang masuk ke waduk Mrica. Waduk yang mulai beroperasi tahun 1989, akan dipenuhi sedimenpada tahun 2021. Kompleksitas pengelolaan kawasan DAS masih membutuhkan suatu inovasi pendekatan hidrologi untuk memperbaiki situasi,terutama untuk melestarikan sumberdaya air. Fenomena perubahan dan alih fungsi lahan dan dampak kinerja yang ditimbulkan, merupakan kejadian di alam yang perlu dipahami untuk menentukan tindakan yang perlu dilakukan di waktu yang akan datang. Model hidrologi dipandang sebagai alat ekstrapolasi yang dapat membantu memahami fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan DAS, menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis model hidrologi elementer. Tulisan ini, menggunakan metode kajian pustaka,difokuskan untuk mengungkapkan konsepsi penelitian,sebagai metode pendekatan dalam mencapai tujuan. Konsepsi penelitian yang dimaksud yaitu perakitan-rangkaian serial model hidrologi dan penilaian kuantitatif pengelolaan DAS terkait kinerjanya. Dalam konsep perakitan tersebut akan diaplikasikan model hidrologi sebagai basis penilaian kuantitatif kinerja DAS. Hasil perakitan akan memberikan gambaran peran model hidrologi dalam menghasilkan informasi yang berkaitan dengan kinerja pengelolaan DAS berbasis output. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai alternatif masukan dalam kebijakan pengelolaan DAS-Sumberdaya air dan menjadi dasar pengembangan model hidrologi spesifi k daerah tangkapan air waduk Mrica.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Melindungi Daerah Aliran Sungai (DAS)

Melindungi Daerah Aliran Sungai (DAS)

Tragedi Situ Gintung Pada dini hari 27 Maret 2009, ketika kebanyakan penduduk yang tinggal di sekitar waduk Situ Gintung dan sepanjang sungai Pesanggrahan masih tidur lelap, bencana air bah melanda akibat tanggul yang jebol . Banjir tumpahan air sebanyak 2 juta meter kubik mendadak menyapu dan merendam areal seluas 10 hektar di bawahnya . Bencana ini diikuti dengan gerakan tanah longsor tepi tanggul . Akibatnya 250 rumah rusak serta korban 100 orang tewas, lebih dari 103 hilang dan 179 lainnya luka-luka . Banyak warga yang mengalami trauma psikologis serta kehilangan tempat tinggal dan harta benda .
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA. Defenisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Daerah Aliran Sungai (DAS) didefenisikan sebagai suatu wilayah daratan yang

TINJAUAN PUSTAKA. Defenisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Daerah Aliran Sungai (DAS) didefenisikan sebagai suatu wilayah daratan yang

Sedimen adalah hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis erosi tanah lainnya. Sedimen umumnya mengendap di bagian bawah kaki bukit, di daerah genangan banjir, di saluran air, sungai, dan waduk. Hasil sedimen (sediment yield) adalah besarnya sedimen yang berasal dari erosi yang terjadi di daerah tangkapan air yang diukur pada periode waktu dan tempat tertentu. Hasil sedimen biasanya diperoleh dari pengukuran sedimen terlarut dalam sungai (suspended sediment) atau dengan pengukuran langsung di dalam waduk, dengan kata lain bahwa sedimen merupakan pecahan, mineral, atau material organik yang ditransferkan dari berbagai sumber dan diendapkan oleh media udara, angin, es, atau oleh air dan juga termasuk di dalamnya material yang diendapakan dari material yang melayang dalam air atau dalam bentuk larutan kimia (Asdak, 2007).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

DAMPAK WADUK BANYURIPAN TERHADAP MASYARAKAT KAWASAN DESA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI OYO 1

DAMPAK WADUK BANYURIPAN TERHADAP MASYARAKAT KAWASAN DESA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI OYO 1

Penelitian ini ingin mengetahui masyarakat yang terkena dampak positif / negatif adanya rencana Waduk Banyuripan, besarnya konflik yang terjadi, tuntutan masyarakat yang terkena dampak negatif, cara merealisir pembangunan Waduk Banyuripan yang dianggap potensial. Penelitian ini sangat penting untuk dilakukan baik bagi masyarakat dan pemerintah. Selain itu juga LPM Universitas Negeri Yogyakarta berkepentingan pula mengingat pengabdian lembaga ini baik pembinaan moral, fisik seperti kawasan lingkungan, sarana jalan dan jembatan serta jambanisasi selama beberapa tahun yang terkena genangan air Waduk Banyuripan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA Sungai dan Daerah Aliran Sungai

TINJAUAN PUSTAKA Sungai dan Daerah Aliran Sungai

Timbal adalah unsur yang biasanya ditemukan di dalam batu - batuan, tanah, tumbuhan dan hewan. Timbal 95% bersifat anorganik dan pada umumnya dalam bentuk garam anorganik yang umumnya kurang larut dalam air. Selebihnya berbentuk timbal organik. Timbal organik ditemukan dalam bentuk senyawa Tetra Ethyl Lead (TEL) dan Tetra Methyl Lead (TML). Jenis senyawa ini hampir tidak larut dalam air, namun dapat dengan mudah larut dalam pelarut organik misalnya dalam lipid. Waktu keberadaan timbal dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti arus angin dan curah hujan. Timbal tidak mengalami penguapan namun dapat ditemukan di udara sebagai partikel. Selain itu, timbal merupakan sebuah unsur maka tidak mengalami degradasi (penguraian) dan tidak dapat dihancurkan (Palar, 2004).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA Daerah Aliran Sungai

TINJAUAN PUSTAKA Daerah Aliran Sungai

Reservoir berfungsi seperti waduk yaitu untuk menyediakan simpanan (tampungan) air, oleh karena itu ciri fisik yang paling penting adalah kapasitas simpanan. Kapasitas reservoir yang bentuknya beraturan dapat dihitung dengan rumus – rumus untuk menghitung volume benda padat. Menurut Linsley dan Franzini (1985) permukaan genangan normal adalah elevasi maksimum yang dicapai oleh kenaikan pemukaan waduk pada kondisi operasi biasa. Untuk sebagian besar waduk, genangan normal ditentukan oleh elevasi mercu pelimpah atau puncak pintu pelimpah. Permukaan genangan minimum adalah elevasi terendah yang dapat diperoleh bila genangan dilepaskan pada kondisi normal. Inlet pada waduk biasanya dilengkapi dengan bangunan untuk mencegah terjadinya pendangkalan pada waduk yang dapat mengurangi kapasitas waduk.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA Daerah Aliran Sungai

TINJAUAN PUSTAKA Daerah Aliran Sungai

Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan limpasan permukaan serta sumber air lainnya (mata air) pada lahan- lahan pertanian. Kasiro et al. (1994) mengatakan embung sebagai tandon air merupakan waduk berukuran mikro yang dibangun untuk menampung kelebihan air di musim hujan dan selanjutnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dengan urutan prioritas: penduduk, ternak dan irigasi. Jumlah kebutuhan air akan menentukan tinggi tubuh embung, dan kapasitas tampung embung. Kedua besaran tersebut perlu dibatasi karena kesederhanaan teknologi yang dipakai. Batasan tersebut sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...