Desa Karang Hegar

Top PDF Desa Karang Hegar:

TAYUBAN DI GRUP NANJUNG JAYA ENCLING DESA KARANG HEGAR KABUPATEN SUBANG - repository UPI S STR 1203050 Title

TAYUBAN DI GRUP NANJUNG JAYA ENCLING DESA KARANG HEGAR KABUPATEN SUBANG - repository UPI S STR 1203050 Title

TAYUBAN DI GRUP NANJUNG JAYA ENCLING DESA KARANGHEGAR KABUPATEN SUBANG Oleh Deby Shera Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidik[r]

3 Baca lebih lajut

S STR 1203050 Chapter1

S STR 1203050 Chapter1

Dalam sejarahnya, kesenian Tayuban di Desa Karang Hegar Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang merupakan suatu kesenian tradisi dari kalangan menak yang kini menjadi kesenian tradisi rakyat. Berkembangnya kesenian Tayuban di Kecamatan Pabuaran apabila dilihat dari fungsinya sebagai upacara ritual kesuburan pertanian, hal itu karena didasari oleh letak geografis Kabupaten Subang yang memiliki bermacam-macam daerah berbeda yaitu daerah pegunungan, daerah pedataran dan daerah pantai, sehingga letak geografis ini bisa saja menjadi faktor yang paling penting terhadap tumbuh dan berkembangnya kesenian Tayuban.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

S STR 1203050 Chapter5

S STR 1203050 Chapter5

Kesenian Tayuban dari generasi ke generasi mengalami perkembangan pada pertunjukkannya. Pada zaman dahulu kesenian Tayuban ini masih sangat erat dengan tradisi yang dibawanya, dilihat dari unsur ritual maupun dalam penyajian pertunjukkannya. Seperti penyajian sesajen dalam pertunjukkan kesenian Tayuban , pada zaman dahulu penyajian sesajen dilakukan di atas panggung dengan dibawakan oleh ronggeng , namun pada masa sekarang penyajian sesajen di dalam Tayuban dilakukan hanya di belakang panggung sehingga tidak terlihat oleh penonton. Begitupun kesenian Tayuban di Grup Nanjung Jaya Encling yang dipimpin oleh Naslim (Encling), kesenian Tayuban di grup ini masih ada unsur ritualnya namun tidak sesakral pada zaman dahulu, sesajen nya cukup dilakukan di belakang panggung dengan tujuan agar terhindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Adapun sejarah keberadaan kesenian Tayuban di Kabupaten Subang yaitu didahului oleh Lapidin dari daerah Ciasem Subang, sebagaimana dijelaskan oleh Casmita Kepala Desa Karang Hegar yaitu :
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Kajian Implementasi Pengelolaan Daerah Perlindungan Laut di Desa Mattiro Deceng, Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan

Kajian Implementasi Pengelolaan Daerah Perlindungan Laut di Desa Mattiro Deceng, Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh COREMAP II (2007), kondisi terumbu karang di Desa Mattiro Deceng baik di Pulau Badi maupun Pulau Pajjenekang dapat dikatakan cukup baik. Tipe terumbu karang yang ada di Pulau Badi adalah terumbu karang tepi (fringing reef). Karang yang banyak ditemukan di kedua pulau antara lain genus Acropora, Echhinopora, Euphyllia, Favid, Favites, Fungia, Galaxea, Lobophylla, Melliopora, Montipora, Pavona, Pocillopora, Porites, Pyrogyra, Seriatopora dan Turbinaria. Invertebrata yang ditemui antara lain sea urcin, bulu babi, bintang ular, bintang biru, siput laut, udang air, bintang kotak, bintang merah dan kima. Sedangkan ikan karang yang banyak ditemukan di pulau tersebut antara lain jenis Pterocaesio kryso (Pterocaesio chrysozona), betok Alex (Pomacentrus alexanderae), betok bule strip (Amblyglyphidodon curacao), betok Ternate (Chromis ternatensis), betok hijau/Jae-Jae (Chromis viridis), ekor kuning (Caesio cuning), KKO Jakarta (Cirrhilabrus cyanopleura) dan muka biru (Pomacentrus smithi).
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT  DALAM RAPAT KARANG TARUNA  Pelaksanaan Musyawarah Untuk Mufakat Dalam Rapat Karang Taruna (Studi Kasus pada Karang Taruna Sumber Cahaya di Dukuh Sumberejo Desa Patihan Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen).

PELAKSANAAN MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT DALAM RAPAT KARANG TARUNA Pelaksanaan Musyawarah Untuk Mufakat Dalam Rapat Karang Taruna (Studi Kasus pada Karang Taruna Sumber Cahaya di Dukuh Sumberejo Desa Patihan Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen).

2. Kendala dalam Pelaksanaan Musyawarah untuk Mufakat saat Rapat Karang Taruna Sumber Cahaya di Dukuh Sumberejo Desa Patihan Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen ..................................................................................... 116

18 Baca lebih lajut

DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN.

DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN.

Pembangunan di bidang kepemudaan merupakan mata rantai tak terpisahkan dari sasaran pembangunan manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. Keberhasilan pembangunan pemuda sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki keunggulan daya saing, merupakan salah satu kunci untuk membuka peluang untuk keberhasilan di berbagai sektor pembangunan lainnya. Oleh karena itu, pembangunan kepemudaan dianggap sebagai salah satu program yang tidak dapat diabaikan dalam menyiapkan kehidupan bangsa di masa depan.Dalam pendampingan ini, fasilitator mendalami tentang kesusksesan masa lalu yang pernah dicapai oleh masyarakat Balun. Pendampingan yang dilakukan kepada masyarakat Balun menggunakan Assed Based Community Development (ABCD). Pendampingan ini memanfaatkan potensi yang ada di Desa Balun. Salah satu asset yang dimiliki Desa balun adalah karang taruna yang merupakan asset institusi. Peran partisipatif pemuda dibutuhkan dalam proses pemberdayaan ini dalam pembentukan kesadaran kritis pemuuda, Adanya karang taruna serta kesuksesannya dimasa lalu merupakan asset yang harus dikembangkan dan dipertahankan. Untuk menimbulkan kesadaran kritis pemuda Balun, maka dimulai dengan Pengaktifan kembali karang taruna yang tidak berjalan sesuai dengan fungsinya selama 2 tahun, sebagai tempat atau wadah bagi pemuda Balun mengeluarkan gagasan-gagasan untuk membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi karang taruna . Melalui kelompok kelembagaan masyarakat dapat membentuk berbagai macam kegiatan maupun gerakan yang dapat meningkatkan perekonoomian masyarakat dan menimbulkan partisipasi pemuda. Pengelolahan bandeng presto merupakan upaya pemuda dalam memanfaatkan kekayaan ikan yang dimilki oleh Desa Balun, kegiatan tersebut bekerjasama dengan ibu-ibu PKK Desa Balun. Pemberdayaan ini juga menghasilkan pola pikir yang kritis terhadap pemuda dalam mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Subjective Well-Being Pada Pasangan Yang Menikah Muda.

PENDAHULUAN Subjective Well-Being Pada Pasangan Yang Menikah Muda.

Data menunjukkan sebanyak 10 remaja pria dan 12 remaja wanita asal Sragen diketahui menikah di bawah umur sepanjang Januari hingga Juni 2016.Faktor hamil di luar nikah mendominasi alasan remaja asal Bumi Sukowati memilih nikah dini. Kasubid Keluarga Sejahtera, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BKBPMD) Sragen, Deddy Setyo Handoko, mengatakan angka pernikahan dini di Sragen terbilang tinggi. Deddy menjelaskan pernikahan dini sebelumnya didominasi remaja di daerah pinggiran Kabupaten Sragen. Namun, tidak dipungkiri terdapat sejumlah remaja di kawasan Kota Sragen yang ikut menikah di usia muda. Deddy mengakui perkembangan teknologi informasi (TI) ikut mempengaruhi pola pikir remaja (Duhri, 2016).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Nurhadi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK - ANALISIS TEORI STRUKTURASI ANTHONY GIDDENS DALAM UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI PEMUDA DALAM PROGRAM KARANG TARUNA

Nurhadi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK - ANALISIS TEORI STRUKTURASI ANTHONY GIDDENS DALAM UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI PEMUDA DALAM PROGRAM KARANG TARUNA

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Dalam upaya peningkatan partisipasi pemuda dalam program-program Karang Taruna dibutuhkan peran aktor yang dapat melakukan upaya tersebut. Kepala Desa memiliki peran yang paling besar dalam berjalannya program-program dalam pembangunan Desa maka membentuk Karang Taruna Garuda yang dijadikan fasilitator antara masyarakat dengan pemerintahan, serta Karang Taruna Garuda selain membuat program- program unggulan untuk menarik minat partisipasi pemuda, Karang Taruna Garuda juga bertugas melakukan sosialisasi yang pengarahan tentang pentingnya peran pemuda dalam pembangunan desa, dan pentingnya partisipasi pemuda dalam mengikuti program-program Karang Taruna. Setelah diadakan program- program dan sosialisasi tersebut masih diadakan evaluasi dan perbaikan dari waktu ke waktu serta monitoring tentang keberlangsungan program dan kemajuan yang dirasakan. (2) Proses upaya peningkatan partisipasi pemuda dalam program Karang Taruna merupakan proses Strukturasi. Artinya terjadi proses produksi dan reproduksi antara upaya yang diterapkan oleh aktor dan pemuda yang menerapkan sehingga terbentuk sebuah struktur, kemudian penerapan tersebut terjadi secara terus menerus dan trus berproses dari waktu ke waktu.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

670028241.doc 61.58KB 2015-10-12 00:18:06

670028241.doc 61.58KB 2015-10-12 00:18:06

Daerah yang menjadi sasaran kami melakukan program ini adalah di daerah Kabupaten Grobogan, tepatnya di Desa Kradenan. Berdasarkan data yang kami peroleh, bahwa daerah Kabupaten Grobogan terdapat banyak kasus korupsi, dan di Desa Kradenan terdapat suatu sejarah yang merupakan alasan kami untuk mengadaan program ini supaya muncul rasa nasionalisme dan jiwa anti korupsi pada masyarakat Desa Kradenan terutama di kalangan pemuda.

20 Baca lebih lajut

RUP Disperkim 091113

RUP Disperkim 091113

Travo, Tiang dan Daya Listrik untuk pemasangan Pompa Mesin di Desa Biih Kec.. Karang Intan dan Desa Sungkai Kec.[r]

11 Baca lebih lajut

S PKN 1106080 Chapter1

S PKN 1106080 Chapter1

Adapun penelitian ini difokuskan terhadap karang taruna untuk memberikan pemahaman urgensinya keberadaan karang taruna dalam mengembangkan mentalitas pemuda. Penelitian ini berjudul “Peran an Karang Taruna dalam Mengembangkan Sikap Mental Generasi Muda (Studi Kasus di Karang Taruna Bhina Jaya Bhakti Desa Jayagiri Kecamatan Lembang”.

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA KARANG TARUNA DESA PAKANG  Hubungan Antara Empati Dengan Perilaku Altruisme Pada Karang Taruna Desa Pakang.

HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA KARANG TARUNA DESA PAKANG Hubungan Antara Empati Dengan Perilaku Altruisme Pada Karang Taruna Desa Pakang.

Perilaku altruisme pada remaja khususnya pada karang taruna di era globalisai saat ini mengalami banyak penurunan. Salah satu penyebabnya yaitu lunturnya sikap empati dikalangan remaja. Penggunaan teknologi canggih, mesin, elektronik, komputer,,beban pekerjaan, tugas sekolah dan fokusnya di bangku perkuliahan membuat remaja saat ini cenderung membuat remaja fokus pada kepentingannya sendiri dan cenderung mengabaikan perilaku altruisme terhadap orang lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara empati dengan perilaku altruisme pada karang taruna khususnya di desa Pakang. Mengetahui tingkat empati pada remaja. Seberapa besar perilaku altruisme pada remaja karang taruna. Mengetahui sumbangan efektif empati terhadap perilaku altruisme pada remaja karang taruna desa Pakang. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan positif antara empati dengan perilaku altruisme pada karang taruna desa Pakang. Subjek berjumlah 65 orang dari keseluruhan remaja yang ada di dalam anggota karang taruna desa Pakang. Untuk itu peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik studi populasi atau study sensus karena peneliti menggunakan seluruh sampel pada anggota karang taruna desa Pakang. Metode pengumpulan data menggunakan alat ukur skala empati dan skala perilaku altruisme. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Hasil analisis diperoleh data koefisien korelasi (r xy) sebesar 0,584 dengan Signifikansi p = 0,000 (p ≤ 0,01). Ada hubungan positif yang sangat signifikan antara empati dengan perilaku altruisme pada karang taruna desa Pakang, yang berarti hipotesis diterima. Sumbangan efektif empati 34,1%, hal ini berarti masih terdapat 65,9% variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi perilaku altruisme. Variabel perilaku altruisme mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 81,89 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 62,5 yang berarti perilaku altruisme pada subjek tergolong tinggi. Variabel empati diketahui rerata empirik (RE) sebesar 75,89 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 62,5 yang berarti tergolong tinggi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBANGUNAN PASAR (Studi Implementasi Kesejahteraan Masyarakat Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan) - Raden Intan Repository

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBANGUNAN PASAR (Studi Implementasi Kesejahteraan Masyarakat Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan) - Raden Intan Repository

Sesuai dengan prinsip kepala desa mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintah desa kepada bupati/wali kota, memberikan laporan keterangan pertanggung jawaban kepada BPD, serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintah desa kepada masyarakat. Laporan penyelenggaraan pemerintahan desa disampaikan kepada bupati/wali kota melalui camat satu kali dalam satu tahun. Laporan pertanggung jawaban kepada BPD disampaikan satu kali dalam satu tahun dalam musyawarah BPD.Menginformasikan laporan penyelenggaraan desa kepada masyarakat dapat berupa selebaran yang ditempelka pada papan pengumuman atau diinformasikan secara lisan dalam berbagai pertemuan mastarakat desa atau dengan media lainnya. Laporan tersebut digunakan oleh bupati/wali kota sebagai dasar melakukaan evaluasi penyelenggaraan pemerintah desa dan sebagai pembinaan lebih lanjut. Kepala desa juga wajib menyampaikan laporan akhir masa jabatan kepala desa yang disampaikan kepada bupati/wali kota melalui camat dan kepada BPD. 45
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Analisis status terumbu karang untuk pengembangan wisata bahari di desa Teluk Buton Kabupaten Natuna

Analisis status terumbu karang untuk pengembangan wisata bahari di desa Teluk Buton Kabupaten Natuna

Penelitian dilakukan di perairan Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara Kabupaten Natuna pada bulan April sampai dengan Juni 2009. Pelaksanaan penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama pengumpulan data, tahap kedua observasi lapangan dan tahap ke tiga analisis data. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Pengamatan terumbu karang dilokasi penelitian, data diambil dengan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) mengikuti English et al., (1997). Pengamatan ikan karang yaitu menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) yang dikelompokkan ke dalam 3 kelompok utama (English, et al., 1997), yaitu : ikan target, ikan indikator dan ikan mayor, dan pengambilan data benthic fauna menggunakan metode LIT reef check benthic fauna.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Analisis status terumbu karang untuk pengembangan wisata bahari di desa Teluk Buton Kabupaten Natuna:

Analisis status terumbu karang untuk pengembangan wisata bahari di desa Teluk Buton Kabupaten Natuna:

Penelitian dilakukan di perairan Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara Kabupaten Natuna pada bulan April sampai dengan Juni 2009. Pelaksanaan penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama pengumpulan data, tahap kedua observasi lapangan dan tahap ke tiga analisis data. Kondisi umum stasiun penelitian, dimana Desa Teluk Buton merupakan pusat Administratif pemerintahan dan terdapat dua pulau, yaitu Pulau Pendek dan Pulau Panjang. Pulau Pendek yaitu berada dibagian Timur Desa Teluk Buton dan berdekatan dengan Pulau Panjang, dimana Pulau Pendek tersebut tidak berpenghuni/berpenduduk serta bentuk fisiknya berbukit-bukit dan bergelombang. Sementara Pulau Panjang berada di bagian Barat Desa Teluk Buton, dimana pulau tersebut tidak berpenghuni/berpenduduk dan kondisi fisik pulau tersebut, yaitu datar dan berbukit serta ditumbuhi oleh pohon kelapa yang masih produktif. Stasiun penelitian dapat dilihat pada Gambar 2.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Reproduksi Karang | Karya Tulis Ilmiah Reproduksi Karang

Reproduksi Karang | Karya Tulis Ilmiah Reproduksi Karang

Reproduksi hewan karang dapat terjadi secara seksual maupun aseksual. Proses reproduksi seksual dimulai dengan pembentukan klon gamet sampai terbentuknya gamet masak, proses ini disebut sebagai gametogenesis. Gamet yang masak kemudian akan dilepaskan dalam bentuk planula. Planula yang telah lepas akan berenang bebas dalam perairan. Dan bila mendapati tempat yang cocok, ia akan menetap di dasar/substrat dan berkembang menjadi koloni baru. Karang dalam melakukan pembuahan ada yang diluar tubuh induknya (pembuahan eksternal) dan ada yang didalam tubuh induknya (pembuahan internal) (Nybakken, 1992). Reproduksi Aseksual karang dilakukan dengan cara membentuk tunas. Tunas ini biasanya akan tumbuh di permukaan bagian bawah atau pada bagian pinggir koloni karang. Tunas baru akan tetap melekat hingga ukuran tertentu sampai dapat melepaskan diri dan menjadi individu baru. Pembentukan tunas ini dapat terjadi dapat dilakukan dengan cara pertunasan intretentakular, yaitu
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Efektivitas pengelolaan terumbu karang di dua daerah perlindungan laut Kecamatan Lahewa Nias Provinsi Sumatera Utara:

Efektivitas pengelolaan terumbu karang di dua daerah perlindungan laut Kecamatan Lahewa Nias Provinsi Sumatera Utara:

Dari hasil dan pembahasan dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut : 1) Pengelolaan terumbu karang di DPL Kelurahan Pasar Lahewa cukup efektif, hal ini terlihat pada pengukuran beberapa indikator dengan teknik Amoeba mengalami perubahan. Indikator-indikator tersebut yaitu persentase tutupan karang hidup tahun 2006 sebesar 39.31%, meningkat pada tahun 2009 menjadi 44.84% berada dalam kondisi sedang. Peningkatan tutupan karang hidup dari tahun 2006 sampai tahun 2009 di DPL Kelurahan Pasar Lahewa sebesar 5.53%. Jumlah spesies ikan karang yang ditemukan pada tahun 2006 sebanyak 35 spesies meningkat pada tahun 2009 sebanyak 41 spesies. Struktur keseragaman jenis ikan karang pada tahun 2006 sebesar 70.1% (0.701) meningkat pada tahun 2009 menjadi 80.4% (0.804). Biota megabentos yang ditemukan pada tahun 2006 sebanyak 4 spesies, meningkat pada tahun 2009 sebanyak 9 spesies. Struktur keseragaman jenis biota megabentos pada tahun 2006 sebesar 70.5% (0.705) meningkat pada tahun 2009 menjadi 87.4% (0.874). Hasil pengukuran parameter kualitas perairan masih normal dan sangat sesuai untuk pertumbuhan terumbu karang dan perkembangan biota lain. Tingkat kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan DPL cukup tinggi dan meningkat dibandingkan tahun 2006. Tingkat pendapatan rata-rata masyarakat pada tahun 2006 sekitar Rp. 500.000/bulan (33.3%) mengalami peningkatan pada tahun 2009 menjadi Rp. 1.461.428/bulan (48.7%). Sedangkan tingkat persepsi masyarakat tentang pengelolaan terumbu karang di DPL menurun pada tahun 2009 dibandingkan dengan tingkat persepsi masyarakat pada tahun 2006.
Baca lebih lanjut

250 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA KARANG TARUNA DESA PAKANG  Hubungan Antara Empati Dengan Perilaku Altruisme Pada Karang Taruna Desa Pakang.

HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA KARANG TARUNA DESA PAKANG Hubungan Antara Empati Dengan Perilaku Altruisme Pada Karang Taruna Desa Pakang.

mempertahankan kondisi anggota karang taruna yang memiliki empati yang tinggi serta perilaku altruisme yang tinggi, dapat dilakukan dengan cara mengadakan kegiatan positif kepada anggota karang taruna agar memberikan contoh tentang kepedulian dan perhatian individu terhadap teman atau orang lain, misalnya: kegiatan kerja bakti, Palang Merah Remaja, Pecinta Alam, Bhakti Sosial, mengunjungi panti asuhan, dan kegiatan lainnya.

15 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN LOKASI: Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN LOKASI: Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman.

Karang Taruna “Bangun” Desa Srimartani sebaga i lembaga maupun organisasi yang bergerak dibidang pembangunan kesejahteraan sosial menunjukkan peranan dan fungsinya secara optimal. Karang Taruna “Bangun” Desa Srimartani merupakan wadah pembinaan generasi muda yang berada di Desa Srimartani dengan mengoptimalkan tujuh seksi dan tiga UPT (Unit Pelaksana Teknis) untuk menyelesaikan masalah – masalah yang ada di desa Srimartani khususnya dalam pengembangan kegiatan kepemudaan. Munculnya tujuh seksi dan tiga UPT ini mengacu kepada Pedoman Teknis Karang Taruna namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan di Desa Srimartani. Tujuh seksi tersebut antara lain seksi pendidikan dan pelatihan, seksi pengabdian masyarakat, seksi koperasi dan usaha ekonomi produktif, seksi kerohanian dan bina mental, seksi olahraga dan budaya, seksi lingkungan hidup dan pariwisata, seksi hubungan masyarakat dan kemitraan. Sedangkan untuk 3 UPT yang ada di karang taruna “Bangun” yaitu Srimartani FC, Radio Komunitas Srimartani FM dan PIKR (Pusat dan Informasi Konseling Remaja) dan Relawan Srimartani Cepat Tanggap (RESPECT).
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

EVALUASI KEBERHASILAN PROGRAM AIR MINUM DAN SANITASI (PAMSIMAS) DI KABUPATEN TEGAL DAN KABUPATEN BREBES - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EVALUASI KEBERHASILAN PROGRAM AIR MINUM DAN SANITASI (PAMSIMAS) DI KABUPATEN TEGAL DAN KABUPATEN BREBES - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

The results of the performance assessment analysis PAMSIMAS Program Management Agency in the village and the village of Karang Mulya and Jejeg in Tegal regency and village and village Cilibur and Bentar in Bradford district based normative references and analyzes people's satisfaction level of water services in the Bradford district at 3.60 and people's satisfaction water services in Tegal regency of 3.79. Value of the customer satisfaction levels, including high satisfaction category (3.00-4.00). Performance assessment of water services in the village and the village Bentar and Cilibur Brebes based normative reference, No.47 Kepmendagri. 1999 th success rate of clean water services with a score of > 45-60. Then program in the district of bradford category PAMSIMAS Good Performance. And to the village of Karang Mulya and Jejeg performance assessment of Tegal 64.44 with good category with a score of >60. From the results of this analysis, PAMSIMAS Program in Tegal regency and Bradford is indicated as program delivery and management of clean water at a rate sufficient to meet the expected service performance. Based on the results of the SWOT analysis (Strength, Weaknesses, Opportunities and Threats), power performance and the Tegal Management Board is Bradford indicates the position in Quadrant I is influenced by the strength (power) and threat, which is to increase the capacity of community water services must be adjusted with the characteristics of the local community.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...