Distribusi Kecepatan

Top PDF Distribusi Kecepatan:

Distribusi Kecepatan Kendaraan Ruas Jalan Tol Dalam Kota Dan Luar Kota.

Distribusi Kecepatan Kendaraan Ruas Jalan Tol Dalam Kota Dan Luar Kota.

Salah satu aspek kecepatan yang penting dibahas adalah distribusi kecepatan. Distribusi-distribusi statistik bermanfaat dalam memahami banyak proses dalam teknik lalu-lintas. Distribusi penting untuk ditinjau karena berguna dalam memprediksi kejadian yang terjadi secara tidak berurutan (Hubber, 1975).

14 Baca lebih lajut

EVALUASI DISTRIBUSI KECEPATAN ALIRAN DI BELOKAN SUNGAI JELARAI

EVALUASI DISTRIBUSI KECEPATAN ALIRAN DI BELOKAN SUNGAI JELARAI

Untuk memvalidasi hasil interprestasi diatas maka perlu dilakukan evaluasi pola dan distribusi kecepatan aliran hasil model numerik. Untuk model numerik, data alur sungai dan batimetri dasar diperoleh dari hasil pengukuran dengan echo-sounding yang didapatkan dari Dinas Pengairan, Kab. Bulungan yang dilakukan pada bulan Nopember 2014. Mengingat tidak tersedianya pencatatan data historis debit sungai dan data sedimen maka dalam permodelan ini dilakukan pendekatan teoritis untuk menentukan kapasitas aliran di Sungai Jelarai sebagaimana berikut:
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ANALISIS DISTRIBUSI KECEPATAN ALIRAN PADA DAERAH SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO

ANALISIS DISTRIBUSI KECEPATAN ALIRAN PADA DAERAH SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO

Dian Sisinggih, Sri Wahyuni (2014), telah melakukan evaluasi distribusi kecepatan aliran di belokan Sungai Jelarai dan perubahan morfologi yang terjadi. Dari hasil analisa geometri sungai dan pemodelan hidrodinamika dan arus di Sungai Jelarai dapat diketahui bahwa pada saat debit banjir untuk semua kondisi pasang surut, gerakan pusaran arus/vortex ini bergerak menyusuri sisi luar belokan dan berbalik arah ke hulu. Kondisi ini akan berpotensi pada pengendapan/penggerusan di sekitar perubahan arah arus tersebut dan tergantung pada kondisi alami tebing dan material sedimen yang terbawa. Dari pemodelan transportasi sedimen, untuk debit banjir diperoleh kecender- ungan akan terjadinya penggerusan di sisi luar belokan (pada lokasi sheetpile). Untuk itu diperlukan adanya pe- nanganan yang berupa pengendalian dinamika arus aliran dan perkuatan dasar tebing.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

DISTRIBUSI KECEPATAN DAN KONSENTRASI SEDIMEN SUSPENSI PADA SALURAN MENIKUNG (STUDI KASUS DI SALURAN IRIGASI MATARAM) - Politeknik Negeri Padang

DISTRIBUSI KECEPATAN DAN KONSENTRASI SEDIMEN SUSPENSI PADA SALURAN MENIKUNG (STUDI KASUS DI SALURAN IRIGASI MATARAM) - Politeknik Negeri Padang

Kecepatan aliran dan konsentrasi sedimen suspensi merupakan parameter penting dari mekanisme angkutan sedimen terutama untuk agradasi dan degradasi. Adanya gaya sentrifugal pada tikungan saluran akan mengakibatkan terjadinya peningkatan kecepatan ke arah sisi luar tikungan. Hal ini tentu juga akan mempengaruhi distribusi kecepatan aliran ke arah sisi luar dan sisi dalam tikungan saluran. Dengan adanya perubahan distribusi kecepatan tersebut maka sangat dimungkinkan terjadi juga perubahan distribusi konsentrasi sedimen suspensinya. Dalam tulisan ini akan dibahas seberapa besar terjadi perubahan distribusi kecepatan dan distribusi konsentrasi sedimen suspensi pada tikungan saluran. Penelitian ini dilakukan di lokasi tikungan Saluran Irigasi Mataram Yogyakarta. Saluran yang diteliti berpenampang segi empat yang terbuat dari pasangan batu dengan sudut tikungan 58 0 dan lebar 4.22 meter. Pengukuran kecepatan menggunakan Propeller
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Simulasi Distribusi Kecepatan Aliran Uap Yang Melewati Turbin Ventilator Valve Menuju Kondensor Yang Mengenai Deflektor Dengan Penambahan Sheet Protection Berbentuk Setengah Lingkaran PLTU Tanjung Jati B Jepara - ITS Repository

Simulasi Distribusi Kecepatan Aliran Uap Yang Melewati Turbin Ventilator Valve Menuju Kondensor Yang Mengenai Deflektor Dengan Penambahan Sheet Protection Berbentuk Setengah Lingkaran PLTU Tanjung Jati B Jepara - ITS Repository

Dari hasil simulasi menggunakan FLUENT 6.3.26 bisa didapatkan karakteristik aliran berupa visualisasi aliran berupa kontur kecepatan, vector kecepatan dan distribusi kecepatan pada permukaan pipa condenser dengan variasi ketinggian sheet protection. Variasi pertama sheet protection terletak di y = -1 m, kedua y = -1.2 m dan yang ketiga y = -1.5 m. Setelah dilakukan simulasi didapatkan kecepatan yang paling tinggi pada permukaan pipa condenser berturut-turut 19 m/s, 17 m/s dan 16 m/s. Dengan kecepatan yang sudah didapat dari simulasi kemudian dilakukan analisis fatigue terhadap ketiga kondisi penelitian. Setelah dilakukan analisis fatigue dengan penambahan sheet protection pada condenser, tube condenser tidak mengalami kerusakan dikarenakan tegangan yang terjadi berada di bawah kurva fatigue limit.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

The Validity Of Clauser’s Method For Determining Shear Velocity, U*, In A Curved Channel

The Validity Of Clauser’s Method For Determining Shear Velocity, U*, In A Curved Channel

ukuran memperlihatkan suatu penyimpangan yang signifikan ter- hadap data distribusi kecepatan di tengah, dimana bentuk distri- busi kecepatan cenderung masuk (melengkung) ke dalam. Analisis lebih lanjut terhadap data ini memperlihatkan bahwa se- bagian besar data distribusi kecepatan di inner region tidak me- ngikuti persamaan logaritmik (lihat pembahasan di belakang pada Tabel 2). Untuk data pada sisi luar tikungan, bentuk distribusi ke- cepatan hanya sedikit menyimpang terhadap distribusi kecepatan di tengah saluran, khususnya data di daerah inner regian yang praktis berimpit. Bila dicermati lebih lanjut, sebagaimana disam- paikan di depan bahwa dasar saluran mengalami degradasi mak- simum pada tampang tikungan 60°. Bentuk kontur dasar inilah yang barangkali mempengaruhi bentuk distribusi kecepatan yang berbeda pada tampang saluran, disamping adanya faktor lain, se- perti pengaruh dinding saluran yang dapat mempengaruhi aliran di tepi saluran.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Simulasi Numerik Pengaruh Kecepatan Inlet Dan Posisi Ketinggian Outlet Terhadap Karakteristik Aliran Dan Perpindahan Panas Konveksi Pada Ruang Server Dengan Floor Inlet Flow - ITS Repository

Simulasi Numerik Pengaruh Kecepatan Inlet Dan Posisi Ketinggian Outlet Terhadap Karakteristik Aliran Dan Perpindahan Panas Konveksi Pada Ruang Server Dengan Floor Inlet Flow - ITS Repository

Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil simulasi numerik tentang pengaruh kecepatan inlet dan pengaruh posisi outlet terhadap karakteristik aliran dan perpindahan panas secara konveksi dengan menggunakan flow inlet flow pada ruang server. Pemodelan geometri ruangan, server, lokasi outlet dan lokasi inlet selanjutnya akan disimulasikan menggunakan CFD, hasil dari proses simulasi akan menampilkan aliran fluida, temperatur udara, dan perpindahan panas pada ruang server. Pada penelitian kali ini akan di fokuskan perpindahan panas pada rak server, simulasi distribusi kecepatan udara dan distribusi temperatur udara pada ruang server dengan menggunakan FLUENT 6.3.2 dengan model 3 dimensi (3ddp). Setelah proses iterasi dilakukan, maka diperoleh data hasil post processing dari pemodelan yang meliputi pola aliran (Pathline), vektor kecepatan, kontur kecepatan udara, dan kontur distribusi temperatur udara. Gambar 4.1 menunjukan pemodelan domain yang di simulasikan.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH ANGLE MIXING CHAMBER TERHADAP UNJUK KERJA STEAM EJECTOR REFRIGERATION

KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH ANGLE MIXING CHAMBER TERHADAP UNJUK KERJA STEAM EJECTOR REFRIGERATION

Dari Gambar 5 dapat dilihat bahwa semakin tinggi tekanan boiler menghasilkan entraintment ratio semakin tinggi pula. Hal ini disebabkan dengan tekanan boiler yang tinggi akan menghasilkan kecepatan keluar nosel dengan kecepatan aliran yang lebih tinggi pula. Sehingga kecepatan aliran akan tetap tinggi meskipun sudah bertemu dengan secondary flow sampai posisi y dan bercampur dengan secondary flow sampai posisi m, seperti terlihat pada grafik distribusi kecepatan.

8 Baca lebih lajut

PEMODELAN DAN PENGUJIAN MODEL DINAMIS SALURAN TERBUKA HIDROLIK YANG MENGGUNAKAN WEIR SEGITIGA

PEMODELAN DAN PENGUJIAN MODEL DINAMIS SALURAN TERBUKA HIDROLIK YANG MENGGUNAKAN WEIR SEGITIGA

Salah satu parameter pengukuran hidrologi yang penting adalah debit aliran. Dalam sebuah saluran tertutup dengan distribusi kecepatan yang seragam, misalnya pada pipa, maka cukup mudah untuk memperhitungkan debit alirannya. Namun tidak demikian halnya dengan saluran terbuka, salah satunya akibat distribusi kecepatan yang tidak seragam. Kerumitan akan bertambah jika saluran terbuka tersebut terbentuk secara alami, misalnya sungai dengan struktur yang berkelok, kemiringan yang berubah dan faktor penghambat yang beraneka ragam. [1],[2],[3].
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

INLET DAN POSISI KETINGGIAN OUTLET TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN DAN PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA RUANG SERVER DENGAN TOP FLOW INLET

INLET DAN POSISI KETINGGIAN OUTLET TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN DAN PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA RUANG SERVER DENGAN TOP FLOW INLET

Gambar 4.6 merupakan zoom in distribusi kecepatan dari server 1. Dari hasil tampilan kontur kecepatan diperoleh bahwa distribusi kontur kecepatan pada variasi posisi ketinggian outlet. Kecepatan udara pada inlet diffuser tidak sebesar 2 m/s, hal ini diakibatkan adanya perbedaan temperatur udara ruangan dengan inlet diffuser. Setelah udara keluar dari diffuser, terlihat bahwa udara memiliki kecepatan yang semakin turun. Melalui kontur kecepatan, terlihat bahwa kecepatan udara dingin pada ketinggian server menurun. Kecepatan udara pada tiap baris rak server berada pada rentang 0,22 – 0,89 m/s di semua variasi ketinggian outlet. Kemudian udara dingin mulai jatuh ke bawah lalu menyebar, sehingga udara panas yang dihasilkan ketika melewati rak server naik keatas. Hal ini disebabkan pergerakan udara panas yang dihasilkan oleh server, dimana udara panas memiliki density yang rendah. Melalui kontur kecepatan udara dapat dilihat pula kecepatan udara disekitar ruang pada rentang 0 – 0,44 m/s, hal ini menunjukkan adanya sirkulasi aliran yang terbentuk akibat efek buoyancy udara pendingin dan udara panas di dalam ruangan.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Pemodelan Transport Sedimen Akibat Arus yang Dibangkitkan oleh Gelombang di Perairan Pulau Baai, Bengkulu

Pemodelan Transport Sedimen Akibat Arus yang Dibangkitkan oleh Gelombang di Perairan Pulau Baai, Bengkulu

Selanjutnya model diterapkan di perairan Pulau Baai Bengkulu untuk mempelajari pola sedimentasi dan erosi di sekitar pantainya. Simulasi model arus dan transport sedimen dilakukan selama 7 hari pada monsun barat dan monsun timur. Berdasarkan hasil simulasi model arus di perairan pantai memperlihatkan arah kecepatan arus yang sesuai dengan data pengukuran PPGL (Nasrun dkk., 1996). Sirkulasi arus hasil simulasi pada monsun barat bergerak ke barat daya, sedangkan pada monsun timur bergerak ke timur laut. Secara kualitatif simulasi transport sedimen menunjukkan pola yang bersesuaian dengan pengukuran lapangan PPGL (Arifin dkk., 2001). Dari analisis pola sedimentasi-erosi hasil simulasi model transport sedimen pada musim barat, erosi terlihat dominan di pantai bagian barat daya, sedangkan sedimentasi dominan di bagian timur laut. Sebaliknya pada musim timur, sedimentasi terjadi di pantai bagian barat daya dan erosi mendominasi di bagian timur laut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Studi Numerik Pengaruh Kecepatan Angin terhadap Critical radius dan Distribusi Temperatur pada Pipa Uap

Studi Numerik Pengaruh Kecepatan Angin terhadap Critical radius dan Distribusi Temperatur pada Pipa Uap

s number dan nusselt nilai nusselt number akan semakin besar. akan semakin kecil dan terbesar didapat pada tanpa insulasi yaitu kecepatan angin 1m/s dengan , akan terjadi jika loss akan semakin ntu akan mencapai dengan penambahan menunjukkan bahwa nilai dari pipa uap panas dengan critical radius.

6 Baca lebih lajut

Analisis Penentuan Rute Distribusi Optimal dengan Pendekatan Manajemen Transportasi dan Distribusi di PTPN IV

Analisis Penentuan Rute Distribusi Optimal dengan Pendekatan Manajemen Transportasi dan Distribusi di PTPN IV

“Penentuan Rute Distribusi Produk yang Optimal dengan Memperhatikan Faktor Kecepatan Kendaraan Guna Meningkatkan Efisiensi Penggunaan BBM”.[r]

1 Baca lebih lajut

Konsep Dasar Terjadinya Angkutan Sedimen.

Konsep Dasar Terjadinya Angkutan Sedimen.

Sebuah saluran dengan material pasir dalam keadaan lepas dan non cohesive serta berbutir seragam yang diairi dengan debit tertentu, maka partikel-partikel dasar saluran tersebut pasti akan mengalami gaya yang kita kenal dengan gaya hidrodinamis. Kecepatan aliran akan bertambah dengan bertambahnya debit yang dikarenakan oleh sebab tertentu, maka dengan sendirinya gaya-gaya hidrodinamis yang timbul akan bertambah besar, sehingga partikel-partikel material dari dasar saluran tidak dapat bertahan lagi dan akan mulai bergerak hanyut, dimana saat-saat seperti ini akan kita kenal dengan kondisi KRITIS.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

ANALISIS VARIASI KECEPATAN PENGELASAN TERHADAP DISTRIBUSI TEMPERATUR PENGELASAN ALUMINIUM AA11OO METODE FRICTION STIR WELDING

ANALISIS VARIASI KECEPATAN PENGELASAN TERHADAP DISTRIBUSI TEMPERATUR PENGELASAN ALUMINIUM AA11OO METODE FRICTION STIR WELDING

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Variasi Kecepatan Pengelasan terhadap Distribusi Temperatur Pengelasan Aluminium AA1100 Metode Friction Stir Welding”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Jember.

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...