film hidrogel

Top PDF film hidrogel:

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

pemisahan galaktomanan dilakukan dengan metode pemusingan menggunakan alat sentrifuge dengan kecepatan 7000 rpm selama 60 menit dan diekstraksi menggunakan pelarut etanol sehingga diperoleh 8,5545 gram (4,27 %) galaktomanan dari 200 gram kolang-kaling. Ikat silang galaktomanan dengan asam borat dilakukan dengan metode pengadukan dengan hotplate stirrer dengan perbandingan antara galaktomanan dengan asam borat yakni GIB 1 (1:0,05); GIB 2 (1:0,10); GIB 3 (1:0,20); GIB 4 (1:0,30); dan GIB 5 (1:0,40). Hasil analisis FT-IR menunjukkan munculnya pita serapan vibrasi stretching B-O pada bilangan gelombang 1357,89 - 1365,60 cm -1 , vibrasi stretching O-H pada daerah bilangan gelombang 3394,72 - 3417,86 cm -1 dan vibrasi bending O-H pada daerah bilangan gelombang 1635,64 - 1643,35 cm -1 . Hasil analisis SEM ( Scanning Electron Microscopic ) pada GIB 4 menunjukkan morfologi permukaan film hidrogel galaktomanan ikat silang borat tampak kasar dan bergelombang disertai adanya sejumlah lembah. Hasil pengukuran ketebalan film hidrogel galaktomanan ikat silang borat diperoleh sebesar 1,42 - 1,98 mm. Hasil pengukuran derajat swelling film hidrogel dalam air suling dan larutan Buffer Phosphate pH 7,4 maksimum pada GIB 2, dalam larutan NaCl 0,9 % mengalami peningkatan, sedangkan dalam larutan HCl 0,1 N hidrogel larut seluruhnya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Segala puji dan syukur penulis hadiratkan kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah melimpahkan kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan sarjana sains di Jurusan Kimia FMIPA USU dengan judul “ PEMBUATAN FILM HIDROGEL GALAKTOMANAN IKAT SILANG BORAT DARI GALAKTOMANAN KOLANG-KALING (Arenga pinnata) DENGAN ASAM BORAT (H 3 BO 3 ) ” .

13 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

pemisahan galaktomanan dilakukan dengan metode pemusingan menggunakan alat sentrifuge dengan kecepatan 7000 rpm selama 60 menit dan diekstraksi menggunakan pelarut etanol sehingga diperoleh 8,5545 gram (4,27 %) galaktomanan dari 200 gram kolang-kaling. Ikat silang galaktomanan dengan asam borat dilakukan dengan metode pengadukan dengan hotplate stirrer dengan perbandingan antara galaktomanan dengan asam borat yakni GIB 1 (1:0,05); GIB 2 (1:0,10); GIB 3 (1:0,20); GIB 4 (1:0,30); dan GIB 5 (1:0,40). Hasil analisis FT-IR menunjukkan munculnya pita serapan vibrasi stretching B-O pada bilangan gelombang 1357,89 - 1365,60 cm -1 , vibrasi stretching O-H pada daerah bilangan gelombang 3394,72 - 3417,86 cm -1 dan vibrasi bending O-H pada daerah bilangan gelombang 1635,64 - 1643,35 cm -1 . Hasil analisis SEM (Scanning Electron Microscopic) pada GIB 4 menunjukkan morfologi permukaan film hidrogel galaktomanan ikat silang borat tampak kasar dan bergelombang disertai adanya sejumlah lembah. Hasil pengukuran ketebalan film hidrogel galaktomanan ikat silang borat diperoleh sebesar 1,42 - 1,98 mm. Hasil pengukuran derajat swelling film hidrogel dalam air suling dan larutan Buffer Phosphate pH 7,4 maksimum pada GIB 2, dalam larutan NaCl 0,9 % mengalami peningkatan, sedangkan dalam larutan HCl 0,1 N hidrogel larut seluruhnya.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Abd El-Mohdy, H.L. and Abd El-Rehim, H.A., 2009, Radiation Synthesis of Kappa Carrageenan/acrylamide Graft Copolymers as Superabsorbents and Their Possible Applications , Journal of Polymer Research, 16: 63-72. Didalam Distantina, S., 2014, Modifikasi Sifat Swelling Hidrogel Karagenan Eucheuma Cottonii dengan Proses Desulfasi, Oversulfasi, dan Crosslinking , FT, UGM, Yogyakarta.

4 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat  Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling  (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

process of galactomannan had been done by sentrifuged method that used a sentrifuge at a speed 7000 rpm for 60 minutes and extracted with ethanol solvent to obtain 8,5545 gram (4,27 %) of galactomannan from 200 gram kolang-kaling. Crosslinking galactomannan with boric acid had been done by stirring method using a hotplate stirrer with ratio between galactomannans and boric acids were GIB 1 (1:0,05); GIB 2 (1:0,10); GIB 3 (1:0,20); GIB 4 (1:0,30); and GIB 5 (1:0,40). The analysis of functional group by FT-IR showed the vibration of stretching B-O in the area of wave numbers from 1357,89 - 1365,60 cm -1 , the vibration of stretching O-H in the area of wave numbers 3394,72 - 3417,86 cm -1 , and the vibration of bending O- H in the area of wave numbers 1635,64 – 1643,35 cm -1 . The analysis of surface morphology by SEM (Scanning Electron Microcopic) on GIB 4 showed the hydrogel galactomannan crosslinked borate was rough and perforated. The thickness measurements of film hydrogel galactomannan crosslinked borate was 1,42 - 1,98 mm. The swelling degree of hydrogel galactomannan crosslinked borate in distilled water and Buffer Phosphate pH 7,4 maximum in GIB 2, in the solution of NaCl 0,9 % increased, whereas in the solution of HCl 0,1 N dissolved entirely.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Swelling adalah salah satu sifat fisika yang khas dari hidrogel, menggambarkan kemampuan hidrogel dalam menyerap air. Jika polimer hidrogel mengembang ( swelling ) dalam mediumnya, ini menunjukkan bahwa hidrogel mampu menyerap medium cairnya tanpa larut didalamnya. Semakin banyak rantai yang berikatan silang dalam suatu polimer, kemampuan mengembangnya akan menurun dan gel menjadi semakin keras (Patrulea et al. , 2013).

14 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Hidrogel berbahan dasar polimer alam memiliki keunggulan seperti ramah lingkungan ( biodegradable ), tidak bersifat racun (non toksik), dan bahan bakunya cukup melimpah dibandingkan polimer sintetis sehingga harganya lebih murah (Distantina, 2014). Polimer alam yang berasal dari karbohidrat memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan hidrogel antara lain seperti alginate , karagenan , tragakan , pectin , xanthan gum , gellan gum , dan guar gum (Lieberman et al. , 1990).

4 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN POLIETILEN GLIKOL DIAKRILAT TERHADAP KARAKTERISTIK HIDROGEL FILM UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA - repository perpustakaan

PENGARUH PENAMBAHAN POLIETILEN GLIKOL DIAKRILAT TERHADAP KARAKTERISTIK HIDROGEL FILM UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA - repository perpustakaan

Lampiran 1 Data hasil gugus fungsi senyawa hidrogel PEO-PEGDA sesudah crosslinking dengan konsentrasi PEGDA 0% dan 30% menggunakan alat FTIR ................................................... 43 Lampiran 2 Data hasil fraksi gel dari sampel hidrogel PEO-PEGDA ......... 89 Lampiran 3 Data hasil rasio swelling dari sampel hidrogel PEO-PEGDA .. 89 Lampiran 4 Data hasil kecepatan transmisi uap air dari sampel hidrogel

13 Baca lebih lajut

SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF CROSSLINKED POLYACRYLAMIDE (PAAM)-CARRAGEENAN HYDROGELS SUPERBASORBENT PREPARED BY GAMMA RADIATION | Erizal | Indonesian Journal of Chemistry 21474 40560 1 PB

SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF CROSSLINKED POLYACRYLAMIDE (PAAM)-CARRAGEENAN HYDROGELS SUPERBASORBENT PREPARED BY GAMMA RADIATION | Erizal | Indonesian Journal of Chemistry 21474 40560 1 PB

Pengaruh dosis iradiasi terhadap fraksi gel PAAM - karaginan (5%, 2%) disajikan pada Gambar 2. Terlihat bahwa dengan naiknya dosis iradiasi hingga 40 kGy, fraksi gel hidrogel relatif naik dan mencapai nilai 60%. Hal ini menunjukkan bahwa hidrogel dengan fraksi gel yang relatif besar ~ 60% pada dosis 40 kGy dapat diperoleh walaupun dalam hidrogel ini dikandung karaginan yang akan terdegradasi pada rantai utama jika diiradiasi. Ditinjau dari struktur kimianya, akrilamida (AAM) yang merupakan monomer dengan berat molekul yang relatif kecil dibandingkan karaginan serta adanya gugus ikatan rangkap yang peka terhadap radiasi yang dapat membentuk ikatan silang, maka AAM pada kompetisi kepekaan terhadap radiasi akan lebih dahulu mengalami reaksi dibanding karaginan [22]. Oleh karena
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

S KIM 0905828 Chapter3

S KIM 0905828 Chapter3

Hidrogel yang sudah kering dikeluarkan dari dalam cetakan. Hidrogel tersebut dimasukan ke dalam gelas kimia 600 mL dan ditambahkan aquades volume 500 mL. Hidrogel kemudian diaduk di dalam aquades. pH dan konduktivitas awal dari aquades diukur dan dicatat tiap rentang 30 detik. Ketika perubahan konduktivitas dan pH konstan, aquades bekas pencuncian dibuang dan diganti dengan aquades baru. Pencucian terus dilakukan hingga didapatkan pH dan konduktivitas konstan.

6 Baca lebih lajut

S KIM 0905828 Table of content

S KIM 0905828 Table of content

Dewiyanti Hermadytha Catyandaru, 2016 SINTESIS HIDROGEL POLI VINIL ALKOHOL-GLUTARALDEHID PVA-GA DAN KAJIAN PERILAKU PELEPASAN KALIUM KLORIDA DARI HIDROGEL KE DALAM MEDIA AQUADEST Un[r]

6 Baca lebih lajut

S KIM 0905828 Abstract

S KIM 0905828 Abstract

Perilaku pelepasan material dari hidrogel ke dalam lingkungan dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk karakteristik hidrogel dan kondisi lingkungannya. Penelitian ini berfokus pada karakterisasi hidrogel yang disintesis dan aspek perilaku pelepasan material dari dalam hidrogel ke dalam media aquadest. Telah dilakukan sintesis hidrogel berbasis Poli (Vinil Alkohol)-Glutaraldehida (PVA- GA) dengan rasio volume untuk PVA:GA sebesar 1:1. Analisis FTIR dilakukan baik terhadap hidrogel yang terbentuk maupun terhadap hidrogel yang telah direndam dalam larutan beragam kondisi keasaman. Uji swelling ratio dilakukan pada pH 7. Perilaku pelepasan material dari hidrogel dilakukan dengan mengukur profil pelepasan KCl dari dalam hidrogel PVA-GA yang telah direndam dalam larutan KCl dengan konsentrasi 0,1 M, 0,2 M, 0,4 M, 0,5 M, dan 1,0 M pada kondisi keasaman netral. Karakteristik hidrogel PVA-GA berdasarkan uji instrumentasi FTIR menunjukkan terbentuknya gugus fungsi, yaitu C-O-C, yang ditunjukan oleh munculnya puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1200 cm -1 , dan C-H stretching aldehid pada bilangan gelombang 2850-2900 cm -1 , dimana puncak duplet pada bilangan gelombang tersebut dimiliki oleh rantai alkil dari hasil reaksi crosslinking . Hasil dari instrumentasi FTIR menunjukan tidak adanya perubahan gugus fungsional dari hidrogel yang telah direndam dalam berbagai pH. Swelling ratio untuk hidrogel Poli(Vinil Alkohol)-Glutaraldehid sebesar 38% selama perendaman 240 menit. Profil perilaku pelepasan material dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi larutan KCl yang digunakan ketika absorpsi. Pelepasan material dari hidrogel PVA-GA paling besar adalah dari hidrogel yang telah direndam dalam larutan KCl 1,0 M dimana larutan tersebut merupakan larutan dengan konsentrasi paling tinggi dalam studi uji pelepasan tersebut.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S KIM 1100918 Abstract

S KIM 1100918 Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi hidrogel superabsorben berbasis poli (vinil alkohol-co-etilen glikol) dengan pengikat silang glutaldehid (GA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum komposisi polivinil alkohol (PVA), poli etilen glikol (PEG), dan pengikat silang glutaraldehid (GA) untuk sintesis hidrogel superabsoben, serta mengetahui karakteristik dan kinerjanya. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap optimasi komposisi, tahap sintesis, tahap uji karakterisasi dan tahap uji kinerja dari hidrogel superabsorben. Sintesis hidrogel superabsorben dilakukan dengan menggunakan metode solution mixing. Uji kinerja hidrogel superabsorben dilakukan dengan metode swelling ratio dan water retention serta pengukuran tensile strength. Uji karakterisasi hidrogel superabsorben dilakukan dengan menggunakan instrumentasi FTIR, XRD, SEM, dan TG-DTA. Diperoleh komposisi optimum dari PVA, PEG dan pengikat silang GA untuk sintesis hidrogel superabsorben yaitu pada perbandingan 1:1,5:1,5. Profil TG-DTA menunjukkan kestabilan termal dari hidrogel superabsorben menurun seiring dengan penambahan PEG dan pengikat silang GA. Foto SEM menunjukkan bahwa hidrogel superabsorben merupakan material berpori. X-ray difraktogram menunjukkan bahwa penambahan PEG dan pengikat silang GA mempengaruhi kristalinitas hydrogel superabsorben. Selain itu, spektra FTIR menunjukkan adanya interaksi antara polimer PVA dengan PEG juga dengan pengikat silang GA pada hidrogel superabsorben terikat silang melalui pembentukan ikatan hidrogen, yang ditunjukkan dengan perubahan intensitas pada puncak serapan untuk gugus-gugus fungsi spesifik C – O/C – O – C, C=O, C – H dan – OH. Penambahan PEG dan pengikat silang GA pada hidrogel superabsorbent PVA meningkatkan kinerja hidrogel SAP yang diindikasikan dengan swelling ratio (%SR) dan water retention (%WR) sebesar 1232% dan 53%, secara berturut-turut, serta dari hasil pengukuran tensile strength diperoleh sifat mekanik dan elongasi hidrogel superabsorben setelah penambahan PEG mengalami penurunan dan sedikit meningkat dengan penambahan ikat silang GA. Hidrogel berbasis kopolimer PVA-PEG terikat silang GA menunjukkan potensi swelling yang baik sebagai material superabsorben.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

S KIM 0905828 Bibliography

S KIM 0905828 Bibliography

Darwis, D., Hardiningsih, L., Erizal dan Chosdu, R. (1995). Daya Absorpsi Hidrogel Polivinilpirolidin (PVP) Hasil Iradiasi Gamma Terhadap Air dan Pelarut Organik. Risalah Pertemuan Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi . 129-136.

5 Baca lebih lajut

SEGITIGA EMAS 2016 KARYA TULIS ILMIAH UH

SEGITIGA EMAS 2016 KARYA TULIS ILMIAH UH

Cara pembuatan hidrogel secara singkat adalah sebagai berikut, hidrogel merupakan jaringan tiga dimensi rantai polimer dengan ikatan silang yang memiliki kemampuan mengembang dengan cara menyerap air atau cairan biologis. Salah satu metode pembuatan hidrogel yaitu dengan metode freezing dan thawing cycles, keuntungan metode ini adalah tidak membutuhkan banyak bahan tambahan kimia sebagai bahan pembentuk ikatan silang. Dalam penelitian, pembentukan ikatan silang tersebut untuk mendapatkan iota- karagenan dengan penambahan PVP 1% setelah itu dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptik, rasio swelling dan fraksi gel.( Amila Gadri et al, 2014).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

S KIM 1203143 Chapter3

S KIM 1203143 Chapter3

Pengujian ini bertujuan untuk menentukan ukuran kristalit yang terbentuk pada hidrogel S-CRF digunakan instrumen XRD dengan sumber x-ray CuKα dan panjang gelombang 0,154 nm. Sebelum diuji, hidrogel terlebih dahulu dikeringkan kemudian dihaluskan. Setelah itu, sampel ditempatkan pada wadah sampel kemudian diuji dan diperoleh difraktogram dari sampel. Jarak interlayer dan ukuran kristalit sampel dapat ditentukan dengan analisis menggunakan persamaan Bragg dan Scherrer.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN ASAM ITAKONAT DAN N,N’-METILEN BISAKRILAMIDA TERHADAP KARAKTERISTIK HIDROGEL DARI KITOSAN

PENGARUH PENAMBAHAN ASAM ITAKONAT DAN N,N’-METILEN BISAKRILAMIDA TERHADAP KARAKTERISTIK HIDROGEL DARI KITOSAN

Hidrogel merupakan objek menarik yang memiliki sifat baik seperti padatan ataupun cairan.Sifat yang menyerupai cairan disebabkan oleh fakta bahwa unsur utama dari gel umumnya adalah cairan, seperti air. Di sisi lain, suatu gel dapat mempertahankan bentuknya karena memiliki suatu modulus geser yang menjadi nyata jika gel tersebut diubah bentuknya. Modulus itu karena terjadinya ikatan silang dari polimer dalam membentuk jaringan. Aspek ini menunjukkan sifat padat dari gel. Sebagai tambahan untuk aspek yang menyerupai padatan dan cairan ini, gel dapat mengubah keadaannya secara drastis, mirip dengan cara gas mengubah volumenya lebih dari sekedar seribu kali. Suatu hidrogel dapat dipandang sebagai suatu wadah air yang terbuat dari jaringan tiga dimensi. Pada keadaan kering, gel merupakan material padat. Hidrogel mengembang hingga mencapai kesetimbangan pengembangan ketika air ditambahkan (Karadag et al., 1996).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Sintesis Dan Pencirian Koloid Nanoferrogel Fe3o4-Kitosan Sebagai Bahan Pengontras Mri

Sintesis Dan Pencirian Koloid Nanoferrogel Fe3o4-Kitosan Sebagai Bahan Pengontras Mri

kitosan S5 (10B). Pada sampel koloid hidrogel kitosan murni diperoleh distribusi ukuran sebesar 22 nm, sedangkan koloid nanoferrogel S5 menjadi lebih besar, yaitu 31.3 nm. Hasil ini menunjukkan kedua partikel koloid berada pada rentang ukuran nanometer. Ukuran yang diizinkan untuk aplikasi bidang biomedis adalah kurang dari 50 nm (Khrisnan et al. 2010). Selain itu juga, ukuran tersebut berada direntang kategori intermediet (~10-100 nm) untuk aplikasi in vivo pada organ hati, limpa, sumsum tulang belakang, dan pembuluh darah (Weissleder et al. 2014). Perubahan ukuran nanopartikel antara hidrogel kitosan murni dan koloid nanoferrogel menunjukkan kitosan telah melapisi Fe 3 O 4 dengan mekanisme kelat seperti yang
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

s kim 0807634 table of content

s kim 0807634 table of content

Gambar 4.2. Tampilan fisik hidrogel di suhu 25 o C (a) Bioflokulan DYT 10 mL PVA 0 mL; (b) Bioflokulan DYT 7,5 mL PVA 2,5 mL; (c) Bioflokulan DYT 5 mL PVA 5 mL; (d) Bioflokulan DYT 2,5 mL PVA 7,5 mL; (e) Bioflokulan DYT 0 mL PVA 10 mL 37 Gambar 4.3. Tampilan fisik hidrogel di suhu 30 o C (a) Bioflokulan DYT 10 mL PVA 0 mL; (b) Bioflokulan DYT 7,5 mL PVA 2,5 mL; (c) Bioflokulan DYT 5 mL PVA 5 mL; (d) Bioflokulan DYT 2,5 mL PVA 7,5 mL; (e) Bioflokulan DYT 0 mL PVA 10 mL ... 37

7 Baca lebih lajut

Show all 6426 documents...

Related subjects