Guru PNS

Top PDF Guru PNS:

Perbedaan kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS - USD Repository

Perbedaan kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS - USD Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS. Hipotesis yang diajukan adalah kompetensi interpersonal guru PNS lebih tinggi daripada guru non PNS. Subjek penelitian ini adalah 120 orang yang terdiri dari 60 guru PNS dan 60 guru non PNS. Mereka yang menjadi subjek adalah yang memiliki status guru PNS dan non PNS, telah menjalani masa kerja minimal 2 tahun, dan berusia antara 21 – 60 tahun. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala kompetensi interpersonal. Reliabilitas skala kompetensi interpersonal diuji dengan menggunakan metode koefisien reliabilitas Alpha Cronbach dan diperoleh hasil 0,911 dari 40 item. Data dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis data menghasilkan nilai t sebesar 0,0545. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS. Akan tetapi, dalam uji beda tiap aspek dihasilkan nilai t sebesar t = 0,2225 pada aspek kemampuan inisiatif, nilai t = 0,373 pada aspek kemampuan bersikap terbuka, nilai t = 0,0395 pada aspek kemampuan bersikap asertif, nilai t = 0,001 pada aspek kemampuan memberikan dukungan emosi, dan nilai t = 0,1445 pada aspek kemampuan mengatasi konflik. Dari nilai tersebut diketahui bahwa perbedaan kompetensi interpersonal pada guru PNS dan guru non PNS terletak pada aspek kemampuan bersikap asertif dan aspek kemampuan mengatasi konflik.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

JAM KERJA GURU PNS docx

JAM KERJA GURU PNS docx

Dari uraian di atas, secara sederhana dapatlah dinyatakan bahwa ketika seorang guru telah menerima tunjangan sertifikasi dan memenuhi jam tatap muka minimalnya 24 jam tidak lantas berarti guru tersebut terbebas dari tanggung jawab dan tugas-tugas lainnya di sekolah. Selain menerima tunjangan profesi yang bersangkutan juga menerima gaji haknya sebagai PNS sesuai golongan dan kepangkatannya seperti pegawai-pegawai negeri sipil di instansi lain, sehingga guru PNS juga terikat dengan kewajiban kehadiran di tempat tugas dan aturan-aturan disiplin kepegawaian lainnnya yang berlaku. Sekalipun kebijakan ‘kehadiran” dan pemberian “libur tidak resmi” bagi guru PNS di tingkat satuan pendidikan menjadi “aturan tidak tertulis” dan kewenangan kepala sekolah.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KINERJA ANTARA GURU PNS DENGAN NON PNS DI SD NEGERI SE-DESA PUTATSARI  Perbedaan Kinerja Antara Guru PNS Dengan Non PNS Di SD Negeri Se-Desa Putatsari.

PERBEDAAN KINERJA ANTARA GURU PNS DENGAN NON PNS DI SD NEGERI SE-DESA PUTATSARI Perbedaan Kinerja Antara Guru PNS Dengan Non PNS Di SD Negeri Se-Desa Putatsari.

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahNya, sehingga saya dapat menyusun Skripsi dengan Judul “ Perbedaan Kinerja Antara Guru PNS Dengan Non PNS Di SD Negeri Se-Desa Putatsari”.

15 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KINERJA ANTARA GURU PNS DENGAN NON PNS DI SD NEGERI SE-DESA PUTATSARI  Perbedaan Kinerja Antara Guru PNS Dengan Non PNS Di SD Negeri Se-Desa Putatsari.

PERBEDAAN KINERJA ANTARA GURU PNS DENGAN NON PNS DI SD NEGERI SE-DESA PUTATSARI Perbedaan Kinerja Antara Guru PNS Dengan Non PNS Di SD Negeri Se-Desa Putatsari.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Dalam melaksanakan teknik angket, peneliti membuat pernyataan-pernyataan tertulis yang memerlukan tanggapan dari responden. Sedangkan teknik dokumentasi mengumpulkan silabus dan RPP yang dibuat guru. Instrumen yang dibuat berupa item-item pernyataan yang sebelumnya diuji cobakan pada guru SDN 1 Jono yang berjumlah 10 guru. Hasil uji coba instrumen kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Hasil pengumpulan data kemudian diuji dengan menggunakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan homogenitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan T-test untuk mencari perbedaan antara dua variabel yaitu guru PNS dan non PNS.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Berkas untuk Guru PNS 2014\3. SPMT guru PNS

Berkas untuk Guru PNS 2014\3. SPMT guru PNS

terhitung mulai tanggal 1 Januari ..........telah nyata melaksanakan tugas sebagai guru pada satuan kerja .............................. (diisi nama dan alamat lembaga) dan diberi tunjangan profesi setiap bulannya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

1 Baca lebih lajut

Prioritas Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2016

Prioritas Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2016

Guru “G” adalah seorang guru PNS yang memiliki masa kerja selama 10 tahun 5 bulan, namun guru “G” tersebut sebelum diangkat menjadi PNS telah mengajar sebagai guru honorer di sebuah SD selama 5 tahun 2 bulan. Masa kerja guru “G” dihitung kumulatif semenjak yang bersangkutan bertugas sebagai Guru yaitu 15 tahun 7 bulan. Bukti masa kerja Guru honorer berupa SK Kepala Sekolah (SK

2 Baca lebih lajut

Contoh Porgram Kerja PKG (Penilaian Kinerja Guru) Format Microsoft Word | Dokumen Sekolah PROGRAM KERJA

Contoh Porgram Kerja PKG (Penilaian Kinerja Guru) Format Microsoft Word | Dokumen Sekolah PROGRAM KERJA

Jumlah guru yang bertugas menjadi staf pendidik di SMPN 2 Pameungpeuk Garut seluruhnya sebanyak 17 orang dengan rincian 5 orang guru dengan status guru tetap / PNS termasuk kepala sekolah, dan 12 orang guru statusnya masih guru tidak tetap/ sukwan/ non-PNS. Adapun mata pelajaran yang di ampu oleh 5 orang guru PNS, yaitu; IPA, Matematika, Bahasa Ingris, dan PKN, sementara seorang lagi sebagai guru BK. Untuk guru non-PNS mata pelajaran yang diampu oleh mereka antara lain ; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Pendidikan Jasmani Olah Raga & Kesehatan, Seni Budaya, Keterampilan TIK, muatan local Bahasa Sunda dan PLH.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Tunjangan profesi DIPA

Tunjangan profesi DIPA

16. Selama proses sertifikasi guru tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 terjadi perubahan nomor kode dan nama bidang studi sertifikasi guru pada tahun 2009 dengan mempertimbangkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, dan Keputusan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah No.251/C/KEP/MN/2008 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang mulai diimplementasikan pada tahun 2009, maka untuk kelengkapan persyaratan pencairan perlu adanya penyesuaian (konversi) nomor kode dan nama bidang studi sertifikasi guru dalam daftar Penyesuaian (Konversi) Bidang Studi Sertifikasi sebelum dan setelah tahun 2009 yang sudah ditetapkan oleh Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemdikbud.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

 J00815

J00815

Di Belanda, eksistensi sekolah swasta Kristen didukung penuh oleh pemerintah dengan membiayai secara langsung tenaga guru swasta oleh Negara sedangkan Negara menggunakan ujian negara sebagai kontrol mutu pendidikan (Karel & Boudewijn, 1990 dalam Brummelen, 1993). Berbeda halnya di Prancis, eksistensi sekolah swasta Kristenakandidukung oleh pemerintah apabila sekolah swasta Kristenbersedia bersifat sekuler sehingga memunculkan sekolah swasta “quasi - state school” (sekolah semi negeri) dimana sekolah swasta Kristen -dominannya sekolah Katolik- lebih memilih mempertahankan eksistensi sekolahnya walau tanpa bantuan pemerintah (Geoffrey, 1989:133; Frances, 1987 dalam Brummelen, 1993).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Cari Informasi Inpassing Guru Bukan PNS

Cari Informasi Inpassing Guru Bukan PNS

berlaku. Guru tetap yang mengajar pada satuan pendidikan, TK/TKLB/RA/BA atau yang sederajat; SD/SDLB/MI atau yang sederajat; SMP/SMPLB/MTs atau yang sederajat; dan SMA/SMK/SMALB/MA/MAK atau yang sederajat, yang telah memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Dinas Pendidikan Provinsi setempat. Guru dimaksud adalah guru yang diangkat oleh pemerintah, pemerintah daerah dan yayasan/masyarakat penyelenggara pendidikan;

1 Baca lebih lajut

PROFIL GURU SMP/MTs DI KECAMATAN KALIBENING KABUPATEN BANJARNEGARA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013/2014.

PROFIL GURU SMP/MTs DI KECAMATAN KALIBENING KABUPATEN BANJARNEGARA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013/2014.

Keempat penelitian yang relevan di atas memiliki kesamaan dan perbedaan dengan penelitian ini. Kesamaan penelitian ini dengan penelitian di atas yaitu sama-sama membahas mengenai tugas mengajar guru dilihat dari segi kualifikasi akademik dengan kesesuaian mata pelajaran dan juga beban mengajar guru yang khusus mengampu mata pelajaran dengan sertifikasi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhinya. Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian di atas yaitu, metode penelitian yang digunakan pada penelitian di atas adalah metode survey dengan kategori riset dan pengembangan serta penelitian kualitatif, sedangkan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Perbedaan lain yang terdapat pada penelitian ini dengan keempat penelitian di atas adalah penelitian ini meneliti semua guru mata pelajaran yang ada di SMP/MTs baik negeri maupun swasta, dengan memperhatikan faktor-faktor seperti beban mengajar, kurikulum, dan sertifikasi, serta relevansi dengan kualifikasi akademik sedangkan penelitian di atas hanya fokus pada salah satu faktor dan satu sekolah saja.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Juknis TP Pusat  25 FEBRUARI  edited

Juknis TP Pusat 25 FEBRUARI edited

14. Khusus bagi guru PNS di bawah binaan pemerintah provinsi, dalam pelaksanaan peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Agama Nomor: 05/X/PB/2011, SPB/03/M.PAN-RB/10/2011, 48 Tahun 2011, 158/PMK.01/2011, 11 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil, guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik tetapi dialihtugaskan antarsatuan pendidikan, antarjenjang dan/atau antarmata pelajaran masih mendapatkan tunjangan profesinya maksimal 2 (dua) tahun sejak dipindahtugaskan apabila yang bersangkutan memenuhi persyaratan angka 1 sampai dengan 7 di atas, sebagaimana diatur dalam BAB IV Ketentuan Peralihan, Pasal 5, Permendikbud Nomor 62 Tahun 2013 tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Dalam Rangka Penataan dan Pemerataan Guru, yang dibuktikan:
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Penempatan Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sumba Timur T2 942011070 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Penempatan Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sumba Timur T2 942011070 BAB V

b. Sumber Daya, dari segi jumlah guru yang tersedia ditambah dengan guru Non PNS sudah mencukupi kebutuhan, namun pada pendistribusian belum merata, dapat dikatan pemerintah tidak mempunyai keahlian yang cukup baik dalam mengelola dan menata penempatan guru secara merata. Serta tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung implementasi sehingga hal ini berpengaruh terhadap proses penempatan guru.

5 Baca lebih lajut

BEASISWA S2 BAGI GURU SMP PNS DAN NON PNS TAHUN 2015

BEASISWA S2 BAGI GURU SMP PNS DAN NON PNS TAHUN 2015

10.Untuk menjaring calon mahasiswa/peserta memiliki kemampuan terbaik, Direktorat Dikdas, Ditjen Dikdas akan menetapkan jumlah calon mahasiswa lebih dari kuota yang ditetapkan untuk setiap program studi. Kuota untuk guru swasta dan honorer maksimal 10%.

1 Baca lebih lajut

Juknis Insentif 2016   DIKDAS   SMA SMK

Juknis Insentif 2016 DIKDAS SMA SMK

Pasal 14 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak untuk memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut, telah diupayakan melalui pemberian berbagai tunjangan. Namun, bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang belum bersertifikat pendidik, tunjangan tersebut belum banyak dirasakan. Untuk itu, Pemerintah berupaya untuk membantu Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil tersebut melalui pemberian insentif.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

A.PENGUMUMAN PEMENANG  DIKNAS MERANGIN

A.PENGUMUMAN PEMENANG DIKNAS MERANGIN

Sehubungan telah selesainya Evaluasi Penawaran oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa pada Dinas Pendidikan Kab. Merangin Untuk paket: Pekerjaan Pengadaan Dasar Pakaian Dinas Harian ( PDH ) Guru SD PNS, Guru SD Non PNS, Tenaga Administrasi Sekolah PNS dan Tenaga Administrasi Sekolah Non PNS , maka kami sampaikan Pemenang Pelelangan sebagai berikut :

5 Baca lebih lajut

Bekas untuk Guru Non-PNS 2014\3. SPMT guru Non PNS

Bekas untuk Guru Non-PNS 2014\3. SPMT guru Non PNS

terhitung mulai 1 Januari ..........telah nyata melaksanakan tugas sebagai guru pada satuan kerja ................................... (diisi nama RA/Madrasah Satminkal) dan diberi bantuan tunjangan profesi sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu drupiah) setiap bulannya.

1 Baca lebih lajut

PROFIL SMK RUJUKAN BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN

PROFIL SMK RUJUKAN BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN

Peran komite sekolah tentu sangat penting, terutama untuk menjembatani sekolah dengan pihak wali murid. Sulaeman, S.Pd., Ketua Komite SMK Negeri 1 Alas mengatakan bahwa pekerjaan komite sekolah tak bisa dianggap ringan karena komite harus benar-benar dapat menjadi jembatan untuk mengakomodir kebijakan sekolah maupun kehendak para wali murid. Misalnya dalam soal biaya atau anggaran sekolah, komite harus benar-benar menjadi mediator yang baik, sehingga apa yang dibutuhkan oleh sekolah jangan sampai menjadi beban berat bagi para wali murid. Sulaeman juga mengatakan bahwa anggaran komite sekolah di SMK Negeri 1 Alas masih sangat diperlukan mengingat kebutuhan sekolah yang acapkali tak bisa dipenuhi hanya dengan mengandalkan anggaran dari sekolah, misalnya gaji untuk para guru/tenaga pendidik honorer. Padahal di SMK Negeri 1 Alas, jumlah tenaga honorer jauh lebih banyak daripada yang telah diangkat menjadi pegawai negeri. Keberadaan guru honorer ini pun dirasa amat penting dan sangat membantu mewujudkan pembelajaran yang sempurna. “Kami harus mencari jalan tengah bagaimana caranya supaya anggaran komite tidak memberatkan wali murid namun juga tidak menghambat kinerja sekolah dalam mewujudkan pembelajaran yang ideal. Sejauh ini, semuanya berjalan dengan baik. Kami selalu mengkomunikasikan pada wali murid secara transparan apa saja kebutuhan sekolah untuk menghindari asumsi masyarakat mengenai pungli,” jelas Sulaeman.
Baca lebih lanjut

280 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...