ikan teri asin

Top PDF ikan teri asin:

KADAR Mg DAN Na PADA IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA   KADAR Mg DAN Na PADA IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA.

KADAR Mg DAN Na PADA IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA KADAR Mg DAN Na PADA IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA.

untuk menggantikan garam (NaCl) dalam pengasinan makanan. Ikan teri merupakan salah satu sumber kalsium terbaik untuk mencegah pengeroposan tulang, serta sebagai sumber kalsium yang murah dan mudah didapat. Kandungan gizi teri meliputi energi, protein, lemak, kalsium, phosfor, besi, Vit A, Vit B, mineral. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa kadar Magnesium (Mg) dan Natrium (Na) pada ikan teri asin hasil pengasinan menggunakan abu pelepah kelapa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplorasi. Dalam penelitian ini teri diasinkan dengan 4 sendok makan abu pelepah kelapa yang dicampur dengan 100ml air. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif data hasil uji kandungan Magnesium (Mg) dan Natrium (Na). Kadar Magnesium (Mg) dan Natrium (Na) diukur dengan metode spektrofotometer jenis AAS-Flame; IKU/5.4/AAS-05. Dari penelitian didapat kadar Mg teri hasil pengasinan abu pelepah kelapa sebanyak 0,19%. Kadar Na didapat 1,42% pada pengasinan menggunakan abu pelepah kelapa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Kadar Protein Dan Ca Pada Ikan Teri Asin Hasil Pengasinan Dengan Abu Pelepah Kelapa.

PENDAHULUAN Kadar Protein Dan Ca Pada Ikan Teri Asin Hasil Pengasinan Dengan Abu Pelepah Kelapa.

pelepah kelapa untuk mengasinkan telur sebagai pengganti garam dapur. Menurut Robby (2007) ternyata abu pelepah kelapa mengandung unsur Magnesium (Mg) dan Kalium (K). Dari observasi yang sudah dilakukan, ternyata abu pelepah daun kelapa dapat digunakan juga untuk mengasinkan teri. Penelitian lanjutan yang perlu dilakukan adalah mencari perbandingan antara abu pelepah daun kelapa dan air untuk mendapatkan ikan teri asin yang secara organoleptik paling disukai dan paling awet.

6 Baca lebih lajut

UJI ORGANOLEPTIK DAN KEAWETAN IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA.

UJI ORGANOLEPTIK DAN KEAWETAN IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA.

Menurut Robby (2007) ternyata abu pelepah kelapa mengandung unsur Magnesium (Mg) dan Kalium (K). Dari observasi yang sudah dilakukan, ternyata abu pelepah daun kelapa dapat digunakan juga untuk mengasinkan teri. Penelitian lanjutan yang perlu dilakukan adalah mencari perbandingan antara abu pelepah daun kelapa dan air untuk mendapatkan ikan teri asin yang secara organoleptik paling disukai dan paling awet.

7 Baca lebih lajut

KADAR PHOSPOR (P) DAN ZAT BESI (Fe) IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN AIR ABU PELEPAH KELAPA.

KADAR PHOSPOR (P) DAN ZAT BESI (Fe) IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN AIR ABU PELEPAH KELAPA.

digunakan untuk mengasinkan ikan teri. Penelitian yang dilakukan adalah mencari perbandingan antara abu pelepah daun kelapa dan air untuk mendapatkan ikan teri asin yang secara organoleptik paling disukai dan paling awet. Perlakuannya adalah P1 (5 sendok teh abu pelepah kelapa dengan 100 ml air), P2 (4 sendok teh abu pelepah kelapa dengan 100 ml air), P3 (3 sendok teh abu pelepah kelapa dengan 100 ml air). Dari perlakuan tersebut hasil yang paling baik adalah P2 yang menggunakan 4 sendok teh abu pelepah kelapa.

6 Baca lebih lajut

KADAR PROTEIN  DAN Ca PADA IKAN TERI ASIN  HASIL PENGASINAN DENGAN ABU PELEPAH KELAPA  Kadar Protein Dan Ca Pada Ikan Teri Asin Hasil Pengasinan Dengan Abu Pelepah Kelapa.

KADAR PROTEIN DAN Ca PADA IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN DENGAN ABU PELEPAH KELAPA Kadar Protein Dan Ca Pada Ikan Teri Asin Hasil Pengasinan Dengan Abu Pelepah Kelapa.

untuk menggantikan garam (NaCl) dalam pengasinan makanan. Ikan teri merupakan salah satu sumber kalsium terbaik untuk mencegah pengeroposan tulang, serta sebagai sumber kalsium yang murah dan mudah didapat. Kandungan gizi teri meliputi energi, protein, lemak, kalsium, phosfor, besi, Vit A, Vit B,mineral. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa kadar protein dan calsium (Ca) pada ikan teri asin hasil pengasinan menggunakan abu pelepah kelapa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Perlakuan P1 adalah 5 sendok teh abu pelepah kelapa dengan 100 ml air P2 adalah 4 sendok teh abu pelepah kelapa dengan 100 ml air dan P3 adalah 3 sendok teh abu pelepah kelapa dengan 100 ml air. Kadar protein dan calcium (Ca)
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI KHITOSAN TERHADAP MUTU IKAN TERI (Stolephorus heterolobus) ASIN KERING SE PENYIMPANAN SUHU KAMAR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH KONSENTRASI KHITOSAN TERHADAP MUTU IKAN TERI (Stolephorus heterolobus) ASIN KERING SE PENYIMPANAN SUHU KAMAR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Bahan baku yang digunakan untuk pengolahan ikan teri asin kering berupa ikan teri segar ukuran 4-5 cm yang diperoleh dari TPI Ujung Batu, Jepara. Ikan teri yang diolah adalah ikan teri biasa ukuran sedang yang termasuk dalam spesies Stolephorus heterolobus (Lampiran 3). Kondisi ikan teri segar secara organoleptik (SNI 01-2345-1991) adalah sebagai berikut : (1) Mata agak cerah, bola mata rata, pupil agak keabu-abuan, kornea agak keruh (nilai 7); (2) Insang berwarna merah agak kusam, tanpa lendir (nilai 7); (3) Lendir permukaan badan mulai keruh, agak putih susu, warna terangnya mulai suram (nilai 7); (4) Daging dan perut sayatannya cemerlang, warna asli sedikit berubah di tulang belakang, perut agak lembek, ginjal mulai merah pudar, dinding perut dagingnya utuh, bau netral (nilai 7); (5) Konsistensi elastis bila ditekan dengan jari, agak lunak, sulit menyobek daging dari tulang belakang (nilai 7).
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

UJI FORMALIN PADA IKAN TERI (Stolephorus sp) ASIN KERING DI KOTA GORONTALO

UJI FORMALIN PADA IKAN TERI (Stolephorus sp) ASIN KERING DI KOTA GORONTALO

Wilayah perairan laut Provinsi Gorontalo sangat potensial dengan jenis ikan Tuna (Thunnus sp), Cakalang (Katsuwonus pelamis), Layang (Decapterus russeli), Tongkol (Eutaynnus sp) dan teri (Stolephorus spp). Selain itu juga terdapat berbagai jenis ikan pelagis kecil dan demersal yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi terdapat di wilayah perairan ini. Hasil tangkapan ikan pelagis besar sebanyak 1.550 ton/tahun, ikan pelagis kecil 5.394 ton/tahun dan ikan demersal sebanyak 5.456 ton/tahun (DPK, 2010). Menurut data statistik perikanan tangkap di Provinsi Gorontalo, ikan teri (Stolephorus.Sp) mencapai 6.293,3 ton/tahun dan hasil produksi olahan perikanan ikan teri asin kering mencapai 322 ton/tahun (DPK,2012).Teknologi penangkapan ikan yang digunakan di Provinsi Gorontalo, yaitu purse seine (pukat cincin), long line (rawai tuna), pole and line (huhate), handline (pancing), dengan rumpon, lift net (bagan), dan gill net (jaring insang). Adapun alat tangkapan yang digunakan untuk menangkapan ikan teri (Stolephorus sp) yaitu bagan (lift net) (DPK, 2010).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KADAR PROTEIN  DAN Ca PADA IKAN TERI ASIN  HASIL PENGASINAN DENGAN ABU PELEPAH KELAPA  Kadar Protein Dan Ca Pada Ikan Teri Asin Hasil Pengasinan Dengan Abu Pelepah Kelapa.

KADAR PROTEIN DAN Ca PADA IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN DENGAN ABU PELEPAH KELAPA Kadar Protein Dan Ca Pada Ikan Teri Asin Hasil Pengasinan Dengan Abu Pelepah Kelapa.

Ikan teri merupakan salah satu sumber kalori dan sudah lama menjadi teman makan nasi ataupun makanan lainnya. Teri juga dikenal karena rasa dan aromanya yang khas sehingga sering digunakan sebagai campuran dalam membuat satu masakan. Misalnya: buntil di dalamnya ada kelapa parut dan teri. Di Vietnam teri adalah bahan utama untuk pembuatan minyak ikan. Di Jepang dan Korea, teri kering adalah bahan utama hidangan soup. Teri adalah satu-satunya jenis ikan yang semua bagian tubuhnya bisa dimakan mulai dari ekor, badan sampai kepala (Gustanten, 2009).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   KADAR Mg DAN Na PADA IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA.

PENDAHULUAN KADAR Mg DAN Na PADA IKAN TERI ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA.

pelepah kelapa untuk mengasinkan telur sebagai pengganti garam dapur. Robby (2007) menyatakan bahwa abu pelepah kelapa mengandung unsur Magnesium (Mg) dan Kalium (K). Dari penelitian yang sudah dilakukan Ja’far (2010), ternyata abu pelepah kelapa dapat digunakan juga untuk mengasinkan teri. Perlakuan yang dilakukan Ja’far (2010) adalah P1 (5 sendok makan abu pelepah kelapa dengan 100 ml air), P2 (4 sendok makan abu pelepah kelapa dengan 100 ml air), P3 (3 sendok makan abu pelepah kelapa dengan 100 ml air), Dari ketiga perlakuan tersebut, perlakuan terbaik untuk dikonsumsi adalah P2.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

The use of fish dryer to improve the quality of dry salted anchovy (Stolephorus heterolobus) during storage | Daeng | AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) 14448 28884 1 SM

The use of fish dryer to improve the quality of dry salted anchovy (Stolephorus heterolobus) during storage | Daeng | AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) 14448 28884 1 SM

Abstrak: Jenis usaha pengolahan ikan asin kering, pada umumnya, masih bersifat tradisional melalui penjemuran langsung tanpa menggunakan alat pengering sehingga produk, yang dihasilkan, mudah rusak dan cepat terkontaminasi oleh bakteri pembusuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat manfaat penggunaan alat pengering ikan (tipe bongkar pasang) terhadap nilai mutu dari produk ikan teri asin kering, yang dihasilkan dengan berbagai metode penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total TPC dan total kapang ikan teri asin kering, yang dikeringkan menggunakan alat pengering, masih sesuai dengan standar mutu dan jauh dari ambang batas. Hasil penilaian panelis terhadap nilai organoleptik kenampakan, bau, rasa, dan konsistensi pada produk ikan teri asin kering, yang dikeringkan dengan menggunakan alat pengering, secara keseluruhan, masih sesuai dengan standar mutu organoleptik yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Kalsium Pada Ikan Teri Secara Kompleksometri.

Penetapan Kadar Kalsium Pada Ikan Teri Secara Kompleksometri.

Dalam penelitian ini dianalisis tiga kelompok ikan teri yang berbeda ukuran yaitu kecil , sedang dan besar yang berasal dari pasar Kembang Tanjong dan Teupen Raya Kabupaten Pidie Nanggroe Aceh Darussalam. Pemeriksaan kalsium dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan menggunakan pereaksi asam sulfat encer dan etanol, dan ammonium oksalat. Analisis kuantitatif dilakukan secara titrasi kompleksometri dengan menggunakan dinatrium EDTA sebagai pentiter dan kalkon campur sebagai indikator pada pH 13.

Baca lebih lajut

PENGOLAHAN IKAN ASIN

PENGOLAHAN IKAN ASIN

Ikan asin yang mengandung formalin dapat diketahui lewat ciri-ciri antara lain tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu 25 derajat celsius, bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin. Tidak dihinggapi lalat di area berlalat (Astuti, 2010). Selain itu dagingnya kenyal,utuh, lebih putih dan bersih dibandingkan ikan asin tanpa formalin agak berwarna coklat dan lebih tahan lama (Widyaningsih dan Murtini, 2006). Ikan asin berformalin ini juga masih banyak dibeli lantaran ketidaktahuan konsumen. Sebagian pembeli juga ingin mendapatkan produk yang awet dengan harga murah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGOLAHAN IKAN ASIN | Karya Tulis Ilmiah

PENGOLAHAN IKAN ASIN | Karya Tulis Ilmiah

pada saat tertentu para produsen juga menggunakan formalin pada ikan asin. Pengawasan yang rendah terhadap produk perikanan menyebabkan para produsen nakal sangat leluasa memakai bahan pengawet berbahaya tersebut. Penggunaan formalin oleh para produsen ikan asin dikarenakan cara produksinya masih manual, pengeringan ikan masih sangat tergantung dari cuaca. Kalau musim hujan, pengeringan bisa berhari-hari. Begitu air hujan turun, para produsen menutupi ikan-ikan yang tengah dijemur itu dengan plastik agar tidak basah. Jika proses penjemuran kurang sempurna, bahan makanan akan mudah
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN CARA PENGASINAN DAN KADAR PROTEIN IKAN ASIN TERI (Stolephorus commersonii)DI REMBANG, PATI, DAN JEPARA.

PENDAHULUAN CARA PENGASINAN DAN KADAR PROTEIN IKAN ASIN TERI (Stolephorus commersonii)DI REMBANG, PATI, DAN JEPARA.

Menurut Afrianto (2002), banyak bahan makanan yang mudah busuk atau tidak tahan lama sehingga terbatasnya lama penyimpanan dan daerah pemasarannya tidak begitu luas. Salah satu dari bahan makanan tersebut adalah ikan. Oleh sebab itu dilakukan pengawetan makanan, yang bertujuan untuk mempertahankan kualitas suatu makanan selama mungkin dengan cara menghambat atau menghentikan sama sekali penyebab kemunduran mutu (pembusukan) maupun penyebab kerusakan makanan (misalnya aktivitas enzim, mikroorganisme, atau oksidasi oksigen) agar makanan tersebut tetap dalam kondisi yang baik.

6 Baca lebih lajut

Factors Affecting Production Of Salted Anchovy Fish Preservation At Labuhan Maringgai Subdistrict East Lampung Regency

Factors Affecting Production Of Salted Anchovy Fish Preservation At Labuhan Maringgai Subdistrict East Lampung Regency

Skala usaha ekonomi dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai parameter dugaan (Σbi) pada fungsi produksi Cobb-Douglas. Jumlah bi merupakan elastisitas produksi dari fungsi produksi Cobb-Douglas. Nilai elastisitas produksi agroindustri pengawetan ikan asin teri di daerah penelitian sebesar 1,006 yang berarti Elastisitas Produksi (EP > 1). Menurut Soekartawi (2003) bila ∑bi >1 berarti penambahan input akan menghasilkan tambahan produksi yang proporsionalnya lebih besar skala usaha dengan hasil menaik (increasing return scale). Berdasarkan jumlah nilai paramater dugaan tersebut menunjukkan bahwa skala usaha ekonomi agroindustri pengawetan ikan asin teri berada pada kondisi incresing return to scale, yaitu penambahan faktor-faktor produksi akan menyebabkan penambahan produksi dengan jumlah lebih besar. Dengan demikian penambahan faktor-faktor produksi pengawetan ikan asin masih dimungkinkan karena setiap penambahan satu- satuan faktor produksi akan memberikan penambahan produksi ikan asin teri lebih besar.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Higiene Sanitasi Makanan 2.1.1. Pengertian Higiene - Higiene Sanitasi Pembuatan dan Analisis Keberadaan Tawas Serta Pengawasan dan Distribusi Ikan Asin Kota Sibolga Tahun 2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Higiene Sanitasi Makanan 2.1.1. Pengertian Higiene - Higiene Sanitasi Pembuatan dan Analisis Keberadaan Tawas Serta Pengawasan dan Distribusi Ikan Asin Kota Sibolga Tahun 2012

Bahan makanan mentah atau baku merupakan dasar untuk dapat menghasilkan makanan yang baik. Oleh karena itu bahan makanan harus diamankan dari terjadinya kerusakan seperti pecah atau busuk serta terjadinya pencemaran dari asal bahan atau dari lingkungan. Pilihlah bahan makanan yang masih segar, masih utuh, tidak retak atau pecah, dan bebas dari pencemaran, terutama makanan yang cepat membusuk seperti daging, ikan, telur dan susu. Kualitas bahan baku makanan yang baik dapat dilihat melalui ciri-ciri fisik dan mutunya dam hal bentuk, warna, kesegaran, bau, dll.

38 Baca lebih lajut

Pembuatan Kitosan dari Kulit dan Kepala Udang Laut Perairan Kupang Sebagai Pengawet Ikan Teri Segar | Mardyaningsih | Jurnal Rekayasa Proses 11375 21693 1 PB

Pembuatan Kitosan dari Kulit dan Kepala Udang Laut Perairan Kupang Sebagai Pengawet Ikan Teri Segar | Mardyaningsih | Jurnal Rekayasa Proses 11375 21693 1 PB

Berdasarkan hal tersebut, maka pada penelitian ini ditentukan konsentrasi kitosan 1,5% sebagai kondisi optimal untuk tahap pengawetan ikan teri segar. Kondisi ikan teri segar secara organoleptik (SNI 01-2345-1991) adalah sebagai berikut : (1) Mata agak cerah, bola mata rata, pupil agak keabu-abuan,kornea agak keruh (nilai 7); (2) Insang berwarna merah agak kusam, tanpa lendir (nilai 7); (3) Lendir permukaan badan mulai keruh, agak putih susu, warna terangnya mulai suram (nilai 7); (4) Daging dan perut sayatannya cemerlang, warna asli sedikit berubah di tulang belakang, perut agak lembek, ginjal mulai merah pudar, dinding perut dagingnya utuh, bau netral (nilai 7); (5) Konsistensi elastis bila ditekan dengan jari, agak lunak, sulit menyobek daging dari tulang belakang (nilai 7).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Tataniaga Ikan Asin Di Kelurahan   Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kotamadya Medan

Analisis Tataniaga Ikan Asin Di Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kotamadya Medan

Kegiatan tenaga kerja dalam pengolahan ikan asin khususnya ikan asin yang bulat yaitu kegiatan penggaraman, pencucian, pengangkatan dan penjemuran. Khusus untuk ikan asin yang bulat, tenaga kerja untuk membelah tidak digunakan tapi menggunakan tanaga kerja untuk memberikan tawas. Dimana rata-rata tenaga kerja yang menjemur berjenis kelamin wanita. Selain itu ada juga Tenaga kerja tetap biasanya yaitu sebanyak 2-3 orang dan mereka hanya mencuci, mengangkat dan menimbang. Semua tenaga kerja tetap berjenis kelamin laki- laki. Para tenaga kerja tetap diberi upah Rp 40.000, s/d 50.00- per hari dengan mulai bekerja sampai siap pekerjaan (semua bahan baku) sedangkan tenaga kerja harian yaitu menjemur diberi upah Rp 2000 s/d 3000 / pin. Waktu kerja untuk menjemur tidak dapat ditentukan. Pekerjaan menjemr dimulai dari ikan yang telah diasinkan / digaramkan sampai siap dijemur.Untuk lebih jelasnya lagi mengenai biaya tenaga kerja yang dikeluarkan dalam pengolahan ikan asin dapat dilihat pada tabel berikut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI PENGGUNAAN FORMALIN PADA IK

IDENTIFIKASI PENGGUNAAN FORMALIN PADA IK

Ikan yang telah mati cepat sekali membusuk dibandingkan dengan daging sapi, buah, ataupun sayuran, daging ikan lebih cepat mengalami proses kemunduran mutu (proses pembusukan). Hal ini disebabkan oleh aktivitas mikroba (jasad renik) yang terdapat dalam seluruh lapisan daging ikan, terutama bagian insang, isi perut, dan kulit (lendir). Salah satu cara untuk menghindari pembusukan adalah dengan penggaraman. Penggaraman merupakan cara pengawetan yang praktis sekaligus efektif dan efisien untuk ikan-ikan yang ukuran dan jenisnya tidak seragam. Ikan hasil penggaraman disebut dengan ikan asin (Abbas Siregar Djariah, 2004: 9-12).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TOFAN BAYU ISNANTO H3109058

TOFAN BAYU ISNANTO H3109058

Teri nasi sangat mudah dibedakan dengan jenis teri lainya, karena warna putih transparan dan ukurannya lebih kecil, Sedangkan teri putih warnanya putih transparan, ukuran jauh lebih besar dari teri nasi, warna abdomen keperakan, kepala lebih pendek dibandingkan teri merah, dengan selemprang lateral relatif lebih kecil. Ikan teri merah mempunyai ukuran lebih besar dari teri nasi,kepala lebih pendek dibandingkan teri putih, warna daging agak kemerahan, selemprang perak netral lebih tebal, bagian abdomen berwarna keperakan. Pemberian nama teri hitam oleh nelayan dan pengepul adalah karena warnanya yang relatif lebih kotor dibandingkan teri merah dan teri putih. Dalam hasil tangkapan, ikan teri hitam lebih mudah diidentifikasi dari warna daging yang lebih kotor dibanding teri merah, kepala panjang menyerupai teri merah, serta ukuranya yang lebih besar dibandingkan teri nasi (Setyohadi dkk, 2001).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...