Kecerdasan Emosional Siswa

Top PDF Kecerdasan Emosional Siswa:

Keefektifan Pendekatan Analisis Transaksional untuk Mengembangakan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas XI SMA Purusatama Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006.

Keefektifan Pendekatan Analisis Transaksional untuk Mengembangakan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas XI SMA Purusatama Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006.

Berkembangnya kecerdasan emosional dapat dilihat dari perilaku siswa yang mengalami perkembangan perilaku yang lebih baik yang sesuai dengan tahap perkembangannya, setelah masalah mereka dipecahkan melalui proses konseling dengan menggunakan teknik konseling dalam pendekatan analisis transaksional. Berkembangnya kecerdasan emosional juga tampak pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa kelas XI SMU Purusatama Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006 sebelum mendapatkan pendekatan analisis transaksional berada pada kategori sedang dengan rata-rata 60, 93% dan setelah mendapat perlakuan pendekatan konseling analisis transaksional berada pda kategori tinggi dengan rata-rata 73, 96%. Hasil uji wilcoxon menunjukan bahwa nilai Z hitung = - 3,920 dengan Z tabel = 1, 96, jadi nilai
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS DAN KONSEP DIRI TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BOJONG TAHUN PELAJARAN 20152016

HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS DAN KONSEP DIRI TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BOJONG TAHUN PELAJARAN 20152016

Berbagai permasalahan yang dialami oleh siswa mempunyai banyak faktor yang melatar belakangi permasalahan tersebut. Faktor yang menyebabkan permasalahan tersebut dapat muncul diakibatkan oleh adanya faktor internal dan eksternal. Faktor intern permasalahan siswa SMP adalah rendahnya kecerdasan emosional siswa dan usia siswa SMP yang masih dalam pencarian jati diri, dimana masa tersebut adalah masa transisi dari anak-anak ke remaja sehingga sering terjadi pergolakan batin yang dialami oleh siswa. Sehingga menjadikan siswa sering mengalami permasalahan-permasalahan. Selain faktor dari dalam diri siswa tersebut ada faktor lain yaitu Keluarga, keluarga berkenaan bagaimana pola asuh dalam keluarga tersebut. Karena keluarga merupakan pembetukan jati diri atau konsep diri anak, semakin baik dan positif sebuah keluarga dalam mendidik anak-anaknya akan tercipta sebuah keluarga yang harmonis dan menciptakan anak-anak yang mempunyai konsep diri yang baik dan kecerdasan emosional yang baik.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN kOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMK DI KOTA MADIUN TAHUN PELAJARAN 2013 2014 | Wahyuni | 4504 9987 1 SM

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN kOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMK DI KOTA MADIUN TAHUN PELAJARAN 2013 2014 | Wahyuni | 4504 9987 1 SM

Saran yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ini antara lain, dalam kegiatan pembelajaran guru perlu memperhatikan dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diberikan. Disamping itu guru terus berusaha melakukan inovasi pembelajaran dalam upaya meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. Inovasi pembelajaran yang dilakukan harus mengarah kepada perubahan cara pandang bahwa dalam pembelajaran siswa harus aktif belajar dan mengkonstruksi pengetahuan. Salah satu model pembelajaran yang membuat siswa aktif adalah model pembelajaran kooperatif, khususnya tipe NHT dan metode tipe TPS. Selain itu, dalam pelaksanaan pembelajaran hendaknya guru juga memperhatikan perbedaan kecerdasan emosional siswa, sehingga guru dapat menyikapi berbagai tipe dan karakteristik dalam belajar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Cicalengka-Bandung Tahun Ajaran 2010/2011.

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Cicalengka-Bandung Tahun Ajaran 2010/2011.

penelitian John Gottman (1998) yang menunjukkan bukti kuat bahwa mereka yang memiliki kecerdasan emosional relatif baik, mampu memperoleh nilai akademik yang lebih tinggi, mampu bergaul lebih baik, tidak banyak mengalami masalah tingkah laku dan tidak mudah terpancing untuk melakukan tindak kekerasan bila dibandingkan dengan mereka yang kecerdasan emosionalnya rendah. Sebuah laporan dari National Center for Clinical Infant Programs (1992) menyatakan bahwa keberhasilan di sekolah bukan diramalkan oleh kumpulan fakta seorang siswa atau kemampuan dininya untuk membaca, melainkan oleh ukuran-ukuran emosional dan sosial pada diri sendiri dan mempunyai minat, mengetahui pola perilaku yang diharapkan orang lain dan bagaimana mengendalikan dorongan hati untuk berbuat nakal, mampu menunggu dan bersikap sabar, mengikuti petunjuk dan mengacu pada guru untuk mencari bantuan, serta mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan saat bergaul dengan siswa lain. Hampir semua siswa yang prestasi sekolahnya buruk, menurut laporan tersebut tidak memiliki satu atau lebih unsur-unsur kecerdasan emosional ini (tanpa memperdulikan apakah mereka juga mempunyai kesulitan-kesulitan kognitif seperti ketidakmampuan belajar) (Goleman, 2002).
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Studi Deskriptif Mengenai Kecerdasan Emosional Pada Siswa SMP Kelas VIII (Penelitian Terhadap Siswa SMP "X" Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Bandung).

Studi Deskriptif Mengenai Kecerdasan Emosional Pada Siswa SMP Kelas VIII (Penelitian Terhadap Siswa SMP "X" Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Bandung).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan emosional siswa SMP kelas VIII di SMP RSBI ‘X’ Bandung. Selain itu, penelitian ini juga untuk mengetahui pemahaman yang lebih mendalam berdasarkan aspek-aspek dari kecerdasan emosional siswa. Pemilihan sampel menggunakan keseluruhan populasi sasaran. Penelitian ini dilakukan berdasar atas teori Kecerdasan Emosional oleh Daniel Goleman (1997). Kecerdasan Emosional meliputi kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang mengacu pada Teori Kecerdasan Emosional oleh Daniel Goleman (1997). Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan metode statistik presentasi Berdasarkan hasil uji validitas dengan menggunakan Spearman dan uji reabilitas dengan menggunakan rumus koefisien reliabilitas split half, 50 dari 60 buah item diterima dengan validitas keseluruhan item berkisar antara 0,315-0,699 dan reliabilitas sebesar 0,778
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Hubungan kecerdasaan emosional dengan self control siswa kelas VII SMP 25 KOTA JAMBI - Repository Unja

Hubungan kecerdasaan emosional dengan self control siswa kelas VII SMP 25 KOTA JAMBI - Repository Unja

2. Menurut Goleman (2003:512), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan intelegensi, menjaga keselarasan emosi dan pengungkappannya, melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial. Kecerdasan emosional siswa dimaksud adalah tingkat emosional siswa untuk memotivasi diri sendiri, dan dapat meneyelesaikan permasalahanya, mengendalikan perilaku agersif, dapat mengekspresikan rasa kekecewaan pada tempatnya dan dapat menerima konsekunsi yang telah diperbuat, belajar untuk memiliki hubungan baik dengan orang lain, berempati dan berdoa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persentase kecerdasan emosional siswa dari jumlah keseluruhan sampel 116 yaitu : 33,62% tergolong dalam kategori tingkat kecerdasan emosionalnya tinggi, 37,93% tergolong dalam kategori tingkat kecerdasan emosionalnya sedang, dan yang berada pada kategori rendah denagn persentase 28,44%.

3 Baca lebih lajut

 this  file 3050 5594 1 PB

this file 3050 5594 1 PB

13 dengan menerapkan metode ceramah dan tanya-jawab. Penggunaan pembelajaran konvensional tersebut belum terlihat memberikan dampak yang signifikan terhadap tujuan kognitif dan afektif yang ingin dicapai dalam masalah ini, sehingga diperlukan strategi pebelajaran lain yang lebih mampu menunjang ketercapaian tujuan dan memfasilitasi munculnya kedua aspek tersebut. Strategi yang digunakan tersebut sebaiknya merupakan strategi yang didasarkan pada pembelajaran konstruktivisme sosial menurut Vygotsky. Di dalam konstruktivisme sosial, Vygotsky (1986) meyakini suatu zona yang dinamakan zona perkembangan dekat, yaitu kemampuan seseorang memecahkan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau berkolaborasi dengan rekan-rekannya yang lebih mampu (Huda, 2013, hlm. 46). Dengan pembelajaran konstruktivisme sosial pembelajaran akan lebih bermakna dan materi dapat lebih dipahami siswa karena siswa dijadikan subjek belajar yang aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri, disertai adanya kesempatan interaksi sosial yang terbuka antara guru dan siswa atau antara siswa dan siswa dalam proses pembelajaran sehingga memberi kesempatan untuk perkembangan kecerdasan emosional siswa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Kecerdasan Emosional | Sari | Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran 9463 19387 1 SM

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Kecerdasan Emosional | Sari | Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran 9463 19387 1 SM

Rendahnya motivasi belajar siswa akan berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran siswa di dalam kelas. Lebih lanjut akan menurunkan prestasi belajarnya. Oleh karena itu, upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, salah satunya adalah dengan meningkatkan kecerdasan emosional siswa dalam proses belajarnya.

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persentase kecerdasan emosional siswa dari jumlah keseluruhan sampel 116 yaitu : 33,62% tergolong dalam kategori tingkat kecerdasan emosionalnya tinggi, 37,93% tergolong dalam kategori tingkat kecerdasan emosionalnya sedang, dan yang berada pada kategori rendah denagn persentase 28,44%.

3 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN SIKAP SOSIAL SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 3 PONTIANAK ARTIKEL PENELITIAN

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN SIKAP SOSIAL SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 3 PONTIANAK ARTIKEL PENELITIAN

umum hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan sikap sosial siswa. Hasil penelitian secara khusus dapat dijabarkan bahwa: (1) Kecerdasan emosional siswa kelas XI Akuntansi SMK Negeri 3 Pontianak termasuk ke dalam kategori “Cukup”, artinya bahwa siswa masih belum baik dalam memahami emosinya sendiri, mengelola dan mengekspresikannya, dan tak hanya mengenai emosi diri tapi juga emosi orang lain. Karena berada pada kategori cukup bukan berarti siswa tidak memiliki kemampuan dalam kecerdasan emosional, namun kecerdasan emosional yang dimiliki oleh siswa tersebu perlu lebih ditingkatkan lagi agar lebih baik; (2) Sikap sosial siswa kelas XI Akuntansi SMK Negeri 3 Pontianak termasuk dalam kategori “Baik”, artinya bahwa siswa memiliki sikap sosial yang baik dan telah mampu untuk berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan sekitar terutama sekali lingkungan sosial baik disekolah maupun diluar sekolah; dan (3) Terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan sikap sosial siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 3 Pontianak dan termasuk dalam kategori “Sangat Kuat”, artinya bahwa kecerdasan emosional mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan sikap sosial di dalam keberlangsungan berinteraksi dengan orang lain. Dengan adanya kecerdasan emosional didalam diri siswa maka dalam melakukan sikap sosial akan berjalan dengan baik. Semakin baik kecerdasan emosional siswa maka semakin baik pula sikap sosialnya, dan sebaliknya semakin tidak baik kecerdasan emosional siswa maka semakin tidak baik pula sikap sosialnya, baik itu dilingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Dampak Muatan Etika dalam Pengajaran Akuntansi Keuangan dan Audit terhadap Persepsi Etika Mahasiswa yang Dimoderasi oleh Kecerdasan Kognisi dan Kecerdasan Emosional: Studi Eksperimen Semu.

Dampak Muatan Etika dalam Pengajaran Akuntansi Keuangan dan Audit terhadap Persepsi Etika Mahasiswa yang Dimoderasi oleh Kecerdasan Kognisi dan Kecerdasan Emosional: Studi Eksperimen Semu.

Goleman (2000) menyatakan peran IQ dalam dunia kerja ternyata hanya menempati posisi kedua setelah kecerdasan emosional dalam menentukan peralihan prestasi puncak. Golema tidak mempertentangkan IQ (kecerdasan kognisi) dan EQ (kecerdasan emosional), melainkan memperlihatkan adanya kecerdsan yang bersifat emosional, ia berusaha menemukan keseimbangan antara emosi dan kognisi. Kecerdasan emosional menentukan seberapa baik seseorang menggunakan ketrampilan-ketrampilan yang dimilikinya, termasuk ketrampilan intelektual. Pradigma lama menganggap yang ideal adalh adanya nalar yang bebas dari emosi, paradigm baru menganggap adanya keseuaian antara kepala dan hati.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECERDASAN SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA SISWA SMK NEGERI 4 KLATENTAHUN 2015

HUBUNGAN KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECERDASAN SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA SISWA SMK NEGERI 4 KLATENTAHUN 2015

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan: (1) kecerdasan intelektual terhadap prestasi belajar akuntansi perusahaan jasa, (2) kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar akuntansi perusahaan jasa, (3) kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar akuntansi perusahaan jasa, (4) kecerdasan sosial terhadap prestasi belajar akuntansi perusahaan jasa, dan (5) kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial terhadap prestasi belajar akuntansi perusahaan jasa.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI (The Influences Emotional Intelligence at Leadership And Organization)

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI (The Influences Emotional Intelligence at Leadership And Organization)

Kecerdasan emosional ( Emotional Intelegensia ) adalah kecerdasan non kognitif, yaitu sesuatu yang ada di luar keahlian dan pengetahuan, artinya kemampuan untuk memahami diri sendiri dan orang lain, saat seseorang tersebut berhubungan dengan orang lain dan beradaptasi menghadapi lingkungannya ( Dr.Christine Dreyfus, dalam Armstrong,2003 )

6 Baca lebih lajut

Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja.

Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja.

ABSTRAK. Perawat yang bekerja di Instalasi Rawat Darurat (IRD) sangat rentan terhadap stres kerja. Stres kerja tersebut sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kepada pasien sehingga perawat membutuhkan kecerdasan emosional untuk mengatur suasana hati, mengendalikan stres, bertahan menghadapi frustasi, dan mengendalikan dorongan hati. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan metode cross sectional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stres kerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 25 responden dengan kriteria: tidak dalam masa cuti atau tugas belajar, bersedia menjadi responden, dan bukan kepala ruang. Penelitian dilakukan mulai tanggal 29 Juli 2006 sampai 9 Agustus 2006. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang negatif dan bermakna antara tingkat kecerdasan emosional dengan tingkat stres kerja perawat di IRD RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Rata-rata tingkat kecerdasan emosional dan tingkat stres kerja masing-masing dalam kategori sedang yaitu 80% dan 76%. Uji hipotesis menggunakan korelasi Product Moment dengan α = 0,05 didapatkan r=-0,465 dan p=0,019.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

t pd 0704859 table of content

t pd 0704859 table of content

KECERDASAN EMOSIONAL ANAK, POLA ASUH ORANGTUA DAN BIMBINGAN GURU ……….... Kecerdasan Emosional Anak ……….[r]

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KREATIVITAS DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SENI TARI SISWA KELAS IXA SMP N 2 PENGASIH.

HUBUNGAN KREATIVITAS DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SENI TARI SISWA KELAS IXA SMP N 2 PENGASIH.

Banyak siswa yang terpaku dengan contoh pola lantai yang telah diberikan guru melalui media video pembelajaran ada juga yang cenderung diam atau pasif terhadap proses pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga terkesan kurang peduli atau apatis. Selain itu pola lantai yang disusun tiap kelompok hampir memiliki pola yang sama. Siswa cenderung mengulang bentuk-bentuk pola lantai yang sama secara berulang-ulang atau dengan kata lain kurang bervariasi. Tak jarang ditemukan kelompok yang memiliki pola lantai yang sama satu sama lain hanya berbeda dalam susunannya. Rendahnya kreativitas siswa juga dapat terlihat saat mendapatkan tugas untuk membuat properti untuk menari. Siswa diberikan contoh properti tari dan kemudian diberi kebebasan untuk menghias, mengkreasikan dalam membuat dan mengemas properti tersebut seunik dan semenarik mungkin serta lain daripada yang lain namun tetap sesuai dengan fungsi dan tujuan properti tersebut dibuat. Siswa yang kreatif akan berusaha maksimal dan sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas tersebut serta mampu melihat sebuah obyek dari berbagai sudut pandang yang tidak terpikirkan oleh orang lain sehingga menghasilkan sesuatu yang lain daripada yang lain yang berasal dari dirinya sendiri (orisinil). Sedangkan siswa yang kurang kreatif cenderung meniru apa yang sudah dicontohkan dengan tanpa pengembangan apapun, atau walaupun ada pengembangan tetapi tidak orisinil. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tugas siswa yang dikumpulkan.
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI SD ALAM MUTIARA UMAT TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI SD ALAM MUTIARA UMAT TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Senada dengan ungkapan dari salah satu guru SD Alam mutiara Umat, bahwa setiap siswa memiliki kelancaran yang berbeda-beda dalam menghafal Al- Qur’an . Inilah yang membuat siswa dalam satu kelas sangat bervariasi dalam pencapain juz atau hafalannya. Hal ini membuktikan bahwa kelancaran siswa dalam menghafal Al- Qur’an itu berkaitan erat dengan daya ingat dan kecerdasan.

5 Baca lebih lajut

KEADAAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA SMP ANGKASA LANUD ADI SOEMARMO DITINJAU DARI JENIS KELAMIN  Keadaan Kecerdasan Emosional pada Siswa SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo Ditinjau dari Jenis Kelamin.

KEADAAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA SMP ANGKASA LANUD ADI SOEMARMO DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Keadaan Kecerdasan Emosional pada Siswa SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo Ditinjau dari Jenis Kelamin.

KEADAAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA SMP ANGKASA LANUD ADI SOEMARMO DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Menurut Goleman (2001) Jenis kelamin merupakan faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional. Tidak ada perbedaan antara kemampuan pria dan wanita dalam meningkatkan kecerdasan emosinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan kecerdasan emosional yang ada pada siswa laki-laki dan siswa perempuan di SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo serta mengetahui tingkatan kecerdasan emosinya. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada perbedaan kecerdasan emosional antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...