Kecerdasan Emosional Siswa

Top PDF Kecerdasan Emosional Siswa:

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN kOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMK DI KOTA MADIUN TAHUN PELAJARAN 2013 2014 | Wahyuni | 4504 9987 1 SM

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN kOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMK DI KOTA MADIUN TAHUN PELAJARAN 2013 2014 | Wahyuni | 4504 9987 1 SM

Selain faktor model pembelajaran, faktor lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa adalah kecerdasan emosional. Goleman (2006:44) menyatakan bahwa setinggi-tingginya kecerdasan intelektual menyumbang kira-kira 20% bagi faktor-faktor yang menentukan sukses individu dalam hidup. Sedangkan 80% diisi oleh kekuatan- kekuatan lain termasuk diantaranya kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional tersebut sangat berpengaruh dalam proses dan keberhasilan belajar. Hal ini karena belajar tidaklah semata-mata persoalan intelektual, tetapi juga emosional. Belajar tidak sekedar interaksi dengan sumber belajar buku dan lingkungan mati, akan tetapi juga melibatkan hubungan manusiawi antara sesama siswa dan antara siswa dengan guru. Di sinilah pentingnya letak kecerdasan emosional siswa dalam belajar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Keefektifan Pendekatan Analisis Transaksional untuk Mengembangakan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas XI SMA Purusatama Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006.

Keefektifan Pendekatan Analisis Transaksional untuk Mengembangakan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas XI SMA Purusatama Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006.

Berkembangnya kecerdasan emosional dapat dilihat dari perilaku siswa yang mengalami perkembangan perilaku yang lebih baik yang sesuai dengan tahap perkembangannya, setelah masalah mereka dipecahkan melalui proses konseling dengan menggunakan teknik konseling dalam pendekatan analisis transaksional. Berkembangnya kecerdasan emosional juga tampak pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa kelas XI SMU Purusatama Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006 sebelum mendapatkan pendekatan analisis transaksional berada pada kategori sedang dengan rata-rata 60, 93% dan setelah mendapat perlakuan pendekatan konseling analisis transaksional berada pda kategori tinggi dengan rata-rata 73, 96%. Hasil uji wilcoxon menunjukan bahwa nilai Z hitung = - 3,920 dengan Z tabel = 1, 96, jadi nilai
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Cicalengka-Bandung Tahun Ajaran 2010/2011.

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Cicalengka-Bandung Tahun Ajaran 2010/2011.

penelitian John Gottman (1998) yang menunjukkan bukti kuat bahwa mereka yang memiliki kecerdasan emosional relatif baik, mampu memperoleh nilai akademik yang lebih tinggi, mampu bergaul lebih baik, tidak banyak mengalami masalah tingkah laku dan tidak mudah terpancing untuk melakukan tindak kekerasan bila dibandingkan dengan mereka yang kecerdasan emosionalnya rendah. Sebuah laporan dari National Center for Clinical Infant Programs (1992) menyatakan bahwa keberhasilan di sekolah bukan diramalkan oleh kumpulan fakta seorang siswa atau kemampuan dininya untuk membaca, melainkan oleh ukuran-ukuran emosional dan sosial pada diri sendiri dan mempunyai minat, mengetahui pola perilaku yang diharapkan orang lain dan bagaimana mengendalikan dorongan hati untuk berbuat nakal, mampu menunggu dan bersikap sabar, mengikuti petunjuk dan mengacu pada guru untuk mencari bantuan, serta mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan saat bergaul dengan siswa lain. Hampir semua siswa yang prestasi sekolahnya buruk, menurut laporan tersebut tidak memiliki satu atau lebih unsur-unsur kecerdasan emosional ini (tanpa memperdulikan apakah mereka juga mempunyai kesulitan-kesulitan kognitif seperti ketidakmampuan belajar) (Goleman, 2002).
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

 this  file 3050 5594 1 PB

this file 3050 5594 1 PB

13 dengan menerapkan metode ceramah dan tanya-jawab. Penggunaan pembelajaran konvensional tersebut belum terlihat memberikan dampak yang signifikan terhadap tujuan kognitif dan afektif yang ingin dicapai dalam masalah ini, sehingga diperlukan strategi pebelajaran lain yang lebih mampu menunjang ketercapaian tujuan dan memfasilitasi munculnya kedua aspek tersebut. Strategi yang digunakan tersebut sebaiknya merupakan strategi yang didasarkan pada pembelajaran konstruktivisme sosial menurut Vygotsky. Di dalam konstruktivisme sosial, Vygotsky (1986) meyakini suatu zona yang dinamakan zona perkembangan dekat, yaitu kemampuan seseorang memecahkan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau berkolaborasi dengan rekan-rekannya yang lebih mampu (Huda, 2013, hlm. 46). Dengan pembelajaran konstruktivisme sosial pembelajaran akan lebih bermakna dan materi dapat lebih dipahami siswa karena siswa dijadikan subjek belajar yang aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri, disertai adanya kesempatan interaksi sosial yang terbuka antara guru dan siswa atau antara siswa dan siswa dalam proses pembelajaran sehingga memberi kesempatan untuk perkembangan kecerdasan emosional siswa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

1. Bagi sekolah, mengacu pada hasil penilaian, hendaknya sekolah memperhatiakan tingkat kecerdasan emosional siswa karena hal ini terbukti memiliki hubungan positif. Sekolah dapat melaksanakan training kecerdasan emosional, sehingga tingkat kecerdasan emosional siswa menjadi lebih baik.

3 Baca lebih lajut

6. EQ Ditinjau dari Jenis Kelamin Jurnal

6. EQ Ditinjau dari Jenis Kelamin Jurnal

Penelitian ini termasuk penelitian ex post facto, karena tidak ada perlakuan maupun pengkondisian khusus pada sampel maupun populasi. Variabel yang akan diteliti adalah kecerdasan emosional (EQ). Kecerdasan emosional (EQ) adalah skor kecerdasan emosional yang diperoleh setelah dosen-dosen yang menjadi sampel menjawab pernyataan yang ada dalam lembar angket kecerdasan emosional yang berisi tentang aspek-aspek kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk : mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan. Populasi penelitian adalah seluruh dosen MIPA yang berasal dari Perguruan Tinggi di DIY, sedangkan sampel diambil secara purpossive random sampling dengan memper-timbangkan rasio laki-laki dan perempuan untuk setiap Perguruan Tinggi yang termasuk dalam populasi dan latar belakang pendidikan dosen yang harus mengampu mata kuliah di bidang MIPA. Adapun jumlah sampel sebanyak 141 dosen, terdiri dari 72 dosen laki-laki dan 69 dosen perempuan. Instrumen berupa angket yang diadaptasi dari penelitian Ridwan Saptoto (2002) yang divalidasi logis. Setiap pernyataan terdapat 5 jawaban pilihan, yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Pasti (TP), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Pernyataan positif diberi skor 5, 4, 3, 2, 1 dan pernyataan negatif sebaliknya. Skor rata-rata setiap aspek maupun seluruh aspek yang diperoleh dikonversikan secara kualitatif dengan kriteria konversi yang diadaptasi dari Robert Ebel L. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan EQ yang dimiliki dosen MIPA laki-laki dengan perempuan dilakukan analisis statistik uji-t.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Relevansi pendidikan Lawrence E. Shapiro dan pendidikan islam tentang mendidik kecerdasan emosional anak. - Electronic theses of IAIN Ponorogo

Relevansi pendidikan Lawrence E. Shapiro dan pendidikan islam tentang mendidik kecerdasan emosional anak. - Electronic theses of IAIN Ponorogo

didominasi kecerdasan intelektual saja, melainkan dalam pendidikan Islam juga perlu memberikan kemampuan mengenal dan mengelola emosi sendiri di samping mengenal emosi orang lain. Pada gilirannya, berdasarkan kepekaan serta pemahaman terhadap emosi tersebut, individu mampu membawa diri secara efektif dalam interaksi dengan orang lain. 86 Menurut Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, kecerdasan emosional dalam Islam adalah suatu kemampuan yang bersentral pada kalbu, yang mana dengan kemampuan tersebut akan dapat mengetahui, memahami, mengenali, dan merasakan keinginan atau kehendak lingkungannya dan dapat mengambil hikmah darinya, sehingga akan memeroleh kemudahan untuk berinteraksi, beradaptasi dengan bersosialisasi dengan baik, bermanfaat, membahagiakan, menyenangkan dan menyelamatkan. 87 Indikator hadirnya kecerdasan emosional antara lain: menabur kasih sayang di bumi, mengerti perasaan dan keadaan orang lain, menghargai dan menghormati diri sendiri dan orang lain serta memiliki sifat muraqabah (waspada dan mawas diri). 88
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perancangan Modul Pelatihan Kecerdasan Emosional pada Siswa/i Kelas 1 SMP "X" Bandung.

Perancangan Modul Pelatihan Kecerdasan Emosional pada Siswa/i Kelas 1 SMP "X" Bandung.

Universitas Kristen Maranatha sepele. Berikut ini adalah beberapa data mengenai kasus bunuh diri atau percobaan bunuh diri siswa/i SMP di beberapa sekolah: tanggal 22 Mei 2007, siswi SMP 14 tahun dengan inisial NES (di kota Jogyakarta) mencoba bunuh diri dikarenakan malu belum melunasi uang pembayaran piknik sekolah sebesar 155 ribu rupiah. Tanggal 5 April 2010, siswa SMP di Jakarta Utara dengan inisial R berusia 15 tahun, bunuh diri karena ditolak keinginannya untuk mengikuti kejar Paket C oleh orang tuanya. Tanggal 17 Juni 2010, seorang siswi SMP di Probolinggo-Jawa Timur nekat mencoba bunuh diri dengan jalan meminum bensin pada saat jam istirahat sekolah oleh karena patah hati.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Studi Deskriptif Mengenai Kecerdasan Emosional Pada Siswa SMP Kelas VIII (Penelitian Terhadap Siswa SMP "X" Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Bandung).

Studi Deskriptif Mengenai Kecerdasan Emosional Pada Siswa SMP Kelas VIII (Penelitian Terhadap Siswa SMP "X" Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Bandung).

Adapun kemampuan untuk mengenali emosi adalah bagaimana seseorang memahami emosi dan paham bagaimana cara mengaplikasikannya. Pada tahap ini, tercakup di dalamnya adalah kemampuan untuk memahami makna dari suatu emosi serta perasaan kompleks lain yang menyertainya (Goleman, 1997). Dengan adanya kemampuan ini, siswa akan mampu menyadari apa perasaannya dan penyebab emosinya saat sedang berada dalam situasi tertekan dan dalam menghadapi kesibukan serta tugas yang padat, terutama posisi siswa RSBI yang memiliki materi belajar lebih padat dibandingkan siswa kelas reguler. Dengan demikian, siswa RSBI diharapkan mampu menguasai dan mengontrol perasaannya. Hal ini akan berdampak terhadap kepekaan siswa kelas RSBI dalam membuat keputusan atas masalah akademis yang dihadapi. Sehingga, ia akan memiliki keyakinan atas perasaannya dan mampu mengendalikan aktivitasnya.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KREATIVITAS DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SENI TARI SISWA KELAS IXA SMP N 2 PENGASIH.

HUBUNGAN KREATIVITAS DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SENI TARI SISWA KELAS IXA SMP N 2 PENGASIH.

Banyak siswa yang terpaku dengan contoh pola lantai yang telah diberikan guru melalui media video pembelajaran ada juga yang cenderung diam atau pasif terhadap proses pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga terkesan kurang peduli atau apatis. Selain itu pola lantai yang disusun tiap kelompok hampir memiliki pola yang sama. Siswa cenderung mengulang bentuk-bentuk pola lantai yang sama secara berulang-ulang atau dengan kata lain kurang bervariasi. Tak jarang ditemukan kelompok yang memiliki pola lantai yang sama satu sama lain hanya berbeda dalam susunannya. Rendahnya kreativitas siswa juga dapat terlihat saat mendapatkan tugas untuk membuat properti untuk menari. Siswa diberikan contoh properti tari dan kemudian diberi kebebasan untuk menghias, mengkreasikan dalam membuat dan mengemas properti tersebut seunik dan semenarik mungkin serta lain daripada yang lain namun tetap sesuai dengan fungsi dan tujuan properti tersebut dibuat. Siswa yang kreatif akan berusaha maksimal dan sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas tersebut serta mampu melihat sebuah obyek dari berbagai sudut pandang yang tidak terpikirkan oleh orang lain sehingga menghasilkan sesuatu yang lain daripada yang lain yang berasal dari dirinya sendiri (orisinil). Sedangkan siswa yang kurang kreatif cenderung meniru apa yang sudah dicontohkan dengan tanpa pengembangan apapun, atau walaupun ada pengembangan tetapi tidak orisinil. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tugas siswa yang dikumpulkan.
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Dampak Muatan Etika dalam Pengajaran Akuntansi Keuangan dan Audit terhadap Persepsi Etika Mahasiswa yang Dimoderasi oleh Kecerdasan Kognisi dan Kecerdasan Emosional: Studi Eksperimen Semu.

Dampak Muatan Etika dalam Pengajaran Akuntansi Keuangan dan Audit terhadap Persepsi Etika Mahasiswa yang Dimoderasi oleh Kecerdasan Kognisi dan Kecerdasan Emosional: Studi Eksperimen Semu.

Bulo (2002) menyatakan bahwa kecerdasan emosional dipengaruhi oleh pengalaman hidup yang dijalani seseorang. Semakin banyak aktifitas atau pengalaman seseorang dalam beroorganisasi dan semakin tinggi pengalaman kerja maka tingkat kecerdsan emosional mahasiswa akan semakin tinggi. Goleman (2000), kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenal perasaan diri sendiri dan orang lain untuk memotivasi diri sendiri dan mengelola emosi dengan baik di dalam diri kita dan hubungan kita. Kempuan ini saling berbeda dan melengkapi dengan kemampuan akademik murni, yaitu kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Wechsler (1958) dalam Chemiss (2000) mendefinisikan kecerdasan sebagai keseluruhan kemampuan seseorang untuk bertindak bertujuan , untuk berfikir rasional dan , dan untuk berhubungan dengan lingkungannya secara efektif .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECERDASAN SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA SISWA SMK NEGERI 4 KLATENTAHUN 2015

HUBUNGAN KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECERDASAN SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA SISWA SMK NEGERI 4 KLATENTAHUN 2015

56,580 dengan nilai probabilitas 0,000 (p<0,05), R squaresebesar 0,726 mengindikasikan bahwa variasi di dalam variabel prestasi belajar akuntansi perusahaan jasa ditentukan oleh variabel kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan sosial sebesar 72,6% dengan model persamaan garis regresi linear ganda yakni Y = -17,769 + 0,247 X 1 + 0,200

21 Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI (The Influences Emotional Intelligence at Leadership And Organization)

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI (The Influences Emotional Intelligence at Leadership And Organization)

Dengan demikian seseorang pemimpin/manajer yang hebat bukanlah seseorang yang melakukan kesia-siaan dengan mempelajari bakat baru, akan tetapi mereka yang lebih fokus menyesuaikan bakat yang dimiliki dengan tuntutan peran (sebagai pemimpin). Jadi kecocokan antara peran, bakat ,kompetensi dan kecerdasan emosional adalah faktor penting dalam menentukan performa seorang pemimpin.

6 Baca lebih lajut

Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja.

Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja.

ABSTRAK. Perawat yang bekerja di Instalasi Rawat Darurat (IRD) sangat rentan terhadap stres kerja. Stres kerja tersebut sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kepada pasien sehingga perawat membutuhkan kecerdasan emosional untuk mengatur suasana hati, mengendalikan stres, bertahan menghadapi frustasi, dan mengendalikan dorongan hati. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan metode cross sectional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stres kerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 25 responden dengan kriteria: tidak dalam masa cuti atau tugas belajar, bersedia menjadi responden, dan bukan kepala ruang. Penelitian dilakukan mulai tanggal 29 Juli 2006 sampai 9 Agustus 2006. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang negatif dan bermakna antara tingkat kecerdasan emosional dengan tingkat stres kerja perawat di IRD RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Rata-rata tingkat kecerdasan emosional dan tingkat stres kerja masing-masing dalam kategori sedang yaitu 80% dan 76%. Uji hipotesis menggunakan korelasi Product Moment dengan α = 0,05 didapatkan r=-0,465 dan p=0,019.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan kecerdasaan emosional dengan self control siswa kelas VII SMP 25 KOTA JAMBI - Repository Unja

Hubungan kecerdasaan emosional dengan self control siswa kelas VII SMP 25 KOTA JAMBI - Repository Unja

2. Menurut Goleman (2003:512), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan intelegensi, menjaga keselarasan emosi dan pengungkappannya, melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial. Kecerdasan emosional siswa dimaksud adalah tingkat emosional siswa untuk memotivasi diri sendiri, dan dapat meneyelesaikan permasalahanya, mengendalikan perilaku agersif, dapat mengekspresikan rasa kekecewaan pada tempatnya dan dapat menerima konsekunsi yang telah diperbuat, belajar untuk memiliki hubungan baik dengan orang lain, berempati dan berdoa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS VIII SMPN 12 MADIUN TAHUN PELAJARAN 20172018

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS VIII SMPN 12 MADIUN TAHUN PELAJARAN 20172018

2) Marah, ini merupakan jenis emosi yang dialami oleh anak-anak dan juga orang dewasa. Jika anak tidak dibantu dalam mengontrol emosinya mungkin anak akan lebih negatif seperti menyerang. Bentuk tingkah emosional inilah bila tidak diperbaiki sejak awal, nantiya akan sulit diperbaiki. Ketika remaja anak akan mengekspresikan melalui penggunaan bahasa berupa sindiran, menertawakan, dan lain-lian. Bahkan bisa mengekspresikan kemarahannya dengan membolos dari sekolah dan menyalurkan dalam bentuk kenakalan remaja. Kontrol atas kemarahannya dilakukan dengan cara mengalihkan stimulus sumber kemarahan. Jika ingin mengatasi kemarahan pada diri sendiri atau membantu orang lain, yang terpenting harus dapat mengalihkan perhatian yang diarahkan kepada rangsangan yang sangat berbeda dari rangsangan yang menimbulkan emosi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KEADAAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA SMP ANGKASA LANUD ADI SOEMARMO DITINJAU DARI JENIS KELAMIN  Keadaan Kecerdasan Emosional pada Siswa SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo Ditinjau dari Jenis Kelamin.

KEADAAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA SMP ANGKASA LANUD ADI SOEMARMO DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Keadaan Kecerdasan Emosional pada Siswa SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo Ditinjau dari Jenis Kelamin.

Validitas alat ukur dalam penelitian ini menggunakan product moment. Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan koefisien alpha cronbach. Hasil uji coba yang diperoleh dengan menggunakan bantuan program SPSS 16 for windows menunjukkan reliabilitas skala kecerdasan emosional sebesar 0,625 dengan validitas bergerak dari 0,176 sampai dengan 0,452. Data diolah dengan menggunakan perhitungan statistic independent sampel t-test. Diperoleh skor t- test (t= - 1,564, p= 0,120) dengan mengacu pada nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 maka hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang berarti bahwa tidak ada perbedaan kecerdasan emosional pada siswa laki-laki dan perempuan di SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo. Hasil tambahan diperoleh bahwa kecerdasan emosi yang ada pada siswa SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo tergolong tinggi. Hal ini membuktikan bahwa siswa laki-laki dan siswa perempuan di SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo sama-sama dapat mengenali emosi dirinya dan mengelola emosinya dengan baik, selain itu dapat memotivasi dirinya, mengenali emosi orang lain serta dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI SD ALAM MUTIARA UMAT TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI SD ALAM MUTIARA UMAT TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Kecerdasan emosionallah yang memotivasi seseorang untuk mencari manfaat dan mengaktifkan aspirasi dan nilai-nilai yang paling dalam, mengubah apa yang dipikirkan menjadi apa yang dijalani. Kecerdasan emosional menuntut seseorang pelajar mengakui dan menghargai perasaan pada dirinya dan orang lain untuk menanggapi dengan tepat, menerapkan dengan efektif informasi dan energy, emosi dalam kehidupan sehari-hari. 113

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Menurut Goleman, khusus pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi, mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan. Terlalu kritis, rewel, cenderung menarik diri, terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya, maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. Karena sifat-sifat diatas, bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka akan cenderung terlihat sebagai orang yang keras kepala, sulit bergaul, mudah frustasi, tidak mudah percaya kepada orang lain, tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Kondisi sebaliknya, dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP AKHLAK SISWA DI MTs MA’ARIF BAKUNG UDANAWU BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP AKHLAK SISWA DI MTs MA’ARIF BAKUNG UDANAWU BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Hal ini mengingat emosi adalah dorongan untuk bertindak. Selain itu, dalam perilaku individu, emosi mempunyai beberapa peran, diantaranya adalah memperkuat semangat, melemahkan semangat, menghambat dan mengganggu konsentrasi belajar, terganggunya penyesuaian sosial, bahkan suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengaruhi sikapnya dikemudian hari. 5

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...