Kegiatan Ekonomi Sektor Pariwisata

Top PDF Kegiatan Ekonomi Sektor Pariwisata:

Makalah ekonomi dalam sektor pariwisata

Makalah ekonomi dalam sektor pariwisata

Ketika Memasuki abad ke-21 perhatian terhadap pariwisata sudah sangat meluas, Jumlah wisatawan mancanegara saat itupun semakin meningkat. Hal ini terjadi karena pariwisata mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi negara-negara yang menerima kedatangan wisatawan. Pembangunan pariwisata memiliki peran signifikan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam aspek ekonomi, sektor pariwisata mengkontribusikan devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara dan Produk Domestik Bruto (PDB) beserta komponennya.Tidak sedikit wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara datang untuk menikmati daya tarik wisata yang ada di Indonesia. Dan sektor pariwisata juga merupakan alternatif dalam segi ekonomi untuk menanggulangi kemiskinan di indonesia. Ada bebrapa aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan pengembangan pariwisata yaitu:
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Keterkaitan USAha Kecil Sektor Pariwisata dengan Sektor-sektor Ekonomi Lainnya di Provinsi Bali: suatu Pendekatan Model Input-output

Keterkaitan USAha Kecil Sektor Pariwisata dengan Sektor-sektor Ekonomi Lainnya di Provinsi Bali: suatu Pendekatan Model Input-output

Mengenai pembagian sektor yang berbeda-beda dapat dilakukan sesuai dengan tujuan analisis yang ingin dilakukan. Di dalam penelitian ini dari 68 sektor pada Tabel I-O Pariwisata Bali Tahun 2000, dilakukan agregasi menjadi 33 sektor dengan tetap memperhatikan sektor utamanya, di samping juga memperhatikan kesamaan komoditi yang ada sesuai dengan pengembangan pariwisata di Bali. Dengan demikian semua analisis yang akan dilakukan dalam penelitian ini didasarkan pada Tabel I-O Pariwisata Bali 2000 yang telah diagregasi menjadi 33 sektor. Dari 33 sektor tersebut, sektor-sektor usaha kecil pada sektor pariwisata adalah sektor-sektor yang mendukung langsung kegiatan kepariwisataan atau perjalanan wisatawan, yaitu: (1) sektor restoran, rumah makan dan warung, (2) hotel non bintang, angkutan wisatwa, (4) travel biro, (5) money changer, (6) atraksi budaya dan hiburan lainnya, dan (7) jasa perorangan, rumah tangga lainnya dan pramuwisata. Sedangkan sektor hotel bintang walaupun pendukung utama sektor pariwisata, karena usaha-usaha pada sektor ini tidak memenuhi ketentuan usaha kecil BI, maka tidak termasuk usaha kecil sektor pariwisata.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

KETERKAITAN USAHA KECIL SEKTOR PARIWISATA DENGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI LAINNYA DI PROVINSI BALI: SUATU PENDEKATAN MODEL INPUT-OUTPUT

KETERKAITAN USAHA KECIL SEKTOR PARIWISATA DENGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI LAINNYA DI PROVINSI BALI: SUATU PENDEKATAN MODEL INPUT-OUTPUT

Mengenai pembagian sektor yang berbeda-beda dapat dilakukan sesuai dengan tujuan analisis yang ingin dilakukan. Di dalam penelitian ini dari 68 sektor pada Tabel I-O Pariwisata Bali Tahun 2000, dilakukan agregasi menjadi 33 sektor dengan tetap memperhatikan sektor utamanya, di samping juga memperhatikan kesamaan komoditi yang ada sesuai dengan pengembangan pariwisata di Bali. Dengan demikian semua analisis yang akan dilakukan dalam penelitian ini didasarkan pada Tabel I-O Pariwisata Bali 2000 yang telah diagregasi menjadi 33 sektor. Dari 33 sektor tersebut, sektor-sektor usaha kecil pada sektor pariwisata adalah sektor-sektor yang mendukung langsung kegiatan kepariwisataan atau perjalanan wisatawan, yaitu: (1) sektor restoran, rumah makan dan warung, (2) hotel non bintang, angkutan wisatwa, (4) travel biro, (5) money changer, (6) atraksi budaya dan hiburan lainnya, dan (7) jasa perorangan, rumah tangga lainnya dan pramuwisata. Sedangkan sektor hotel bintang walaupun pendukung utama sektor pariwisata, karena usaha-usaha pada sektor ini tidak memenuhi ketentuan usaha kecil BI, maka tidak termasuk usaha kecil sektor pariwisata.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH SEKTOR PARIWISATA, PERDAGANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA.

ANALISIS PENGARUH SEKTOR PARIWISATA, PERDAGANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA.

2 UNWTO (2011) pariwisata terdiri dari kegiatan orang-orang yang bepergian ke dan tinggal di tempat-tempat di luar lingkungan biasa selama tidak lebih dari satu tahun berturut-turut untuk bersantai, bisnis dan tujuan lain Menurut catatan World Tourism Organization (UNWTO), badan PBB yang mengkhususkan diri dalam topik dan statistik pariwisata terkait, pariwisata telah terus berkembang sejak tahun 1950-an, di seluruh dunia, dan karena itu telah menjadi salah satu pilar utama untuk kemajuan sosial dan ekonomi. Gerakan pariwisata mulai mendapatkan momentum pada 1980-an seiring dengan gerakan pariwisata dunia. Setelah tahun 1980-an, pariwisata dianggap sebagai kekuatan pendorong bagi pertumbuhan ekonomi dan karenanya sumber daya ekonomi dialokasikan ke pariwisata. Pertengahan abad ke-19 jumlah orang yang berwisata masih terbatas karena butuh waktu lama dan biaya besar, keamanan kurang terjamin, dan sarananya masih sederhana. Tetapi sesudah Revolusi Industri keadaan itu berubah, tidak hanya golongan elit saja yang bisa berpariwisata tapi kelas menengah juga. Hal ini ditunjang juga oleh adanya kereta api. Pada abad ke- 20 terutama setelah perang dunia II kemajuan teknik produksi dan teknik penerbangan menimbulkan peledakan pariwisata. Pariwisata dunia pulih kuat pada 2010 bahkan melebihi harapan. Kedatangan para wisatawan tumbuh 6,7 persen pada 2010 terhadap penurunan 4,0 persen pada tahun sebelumnya, tahun paling terpukul oleh krisis ekonomi global.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Ekonomi Wilayah Di Provinsi Jawa Timur

Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Ekonomi Wilayah Di Provinsi Jawa Timur

Kegiatan pariwisata dalam lingkup ekonomi wilayah merupakan salah satu sektor produksi yang menyumbang pendapatan wilayah baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun demikian pariwisata dalam berbagai literatur dan penelitian tidak pernah ditempatkan sebagai satu sektor khusus dalam perkembangan wilayah, sehingga penelitian ini dilakukan untuk melihat peran sektor pariwisata dalam perkembangan wilayah. Salah satu cara untuk mengukur sebuah sektor dalam perkembangan wilayah adalah analisis Input Output. Input output sendiri terdiri dari beberapa sektor yang tercatat dalam tabel input output. Sektor-sektor tersebut dipahami sebagai penyusun ekonomi wilayah. Sehingga melalui analisis input output akan diketahui seberapa besar peran pariwisata terhadap ekonomi wilayah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDAPATAN SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MAKASSAR

PENGARUH PENDAPATAN SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MAKASSAR

pendapatan industri, penyerapan tenaga kerja serta perluasan usaha. Hotel merupakan salah satu jenis usaha yang menyiapkan pelayanan jasa bagi masyarakat dan wisatawan. (Vicky Hanggara, 2009:54) Tingkat Hunian Hotel merupakan suatu keadaan sampai sejauh mana jumlah kamar terjual, jika diperbandingkan dengan seluruh jumlah kamar yang mampu untuk dijual. Dengan tersedianya kamar hotel yang memadai, para wisatawan tidak segan untuk berkunjung ke suatu daerah, terlebih jika hotel tersebut nyaman untuk disinggahi. Sehingga mereka akan merasa lebih aman, nyaman dan betah untuk tinggal lebih lama di daerah tujuan wisata. Oleh karena itu industri pariwisata terutama kegiatan yang berkaitan dengan penginapan yaitu hotel, akan memperoleh pendapatan yang semakin banyak apabila para wisatawan tersebut semakin lama menginap. Sehingga juga akan meningkatkan pendapatan atau omzet perhotelan.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Industri pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi, juga merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Industri pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi, juga merupakan

Guna meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun asing pada tahun 2010, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan program Tahun Kunjung Museum (Visit Museum Year). Program Tahun Kunjung Museum 2010 yang didukung dengan berbagai kegiatan di museum seluruh Indonesia bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengunjung museum serta meningkatkan apresiasi dan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya bangsa. Dengan adanya program Tahun Kunjung Museum yang diselenggarakan yaitu melalui reposisi museum, pemerintah optimis bahwa masyarakat akan menjadi lebih berminat untuk berkunjung ke museum, sehingga museum menjadi lebih atraktif dalam pengelolaannya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. dan terkuat dalam pembiayaan ekonomi gelobal. Sektor pariwisata merupakan

BAB I PENDAHULUAN. dan terkuat dalam pembiayaan ekonomi gelobal. Sektor pariwisata merupakan

Mengingat belum berkembangnya kepariwisataan di Kuta Lombok maka, diperlukan strategi yang tepat, cermat dan tepat sasaran baik itu strategi umum (grand strategy) maupun khusus untuk mengembangkan segala potensi dan daya tarik wisata yang ada guna mendukung pengembangan Kuta Lombok menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan yang dapat menguntungkan semua pihak terlebih bagi masyarakat lokal setempat. Sebab, perkembangan suatu destinasi pariwisata tidaklah ada artinya bagi masyarakat khususnya masyarakat setempat jika mereka tidak ikut menikmati hasil dari aktivitas kepariwisataan tersebut. Masyarakat lokal merupakan salah satu unsur penting dalam kegiatan kepariwisataan terutama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang didukung oleh budaya lokal, pertanian, kelautan, dan berwawasan lingkungan sehingga menjadikannya sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PROBLEMATIKA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DALAM MENUNJANG SEKTOR PARIWISATA DI KALIMANTAN SELATAN

PROBLEMATIKA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DALAM MENUNJANG SEKTOR PARIWISATA DI KALIMANTAN SELATAN

Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan Selatan Tahun 2016-2021 yang salah satu misinya adalah “Mengembangkan daya saing ekonomi daerah yang berbasis sumberdaya lokal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan”, maka prioritas pembangunan daerah yang akan dilaksanakan salah satunya menjadikan Kalimantan Selatan sebagai destinasi wisata nasional. Berdasarkan hasil penelitian, pengelolaan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pengelola tunggal kawasan Pasar Terapung Kuin dan Siring dalam menjalankan visi dan misi serta mewujudkan tujuan yang ditetapkan adalah dengan menghadirkan kawasan pasar terapung yang mudah diakses oleh pengunjung dan wisatawan yaitu Pasar Terapung Siring(Sugianti 2016). Kemudian penelitian lain menyebutkan bahwa pasar terapung merupakan tempat jual-beli yang khas, tradisional dari sarana pendukung, penjual dan pembeli, dan waktu, serta sistem transaksi di lokasi pasar itu sendiri. Ini semua membentuk kode budaya khas pasar terapung (Nida 2014). Dalam hal ini, pemerintah daerah telah berupaya untuk meningkatkan peran pariwisata dalam meningkatkan perekonomian, diantaranya pasar terapung, wisata alam loksado, wisata pantai takisung, even tahunan Mappanretasi di pantai Pagatan, wisata religi dan lain sebagainya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sylvia (2016), alternatif strategi yang digunakan untuk meningkatkan citra produk obyek wisata di antaranya ; meningkatkan kebersihan dan perawatan terhadap fasilitas-fasilitas yang sudah ada, menambah sarana pendukung wisata yang masih kurang, merealisasikan pengembangan obyek wisata oleh pemerintah, meningkatkan kualitas lingkungan kawasan wisata, dan melakukan kegiatan promosi yang efektif. Jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara ke wilayah Kalimantan Selatan menun- jukkan tren peningkatan, pada tahun 2016 sebanyak 690,6 ribu wisatawan nusantara dan 27,7 ribu wisatawan mancanegara (BPS 2018c). Perjalanan wisata menjadi salah satu indikator sosial yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat, dimana tujuan melakukan perjalanan biasanya untuk melihat pemandangan alam, menikmati kuliner, serta membeli cinderamata.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata sebagai sub sektor ekonomi merupakan industri terbesar dan

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata sebagai sub sektor ekonomi merupakan industri terbesar dan

2 pelestarian lingkungan dan budaya serta pembangunan masyarakat. Undang- undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan secara jelas menyebutkan semua kegiatan pariwisata yang dilakukan diantaranya harus bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menghapus kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Dikembangkan secara tepat, pariwisata dapat memberikan keuntungan baik bagi wisatawan maupun masyarakat yang berada disekitaran obyek wisata. Pariwisata dapat menaikkan taraf hidup masyarakat melalui keuntungan secara ekonomi yang dibawa ke kawasan tersebut. Sebagai tambahan, dengan mengembangkan infrastruktur dan menyediakan fasilitas rekreasi, wisatawan dan masyarakat setempat saling diuntungkan. Idealnya, pariwisata hendaknya dikembangkan sesuai dengan daerah tujuan wisatanya. Pengembangan tersebut hendaknya memperhatikan tingkat budaya, sejarah dan ekonomi dari daerah tujuan wisata. Bagi para wisatawan daerah tujuan wisata yang dikembangkan seperti itu akan merupakan daerah yang mampu memberi pengalaman yang unik bagi mereka.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata sebagai sub sektor ekonomi, merupakan industri terbesar dan

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata sebagai sub sektor ekonomi, merupakan industri terbesar dan

jumlah wisnus, contoh konsep wisata yang sedang berkembang adalah: konsep wisata belanja, wisata kuliner, agrowisata dan juga wisata edukasi (edutainment). Wisata edukasi merupakan konsep wisata yang menerapkan pendidikan nonformal tentang suatu pengetahuan kepada wisatawan yang berkunjung ke suatu objek wisata. Di tempat ini pengunjung dapat melakukan kegiatan wisata dan belajar dengan metode yang menyenangkan. Melalui edutainment maka proses pembelajaran dapat lebih cepat dimengerti dan diingat karena metodenya yang menyenangkan, seperti terlihat pada tabel di bawah ini yang menunjukkan bahwa beberapa destinasi wisata mengalami peningkatan pengunjung.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN. salah satunya didorong oleh pertumbuhan sektor pariwisata. Sektor pariwisata

I. PENDAHULUAN. salah satunya didorong oleh pertumbuhan sektor pariwisata. Sektor pariwisata

Pembangunan perekonomian Indonesia yang semakin membaik ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Peningkatan pertumbuhan ekonomi salah satunya didorong oleh pertumbuhan sektor pariwisata. Sektor pariwisata menjadi andalan penggerak perekonomi Indonesia. Selain sebagai salah satu sumber penerimaan devisa, sektor pariwisata juga mampu menciptakan kesempatan kerja dan adanya kemungkinan bagi masyarakat di negara penerima wisatawan untuk meningkatkan tingkat pendapatan dan standar hidup. Disamping itu, industri pariwisata merupakan sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dibandingkan sektor ekonomi lainnya. Pengembangan sektor pariwisata menjadi kegiatan riil yang dapat mengurangi masalah kemiskinan dalam perekonomian.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Terhadap Peran Pemerintah Daerah Dalam Kegiatan Penanaman Modal Asing Sektor Pariwisata

Analisis Yuridis Terhadap Peran Pemerintah Daerah Dalam Kegiatan Penanaman Modal Asing Sektor Pariwisata

B. Penanaman Modal Asing Menurut Undang-Undang No. 25 tahun 2007 Pemerintah melakukan satu kegiatan usaha yang memerlukan modal dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusianya (SDM) untuk memperoleh hasil yang maksimal guna meningkatkan perekonomian nasioanl. Modal tersebut didapat dari para penanam modal yang menanamkan modalnya. Pada perkembangan ekonomi dunia saat ini, penanaman modal menjadi salah satu altenatif yang dianggap baik bagi pemerintah untuk memecahkan kesulitan modal dalam melancarkan pembangunan nasional, sebab salah satu fungsi penanaman modal, khususnya penanaman modal asing adalah untuk memanfaatkan modal, teknologi, skill atau kemampuan yang dimiliki oleh penanaman modal guna mengelola potensi-potensi ekonomi "(economic recourcess)" yang sangat memerlukan modal yang besar, teknologi yang canggih, skill dan kemampuan yang profesional yang belum sepenuhnya mampu tertangani oleh pihak swasta nasional maupun pemerintah sendiri. 20
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Terhadap Peran Pemerintah Daerah Dalam Kegiatan Penanaman Modal Asing Sektor Pariwisata

Analisis Yuridis Terhadap Peran Pemerintah Daerah Dalam Kegiatan Penanaman Modal Asing Sektor Pariwisata

B. Penanaman Modal Asing Menurut Undang-Undang No. 25 tahun 2007 Pemerintah melakukan satu kegiatan usaha yang memerlukan modal dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusianya (SDM) untuk memperoleh hasil yang maksimal guna meningkatkan perekonomian nasioanl. Modal tersebut didapat dari para penanam modal yang menanamkan modalnya. Pada perkembangan ekonomi dunia saat ini, penanaman modal menjadi salah satu altenatif yang dianggap baik bagi pemerintah untuk memecahkan kesulitan modal dalam melancarkan pembangunan nasional, sebab salah satu fungsi penanaman modal, khususnya penanaman modal asing adalah untuk memanfaatkan modal, teknologi, skill atau kemampuan yang dimiliki oleh penanaman modal guna mengelola potensi-potensi ekonomi "(economic recourcess)" yang sangat memerlukan modal yang besar, teknologi yang canggih, skill dan kemampuan yang profesional yang belum sepenuhnya mampu tertangani oleh pihak swasta nasional maupun pemerintah sendiri. 20
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah Kabupaten Malang dalam Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Daerah melalui Sektor Pariwisata

Peran Pemerintah Kabupaten Malang dalam Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Daerah melalui Sektor Pariwisata

Pariwisata sudah diakui sebagai industri terbesar abad ini, dilihat dari berbagai indikator, seperti sumbangan terhadap pendapatan dunia dan penyerapan tenaga kerja (Pitana dan Gayatri, 2005:110). Menurut Pendit (2006:3) istilah pariwisata terlahir dari bahasa Sansekerta yang komponennya terdiri dari pari, wis, ata. “Pari” artinya penih, lengkap, berkeliling. “Wis” artinya rumah, properti, kampung, komunitas. Dan “ata” yang berarti pergi terus-menerus, mengembara. Sehingga apabila dirangkai menjadi satu kata akan melahirkan istilah pariwisata, yang berarti pergi secara lengkap meninggalkan rumah berkeliling terus menerus. Sedangkan dari UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan mendefinisikan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung dengan berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Untuk menganalisis peran Pemerintah Kabupaten Malang dalam meningkatkan pembangunan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, peneliti menggunakan perspektif New Public Management.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

LAPORAN HARIAN PEMANTAUAN PENANGANAN COVID-19 DI SEKTOR PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

LAPORAN HARIAN PEMANTAUAN PENANGANAN COVID-19 DI SEKTOR PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

29. Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus Mawar Hartopo menghadiri kegiatan "Technolink bertajuk Solo Bergerak untuk Indonesia Tangguh" pada 28 Oktober 2021 di Swiss Belhotel Solo. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta dengan melibatkan melibatkan para pelaku industri multi komoditi dan multi produk. https://bit.ly/3Cq1oD2

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Usaha pariwisata ini menjadi sektor unggulan dalam pembangunan ekonomi di

BAB I PENDAHULUAN. Usaha pariwisata ini menjadi sektor unggulan dalam pembangunan ekonomi di

Kecenderungan manusia untuk melakukan kegiatan wisata menjadi faktor pemicu terjadinya pariwisata (Morison, 1985:11). Menurutnya, dengan melakukan kegiatan wisata, manusia dapat saling berinteraksi dengan sesamanya juga sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi permasalahan serta kejenuhan yang biasanya ditimbulkan dari rutinitas pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari.

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. terbesar dan terkuat dalam pembiayaan ekonomi global. Sektor pariwisata

BAB I PENDAHULUAN. terbesar dan terkuat dalam pembiayaan ekonomi global. Sektor pariwisata

Hal tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan tour & travel untuk mengukur kinerjanya tidak hanya dalam aspek keuangan melainkan non keuangan juga perlu sebagai wujud penilaian baik buruknya perusahaan tersebut dalam kegiatan bisnis. Pengukuran kinerja merupakan faktor penting bagi perusahaan bisnis, karena dengan pengukuran kinerja ini perusahaan tersebut dapat merumuskan inovasi atau terobosan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

11 Baca lebih lajut

LAPORAN PENELITIAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA PARIWISATA SEBAGAI KEGIATAN EKONOMI ( SEBUAH KAJIAN TEORITIS)

LAPORAN PENELITIAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA PARIWISATA SEBAGAI KEGIATAN EKONOMI ( SEBUAH KAJIAN TEORITIS)

Pemasaran dapat diartikan sebagai suatu keseluruhan aktivitas bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menetapkan harga, menetapkan cara-cara promosi, mendistribusikan barang-barang dan jasa kepada pelanggan potensial.Pemasaran memainkan peranan sangat penting dalam pariwisata karena pelangan jarang melihat, merasa atau mencoba produk yang akan dibelinya. Untuk dapat menilai suatu produk seseorang harus bepergian ketempat tujuan. Karena itu fokus pemasaran pariwisata adalah mengkomunikasikan dan menggarisbawahi nilai dari produknya. Produk pariwisata secara keseluruhan terdiri atas alam maupun fasilitas seperti angkutan dan akses, infrastruktur (sanitasi, air, listrik, dll) serta jasa umum dan pribadi (bank, telekomunikasi, layanan kesehatan, dan lain-lain). Pemasaran wisata juga harus menonjolkan fasilitas-fasilitas ini, karena merupakan faktor kunci yang mempengaruhi keputusan konsumen. Oleh karena itu, bentuk pemasaran pariwisata berbeda dari pemasaran lainnya karena harus menyajikan gambaran keseluruhan dari produk yang lengkap termasuk jasa dari sektor lain yang melengkapi.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. 1.ILatar Belakang. Pariwisata merupakan sektor yang sangat penting sebagai sumber ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. 1.ILatar Belakang. Pariwisata merupakan sektor yang sangat penting sebagai sumber ekonomi

lama. Pemerintah Kota Sawahlunto pun telah mengambil kebijaksanaan untuk menghentikan kegiatan pertambangan di Kota Sawahlunto dan melanjutkan visi Kota Sawahlunto yang tertuang pada peraturan daerah tentang visi dan misi kota pada tahun 2001 dengan mengembangkan berbagai potensi obyek wisata yang ada di Kota Sawahlunto. Visi Kota Sawahlunto yaitu menuju wisata kota tambang yang berbudaya telah banyak membawa inspirasi dari pemerintah kota untuk mengembangkan sumber daya alam dan sumber daya buatan seperti: Obyek wisata kandi, obyek wisata waterboom, dll yang terdapatdi kota saat ini, dengan harapan agar kota ini bisa menjadi tempat tinggal dan bekerja dengan baik sehingga menjadi kota idaman bagi seluruh masyarakat yang berkunjung.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...