Kegiatan Ekstrakulikuler Musyafahah

Top PDF Kegiatan Ekstrakulikuler Musyafahah:

BAB IV DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN - PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYYAH (MTS) NU MIFTAHUL ULUM LORAM KULON KUDUS TAHUN 2016-2017).

BAB IV DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN - PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYYAH (MTS) NU MIFTAHUL ULUM LORAM KULON KUDUS TAHUN 2016-2017).

Kebanyakan siswa yang belajar di MTs NU Miftahul Ulum Loram Kulon Jati Kudus berasal dari daerah-daerah luar maka penerapan kegiatan ekstrakulikuler musyafahah seni baca Al- Qur’an ini untuk membakali santri untuk kehidupannya kelak. Hal ini sesuai dengan tujuan utama dilaksanakan kegiatan ekstrakulikuler yakni (1) Meningkatkan dan memantapkan pengetahuan siswa; (2) Mengembangkan bakat, minat, kemampuan dan keterampilan dalam upaya pembinaan kepribadian; (3) Menenal hubungan antar mata pelajaran dalam kehidupan masyarakat. Dengan beberapa pertimbangan di atas, pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler musyafahah seni baca Al- Qur’an di MTs NU Miftahul Ulum Loram Kulon Jati Kudus dilaksanakan dan diharapkan dapat memacu minat dan memotivasi siswa agar lebih giat dalam belajar BTQ (Baca Tulis Al-Qur ’an), dan Al - Qur’an Hadist.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYYAH (MTS) NU MIFTAHUL ULUM LORAM KULON KUDUS TAHUN 2016-2017). - STAIN Kudus Repository

PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYYAH (MTS) NU MIFTAHUL ULUM LORAM KULON KUDUS TAHUN 2016-2017). - STAIN Kudus Repository

kegiatan ekstrakulikuler musyafahah seni baca Al- Qur’an yang telah diterapkan oleh lembaganya, sehingga pihak madrasah dapat melakukan pembenahan dan penyempurnaan yang diperlukan secara cepat dan tepat dalam proses pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler musyafahah seni baca Al- Qur’an dilembaganya. Dan dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk melakukan pengecekan ulang terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler musyafahah seni baca Al- Qur’an yang diterapkan dilembaganya, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi guna mencapai ultimate goal dari lembaga pendidikannya tersebut.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian - PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYYAH (MTS) NU MIFTAHUL ULUM LORAM KULON KUDUS TAHUN 20

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian - PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYYAH (MTS) NU MIFTAHUL ULUM LORAM KULON KUDUS TAHUN 20

Dalam penelitian ini penulis menganalisis tentang Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakulikuler Musyafahah Seni Baca Al- Qur’an Dalam Meningkatkan Fashohatul Kalam Membaca Al- Qur’an (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyyah (MTs) NU Miftahul Ulum Loram Kulon Kudus Tahun 2016-2017). Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode kualitatif, deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Dengan penelitian semacam ini diharapkan penulis mendapatkan deskripsi mendalam mengenai subjek penelitian, memandang peristiwa secara keseluruhan dalam konteksnya dan mencoba memperolah pemahaman mendalam.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB II KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN - PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI

BAB II KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN - PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MUSYAFAHAH SENI BACA AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN FASHOHATUL KALAM MEMBACA AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI

Dalam penerapan kaidah musyafahah seni baca Al- Qur‟an , hal yang perlu diperhatikan yaitu: Tahqiq dan Tartil. Tahqiq adalah pembelajaran membaca Al- Qur‟an dengan pelan dan mendasar. Tahap ini dimulai dengan pengenalan huruf dan suara, hingga kata dan kalimat. Tahap ini memperdalam artikulasi (pengucapan) terhadap sebuah huruf dengan tepat dan benar dengan makhroj dan sifat-sifat huruf. Tartil adalah pembelajaran membaca Al- Qur‟an dengan durasi sedang bahkan cepat sesuai dengan irama lagu. Agar musyafahah dalam seni bacaan Al- Qur‟an dapat berjalan maka dilakukan secara bertahap yang dimulai dari pengenalan sebuah ayat atau beberapa ayat yang dibacakan guru, lalu ditirukan oleh para peserta didik secara berulang-ulang. Disamping pendalaman artikulasi (pengucapan), dalam tahap tartil diperkenalkan praktek hukum-hukum ilmu tajwid seperti: bacaan mad, waqaf, dan ibtida‟, hukum nun mati dan tanwin, hukum mim mati, d an sebagainya. 63
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE USMANI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN DI TPQ DARUT TA’LIMIL QUR’AN BANGLE KANIGORO BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENERAPAN METODE USMANI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN DI TPQ DARUT TA’LIMIL QUR’AN BANGLE KANIGORO BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Proses Talaqqi yang menggunakan 2 cara antara lain: a. Ustadzah menyampaikan materi b. Ustadzah memberikan aba-aba santri untuk membaca Al- Qur’an. 2) Proses Musyafahah yaitu fokus dengan pelafalan huruf hijaiyah sesuai dengan makharijul huruf dan sifat-sifat huruf.

3 Baca lebih lajut

PERAN EKSTRAKULIKULER MUSIK DALAM MENGEMBANGKAN MINAT BAKAT DAN KREATIVITAS SISWA DI MAN 2 PONOROGO

PERAN EKSTRAKULIKULER MUSIK DALAM MENGEMBANGKAN MINAT BAKAT DAN KREATIVITAS SISWA DI MAN 2 PONOROGO

Nyamiran bahwa guru tugasnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa, guru tidak hanya memiliki peran sebagai pendidik namun guru juga harus memiliki kesadaran akan pentingnya dukungan seorang guru terhadap siswa. 77 Agar bisa menciptakan suasana yang menyenangkan selama proses pembelajaran berlangsung. Salah satu pendukung untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan bisa membentuk semangat belajar siswa adalah fasilitas yang memadai. Di MAN 2 Ponorogo dalam pelaksanaan pengembangan bakat siswa melalui ekstrakulikuler musik, sarana dan pra sarana yang dibutuhkan telah disediakan oleh pihak sekolah. Sarana pra sarana tersebut berupa alat-alat musik seperti gitar, bass yang telah dimiliki sendiri oleh sekolah sehingga tidak harus menyewa, pelatih dan fasilitas lainya. Hal ini yang sebagimana yang telah diungkapkan oleh Bapak Arig bahwa untuk sarana dan pra sarana ekstrakulikuler musik yang sekaligus mendukung kegiatan ekstrakulikuler musik ini. Pihak sekolah memiliki alat-alatnya sendiri dan sudah memiliki studio musik yang memadai sehingga sangat mendukung kegiatan ekstrakulikuler musik . selain itu pihak sekolah juga menyediakan pelatih untuk mengajarkan siswa dalam mengembangkan bakat yang dimiliki siswa.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

SUPERVISI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER

SUPERVISI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER

SUPERVISI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER No Hari/Tanggal Nama dan Jabatan Nama Guru Uraian Paraf Pameungpeuk, ……… Kepala SDN Bojong 04 Dedi Supriadi S.Pd.[r]

2 Baca lebih lajut

CATATAN KEJADIAN SEHARI HARI

CATATAN KEJADIAN SEHARI HARI

SUPERVISI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER No Hari/Tanggal Uraian Keterangan Pameungpeuk, ……… Kepala SDN Bojong 04 Dedi Supriadi S.Pd.[r]

2 Baca lebih lajut

PROFIL KEGIATAN EKSTRAKULIKULER SISWA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK N 2 PENGASIH.

PROFIL KEGIATAN EKSTRAKULIKULER SISWA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK N 2 PENGASIH.

Bila dilihat dari sifat kegiatan, kegitan kurikuler merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap siswa. Kegiatan kurikuler bersifat mengikat. Program kurikuler berisi berbagai kemampuan dasar dan kemampuan minimal yang harus dimiliki siswa di suatu tingkat sekolah (lembaga pendidikan). Oleh karenanya maka keberhasilan pendidikan ditentukan oleh pencapaian siswa pada tujuan kegiatan kurikuler ini. Sebaliknya, kegiatan ektrakurikuler lebih bersifat sebagai kegiatan penunjang untuk mencapai program kegiatan kurikuler serta untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Sebagai kegiatan penunjang, maka kegiatan ekstrakurikuler sifatnya lebih luwes dan tidak terlalu mengikat. Keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler yang diprogramkan lebih bergantung pada bakat, minat, dan kebutuhan siswa itu sendiri.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PARTISIPASI MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DAN KEDISIPLINAN BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013 2014 | Raharjo | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 3400 7524 1 SM

HUBUNGAN PARTISIPASI MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DAN KEDISIPLINAN BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013 2014 | Raharjo | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 3400 7524 1 SM

Dalam Surat Keputusan Mendikbud Nomor 060/U/1993 dan Nomor 080/U/1993 (Asep Herry H, dkk, 2006: 12.4), dijelaskan bahwa, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan diluar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler dapat berbentuk kegiatan pengayaan dan kegiatan perbaikan yang berkaitan dengan program kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler diartikan sebagai kegiatan yang diselenggarakan untuk memenuhi tuntutan penguasaan bahan kajian dan pelajaran dengan alokasi waktu yang diatur secara tersendiri berdasarkan pada
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Implementasi Bimbingan dan Konseling melalui pendekatan Islam (Studi pada Mts. Muhammadiyah Tlogomas Malang)

Implementasi Bimbingan dan Konseling melalui pendekatan Islam (Studi pada Mts. Muhammadiyah Tlogomas Malang)

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif dengan subyek penelitian kepala sekolah, konselor BK, koordinator BK, dan siswa-siswi. Pemilihan MTs.Muhammadiyah 1 Malang sebagai lokasi penelitian didasari bahwa sekolah ini memiliki latar belakang pendidikan yang memadukan antara pendidikan keagamaan dan pendidikan umum, sehingga segala proses kegiatan yang ada tentu berlandaskan keagamaan termaksud program BK sebagai jenis layanan bagi siswa.

33 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN METODE GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN KOREOGRAFI PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI SMA NEGERI 3 KOTABUMI LAMPUNG UTARA

PENGGUNAAN METODE GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN KOREOGRAFI PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI SMA NEGERI 3 KOTABUMI LAMPUNG UTARA

Pendidikan dan sekolah erat kaitannya sebagai suatu lembaga pendidikan formal, secara sistematis merencanakan bermacam-macam lingkungan, yakni lingkungan pendidikan yang menyediakan berbagai kesempatan bagi siswa untuk melakukan berbagai kegiatan belajar baik dalam lingkungan intra sekolah atau ekstra sekolah, yang dengan berbagai kesempatan belajar itu pertumbuhan dan perkembangan siswa diarahkan dan didorong ke pencapaian tujuan yang dicita-citakan, lingkungan belajar tersebut diantaranya ada pada kegiatan ekstrakulikuler. Menurut Suryosubroto (2009: 286) kegiatan ekstrakulikuler di maksudkan untuk mengembangkan salah satu bidang pelajaran yang diminati oleh sekelompok siswa, misalnya olahraga, kesenian, kepramukaan dan berbagai macam keterampilan lainnya yang pelaksanaannya di luar jam pelajaran sekolah. Pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler antara satu sekolah dengan sekolah yang lain bisa saling berbeda. Variasinya sangat ditentukan oleh kemampuan guru, siswa dan kemampuan sekolah.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

EVALUASI PROGRAM EKSTRAKULIKULER JURNALISTIK MENGGUNAKAN MODEL CONTEXT, INPUT, PROCESS DAN PRODUCT (CIPP) PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 PATI

EVALUASI PROGRAM EKSTRAKULIKULER JURNALISTIK MENGGUNAKAN MODEL CONTEXT, INPUT, PROCESS DAN PRODUCT (CIPP) PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 PATI

Evaluasi memberikan banyak manfaat baik bagi peserta didik, guru, sekolah maupun lembaga pendidikan yang lain. Dengan adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai selama mengikuti pendidikan. Pada kondisi dimana peserta didik mendapatkan nilai yang memuaskan maka akan memberikan dampak berupa suatu stimulus, motivator bagi peserta didik dapat lebih meningkatkan prestasi. Pada kondisi dimana hasil yang dicapai tidak memuaskan maka peserta didik akan berusaha memperbaiki kegiatan belajar, namun demikian sangat diperlukan pemberian motivasi positif dari guru agar peserta didik tidak putus asa. Dari sisi guru, hasil evaluasi dapat digunakan sebagai umpan balik dan tolak ukur keberhasilan proses pembelajara. Bagi sekolah hasil evaluasi dapat digunakan mengukur dan membandingkan hasil belajar sekolah dengan sekolah lain. Untuk lembaga pendidikan, hasil evaluasi dapat digunakan untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER FUTSAL TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN PENJAS SEPAK BOLA DI SMA N 10 BANDUNG.

HUBUNGAN MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER FUTSAL TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN PENJAS SEPAK BOLA DI SMA N 10 BANDUNG.

Pada dasarnya metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Suatu hasil dari penelitian harus diuji melalui metode yang diterapkan. Sehingga dari penerapan metode akan diketahui apakah tujuan penelitian berhasil atau gagal. Seperti yang dijelaskan oleh Sudjana (2005:25) bahwa “metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan telaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan- pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu- isu yang dihadapi”. Hal ini diperkuat dengan adanya teori dari para ahli yang mengemukakan metode sebagai suatu cara untuk mengetahui pencapaian tujuan penelitian kita, yang diungkapkan oleh Surakhmad dalam Darsono (2011: 52), sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN METODE GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN KOREOGRAFI PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI SMA NEGERI 3 KOTABUMI LAMPUNG UTARA

PENGGUNAAN METODE GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN KOREOGRAFI PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI SMA NEGERI 3 KOTABUMI LAMPUNG UTARA

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan dan hasil belajar Koreografi pada kegiatan ekstrakulikuler di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kotabumi Lampung Utara menggunakan metode group investigation. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunankan metode group investigation dan hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran Koreografi. Peneitian ini merupakan penelitian deskriptif metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru tari SMA Negeri 3 Kotabumi dan 12 orang siswi perempuan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi non partisispan, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Group investigation adalah metode yang melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajari melalui investigasi secara berkelompok. Metode group investigation diterapkan pada pembelajaran koreografi dari pertemuan awal hingga pertemuan terakhir. Langkah-langkah penggunaan metode group investigation, mengatur siswa ke dalam kelompok, dari 12 siswi terbentuk 2 kelompok. Merencanakan tugas mencari tahap eksplorasi, tahap improvisasi, dan tahapan pembentukan gerak tari kreasi Lampung. Melaksanakan investigasi, tiap kelompok mencari materi yang telah ditentukan dari berbagai sumber dan media diluar maupun dalam kegiatan ekstrakulikuler. Menyiapkan laporan akhir, tiap kelompok presentasi di depan teman-teman yang lain. Evaluasi, kelompok lain memberikan pendapat dan guru memberikan penilaian. Penilaian diberikan melalui empat aspek yaitu wiraga (kreatifitas membuat gerakan), kreatifitas hitungan, wirasa (ekspresi atau penjiwaaan), dan pola lantai selain itu juga diadakan penilaian tes praktik koreografi pada pertemuan ke tujuh. Hasil pembelajaran koreografi menggunakan metode group investigation menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian koreografi mendapat kriteria cukup dengan rata-rata skor 73,33.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

SURVEI PEMBINAAN EKSTRAKULIKULER OLAHRAGA TAEKWONDO DI SMP N DI KABUPATEN BREBES TAHUN 2016 -

SURVEI PEMBINAAN EKSTRAKULIKULER OLAHRAGA TAEKWONDO DI SMP N DI KABUPATEN BREBES TAHUN 2016 -

suatu upaya untuk mengikutsertakan peserta sebanyak mungkin supaya mau terlibat dalam kegiatan olahraga dalam rangka mencari bibit-bibit yang dilakukan secara teratur dan terus menerus (H.M. Yusuf Hadisasmita & Aip Syarifuddin, 1996: 36). Diperkuat oleh Tangkudung dan wahyuningtyas Puspitorini (2012: 22) yang menyatakan bahwa pemasalan adalah suatu upaya untuk mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat dengan sasaran melibatkan semua kelompok umur. Namun, pemasalan yang dimaksud di sini adalah upaya mengikutsertakan anak-anak sekolah sebanyak mungkin agar mau terlibat dalam kegiatan olahraga (Dalam Apta Mylsidayu & Febi Kurniawan (2015: 29). Berdasarkan pemasalan olahraga tersebut diharapkan banyak siswa yang memiliki bakat atau potensi yang unggul dengan dilakukannya pembinaan untuk mencapai prestasi yang optimal. Prestasi olahraga beladiri taekwondo di kabupaten brebes juga sangat ditentukan dari bagaimana strategi pemasalan yang dapat dilakukan.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Ekstrakulikuler melestarikan Budaya Daerah dengan kegiatan PENCAK SILAT di Sekolah Dasar | Sasatra Pendidikan SBK PENCAK SILAT

Ekstrakulikuler melestarikan Budaya Daerah dengan kegiatan PENCAK SILAT di Sekolah Dasar | Sasatra Pendidikan SBK PENCAK SILAT

Gejala umum yang tampak di sekolah pada saat Pencak Silat ini dikenalkan adalah kegiatan tersebut tidak benar-benar melibatkan semua siswa. Hanya segelintir orang yang mau terlibat dan itu pun tampak terpaksa. Mereka lebih tertarik untuk melirik budaya bangsa lain di banding bangsanya sendiri. Anehnya, guru-guru pun lebih mendukung hal itu malah seakan mempersulit misi budaya dan olah raga ini untuk masuk ke lingkungan sekolah dengan berbagai alasan yang intinya menolak, ini lah realita dan merupakan sebuah paradigma terhadap pencak silat, yang kita hadapi di jaman globalisasi seperti sekarang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengelolaan Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015

Pengelolaan Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015

Bentuk-bentuk pendidikan karakter tersebut sejalan dengan penelitian terdahulu. Menurut Astutik (2013) dari hasil penelitiannya membuktikan bahwa: kegiatan yang dilakukan oleh pembina melalui kegiatan kemah, Peraturan Baris-berbaris, tali-temali dan kegiatan keagamaan dapat menumbuhkan karakter karakter disiplin, kreatif, tanggungjawab, dan religius. Sejalan dengan penelitian terdahulu yang membuktikan bahwa kegiatan yang mengadung pendidikan karakter adalah PBB, kemah, tali-temali, membuat yel-yel, kegiatan keagamaan, dan semaphore.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

Adapun ragam dan banyaknya sumberdaya manusia yang diperlukan untuk menangani pengelolaan program ekstrakurikuler itu tergantung pada kebutuhan yang berkembang, kompleksitas tugas-tugas penyelenggaraan program, dan kebijakan dari pimpinan Madrasah sebagaimana hasil kesepakatan antar pihak yang berkepentingan. Peran- peran kunci dari setiap personil di Madrasah seperti kepala Madrasah, para wakil kepala Madrasah, guru-guru, wali kelas, guru/petugas BP, pustakawan, dan kepengurusan OSIS, hendaknya dioptimalkan dalam jabatannya dan terkait secara langsung dengan pengembangan program kegiatan ekstrakurikuler.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

S JKR 0703906 Chapter5

S JKR 0703906 Chapter5

Berdasarkan hasil uji statistik maka dapat di simpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukan bahwa : Keterampilan social siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepakbola lebih besar di bandingkan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bulutangkis.

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...