Liukang Tupabbiring

Top PDF Liukang Tupabbiring:

Kajian model kesesuaian pemanfaatan sumberdaya pulau-pulau kecil berbasis kerentanan dan daya dukung di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan

Kajian model kesesuaian pemanfaatan sumberdaya pulau-pulau kecil berbasis kerentanan dan daya dukung di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan

Penentuan alokasi pemanfaatan ruang pulau-pulau kecil di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep dianalisis dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan dengan cara : (1) mendeliniasi batas ka jian yang mencakup lahan daratan dan perairan di lokasi penelitian, (2) menganalisis secara spasial titik-titik lokasi yang diperoleh saat survei menjadi area (polygon ) untuk membuat tema-tema yang aka n di overlay berdasarkan kriteria kesesuaian pada peruntukan yang ada, (3) Data tabular (atribut) dan spasial yang diperoleh dari data sekunder dikumpulkan dalam satu basis data, (4) Peta tematik yang dihasilkan dari interpolasi, selanjutnya diberi skor dan bobot yang selanjut nya di overlay untuk memperoleh lokasi yang sesuai. Pembobotan pada setiap parameter ditentukan berdasarkan pada dominannya parameter tersebut terhadap suatu peruntukan. Besarnya pembobotan ditunjukkan pada suatu parameter untuk selur uh evaluasi laha n. Pemberian bobot didasari pada tingkat kepentingan masing- masing parameter. Sedangkan pemberian nilai (scoring) didasari oleh tingkat masing- masing kriteria (Tabel 8). Kriteria yang digunakan telah memasukkan parameter kerentanan ekologi sesuai peruntukannya. Dalam penelitian ini, kesesuaian ruang yang ada diklasifikasikan menjadi tiga kelas kesesuaian, yaitu sangat sesuai, sesuai, dan tidak sesuai yang didefinisikan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

436 Baca lebih lajut

KONSEP PEMBANGUNAN MINAWISATA PADA DESA MATTIRO BAJI KECAMATAN LIUKANG TUPABBIRING UTARA KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN

KONSEP PEMBANGUNAN MINAWISATA PADA DESA MATTIRO BAJI KECAMATAN LIUKANG TUPABBIRING UTARA KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN

Kegiatan penelitian yang dilakukan pada kesempatan kali ini adalah menyusun konsep pembangunan minawisata pada Desa Mattiro Baji Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara Kapubaten Pangkajene dan Kepulauan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui potensi minawisata di Desa Mattiro Baji Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara serta mengetahui konsep pembangunan minawisata di Desa Mattiro Baji Kecamtan Liukang Tupabbiring Utara. Metode penelitian secara umum digunakan adalah metode penelitian survey. Metode penelitian survey adalah penelitian yang mana penelitian dengan pendekatan kualitatif dalam penelititian non matematis denga proses menghasilkan data- data dari hasil temua berupa pengamatan survey dan wawancara langsung. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan Analisis Deskriptif Kualitatif dan analisis keseuaian lahan untuk mengetahui karakteristik dan potensi wisata yang dapat dikembangkan, serta Analisis SWOT. Kemudian dilakukan pembobotan untuk mendapatkan alternatif strategi. Penentuan faktor-faktor internal dan eksternal didasarkan pada hasil observasi, wawancara dengan responden dan telaah pustaka. Dari hasil analisa diketahui bahwa konsep pembangunan minawsiata dapat dikembangkan dengan kerjasama pemerintah.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Kajian model kesesuaian pemanfaatan sumberdaya pulau pulau kecil berbasis kerentanan dan daya dukung di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan

Kajian model kesesuaian pemanfaatan sumberdaya pulau pulau kecil berbasis kerentanan dan daya dukung di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan

Penentuan alokasi pemanfaatan ruang pulau-pulau kecil di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep dianalisis dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan dengan cara : (1) mendeliniasi batas ka jian yang mencakup lahan daratan dan perairan di lokasi penelitian, (2) menganalisis secara spasial titik-titik lokasi yang diperoleh saat survei menjadi area (polygon ) untuk membuat tema-tema yang aka n di overlay berdasarkan kriteria kesesuaian pada peruntukan yang ada, (3) Data tabular (atribut) dan spasial yang diperoleh dari data sekunder dikumpulkan dalam satu basis data, (4) Peta tematik yang dihasilkan dari interpolasi, selanjutnya diberi skor dan bobot yang selanjut nya di overlay untuk memperoleh lokasi yang sesuai. Pembobotan pada setiap parameter ditentukan berdasarkan pada dominannya parameter tersebut terhadap suatu peruntukan. Besarnya pembobotan ditunjukkan pada suatu parameter untuk selur uh evaluasi laha n. Pemberian bobot didasari pada tingkat kepentingan masing- masing parameter. Sedangkan pemberian nilai (scoring) didasari oleh tingkat masing- masing kriteria (Tabel 8). Kriteria yang digunakan telah memasukkan parameter kerentanan ekologi sesuai peruntukannya. Dalam penelitian ini, kesesuaian ruang yang ada diklasifikasikan menjadi tiga kelas kesesuaian, yaitu sangat sesuai, sesuai, dan tidak sesuai yang didefinisikan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

231 Baca lebih lajut

Kondisi Terumbu Karang di Pulau Samatellu Pedda Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan - Repositori UIN Alauddin Makassar

Kondisi Terumbu Karang di Pulau Samatellu Pedda Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan - Repositori UIN Alauddin Makassar

Puji dan syukur kehadirat Allah swt. atas segala rahmat, hidayah dan karunia-Nya yang selalu memberikan kemudahan kepada hamba-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “ Kondisi terumbu Karang Di Pulau Samatellu Pedda Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan” dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S1) pada Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Sholawat serta salam selalu tercurah kepada tauladan sepanjang masa, Nabi Muhammad saw. beserta para keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang senantiasa istiqomah dalam sunnahnya hingga akhir jaman.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK HABITAT DAN KELIMPAHAN IKAN HIAS INJEL BATMAN (POMACANTHUS IMPERIOR) DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN The Habitat Characteristics Relation With Ornamental Fish Abundance Angel Fish (Pomacanthus imperior) Pangkep Waters, South

KARAKTERISTIK HABITAT DAN KELIMPAHAN IKAN HIAS INJEL BATMAN (POMACANTHUS IMPERIOR) DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN The Habitat Characteristics Relation With Ornamental Fish Abundance Angel Fish (Pomacanthus imperior) Pangkep Waters, South

perairan Kepulauan Liukang Tupabbiring sebanyak 0,00005 ekor.m -2 dengan standing stock 138 ekor dan peraiaran Kecamatan Liukang Tangaya sebanyak 0,005 ekor.m -2 dengan standing stock 35.121 ekor. Perairan Kepulauan Liukang Tangaya standing stock ikan lebih banyak karena terumbu karang potensial lebih luas dibandingkan peraiaran Kepulauan Liukang Tupabbiring. Selain hal tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing dengan tiga zona reef (flat, crest, dan slope) persentase tutupan karang perairan Kepulauan Liukang Tangaya rata-rata di atas Liukang Tupabbiring dan jumlah ikan yang didapat pada saat melakukan pengamatan lebih banyak ditemukan di tiga zona reef (flat, crest, dan slope) (Tabel 3).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

Hajar, I., Pejariaty dan Darmawan, S. 2011. Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Mattiro Dolangeng Wilayah Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep. Stikes Nani Hasanuddin. Makassar.

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU ME

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU ME

Dengan model pembelajaran yang sama pada siklus II, tetapi dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap kekurangan- kekurangan pada siklus I maka pada siklus II baik aktivitas siswa maupun aktivitas guru sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Demikian pula hasil belajar siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 50% dan sudah tidak ada siswa yang memperoleh nilai < 65. Jadi dapat dinyatakan bahwa hasil belajar IPA Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Satap Liukang Tupabbiring pada siklus II telah mengalami peningkatan dan merupakan suatu peningkatan yang luar biasa.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

The Small Island Management Of Marine Ecotourism Development (Case Study in Liukang Loe Island, Bulukumba Region, South Sulawesi)

The Small Island Management Of Marine Ecotourism Development (Case Study in Liukang Loe Island, Bulukumba Region, South Sulawesi)

Penelitian dilakukan di Pulau Liukang Loe yang berlangsung pada bulan Agustus 2012 dan Februari-Maret 2013. Data biofisik dikumpulkan melalui survey lapangan dan dilengkapi unsur data sekunder dari penelitian yang telah ada. Metode analisis data terdiri dari analisis kesesuaian dan daya dukung wisata bahari dengan pendekatan spasial dengan menggunakan SIG. Berdasarkan hasil penelitian dan interpretasi citra satelit, diperoleh 3 (tiga) aktivitas wisata bahari di Pulau Liukang Loe yakni wisata pantai kategori rekreasi, snorkling dan diving. DDK pendekatan ruang di peroleh bahwa wisata pantai/rekreasi kategori sesuai dengan total panjang area yang dimanfaatkan sebesar 1 411 m dapat menampung wisatawan sebesar 56 orang/hari, wisata snorkling sebesar 24.65 ha mampu menampung wisatawan sebesar 986 orang/hari dan wisata selam (diving) sebesar 14.73 ha mampu menampung wisatawan sebesar 589 orang/hari. Dengan demikian total wisatawan yang dapat ditampung untuk keseluruhan aktivitas wisata sebesar 1 631 orang/hari. Sementara DDK dengan pendekatan kualitas air parameter BOD diperoleh untuk pemanfaatan 10 tahun mendatang masih berada dibawah ambang baku mutu yang dipersyaratkan untuk wisata bahari.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SATAP LIUKANG KALMAS KABUPATEN PANGKEP

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SATAP LIUKANG KALMAS KABUPATEN PANGKEP

Dalam pengujian N-gain ini digunakan untuk mengetahui berapa besar peningkatan hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 3 SATAP Liukang Kalmas Kab. Pangkep sebelum dan setelah diterapkan pendekatan konstektual dalam pembelajaran. Dari hasil analisis N-gain, diperoleh g = 0,45. Hal ini berarti bahwa nilai indeks gain yang diperoleh terdapat pada 0,3≤ g ≤0,7 (indeks Gain sedang). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar fisika siswa sebelum dan setelah diajar dengan menerapkan pendekatan konstektual dalam kategori sedang.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERANCANGAN VIDEO DOKUMENTER PULAU LIUKANG LOE DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN | Halimsaputra | Jurnal DKV Adiwarna 5555 10490 1 SM

PERANCANGAN VIDEO DOKUMENTER PULAU LIUKANG LOE DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN | Halimsaputra | Jurnal DKV Adiwarna 5555 10490 1 SM

Indonesia has great tourism potential including maritime tourism, which taken in a form of coastal area and marine nature to be developed and introduced to local tourist and international tourist. One of Indonesia's marine beauty is located in Bulukumba District South Sulawesi Province on Liukang Loe Island where the beauty of marine tourism is still natural. Most Indonesian still doesn't know the potential of nature beauty in Indonesia. This design of documentary video was made to introduce the beauty potential of Liukang Loe Island in Bulukumba District. This design went through 3 stages including, pre-production stage, production stage, post-production stage that uses qualitative descriptive method as its data collection method.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Otonomi daerah dan pelayanan publik di k

Otonomi daerah dan pelayanan publik di k

Pelayanan kesehatan di Kecamatan Liukang Tangaya maupun di kecamatan lain di daerah kepulauan Kab. Pangkep hanya berfokus di daerah ibu kota kecamatan saja dimana Puskesmas terletak, demikian kata Andi Aco Parenrengi. Atau dengan kata lain, pelayanan kesehatan hanya focus dalam satu pulau. Perawat atau tenaga medis di puskesmas pembantu di pulau-pulau yang bukan ibu kota kecamatan kadangkala tidak bertugas sepenuhnya. Mereka seringkali hanya melakukan tugasnya di pulau dalam waktu yang sangat singkat. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dari dukun. Khusus dalam hal persalinan, karena kondisi fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang tidak mendukung serta budaya masyarakat setempat maka masyarakat merasa lebih aman ke dukun beranak. H.Muhtar juga menambahkan bahwa perawat atau tenaga medis di puskesmas pembantu di pulau- pulau luar kadangkala tidak bertugas secara rutin setiap hari. Sehingga pelayanan kesehatan masyarakat pulau setempat tidak terselenggara dengan baik.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIUKANG KALMAS KABUPATEN PANGKEP

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIUKANG KALMAS KABUPATEN PANGKEP

Di Kabupaten Pangkep kasus malaria sangat spesifik, hanya umumnya terjadi di daerah kepulauan seperti diketahui terdapat 4 kecamatan di Kabupaten Pangkep yang termasuk wilayah Pulau yaitu Kecamatan Liukang Kalmas, Kecamatan Liukang Tangaya, Kecamatan Liukang Tupabiring, dan Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara. Hal ini terjadi kerana wilayah pulau tersebut masih merupakan daerah tertinggal, kendala infrastruktur seperti transportasi dan komunikasi masih terbatas sehingga petugas kesehatan sulit melakukan pemantauan terhadap penderita malaria.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

The Small Island Management Of Marine Ecotourism Development (Case Study in Liukang Loe Island, Bulukumba Region, South Sulawesi).

The Small Island Management Of Marine Ecotourism Development (Case Study in Liukang Loe Island, Bulukumba Region, South Sulawesi).

Penelitian dilakukan di Pulau Liukang Loe yang berlangsung pada bulan Agustus 2012 dan Februari-Maret 2013. Data biofisik dikumpulkan melalui survey lapangan dan dilengkapi unsur data sekunder dari penelitian yang telah ada. Metode analisis data terdiri dari analisis kesesuaian dan daya dukung wisata bahari dengan pendekatan spasial dengan menggunakan SIG. Berdasarkan hasil penelitian dan interpretasi citra satelit, diperoleh 3 (tiga) aktivitas wisata bahari di Pulau Liukang Loe yakni wisata pantai kategori rekreasi, snorkling dan diving. DDK pendekatan ruang di peroleh bahwa wisata pantai/rekreasi kategori sesuai dengan total panjang area yang dimanfaatkan sebesar 1 411 m dapat menampung wisatawan sebesar 56 orang/hari, wisata snorkling sebesar 24.65 ha mampu menampung wisatawan sebesar 986 orang/hari dan wisata selam (diving) sebesar 14.73 ha mampu menampung wisatawan sebesar 589 orang/hari. Dengan demikian total wisatawan yang dapat ditampung untuk keseluruhan aktivitas wisata sebesar 1 631 orang/hari. Sementara DDK dengan pendekatan kualitas air parameter BOD diperoleh untuk pemanfaatan 10 tahun mendatang masih berada dibawah ambang baku mutu yang dipersyaratkan untuk wisata bahari.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

Show all 17 documents...