Motor Induksi 3 Fasa

Top PDF Motor Induksi 3 Fasa:

DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa.

DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa.

Alhamdulillah hanya padaMU ya Allah, dengan hidayahMU penulis dapat menyelesaikan dan menyusun laporan tugas akhir ini. Tugas akhir ini disusun dan diajukan sebagai syarat untuk kelulusan dan mendapatkan gelar Sarjana Teknik di Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta. Adapun judul yang penulis ajukan adalah : “ Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa

18 Baca lebih lajut

Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa

Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa

Desain prototipe motor induksi 3 fasa pada bagian statornya memanfaatkan bahan-bahan seperti koker sebanyak 6 buah dengan ukuran 6 cm x 4,2 cm, inti besi atau current berbentuk E sebanyak 168 buah dengan ukuran 6,6 cm x 4,4 cm dan current berbentuk I sebanyak 174 buah dengan ukuran 6,6 cm, untuk kumparannya menggunakan kawat email berdiameter 0,3 mm dengan jumlah 2200 lilitan. Pada bagian rotornya memanfaatkan kaleng bekas diberi belitan mengelilingi sisi-sisi kaleng. Pengujian motor induksi 3 fasa pada saat kaleng diberi belitan dan kaleng tanpa belitan. Pengamatan yang dilakukan adalah pengambilan data terkait tegangan input, arus dan RPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat tegangan input 50 volt rotor belum dapat berputar. Namun pada saat tegangan input 75 volt sampai 200 volt rotor dapat berputar secara perlahan sesuai tegangan yang dimasukkan, kecepatan putar rotor tersebut mencapai 290,3 RPM. Sedangkan pada saat rotor tanpa diberi belitan penelitian menunjukkan bahwa pada saat tegangan input 50 volt sampai 125 volt rotor belum dapat berputar, kemudian pada saat tegangan input 150 volt sampai 200 volt rotor dapat berputar namun sangat pelan hanya mencapai kecepatan putar maksimal 64,4 RPM. Hal ini diseba bkan pada saat rotor tanpa diberi belitan, karena rotor tidak dapat menangkap medan magnet yang dikeluarkan oleh stator sehingga kumparan rotor tidak dapat mengalami gaya Lorentz yang menimbulkan torsi yang cenderung menggerakkan rotor sesuai arah pergerakan medan induksi stator.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

SOFT STARTING PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA

SOFT STARTING PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA

) Gambar 3.6(a) Grafik t vs V , (b) Grafik t vs I pada periode starting 40 detik Setelah sinyal keluaran sesuai dengan yang diharapkan, maka soft starter siap dujikan pada motor induksi tiga fasa. Dalam hal ini motor yang digunakan adalah motor induksi 3 fasa dengan tegangan dan arus maksimal 24 V 8 A yang ada pada Laboratorium Ketenegaan dan Konversi Energi Jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro Semarang. Motor tersebut biasa digunakan untuk keperluan praktikum atau penelitian oleh mahasiswa. Karena tegangan dan arus motor lebih rendah dari pada sumber tegangan tiga fasa dari jala-jala maka dalam operasionalnya diperlukan trafo step down tiga fasa untuk menurunkan tegangan jala-jala.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA ABSTRAKSI

DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA ABSTRAKSI

Desain prototipe motor induksi 3 fasa pada bagian statornya memanfaatkan bahan-bahan seperti koker sebanyak 6 buah dengan ukuran 6 cm x 4,2 cm, inti besi atau current berbentuk E sebanyak 168 buah dengan ukuran 6,6 cm x 4,4 cm dan current berbentuk I sebanyak 174 buah dengan ukuran 6,6 cm, untuk kumparannya menggunakan kawat email berdiameter 0,3 mm dengan jumlah 2200 lilitan. Pada bagian rotornya memanfaatkan kaleng bekas diberi belitan mengelilingi sisi-sisi kaleng. Pengujian motor induksi 3 fasa pada saat kaleng diberi belitan dan kaleng tanpa belitan. Pengamatan yang dilakukan adalah pengambilan data terkait tegangan input, arus dan RPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat tegangan input 50 volt rotor belum dapat berputar. Namun pada saat tegangan input 75 volt sampai 200 volt rotor dapat berputar secara perlahan sesuai tegangan yang dimasukkan, kecepatan putar rotor tersebut mencapai 290,3 RPM. Sedangkan pada saat rotor tanpa diberi belitan penelitian menunjukkan bahwa pada saat tegangan input 50 volt sampai 125 volt rotor belum dapat berputar, kemudian pada saat tegangan input 150 volt sampai 200 volt rotor dapat berputar namun sangat pelan hanya mencapai kecepatan putar maksimal 64,4 RPM. Hal ini disebabkan pada saat rotor tanpa diberi belitan, karena rotor tidak dapat menangkap medan magnet yang dikeluarkan oleh stator sehingga kumparan rotor tidak dapat mengalami gaya Lorentz yang menimbulkan torsi yang cenderung menggerakkan rotor sesuai arah pergerakan medan induksi stator.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISA KERUSAKAN DAN PERBAIKAN MOTOR INDUKSI 3 FASA

ANALISA KERUSAKAN DAN PERBAIKAN MOTOR INDUKSI 3 FASA

4. Dalam setiap proses perbaikan motor induksi 3 fasa harus teliti dan cermat dalam pengerjaanya karena dapat mempengaruhi kualitas kerja. 5. Pada tahap Rewinding, modifikasi pada kumparan stator dan rotor motor induksi jarang dilakukan. Pemodifan dilakukan apabila kawat tembaga atau koil tidak ada di gudang. Jika dilakukan modifikasi maka toleransi yang diperbolehkan untuk penggantian kawat tembaga adalah 0.03 mm.

14 Baca lebih lajut

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa

Setelah user merangkai semua rangkaian yang telah dipersiapkan langkah selanjutnya adalah menyalakan rangkaian tersebut dengan memberi tegangan sumber 220 Volt. Posisi saklar/magnetic contactor pada awalnya berada di posisi ON atau terhubung. Sesaat setelah diberi tegangan 220 Volt kemudian langkah selanjutnya mematikan saklar / magnetic contactor, tetapi tidak langsung dimatikan saklarnya, tunggu 5 - 10 detik setelah proses pemberian tegangan sumber 220 Volt atau sesaaat motor induksi 3 fasa mulai berputar kemudian baru dimatikan saklar tersebut. Hal ini mempunyai tujuan agar motor induksi 3 fasa mempunyai torsi awal yang besar dan bisa mencapai 70% - 80% dari putaran normal. Motor induksi 3 fasa putaran normalnya sebesar 1400 rpm, ketika putaran motor telah mencapai putaran ideal atau normal maka user dapat menyalakan sistem pengisian accu dan lampu pijar sebagai bebannya. Lampu pijar dan sistem pengisian accu yang telah dinyalakan dapat user ketahui seberapa besar arus yang terukur dengan melihat LCD yang tersedia pada boks perangkat keras elektroniknya, sedangkan untuk mengetahui kecepatan putaran motor induksi 3 fasa yang terjadi dengan menggunakan alat tachometer.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa.

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa.

Setelah user merangkai semua rangkaian yang telah dipersiapkan langkah selanjutnya adalah menyalakan rangkaian tersebut dengan memberi tegangan sumber 220 Volt. Posisi saklar/magneticmcontactor pada awalnya berada di posisi ON atau terhubung. Sesaat setelah diberi tegangan 220 Volt kemudian langkah selanjutnya mematikan saklar / magneticmcontactor, tetapi tidak langsung dimatikan saklarnya, tunggu 5 - 10 detik setelah proses pemberian tegangan sumber 220 Volt atau sesaaat motor induksi 3 fasa mulai berputar kemudian baru dimatikan saklar tersebut. Hal ini mempunyai tujuan agar motor induksi 3 fasa mempunyai torsi awal yang besar dan bisa mencapai 70% - 80% dari putaran normal. Motor induksi 3 fasa putaran normalnya sebesar 1400 rpm, ketika putaran motor telah mencapai putaran ideal atau normal maka user dapat menyalakan sistem pengisian accu dan lampu pijar sebagai bebannya. Lampu pijar dan sistem pengisian accu yang telah dinyalakan dapat user ketahui seberapa besar arus yang terukur dengan melihat LCD yang tersedia pada boks perangkat keras elektroniknya, sedangkan untuk mengetahui kecepatan putaran motor induksi 3 fasa yang terjadi dengan menggunakan alat tachometer.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa.

NASKAH PUBLIKASI Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa.

jumnyunk@gmail.com ABSTRAKSI Hampir di setiap rumah tangga dan industri dewasa ini menggunakan mesin listrik yang dapat beroperasi sebagai generator baik satu fasa maupun tiga fasa. Jenis mesin listrik yang umum digunakan sebagai motor penggerak atau peralatan dalam industri adalah motor induksi. Hal ini disebabkan karena jenis motor induksi mempunyai kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan jenis motor lainnya, antara lain karena konstruksinya sederhana dan harganya yang relative murah serta lebih ringan. Penelitian ini bertujuan membuat prototipe motor induksi 3 fasa dan mengetahui karakteristik hasil output RPM dari motor induksi tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

Puji Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah dikaruniakan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Akhir ini yang berjudul “Analisa Pengasutan Soft Starting Motor Induksi 3 Fasa ” yang dibuat untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendididkan Diploma III Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik.

15 Baca lebih lajut

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

Puji Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah dikaruniakan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Akhir ini yang berjudul “Analisa Pengasutan Soft Starting Motor Induksi 3 Fasa” yang dibuat untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendididkan Diploma III Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik.

15 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Smart Protection pada Motor Induksi 3-fasa

Rancang Bangun Smart Protection pada Motor Induksi 3-fasa

Gambar 1. Blok diagram sistem pengaman motor induksi 3 phasa Sistem ini dirancang untuk mengamankan motor induksi 3 fasa dari gangguan tegangan lebih, tegangan kurang, arus lebih, kecepatan lebih, suhu lebih dengan menggunakan mikrokontroller. Sensor yang digunakan pada sistem ini menggunakan sensor tegangan, sensor arus, sensor suhu, dan sensor kecepatan untuk mendeteksi nilai parameter-parameter terjadinya gangguan pada motor induksi 3fasa. Keempat sensor akan bekerja secara terus- menerus, dan parameter nilai akan diolah/diproses dengan menggunakan mikrokontroller sehingga apabila nilai parameter- parameter sesuai dengan nilai setting (setting untuk memutus kontaktor) maka mekrokontroller akan memberikan sinyal, dengan bantuan softswitch untuk mengetripkan/memutus kontaktor sehingga supply 3 fasa akan putus dan motor induksi 3 fasa berhenti sehingga terhindar dari kerusakan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO

STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO

ABSTRAK Abstrak: Haerul Hakim dan Hasbar Hada (2019). Starting motor induksi 3 fasa berbasis mikrokontroler arduino. Motor induksi adalah mesin listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi tiga phase banyak digunakan karena konstruksi yang sederhana dan perawatan yang mudah. Kendala operasi motor induksi ini adalah arus pengasutannya mencapai lima sampai tujuh kali arus nominal, sehingga diperlukan suatu metode pengasutan untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan alat starting dengan metode way delta dimana proses perpindahan dari way ke delta akan di atur secara otomatis pada sebuah rangkaian arduino dan beberapa relay. Penelitian ini akan menciptakan suatu alat starting motor induksi dengan metode way delta yang diatur secara otomatis dimana hal sangat membantu pekerjaan terutama dalam hal efisiensi waktu.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

ANALISIS MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN METODE KERANGKA REFERENSI

ANALISIS MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN METODE KERANGKA REFERENSI

Untuk dapat melakukan analisis motor induksi 3 fasa tersebut diperlukan suatu model motor induksi yang luwes. Model motor induksi konvensional yaitu dengan model trafo, memiliki berbagai keterbatasan sehingga tidak dapat digunakan lagi. Oleh karena itu digunakan model motor induksi 3 fasa dengan menggunakan kerangka referensi. Dengan metode kerangka referensi persamaan motor induksi dalam variabel mesin (kerangka abc) akan ditransformasikan menjadi persamaan dalam variabel kerangka referensi (kerangka qd0).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Deskripsi SISTEM PENGOPERASIAN FUNGSI GANDA MOTOR INDUKSI 3-FASA PADA SISTEM TENAGA 3-FASA DAN 1-FASA

Deskripsi SISTEM PENGOPERASIAN FUNGSI GANDA MOTOR INDUKSI 3-FASA PADA SISTEM TENAGA 3-FASA DAN 1-FASA

J.E. Hermansdorfer dalam US patennya dengan No. 10 3,122,693 pada tanggal 25 Pebruari 1964 telah menstart motor induksi 3-fasa pada sistem tenaga 1-fasa dan kemudian mengoperasikan motor ini secara normal pada sistem 3-fasa setelah motor jalan. Metode ini menggunakan kapasitor yang dipasang secara seri dengan salah satu kumparan motor yang 15

15 Baca lebih lajut

Modifikasi Jumlah Kutub pada Motor Induksi 3 Fasa 36 Alur

Modifikasi Jumlah Kutub pada Motor Induksi 3 Fasa 36 Alur

Kecepatan motor induksi 3 fasa dapat diatur dengan mengubah jumlah kutub dan frekuensi dari sumber listrik. Untuk mengubah besaran frekuensi listrik hampir tidak mungkin jika sumbernya menggunakan koneksi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal ini disebabkan PLN telah menetapkan frekuensi konstan sebesar 50 Hz. Maka alternatif cara yang lain adalah mengubah jumlah kutub pada kumparan pada motor induksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodifikasi jumlah kutub motor induksi. Eksperimen dilakukan dengan memodifikasi belitan stator pada motor induksi 3 fasa 4 kutub 36 alur menjadi belitan stator motor induksi 3 fasa 6 kutub 36 alur. Hasil modifikasi menunjukan bahwa jumlah lilitan stator peralur persisi adalah 100 lilitan dan jumlah lilitan stator peralur adalah 200 lilitan, dengan diameter penghantar 0.5 mm. Hasil pengujian tanpa beban pada motor induksi sebelum dan setelah modifikasi menunjukan penurunan putaran sebesar 34 %.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

MODIFIKASI JUMLAH KUTUB PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA 36 ALUR

MODIFIKASI JUMLAH KUTUB PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA 36 ALUR

Kecepatan motor induksi 3 fasa dapat diatur dengan mengubah jumlah kutub dan frekuensi dari sumber listrik. Untuk mengubah besaran frekuensi listrik hampir tidak mungkin jika sumbernya menggunakan koneksi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal ini disebabkan PLN telah menetapkan frekuensi konstan sebesar 50 Hz. Maka alternatif cara yang lain adalah mengubah jumlah kutub pada kumparan pada motor induksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodifikasi jumlah kutub motor induksi. Eksperimen dilakukan dengan memodifikasi belitan stator pada motor induksi 3 fasa 4 kutub 36 alur menjadi belitan stator motor induksi 3 fasa 6 kutub 36 alur. Hasil modifikasi menunjukan bahwa jumlah lilitan stator peralur persisi adalah 100 lilitan dan jumlah lilitan stator peralur adalah 200 lilitan, dengan diameter penghantar 0.5 mm. Hasil pengujian tanpa beban pada motor induksi sebelum dan setelah modifikasi menunjukan penurunan putaran sebesar 34 %.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGUJIAN KEANDALAN MOTOR INDUKSI 3 FASA - e-Repository BATAN

PENGUJIAN KEANDALAN MOTOR INDUKSI 3 FASA - e-Repository BATAN

PENGUJIAN KEANDALAN MOTOR INDUKSI 3 FASA. Keandalan motor induksi 3 fasa pada instalasi sistem tenaga adalah sangat penting agar pengoperasian sistem yang menggunakan motor-motor tersebut dapat berfungsi secara optimal dan aman. Tingkat keandalan motor dapat ditentukan dengan cara mengukur arus bocor dari lilitan ke kerangka motor kemudian ke tanah. Pengukuran dilakukan pada saat motor tidak beroperasi dan supply daya motor dalam kondisi dilepas. Arus bocor diukur dengan menerapkan tegangan tinggi dc secara bertahap pada tingkat tegangan 0 volt – 1500 volt. Setiap tingkat penerapan tegangan dilakukan pengukuran arus bocor menggunakan Micro Ampere Meter. Dari data-data arus bocor akan diperoleh kurva arus bocor sebagai fungsi tegangan tinggi dc yang diterapkan. Apabila diperoleh kenaikan kurva secara linier, maka motor dinyatakan masih andal, dan apabila kenaikan kurva secara radikal, motor harus diperiksa kembali. Dengan mengetahui tingkat keandalan motor, maka pengoperasian sistem yang terkait dengan motor-motor tersebut akan berfungsi secara optimal dan aman.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perancangan Kapasitor Jalan Untuk Mengoperasikan Motor Induksi 3-Fasa Pada Sistem Tenaga 1-Fasa

Perancangan Kapasitor Jalan Untuk Mengoperasikan Motor Induksi 3-Fasa Pada Sistem Tenaga 1-Fasa

Dari hasil tabel 1 dan grafik 5 sampai dengan grafik 8 yang telah diberikan terlihat bahwa motor induksi 3- fasa saat beropeasi pada sistem tenaga 1-fasa dengan menggunakan metode usulan mampu bekerja dengan kecepatan standard (1400 rpm) pada beban 95,14% dari beban penuh 3-fasanya. Walaupun demikian, tidak disarankan pada kondisi ini karena arus yang melewati kumparan motor telah jauh melebihi arus nominalnya (arus yang melewati kumparan sebesar 5.4A, sedangkan arus nominal motor sebesar 3,6A). Kinerja yang terbaik bagi motor adalah meng- operasikannya pada beban 82,85% dari beban penuh 3-fasanya yang bekerja pada kecepatan 1425 rpm. Pada kondisi ini faktor daya motor naik hingga mendekati 1 (0,99 mendahului) dengan efisiensi sedikit lebih baik dari efisiensi 3-fasanya. Sementara itu, Total Current Harmonik Distortion (THDi) yang terjadi pada motor juga turun saat dioperasikan pada sistem tenaga listrik 1-fasa (dari 12,1 menjadi 11,5). Ini terjadi karena disamping kapasitor memperbaiki faktor daya motor, kapasitor yang dipasang pada kumparan motor juga membentuk filter harmonik yang dapat memperkecil pengaruh harmonik yang timbul.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perancangan Kapasitor Jalan untuk Mengoperasikan Motor Induksi 3-Fasa pada Sistem Tenaga 1-Fasa

Perancangan Kapasitor Jalan untuk Mengoperasikan Motor Induksi 3-Fasa pada Sistem Tenaga 1-Fasa

Dari hasil tabel 1 dan grafik 5 sampai dengan grafik 8 yang telah diberikan terlihat bahwa motor induksi 3- fasa saat beropeasi pada sistem tenaga 1-fasa dengan menggunakan metode usulan mampu bekerja dengan kecepatan standard (1400 rpm) pada beban 95,14% dari beban penuh 3-fasanya. Walaupun demikian, tidak disarankan pada kondisi ini karena arus yang melewati kumparan motor telah jauh melebihi arus nominalnya (arus yang melewati kumparan sebesar 5.4A, sedangkan arus nominal motor sebesar 3,6A). Kinerja yang terbaik bagi motor adalah meng- operasikannya pada beban 82,85% dari beban penuh 3-fasanya yang bekerja pada kecepatan 1425 rpm. Pada kondisi ini faktor daya motor naik hingga mendekati 1 (0,99 mendahului) dengan efisiensi sedikit lebih baik dari efisiensi 3-fasanya. Sementara itu, Total Current Harmonik Distortion (THDi) yang terjadi pada motor juga turun saat dioperasikan pada sistem tenaga listrik 1-fasa (dari 12,1 menjadi 11,5). Ini terjadi karena disamping kapasitor memperbaiki faktor daya motor, kapasitor yang dipasang pada kumparan motor juga membentuk filter harmonik yang dapat memperkecil pengaruh harmonik yang timbul.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN DATA TORSI UNTUK PENENTUAN PARAMETER MOTOR INDUKSI 3 FASA

PENGGUNAAN DATA TORSI UNTUK PENENTUAN PARAMETER MOTOR INDUKSI 3 FASA

Untuk memprediksi unjuk kerja motor induksi, perlu diketahui data-data parameter motor induksi. Makalah ini akan membahas penentuan parameter motor induksi 3 fasa dengan data-data masukan seperti torsi locked rotor, torsi beban penuh, torsi breakdown, tegangan rating motor, dan slip beban penuh, yang membentuk masalah optimasi yang dapat diselesaikan dengan salah satu cabang ilmu dari kecerdasan buatan, yaitu algoritma genetik, yang belakangan ini sedang berkembang pesat dan dikenal memiliki unjuk kerja yang cukup baik.

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...